0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
376 tayangan4 halaman

Replik Penggugat dalam Perkara Cerai

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
376 tayangan4 halaman

Replik Penggugat dalam Perkara Cerai

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KANTOR HUKUM

MAFTUH SH. MH., & PARTNERS


Alamat : [Link] No.059 Lk 2 RT 009 RW 001 Bandar Jaya Barat Kec Terbanggi Besar Kab Lamteng
Phone : 0858-1160-6167, 0821-2599-4799, 0819-051-666-11
Email : [Link]@[Link]

REPLİK

Perkara NO.1763/Pdt.G/2019/[Link]

Rizka Amelia Damayanti binti Ahmad


Melawan
Raka Aprilia Eka Putra bin Rabbani

Hal : Replik Tempat, 05 Januari 2016


tanggal
Kepada Yth:
Kepada: Ketua Majelis c.q. Majelis
Hakim di Pengadilan Agama
Gunung Sugih

Assalamualaikum Wr. Wb

Bahwa kami yang bertanda tangan di bawah İni selaku Kuasa Hukum Penggugat, dalam
hal ini akan mengajukan replik dengan menyampaikan hal-hal sbb:

1 Bahwa pada pokoknya Penggugat tetap pada gugatan Penggugat semula, dan
menolak dalil-dalil Tergugat terkecuali yang secara tegas-tegas diakui
kebenarannya;

2 Bahwa pada prinsipnya Tergugat tidak membenarkan serta menolak sebagian


gugatan Penggugat, dan hal tersebut Penggugat anggap sebagai hal yang wajar
dikarenakan ketidakinginan Tergugat untuk dicerai gugatkan oleh Penggugat,
namun Penggugat menyayangkan dalam hal jawaban yang diajukan oleh
Tergugat perihal bantahannya, Penggugat menganggap bahwa bantahan atau
jawaban tersebut tidak real sebagaimana jawaban yang seharusnya terjawab,
seolah-olah jawaban Tergugat tersebut tidak mendasar daripada gugatan
Penggugat dan seakan terlalu bertele-tele untuk dipahami. Dengan kata lain,
Penggugat menganggap bahwa Tergugat sudah memutarbalikkan fakta yang
selama ini Penggugat alami. Mana mungkin seorang istri yang telah dinikahi
secara resmi oleh seorang suami menggugat cerai suaminya tanpa alasan yang
jelas, pastilah gugatan Penggugat memiliki alasan mengapa sampai Penggugat
melayangkan gugatan cerai terhadap Tergugat dikarenakan adanya pertengkaran
terus-menerus yang terjadi di antara rumah tangga Penggugat dan Tergugat.
Selama berumah tangga dengan Tergugat, Penggugat sering kali memaafkan
serta bersabar akan sikap serta tingkah laku Tergugat yang kurang baik. Jikalau
Tergugat tidak pernah merasa, yakin oleh Tergugat baik-baik saja itu sangat
tidak rasional dan sangat permasalahannya masing-masing, namun mungkin
permasalahan itu tidak sampai terjadi konflik serta dapat diselesaikan secara
baik-baik. Namun sebaliknya, jika salah satu pasangan sampai melayangkan
gugatan cerai yang terjadi, Tergugat boleh saja berdalih, Tergugat boleh saja
merasa benar. Oleh karenanya di Pengadilan Agama Gunung Sugih inilah
Penggugat melalui kuasa hukumnya akan menguji kebenarannya serta memohon
kepada Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Agama Gunung Sugih untuk
memberikan keadilan serta putusannya terkait cerai gugat yang dilayangkan oleh
Penggugat, yang pada intinya Penggugat sudah tidak mau serta sudah lelah
untuk hidup bersama lagi dengan Tergugat. Jika pun hubungan suami istri yang
sudah tidak sakinah, mawaddah wa rahmah tetap dipaksakan kebersamaannya,
tentunya bukan merupakan hal yang baik, serta tidak akan tercapai rumah tangga
yang harmonis, saling mengasihi, melengkapi serta menyayangi. Karena
menurut Penggugat tidak ada lagi rasa kebersamaan, kebahagiaan dalam
membina rumah tangga dengan Tergugat dan lebih baik berpisah secara
baikbaik. Sehingga dengan demikian sudah sepantasnyalah apabila gugatan
Penggugat haruslah dikabulkan seluruhnya;

