Rencana Perbaikan Jalan Hotmix Bandung
Rencana Perbaikan Jalan Hotmix Bandung
PEKERJAAN
PERBAIKAN JALAN LINGKUNGAN SKALA KECIL RT/RW
(PENGASPALAN JALAN HOTMIX)
1. LINGKUP PEKERJAAN
2. UMUM
1. Pembatasan cuaca
Aspal hotmix akan dipasang hanya dibawah kondisi cuaca kering dan bila
mana permukaan pekerjaan dalam keadaan kering juga.
2. Pengendalian lalu lintas
o Pengendalian lalu lintas akan dilaksanakan oleh pelaksana pekerjaan
yang sesuai dengan syarat - syarat umum kontrak dan disetujui oleh
pengelola kegiatan, serta dilakukan tindakan - tindakan pencegahan
untuk memberi petunjuk dan mengendalikan lalu lintas selama
pelaksanaan pekerjaan.
o Menempatkan rambu - rambu untuk keamanan kerja seperti cone fibre
glass, pita pengaman dan bendera tanda - tanda yang ditempatkan
pada lokasi kerja dan pada jalur lalu lintas kendaraan pada posisi
strategis yang mudah dilihat serta menempatkan petugas pengatur lalu
lintas.
o Harus dibuat penyediaan untuk pekerjaan yang harus dilaksanakan
dengan separuh lebar perkerasan, kecuali disediakan satu pengalihan
lapangan yang sesuai sehingga disetujui oleh pengelola kegiatan.
o Tidak ada lalu lintas yang akan diizinkan melintas di atas permukaan
jalan yang baru selesai sampai lapis permukaan aspal hotmix dipadat
kan sepenuhnya sampai sesuai pesyaratan dan dapat diterima oleh
pengelola kegiatan. Kecepatan lalu lintas di atas permukaan yang barus
diaspal harus dibatasi sampai 15 km/jam untuk waktu paling sedikit
selama 48 jam sesudah penyelesaian. Pelaksana harus bertanggung
jawab untuk semua akibat dari lalu lintas yang diizinkan lewat, saat/
sementara pekerjaan lapangan sedang berlangsung.
3. Pekerjaan penyempurnaan
Lapis permukaan dari aspal hotmix harus diselesaikan sesuai dengan
persyaratan spesifikasi dan mendapat persetujuan pengelola kegiatan.
Luas permukaan yang tidak memenuhi dengan persyaratan dan yang
dianggap tidak distujui oleh pengelola kegiatan harus diperbaiki dengan
cara menyingkirkan dan mengganti, menambah lapisan tambahan dan
atau cara lain yang dipandang perlu oleh pengelola kegiatan.
3. BAHAN BAHAN
1. Agregat
o Agregat kasar
Agregat kasar terdiri dari batu atau kerikil pecah atau campuran yang
sesuai dari batu pecah dengan kerikil alami yang bersih. Gradasi atau
ukuran agregat kasar harus sesuai dengan tabel berikut :
12.50 30 - 100
9.50 0 - 55
4.75 0 - 10
0.08 0-1
o Agregat halus.
Agregat halus terdiri dari pasir alam atau batu tersaring dalam
kombinasi yang cocok, harus bersih dari gumpalan lempung dan benda
- benda lain yang harus dibuang. Gradasi agregat halus harus sesuai
dengan tabel berikut :
4.75 90 - 100
2.36 80 - 100
0.60 25 - 100
0.08 3 - 11
o Filler
Bahan filler terdiri dari debu atau sabak atau semen, serta harus bebas
dari suatu benda yang harus dibuang. Filler berisi ukuran partikel yang
100 % lolos saringan 0,60 mm dan tidak kurang dari 75 % atas berat
partikel yang lolos saringan 0,075 mm.
o Syarat - syarat kualitas agregat kasar
Agregat kasar yang digunakan unyuk aspal hotmix harus memenuhi
syarat kualitas seperti pada tabel berikut :
4. PERSYARATAN CAMPURAN
1. Komposisi campuran
o Campuran aspal tersebut terdiri dari agregat, filler, mineral dan bahan
aspal. Komposisi rencana berada dalam batas rencana yang diberikan
pada tabel berikut :
2. Sifat campuran
Sifat campuran yang dari CMP (Instalasi Campur Pusat) diberikan pada
tabel berikut :
5. PELAKSANAAN PEKERJAAN
Peralatan Pelaksanaan
1. Jenis peralatan dan methoda operasi harus sesuai dengan daftar peralatan
dan instalasi produksi yang telah disetujui dan menurut petunjuk lebih
lanjut pengelola kegiatan. Pada umumnya peralatan yang harus dipilih
untuk penyebaran dan penyelesaian harus paver (perata) bertenaga mesin
yang mampu bekerja sampai garis dan ketinggian yang diperlukan dengan
penyediaan untuk pemanasan, screeding dan sambungan perata campuran
aspal hotmix. Akan tetapi dimana satu paver (perata) tidak dapat diperoleh
dan tergantung kepada instruksi pengelola kegiatan, pemasangan dan
penyebaran dapat dilakukan dengan tenaga kerja, menggunakan garukan,
sekop dan gerobak dorong.
