0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan45 halaman

Capaian Pembelajaran Prakarya Budi Daya

CP Mapel PRKW

Diunggah oleh

Theresia Retno S
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan45 halaman

Capaian Pembelajaran Prakarya Budi Daya

CP Mapel PRKW

Diunggah oleh

Theresia Retno S
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Elemen Capaian Pembelajaran

teknologi, dan budaya yang


tersedia di sekitarnya.
Menciptakan Peserta didik menciptakan peran
(Making/Creating) baru, naskah orisinal, dan
menyusun kembali cerita/alur
pertunjukan yang
memperlihatkan kejelasan alur
dan dinamika cerita/emosi.
Peserta didik melakukan
eksperimen dengan beragam gaya
seni teater. Peserta didik
bertindak sebagai perancang,
pelaksana, atau pelakon dalam
pertunjukan.
Berdampak Peserta didik menghasilkan karya
(Impacting) teater (naskah atau lakon)
berdasarkan minat, pengetahuan,
peristiwa aktual, pengalaman,
empati, kreativitas, dan respons
terhadap ragam topik yang
dipilihnya, sehingga memberi
dampak positif bagi dirinya dan
lingkungan sekitarnya.

XIX.1. CAPAIAN PEMBELAJARAN PRAKARYA BUDI DAYA


A. Rasional
Manusia dalam hidup bermasyarakat telah mengembangkan olah
pikir dan olah rasa untuk membantu menjalani kehidupan,
memecahkan masalah, maupun menghasilkan produk yang
dapat membantu meningkatkan kualitas hidup. Karya manusia
sebagai produk budaya, terlihat dalam tiga ranah: fisik (material),
sistem (langkah-langkah, metode, dan strategi memproduksi),
dan ide (gagasan dan latar belakang memproduksi).
Menyikapi perkembangan dan perubahan teknologi, ekonomi
digital, budaya, dan gaya hidup yang terjadi dengan cepat di
dunia saat ini, maka dunia pendidikan di Indonesia perlu
mengantisipasi melalui penguatan keterampilan dan jiwa
kewirausahaan peserta didik. Salah satu mata pelajaran yang
mengembangkan keterampilan dan jiwa kewirausahaan adalah
Prakarya. Mata Pelajaran Prakarya terdiri dari empat aspek
berdasarkan jenis keterampilan yaitu kerajinan, rekayasa, budi
daya, dan pengolahan. Prakarya Budi Daya ditujukan untuk
mengembangkan keterampilan peserta didik melalui kepekaan
terhadap lingkungan, ide, dan kreativitas untuk bertahan hidup
mandiri dan ekonomis.
Mata pelajaran Prakarya Budi Daya mengacu pada konsep hasta
karya Ki Hajar Dewantara yaitu mengembangkan cipta, rasa, dan
karsa dengan menghasilkan produk yang berdampak pada diri
serta lingkungan menuju keseimbangan antara nature and
culture. Prakarya Budi Daya mengembangkan kemampuan dan
keterampilan peserta didik dengan mengintegrasikan,
mengorelasikan, dan mengolaborasikan berbagai pengetahuan
dan disiplin ilmu untuk menciptakan inovasi produk yang efektif
dan efisien melalui pembelajaran kolaborasi dengan dunia kerja
dan jenjang pendidikan selanjutnya. Kemampuan keterampilan
kreatif pada prakarya budi daya berpeluang mewujudkan jiwa
kewirausahaan dimulai sejak pendidikan dasar hingga
pendidikan menengah, melatih kemampuan kepemimpinan
(leadership), berinisiatif tinggi, dan merespons kebutuhan sekitar,
kerjasama (teamwork), serta berani mengambil risiko (risk-
taking). Akhirnya, melalui penguasaan ilmu dan pengetahuan
alam, teknologi budi daya, budaya, ekonomi dengan semangat
kewirausahaan diharapkan dapat mewujudkan profil pelajar
Pancasila.

B. Tujuan
Mata pelajaran Prakarya Budi Daya memiliki tujuan sebagai
berikut.
1. merencanakan dan menghasilkan produk budi daya yang
aman melalui penguasaan eksplorasi bahan, alat, teknik,
dan sistem dengan mengembangkan pengetahuan alam dan
teknologi budi daya berbasis ekosistem sesuai potensi
lingkungan/kearifan lokal;
2. mengapresiasi, mengevaluasi, dan merefleksi produk budi
daya hasil diri sendiri, teman sebaya, dan masyarakat
berdasarkan pendekatan ilmiah; dan
3. menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan, antara lain:
kepemimpinan, kerjasama, dan berani mengambil risiko.

