0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan92 halaman

Pengaruh Model GI Terhadap Hasil Belajar

Diunggah oleh

Felitasrambu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan92 halaman

Pengaruh Model GI Terhadap Hasil Belajar

Diunggah oleh

Felitasrambu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL


BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM
PERNAPASAN PADA MANUSIA KELAS VIII DI SMP
KRISTEN PAYETI

PROPOSAL PENELITIAN

Disusun Oleh:
IIN KARTINI HUNGGU DJAWA
2317022

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN WIRA WACANA SUMBA
2023
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL
BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM
PERNAPASAN PADA MANUSIA KELAS VIII DI SMP
KRISTEN PAYETI

PROPOSAL PENELITIAN

Diajukan kepada Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Kristen Wira Wacana Sumba sebagai salah satu syarat
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Biologi ([Link].)

Disusun Oleh:
IIN KARTINI HUNGGU DJAWA
2317022

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN WIRA WACANA SUMBA
2023
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………… i


DAFTAR ISI …………………………………………………………………… ii
DAFTAR TABEL ……………………………………………………………… iii
DAFTAR GAMBAR …………………………………………………………... iv
DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………… v
BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………… 1
1.1. Latar Belakang ……………………………………………………….
1
1.2. Rumusan Masalah ……………………………………………………
3
1.3. Tujuan Penelitian …………………………………………………….
3
1.4. Manfaat Penelitian …………………………………………………...
4
1.5. Ruang Lingkup Penelitian
………………………………………….... 4
1.6. Definisi Istilah
……………………………………………………….. 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA …………………………………………………… 7
[Link] pembelajaran ……………………………………………... 7
2.1.1. Pengertian Belajar …………………………………………….. 7
2.1.2. Pengertian Pembelajaran …………………………………...…. 8
2.2. Pengertian Hasil Belajar …………………………………………….. 9
2.3. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation ………… 9
2.3.1. Model Pembelajaran Kooperatif ………….....………………... 9
2.3.2. Model Pembelajaran Group Investigation ……………………. 10
2.3.3. Langkah – Langkah Model Pembelajaran Group
Investigation ………………………………………………….. 12
2.3.4. Keunggulan dan Kelemahan Model Pembelajaran
Group Investigation ………………………………………….. 12
2.4. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam …………………………………… 13
2.5. Kerangka Berpikir …………………………………………………... 14
2.6. Penelitian Yang Relevan ……………………………………………. 15
2.7. Hipotesis Penelitian …………………………………………………. 17
BAB III METODE PENELITIAN …………………………………………….. 18
3.1. Jenis dan Pendekatan Penelitian …...................................................... 18
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ……………………………………….. 18
3.3. Subjek Penelitian ……………………………………………………. 18
3.4. Variabel Penelitian …………………………………………………... 18
3.5. Desain Penelitian …………………………………………………..... 19

ii
3.6. Populasi dan Sampel ………………………………………………… 19
3.7. Definisi Operasional Variabel ………………………………………. 20
3.8. Teknik dan Instrumen Pengambilan Data ………………………….. 20
3.9. Teknik Analisis Data ……………………………………………….. 24
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….. 28
LAMPIRAN ……………………………………………………………………. 32
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Penelitian Terdahulu ………………………………………………... 18


Tabel 3.1. Desain Penelitian ……………………………………………………. 22
Tabel 3.2. Tingkat Reliabilitas …………………………………………………. 26
Tabel 3.3. Klasifikasi Tingkat Kesukaran Soal ………………………………… 26

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Kerangka Berpikir ………………………………………………... 19


Gambar 3.1. Variabel Penelitian ……………………………………………….. 24
Gambar 3.2. Rumus Validitas ………………………………………………….. 25
Gambar 3.3. Rumus Reliabilitas ……………………………………………….. 26

iv
DAFTAR LAMPIRAN

1. RPP ……………………………………………………………………………38
2. Lembar Penilaian Siswa untuk 2 aspek ……………………………………….. 39
3. Materi Ajar ……………………………………………………………………49
4. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ………………………………………...64
5. Instrumen Soal Pilihan Ganda ……………………………………………… 66
6. Kunci Jawaban ………………………………………………………………. 81
7. Kisi – kisi Soal ………………………………………………………………. 82

v
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pendidikan merupakan rangkaian pembelajaran untuk siswa agar
mampu mengerti, paham, serta menciptakan manusia semakin kritis dalam
berpikir. Pendidikan digunakan semacam salah satu cara yang teratur untuk
memperoleh tingkatan kehidupan yang semakin baik (Dwianti et al,
2021:675). Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting dalam hidup
manusia, tanpa pendidikan manusia tidak bisa mencapai cita-cita yang mulia.
Pendidikan merupakan sarana bagi seseorang untuk mewujudkan cita dan
impian dalam hidupnya (Sutrisno, 2016: 9). Oleh karena itu pendidikan dapat
disimpulkan sebagai suatu arah atau tujuan yang harus di capai oleh manusia
terutama dalam sektor pendidikan baik itu guru maupun siswa. Dengan
demikian untuk mencapai kemajuan dalam berbagai aspek maka mutu
pendidikan nasional harus dikembangkan dan ditingkatkan, oleh sebab itu
suatu mutu pendidikan sangat ditentukan oleh proses belajar disekolah.
Pembelajaran di sekolah sangat dipengaruhi oleh model pembelajaran
yang digunakan, model pembelajaran merupakan suatu perencanaan atau pola
yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas
(Afandi et al, 2013:15). Oleh karena itu suatu model pembelajaran yang
digunakan harus sesuai dengan materi ajar sehingga pengaruh antara model
dan proses belajar sejalan, pernyataan ini sejalan dengan pendapat Santi et al,
(2022:166) bahwa hasil belajar dan motivasi belajar peserta didik harus
didukung oleh model pembelajaran yang akan berpengaruh pada pengetahuan
dan kreativitas siswa sehingga mutu pendidikan akan tercapai sesuai dengan
tujuan pembelajaran.
Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMP Kristen Payeti, hasil
belajar siswa kelas VIII semester 2 masih rendah atau berada dibawah Kriteria
Ketuntasan Minimal atau (KKM) yaitu dibawah nilai rata – rata 72 standar
untuk mata pelajaran IPA semester 2 tahun 2022, dari 23 orang, siswa yang

1
mendapat nilai dibawah KKM adalah 17 orang dengan persentase sebesar 66
% dan siswa yang mencapai KKM ada 6 orang siswa dengan persentase
sebesar 34 %, hal ini disampaikan oleh guru di sekolah tersebut karena siswa
hanya berfokus pada materi yang guru sampaikan tanpa mencari tahu materi
ajar yang akan diajarkan kepada siswa. Penyampaian materi oleh guru dalam
proses belajar disekolah tersebut hanya sebatas didalam lingkungan sekolah
saja selain itu metode dan model pembelajaran yang dipakai oleh guru di
sekolah tersebut masih menggunakan cara yang konvensional artinya masih
menggunakan cara yang sederhana dengan metode diskusi atau wawancara.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan hasil belajar siswa, diperlukan salah satu
model pembelajaran untuk membuat siswa termotivasi dan semangat
mengikuti pelajaran sehingga hal tersebut akan berpengaruh pada hasil
belajarnya.
Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model
pembelajaran Group Investigation (GI). Pembelajaran menggunakan model
ini, guru hanya berperan sebagai fasilitator dan memberikan kesempatan
kepada siswa untuk berperan lebih aktif dalam mengelolah informasi, berfirkir
kritis, dan bertanggung jawab (Nasution 2019: 6). Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) yaitu suatu model pembelajaran
yang lebih menekankan pada pilihan dan kontrol siswa daripada menerapkan
teknik-teknik pengajaran di ruang kelas. Selain itu model pembelajaran
Group Investigation dapat membuat siswa berpikir kreatif agar permasalahan
yang diteliti dapat ditemukan jawabannya, serta pembelajaran IPA ditujukan
untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan ilmiah, pemahaman
konsep, kemampuan kognitif, berpikir kreatif, dan sikap ilmiah (Hela, 2021:
3).
Penggunaan model pembelajaran Group Investigation dalam
pembelajaran IPA yaitu materi sistem pernapasan pada manusia dapat
dipahmi oleh siswa. Oleh karena itu, guru di harapkan memvariasikan model
pembelajaran untuk mempengaruhi hasil belajar siswa dengan menggunakan

2
model pembelajarn Group Investigation ini dalam kelas yang memberikan
manfaat langsung bagi siswa dalam menggali pengalaman belajar siswa.
Hasil penelitian Taher et al., (2019) menunjukkan adanya perbedaan
hasil belajar geografi yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas
kontrol. Nilai hasil belajar geografi siswa yang diajar dengan model group
investigation lebih baik dibanding hasil belajar geografi siswa yang diajar
dengan metode konvensional (diskusi). Hasil penelitian Widiawati et al,
(2018) menyatakan pada hipotesis pertama, kedua dan ketiga menunjukkan
bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group
investigation (GI) terhadap hasil belajar IPA siswa.
Hasil penelitian Wahyuningsih (2019) menyatakan bahwa
kecenderungan hasil belajar IPA dengan model pembelajaran Group
Investigation termasuk dalam kategori sangat tinggi dibandingkan dengan
model pembelajaran konvensional. Hasil analisis menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang sangat signifikan pada kedua model
pembelajaran tersebut. Rata-rata hasil belajar IPA yang menggunakan model
pembelajaran Group Investigation lebih tinggi dibandingkan dengan model
pembelajaran konvensional, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh
model pembelajaran Group Investigation terhadap hasil belajar IPA lebih
baik. Dari tiga penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa model
pembelajaran Kooperatif Group Investigation dapat memotivasi siswa
menjadi lebih baik dan ada peningkatan, karena model ini sesuai dengan
masalah penelitian sehingga hasil belajar siswa dapat tercapai sesuai dengan
tujuan pembelajaran.
Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti mengambil kesimpulan
untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Siswa
Pada Materi Sistem Pernapasan Pada Manusia Kelas VIII di SMP
Kristen Payeti”.

3
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini:
Bagaimanakah pengaruh model pembelajaran Kooperatif Tipe Group
Investigation (Gi) terhadap hasil belajar siswa pada materi Sistem Pernapasan
Pada Manusia Kelas VIII SMP Kristen Payeti ?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini untuk:
Mengetahui pengaruh model pembelajaran Kooperatif Tipe Group
Investigation (Gi) terhadap hasil belajar siswa pada materi Sistem Pernapasan
Pada Manusia Kelas VIII SMP Kristen Payeti.
1.4. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut.
a) Manfaat teoritis
Secara teoritis penelitian ini dapat memberikan masukan atau informasi
dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan sebagai masukan dalam upaya
pembaharuan dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA), sehingga
dapat menunjang tercapainya tujuan pembelajaran.
b) Manfaat praktis
a. Bagi siswa
Siswa dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dalam
proses pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA), sehingga hasil
belajar siswa dapat meningkat.
b. Bagi guru
Guru mendapatkan masukan tentang pembaruan hasil belajar siswa
dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation.
c. Bagi sekolah
Manfaat bagi sekolah khususnya SMP Kristen Payeti yaitu dapat
memberikan referensi bagi sekolah dalam menerapkan model
pembelajaran yang dapat membantu guru dan siswa.
1.5. Ruang lingkup Penelitian

4
Adapun ruang lingkup dalam penelitian ini adalah:
1. Penelitian ini dibatasi pada pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Group Investigation (GI) terhadap hasil belajar siswa pada Sistem
Pernapasan Pada Manusia Kelas VIII SMP Kristen Payeti.
2. Kompetensi Dasar yang digunakan adalah KD 3.9. Sistem Pernapasan Pada
Manusia. Indikator pencapaian kompetensi adalah untuk menjelaskan
pengertian pernapasan pada manusia serta bagian organ – organ pernapasan
pada manusia serta gangguan pada sistem pernapasan.
3. Penelitian dibatasi pada penggunaan media gambar pada PPT tentang
sistem pernapasan pada manusia
4. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII IPA SMP Kristen
Payeti semester 1 dengan jumlah siswa sebanyak 23 orang yang terdiri dari
12 orang perempuan dan 11 orang laki – laki untuk kelas eksperimen. Serta
siswa sebanyak 22 orang yang terdiri dari 11 orang perempuan dan 11
orang laki – laki untuk kelas kontrol.
5. Teknik dan Instrumen pengambilan data yaitu tes yang berfokus pada siswa
kelas VIII IPA. Observasi dilakukan oleh peneliti langsung didalam kelas
sedangkan Test dilakukan untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol (pre
test dan post test)
6. Teknik analisis data yaitu test hasil belajar yaitu (Uji Normalitas, Uji
Homogenitas dan Uji Hipotesis). Test dilakukan menggunakan SPSS seri
22 for window.
7. Penelitian dibatasi pada penilaian aspek kognitif.
8. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan tipe quasy experimental
design. Penelitian eksperimen memiliki dua variabel yaitu variabel bebas
(independent) Model Group Investigation (GI), variabel terikat (dependent)
hasil belajar (kelas VIII IPA).
1.6. Definisi Istilah
Adapun definisi istilah dalam poenelitian ini adalah:
1. Model Pembelajaran Group Investigation

5
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang dapat kita
gunakan untuk mendesain pola-pola mengajar secara tatap muka di dalam
kelas atau mengatur tutorial dan untuk menentukan material/perangkat.
pembelajaran termasuk didalamnya buku-buku, film-film, tipe-tipe, program-
program media komputer, dan kurikulum. Group Investigation merupakan
salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada
partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi)
pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya
dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet (Sundari
2015:107).

2. Hasil belajar IPA


Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh dari penilaian. Penilaian atau
evaluasi pada dasarnya adalah memberikan pertimbangan atau harga atau nilai
berdasarkan kriteria tertentu. Proses belajar mengajar adalah proses yang
bertujuan. Tujuan tersebut dinyatakan dalam rumusan tingkah laku yang
diharapkan dimiliki siswa setelah menyelesaikan pengalaman belajarnya
Yuliana et al., (2023: 29).