3 Bahwa telah dilakukan perdamaian antara Penggugat dan Tergugat, namun tidak
menemukan titik perdamaian antara Penggugat dan Tergugat;

4 Bahwa Penggugat telah berusaha sadar terhadap posisinya sebagai seorang istri
dan memahami posisi Tergugat sebagai seorang suami, namun selama ini
Tergugat tidak juga dapat memahami akan sikap Penggugat. Penggugat sudah
sering sekali memberikan arahan serta kesempatan agar Tergugat dapat
memahami apa yang selama ini Penggugat inginkan, namun Tergugat selalu
melewarkan bahwa mengabaikannya;

5 Bahwa Penggugat sudah memberikan yang terbaik kepada Tergugat, pengertian


maupun kesetiaan, namun Tergugatlah yang tidak dapat mengimbangi
pengorbanan Penggugat. Tergugat sering meninggalkan tanggung jawabnya
sebagai seorang suami untuk memberikan nafkah lahir kepada Penggugat,
Tergugat hanya mengutamakan keinginannya saja namun tidak memberikan
kewajibannya sebagaimana mestinya;

6 Bahwa Penggugat menolak pernyataan bahwa sebenarnya Tergugat ingin


menjadi suami yang baik serta bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan
keluarga serta mempertahankan keutuhan keharmonisan rumah tangganya,
dikarenakan kenyataan yang sebenarnya bukan sebegitunya, melainkan Tergugat
telah lalai serta labil dalam membina serta membimbing agar menjadi rumah
tangga yang sakinah, mawaddah warahmah. Dengan kata lain, Tergugat saat ini
telah gagal untuk menjadi seorang suami yang baik bagi Penggugat;

7 Bahwa sebenarnya Tergugat tidak menunjukkan dan tidak berniat untuk menjadi
yang terbaik dalam keluarga sebagai seorang suami serta Tergugat tidak
menunjukkan untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga
Penggugat. Tergugat pernah melakukan kekerasan fisik kepada Penggugat tanpa
merasa bersalah sedikitpun;
8 Bahwa Penggugat tetap pada pendiriannya yaitu ingin bercerai dengan Tergugat
karena sudah tidak ada kecocokan lagi dengan Tergugat;

9 Bahwa Penggugat telah berusaha serta memahami terhadap posisinya dan


memahami posisi Tergugat sebagai seorang suami, namun Tergugat selalu tidak
terbuka serta sering sekali melalaikan tanggung jawabnya dengan memberikan
nafkah seadanya yang dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Penggugat
serta anak-anak Penggugat dan Tergugat;
10 Bahwa tekad dan keputusan Penggugat sudah bulat untuk tetap ingin bercerai
dengan Tergugat;

11 Bahwa terhadap perilaku Tergugat tersebut, maka rumah tangga Penggugat dan
Tergugat tidak mungkin lagi dipertahankan, oleh karenanya Penggugat telah
berketapan hati untuk menggugat cerai terhadap Tergugat di Pengadilan Agama
Gunung Sugih Kelas Ib;

12 Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, gugatan Penggugat untuk


mengajukan gugatan perceraian terhadap Tergugat atas dasar pertengkaran yang
terjadi terus-menerus dan tidak mungkin hidup rukun dalam suatu ikatan
perkawinan, serta telah memenuhi unsur Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah
No. 9 Tahun 1975 Jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, sehingga
berdasarkan hukum untuk menyatakan gugatan cerai ini dikabulkan;

Berdasarkan alasan-alasan tersebut di ataş, maka mohon dengan hormat kiranya Ketua
Pengadilan Agama Majelis Hakim yang mengadili perkara ini berkenan menjatuhkan
putusan sebagai berikut:

Primair:
1 Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
2 Menolak dalil-dalil Tergugat untuk seluruhnya;
3 Menjatuhkan talak satu bain sughro Tergugat atas Penggugat;
4 Membebankan biaya perkara kepada Penggugat;

Subsidair:
Apabila Pengadilan Agama Gunung Sugih Cq Majelis hakim berpendapat lain, mohon
putusan yang seadil-adilnya.
Atas perhatian dan kebijaksanaannya kami mengucapkan terima kasih
Wassalamualaikum Wr. Wb

Kuasa Hukum Penggugat


(Najihah Syawaludin Maftuh, S.H., M.H.)

Anda mungkin juga menyukai