2. Jenis peralatan berikut ini akan dipilih untuk penyebaran, pemadatan dan
penyelesaian.
o Alat pengangkutan
Truk angkutan dapat disediakan untuk mengangkut campuran aspal
yang sesuai dengan program pekerjaan yang telah disetujui. Truk - truk
tersebut harus dilengkapi dengan dasar logam rata ketat, dibersihkan
dan yang sebelumnya dilapisi minyak bakar.
o Alat untuk penyebaran dan penyelesaian.
Bilamana diminta demikian didalam daftar penawaran dan daftar unit
produksi, peralatan untuk penyebaran dan penyelesaian harus satu
paver betenaga mesin sendiri yang mampu bekerja sampai ke garis,
tingkat dari penampang melintang yang diperlukan, dapat memenuhi
persyaratan - persyaratan terhadap volume dan penampilan kualitas
o Peralatan pemadatan.
Mesin gilas roda baja (roda 3 atau tandem 6 - 10 ton). Sebuah mesin
gilas dan bertekanan dengan ban dipompa mencapai kapasitas tekanan
8,5 kg/cm2 dan dengan penyediaan untuk ballast dari 1500 kg - 2500
kg muatan per roda.
o Peralatan penyemprot lapis aspal resap pelekat atau lapis aspal pelekat.
Alat distributor/penyemprot aspal bertekanan harus disediakan dengan
penyediaan untuk pemanasan aspal.
Penyiapan Lapangan
1. Penyiapan lokasi
o Sebelum dilakukan pembongkaran aspal terlebih dahulu dilakukan
pengukuran lokasi yang akan dikerjakan sesuai dengan gambar kerja.
o Lokasi diberi tanda berupa cat sesuai dengan batas ukuran yang di
tentukan dan harus mendapat persetujuan dari pengelola kegiatan.
o Lokasi yang rusak yang akan diperbaiki harus dibongkar dengan hati
hati sesuai dengan batas tanda yang diberikan, pembongkaran yang di
lakukan harus berbentuk persegi empat, sisi daerah yang dibongkar
harus tegak lurus dan rata.
o Aspal bekas bongkaran harus diangkut keluar lokasi kerja dan dibuang
pada tempat yang ditentukan dan lobang yang dibongkar harus di
bersihkan dari material lepas.
o Sebelum dilapisi dengan tack/prime coat bagian yang diperbaiki harus
terlebih dahulu dibersihkan dengan kompresor sehingga bebas dari
debu dan kotoran yang lepas.
2. Pemasangan di atas lapisan pondasi atas
o Bila memasang di atas pondasi, maka pondasi tersebut bentuk dan
profilnya harus sama benar dengan yang diperlukan untuk penampang
melintang dan dipadatkan sepenuhnya sampai mendapat persetujuan
pengelola kegiatan.
o Sebelum memasang aspal hotmix, pondasi lapangan tersebut harus
dilapisi dengan aspal resap pelekat pada tingkat pemakaian 0,6 l/m 2
atau tingkat lainnya menurut perintah pengelola kegiatan.
3. Pemasangan di atas satu permukaan aspal yang ada
o Bilamana pemasangan tersebut sebagai satu lapis ulang terhadap satu
permukaan aspal, setiap kerusakan pada permukaan perkerasan yang
ada, termasuk lubang - lubang, bagaian amblas, pinggiran hancur dan
cacat permukaan lainnya harus dibetulkan dan diperbaiki sampai di
setujui pengelola kegiatan.
