0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Program Remedial dan Pengayaan Pembelajaran

Diunggah oleh

Riki Ramdani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Program Remedial dan Pengayaan Pembelajaran

Diunggah oleh

Riki Ramdani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Program Remedial dan pengayaan

1. Pengertian Program Remedial, Jenis, dan Teknik Pelaksanaan.

Program remedial merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan evaluasi
pembelajaran pada Kurikulum 2013. Setelah guru menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM), maka capain pembelajaran peserta didik dapat dievaluasi ketuntasannya. Setelah Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM) ditentukan, maka capaian pembelajaran peserta didik dapat dievaluasi
ketuntasannya. Peserta didik yang belum mencapai KKM berarti belum tuntas dan wajib mengikuti
program remedial. Peserta didik yang sudah mencapai KKM dinyatakan tuntas dan dapat diberikan
pengayaan.

Dengan demikian, pengertian remedial adalah program pembelajaran yang diberikan kepada
peserta didik yang dinyatakan belum mencapai KKM pada satu Kompetensi Dasar tertentu.
Pembelajaran remedial diberikan segera setelah peserta didik diketahui belum mencapai KKM.
Pembelajaran remedial dilakukan untuk memenuhi kebutuhan atau hak peserta didik.

2. Jenis-jenis Remedial

Pada pembelajaran remedial, pendidik membantu peserta didik untuk memahami kesulitan
belajar yang dihadapi secara mandiri, mengatasi kesulitan dengan memperbaiki sendiri cara belajar
dan sikap belajarnya yang dapat mendorong tercapainya hasil belajar yang optimal. Dalam hal ini,
penilaian merupakan assessment as learning. Metode yang digunakan pendidik dalam pembelajaran
remedial juga dapat bervariasi sesuai dengan sifat, jenis, dan latar belakang kesulitan belajar yang
dialami peserta didik.

3. Pengertian Program Pengayaan, Tujuan, dan Bentuk Pelaksanaannya

Tujuan pembelajaran juga dirumuskan sesuai dengan kesulitan yang dialami peserta didik.
Pada pelaksanaan pembelajaran remedial, media pembelajaran juga harus betul-betul disiapkan
pendidik.

Tujuannya adalah agar dapat mempermudah peserta didik dalam memahami Kompetensi
Dasar yang dirasa sulit tersebut. Di dalam hal ini, penilaian tersebut merupakan assessment for
learning.

4. Teknik Pelaksanaan Remedial

Teknik pelaksanaan pembelajaran remedial disesuaikan dengan jenis dan tingkat kesulitan
peserta didik yang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

1. Pemberian bimbingan secara individu

Hal ini dilakukan apabila ada beberapa anak yang mengalami kesulitan yang berbeda-
beda, sehingga memerlukan bimbingan secara individual. Bimbingan yang diberikan
disesuaikan dengan tingkat kesulitan yang dialami oleh peserta didik.
2. Pemberian bimbingan secara kelompok

Hal ini dilakukan apabila dalam pembelajaran klasikal ada beberapa peserta didik yang
mengalami kesulitan sama.

3. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda

Pembelajaran ulang dilakukan apabila semua peserta didik mengalami kesulitan.


Pembelajaran ulang dilakukan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian,
penyederhanaan tes/pertanyaan.

4. Pemanfaatan tutor sebaya

Pemanfaatan tutor sebaya dilakukan dengan cara peserta didik dibantu oleh teman satu
kelas yang telah mencapai KKM, baik secara individu maupun kelompok.

Pembelajaran remedial diakhiri dengan penilaian untuk melihat pencapaian peserta


didik pada KD yang diremidial. Pembelajaran remedial pada dasarnya difokuskan pada KD
yang belum tuntas dan dapat diberikan berulang-ulang sampai mencapai KKM dengan waktu
hingga batas akhir semester. Apabila hingga akhir semester pembelajaran remedial belum bisa
membantu peserta didik mencapai KKM, pembelajaran remedial bagi peserta didik tersebut
dapat dihentikan.

