0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan8 halaman

Analisis Daya Dukung Bored Pile Hotel Kulon Progo

Diunggah oleh

Ukhuwewe Wewe
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan8 halaman

Analisis Daya Dukung Bored Pile Hotel Kulon Progo

Diunggah oleh

Ukhuwewe Wewe
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal RENOVASI p-ISSN : 2443-3187

e-ISSN : 2961-9599
Rekayasa dan Inovasi Teknik Sipil Vol. 8, No.1 (April 2023)

ANALISIS DAYA DUKUNG TIANG KELOMPOK PONDASI BORED PILE


DENGAN METODE ANALITIS DAN NUMERIS
(STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL DI KULON PROGO)

Angga Darmawan1*, Samsul Arifin1, , Zainul Faizien Haza1, Widarto Sutrisno1

1
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
*coressponding author : anggadarmawan93@[Link]

Abstrak
Pondasi adalah salah satu bagian dari struktur yang cukup penting, dimana
pondasi merupakan struktur paling bawah dari bangunan yang memikul beban
dari bangunan itu sendiri. Terdapat beberapa jenis pondasi dan salah satunya
pondasi tiang bored pile yang mana merupakan pondasi dengan prinsip kerja
pengeboran. Pondasi ini banyak digunakan untuk bangunan-bangunan tinggi
karena sangat efisien digunakan apalagi pada lokasi padat penduduk. Penelitian
ini menggunakan data yang diperoleh dari hasil observasi lapangan dan
dilengkapi oleh data proyek yang didapat dari proyek pembangunan gedung
Hotel Novotel dan Ibis Hotel Kulon Progo. Penelitian ini membahas tentang nilai
kapasitas daya dukung kelompok pondasi bored pile dan penurunannya dengan
menggunakan data N-SPT. Penelitian ini menggunakan metode analisis Reese &
Wright dan metode elemen hingga dengan menggunakan program Plaxis. Hasil
analisis menujukkan bahwa nilai daya dukung ultimate (Qu) pada titik pondasi
dengan kode BP 121 dengan menggunakan metode Reese & Wright didapat nilai
sebesar 478,902 ton. Hasil perhitungan dari nilai Qu dengan menggunakan
metode Plaxis didapat nilai sebesar 353,85 ton sebelum konsolidasi dan 536,76
Received : 21 Februari 2023 ton setelah konsolidasi. Hasil penurunan pondasi dari perhitungan konvensional
Available online : 6 April 2023 adalah sebesar 19,83 mm. Dan hasil penurunan menggunakan program Plaxis
didapat nilai penurunan sebesar 0,262 mm.

Kata kunci : pondasi tiang, analisa pondasi, daya dukung pondasi, plaxis 2D
This is an open access article under the CC-BY license

1. PENDAHULUAN mulai melakukan pembangunan infrastruktur besar-


besaran. Pembangunan yang terjadi di Indonesia
Pada saat ini perkembangan teknologi dan ekonomi meliputi berbagai sektor mulai dari pembangunan
menopang perkembangan pembangunan. Tidak gedung, sarana dan prasarana transportasi,
dapat dipungkiri, pembangunan infrastruktur darinase, area pemukiman, pusat perbelanjaan, dan
sedang gencar dilakukan khususnya pada negara- sarana-sarana lainnya.
negara berkembang. Sesuai dengan program
pemerintah dalam taraf memajukan pembangunan Seiring berkembangnya pembangunan dan
dan perekonomian negara, Indonesia yang perekonomian diIndonesia yang semakin meningkat,
merupakan salah satu dari negara berkembang