6
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Hakikat Belajar dan Pembelajaran


Hakikat belajar dan pembelajaran perlu dipelajari secara mendalam
untuk mengetahui batasan-batasan dari masing-masing istilah tersebut.
Menurut Faizah (2017: 176) Belajar merupakan suatu aktifitas sadar yang
dilakukan oleh individu melalui latihan maupun pengalaman yang
menghasilkan perubahan tingkah laku yang mencakup aspek kognitif, afektif
dan psikomotorik. Selain mengetahui hakekat belajar komponen-komponen
yang berada didalamnya seperti ciri-ciri belajar, faktor-faktor yang
mempengaruhi belajar, dan prinsip-prinsip belajar menjadi penting untuk
dikaji.
2.1.1. Pengertian belajar
Definisi belajar dapat juga diartikan sebagai segala aktivitas psikis yang
dilakukan oleh setiap individu sehingga tingkah lakunya berbeda antara
sebelum dan sesudah belajar. Perubahan tingkah laku atau tanggapan, karena
adanya pengalaman baru, memiliki kepandaian/ ilmu setelah belajar, dan
aktivitas berlatih. Arti belajar adalah suatu proses perubahan kepribadian
seseorang dimana perubahaan tersebut dalam bentuk peningkatan kualitas

7
perilaku, seperti peningkatan pengetahuan, keterampilan, daya pikir,
pemahaman, sikap, dan berbagai kemampuan lainnya Wardanah &
Djamaludin (2020: 5). Belajar merupakan sesuatu yang berproses dan
merupakan unsur yang fundamental dalam masing-masing tingkatan
pendidikan.
Menurut Sadirman (2011: 26), secara umum ada tiga tujuan belajar, yaitu:
1. Untuk Memperoleh Pengetahuan
Hasil dari kegiatan belajar dapat ditandai dengan meningkatnya kemampuan
berpikir seseorang. Jadi, selain memiliki pengetahuan baru, proses belajar juga
akan membuat kemampuan berpikir seseorang menjadi lebih baik. Dalam hal
ini, pengetahuan akan meningkatkan kemampuan berpikir seseorang, dan begitu
juga sebaliknya kemampuan berpikir akan berkembang melalui ilmu
pengetahuan yang dipelajari. Dengan kata lain, pengetahuan dan kemampuan
berpikir merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan.
2. Menanamkan Konsep dan Keterampilan
Keterampilan yang dimiliki setiap individu adalah melalui proses belajar.
Penanaman konsep membutuhkan keterampilan, baik itu keterampilan jasmani
maupun rohani. Dalam hal ini, keterampilan jasmani adalah kemampuan
individu dalam penampilan dan gerakan yang dapat diamati. Keterampilan ini
berhubungan dengan hal teknis atau pengulangan. Sedangkan keterampilan
rohani cenderung lebih kompleks, karena bersifat abstrak. Keterampilan ini
berhubungan dengan penghayatan, cara berpikir, dan kreativitas dalam
menyelesaikan masalah atau membuat suatu konsep.
3. Membentuk Sikap
Kegiatan belajar juga dapat membentuk sikap seseorang. Dalam hal ini,
pembentukan sikap mental peserta didik akan sangat berhubungan dengan
penanaman nilai-nilai sehingga menumbuhkan kesadaran di dalam dirinya.
Dalam proses menumbuhkan sikap mental, perilaku, dan pribadi anak didik,
seorang guru harus melakukan pendekatan yang bijak dan hati-hati. Guru harus

8
bisa menjadi contoh bagi siswa dan memiliki kecakapan dalam memberikan
motivasi dan mengarahkan berpikir.
2.1.2. Pengertian Pembelajaran
Pembelajaran yang diidentikkan dengan kata “mengajar” berasal dari
kata dasar “ajar” yang berarti petunjuk yang diberikan kepada orang supaya
diketahui (diturut) ditambah dengan awalan “pe” dan akhiran “an menjadi
“pembelajaran”, yang berarti proses, perbuatan, cara mengajar atau
mengajarkan sehingga siswa mau belajar (Djamaluddin & Wardana, 2019:
12).
Pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan guru dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang
diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan
pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan
kepercayaan pada peserta didik (Susanto, 2013: 200). Dengan kata lain,
pembelajaran adalah proses untuk membantu siswa agar dapat belajar dengan
baik.

2.2. Pengertian Hasil Belajar


Hasil belajar adalah perubahan perilaku dan kemampuan secara
keseluruhan yang dimiliki oleh siswa setelah belajar, yang wujudnya berupa
kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor yang disebabkan oleh
pengalaman dan bukan hanya salah satu aspek potensi saja. Setelah suatu
proses belajar berakhir, maka siswa memperoleh suatu hasil belajar (Aliasmin,
2020: 42). Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses
pembelajaran. Hasil belajar digunakan untuk mengetahui sebatas mana siswa
dapat memahami serta mengerti materi tersebut. Hasil belajar menjadi sebuah
pengukuran dari penilaian kegiatan belajar atau proses belajar dinyatakan
dalam simbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah

9
dicapai oleh setiap anak atau siswa pada suatu periode tertentu (Prasetiya,
2019: 9).
Hasil belajar juga dapat dilihat melalui kegiatan evaluasi yang
bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan
tingkat kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Hasil belajar
siswa ini dipengaruhi oleh kamampuan siswa dan kualitas pengajaran.
Kualitas pengajaran yang dimaksud adalah profesionalitas dan keahlian yang
dimiliki oleh guru (Bakar & Kaddas, 2022: 94).
2.3. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation
2.3.1. Model Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif berbeda dengan strategi pembelajaran yang lain.
Perbedaan tersebut dapat dilihat dari proses pembelajaran yang lebih menekankan
kepada proses kerja sama dalam kelompok, tujuan yang ingin dicapai tidak hanya
kemampuan akademik dalam penegertian penguasaan bahan pelajaran, tetapi juga
adnyaa unsur kerja sama untuk penguasaan materi tersebut (Huzaini et al., 2022).
Adanya kerja sama inilah yang menjadi ciri khas dari pembelajaran kooperatif.
Menurut Hasanah (2021: 2) karakteristik pembelajaran kooperatif dijelaskan sebagai
berikut:
1) Pembelajaran secara tim
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran secara tim. Tim merupakan
tempat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, tim harus mampu membuat
setiap siswa belajar. Semua anggota tim harus saling membantu untuk
mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itulah kriteria keberhasilan
pembelajaran di tentukan oleh keberhasilan tim.
2) Didasarkan pada manajemen kooperatif
Sebagaimana pada umumnya, menejemen mempunyai empat fungsi
pokok, yaitu fungsi perencanaaan, fungsi organisasi, fungsi pelaksanaan, dan
fungsi kontrol. Demikian juga dalam pembelajaran koopertaif. Fungsi
perencanaan menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memerlukan
perencanaan yang matang agar proses pembelajaran berjalan secara efektif,

10
misalnya tujuan apa yang harus dicapai, bagaimana cara mencapainya, apa
yang harus digunakan untuk mencapai tujuan itu dan lain [Link]
pelaksanaan menunjukkan bahwa pembelajaran koopertif harus dilaksanakan
sesuai dengan perencanaan, melalui langkah-langkah pembelajaran yang
sudah ditentukan termasuk ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati
bersama. Fungsi organisasi menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif
adalah pekerjaan bersama antar setiap anggota kelompok, oleh sebab itu perlu
diatur tugas dan tanggung jawab setiap anggota kelompok. Fungsi kontrol
menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif perlu ditentukan kriteria
keberhasilan baik melalui tes maupun nontes.
3) Kemampuan untuk bekerja sama
Keberhasilan pembelajaran koopertif ditentukan oleh keberhasilan secara
kelompok. Oleh sebab itu, prinsip bekerja sama perlu ditentukan dalam proses
pembelajaran kooperatif. Setiap anggota kelompok bukan saja harus diatur
tugas dan tanggung jawab masing-masing, akan tetapi juga ditanamkan
perlunya saling membantu. Misalnya, yang pintar perlu membantu yang
kurang pintar.
4) Keterampilan untuk bekerja sama
Kemauan untuk bekerja sama itu kemudian dipraktikkan melalui aktivitas
dan kegiatan yang tergambarkan dalam keterampilan bekerja sama. Dengan
demikian, siswa perlu didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan
berkomunikasi dengan anggota lain. Siswa perlu dibantu mengatasi berbagai
hambatan dalam berinteraksi dan berkomunikasi, sehingga setiap siswa dapat
menyampaikan ide, mengemukakan pendapat, memberikan kontribusi kepada
keberhasilan kelompok (Sanjaya, 2013: 244).
2.3.2. Model Pembelajaran Group Investigation
Pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran Group
Investigation adalah pembelajaran yang dapat melatih siswa untuk
menumbuhkan kemampuan berpikir secara analitis, kritis, kreatif, reflektif dan
produktif. Sehingga siswa dapat menemukan konsep yang dipelajari (Isjoni,

11
2013: 87). Secara umum perencanaan pengorganisasian kelas dengan
menggunakan teknik Group investigation adalah kelompok dibentuk oleh
sisiwa itu sendiri dengan berangggotakan 2-6 orang, tiap kelompok bebas
memilih sub topik dari keseluruhan unit materi (pokok bahasan) yang akan
diajarkan, dan kemudian membuat atau menghasilkan laporan kelompok
Wicaksana et al, (2017:3). Pembelajaran yang membimbing siswa untuk
memecahkan masalah secara kritis dan ilmiah dan juga merupakan kegiatan
pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk belajar dalam kelompok-
kelompok kecil yang heterogen untuk mendiskusikan dan meyelesaikan suatu
masalah yang di tugaskan guru dan siswa.
Model pembelajaran Group Investigation sangatlah ideal diterapkan
dalam pembelajaran biologi (IPA). Dengan topik materi IPA yang cukup luas
dan desain tugas-tugas atau sub-sub topik yang mengarah kepada kegiatan
metode ilmiah, diharapkan siswa dalam kelompoknya dapat saling memberi
konstribusi berdasarkan pengalaman sehari-harinya (Anabiwesa, 2017:3). Jadi
berdasarkan pengertian diatas maka ditarik kesimpulan bahwa model
pembelajaran Group Investigation (GI) merupakan model pembelajaran yang
aktif untuk mengembangkan kreativitas siswa, baik secara perorangan
maupun kelompok dan berbagai pengetahuan serta tanggung jawab individu
tetap merupakan kunci keberhasilan pembelajaran.
2.3.3. Langkah-langkah Model Pembelajaran Group Investigation (GI)
Langkah-langkah penerapan model pembelajaran group investigation menurut
Pranata (2016: 36) antara lain sebagai berikut:
a) Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen.
b) Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok.
c) Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehigga satu
kelompok mendapat tugas satu materi/ tugas yang berbeda dari kelompok
lain.
d) Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara
kooperatif berisi penemuan.

12
e) Setelah selesai diskusi, lewat ketua kelompok atau juru bicara
menyampaikan hasil pembahasan kelompok.
f) Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan.
g) Evaluasi.

2.3.4. Keunggulan dan kelemahan model pemebelajaran Group Investigation


(GI)
Menurut Setyaningsih, (2013: 80) keunggulan dan kelemahan model
pembelajaran Group Investigation (GI) adalah sebagai berikut.
a. Keunggulan
Secara umum model pemebelajaran Grup Investigation sebagaiman yang
memiliki keunggulan diantaranya:Siswa tidak terlalu menggantungkan diri
pada guru.
1. Mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide dan
membandingkannya dengan ide orang lain (teman lain).
2. Membantu anak untuk respek pada orang lain.
3. Memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam
belajar.
4. Dapat meningkatkan prestasi akademik siswa.
5. Memberi rangsangan dan motivasi untuk berpikir.
b. Kelemahan
Selain memiliki keunggulan, model pembelajaran Group Investigation
memiliki sejumlah kelemahan dari group investigation sebagaimana adalah:
1. Memerlukan norma dan struktur kelas yang lebih rumit.
2. Mengutamakan keterlibatan pertukaran pikiran para siswa, kegiatan
mengobservasi secara rinci dan menilai secara sistematis, sehingga
tujuan tidak akan tercapai pada siswa yang tidak turut aktif.
3. Memerlukan waktu belajar relatif lebih lama.
4. Memerlukan waktu untuk penyesuaian sehingga suasana kelas
menjadimudah rebut.

13
5. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini.
6. Menuntut kesiapan guru untuk menyiapkan materi atau topic
investigasi secara keseluruhan. Sehingga akan sulit terlasana bagi guru
yang kurang kesiapannya.
Salah satu kelemahan dari model pembelajaran group investigation
ditinjau penilaian yang diberikan didasarkan pada hasil kerja kelompok. Pada
sisi ini guru sebagai pendidik perlu menyadari bahwa sebenarnya hasil yang
diharapkan adalah hasil belajar tiap siswa. Dalam hal ini, model ini termasuk
tipe group investigation memiliki kelemahan pada penilaian yang tidak bisa
memberikan kereliabelan nilai secra individual (Devi et al., 2021:235). Jadi
selain membutuhkan waktu yang banyak, group investigation juga
mempunyai kelemahan dalam hal pengorganisaian siswa, menuntut
kemampuan berkomunikasi yang baik dari sisiwa, dan juga penilaian secara
berkelompok tidak menjamin baiknya nilai secara individu atau siswa.
2.4. Hakikat Ilmu Pengetahuan Alam
Sains oleh Pemerintah Indonesia dijadikan sebagai salah satu bagian
dari Gerakan Literasi Nasional sejak tahun 2016, dimana literasi sains
merupakan salah satu kecakapan hidup abad 21 yang dapat diartikan sebagai
pengetahuan dan kecakapan ilmiah yang dimiliki siswa agar mampu
mengidentifikasi pertanyaan yang diajukan pada dirinya sehingga siswa
memperoleh pengetahuan baru dan dapat menjelaskan fenomena ilmiah yang
terjadi serta mengambil simpulan berdasar fakta. Selain itu, siswa juga dapat
memahami karakteristik sains, kesadaran akan bagaimana sains dan teknologi
membentuk lingkungan alami, intelektual dan budaya, serta kemauan untuk
terlibat dan peduli untuk masalah-masalah terkait tentang sains (Kemdikbud,
2017).
Pembelajaran sains sendiri menurut McComas (2015) di sekolah
sangatlah penting bagi guru dan siswa karena hal ini dapat memberikan
gambaran pada guru dan siswa bagaimana ilmuwan bekerja demi
perkembangan sains sehingga nantinya bisa berdampak pada kemampuan

14
mereka. Oleh sebab itu NoS merupakan salah satu elemen yang penting dalam
literasi sains, karena menjadi tujuan utama dari pembelajaran IPA. Tetapi
tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh guru di sekolah karena kurangnya
kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas dan hal ini
tentunya berdampak pada siswa (Adi & Widodo, 2018).
2.5. Kerangka Berpikir
Kerangka pikir merupakan kesimpulan untuk mengetahui adanya
pengaruh variavel-variabel yang ada dalam penelitian. Sugiono (2012: 22)
menyatakan kerangka pikir merupakan metode konseptual tentang bagaimana
teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai
masalah penting. Berikut kerangka berpikir dalam penelitian ini:

Gambar 2.1. Kerangka Berpikir

15
2.6. Peneltian yang Relevan
Penelitian terdahulu merupakan penelitian yang dapat mendukung
penelitian yang akan dilakukan, adapun 5 penelitian yang akan mendukung
penelitian ini yaitu:

Tabel 2.1. Penelitian Terdahulu

No Nama Peneliti/ Tahun/ Judul Hasil penelitian


penelitian
1 Atika Alfitria Hasil belajar yang dimiliki oleh siswa kelas eksperimen
dan kelas kontrol adalah sama dengan rata-rata nilai
2022 37,58 dan 37,64, setelah diterapkan model
Pengaruh Model Pembelajaran pembelajaran group investigation (GI) hasil belajar
Kooperatif Tipe Group yang dimiliki oleh kelas eksperimen dan kelas kontrol
Investigation (GI) Terhadap sama-sama meningkat dengan rata-rata nilai 49,85 dan
Motivasi dan Hasil Belajar Siswa 38,11. 3) Terdapat pengaruh model pembelajaran
Materi Segitiga dan Segiempat kooperatif tipe group investigation (GI) terhadap
Kelas Vii Di SMP Negeri 1 motivasi belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 1
Pakusari Jember Tahun Pelajaran Pakusari jember tahun pelajaran 2021/2022. 4) Terdapat
2021/2022. pengaruh model pembelajaran tipe group investigation
(GI) terhadap hasil belajar siswa materi segitiga dan
segiempat kelas VII di SMP Negeri 1 Pakusari Jember
tahun pelajaran 2021/2022.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah pada materi ajar yang
digunakan dan juga subjeknya pada anak Sekolah Dasar (SD) sedangkan penelitian yang akan
dilakukan subjeknya adalah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jenis penelitian eksperimen
dalam penelitian ini menggunakan true eksperimen design dengan pola two group pretest-posttest
design.
2 Kartini Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
Muhammad Turmuzi model pembelajaran Kooperatif tipe Group
Heri Hadi Saputra Investigation (GI) terhadap hasil belajar siswa kelas V
SDN 31 Woja. Sedangkan hasil uji N-Gain Kooperatif
2022 tipe Group Investigation terhadap hasil belajar
Pengaruh Model Pembelajaran matematika siswa yakni 76.4 berapa pada kriteria
Kooperatif Tipe Group tinggi. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran
Investigation (GI) Terhadap Hasil Kooperatif tipe Group Investigation (GI), dapat
Belajar Matematika Siswa Kelas diterapkan di kelas V SDN 31 Woja
V SDN 31 Woja

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah pada jenis penelitian yaitu
jenis penelitian yang dilakukan Kartini et al 2022 adalah penelitian eksperimen dengan kategori
Quasy Eksperimental Design tipe Nonequivalent Control Group Design sedangkan penelitian
yang akan dilakaukan adalah menggunakan true eksperimen design dengan pola two group pretest-
posttest design. Metode pengumpulan datanya adalah observasi dan tertulis sedangkan penelitian
yang akan dilakukan menggunakan metode wawancara test pre test dan postest.
3 Kanisiana A. Seran Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh
A.A Sujadi signifikan model pembelajaran GI terhadap hasil belajar
Irham Taufiq3 matematika. Rata-rata nilai kelas eksperimen 70 dan

16
2020 kelas kontrol 66. Hasil analisis dengan tingkat
Pengaruh Model Pembelajaran kepercayaan 95% menunjukkan 5,18>0,05 dan
Kooperatif Tipe Group diperoleh thitung<ttabel(0,653
Investigation (GI) Terhadap Hasil
Belajar Matematika Siswa SMP
Perbedaan penelitian ini pada jenis penelitiannya yaitu jens penelitian yang digunakan pada
penelitian Kanisiana et al, 2020 adalah Jenis penelitian eksperimen semu dengan disain Post-test
Control . Analisis data menggunakan uji independent samples t-test seadngkan penelitian yang
akan dilakukan adalah true eksperimen design dengan pola two group pretest-posttest design.
4 Achmad Taher Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil
Sugeng Utaya belajar geografi yang signifikan antara kelas
Syamsul Bachri eksperimen dan kelas kontrol. Nilai hasil belajar
geografi siswa yang diajar dengan model group
2019 investigation lebih baik dibanding hasil belajar geografi
Pengaruh Model Pembelajaran siswa yang diajar dengan metode konvensional
Kooperatif Tipe Group (diskusi). Hal ini disebabkan siswa yang melakukan
Investigation terhadap Hasil investigasi dapat memahami materi pembelajaran
Belajar Geografi geografi topik abrasi pantai lebih baik dibanding siswa
yang belajar secara konvensional.