Pendidik tidak dianjurkan memaksakan untuk memberi nilai tuntas (sesuai KKM)
kepada peserta didik yang belum mencapai KKM. Pemberian nilai Kompetensi Dasar bagi
peserta didik yang mengikuti pembelajaran remedial yang dimasukkan sebagai hasil penilaian
harian, dapat dipilih beberapa alternatif berikut.

1. Alternatif 1

Peserta didik diberi nilai sesuai capaian yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti
remedial. Misalkan, suatu mata pelajaran (IPA) memiliki KKM sebesar 64. Seorang peserta
didik, Andi memperoleh nilai PH-1 (KD 3.1) sebesar 50. Karena Andi belum mencapai KKM,
maka Andi mengikuti remedial untuk KD 3.1. Setelah Andi mengikuti remedial dan diakhiri
dengan penilaian, Andi memperoleh hasil penilaian sebesar 80. Berdasarkan ketentuan
tersebut, maka nilai PH-1 (KD 3.1) yang diperoleh Andi adalah sebesar 80.

Keuntungan menggunakan ketentuan ini sebagai berikut.

1. Meningkatkan motivasi peserta didik selama mengikuti pembelajaran remedial karena


peserta didik mempunyai kesempatan untuk memperoleh nilai yang maksimal.

2. Ketentuan tersebut sesuai dengan prinsip belajar tuntas (mastery learning).


Kelemahan menggunakan ketentuan ini adalah sebagai berikut.

Peserta didik yang telah tuntas (misalnya, Wati dengan nilai 75) dan nilainya
dilampaui oleh peserta didik yang mengikuti remidial (misalnya, Andi dengan nilai 80),
kemungkinan Wati mempunyai perasaan diperlakukan “tidak adil” oleh pendidik. Dengan
demikian, pendidik disarankan memberikan kesempatan yang sama pada peserta didik yang
telah mencapai KKM untuk memperoleh nilai yang maksimal.

2. Alternatif 2

Peserta didik diberi nilai dengan cara merata-rata antara nilai capaian awal (sebelum
mengikuti remedial) dan capaian akhir (setelah mengikuti remedial), dengan ketentuan
sebagai berikut.

1. Jika capaian akhir telah melebihi KKM (misalnya, Badar memperoleh nilai 90) dan
setelah dirata-rata dengan capaian awal (misalnya, capaian awal Badar adalah 60) ternyata
hasil rata-rata telah melebihi KKM (nilai 64), maka hasil rata-rata (nilai 75) sebagai nilai
perolehan Badar.

2. Jika capaian akhir telah melebihi KKM (misalnya, Andi memperoleh nilai 70) dan setelah
dirata-rata dengan capaian awal (misalnya, capaian awal Andi adalah 50) ternyata hasil rata-
rata belum mencapai KKM (nilai 64), maka Andi diberi nilai sebesar nilai KKM, yaitu 70.

Alternatif 2 ini sebagai upaya untuk mengatasi kelemahan Alternatif 1, meskipun Alternatif
2 ini tidak memiliki dasar teori, akan tetapi lebih mengedepankan faktor kebijakan pendidik.

Upaya lain, untuk mengatasi kelemahan Alternatif 1, yaitu dengan memberikan kesempatan
yang sama bagi semua peserta didik untuk mengikuti tes, tetapi dengan catatan perlu
diinformasikan kepada peserta didik bahwa konsekuensi nilai yang akan diambil adalah nilai
hasil tes tersebut atau nilai terakhir.

3. Alternatif 3

Peserta didik diberi nilai sama dengan KKM yang ditetapkan oleh sekolah untuk suatu mata
pelajaran, berapa pun nilai yang dicapai peserta didik tersebut telah melampaui nilai KKM.

Demikian ulasan mengenai pengertian program remedial, jenis, dan teknik


pelaksanaannya. Semoga bermanfaat.

Anda mungkin juga menyukai