39
Darmawan et. al / RENOVASI Vol. 8, No. 1 (April 2023)

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu aksial dengan menggunakan metode elemen hingga
provinsi dengan perkembangan pembangunan program Plaxis.
infrasturkur yang cukup tinggi guna meningkatkan
perekonomian daerah. Dalam mendukung hal 2. METODE PENELITIAN
tersebut pembangunan terus meningkat dan salah
satunya adalah pembangunan Hotel di Kulon Progo. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis daya
dukung tiang kelompok pondasi bored pile yang
Suatu struktur bangunan terdiri dari dua struktur dilakukan pada pembangunan gedung hotel di
yaitu struktur atas dan struktur bawah. Struktur atas Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa
adalah struktur yang berada di atas permukaan Yogyakarta.
tanah sedangkan struktur bawah adalah struktur
yang berada pada bagian bawah gedung. Hal utama Data umum Bearing Capasity dapat dilihat dari Tabel
yang dilakukan dalam kegiatan pembangunan 1:
struktur di lapangan adalah pekerjaan struktur
bawah yaitu pondasi. Struktur bangunan Tabel 1. Bearing Capacity
membutuhkan pondasi yang kuat dan kokoh sebagai PDA CAPWAP

pendukung konstruksi di atasnya.


Daya Gaya
No Daya Gaya
Dukung Ujung
Secara umum pondasi yang merupakan struktur Tiang Dukung
Bearing
Gesek
End Displacement
Pile No Bearing Friction
bagian bawah dibagi menjadi dua bagian yaitu Capacity
Capacity
(Rs)
Bearing [mm]
(Ru) (Rb)
pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pondasi [Ton]
[Ton]
[Ton]
[Ton]
dangkal merupakan pondasi yang mendukung beban
secara langsung dan pondasi dalam merupakan BP121 647 708.5 579.7 128.9 21.5
pondasi yang meneruskan beban bangunan ke tanah BP214 325 390.0 296.2 93.8 11.3
keras atau besar yang berada relatif jauh di bawah
permukaan tanah. Data teknis tiang bored pile BP 121 terletak pada
jenis tanah berpasir (non kohesif) dimana kedalaman
Dari tinjauan diatas maka penulis mencoba untuk lubangnya yaitu 18 m dengan panjang oversite 70
mempelajari analisa daya dukung pondasi bored pile cm. Bored pile BP 121 memiliki diameter 80 cm
dengan menggunakan metode Reese & Wright. dengan struktur beton bertulang menggunakan
tulangan D16 berjumlah 12 buah dengan tulangan
Beberapa penelitian terdahulu menelii tentang spiral D10 berjarak 15 cm berselimut beton setebal
analisa daya dukung pondasi bored pile. Waruwu & 7,5 cm dengan mutu beton f’c 25 Mpa.
Hamzah [1] melakukan penelitian berdasarkan data
sondir proyek pembangunan Pasar Baru Dalam perhitungan analisis penelitian ini
Penyambung Kabupaten Madina. Penelitian menggunakan beberapa persamaan :
tersebut bertujuan untuk mengetahui perbandingan
dari hasil perhitungan daya dukung tiang pondasi 2.1 Kapasitas Daya Dukung Pondasi Bored Pile
bored pile dengan menggunakan metode Aoki dan
De Alencer dengan metode Phillipponat. Wati & Menurut metode Reese & Wright, perhitungan
Nurul [2] melakukan penelitian daya dukung pondasi kapasitas daya dukung pondasi bored pile adalah
dengan menggunakan metode Meyerhoff. Penelitian sebagai berikut :
tersebut bertujuan mengetahui hasil perhitungan
pondasi bored pile dan penurunannya dengan 1. Kapasitas Daya Dukung Pondasi Tiang Dari Hasil
menggunakan metode Meyerhoff dan metode SPT
elemen hingga Plaxis. Iskandar dkk. [3] melakukan
analisa perhitungan daya dukung aksial bored pile Perhitungan daya dukung pondasi dilakukan
dengan menggunakan program plaxis versi 8,6 pada berdasarkan data SPT dengan menggunakan metode
titik lubang bor 61. Penelitian ini bertujuan untuk Reese and Wright (1977) adlah sebagai berikut :
mengetahui hasil perhitungan daya dukung pondasi