C. Karakteristik
Mata pelajaran Prakarya Budi Daya mengembangkan kompetensi
merencanakan dan menghasilkan produk budi daya yang aman
bagi individu maupun kelompok/masyarakat. Peserta didik
diberi kesempatan melakukan kegiatan eksplorasi,
merencanakan produksi, melaksanakan produksi, evaluasi, dan
refleksi dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya.
Proses perencanaan dan produksi produk budi daya
memperhatikan ekosistem. Di samping itu, peserta didik dilatih
kemampuan berpikir kreatif-inovatif, logis, sistematis, dan global
(komprehensif). Pengembangan materi pembelajaran bersifat
kontekstual, yaitu menggali potensi kearifan lokal melalui
apresiasi, observasi, dan eksplorasi untuk membuat perencanaan
produksi. Proses produksi budi daya melalui uji coba, dan
modifikasi bahan, alat, teknik, dan sistem produksi dengan
memberi kesempatan merefleksi dan mengevaluasi. Prakarya
Budi Daya berorientasi mengembangkan kemampuan
mengonservasi dan memperbanyak sumber daya hayati secara
berkelanjutan (sustainable). Melalui Prakarya Budi Daya, peserta
didik dapat mengasah kecerdasan naturalis untuk memelihara
dan/atau mengembangkan tanaman ataupun hewan secara
berkelanjutan untuk mendapatkan hasil dan manfaat secara
maksimal dengan memperhatikan kelestarian dan ekosistem.
Lingkup materi prakarya budi daya mencakup pertanian
(tanaman sayuran, tanaman pangan, tanaman hias, tanaman
obat), perikanan (ikan konsumsi dan ikan hias, baik tawar
maupun laut), dan peternakan (hewan peliharaan, unggas
pedaging, unggas petelur, satwa harapan) yang diselenggarakan
secara mandiri, sinergi, dan gradasi dengan menyesuaikan
kondisi dan potensi daerah/lingkungan masing-masing serta
memperhatikan kelestarian dan ekosistem.
Berdasarkan uraian di atas, maka mata pelajaran Prakarya Budi
Daya diorganisasikan dalam lingkup empat elemen yang terdiri
dari observasi/eksplorasi, desain/perencanaan, produksi, serta
refleksi dan evaluasi. Keempat elemen tersebut dapat dipelajari
secara terpisah dan diaplikasikan sebagai siklus dalam bentuk

proyek sehingga memberikan pengalaman yang menyeluruh dan


komprehensif bagi peserta didik.

Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Prakarya Budi Daya


adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Observasi dan Elemen observasi dan eksplorasi
Eksplorasi adalah pengamatan dan penggalian
(bahan, alat, dan teknik) secara
sistematis dan kontekstual untuk
memperoleh peluang menghasilkan
produk yang kreatif dan inovatif.
Desain/ Elemen desain atau perencanaan
Perencanaan adalah penyusunan atau
pengembangan rencana produk
(penciptaan, rekonstruksi, dan
modifikasi) berdasarkan hasil
observasi dan eksplorasi.
Produksi Elemen produksi adalah keterampilan
membudidayakan/menghasilkan
produk budi daya yang kreatif
Elemen Deskripsi
dan/atau inovatif melalui uji coba dan
penelitian yang menumbuhkan jiwa
kewirausahaan.
Refleksi dan Elemen refleksi dan evaluasi adalah
Evaluasi kemampuan pengamatan, apresiasi,
identifikasi, analisis, penilaian, dan
pemberian saran
perbaikan/pengembangan
produk/kelayakan produk.