Perbedaan penelitian ini pada jenis penelitiannya yaitu jens penelitian yang digunakan pada
penelitian Taher et al, 2019 Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi experimental).
Rancangan penelitian menggunakan pretest-posttest non-equivalent control group desain. Analisis
data yang digunakan adalah uji independent sample t-test nilai dari gain score dengan bantuan
aplikasi SPSS 16.0 for windows sedangkan penelitian yang akan saya lakukan mengggunakan true
eksperimen design dengan pola two group pretest-posttest design.
5 Devi Setiawati
Bambang Sahono
2022 Hasil penelitian disimpulkan bahwa siswa yang
Pengaruh Model Pembelajaran belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe
Kooperatif Tipe Group Group Investigation (GI) lebih tinggi prestasi
Investigation (GI) dan Jigsaw belajarnya dibandingkan dengan siswa yang belajar
Terhadap Prestasi Belajar Biologi dengan tipe Jigsaw, siswa yang memiliki motivasi
Ditinjau dari Motivasi Berprestasi berprestasi tinggi lebih tinggi prestasi belajarnya
Siswa dibandingkan dengan siswa yang memiliki motivasi
berprestasi rendah, dan terdapat interaksi
antaramotivasi berprestasi siswa dengan prestasi
belajar Biologi di SMA Negeri 1 Lahat.

Perbedaan penelitian ini pada jenis penelitiannya yaitu jens penelitian yang digunakan pada
penelitian Setiawati & Sahono 2022 Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah squasi
eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan
tes, subjek penelitian eksperimen adalah siswa kelas X MIPA. Pemilihan sampel
dilakukan dengan teknik purposive random sampling. sedangkan penelitian yang akan dilakukan
mengggunakan true eksperimen design dengan pola two group pretest-posttest design.

Kebaruan penelitian ini adalah pada jenis penelitian yang digunakan


yaitu pada penelitian yang akan dilakukan menggunakan jenis penelitian true
eksperimen design dengan pola two group pretest-posttest design. Teknik dan
instrumen pengumpulan datanya adalah test tertulis sedangkan penelitian yang
akan dilakukan menggunakan teknik test yang dilakukan berupa test pre test

17
dan postest. Instrumen pengambilan data dilakukan dengan Uji Validitas,
Reliabelitas dan Kesukaran Soal. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas
VIII materi IPA yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas
kontrol.
2.7. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan
yang sedang kita hadapi. Adapun Hipotesis dalam penelitian ini yaitu sebagai
berikut:
 Ha: Adanya pengaruh model pembelajaran GI (Group Investigation) terhadap
hasil belajar pada Materi Sistem Pernapasan Pada Manusia Kelas VIII di SMP
Kristen Payeti.
 Ho: Tidak ada pengaruh model pembelajaran GI (Group Investigation)
terhadap hasil belajar pada Materi Sistem Pernapasan Pada Manusia Kelas
VIII di SMP Kristen Payeti.

18
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Jenis dan Pendekatan Penelitian


Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan
kuantitatif. Peneliti menggunanakan penelitian metode eksperimen
dikarenakan peneliti mencari pengaruh penggunaan model pembelajaran GI
(Group Investigation) terhadap hasil belajar siswa pada Sistem Pernapasan
Pada Manusia Kelas VIII di SMP Kristen Payeti.

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian


Lokasi Penelitian ini adalah Di Kelas VIII SMP Kristen Payeti
Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur dan penelitian ini dilakukan
dari bulan Februari – April 2023.

3.3. Subyek Penelitian


Subyek penelitian ini adalah seorang guru dan murid kelas VIII SMP
Kristen Payeti Kecamatan Kota Kecamatan, Kabupaten Sumba Timur tahun
pelajaran 2022/2023 jumlah siswa keseluruhan di VIII SMP Kristen Payeti
ialah sebanyak 45 orang yang terdiri dari 22 orang perempuan dan 23 orang
laki – laki. Dari 45 orang siswa di bagi menjadi 2 kelas yaitu kelas eksperimen
dan kelas kontrol dan masing-masing kelas terdiri dari 23 orang siswa dan 22
orang siswa. Sasaran utama mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Group
Investigation terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA.

19
3.4. Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono (2017: 38) variabel adalah segala sesuatu yang akan
menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Dalam penelitian ini ada dua
jenis variabel yang digunakan yaitu variabel bebas atau independen dan
variabel terikat atau dependen.
Penelitian eksperimen ini memiliki dua variabel yaitu variabel bebas
(independent) Model Group Investigation (GI), variabel terikat (dependent)
hasil belajar kelas VIII IPA.

3.5. Desain Penelitian


Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen
Design (eksperimen semu) bentuk non-equivalent Control Group Design.
Desain ini digunakan karena dalam pelaksanaan penelitian, peneliti tidak
dapat mengontrol seluruh variabel. Secara rinci desainnon-equivalent Control
Group Design dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 3.1. Desain Penelitian
Group Pretest Perlakuan Postest
Eksperimen O1 X O2
Kontrol O3 - O4

Keterangan :
X = Perlakuan pada kelas eksperimen
O1 = Pretest kelas eksperimen
O2 = Posttest kelas eksperimen
O3 = Pretes kelas kontrol
O4 = Posttest kelas kontrol

3.6. Populasi dan Sampel


1. Populasi
Menurut Sugiyono (2012 : 80) populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik

20
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP
Kristen Payeti kelas VIII IPA yang berjumlah 68 orang.
2. Sampel
Sugiyono (2012 : 81) menyatakan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel dalam
penelitian ini adalah siswa kelas VIII IPA SMP Kristen Payeti dengan jumlah
siswa sebanyak 23 orang yang terdiri dari 12 orang perempuan dan 11 orang
laki – laki untuk kelas eksperimen sedangkan untuk kelas kontrol ada 22
orang siswa yang terdiri dari 11 orang laki – laki dan 11 orang perempuan.

3.7. Definisi Operasional Variabel


Definisi operasional adalah suatu defenisi yang didasarkan pada sifat-
sifat yang didefenisikan dan diamati. Untuk memberikan penjelasan mengenai
variabel-variabel yang dipilih dalam penelitian.
1. Variabel X atau variabel bebas (independent) dalam penelitian ini adalah
model pembelajaran Group Investigation (GI). Penggunaaan pembelajaran ini
meliputi pembelajaran dalam bentuk kelompok yang terdiri dari siswa serta
guru memberikan tugas kepada siswa dalam bentuk kelompok. Selanjutunya
siswa mengerjakan tugas yang guru berikan dan melakukan test tertulis. Pada
test ini kelas dibagi menjadi 2 yaitu test untuk kelas kontrol dan kelas
ekperimen.
2. Variabel Y variabel terikat (dependent) adalah hasil belajar siswa pada mata
pelajaran IPA. Apabila model pembelajaran berpengaruh terhadap hasil
belajar siswa maka Ha di terima namun jika tidak terdapat pengaruh terhadap
hasil belajar siswa maka Ho diterima.
3.8. Teknik dan Instrumen Pengambilan Data
Teknik dan Instrument pengumpulan data merupakan alat yang
digunakan untuk mengetahui dan mengukur kemampuan, pengetahuan,
keterampilan dan bakat yang sudah dimiliki setiap siswa. Yang dimana guru

21
bisa mengetahui seberapa kemampuan yang dimiliki siswa dalam
memecahkan masalah. Adapun teknik dan instrument pengumpulan data
dalam penelitian ini.
a. Observasi
Dalam observasi ini, peneliti terlibat langsung dengan kegiatan sehari-
hari orang yang akan diamati atau yang digunakan sebagai sumber data
penelitian. Jadi kegiatan observasi tidak lain merupakan cara mengumpulkan
data melalui pengamatan secara langsung tentang sejauh mana hasil belajar
siswa yang telah mengikuti proses belajar mengajar. Adapun observasi yang
dilakukan antara lain terdiri dari:
1. Pengamatan kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang sedang berlangsung
dengan metode konvensional yang dilakukan oleh guru kelas.
2. Melihat cara belajar siswa berlangsung di dalam kelas.
3. Melihat data hasil belajar IPA di kelas VIII SMP Kristen Payeti Kabuputen
Sumba Timur
b. Test
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang
digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi,
kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh indivudu atau kelompok. Tes
terbagi dua tes yang sudah distandarisasi atau tes yang dibuat peneliti setelah
lebih dahulu diujicoba.
Tes dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu berupa tes
awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Hasil pretest digunakan untuk
mengetahui keadaaan awal sedangkan hasil tes akhir yang didapat digunakan
untuk melihat hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) siswa. Dalam
penelitian ini, pretest dan posttest menggunakan tes berbentuk pilihan ganda
yang terdiri dari 20 soal untuk test awal (pree-test) dan 20 soal untuk tes akhir
(post-test).
Instrument ini juga memiliki empat kriteria yaitu validitas, reliabilitas
dan tingkat kesukaran. Untuk mengetahui semua kriteria tersebut maka

22
diperlukannya pengujian dan perhitungan agar dapat diketahui sebagai
berikut:
1. Validitas
Validitas merupakan pengukuran untuk mencari dan menunjukkan
keshahihan atau ketetapan dalam suatu instrument. Untuk mengukur
validitas maka kita dapat menggunakan rumus korelasi Product moment
angka sebagai berikut:

Keterangan:
n : Banyaknya siswa
Xi : Skor butir
Yi : Skor total
rxy: koefisien korelasi antara skor butir dan skor total
Jika rhitung > rtabel pada taraf signifikan 95% maka instrument tersebut
dianggap [Link] rhitung <rtabel maka instrument tersebut dianggap tidak
validitas.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat
pengukuran dapat dipercaya atau dapat [Link] suatu alat pengukuran
yang diperoleh relative konsisten, maka alat pengukuran tersebut reliable.

Keterangan:
r11 : Relialibitas tes secara langsung
n : Banyaknya item soal
pi : Proporsional subjek yang menjawab item dengan benar
qi :1-pi
Σpi qi : Jumlah hasil perkalian antara p dan q

23
2
S1 : Varians total
S2 : Varians total yaitu varians skor total
Untuk mencari varians total juga digunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan :
N : Banyaknya siswa
S2 : Varians total yaitu varians skor total
Σ : Jumlah skor total (seluruh item)
Kriteria realibitas tes sebagai berikut:
Tabel 3.2. Tingkat reliabilitas test
No Indeks Reliabilitas Klasifikasi
1 0,00-0,20 Realibilitas sangat rendah
2 0,20-0,40 Realibilitas Rendah
3 0,40-0,60 Realibilitas Sedang
4 0,60-0,80 Realibilitas Tinggi
5 0,80-1,00 Realibilitas Sangat Tinggi

3. Uji Tingkat Kesukaran


Soal yang baik adalah soal yang memiliki taraf kesukaran tertentu, sesuai
dengan karakteristik siswanya dan soal yang tidak terlalu mudah dan tidak
terlalu sukar (sulit). Untuk dapat mengetahui tingkat kesukaran suatu soal,
maka diperlukan rumus yang bisa digunakan yaitu:
B
P ¿JS
Keterangan:
P : Tingkat kesukaran soal
B : Banyak siswa yang menjawab soal dengan benar
Js : Jumlah seluruh siswa
Kriteria yang digunakan adalah semakin kecil indeks yang diperoleh, maka
semakin sulit soal yang [Link] semakin besar indeks yang
diperoleh, maka semakin mudah soal yang diberikan. Kriteria indeks soal
sebagai berikut:

24
Tabel 3.3. Klasifikasi Tingkat Kesukaran Soal
No Besar P Interpretasi
1 0,00 ≤ P < 0,30 Sukar
2 0,30 ≤ P < 0,70 Cukup (Sedang)
3 0,70 ≤ P ≤ 1,00 Mudah

3.9. Teknik Analisis Data


Teknik analisis data merupakan metode yang biasa digunakan untuk
menganalisis data yang didapat dari hasil penelitian. Teknik analisis data
dalam penelitian ini menggunakan analisis data Inferensial yang berguna
untuk menguji hipotesis dengan menggunakan uji-t (t-test) dengan bantuan
software SPSS seri 22 for windows. Sebelum dilakukan uji-t, terlebih dahulu
dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas sebagai syarat
agar bisa dilakukan penelitian.
1. Tes Hasil Belajar
a. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah pengujian bahwa sampel yang dihadapi adalah
berasal dari populasi yang terdistribusi [Link] normalitas ini
dilakukan dengan menggunakan uji one sampel Kormogorov-
[Link] hipotesis untuk uji normalitas adalah sebagai berikut:
H0 : Data berasal dari polulasi yang terdistribusi normal
H1 : Data tidak berasal dari populasi yang terdistribusi normal
Untuk menguji normalitas menggunakan uji chi kuadrat, dengan rumus:
2 (f o−f h)
X =¿fh ¿

Jika pada perhitungan diperolrh X 2hitung< X 2tabel maka dinyatakan bahwa data
normal.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah sampel berasal dari
populasi yang homogen atau [Link] penelitian ini uji homogenitas
dilakukan dengan menggunakan uji F atau Levene [Link]
hipotesis untuk uji homogenitas adalah sebagai berikut:

25
H0 : Kelompok data memiliki variasi yang sama (homogen)
H1 : Kelompok data tidak memiliki variasi yang sama (Tidak Homogen).
Pengujian homogenitas pada penelitian ini menggunakan uji F dengan
rumus:
Varian Terbesar
F=¿Varian Terkecil ¿

Kriteria pengujian :
Jika : Fhitung ≥ Ftabel, tidak homogen
Jika : Fhitung ≤ Ftabel, tidak homogen
Jika pada perhitungan data awal diperoleh Fhitung <Ftabel maka sampel
dikatakan mempunyai varians yang sama atau homogeny.
c. Uji Hipotesis
Data yang diperoleh dari hasil tes dianalisis dengan menggunakan
uji statistic. Uji t berpasangan (Paired-sampel t testi) digunakan untuk
menguji apakah dua sampel yang berhubungan memiliki rata-rata yang
[Link] t berpasangan ini digunakan untuk melihat ada atau tidaknya
perbedaan rata-rata untuk dua sampel bebas yang berpasangan. Bentuk
hipotesis untuk uji t berpasangan (Paired-Sampel t Test) adalah sebagai
berikut:
 H0: Tidak terdapat pengaruh antara hasil belajar siswa pada mata
pelajaran IPA dengan menerapkan model GI (Group
Investigation) di SMP Kristen Payeti Kabupaten Sumba Timur
 H1: Terdapat pengaruh antara hasil belajar siswa pada mata
pelajaran IPA dengan menerapkan model GI (Group
Investigation) di SMP Kristen Payeti Kabupaten Sumba Timur
Pada pengujian hipotesis, kriteria untuk menolak atau tidak menolak H0 berdasarkan
P-Value atau significance (Sig) adalah sebagai berikut:
Jika Sig < 0,05, maka H0 ditolak
Jika Sig ≥ 0,05, maka H0 diterima

26
DAFTAR PUSTAKA

Adi, Y. K & Widodo, A. (2018) Pemahaman Hakikat Sains Pada Guru Dan Siswa
Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan, 10(1), 55-72.