40
Darmawan et. al / RENOVASI Vol. 8, No. 1 (April 2023)

a. Daya dukung ujung pondasi bored pile (end Dimana :


bearing) K= kh . d = kl/1,5 = Modulus tanah.
kl : Modulus reaksi subgrade dari Terzaghi.
Qp = qp x Ap E : Modulus elastisitas tiang.
(1)
I : Momen inersia tiang (cm4).
Dimana : d : Lebar atau diameter tiang (cm).
Qp : Daya dukung ultimate ujung tiang (Ton) Dengan modulus tanah : k = nhz
qp : Tahanan ujung per satuan luas (Ton/m2) Dan modulus reaksi sub grade horizontal : kh = nh
Ap : Luas penampang pondasi tiang bor (m2) (z/d)

q p = 9 x Cu Mmax = 2/3 Hu x L
(2) (6)
Dimana : Hu = 1,5 d x γ x L2 x Kp
Untuk tanah kohesif (7)
Cu : Kohesi tanah (Ton/m2). Dimana :
Hu : Daya dukung lateral (kN)
Untuk tanah non kohesif : Kp : Koefisien tekanan tanah pasif
2 1
untuk N < 60 maka qp = 3 𝑥 0,30482 xNSPTx𝐴𝑝 (Ton/m2) Mmax : Momen maksimum (kNm)
40
My : momen leleh (kN-m)
untuk N > 60 maka qp = 0,30482
x𝐴𝑝 (Ton/m2) L : panjang tiang (m)
d : diameter tiang (m)
b. Daya dukung selimut bored pile (skin friction) f : jarak momen maksimum dari permukaan
tanah (m)
Qs = fs x L x P γ : berat isi tanah (kN/m3)
(3)
e : jarak beban dari permukaan tanah (m)
Dimana :
Qs : Daya dukung ultimate selimut tiang (ton) Hu =
𝑀𝑦
𝑑 1 (8)
fs : Gesekan selimut tiang per satuan luas (α x Cu) e+3 + 𝐹
2 2
(Ton/m2) Dimana :
L : Tebal lapisan tanah yang bergesekan (m) Hu : beban lateral (kN)
P : Keliling penampang tiang (m) Kp : koefisien tekanan tanah pasif = tan2(450+ϕ/2)
My : momen ultimate (kNm)
Untuk tanah kohesif : d : diameter tiang (m)
f : jarak momen maksimum dari permukaan
fs = α x Cu tanah (m)
(4)
γ : berat isi tanah (kN/m3)
Dimana : e : jarak beban lateral permukaan tanah (m) = 0
α : Faktor adhesi. Berdasarkan penelitian Reese
and Wright (1977) α = 0,55 3. Kapasitas Daya Dukung Aksial Kelompok Pondasi
Cu : Kohesi tanah (Ton/m2) Bored Pile
Qg = Eg x n x Qa
Untuk tanah non kohesif: (9)
Dimana : Dimana :
N < 53 maka fs = 0,32 N-SPT (Ton/m2) Qg : Beban maksimum kelompok tiang yang
mengakibatkan keruntuhan (kg)
2. Kapasitas Daya Dukung Lateral Eg : Efisiensi kelompok tiang (%)
n : Jumlah tiang dalam kelompok
Dalam metode perhitungan Broms ini, digunakan Qa : Beban maksimum tiang tunggal (kg)
persamaan berikut :
5 𝐸𝐼
R= √ (5)
𝑛ℎ

41
Darmawan et. al / RENOVASI Vol. 8, No. 1 (April 2023)

Metode Converse-Labarre Se(3) : Penurunan tiang yang disebabkan oleh beban


Efisiensi kelompok tiang (Eg) diperoleh dari di sepanjang batang tiang
persamaan :
(𝑄𝑤𝑝 + 𝜉𝑄𝑤𝑠 )𝐿
Se(1) =
Eg = 1 − 𝜃
(𝑛−1)𝑚+(𝑚−1)𝑛 𝐴𝑝 𝑥 𝐸𝑝 (12)
90.𝑚.𝑛 (10)