D. Capaian Pembelajaran
1. Fase D (Umumnya untuk Kelas VII, VIII dan IX SMP/MTs)
Pada akhir Fase D, peserta didik mampu menghasilkan
produk budi daya berdasarkan modifikasi bahan, alat, dan
teknik sesuai potensi lingkungan/kearifan lokal untuk
mengembangkan jiwa wirausaha, serta memberikan
penilaian produk budi daya berdasarkan fungsi/nilai
budaya/nilai ekonomis secara lisan dan/atau tertulis.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Observasi dan Peserta didik memahami aspek-
Eksplorasi aspek yang penting diobservasi
dalam pengembangan produk
budidaya dan mampu
mengomunikasikan hasil
observasi. Peserta didik mampu
mengeksplorasi produk budi daya
dengan modifikasi bahan, alat,
dan teknik sesuai potensi
lingkungan/kearifan lokal yang
bernilai ekonomis dari berbagai
sumber.
Desain/ Peserta didik mampu menyusun
Perencanaan rencana kegiatan budi daya dan
menentukan kelayakan produksi
Elemen Capaian Pembelajaran
yang bernilai ekonomis dengan
modifikasi bahan, alat, teknik
sesuai potensi
lingkungan/kearifan lokal.
Produksi Peserta didik mampu
menghasilkan produk budi daya
yang aman secara bertanggung
jawab berdasarkan potensi
lingkungan/kearifan lokal dengan
modifikasi bahan, alat, dan
teknik, serta ditampilkan dalam
pengemasan yang menarik serta
bernilai ekonomis.
Refleksi dan Peserta didik mampu
Evaluasi merefleksikan proses dan hasil
observasi, eksplorasi, desain, dan
produksi. Peserta didik mampu
mengapresiasi, menganalisis, dan
menilai produk budi daya hasil
sendiri atau orang lain, serta
memberi alternatif saran
perbaikan berdasarkan potensi
lingkungan dan/atau kearifan
lokal.

2. Fase E (Umumnya untuk Kelas X SMA/MA)


Pada akhir Fase E, peserta didik mampu mengembangkan
produk budi daya berdasarkan analisis kebutuhan dan
kelayakan pasar melalui eksplorasi bahan, alat, dan teknik,
serta mempresentasikan, mengevaluasi, dan memberikan
saran produk budi daya berdasarkan dampak
lingkungan/budaya/teknologi tepat guna.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Observasi dan Peserta didik mampu
Eksplorasi mengeksplorasi beragam bahan,
alat, teknik, prosedur, dan sistem
budi daya produk bernilai
ekonomis dari berbagai sumber.
Peserta didik mengomunikasikan
hasil observasi produk budi daya
melalui berbagai cara.
Desain/ Peserta didik mampu menyusun
Perencanaan rencana pengembangan kegiatan
budi daya berdasarkan analisis
kebutuhan dan kelayakan pasar
berdasarkan potensi lingkungan
dan hasil eksplorasi.
Produksi Peserta didik mampu
mengembangkan produk budi
daya yang aman berbasis
kebutuhan pasar, serta
menampilkan dalam bentuk
pengemasan secara kreatif-
inovatif dan dipromosikan melalui
informasi dan komunikasi yang
tersedia.
Refleksi dan Peserta didik mampu
Evaluasi menggunakan hasil refleksi untuk
mengevaluasi pengembangan
produk budi daya berdasarkan
kajian mutu, pemanfaatan
teknologi budi daya dan ekonomi,
serta dampak
lingkungan/budaya. Peserta didik
menetapkan saran perbaikan dan
merencanakan tindak lanjut.
XIX.2. CAPAIAN PEMBELAJARAN PRAKARYA KERAJINAN
A. Rasional
Manusia dalam hidup bermasyarakat telah mengembangkan olah
pikir dan olah rasa untuk membantu menjalani kehidupan,
memecahkan masalah, maupun menghasilkan produk yang
dapat membantu meningkatkan kualitas hidup. Karya manusia
sebagai produk budaya, terlihat dalam tiga ranah: fisik (material),
sistem (langkah-langkah, metode, dan strategi memproduksi),
dan ide (gagasan dan latar belakang memproduksi).
Menyikapi perkembangan dan perubahan teknologi, ekonomi
digital, budaya, dan gaya hidup yang terjadi dengan cepat di
dunia saat ini, maka dunia pendidikan di Indonesia
mengantisipasi melalui Kurikulum Merdeka dengan memperkuat
keterampilan dan jiwa kewirausahaan peserta didik. Salah satu
mata pelajaran yang mengembangkan keterampilan dan jiwa
kewirausahaan adalah Prakarya yang terdiri dari empat aspek
keterampilan yaitu kerajinan, rekayasa, budi daya, dan
pengolahan. Mata pelajaran Prakarya Kerajinan melatih peserta
didik menggunakan kepekaan terhadap lingkungan, ide, dan
kreativitas, serta keterampilan untuk bertahan hidup secara
mandiri dan ekonomis.
Indonesia memiliki potensi besar bagi pasar dunia industri. Oleh
karena itu, generasi muda perlu memiliki jiwa yang tangguh
untuk berwirausaha dan keberanian untuk memulai di dalam
dunia usaha. Pendekatan pada kemampuan keterampilan kreatif
dalam prakarya kerajinan berpeluang untuk memperkenalkan
dan melatih jiwa kewirausahaan seperti kemampuan
kepemimpinan (leadership), kerja sama (team work), berinisiatif
tinggi, dan merespons kebutuhan sekitar, serta berani
mengambil risiko (risk-taking), sehingga diharapkan mampu
berkontribusi dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila pada
peserta didik.
Mengacu pada konsep hasta karya Ki Hajar Dewantara yaitu
mengembangkan cipta, rasa, dan karsa dicapai melalui
pendekatan sistem pembelajaran secara mandiri, sinergi, dan
gradasi. Pembelajaran dilaksanakan menyesuaikan dengan
minat dan perkembangan kemampuan peserta didik dengan
pendampingan dari guru atau sekolah. Pembelajaran juga
membuka kesempatan bagi peserta didik dan sekolah untuk
bekerja sama dengan dunia usaha/dunia kerja.