Afandi, M., Chamalah, E. & Wardani, O. P.(2013:15). Model dan Metode


Pembelajaran Di Sekolah. UNISSULA Press Universitas Islam Sultan Agung
Semarang.

Alfitria, A. (2022) Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group


Investigation (GI) Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Materi Segitiga
dan Segiempat Kelas VII Di SMP Negeri 1 Pakusari Jember Tahun Pelajaran
2021/2022. (Skripsi). Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan. Jember.

Aliasmin. (2020). Penggunaan Metode Discovery Learning Pada Pembelajaran PAI


Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Seluma.
GHAITSA: Islamic Education Journal, 1(1), 42–48.

Anabiwesa, I. B. M., Artawan, G., & Indriani, M. S. (2017:3). Penerapan Strategi


Pembelajaran Group Investigation Dengan Bantuan Media Gambar Berseri
Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII 11

27
SMP Negeri 2 Singaraja Tahun Pelajaran 2017/2018. Journal Jurusan
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Undiksha, 8(2), 1-11.

Bakar, I.P.S. & Kaddas, B. (2022:94).Peningkatan Hasil Belajar Melalui


Pembelajaran Tipe Student Teams Achievement Division pada Siswa Sekolah
Dasar Negeri Daya II Makassar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 3(1),
93-97.

Devi, K. S.T., Wibawa, I.M.C. & Sudiandika, I.K.A. (2021: 235). Penerapan Model
Pembelajaran Group Investigation untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Matematika Siswa Kelas V. Jurnal Mimbar Ilmu, 26(2), 233-242.

Djamaluddin, A. & Wardana. 2019. Belajar dan Pembelajaran 4 Pilar Peningkatan


Kompetensi Pedagogis. Cet 1; Parepare: CV. Kaaffah Learning Center.

Dwianti, I. N., Julianti, R. R. & Rahayu, E. T. (2021:675). Pengaruh Media


PowerPoint dalam pembelajaran Jarak Jauh Terhadap Aktivitas Kebugaran
Jasmani Siswa. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7(4), 675-680.

Faizah S. N. (2017: 176). Hakikat Belajar dan Pembelajaran, Jurnal Pendidikan Guru
Madrasah Ibtidaiyah, 1(2), 175-185.

Hasanah, Z. (2021: 2). Model Pembelajaran Kooperatif Dalam Menumbuhkan


Keaktifan Belajar Siswa. Jurnal Studi Kemahasiswaan, 1(1), 1-13.

Hela, B. L. (2021:3). Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Untuk


Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Materi Ciri-Ciri
Makluk Hidup Kelas VII Di SMP Negeri 1 Umbu Ratu Nggay. (Skripsi). FKIP
Universitas Kristen Wira Wacana Sumba.

Hidayat, I. (2019:50). Strategi Pembelajaran Populer, Yogyakarta: Diva Press.

Huzaini, L. A. A., Nurhasanah & Saputra, H. H. (2022). (Survey Penggunaan Model


Pembelajaran Kooperatif Dalam Muatan IPS Oleh Guru Pada Kelas Tinggi
Gugus 4 Cakranegara Tahun Pelajaran 2021/2022. Journal of Classroom
Action Research, 4(1), 21-31.

Isjoni. (2013). Cooperative Learning: Mengembangkan Kemampuan Belajar


Kelompok. Bandung: Alfabeta.

Kartini, K., Turmuzi, M & Saputra, H. H. (2022). Pengaruh Model Pembelajaran


Kooperatif Tipe Group Investigation terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas
V SDN 31 Woja. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(2), 487-495.

28
Kemendikbud. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter Jadi Pintu Masuk
Pembenahan Pendidikan Nasional.

Kampourakis, K & Gripiotis, C. (2015) Darwinism in Context: An interdisciplinary,


highly contextualized course on nature of science, Jurnal Homepage
PerspectivesinScience-Elsevier, 5(3), 25-35.

McComas, W. F. (2015). The Nature Of Science & The Next Generation Of Biology
Education, The American Biology Teacher, 77(7), 485-491.

Nasution (2019: 6). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI (Group


Investigation) Terhadap Hasil Belajar IPA Di Kelas IV SD Negeri 101887
Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. (Skripsi).
FITK Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan.

Pranata, E. (2016:36). Implementasi Model Pembelajaran Group Investigation (GI)


Berbantuan Alat Peraga Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman
Konsep Matematika, Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 1(1), 34-38.

Prasetiya, B. (2019). Analisis Studi Korelasional Kecerdasan Emosional dan Minat


Belajar dengan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam. 5(2), 165–184.

Sanjaya, W. (2013). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.


Jakarta: Kencana.

Santi, T. H., Imron, I. F. & Basori, M. (2022:166). Pengaruh Penerapan Model


Pembelajaran Scramble Didukung Media Kartu UPS (UNO IPS) Terhadap
Minat dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Keberagaman Budaya Bangsaku
Siswa Kelas IV SDN Karangturi 1. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(1),
165-169.

Sardiman. A.M. (2011:26). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. PT


Rajagrafindo: Jakarta.

Sugiyono. (2012:80). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:


Alfabeta.

Sugiyono. (2017:38). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung :


Alfabeta.

Susanto, A. (2013: 200). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.

Sutrisno, (2016: 9). Berbagai Pendekatan Dalam Pendidikan Nilai Dan Pendidikan
Kewarganegaraan. Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 29-37.

29
Setiawati, D. & Sahono, B. (2022) Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Group Investigation (GI) dan Jigsaw Terhadap Prestasi Belajar Biologi Ditinjau
Dari Motivasi Berprestasi Siswa. Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan, 12(1),
96-105.

Setyaningsih, R. (2013:80). Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation


Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Pesawat Sederhana Pada
Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Selakambang Kabupaten Purbalingga.
(Skripsi). FKIP Universitas Negeri Semarang. Semarang.

Seran, K. A., Sujadi, A.A. & Taufiq, I. (2020). Pengaruh Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Matematika
Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Matematika, 8(1), 33-40.

Taher, A., Utaya, S. & Bachri, S (2019) Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe Group Investigation terhadap Hasil Belajar Geografi. Jurnal Pendidikan,
4(4), 456-461.

Wardanah & Djamaludin, A., (2020:5). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta. Kaaffah
Learning Center.

Wicaksono, B., Sagita, L., & Nugroho, W. (2017:3). Model Pembelajaran Group
Investigation (GI) dan Think Pair Share (TPS) Terhadap Kemampuan Berpikir
Kritis. Jurnal Aksioma, 8(2), 1-8.

Widiawati (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group


Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Fisika Ditinjau Dari Gaya Belajar
Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi. 4(1), 40-48.

Wahyuningsih, S. (2019). Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation


Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Agama
Islam di Kelas IV SDN 064969 Kecamatan Medan Tembung Pada Semester 1
TP.2019/2020. Jurnal Biology Education Science & Tecnology, 2(3), 211-219.

30
31
LAMPIRAN

Lampiran 1: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


KELAS KONTROL

Satuan Pendidikan : SMP KRISTEN PAYETI


Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : IX/ II
Materi Pokok/Topik : Sistem Pernapasan Pada Manusia
Alokasi Waktu : 3 Tatap Muka /7,5 Jam Pelajaran @ 40 Menit

A. Kompetensi Inti
1.1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

32
1.2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya.
1.3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata.
1.4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/ teori.

B. Kompetensi Dasar/Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.9 Menganalis sistem pernapasan 3.9.1. Menjelaskan pengertian
pada manusia dan memahami respirasi/pernafasan
gangguan pada sistem 3.9.2. Menyebutkan organ-organ pada sistem
pernapasan, serta upaya pernapasan.
menjaga kesehatan sistem 3.9.3. Menganalisis bagian-bagian dan fungsi
pernapasan. organ pada sistem pernapasan..
4.9 Menyajikan karya tentang 4.9.1 Membuat poster tentang upaya menjaga
upaya menjaga kesehatan kesehatan sistem pernapasan.
sistem pernapasan.

C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Siswa dapat menyajikan hasil pengamatan, inferensi, dan
mengkomunikasikan hasil.
2. Siswa dapat menjelaskan tiga komponen keterampilan proses: pengamatan,
inferensi, dan komunikasi.
3. Siswa dapat mengamati organ pernapasan pada manusia melalui teman
sebayanya.
Pertemuan Kedua
1. Siswa dapat menjelaskan berbagai macam organ pernapan pada manusia
2. Siswa dapat menjelaskan sistem pernapasan pada manusia
3. Siswa dapat menjelaskan gangguan yang terjadi pada sistem pernapasan pada
manusia
Pertemuan Ketiga
1. Siswa dapat mengetahui organ sistem pernapasan pada manusia
2. Siswa dapat mengalisis artikel tentang sistem pernapasan pada manusia serta
gangguan pada sistem pernapasan

33
D. Materi
Pertemuan Pertama
Sistem pernapasan pada manusia adalah sekumpulan organ yang terlibat
dalam proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Seseorang
dapat dikatakan memiliki laju pernapasan normal apabila ia bernapas
sebanyak 12–20 kali per menit saat istirahat dan berlangsung secara
berkesinambungan.
Ada beberapa organ di dalam sistem pernapasan manusia, yaitu:
 Rongga hidung,
 Sinus
 Faring
 Laring
 Trakea
 Bronkus
 Paru – paru
Bayangkan dan amati teman sekelas dan perhatikanlah alat – alat pernapasan yang
ada pada tubuh teman anda.

Pertemuan Kedua
Organ-Organ Sistem Pernapasan pada Manusia
Sebelum mengetahui cara kerja sistem pernapasan pada manusia, mari kenali lebih
dulu organ yang berperan dalam sistem ini. Sistem pernapasan manusia terbagi
menjadi dua, yaitu sistem pernapasan bagian atas dan bawah. Berikut ini adalah
penjelasannya:
Sistem pernapasan bagian atas
Ada beberapa organ di dalam sistem pernapasan bagian atas manusia, yaitu:
 Rongga hidung, terdiri atas selaput lendir dan rambut halus yang berfungsi
untuk menyaring partikel debu atau kotoran dari udara yang masuk ke hidung
 Sinus, yaitu rongga berisi udara di sepanjang sisi hidung yang berperan untuk
mengatur suhu dan kelembapan udara yang dihirup
 Faring, untuk menyalurkan udara yang masuk dari hidung atau mulut guna
diteruskan ke trakea
 Laring, yaitu ruangan kecil sebelum trakea yang berisi pita suara

Sistem pernapasan bagian bawah


Beberapa organ dalam sistem pernapasan bagian bawah meliputi:
 Trakea, yaitu jalan napas utama menuju paru-paru yang terletak di bawah
laring
 Bronkus, cabang dari trakea yang berfungsi untuk meneruskan udara ke paru-
paru dan cabang terkecilnya dikenal dengan bronkiolus

34
 Paru-paru, terdiri dari jutaan alveolus yang menerima udara dari bronkiolus
dan bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida
 Diafragma, yaitu otot pernapasan utama yang dapat berkontraksi dan
berelaksasi secara bergantian sehingga membuat udara dapat masuk dan
keluar dari paru-paru

Cara Kerja Sistem Pernapasan pada Manusia


Kerja sistem pernapasan pada manusia melibatkan semua organ pernapasan. Organ-
organ ini bekerja sama untuk membantu tubuh dalam pertukaran gas antara paru-paru
dan pembuluh darah, yang kemudian akan disalurkan ke seluruh bagian tubuh atau
diembuskan ke udara.

Berikut ini adalah cara kerja sistem pernapasan pada manusia:


 Ketika menarik napas atau inhalasi, diafragma dan otot-otot di antara tulang
rusuk akan berkontraksi dan meluaskan rongga dada sehingga paru-paru bisa
mengembang dan terisi udara.
 Udara masuk lewat hidung dan mulut, kemudian melewati proses penyaringan
partikel kecil oleh rambut hidung, lalu menuju ke trakea atau batang
tenggorokan.
 Udara dari trakea masuk ke paru-paru melewati saluran pernapasan yang
disebut dengan bronkus dan bronkiolus, kemudian berujung di alveolus.
 Ketika udara mencapai alveolus, terjadi proses pertukaran antara oksigen dan
karbon dioksida pada pembuluh darah kecil bernama kapiler.
 Oksigen masuk ke dalam kapiler, kemudian menumpang sel darah merah
menuju ke jantung untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Di saat yang
bersamaan, karbon dioksida masuk dari kapiler ke rongga paru.
 Setelah pertukaran oksigen dan karbon dioksida selesai, otot diafragma dan
tulang rusuk kembali rileks dan rongga dada kembali seperti semula. Udara
yang mengandung karbon dioksida pun terdorong dari alveolus menuju ke
bronkiolus, bronkus, trakea, hingga ke luar melalui hidung.

Pertemuan Ketiga
1. Flu
Flu adalah gangguan pernapasan oleh virus influenza yang bisa terjadi pada hidung,
tenggorokan, hingga paru-paru. Gejalanya yaitu pilek, sakit tenggorokan, bersin-
bersin, demam, kadang disertai batuk.

2. Asma
Asma adalah penyakit peradangan kronis yang menyebabkan masalah pernapasan.
Penyakit pernapasan ini terjadi saat saluran udara menyempit karena meradang atau
tersumbat oleh lendir.

35
3. Tuberkulosis
Tuberculosis (TBC) adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberculosis. Jika tak segera mendapat perawatan medis, bakteri ini
dapat menyerang jaringan paru-paru dan menyebar hingga menyebabkan kerusakan
pada organ tubuh lainnya.

4. Pneumonia/Radang Paru-Paru
Di dalam organ paru-paru kita terdapat alveoli atau kantung udara. Ketika terjadi
infeksi, maka alveoli akan meradang dan berisi nanah atau lendir. Inilah yang terjadi
ketika terserang pneumonia.

5. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)


Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) sebenarnya mencakup dua jenis penyakit
sistem pernapasan, yaitu emfisema dan bronkitis kronis. Emfisema adalah kerusakan
pada alveoli sehingga elastisitasnya berkurang.
Akibatnya, fungsi kantung udara ini untuk menyalurkan udara jadi berkurang.
Akibatnya oksigen dalam darah jadi berkurang dan terjadi penumpukan limbah racun
dalam tubuh.

6. Kanker Paru-paru
Kanker paru-paru terjadi ketika sel-sel mengalami kerusakan akibat menghirup bahan
kimia berbahaya (uranium, arsenik, nikel, dll) dalam jangka panjang. Ini juga
termasuk merokok. Pada kondisi yang lebih parah, kanker atau tumor paru-paru juga
dapat menyebar ke kelenjar getah bening, tulang, otak dan hati.