Dimana : 𝑄𝑤𝑝 𝑥 𝐶𝑝
Se(2) =
Eg : Efisiensi kelompok tiang 𝑑 𝑥 𝑞𝑝 (13)
M : Jumlah baris tiang
N : Jumlah tiang dalam satu baris
𝑄𝑤𝑝 𝑥 𝐶𝑠
θ : Arc tg D/S, dalam derajat Se(3) = 𝐿 𝑥 𝑞𝑝 (14)
s : Jarak pusat ke pusat antara tiang (m)
d : Diameter tiang (m) Dimana :
Qwp : Daya dukung yang bekerja pada ujung tiang
2.2 Analisa Pondasi Bored Pile Menggunakan dikurangi daya dukung friction (kN)
Bantuan Program Plaxis Qws : Daya dukung friction (kN)
Ap : Luas penampang tiang (m2)
Program plaxis ini melakukan perhitungan
L : Panjang tiang
berdasarkan metode elemen hingga yang digunakan
Ep : Modulus elastisitas dari bahan tiang (kN/m2)
secara khusus untuk melakukan analisis deformasi
ξ : Koefisien dari skin friction
dan stabilitas untuk berbagai aplikasi dalam bidang
d : Diameter tiang (m)
geoteknik. Kondisi sesungguhnya dapat dimodelkan
qp : Daya dukung Ultimate (kN)
dalam rengangan bidang maupun secara
Cp : Koefisien empiris
axisymetris. Program ini menerapkan metode
Cs : Konstanta empiris
antarmuka grafis yang mudah untuk digunakan 4.1.

sehingga pengguna dapat dengan cepat membuat


model geometri dan jaring elemen berdasarkan Mulai
penampang melintang dari kondisi yang dianalisis.
Program ini terdiri dari empat buah sub-program
Studi Pustaka
yakni masukan, perhitungan, keluaran, dan kurva.

Metode elemen hingga pada sebuah rekayasa Pengumpulan Data


geoteknik memiliki sedikit perbedaan dengan
metode elemen hingga pada rekayasa struktur,
Analisa Data :
karena dalam rekayasa geoteknik terjadi interaksi 1. Analisa Daya Dukung Ultimate Bored Pile
elemen yang memiliki kekuatan yang cukup Berdasarkan Data
berbeda. Seperti halnya pondasi dan juga tanah, 2. Menghitung Kapasitas Daya Dukung Kelompok
Pondasi Bored Pile
dalam menganalisis pondasi dengan metode elemen 3. Perhitungan Menggunakan Bantuan Program
hingga terdapat perbedaan kekakuan antara dua Software Plaxis
4. Menghitung Penurunan Elastisitas yang Terjadi
elemen, yaitu elemen tanah dan elemen struktur
atau pondasi itu sendiri.

2.3 Penurunan Yang Terjadi Hasil dan Pembahasan

S = Se(1) + Se(2) + Se(3


(11) Kesimpulan dan Saran

Dimana :
S : Penurunan total
Se(1) : Penurunan elastis dari tiang Selesai

Se(2) : Penurunan tiang yang disebabkan oleh


beban diujung tiang
Gambar 1. Bagan alir penelitian
42
Darmawan et. al / RENOVASI Vol. 8, No. 1 (April 2023)

Langkah – langkah yang dilakukan dalam penelitian = 1,122 t/m2


ini dapat dilihat pada bagan alir penelitian pada Qs = fs x L x p
Gambar 1. = 1.122 x 2,5 x 2,512
= 7,046 ton
3. HASIL DAN PEMBAHASAN Qu = Qp + Qs
= 9,212 + 7,046
3.1 Kapasitas Daya Dukung Pondasi Bored Pile = 16,258 ton
1. Kapasitas Daya Dukung Pondasi Tiang Dari Hasil Untuk daya dukung selimut tanah non kohesif pada
SPT kedalaman 14 m nilai fs dapat diketahui dengan
Data bored pile menggunakan grafik Reese & Wright untuk 53 < N <
Diameter bored pile (d) = 80 cm 100.
Keliling bored pile (p) =πxd Untuk N<53 maka digunakan :
= 3,14 x 80 fs = 0,32N
= 251,2cm = 2,512m = 0,32 x 47
Luas bored pile
1
= 4 . 𝜋. 𝑑2 = 15,04 t/m2
1 Qs = fs x L x p
= 4 × 3,14 × 802 = 15,04 x 4 x 2,512
= 5.024 cm2 = 151,122 ton
= 0,502 m2 Qu = Qp + Qs
a. Daya dukung ujung pondasi bored pile (end = 169,309 + 151,122
bearing) = 320,431 ton
Untuk lapisan tanah kedalaman 4 m :
Qp = qp x Ap Tabel 2. Perhitungan kapasitas daya dukung bored
qp = 9 x Cu pile pada titik BP 121
2 End
Cu = 3 × 𝑁 − 𝑆𝑃𝑇 × 10 Depth Soil
N
Cu Skin Fraction (ton)
Bearing
Q ult
(m) Description (ton/m2) (ton)
2 Local Cummulative (ton)
= × 3 × 10
3 0 Lanau 0 0 0 0 0 0