B. Tujuan
Mata pelajaran Prakarya Kerajinan memiliki tujuan sebagai
berikut.
1. merancang dan menghasilkan produk kerajinan melalui
penggalian (exploration) bahan, alat, teknik, dan prosedur
pembuatan dengan mengembangkan pengetahuan dan
keterampilan seni, kerajinan, teknologi, desain, budaya, dan
ekonomi;
2. mengapresiasi, mengevaluasi, dan merefleksi karya diri,
teman sebaya dan/atau perajin berdasarkan pendekatan
ilmiah sehingga berkembang kepekaan rasa estetik,
kreativitas, dan kemampuan menghargai produk kerajinan
masa kini maupun artefak masa lampau di nusantara dan
mancanegara; dan
3. menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan, antara lain:
kepemimpinan, kerja sama, dan berani mengambil risiko.

C. Karakteristik
Mata pelajaran Prakarya Kerajinan mengembangkan kompetensi
merancang dan menciptakan produk kerajinan secara
kontekstual dan ergonomis (memperhatikan kesesuaian antara
fungsi dan kenyamanan produk). Pengembangan ide kreatif
dalam bentuk desain/perencanaan dengan menggali budaya dan
kearifan lokal melalui kemampuan apresiasi, observasi, dan
eksplorasi. Proses produksi melalui kegiatan uji coba, modifikasi,
membuat produk, dan sentuhan akhir (finishing touch) dengan
memberi kesempatan merefleksi dan mengevaluasi. Akhirnya,
melalui penguasaan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan: seni,
desain, teknologi, budaya, dan ekonomi dengan semangat
kewirausahaan diharapkan dapat terwujud profil pelajar
Pancasila pada peserta didik. Bagan Elemen Prakarya Kerajinan
ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Pendekatan pembelajaran prakarya kerajinan berorientasi pada