E. Pendekatan/Strategi/Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Scientific
2. Model : Kooperatif Tipe Group Investogation
3. Metode : Diskusi kelompok

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
Papan tulis, komputer, LCD (PPT, terdapat Media Gambar)
2. Sumber Belajar
a. Buku IPA SMP kelas VIII Puskurbuk 2017
b. Buku IPA SMP Kelas VIII yang relevan
c. LKPD

G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama

36
Langkah-
langkah Model Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Group Waktu
Ivestigation
Pendahuluan Menciptakan Apersepsi dan motivasi: 20 menit
situasi (stimulasi)  Guru mengajukan pertanyaan
apakah kalian menghirup
menggunakan mulut atau hidung?
Menurut kalian dua organ ini
mempunyai fungsi yang sama atau
tidak?
 Setelah siswa menjawab maka
dapat dilanjutkan pertanyaan,
apakah alat kedua pernapasan
tersebut dapat terganggu saat
bernapas?
 Guru menyampaikan kepada
peserta didik tujuan pembelajaran
yang tertera pada kegiatan “Ayo
Kita Pelajari?”
 Guru menyampaikan kepada
peserta didik nilai-nilai yang akan
diperoleh setelah mempelajari bab
ini yang tertera pada bagian
“Mengapa Hal ini Penting?”

Kegiatan Inti Pembahasan tugas Langkah – langkah model 90 menit


dan identifikasi Pembelajaran Group Investigation
masalah (GI)
 Guru membagi kelas dalam
Observasi beberapa kelompok
heterogen.
 Guru menjelaskan maksud
pembelajaran dan tugas
Pengumpulan data kelompok.
Pengolahan data  Guru memanggil ketua-ketua
dan analisis untuk satu materi tugas
Verifikasi sehigga satu kelompok
mendapat tugas satu materi/
Generalisasi tugas yang berbeda dari
kelompok lain.
 Masing-masing kelompok
membahas materi yang sudah
ada secara kooperatif berisi
penemuan.
 Setelah selesai diskusi, lewat
ketua kelompok atau juru
bicara menyampaikan hasil
pembahasan kelompok.
 Guru memberikan penjelasan
singkat sekaligus memberi
kesimpulan.
 Evaluasi.
Sistematika pembelajaran sistem

37
Langkah-
langkah Model Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Group Waktu
Ivestigation
pernapasan pada manusia:
 Guru membentuk kelompok
yang heterogen
 Secara berkelompok peserta
didik melakukan kegiatann
memperhatikan alat
pernapasan temannya“Ayo
Kita Lakukan”
 Setelah melakukan kegiatan
pengamatan pada teman
sebaya siswa secara
berkelompok berdiskusi
untuk mempresentasikan hasil
pengamatan dari yang sudah
disimpulkan
 Guru menyarankan pada
siswa untuk mempelajari
buku pada kegiatan Ayo kita
pahami.
 Siswa mencatat hasil
pengamatan.
 Siswa melakukan presentasi
dan diskusi tentang hasil
pengamatan.
Penutup  Guru membimbing siswa untuk 10 menit
menarik kesimpulan.
 Guru menugaskan siswa
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan
berikutnya.

Pertemuan Kedua
Langkah-langkah
Alokasi
Kegiatan Model Group Deskripsi Kegiatan
Waktu
Investigation
Pendahuluan Menciptakan  Apersepsi dan motivasi: 10 menit
situasi (stimulasi)  Guru melakukan apersepsi
Guru melakukan apersepsi
mengaitkan materi pada
pertemuan 1 yakni tentang organ
– organ pernapasan yang
dipelajari pada pertemuan ini

38
Langkah-langkah
Alokasi
Kegiatan Model Group Deskripsi Kegiatan
Waktu
Investigation
 Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran.
Kegiatan Inti Pembahasan tugas Langkah – langkah model 60 menit
dan identifikasi Pembelajaran Group Investigation
masalah (GI)
Observasi  Guru membagi kelas dalam
beberapa kelompok
heterogen.
 Guru menjelaskan maksud
pembelajaran dan tugas
Pengumpulan data kelompok.
Pengolahan data  Guru memanggil ketua-ketua
dan analisis untuk satu materi tugas
sehigga satu kelompok
Verifikasi mendapat tugas satu materi/
tugas yang berbeda dari
kelompok lain.
Generalisasi  Masing-masing kelompok
membahas materi yang sudah
ada secara kooperatif berisi
penemuan.
 Setelah selesai diskusi, lewat
ketua kelompok atau juru
bicara menyampaikan hasil
pembahasan kelompok.
 Guru memberikan penjelasan
singkat sekaligus memberi
kesimpulan.
 Evaluasi.
Sistematika pembelajaran sistem
pernapasan pada manusia:

 Guru membagi siswa menjadi 10


kelompok heterogen.
 Secara berkelompok, siswa
melakukan kegiatan menjelaskan
sistem pernapasan pada manusia
serta penjelasan mengenai alat
pernapasan pada manusaI di
LKPD
 Siswa secara berkelompok
berdiskusi dan membuat
kesimpulan.
 Guru menyarankan siswa untuk
mempelajari Buku Siswa bagian
sistem pernapasan pada manusia.

Penutup  Guru membimbing siswa untuk 10 menit


mengambil kesimpulan dari
kegiatan yang telah dilakukan.

39
Langkah-langkah
Alokasi
Kegiatan Model Group Deskripsi Kegiatan
Waktu
Investigation
 Guru menugaskan siswa untuk
mempelajari materi yang
berikutnya yaitu gangguan yang
terjadi pada sistem pernapasan
pada manusia

Pertemuan Ketiga
Langkah-langkah
Alokasi
Kegiatan Model Group Deskripsi Kegiatan
Waktu
Investigation
Pendahuluan Menciptakan Apersepsi dan motivasi: 10 menit
situasi (stimulasi)  Apakah ada diantara kamu yang
pernah menjumpai orang yang
sering batuk dan sesak napas?
Kenapa orang tersebut dapat
mengalami gejala-gejala yang
tidak menyenangkan tersebut?
 Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran dan manfaat
mempelajari saluran pencernaan.

Kegiatan Inti Pembahasan tugas Langkah – langkah model 60 menit


dan identifikasi Pembelajaran Group Investigation
masalah (GI)
Observasi  Guru membagi kelas dalam
beberapa kelompok
Pengumpulan data heterogen.
Pengolahan data  Guru menjelaskan maksud
dan analisis pembelajaran dan tugas
kelompok.
 Guru memanggil ketua-ketua
Verifikasi untuk satu materi tugas
Generalisasi sehigga satu kelompok
mendapat tugas satu materi/
tugas yang berbeda dari
kelompok lain.
 Masing-masing kelompok
membahas materi yang sudah
ada secara kooperatif berisi
penemuan.
 Setelah selesai diskusi, lewat
ketua kelompok atau juru
bicara menyampaikan hasil
pembahasan kelompok.
 Guru memberikan penjelasan
singkat sekaligus memberi
kesimpulan.
 Evaluasi.
Sistematika pembelajaran sistem

40
Langkah-langkah
Alokasi
Kegiatan Model Group Deskripsi Kegiatan
Waktu
Investigation
pernapasan pada manusia:
 Guru membagi siswa menjadi 10
kelompok
 Secara berkelompok siswa
mendiskusikan artikel tentang
gangguan yang terjadi pada sistem
pernapasan
 Siswa mempresentasikan hasil
diskusinya .
 Siswa membuat laporan tertulis
tentang kegiatan diskusinya.
 Guru menyarankan pada siswa
untuk mempelajari buku siswa
bagian gangguan sistem
pernapasan pada manusia

Penutup  Guru membimbing siswa untuk 10 menit


menarik kesimpulan.
 Guru menugaskan siswa
mempelajari materi yang sudah
pernah dibahas sebelumnya untuk
mengerjakan kegiatan rumah.

H. Penilaian
1. Metode dan Bentuk Instrumen
Metode Bentuk Instrumen
Tes unjuk kerja Tes penilaian kinerja
Tes tertulis Pilihan ganda

Waingapu 0 Februari 2023

Mengetahui,
Kepala SMP Kristen Payeti Guru Mata Pelajaran IPA

41
Divrestro Hapu Karindjawa, [Link] Hendrik Irwan Riwu Come. [Link]

Mahasiswa Praktik (Peneliti)

Iin Kartini Hunggu Djawa


NIM. 2317022

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


KELAS EKSPERIMEN

Satuan Pendidikan : SMP KRISTEN PAYETI

42
Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : IX / II
Materi Pokok/Topik : Sistem Pernapasan Pada Manusia
Alokasi Waktu : 3 Tatap Muka /7,5 Jam Pelajaran @ 40 Menit

A. Kompetensi Inti
1.1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
1.2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya.
1.3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
1.4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/ teori.

B. Kompetensi Dasar/Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.9 Menganalis sistem pernapasan 3.9.1. Menjelaskan pengertian
pada manusia dan memahami respirasi/pernafasan
gangguan pada sistem 3.9.2. Menyebutkan organ-organ pada sistem
pernapasan, serta upaya pernapasan.
menjaga kesehatan sistem 3.9.3. Menganalisis bagian-bagian dan fungsi
pernapasan. organ pada sistem pernapasan..
4.9 Menyajikan karya tentang 4.9.1 Membuat poster tentang upaya menjaga
upaya menjaga kesehatan kesehatan sistem pernapasan.
sistem pernapasan.

C. Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
1. Siswa dapat menyajikan hasil pengamatan, inferensi, dan
mengkomunikasikan hasil.
2. Siswa dapat menjelaskan tiga komponen keterampilan proses: pengamatan,
inferensi, dan komunikasi.
3. Siswa dapat mengamati organ pernapasan pada manusia melalui teman
sebayanya.
Pertemuan Kedua
1. Siswa dapat menjelaskan berbagai macam organ pernapan pada manusia.

43
2. Siswa dapat menjelaskan sistem pernapasan pada manusia.
3. Siswa dapat menjelaskan gangguan yang terjadi pada sistem pernapasan
pada manusia
Pertemuan Ketiga
1. Siswa dapat mengetahui organ sistem pernapasan pada manusia.
2. Siswa dapat mengalisis artikel tentang sistem pernapasan pada manusia serta
gangguan pada sistem pernapasan

D. Materi
Pertemuan Pertama
Sistem pernapasan pada manusia adalah sekumpulan organ yang terlibat
dalam proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida dalam darah. Seseorang
dapat dikatakan memiliki laju pernapasan normal apabila ia bernapas
sebanyak 12–20 kali per menit saat istirahat dan berlangsung secara
berkesinambungan.
Ada beberapa organ di dalam sistem pernapasan manusia, yaitu:
 Rongga hidung,
 Sinus
 Faring
 Laring
 Trakea
 Bronkus
 Paru – paru
Bayangkan dan amati teman sekelas dan perhatikanlah alat – alat pernapasan yang
ada pada tubuh teman anda.

Pertemuan Kedua
Organ-Organ Sistem Pernapasan pada Manusia
Sebelum mengetahui cara kerja sistem pernapasan pada manusia, mari kenali lebih
dulu organ yang berperan dalam sistem ini. Sistem pernapasan manusia terbagi
menjadi dua, yaitu sistem pernapasan bagian atas dan bawah. Berikut ini adalah
penjelasannya:
Sistem pernapasan bagian atas
Ada beberapa organ di dalam sistem pernapasan bagian atas manusia, yaitu:
 Rongga hidung, terdiri atas selaput lendir dan rambut halus yang berfungsi
untuk menyaring partikel debu atau kotoran dari udara yang masuk ke hidung
 Sinus, yaitu rongga berisi udara di sepanjang sisi hidung yang berperan untuk
mengatur suhu dan kelembapan udara yang dihirup
 Faring, untuk menyalurkan udara yang masuk dari hidung atau mulut guna
diteruskan ke trakea
 Laring, yaitu ruangan kecil sebelum trakea yang berisi pita suara

44
Sistem pernapasan bagian bawah
Beberapa organ dalam sistem pernapasan bagian bawah meliputi:
 Trakea, yaitu jalan napas utama menuju paru-paru yang terletak di bawah
laring
 Bronkus, cabang dari trakea yang berfungsi untuk meneruskan udara ke paru-
paru dan cabang terkecilnya dikenal dengan bronkiolus
 Paru-paru, terdiri dari jutaan alveolus yang menerima udara dari bronkiolus
dan bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida
 Diafragma, yaitu otot pernapasan utama yang dapat berkontraksi dan
berelaksasi secara bergantian sehingga membuat udara dapat masuk dan
keluar dari paru-paru

Cara Kerja Sistem Pernapasan pada Manusia


Kerja sistem pernapasan pada manusia melibatkan semua organ pernapasan. Organ-
organ ini bekerja sama untuk membantu tubuh dalam pertukaran gas antara paru-paru
dan pembuluh darah, yang kemudian akan disalurkan ke seluruh bagian tubuh atau
diembuskan ke udara.

Berikut ini adalah cara kerja sistem pernapasan pada manusia:


 Ketika menarik napas atau inhalasi, diafragma dan otot-otot di antara tulang
rusuk akan berkontraksi dan meluaskan rongga dada sehingga paru-paru bisa
mengembang dan terisi udara.
 Udara masuk lewat hidung dan mulut, kemudian melewati proses penyaringan
partikel kecil oleh rambut hidung, lalu menuju ke trakea atau batang
tenggorokan.
 Udara dari trakea masuk ke paru-paru melewati saluran pernapasan yang
disebut dengan bronkus dan bronkiolus, kemudian berujung di alveolus.
 Ketika udara mencapai alveolus, terjadi proses pertukaran antara oksigen dan
karbon dioksida pada pembuluh darah kecil bernama kapiler.
 Oksigen masuk ke dalam kapiler, kemudian menumpang sel darah merah
menuju ke jantung untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Di saat yang
bersamaan, karbon dioksida masuk dari kapiler ke rongga paru.
 Setelah pertukaran oksigen dan karbon dioksida selesai, otot diafragma dan
tulang rusuk kembali rileks dan rongga dada kembali seperti semula. Udara
yang mengandung karbon dioksida pun terdorong dari alveolus menuju ke
bronkiolus, bronkus, trakea, hingga ke luar melalui hidung.

Pertemuan Ketiga

45
1. Flu
Flu adalah gangguan pernapasan oleh virus influenza yang bisa terjadi pada hidung,
tenggorokan, hingga paru-paru. Gejalanya yaitu pilek, sakit tenggorokan, bersin-
bersin, demam, kadang disertai batuk.

2. Asma
Asma adalah penyakit peradangan kronis yang menyebabkan masalah pernapasan.
Penyakit pernapasan ini terjadi saat saluran udara menyempit karena meradang atau
tersumbat oleh lendir.

3. Tuberkulosis
Tuberculosis (TBC) adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri
Mycobacterium tuberculosis. Jika tak segera mendapat perawatan medis, bakteri ini
dapat menyerang jaringan paru-paru dan menyebar hingga menyebabkan kerusakan
pada organ tubuh lainnya.

4. Pneumonia/Radang Paru-Paru
Di dalam organ paru-paru kita terdapat alveoli atau kantung udara. Ketika terjadi
infeksi, maka alveoli akan meradang dan berisi nanah atau lendir. Inilah yang terjadi
ketika terserang pneumonia.

5. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)


Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) sebenarnya mencakup dua jenis penyakit
sistem pernapasan, yaitu emfisema dan bronkitis kronis. Emfisema adalah kerusakan
pada alveoli sehingga elastisitasnya berkurang.
Akibatnya, fungsi kantung udara ini untuk menyalurkan udara jadi berkurang.
Akibatnya oksigen dalam darah jadi berkurang dan terjadi penumpukan limbah racun
dalam tubuh.

6. Kanker Paru-paru
Kanker paru-paru terjadi ketika sel-sel mengalami kerusakan akibat menghirup bahan
kimia berbahaya (uranium, arsenik, nikel, dll) dalam jangka panjang. Ini juga
termasuk merokok. Pada kondisi yang lebih parah, kanker atau tumor paru-paru juga
dapat menyebar ke kelenjar getah bening, tulang, otak dan hati.