= 20 kN/m2 = 2,039 t/m2 2 Lempung 3 2,039 7,046 7,046 9,212 16,258

qp = 9 x Cu 4
Lempung
Organik
3 2,039 7,046 14,092 9,212 23,304
= 9 x 2,039 6
Lempung
2 1,359 4,697 18,789 6,139 24,928
Organik
= 18,351 t/m2 8
Lempung
1 0,679 5,637 24,426 3,068 27,494
1 Berpasir
Ap = . 𝜋. 𝑑2 10
Lempung
1 0,679 5,637 30,063 3,068 33,131
4 Berpasir
1 2 Lempung
= × 3,14 × 0, 8 12
Berpasir
3 2,039 16,911 46,974 9,212 56,186
4
= 0,502 m2 14 Pasir 47 0 151,122 198,096 169,309 367,405

16 Pasir 29 0 93,245 291,341 104,467 395,808


Qp = qp x Ap
18 Pasir 36 0 57,877 349,218 129,684 478,902
= 18,351 t/m2 x 0,502 m2
= 9,212 ton
Untuk lapisan tanah kedalaman 14 m ; N-SPT = 47. 2. Kapasitas Daya Dukung Lateral
Karena N-SPT ≤ 60, maka digunakan persamaan Daya dukung lateral (BP 121 kedalaman 18 m dengan
berikut : diameter 80 cm)
2 1 Jenis tanah = Granular
Qp = × 2 × 47 × 0,502
3 0,3048 Berat isi tanah (γ) = 23 kN/m
= 169,309 ton Sudut Geser tanah (ϕ) = 48
Data tiang :
b. Daya dukung selimut bored pile (skin friction) Diameter bored pile (d) = 0,8 m
Untuk lapisan tanah kedalaman 4 m : Mutu beton (f’c) = 25 Mpa
Qs = fs x L x p Kuat lentur beban tiang (fb) = 101,972 kg/cm
Dari persamaan (3.5)
E = 4700 √f′c
fs = α x Cu
= 4700√25
α = 0,55
= 23.500 Mpa = 23.500.000 kN/m2
fs = 0,55 x 2,039 t/m2

43
Darmawan et. al / RENOVASI Vol. 8, No. 1 (April 2023)

1
I = × 𝜋 × 𝑑4
64
1
= 64 × 3,14 × 0,84
= 0,02 m4 = 2.009.600 cm4
𝐼
w = 𝑑/2
2.009.600
= 80/2
= 50.240 cm3
Momen maksimum tiang :
My = fb x w
= 101,972 x 50.240
= 5.123.073,28 [Link] Gambar 3. Sketsa konfigurasi kelompok tiang bored
= 502,4 kNm pile
Cek terhadap grafik
𝑦 𝑀 Metode Converse-Labarre
Tahanan momen lentur = 𝑑4 𝛾𝐾 (𝑛−1)𝑚+(𝑚−1)𝑛
𝑝 Eg = 1 − 𝜃 90.𝑚.𝑛
502,4
= 0,84 ×23×5,21
0,8 (2−1)1+(1−1)2
= 1 − (𝑎𝑟𝑐 𝑡𝑔 2,4) × 90×1×2
= 10,236
= 0,999 = 99,9 %
Qg = E g x n x Q a
= 0,999 x 2 x 647
= 1.281,06 ton