kemampuan mengeksplorasi bahan, alat, teknik, dan prosedur
sebagai bagian dari proses pembuatan produk kerajinan berbasis
kewirausahaan. Lingkup materi prakarya kerajinan meliputi
pembuatan produk dengan memanfaatkan bahan (alam, buatan,
limbah organik dan anorganik, lunak, keras, tekstil, dan objek
budaya), alat (peralatan khas sesuai teknik), teknik (teknik
potong, sambung, tempel, ukir, anyam, batik, butsir, cukil,
sulam, tenun, dan lainnya), dan prosedur serta mengembangkan
product display yang kreatif dan inovatif untuk pameran yang
dikemas sesuai potensi daerah/lingkungan masing-masing.
Penekanan pada kompetensi observasi dan eksplorasi,
desain/perencanaan, produksi, dan refleksi/evaluasi yang
dibangun melalui lingkup materi yang sesuai diharapkan
menghasilkan peserta didik yang logis, dan kreatif, serta tanggap
terhadap lingkungan dan perkembangan zaman.
Berdasarkan uraian di atas, maka mata pelajaran Prakarya
Kerajinan diorganisasikan dalam lingkup empat elemen yang
dapat dipelajari secara terpisah namun juga dapat diaplikasikan
sebagai siklus dalam bentuk proyek sehingga memberikan
pengalaman yang menyeluruh dan komprehensif bagi peserta
didik.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Prakarya Kerajinan
adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Observasi dan Elemen observasi dan eksplorasi
Eksplorasi adalah kemampuan mengamati dan
mengeksplorasi (bahan, alat, teknik,
Elemen Deskripsi
dan prosedur pembuatan) secara
sistematis dan kontekstual untuk
menciptakan peluang dalam membuat
produk yang kreatif dan inovatif.
Desain/ Elemen desain atau perencanaan
Perencanaan adalah keterampilan dalam menyusun,
membuat, dan mengembangkan
rencana produk (membuat,
merekonstruksi, dan memodifikasi)
berdasarkan hasil observasi dan
eksplorasi.
Produksi Elemen produksi adalah keterampilan
membuat produk setengah jadi
dan/atau produk jadi yang kreatif dan
inovatif melalui kegiatan uji coba dan
penelitian yang menumbuhkan jiwa
kewirausahaan.
Refleksi dan Elemen refleksi dan evaluasi adalah
Evaluasi kemampuan mengamati,
mengapresiasi, mengidentifikasi,
menganalisis, menilai, dan memberi
saran perbaikan/pengembangan
produk/kelayakan produk.

D. Capaian Pembelajaran
1. Fase D (Umumnya untuk Kelas VII, VIII dan IX
SMP/MTs/Program Paket B)
Pada akhir Fase D, peserta didik mampu merancang dan
memodifikasi produk kerajinan yang bernilai ekonomis dan
ergonomis serta mengevaluasi produk kerajinan hasil
modifikasi sesuai potensi lingkungan dan/atau kearifan
lokal.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Observasi dan Peserta didik memahami aspek-
Eksplorasi aspek yang penting diobservasi
dalam pengembangan produk dan
mampu mengomunikasikan hasil
observasi. Peserta didik mampu
mengeksplorasi produk kerajinan
yang bernilai ekonomis dan
ergonomis berdasarkan
karakteristik bentuk, bahan, alat,
teknik, dan prosedur pembuatan,
serta display/kemasan.
Desain/ Peserta didik mampu merancang
Perencanaan desain produk kerajinan yang
bernilai ekonomis dan ergonomis
melalui modifikasi bahan, alat,
teknik, dan prosedur pembuatan,
serta merencanakan
display/kemasan produk dengan
mempertimbangkan potensi
lingkungan/kearifan lokal.
Produksi Peserta didik mampu membuat
produk kerajinan modifikasi yang
bernilai ekonomis dan ergonomis
sesuai dengan rancangan
berdasarkan potensi lingkungan
dan/atau kearifan lokal serta
menampilkan melalui display
dan/atau kemasan yang sesuai.
Refleksi dan Peserta didik mampu
Evaluasi merefleksikan proses dan hasil
observasi, eksplorasi, desain, dan
produksi. Peserta didik mampu
mengapresiasi, menganalisis, dan
menilai produk kerajinan hasil
modifikasi sendiri atau teman
Elemen Capaian Pembelajaran
sebaya, serta memberi alternatif
saran perbaikan berdasarkan
potensi lingkungan dan/atau
kearifan lokal.