Penyebaran
1. Penyebaran dengan mesin
o Sebelum operasi pengerasan dimulai, screed paver harus dipanaskan
dan campuran aspal harus dimasukkan/dituang ke dalam paver pada
satu temperatur di dalam batas-batas antara 140º - 110º C.
o Selama operasi paver, campuran aspal tersebut harus disebarkan dan
diturunkan sampai ketingkat, ketinggian dan bentuk penampang
melintang yang diperlukan di atas seluruh lebar perkerasan.
o Paver tersebut harus beroperasi pada satu kecepatan yang tidak
menimbulkan retak - retak pada permukaan, cabik - cabik atau ketidak
teraturan lainnya dalam permukaan. Tingkat penyebaran harus sebagai
mana yang disetujui oleh pengelola kegiatan memenuhi tebal rencana.
o Jika suatu segresi, penyobekan atau pencungkilan permukaan akan
terjadi, paver tersebut harus dihentikan dan tidak boleh berlapangan
kembali sampai penyebabnya ditemukan dan diperbaiki. Penambahan
yang kasar atau bahan yang telah segresi harus dibuat betul dengan
menyebarkan bahan halus (fines) serta digaruk dengan baik. Akan
tetapi penggarukan harus dihindarkan sejauh mungkin dan partikel
kasar tidak boleh disebarkan di atas permukaan yang di secreed.
2. Penyebaran dengan tenaga manusia
o Harus disediakan tenaga kerja yang cukup untuk memungkinkan truk
angkutan dibongkar muatannya, serta campuran aspal panas tesebut
disebarkan dengan penundaan minimum. Bilamana truk - truk atap
datar digunakan untuk pengiriman, campuran tersebut harus di
bongkar muatannya dengan sekop dan dituangkan secara tegak di atas
lintasan lapangan sedemikian sehingga menimbulkan segresi sedikit
mungkin. Tidak boleh ada coba - coba dilakukan untuk menyebar
campuran tersebut di atas permukaan yang di screed.
o Campuran aspal tersebut harus disebarkan dengan sekop dan garuk
yang digunakan berpasangan untuk merapihkan permukaan secara
2. Prosedur pemadatan
o Tahap awal penggilasan dan final akan dikerjakan semuanya dengan
mesin gilas roda baja. Penggilasan kedua atau penggilasan antara akan
dilakukan dengan sebuah mesin gilas ban pneumatic roller. Mesin gilas
pemadatan akan beroperasi dengan roda kemudi sedekat mungkin ke
paver.
o Kecepatan mesin gilas tidak boleh melebihi 4 km/jam untuk mesin gilas
roda baja, dan 6 km/jam untuk mesin gilas ban pneumatic roller serta
akan selalu cukup lambat untuk menghindari penggeseran campuran
panas. Garis penggilasan tidak boleh terlalu berubah - ubah atau arah
penggilasan berbalik secara tiba - tiba akan menimbulkan pergeseran
campuran.
Penyelesaian
1. Alat berat atau meisn gilas tidak diizinkan berdiri di atas permukaan yang
baru selesai sampai permukaan tersebut mendingin secara menyeluruh
dan matang.
2. Permukaan aspal hotmix sesudah pemadatan harus halus dan rata kepada
punggung lapangan dan tingkat yang ditetapkan di dalam toleransi yang
ditentukan. Setiap campuran yang menjadi lepas dan hancur, bercampur
dengan kotoran atau yang telah menjadi tidak sempurna dalam setiap
arah, harus dipadatkan segera untuk menyesuaikan dengan luas disekitar
nya dan setiap luas yang menunjukkan kelebihan atau kekurangan bahan
Penyelesaian sambungan
1. Tidak boleh ada campuran yang dipasang pada bahan ujung yang sudah di
gilas sebelumnya kecuali ujung tersebut tegak atau telah dipotong kembali
dsampai satu permukaan tegak. Satu penyiraman aspal yang digunakan
untuk permukaan kontak harus dipaki tepat sebelum tambahan campuran
dipasang terhadap bahan yang digilas sebelumnya.
1. Umum
Pekerjaan ini mencakup pekerjaan penyiapan tenaga, peralatan, material,
pembongkaran permukaan jalan, pembersihan jalan, penyemprotan lapis
perekat (tack coat) pengisian lubang, pemadatan sesuai ketentuan atau
petunjuk pengelola kegiatan.
2. Material
a. Lapis perekat (tack coat)
Material lapis perekat menggunakan material sebagaimana dijelaskan
pada pasal yang mengatur tentang pekerjaan lapis perekat.
b. Material pengisi
Untuk material pengisi dapat menggunakan asapal beton sebagaimana
dijelaskan pada pasal yang mengatur tentang pekerjaan pelapisan aspal
permukaan.
c. Peralatan
Pelaksana pekerjaan dapat menyediakan peralatan yang layak diguna
kan untuk pelaksanaan pekerjaan meliputi :
o Peralatan pemotong
Pelaksana dapat menyediakan min. 1 unit gergaji mesin pemotong
aspal/beton yang mampu memotong hingga kedalaman 7 cm
o Peralatan pembongkar
Pelaksana dapat menyediakan min. 2 unit jack hummer dengan
masing - masing unit kompresornya, yang mampu membersihkan,
membongkar, meratakan lokasi - lokasi yang belum/tidak rata.