3.2 Analisis Pondasi Bored Pile Menggunakan


Bantuan Program Plaxis

Tabel 3. Data parameter tiang


Keterangan Nilai
Diameter Bored Pile (m) 0,8
Panjang (m) 18
Luas Penampang (A) (m2) 0,502
Modulus Elastisitas (E)
23500000
(kN/m2)
Berat Jenis (γ) (kN/m3) 25
Angka Passion (V) 0

Tabel 4. Data parameter tanah


Gambar 2. Grafik plot nilai tahanan lateral Pasir
Jenis Lempung Lempung Pasir
Lanau Lempung Mengandung
Lapisan Organik Berpasir Halus
Kerikil
Dari grafik diatas didapat nilai ultimate lateral γ'unsat
16 18,63 19,36 19,36 22,66 21,76
(kN/m3)
resistance sebesar 11, maka : γ'sat
19,769 19 20 20 23 22
𝐻 (kN/m3)
11 = 𝑢 3 Kx
𝐾𝑝 𝛾𝑑 (m/hari)
0,000505 0,000001 0,000001 0,000001 0,0055 0,505

Hu = 11 x 5,21 x 23 Ky
(m/hari)
0,000505 0,000001 0,000001 0,000001 0,0055 0,505

= 1.318,13 kN = 134,41 ton E (kN/m2) 10787,3 2941,99 2941,99 33832,9 15690,6 63743,2

μ 0,3 0,2 0,2 0,3 0,25 0,25


3. Kapasitas Daya Dukung Aksial Kelompok Pondasi 2
Cu (kN/m ) 1 20 16,7 11,1 1 1
Bored Pile
ϕ (°) 26 30 32 32 48 43

Struktur kelompok tiang bored pile pada BP121 Ψ (°) 0 0 0,2 0,2 1,8 1,3

dapat dibuat seketsa seperti pada gambar berikut


ini:

44
Darmawan et. al / RENOVASI Vol. 8, No. 1 (April 2023)

Ap = 0,502 m2
Ep = 23.500.000 kN/m2
L = 18,8 m
ξ = 0,67
d = 0,8 m
Cp = 0,09
𝐿
Cs = (0,93 + 0,16√𝐷) Cp

18,8
= (0,93 + 0,16√ 0,8 ) × 0,09
= 0,154
(𝑄𝑤𝑝 + 𝜉𝑄𝑤𝑠 )𝐿
Se(1) = 𝐴𝑝 𝑥 𝐸𝑝
(704,19+0,67×567,58)18,8
Gambar 4. Hasil kalkulasi dan nilai ΣMsf sebelum = 0,502×23.500.000
konsolidasi = 0,00173 m
𝑄𝑤𝑝 𝑥 𝐶𝑝
Se(2) =
𝑑 𝑥 𝑞𝑝
704,19×0,09
=
0,8×4.696,44
= 0,01687 m
𝑄𝑤𝑝 𝑥 𝐶𝑠
Se(3) = 𝐿 𝑥 𝑞𝑝
704,19×0,154
=
18,8×4.696,44
= 0,00123 m
Sehingga didapat nilai total penurunan elastik
dengan Persamaan berikut :
S = Se(1) + Se(2) + Se(3)
= 0,00173 + 0,01687 + 0,00123
= 0,01983 m
= 19,83 mm
Gambar 5. Hasil kalkulasi dan nilai ΣMsf sesudah Penurunan yang didapat dari hasil perhitungan
konsolidasi menggunakan Program Plaxis adalah sebesar 0,262
mm.
1. Nilai dari ΣMsf sebelum konsolidasi
Nilai ΣMsf sebelum konsolidasi adalah 2,359, maka :
Qu = ΣMsf x 150
= 2,359 x 150
= 353,85 ton
2. Nilai dari ΣMsf setelah konsolidasi
Nilai ΣMsf sesudah konsolidasi adalah 3,578, maka :
Qu = ΣMsf x 150
= 3,578 x 150
= 536,76 ton

3.3 Penurunan Yang Terjadi


Qwp = Daya dukung ujung – daya dukung selimut
= 1.271,77 – 567,58
= 704,19 kN
Qws = 567,58 kN
qp = 4.696,44 kN Gambar 6. Penurunan Tiang