E. Pendekatan/Strategi/Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Scientific
2. Model : Kooperatif Tipe Group Investogation
3. Metode : Diskusi kelompok

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran

46
1. Media
Papan tulis, komputer, LCD (PPT, terdapat Media Gambar)
2. Sumber Belajar
a. Buku IPA SMP kelas VIII Puskurbuk 2017
b. Buku IPA SMP Kelas VIII yang relevan
c. LKPD

G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah-
langkah Model Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Group Waktu
Ivestigation
Pendahuluan Menciptakan Apersepsi dan motivasi: 20 menit
situasi (stimulasi)  Guru mengajukan pertanyaan
apakah kalian menghirup
menggunakan mulut atau hidung?
Menurut kalian dua organ ini
mempunyai fungsi yang sama atau
tidak?
 Setelah siswa menjawab maka
dapat dilanjutkan pertanyaan,
apakah alat kedua pernapasan
tersebut dapat terganggu saat
bernapas?
 Guru menyampaikan kepada
peserta didik tujuan pembelajaran
yang tertera pada kegiatan “Ayo
Kita Pelajari?”
 Guru menyampaikan kepada
peserta didik nilai-nilai yang akan
diperoleh setelah mempelajari bab
ini yang tertera pada bagian
“Mengapa Hal ini Penting?”

Kegiatan Inti Pembahasan tugas Langkah – langkah model 90 menit


dan identifikasi Pembelajaran Group Investigation
masalah (GI)
 Guru membagi kelas dalam
Observasi beberapa kelompok
heterogen.
 Guru menjelaskan maksud
pembelajaran dan tugas
Pengumpulan data kelompok.
Pengolahan data  Guru memanggil ketua-ketua
dan analisis untuk satu materi tugas
Verifikasi sehigga satu kelompok
mendapat tugas satu materi/
Generalisasi tugas yang berbeda dari
kelompok lain.

47
Langkah-
langkah Model Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Group Waktu
Ivestigation
 Masing-masing kelompok
membahas materi yang sudah
ada secara kooperatif berisi
penemuan.
 Setelah selesai diskusi, lewat
ketua kelompok atau juru
bicara menyampaikan hasil
pembahasan kelompok.
 Guru memberikan penjelasan
singkat sekaligus memberi
kesimpulan.
 Evaluasi.
Sistematika pembelajaran sistem
pernapasan pada manusia:
 Guru membentuk kelompok
yang heterogen
 Secara berkelompok peserta
didik melakukan kegiatann
memperhatikan alat
pernapasan temannya“Ayo
Kita Lakukan”
 Setelah melakukan kegiatan
pengamatan pada teman
sebaya siswa secara
berkelompok berdiskusi
untuk mempresentasikan hasil
pengamatan dari yang sudah
disimpulkan
 Guru menyarankan pada
siswa untuk mempelajari
buku pada kegiatan Ayo kita
pahami.
 Siswa mencatat hasil
pengamatan.
 Siswa melakukan presentasi
dan diskusi tentang hasil
pengamatan.
Penutup  Guru membimbing siswa untuk 10 menit
menarik kesimpulan.
 Guru menugaskan siswa
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan
berikutnya.

48
Pertemuan Kedua
Langkah-langkah
Alokasi
Kegiatan Model Group Deskripsi Kegiatan
Waktu
Investigation
Pendahuluan Menciptakan  Apersepsi dan motivasi: 10 menit
situasi (stimulasi)  Guru melakukan apersepsi
Guru melakukan apersepsi
mengaitkan materi pada
pertemuan 1 yakni tentang organ
– organ pernapasan yang
dipelajari pada pertemuan ini
 Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran.
Kegiatan Inti Pembahasan tugas Langkah – langkah model 60 menit
dan identifikasi Pembelajaran Group Investigation
masalah (GI)
Observasi  Guru membagi kelas dalam
beberapa kelompok
heterogen.
 Guru menjelaskan maksud
pembelajaran dan tugas
Pengumpulan data kelompok.
Pengolahan data  Guru memanggil ketua-ketua
dan analisis untuk satu materi tugas
sehigga satu kelompok
Verifikasi mendapat tugas satu materi/
tugas yang berbeda dari
kelompok lain.
Generalisasi  Masing-masing kelompok
membahas materi yang sudah
ada secara kooperatif berisi
penemuan.
 Setelah selesai diskusi, lewat
ketua kelompok atau juru
bicara menyampaikan hasil
pembahasan kelompok.
 Guru memberikan penjelasan
singkat sekaligus memberi
kesimpulan.
 Evaluasi.
Sistematika pembelajaran sistem
pernapasan pada manusia:

 Guru membagi siswa menjadi 10


kelompok heterogen.
 Secara berkelompok, siswa
melakukan kegiatan menjelaskan
sistem pernapasan pada manusia
serta penjelasan mengenai alat
pernapasan pada manusaI di
LKPD
 Siswa secara berkelompok

49
Langkah-langkah
Alokasi
Kegiatan Model Group Deskripsi Kegiatan
Waktu
Investigation
berdiskusi dan membuat
kesimpulan.
 Guru menyarankan siswa untuk
mempelajari Buku Siswa bagian
sistem pernapasan pada manusia.

Penutup  Guru membimbing siswa untuk 10 menit


mengambil kesimpulan dari
kegiatan yang telah dilakukan.
 Guru menugaskan siswa untuk
mempelajari materi yang
berikutnya yaitu gangguan yang
terjadi pada sistem pernapasan
pada manusia

Pertemuan Ketiga
Langkah-
langkah Model Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Group Waktu
Investigation
Pendahuluan Menciptakan Apersepsi dan motivasi: 10 menit
situasi (stimulasi)  Apakah ada diantara kamu yang
pernah menjumpai orang yang
sering batuk dan sesak napas?
Kenapa orang tersebut dapat
mengalami gejala-gejala yang
tidak menyenangkan tersebut?
 Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran dan manfaat
mempelajari saluran pencernaan.

Kegiatan Inti Pembahasan tugas Langkah – langkah model 60 menit


dan identifikasi Pembelajaran Group Investigation
masalah (GI)
Observasi  Guru membagi kelas dalam
beberapa kelompok
Pengumpulan data heterogen.
Pengolahan data  Guru menjelaskan maksud
dan analisis pembelajaran dan tugas
kelompok.
 Guru memanggil ketua-
Verifikasi ketua untuk satu materi
Generalisasi tugas sehigga satu
kelompok mendapat tugas
satu materi/ tugas yang
berbeda dari kelompok lain.
 Masing-masing kelompok
membahas materi yang
sudah ada secara kooperatif

50
Langkah-
langkah Model Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Group Waktu
Investigation
berisi penemuan.
 Setelah selesai diskusi,
lewat ketua kelompok atau
juru bicara menyampaikan
hasil pembahasan
kelompok.
 Guru memberikan
penjelasan singkat sekaligus
memberi kesimpulan.
 Evaluasi.
Sistematika pembelajaran sistem
pernapasan pada manusia:
 Guru membagi siswa menjadi 10
kelompok
 Secara berkelompok siswa
mendiskusikan artikel tentang
gangguan yang terjadi pada
sistem pernapasan
 Siswa mempresentasikan hasil
diskusinya .
 Siswa membuat laporan tertulis
tentang kegiatan diskusinya.
 Guru menyarankan pada siswa
untuk mempelajari buku siswa
bagian gangguan sistem
pernapasan pada manusia

Penutup  Guru membimbing siswa untuk 10 enit


menarik kesimpulan.
 Guru menugaskan siswa
mempelajari materi yang sudah
pernah dibahas sebelumnya
untuk mengerjakan kegiatan
rumah.

H. Penilaian
Metode dan Bentuk Instrumen
Metode Bentuk Instrumen
Tes unjuk kerja Tes penilaian kinerja
Tes tertulis Pilihan ganda

51
Waingapu 0 Februari 2023

Mengetahui,
Kepala SMP Kristen Payeti Guru Mata Pelajaran IPA

Divrestro Hapu Karindjawa, [Link] Hendrik Irwan Riwu Come. [Link]

Mahasiswa Praktik (Peneliti)

Iin Kartini Hunggu Djawa


NIM. 2317022

52
Lampiran 2: Lembar Penilaian Siswa untuk aspek kognitif
LEMBAR PENILAIAN DARI ASPEK KOGNITIF
Skor
Hal yang di lihat pada siswa
1 2 3 4
Kognitif
Nilai siswa
Afektif
Perhatian Siswa :
a. Dalam mengerjakan tugas yang diberikan siswa mampu bekerja
sama
b. Siswa jujur dan mampu mengerjakan tugas yang kerjakan
c. Dalam pemberian tugas oleh guru, siswa mampu
bertanggungjawab
d. Siswa disiplin dalam berpakaian dan mengikiuti aturan kelas.
Keterangan :
4 : Sangat Baik 2 : Tidak Baik
3 : Baik 1 : Sangat Tidak Baik

53
Lampiran 3: Materi Ajar
SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA

Bernapas merupakan salah satu ciri dan aktifitas makluk hidup. Istilah pernapasan
berbeda dengan respirasi .Bernapas adalah proses pengambilan O2 dari lingkunagan
pengeluaran CO2 dan uap air dari dalam tubuh dan lingkungan.

Respirasi adalah pembakaran (oksidasi) senyawa organik didalam sel guna


memperoleh energi. Respirasi bertujuan menghasilkan energi. Energi hasil respirasi
tersebut sangat di perlukan untuk aktifitas hidup seperti mengatur suhu tubuh,
pergerakan pertumbuhan dan reproduksi. Jadi kegiatan bernafas dengan respirasi
saling berhubungan karena proses pernapasan dimasukan oksigen dan oksigen
tersebut digunakan untuk respirasi guna menghasilkan energi.

Beberapa fungsi bernafas yang penting adalah:

a) Mengambil O2 yang kemudian dibawa oleh udara keseluruh tubuh untuk


mengadakan pembakaran.
b) Mengeluarkan CO2 yang terjadi sebagai sisa dari pembakaran kemudian
dibawah oleh darah ke paru – paru untuk dibuang.

A. Respirasi pada Manusia

Organ pernapasan utama pada manusia adalah paru – paru dan dibantu oleh alat
pernapasan lain.

54
Jalur udara pernapasan untuk menuju sel – sel tubuh adalah:

Rongga hidung — faring (rongga tekak) —Laring —Trakea (batang tenggorok)


—Bronkus —Paru - paru —Alveolus.

Alat pernapasan manusia

1. Rongga Hidung

Merupakan tempat paling awal dimasuki udara pernapasan. Udara


pernapasan masuk melalui lubang hidung menuju rongga hidung yang
dilengkapi silia dan selaput lendir yang berguna untuk menyaring debu,
melekatkan kotoran pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan,

55
dan menyelidiki adanya bau udara. Rongga hidung berhubungan dengan
tulang dahi, kelenjer air mata, telinga bagian tengah serta rongga mulut.
Penyaringan dalam rongga hidung diperuntukan bagi benda – benda
asing yang tidak berbentuk gas, seperti debu yang dihalangi oleh rambut –
rambut rongga hidung. Adanya indera pembau memungkinkan tubuh
terhindar dari gas – gas yang berbau tidak enak masuk kesaluran pernapasan.
Penghangatan dalam rongga hidung yaitu mengubah suhu udara agar
sesuai dengan suhu tubuh. Bila udara yang masuk lebih rendah dari suhu
tubuh, darah kapiler akan melepaskan energinya ke rongga hidung sehingga
suhu udara yang masuk menjadi hangat. Adanya lendir dalam rongga hidung
menyebabkan udara kering yang masuk menjadi lembab.

2. Faring

Faring merupakan rongga pertigaan ke arah saluran pencernaan (esofagus),


saluran pernapasan (batang tenggorok), dan saluran ke rongga batang hidung.
3. Laring

56
Laring berperan untuk pembentukan suara dan untuk melindungi jalan napas
terhadap masuknya makanan dan cairan. Dalam laring terdapat selaput suara
yang ketegangannya diatur oleh serabut – serabut otot sehingga dapat
mengatur tinggi rendah nada suara yang diperlukan. Keras lemahnya suara
ditentukan oleh aliran udara yang melewati selaput suara.
Dibagian laring terdapat beberapa organ yaitu:
a) Epiglotus
Epiglotus merupakan katup tulang rawan umtuk menutup laring
sewaktu orang menelan. Bila waktu makan kita bicara (epilogus
terbuka), makanan bisa masuk ke laring (keselek)dnan terbatuk –
batuk yang merupakan gerakan refleks untuk mengeluarkan benda
atau makanan yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Pada saat
bernapas epiglotis menutup laring.
b) Jika bernapas melalui mulut udara yang masuk ke paru – paru tidak
dapat disaring, dilembabkan atau dihangatkan yang menimbulkan
gangguan tubuh dan sel bersilia akan rusak adanya gas beracun dan
dehidrasi.
c) Pita suara, terdapat dua pita suara yang dapat ditegangkan dan
dikendurkan, sehingga lebar selah – selah antara pita – pita tersebut
berubah – ubah sewaktu bernapas dan berbicara. Selama pernapasan
pita suara sedikit terpisah sehingga udara dapat keluar masuk.
4. Trakea

57
Trakea terletak didaerah leher, dibagian depan kerongkongan. Trakea
berbentuk pipa yang terdiri dari gelang – gelang tulang rawan. Dinding batang
tenggorok (trakea)dan dinding bronkus (cabang batang tenggorok) terdiri atas
tiga lapisan sel. Lapisan – lapisan itu berturut – turut dalam adalah lapisan
epitelium (bersilia dan berlendir). Lapisan tulang rawan dengan otot polos,
dan lapisan terluar yang terdiri dari jarinagn pengikat. Dinding dalamnya
dilapisi selaput lendir yang sel – selnya berambut getar berfungsi untuk
menolak debu atau benda – benda asing. Jika tiba – tiba kita batuk atau bersin
mungkin karena disaluran batang tenggorok ada lendir atau debu yang
mengganggu jalannya pernapasan.
5. Bronkus

Bronkus merupakan cabang batang tenggorok yang jumlahnya sepasang, yang


satu menuju ke paru – paru kiri. Dinding bronkus tersusun atas lapisan

58
jaringan ikat, lapisan otot polos, dan cining tulang rawan, serta lapisan
jaringan epitel.
6. Paru – paru

Paru – paru terletak dalam rongga dada, dibatasi oleh tulang rusuk dan otot
dada, bagian bawah dibatasi oleh otot diafragma yang kuat. Paru – paru
merupakan himpunan dari bronkiolus, Saccus alveolaris dan alveolus. Paru –
paru dan rongga dada berselaput tipis yang disebut pleura. Pleura mempunyai
struktur rangkap dua yang merupakan kantong tertutup. Pleura yang langsung
melekat pada paru – paru disebut pleura viscelaris. Diantara selaput dan paru
– paru terdapat cairan limfa yang yang berfungsi untuk melindungi paru –
paru dari gesekan pada waktu mengembang dan mengempis. Mengembang
dan mengempis paru – paru disebabkan oleh adanya perunahan tekanan dalam
rongga dada.
Mekanisme pernapasan
Bernapas adalah proses pengambilan udara pernapasan luar untuk dibawah
masuk kedalam paru – paru dan proses pengeluaran gas sisa ke udara bebas.
Proses bernapas pada manusia dibedakan menjadi dua :
1) Inspirasi yaitu pemasukan oksigen dan udara atmosfer ke paru – paru.
2) Ekspirasi yaitu pengeluaran karbon dioksidasi dan uap air dari paru –
paru keluar tubuh.

Setiap menit kita melakukan inspirasi dan ekspirasi sebanyak 15 – 18 kali.