o Peralatan pengupas
Pelaksana dapat menyediakan minimum 1 unit mesin pengupas
(cold milling machine) dengan lebar 2 meter dan mampu mengupas
sampai setebal 10 cm aspal dengan mata pemotong (cutter bit) yang
memiliki keausan kurang dari 40 %. Bila diperlukan, maka 1 unit
mesin pengupas dengan lebar 80 - 100 cm harus disediakan.
o Peralatan perata
Pelakasna dapat menyediakan peralatan mesin perata (mobile
grader) dengan mata pisau yang baik, lurus dan tajam.
o Peralatan penyapu
Pelaksana dapat menyediakan minimum 1 unit sapu baja mekanis
(power broom) dengan keausan kurang dari 10 % dari panjang asli
dan permukaan sapu harus rata.
o Kompressor
Pelaksana dapat menyediakan minimum 2 unit kompresor secara
khusus (tidak untuk menjalankan peralatan lain) dengan kapasitas
mencapai 7 atm, guna pembersihan permukaan.
o Truk pengangkut
Pelaksana dapat menyediakan truk pengangkut dengan kapasitas
yang cukup sehingga tidak ada penumpukan material bongkaran di
lapangan, penyediaan truk ini harus dapat untuk mengangkut dan
membuang/menempatkan material bongkaran dan sebelum selesai
nya kegiatan pembongkaran, truk pengangkut sebaiknya tidak di
pergunakan untuk keperluan lainnya,
o Peralatan pengaspalan
Pelaksana dapat menyediakan peralatan untuk pelaksanaan
proses pengaspalan mengikuti ketentuan yang diatur dalam pasal
untuk peralatan lapis perekat dan untuk peralatan pengaspalan.
o Alat bantu lain
Pelaksana bisa menyediakan alat bantu tambahan berupa gerobak
pengangkut, straight - edge, termometer logam dengan kapasitas
80º - 200º C, pengki, sapu lidi, sekop, cangkul, belincong dan alat
bantu lainnya untuk memudahkan pelaksanaan pekerjaan.
Pelaksanaan pekerjaan
d. Pembongkaran dan pembersihan
o Lokasi permukaan jalan yang akan dibongkar sebaiknya ditandai
dan dicatat lokasi bongkaran (dengan penandaaan stasioning),
dimensi lebar, panjang dan rencana ketebalan bongkaran
o Batas bongkaran harus dipotong dengan menggunakan gergaji
mesin pemotong aspal untuk menhasilkan permukaan (vertical)
yang tegak lurus
o Jack hummer digunakan untuk pembongkaran dan perataan lokasi
yang telah dipotong
o Pengupasan lapisan permukaan pada jalan dapat menggunakan
peralatan mesin pengupas (cold milling machine)
o Pembongkaran sebaiknya dilakukan sehingga lapisan yang rusak
terangkat/terbongkar, dapat dilakukan sedemikan rupa sehingga
tidak memperlemah struktur yang masih baik
o Alur - alur yang terjadi akibat cold milling harus diratakan dengan
menggunakan mesin perata/grader.
o Pembersihan permukaan hasil pembongkaran sebaiknya segera
dilakukan dengan sapu baja (power broom) setelah selesainya
perataan agar material yang berpotensi lepas benar - benar lepas
dan agar material pembongkaran tidak melekat/menempel kembali.
o Selanjutnya pembersihan harus dilakukan dengan kompresor agar
material halus benar - benar tidak menempel pada permukaan
e. Penyemprotan lapis perekat (tack coat )
Permukaan hasil pembongkaran setelah dibersihkan apabila telah
kering selajutnya dapat disemprot dengan material lapis perekat (tack
coat) secara merata. Pada permukaan (vertical) potongan harus diberi
lapis perekat.
f. Penghamparan material pengisi dan pemadatan
Bila kondisi lapis perekat (tack coat) sudah setting, material pengisi
dapat segera dihampar dan dipadatkan. Pengisian dan pemadatan
dilakukan sedemikian sehingga permukaan yang diperbaiki tersebut
mempunyai tingkat kerataan yang sama dengan permukaan jalan di
sekitarnya. Khusus untuk pengupasan dan pengisian (scrapping and
filling) maka pemadatan dengan tire roller harus dilakukan lebih berat
dari pengaspalan biasa, demikian pula dengan finish rolling nya. Untuk