45
Darmawan et. al / RENOVASI Vol. 8, No. 1 (April 2023)

3.4 Diskusi Uji PDA dan Metode Elemen Hingga (Studi Empiris
1. Perbandingan Kapasitas Daya Dukung Pondasi Proyek Pembangunan Jembatan Aranio Kabupaten
Hasil dari perhitungan daya dukung pondasi melalui Banjar), Universitas Islam Muhammad Arsyad Al
tiga metode diatas dapat disimpulkan bahwa dari Banjari, Banjarmasin.
ketiga metode tersebut terdapat perbedaan nilai
[2] Bashori, Eka Priadi, Abu Bakar, 2019, Kajian Efisiensi
daya dukung yang dapat dilihat pada Tabel 5. Group Pada Kelompok Tiang Dengan Konfigurasi
Empat – Empat, Universitas Tanjungpura, Pontianak.
Tabel 5. Perbandingan perhitungan daya dukung
tiang [3] Hardiyatmo H. C., 2015, Analisis Dan Perancangan
Analisis Hasil Qu (ton) Pondasi I, Edisi Ketiga, Gadjah Mada University
SPT 478,902 Press, Yogyakarta.
PDA 674
353,85 (Sebelum Konsolidasi) [4] Hardiyatmo H. C., 2015, Analisis Dan Perancangan
Plaxis Pondasi II, Edisi Ketiga, Gadjah Mada University
536,76 (Setelah Konsolidasi)
Press, Yogyakarta.
2. Perbandingan Penurunan Pada Pondasi
[5] Hardiyatmo H. C., 2018, Mekanika Tanah 2, Edisi
Sama halnya dengan perhitungan pada daya dukung Keenam, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
pondasi tiang, penurunan tiang juga memiliki
perbedaan dari setiap metode yang dapat dilihat [6] Irpan Ramadhan, 2019, Analisis Daya Dukung
pada Tabel 6. Pondasi Bored Pile BH 48 Dengan Program Software
Plaxis (Studi Kasus Jalan Layang Kereta Api Medan –
Tabel 6. Perbandingan penurunan pondasi Kualanamu KM 3+300), Universitas Sumatera Utara,
Analisis Penurunan (mm) Medan.
SPT 19,83
[7] Nurmaidah, 2017, Studi Analisis Perilaku Daya
PDA 24
Dukung Pondasi Tiang Bor Dengan Mengguanak Uji
Plaxis 0,262
Beban Statistik Dan Model Tanah Mohr Coulumb
Pada Proyek Paragon Square Tangerang, Banten,
Universitas Medan Area, Medan.
4. KESIMPULAN
[8] Rahma Nur Afifa, 2021, Analisis Daya Dukung Bored
Berdasarkan dari hasil perhitungan dan analisa daya Pile Pada Pembangunan Jembatan Kereta Api Antara
dukung dan penurunan tiang pondasi didapat Araskabu-Tebing Tinggi Dan Lintas Tebing Tinggi-
kesimpulan sebagai berikut : Siantar (Studi Kasus), Universitas Muhammadiah
Sumatera Utara, Medan.
• Daya dukung fondasi tiang menurut analisis
SPT sebesar 478,902 ton, dan metode PDA [9] Ully Nurul Fadilah, dan Halimah Tunafiah, 2018,
sebesar 674 ton. Daya dukung dari analisis Analisa Daya Dukung Pondasi Bored Pile
plaxis sebesar 353,8 ton (sebelum Berdasarkan Data N-SPT Menurut Rumus Reese &
Wright Dan Penurunan, Universitas Persada
konsolidasi) dan 536,76 ton (setelah
Indonesia Y.A.I. Jakarta.
konsolidasi)
• Penurunan pondasi berdasarkan analisis SPT
sebesar 19,83 mm, metode PDA sebesar 24
mm, dan metode plaxis sebesar 0,262 mm.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Akhmad Gazali, Eka Purnamasari dan Ilyas Refallandi


Kesuma, 2021, Analisis Komparasi Nilai Daya Dukung
Vertikal Pondasi Bored Pile Berdasarkan Data N-SPT,

46

Anda mungkin juga menyukai