59
Aliran udara dari udara bebas ke paru – paru dan sebaliknya,
ditentukan oleh perubahan tekanan udara dalam rongga paru – paru, rongga
dada, dan rongga perut. Perubahan tekanan disebabkan oleh terjadi perubahan
volume setiap ruangan. Perubahan volume setiap ruangan ini diatur oleh otot
– otot pernapasan yaitu otot antar tulang rusuk luar yang berperan
menurunkan tulang rusuk ke posisi semula.
Bila otot antar tulang rusuk luar berkontraksi, tulang rusuk terangkat
hingga volume udara rongga dada bertambah besar. Hal ini menyebabkan
tekanan udara rongga dada menjadi lebih kecil dari pada tekanan udara bebas.
Dari semua proses ini, selanjutnya akan terjadi aliran udara dari luar kedalam
rongga paru – paru melalui rongga hidung, batang tenggorok bronkus, dan
alveolus. Proses ini disebut inspirasi.
Bila otot antar tulang rusuk dalam berkontraksi dan otot – otot antar
tulang rusuk bagian luar relaksasi, tulang rusuk tertarik ke posisi semula
sehingga mendesak dinding paru – paru. Akibatnya rongga paru – paru
mengecil dan menyebabkan tekanan udara didalam meningkat hal ini
menyebabkan udara dalam rongga paru – paru terdorong keluar. Proses ini
disebut ekspirasi.
Volume udara pernapasan dalam paru – paru

60
Dalam keadaan normal volume udara inspira dan sekitar 500 ml.
Volume udara dalam paru – paru dan kecepatan pertukaran saat inspirasi dan
ekspirasi dapat ditukar melalui spirometer.
Secara garis besar volume udara garis pernapasan manusia adalah:
a) Volume tidal atau udara pernapasan yaitu volume udara yang masuk
dan keluar paru – paru selama ventilasi normal biasa. Umumnya pada
laki – laki sekitar 500 ml dan pada perempuan 380 ml. Volume tidal
dapat berubah tergantung aktivitas tubuh. Dan 500 ml udara tersebut
pada umumnya 350 ml sampai diparu – paru, sedangkan 150 ml hanya
sampai disaluran pernapasan.
b) Volume cadangan inspirasi atau udara komplementer yaitu volume
udara ekstra yang masuk paru – paru dengan inspirasi tidal. Umumnya
pada laki – laki berkisar 3100 ml dan pada perempuan 1900 ml.
c) Volume cadangan ekspirasi atau udara suplementer adalah volume
ekstra udara yang dapat dengan kuat dikeluarkan pada akhir ekspresi
tidak normal. Umumnya pada laki – laki berkisar 1200 ml dan pada
perempuan 800 ml.
d) Volume resudial yaitu volume udara sisa dalam paru – paru setelah
melakukan ekspirasi kuat. Rata – rata pada laki – laki sekitar 1200 ml
dan pada perempuan 1000 ml. Volume resudual penting untuk
kelangsungan aerasi dalam darah saat jedah pernapasan.
Frekuensi Pernapasan
Pada umumnya setiap menit manusia melakukan pernapasan antara 15 –
18 kali (inspirasi dan ekspirasi). Cepat atau lambat manusia bernapas
dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari dalam maupun dari luar yaitu
sebagai berikut:
a) Umur
Umumnya makin bertambahnya umur seseorang irama
pernapasannya semaki lambat. Hal ini berkaitan dengan makin
berkurangnya kebutuhan energi. Usia balita untuk anak – anak

61
remaja merupakan masa pertumbuhan fisik yang membutuhkan
energi, yang berarti laju metabolisme dalam tubuh juga akan lebih
cepat sehingga membutuhkan banyak oksigen dan juga
mengeluarkan banyak karbondioksida.
b) Jenis kelamin
Laki – laki umumnya beraktifitas lebih banyak dan lebih keras dari
pada perempuan hal ini mengakibatkan semakin tingginya
kebutuhan energi, sehingga membutuhkan banyak oksigen yang
meningkatkan laju metabolisme tubuh
c) Suhu tubuh
Manusia termasuk jenis makluk hidup yang bersifat homoiterm,
yang berarti suhu tubuhnya relatif konstan sekitar 36- 37ºC. Suhu
tubuh konstan karena manusia mampu mengatur produksi panas
tubuhnya dengan cara meningkatkan laju metabolisme tubuh.
Semakin rendah suhu semakin cepat pernapasan sebaliknya
semakin tinggi suhu semakin lambat pernapasan. Akan tetapi hal
tersebut demikian tidak berlangsung secara linear. Apabila suhu
tubuh meningkat, pada suhu tertentu laju irama pernapasan akan
semakin cepat misalnya pada saat tuubuh demam.
d) Posisi tubuh
Posisi tubuh menentukan banyak otot dan organ tubuh yang
bekerja. Al ini berarti menentukan kebutuhan energi untuk
mendukungnya. Sebagai contoh saat berdiri otot kaki banyak yang
berkontraksi, juga tubuh juga ikut menjaga agar posisi tubuh tegak
berdiri ikut berkontraksi. Disamping itu, agar tubuh dapat berdiri
maka organ dan pusat saraf keseimbangan bekerja untuk
mengendalikan posisi tubuh. Karena itu irama pernapasan pada
posisi berdiri lebih cepat dari pada posisi duduk atau berbaring.
e) Kegiatan atau aktifitas tubuh

62
Semakin banyak organ tubuh yang bekerja dan semakin berat kerja
otot organ tersebut semakin tinggi kebutuhan energi yang
butuhkan tubuh, sehingga laju metabolisme dan irama pernapasan
semakin cepat.

Irama pernapasan diatur oleh pusat pernapasan yang ada di Medula


Oblongata, yang mengolah inpuls saraf dari reseptor dalam pembuluh
darah. Reseptor ini sangat peka terhadap kadar CO2 didalam darah. Jika
seseorang ditutup mulut dan lubang hidungnya maka tidak lama
kemudia orang itu mengalami heperfentilasi (kenaikan frekuensi
pernapasan). Respon ini merupakan perintah dari Medula Oblongata.
Pada saat lubang pernapasan ditutup, proses pengeluaran CO2 ke luar
tubuh akan terganggu sehingga CO2 merangsang resptor = reseptor
yang ada didalam pembuluh darah. Implus dari pembuluh darah yang
sampai ke medula oblangata mengakibatkan medula oblangata
memerintah kontraksi otot otot pernapasan sehingga orang tersebut
mengalami hiperfentilasi.

Pertukaran O2 dan CO2 dalam Tubuh


Oksigen sangat diperlukan dalam semua kegiatan tubuh. Oleh karena
itu pemasukan oksigen dari luar ke dalam tubuh tidak boleh berhenti. Difusi
oksigen dari paru – paru ke sel – sel jaringan tuubuh terjadi akibat perbedaan
tekanan oksigen. Pada waktu tekanan udara luar suatu atmosfer (760 mmHg)
besarnya tekanan oksigen diparu – paru 150 mmHg, diarteri 100mmHg, di
Vena 40 mmHg, dan dijaringan 40 mmHg. Sehingga oksigen dapat berdifusi
ke sel – sel jaringan tubuh, dalam kondisi biasa, kita memerlukan oksigen 300
lite sehari semalam atau ¼ liter per menit. Jumlah ini bertambah apabila
aktifitas tubuh meningkat.
Transpor O2 dalam darah terjadi dengan dua cara yaitu dengancara
sederhana (terlarut dalam plasma darah) atau dengan cara diikat oleh
hemoglobin.

63
1) Sekitar 97 % oksigen dalam darah dibawah oleh eritrosit yang telah
berikatan denga hemoglobin. Adanya HB dalam darah dapat
menigkatkan kapasitas pengangkutan O2 oleh darah 20 kalilipat
sehingga setiap 100 ml darah dapat membawa 20 ml 02. Tanpa HB
darah hanya dapat mengukur O2 sebanyak 1ml/100 ml darah. HB
berikatan denga O2 membentuk oksihemoglobin. Pada daerah yang
memilki tekanan O2 rendah atau punya Ph rendah, oksi hemoglobin
sangat mudah terurai dan membebaskan O2.
2) 3 % sisanya larut dalam plasma. Proses pengikatan dan pengikatan dan
pelepasan O2 ini dipengaruhi oelh kadar Oksigen, karbondioksida dan
tekanan oksigen.

Pemanfaatan oksigen untuk respirasi didalam tubuh


Dalam pernapasan oksigen digunakan untuk pembakaran bahan makan didlam
sel tubuh. Proses pembakaran tubuh tersebut disebut oksidasi biologi.
Oksidasi biologi sebenarnya adalah proses pemecahan zat gula agar diperoleh
energi, dengan oksigen berperan sebagai zat pembakar atau tempatnya sebagai
aseptor electron/hidrogen. Selain gula, zat makanan yang dapat dioksidasi
adalah lemak dan protein, setelah melalui proses reaksi kimia yang berbeda –
beda. Bahan makanan tersebut merupakan sumber makanan yang kaya energi.
Proses oksidasi secara sederhana dapat diiktisarkan sebagai berikut.
C6H12 06 + 6O2 ------- 6CO2 + 6H2O + 38 ATP

Respirasi didalam otot tubuh hewan atau manusia dan beberapa jenis mikroba
dapat terjadi secara anaerob, terutama pada saat otot kekurangan oksigen,
misalnya jika kerja otot terlalu keras dan berlebihan sehingga jumlah oksigen
tidak mencukupi. Dalam reaksi – reaksi anaerob, gula akan dipecah oleh
enzim menjadi asam laktat. Jika jumlah asam laktat terlalu banyak, otot akan
kejang atau keram

64
Transpor CO2
Aktifitas metabolisme sel akan menghasilkan zat sisa antara lain CO2 dan
H2O. Difusi karbon dioksida dari jaringan kealiran darah dan paru – paru juga
disebabkan oleh perbedaan tekanan karbondioksida. Tekanan karbondioksida
dalam jaringan 60 mmHg, dalam vena 47 mmHg, dalam arteri 41 mmHg dan
alveolus 35 mmHg. Oleh karena itu, karbondioksida akan diangkut ke
Alveolus dalam paru – paru. Dalam keadaan biasa, tubuh kita menghasilkan
200 ml karbondioksida per hari.
Gangguan/ Kelainan Sistem Pernapasan pada Manusia
Sistem pernapasan dapat mengalami gangguan. Gangguantersebut
dapat disebabkan oleh kuman, polusi udara atau faktor keturunan (genetik).
1. Berkurangnya jumlah hemoglobin
Berkrangnya hemoglobin dalam darah akan menghambat proses
penyampaian oksigen ke dalam sel tubuh. Berkurangnya hemoglobin
daoat disebabkan oleh anemia atau pendarahan berat.
2. Keracunan gas CN (sianida) dan atau CO (karbon monoksida)
Keracunan gas – gas ini mengganggu proses pengikatan O2 oleh darah
karena gas CO dan CN memiliki daya ikat auh lebih kuat terhadap
hemoglobin dari pada daya ikat oksigen. Jika 70% - 80 % hemoglobin
dalam darah mengikat CO dan membentuk HbCO maka akan menyebakan
kematian. Gangguan pengangkutan oksigen ke sel tubbuh atau jaringan
tubuh di sebut asfiksa.
3. Kanker paru – paru
Penyakit inidapat di picu oleh polusi udarah dan polusi asap rokok yang
mengandung hidrokarbon terfmsuk benzopirem. Kangker paru – paru
menyebabkan paru – paru rusak dan tidak berfungsi lagi.
4. Emfisema
Penyaki paru – paru degeneratif ini terjadi karena jaringan paru – paru
kehilangan elastisitasnya akibanya gangguan jaringan elastik dan
kerusakan dinding diantara alveoli. Pada amfisema stadium lanjut, inspirsi

65
dan ekspirasi terganggu dan beban pernapasan meningkat sehingga timbul
komplikas seperti hipertensi pulmonal atau pembesaran jantung yag dikuti
gagal jantung. Emfisema umumnya disebabkan oleh kebiasaan merokok,
polusi asap rokok dan polusi udara.
5. Asma
Penyakit ini terjadi karena penyempitan saluran pernapasan. Asma
ditandai dengan mengigil(wheezing),batuk dan rasa sesak didada secara
berkala utau kronis. Penyempitan saluran pernapasan dapat disababkan
oleh hal tersebut. (a) sumbatan jalan napas yang sebagian reversible,(b)
radang jalan napas sehingga merusak sel epitel saluran napas, (c) reaksi
yang berlebihan pad jalan napas terhadap berbagai rangsangan, misalnya
reaksi elergi. Seranagn asama biasanya lebih berat pada malam hari dan
dini hari, karena pada saat itu terjadi penyempitan pada bronkus akibat
udara dingin. Penderita asma biasanya di obati dengan obat – obatan yang
di sebut bronkkodilator. Obat ini tidak di minumatai disuntikan ke
penderita tetapi digunakan sebagai inhaler(dihirup).
6. TBC (tubercolosis)
TBC dapat mengganggu proses difusi oksigen karena timbulnya binti--
bintil kecil pada alveolus yang disebabkan bakteri Myobacterium
tunercolosis. Penderita basanya batuk berat, yang disertai batuk darah dan
badan menjadi kurus.
7. Pneomonia
Infeksi bakteri Diplococcus pneomoniea menyebabkan peyakit pneomonia
(radang paru--paru atau radang dinding alveolus).
8. Radang
Penyakit radang pada bronkus disebut bronchitis. Radang pada hidung
disebut rintis. Radang disebelah atasrongga hidung disebut sinusitis.
Radang pada laring disebut laryngitis. Dan pad pleura disebut pleuritis.
Adanya penyumbatan dirongga faring dan laring karena difteri, laryngitis,

66
atau tetanus(kejang otot) sering ditanggulangi dengan melakukan
trakeostomi (melubangi trakea).
9. Tonsilitas
Tonsilitas adalah peradanganpada tonsil(amandel), tonsil adalah
kelompokjaringan limfoid yang terdapat di rongga mulut atau
saluranpernapasan, tonsil akan membengkak(radang). Pembengkakan
tonsil akan menyebabkan penyempitan saluran pernapasan.
10. Bronkitis
Terjadi karena peradangan bronkus.
11. Influensa
Disebabkan oleh virus yang menimbulkan radang pada selaput mukosa di
saluran pernapasan.

Lampiran 4. Lembar Kerja Peserta Didik


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA PESERTA


DIDIK [LKPD]
NAMA : [………………………………….]
KELAS : [………………………………….]
GURU IPA (PENELITI): IIN KARTINI HUNGGU DJAWA

TUJUAN
1. Peserta didik dapat menjelaskan berbagai macam organ pernapan pada
manusia
2. Peserta didik dapat menjelaskan sistem pernapasan pada manusia
3. Peserta didik dapat menjelaskan gangguan yang terjadi pada sistem
pernapasan pada manusia

SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA


1. Lengkapi tabel tang terdapat organ pencernaan sesuai dengan namanya:

67
a.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

2. Setelah anda mengisi bagian – bagian dari organ pernapasan pada manusia
kemudian jelaskan masing masing organ tersebut !
3. Jelaskan gangguan apa saja yang terdapat pada sistem pernapasan pada manusia !
Selamat bekerja !!!!!

