BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Inovasi tidak datang begitu saja. Ada suatu proses sebelum terlahir inovasi. Secara
pasti inovasi terlahir untuk memecahkan suatu masalah atau mencari solusi. Solusi timbul
dari analisis permasalahan dengan proses yang bertahap.
Salah satu jalan pencarian inovasi adalah dengan design thinking. Design Thinking
bisa diartikan sebagai pendekatan pemecahan masalah dengan metode desain agar kemudian
keluar output berupa solusi. Design Thinking bisa jadi salah satu jalan untuk pemecahan
masalah yang rumit.
Proses dalan design thinking melalui beberapa tahap yaitu tahap empati,define
(penetuan masalah),ideate,prototype,test. Fokus dalam masalah adalah penjelasan tentang
tahap Empati dan Define. Penjelasan dalam makalah disusun secara sistematis dari Bab I
pendahuluan kemudian dibahas dalam Bab II pembahasan dan ditutup dengan bab III
penutup.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu design thinking dan digunakan untuk apa design thinking tersebut?
2. Apa saja proses dalam metode design thinking?
3. Bagaimana sesi emphatize ( empati) dalam proses design thinking berlangsung?
4. Bagaimana sesi define (menentukan) dari proses design thinking berlangsung?
2.3 Tujuan
1. Pemberian pemahaman secara akademis tentang design thinking.
2. Penjelasan proses dalam metode design thinking.
3. Penjelasan sesi empati dalam proses design thinking.
4. Penjelasan sesi define dari proses design thinking.
2.4 Manfaat
1. Penambahan pemahaman secara akademis tentang design thinking.
2. Penambahan pengetahuan tentang proses dalam metode design thinking.
3. Penambahan pengetahuan tentang sesi empati dalam proses design thinking.
4. Penambahan pengetahuan tentang sesi define dari proses design thinking.
BAB II
Pembahasan
2.1 Design Thinking
Designthinkingadalah metodologi desain yang memberikan solusi berbasis pendekatan untuk
pemecahan masalah. Metodeini sangat berguna dalam mengatasi masalah kompleks yang tidak jelas
dan sulit diatasi. Dengan memahami kebutuhan manusia yang terlibat dalam proses emphatize
( empati), membingkai ulang masalah dengan cara yang manusiawi melalui tahap define (menentukan
masalah), dengan menciptakan banyak gagasan dalam sesi brainstorming (Pembentukan ide), dan
dengan mengadopsi pendekatan langsung dalam prototypingdan testing(Uji coba).
2.2 Proses Design Thinking
Proses design thinking bersifat iteratif, fleksibel dan terfokus pada kolaborasi antara
perancang dan pengguna dari solusi yang akan dibuat dengan berfokus pada
mendistribusikan gagasan ke kehidupan nyata berdasarkan pada bagaimana pengguna
sebenarnya berpikir, merasakan dan [Link]-tahap dalam proses design thinking
adalah :
a) Empathizing (Empati): Memahami kebutuhan manusia yang terlibat.
b) Define (menentukan): Merangkai ulang dan mendefinisikan masalah dengan cara yang
manusiawi.
c) Ideating : Menciptakan banyak ide yang akan menciptakan solusi.
d) Prototyping : Mengadopsi pendekatan langsung.
e) Test (Uji Coba) : Mengembangkan prototipe / solusi untuk masalah ini.
2.3 Emphatize (Empati)
Proses empati berguna untuk mendapatkan pemahaman empatik tentang
masalah yang ingin diselesaikan. Tahapan Ini melibatkan keahlian khusus untuk
mengetahui lebih banyak tentang hal-hal yang menjadi perhatian dengan observing
(pengamatan), engaging (melibatkan diri) and empathizing (merasakan langsung)
dengan orang-orang untuk memahami kondisi mereka, serta membaur dalam
lingkungan fisik untuk mendapatkan pemahaman pribadi yang lebih dalam tentang
masalah yangdihadapi.
Empati memungkinkan pemikir desain untuk mengesampingkan pendapat
pribadinya tentang dunia demi mendapatkan wawasan tentang pengguna dan
kebutuhan mereka.
Sebagian besar informasi dikumpulkan pada tahap ini untuk digunakan pada
tahap berikutnya, yakni tahap define dan untuk mengembangkan pemahaman
terbaik tentang pengguna, kebutuhan mereka, dan masalah yang mendasari
pengembangan produk tersebut.
Untuk melakukan proses emphatize (empati) terdapat tiga langkah, antara
lain :
Observing (pengamatan)
Mengamati kebutuhan serta permasalahan yang dihadapi oleh
userberdasarkan perilaku, cara berinteraksi, serta lingkungan yang
mereka tempati.
Enganging ( Melibatkan diri)
Berinteraksi atau bahkan terlibat dalam kehidupan user akan
membantu kita dalam mengungkapkan hal-hal yang tidak bisa kita
amati dari luar. Seperti pola pikir mereka, nilai-nilai yang dianut, dan
pandangan-pandangan mereka.
Emphatizing (Merasakan langsung)
Setelah mengamati dan melibatkan diri dengan user, penting juga
untuk merasakan langsung mengalaman user. Merasakan situasi
yang dihadapi user secara langsung akan memberikan kita gambaran
lebih dalam permasalahan di dalamnya
2.4 Define (Menentukan)
Tapahan ini adalah tahapan selanjutnya dari tahapan emphatize (empati),
yaiu tahap untuk mengumpulkan informasi yang telah Anda buat dan kumpulkan
selama tahap empathize. Anda akan menganalisis pengamatan yang telah dilakukan
dan mensintesisnya untuk menentukan masalah inti yang telah diidentifikasi. Ada
baiknya merumuskan masalah tersebut dalam pertanyaan-pertanyaan yang
berfokus pada sisi manusianya.
Tahap define akan membantu para perancang dalam mengumpulkan
gagasan hebat untuk menetapkan fitur, fungsi, dan elemen lain yang memungkinkan
mereka memecahkan masalah atausetidaknya memungkinkan pengguna
menyelesaikan masalah dengan tingkat kesulitan minimal.
BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Inovasi tidak datang secara instan tetapi lahir dari suatu proses bertahap. Inovasi
sudah mesti bermanfaat dalam memberi solusi dari permasalahan masyarakat. Inovasi
haruslah punya value untuk memecahkan solusi di masyarakat.
Inovasi dapat ditemukan dengan beberapa metode. Salah satu metode ialah dengan
design thinking yang merupakan pedekatan desain pemecahan masalah. Ada beberapa
tahapan dalam design thinking yaitu empati,define,ideate,prototype dan test.
Penjelasan makalah terfokus pada tahapan empati dan [Link] Empati adalah
pemahaman empatik tentang permasalahan yang ingin dicari solusi. Empati lebih pada
tahapan kepekaan dalam memahami masalah. Selanjtnya ada tahapan define yang merupakan
tahapan merumuskan dan menentukan masalah yang dicari solusinya.
3.2 Saran
Pembelajaran terkait design thinking sangat membantu dalam penemuan suatu inovasi
dalam pemecahan suatu masalah. Penjelasan dan pembelajaran tentang design thinking sangat
diperlukan dan oleh sebab itu penulis menyarankan agar pembelajaran tentang design
thinking lebih diperbanyak dalam suasana akademis.
DAFTAR PUSTAKA
1. Dam, Rikke dan Teo Siang. “5 Stages in the Design Thinking Process.”
[Link]
thinking-process ( diakses pada 08 Oktober 2017)
2. Vuksan, Vesna. “Webinar: Design Thinking with Rolf Hapel and more!”.
[Link] (diakses pada 08
Oktober 2017)