68
Lampiran 5: Instrumen Soal Pilihan Ganda
a) Soal Post Test untuk kelas Eksperimen dan kelas Kontrol
1. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae pada
alveolus dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pernapasan yang
dikenal dengan istilah…
A. asfiksi
B. asma

69
C. tuberkulosis
D. pneumonia
E. bronkitis
2. Salah satu organ pernapasan yang berfungsi sebagai alat penyaring dan
penghangat yaitu ...
A. trakea
B. alveolus
C. bronkus
D. bronkiolus
E. hidung
3. Udara yang dimasukkan ke dalam paru-paru (alveolus) melalui inspirasi
dalam keadaan istirahat sebanyak … cm3.
A. 4500
B. 500
C. 1500
D. 1000
E. 3500
4. Dinding yang paling tipis pada sistem respirasi adalah alveolus yang
berperan dalam ….
A. keelastisan paru-paru
B. perubahan volume paru-paru
C. proses difusi gas
D. keluar masuknya udara
E. memperluas permukaan paru-paru
5. Kadar asam laktat dalam otot meningkat pada saat tubuh kekurangan ….
A. CO2
B. glukosa
C. H2CO3
D. oksigen
E. energi

70
6. Oksigen yang dihirup oleh manusia selanjutnya akan dimanfaatkan dalam
proses metabolisme untuk menghasilkan energi, yaitu proses ….
A. glikolisis
B. inspirasi
C. transpirasi
D. siklus Krebs
E. ekspirasi
7. Karbon dioksida sebagai hasil sampingan pembongkaran senyawa organik
akan diangkut oleh darah ke paru-paru dalam bentuk ….
A. senyawa karbohidrat oleh darah
B. CO2 dan CO yang larut dalam Hb
C. karbominohemoglobin dalam darah
D. HCO3 dalam darah
E. HbCO2 dalam darah
8. Pemasukan udara pernapasan pada manusia terjadi jika ...
A. otot dinding perut dan otot diafragma berkontraksi
B. otot antar tulang rusuk dalam dan otot diafragma berkontraksi
C. otot antar tulang rusuk luar dan otot diafragma berkontraksi
D. otot perut dan otot antar tulang rusuk luar berkontraksi
E. otot diafragma berkontraksi dan otot antar tulang rusuk luar berelaksasi
9. Organ berikut ini yang berperan dalam sistem pernapasan yaitu ….
A. faring, kerongkongan, laring, paru-paru
B. jantung, laring, paru-paru, faring
C. laring, paru-paru, faring, trakea
D. faring, kerongkongan, laring, paru-paru
E. hati, paru-paru, faring, trakea
10. Pernapasan eksternal adalah proses pertukaran ….
A. oksigen dalam alveolus dengan CO2 dalam kapiler darah alveolus
B. udara bebas dengan udara dalam darah
C. oksigen dari udara bebas dengan CO2 dalam rongga paru-paru

71
D. oksigen di udara bebas dengan udara dalam rongga hidung
E. oksigen dalam darah dengan CO2 dalam jaringan
11. Udara sisa yang berada di dalam paru-paru dan tidak dapat diekspirasikan
dinamakan udara ...
A. cadangan
B. komplementer
C. suplementer
D. residu
E. tidal
12. Inspirasi pada pernapasan manusia terjadi karena diafragma ....
A. Melengkung, tulang rusuk dan dada turun
B. Mendatar, tulang rusuk dan dada terangkat
C. Mendatar, tulang rusuk naik dada turun
D. Mendatar, tulang rusuk dan dada turun
E. Melengkung, tulang rusuk dan dada terangkat
13. Insang selain berfungsi sebagai alat pernapasan, juga berfungsi sebagai ....
A. Memecah gelombang
B. Sebagai alat pelindung
C. Untuk mengatur suhu tubuh
D. Sebagai alat ekskresi
E. Menyeimbangkan posisi tubuh
14. Ikan yang hidup di air kotor dan kekurangan oksigen mampu bertahan
hidup karena mempunyai alat yang berfungsi untuk menyimpan udara,
dinamakan ...
A. Lengkung insang
B. Insang
C. Rongga labirin
D. Filamen
E. Operkulum

72
15. Gas karbon monooksida yang masuk ke dalam sistem pernapasan bisa
mengakibatkan kematian karena ...
A. Udara yang amsuk tidak tersaring
B. Proses ekspirasi terhambat
C. Hemoglobin gagal mengangkut oksigen
D. Otot diafragma melemah
E. Paru-paru gagal berkontraksi

b) Soal Pre-Test untuk kelas Eksperimen dan kelas Kontrol


1. Berikut ini merupakan hal-hal yang terjadi saat ekspirasi berlangsung,
kecuali ...
A. Rongga dada mengecil
B. Tekanan udara dalam paru-paru tinggi
C. Diafragma mendatar
D. Diafragma melengkung ke atas
E. Volume udara daalm paru-paru berkurang

2. Makan sambil berbicara dapat menyebabkan tersedak, karena ...


A. Ada makanan yang menyumbat rongga mulut
B. Ada udara yang tertangkap di saluran pencernaan
C. Ada makanan yang menyumbat saluran pencernaaa
D. Ada makanan yang masuk ke saluran pernapasan
E. Ada makanan yang masuk ke rongga hidung

3. Bagian dari sistem pernapasan manusia yang sering menerima bahan-bahan


karsinogenik (ada dalam rokok) yang dihisap adalah ...
A. Diafragma
B. Epitel bronkial
C. Mitokondria

73
D. Alveolus
E. Mucus

4. Pengangkutan oksigen untuk kebutuhan tubuh dilakukan oleh darah dan


melibatkan hemoglobin yang berada dalam ...
A. Serum
B. Leukosit
C. Eritrosit
D. Trombosit
E. Limfosit

5. Bagian hidung yang berfungsi untuk membersihkan dan menghangatkan


udara yang masuk yaitu ...
A. Saraf olfaktori
B. Rongga hidung
C. Sel reseptor
D. Rambut-rambut hidung
E. Pangkal hidung

6. Organ sistem respirasi yang melindungi agar makanan yang kita makan tidak
masuk ke saluran pernapasan yaitu ....
A. Trakea
B. Esofagus
C. Laring
D. Epiglotis
E. Faring
7. Perhatikan faktor berikut!
1) Umur
2) Suhu tubuh
3) Jenis kelamin

74
4) Tinggu badan
Faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan manusia ditunjukkan
nomor ...
A. 2, 3, dan 4
B. 1 dan 2
C. 2 dan 3
D. 1 dan 3
E. 1, 2, dan 3

8. Zat pigmen respirasi yang berperan mengikat oksigen dalam darah adalah ...
A. Oksihemoglobin
B. Hematin
C. Arginin
D. Hemoglobin
E. Ornitin

9. Organel sel tempat berlangsungnya pernapasan seluler yaitu ...


A. Badan golgi
B. Mitokondria
C. Ribosom
D. Sitoplasma
E. Retikulum endoplasma

10. Alat pernapasan manusia terdiri dari ...


A. Hidung, laring, esofagus dan paru-paru
B. Hidung, faring, laring, trakea, dan paru-paru
C. Hidung, laring, esofagus, trakea, dan paru-paru
D. Hidung, faring, trakea, dan paru-paru
E. Hidung, faring, laring, dan paru-paru

75
11. Selaput selubung yang mempunyai fungsi melindungi paru-paru disebut ...
A. Bronkiolus
B. Alveolus
C. Bronkus
D. Lobus
E. Pleura

12. Sekat berotot berbentuk kubah yang membagi rongga badan menjadi dua
bagian dinamakan ...
A. Rongga dada
B. Trakea
C. Rangka
D. Faring
E. Diafragma

13. Silia yang terdapat trakea mempunyai untuk ...


A. Memperkuat dinding trakea
B. Menghangatkan udara
C. Mengeluarkan lendir
D. Menangkap kotoran yang masuk
E. Mengalirkan lendir ke laring

14. Paru-paru pada burung mengalami perluasan sebagai alat bantu pernapasan
yang dinamakan ...
A. Bifurcatio
B. Kantong udara
C. Trakeolus
D. Parabronki
E. Spirakel

76
15. Kadar asam laktat dalam otot mengalami peningatan pada saat kekurangan ...
A. Uap air
B. Karbondioksida
C. Energi
D. Oksigen
E. Glukosa

Lampiran 6: Kunci Jawaban


b. Kunci jawaban untuk soal pre test dan pot test (kelas kontrol)

N Pre-test Post tets


o
1 D C
2 E D
3 C B

77
4 C C
5 D D
6 D D
7 C E
8 B D
9 C B
10 C B
11 D E
12 D E
13 B D
14 D B
15 C D

c. Kunci jawaban untuk soal pre test dan pot test (kelas Eksperimen)

No Pre-test Post tets


1 D C
2 E D
3 C B
4 C C
5 D D
6 D D
7 C E
8 B D
9 C B
10 C B
11 D E
12 D E
13 B D
14 D B
15 C D

Lampiran 7: Kisi-kisi Soal


a) Soal Post Test untuk kelas Eksperimen dan kelas Kontrol
1) Infeksi yang disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae pada alveolus
dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pernapasan yang dikenal dengan
istilah…
A. asfiksi

78
B. asma
C. tuberkulosis
D. pneumonia
E. bronkitis
2) Salah satu organ pernapasan yang berfungsi sebagai alat penyaring dan
penghangat yaitu ...
A. trakea
B. alveolus
C. bronkus
D. bronkiolus
E. hidung
3) Udara yang dimasukkan ke dalam paru-paru (alveolus) melalui inspirasi
dalam keadaan istirahat sebanyak … cm3.
A. 4500
B. 500
C. 1500
D. 1000
E. 3500
4) Dinding yang paling tipis pada sistem respirasi adalah alveolus yang berperan
dalam ….
A. keelastisan paru-paru
B. perubahan volume paru-paru
C. proses difusi gas
D. keluar masuknya udara
E. memperluas permukaan paru-paru
5) Kadar asam laktat dalam otot meningkat pada saat tubuh kekurangan ….
A. CO2
B. glukosa
C. H2CO3

79
D. oksigen
E. energi
6) Oksigen yang dihirup oleh manusia selanjutnya akan dimanfaatkan dalam
proses metabolisme untuk menghasilkan energi, yaitu proses ….
A. glikolisis
B. inspirasi
C. transpirasi
D. siklus Krebs
E. ekspirasi
7) Karbon dioksida sebagai hasil sampingan pembongkaran senyawa organik
akan diangkut oleh darah ke paru-paru dalam bentuk ….
A. senyawa karbohidrat oleh darah
B. CO2 dan CO yang larut dalam Hb
C. karbominohemoglobin dalam darah
D. HCO3 dalam darah
E. HbCO2 dalam darah
8) Pemasukan udara pernapasan pada manusia terjadi jika ...
A. otot dinding perut dan otot diafragma berkontraksi
B. otot antar tulang rusuk dalam dan otot diafragma berkontraksi
C. otot antar tulang rusuk luar dan otot diafragma berkontraksi
D. otot perut dan otot antar tulang rusuk luar berkontraksi
E. otot diafragma berkontraksi dan otot antar tulang rusuk luar berelaksasi
9) Organ berikut ini yang berperan dalam sistem pernapasan yaitu ….
A. faring, kerongkongan, laring, paru-paru
B. jantung, laring, paru-paru, faring
C. laring, paru-paru, faring, trakea
D. faring, kerongkongan, laring, paru-paru
E. hati, paru-paru, faring, trakea
10) Pernapasan eksternal adalah proses pertukaran ….
A. oksigen dalam alveolus dengan CO2 dalam kapiler darah alveolus

80
B. udara bebas dengan udara dalam darah
C. oksigen dari udara bebas dengan CO2 dalam rongga paru-paru
D. oksigen di udara bebas dengan udara dalam rongga hidung
E. oksigen dalam darah dengan CO2 dalam jaringan
11) Udara sisa yang berada di dalam paru-paru dan tidak dapat diekspirasikan
dinamakan udara ...
A. cadangan
B. komplementer
C. suplementer
D. residu
E. tidal
12) Inspirasi pada pernapasan manusia terjadi karena diafragma ....
A. Melengkung, tulang rusuk dan dada turun
B. Mendatar, tulang rusuk dan dada terangkat
C. Mendatar, tulang rusuk naik dada turun
D. Mendatar, tulang rusuk dan dada turun
E. Melengkung, tulang rusuk dan dada terangkat

13) Alat untuk mengukur kapasitas paru-paru dinamakan ...


A. Aerometer
B. Neraca analitis
C. Spirogram
D. Spirometer
E. Barometer

14) Gangguan pernapasan yang terjadi karena bakteri Mycobacterium tuberculosis


adalah ...
A. Difteri
B. Emfisema
C. Faringitis

81
D. Dispnea
E. Tuberkulosis

15) Hasil akhir pernapasan anaerob pada hewan adalah ...


A. Etanol dan air
B. Karbondioksida dan asam laktat
C. Karbondioksida dan air
D. Karbondioksida dan etanol
E. Asam laktat dan alkohol

b) Kisi – kisi soal pre-test untuk kelas Eksperimen dan kelas Kontrol
1. Berikut ini merupakan hal-hal yang terjadi saat ekspirasi berlangsung,
kecuali ...
A. Rongga dada mengecil
B. Tekanan udara dalam paru-paru tinggi
C. Diafragma mendatar
D. Diafragma melengkung ke atas
E. Volume udara daalm paru-paru berkurang

2. Makan sambil berbicara dapat menyebabkan tersedak, karena ...


A. Ada makanan yang menyumbat rongga mulut
B. Ada udara yang tertangkap di saluran pencernaan
C. Ada makanan yang menyumbat saluran pencernaaa
D. Ada makanan yang masuk ke saluran pernapasan
E. Ada makanan yang masuk ke rongga hidung

3. Bagian dari sistem respirasi yang mengalami gangguan pada penderita


tonsilitis adalah ...
A. Alveoulus
B. Laring
C. Faring

82
D. Amandel
E. Trakea

4. Pengangkutan oksigen untuk kebutuhan tubuh dilakukan oleh darah dan


melibatkan hemoglobin yang berada dalam ...
A. Serum
B. Leukosit
C. Eritrosit
D. Trombosit
E. Limfosit

5. Emfisema merupakan gangguan pernapasan yang mengakibatkan


berkurangnya daerah pertukaran. Gangguan ini timbul karena ada kerusaan
berupa robekan pada ....
A. Rongga laring
B. Bronkus
C. Faring
D. Dinding alveolus
E. Membran mukosa

6. Organ sistem respirasi yang melindungi agar makanan yang kita makan tidak
masuk ke saluran pernapasan yaitu ....
A. Trakea
B. Esofagus
C. Laring
D. Epiglotis
E. Faring
7. Perhatikan faktor berikut!
1) Umur
2) Suhu tubuh
3) Jenis kelamin

83
4) Tinggu badan
Faktor yang mempengaruhi frekuensi pernapasan manusia ditunjukkan
nomor ...
A. 2, 3, dan 4
B. 1 dan 2
C. 2 dan 3
D. 1 dan 3
E. 1, 2, dan 3

8. Zat pigmen respirasi yang berperan mengikat oksigen dalam darah adalah ...
A. Oksihemoglobin
B. Hematin
C. Arginin
D. Hemoglobin
E. Ornitin

9. Organel sel tempat berlangsungnya pernapasan seluler yaitu ...


A. Badan golgi
B. Mitokondria
C. Ribosom
D. Sitoplasma
E. Retikulum endoplasma

10. Alat pernapasan manusia terdiri dari ...


A. Hidung, laring, esofagus dan paru-paru
B. Hidung, faring, laring, trakea, dan paru-paru
C. Hidung, laring, esofagus, trakea, dan paru-paru
D. Hidung, faring, trakea, dan paru-paru
E. Hidung, faring, laring, dan paru-paru

84
11. Selaput selubung yang mempunyai fungsi melindungi paru-paru disebut ...
A. Bronkiolus
B. Alveolus
C. Bronkus
D. Lobus
E. Pleura

12. Sekat berotot berbentuk kubah yang membagi rongga badan menjadi dua
bagian dinamakan ...
A. Rongga dada
B. Trakea
C. Rangka
D. Faring
E. Diafragma

13. Silia yang terdapat trakea mempunyai untuk ...


A. Memperkuat dinding trakea
B. Menghangatkan udara
C. Mengeluarkan lendir
D. Menangkap kotoran yang masuk
E. Mengalirkan lendir ke laring

14. Paru-paru pada burung mengalami perluasan sebagai alat bantu pernapasan
yang dinamakan ...
A. Bifurcatio
B. Kantong udara
C. Trakeolus
D. Parabronki
E. Spirakel

85
15. Kadar asam laktat dalam otot mengalami peningatan pada saat kekurangan ...
A. Uap air
B. Karbondioksida
C. Energi
D. Oksigen
E. Glukosa

86

Anda mungkin juga menyukai