2. Fase E (Umumnya untuk Kelas X SMA/MA/Program Paket


C)
Pada akhir Fase E, peserta didik mampu merencanakan,
membuat, dan mempromosikan produk kerajinan nusantara
yang bernilai ekonomis dan/atau ergonomis berdasarkan
eksplorasi bahan, alat, teknik, prosedur pembuatan, dan
analisis kebutuhan pasar. Peserta didik mampu
mengevaluasi produk kerajinan berdasarkan potensi sumber
daya yang tersedia.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Observasi dan Peserta didik mampu
Eksplorasi mengeksplorasi beragam produk
kerajinan nusantara berdasarkan
aspek ergonomis dan nilai
ekonomis dari berbagai sumber.
Peserta didik mengomunikasikan
hasil observasi produk kerajinan
nusantara melalui berbagai cara.
Desain/ Peserta didik mampu merancang
Perencanaan produk kerajinan nusantara
melalui modifikasi bahan, alat,
teknik, dan prosedur pembuatan
berdasarkan aspek ergonomis
dan/atau analisis kebutuhan
pasar dan/atau potensi sumber
daya yang tersedia.
Produksi Peserta didik mampu membuat
dan mempromosikan produk
kerajinan nusantara bernilai
Elemen Capaian Pembelajaran
ekonomis berdasarkan desain
yang dibuat dan ditampilkan
dengan display dan/atau
kemasan.
Refleksi dan Peserta didik mampu
Evaluasi menggunakan hasil refleksi dari
observasi, eksplorasi, desain, dan
produksi untuk mengevaluasi
pengembangan produk dari
kerajinan nusantara berdasarkan
aspek ergonomis dan/atau
analisis kebutuhan pasar
dan/atau potensi sumber daya
yang tersedia, menetapkan saran
perbaikan, dan merencanakan
tindak lanjut.

XIX.3. CAPAIAN PEMBELAJARAN PRAKARYA PENGOLAHAN


A. Rasional
Kehidupan manusia dalam bermasyarakat sejak dahulu telah
mengembangkan kemampuan olah pikir dan olah rasa untuk
membantu menjalani kehidupan, memecahkan masalah,
maupun menghasilkan produk olahan yang dapat membantu
meningkatkan kualitas hidup. Karya manusia sebagai produk
budaya, terlihat dalam tiga ranah: fisik (material), sistem
(langkah-langkah, metode dan strategi memproduksi), dan ide
(gagasan dan latar belakang memproduksi).
Menyikapi perkembangan dan perubahan teknologi, ekonomi
digital, budaya, dan gaya hidup yang terjadi dengan cepat di
dunia saat ini, maka dunia pendidikan di Indonesia
mengantisipasi melalui penguatan keterampilan dan jiwa
kewirausahaan peserta didik. Salah satu mata pelajaran yang
mengembangkan keterampilan dan jiwa kewirausahaan adalah
Prakarya, yang terdiri dari empat sub bidang keterampilan yaitu
kerajinan, rekayasa, budi daya, dan pengolahan. Mata pelajaran
Prakarya Pengolahan mengembangkan keterampilan peserta
didik melalui kepekaan terhadap lingkungan, ide, dan kreativitas
untuk bertahan hidup secara mandiri dan ekonomis.
Indonesia memiliki potensi besar bagi pasar dunia industri. Oleh
karena itu, generasi muda perlu memiliki jiwa yang tangguh
untuk berwirausaha dan keberanian untuk memulai di dalam
dunia usaha. Pendekatan pada kemampuan keterampilan kreatif
dalam Prakarya Pengolahan berpeluang mewujudkan jiwa
kewirausahaan dimulai sejak pendidikan dasar hingga
pendidikan menengah, melatih kemampuan kepemimpinan
(leadership), berinisiatif tinggi dan merespons kebutuhan sekitar,
kerja sama (team work), serta berani mengambil risiko (risk-
taking), sehingga diharapkan mampu berkontribusi dalam
mewujudkan profil pelajar Pancasila pada peserta didik.
Mengacu pada konsep hasta karya Ki Hajar Dewantara yaitu
mengembangkan cipta, rasa, dan karsa dicapai melalui
pendekatan sistem pembelajaran secara mandiri, sinergi, dan
gradasi. Pembelajaran dilaksanakan menyesuaikan dengan
minat dan perkembangan kemampuan peserta didik dengan
pendampingan dari guru atau sekolah. Pembelajaran juga
membuka kesempatan bagi peserta didik dan sekolah untuk
bekerja sama dengan dunia usaha/dunia kerja.

B. Tujuan
Mata pelajaran Prakarya Pengolahan memiliki tujuan sebagai
berikut.
1. merancang dan menghasilkan produk pengolahan pangan
higienis/sehat dan nonpangan yang ekonomis melalui
eksplorasi bahan, alat, teknik, dengan mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan, desain, seni, budaya,
teknologi, dan ekonomi;
2. mengapresiasi, mengevaluasi dan merefleksi karya produk
teknologi olahan pangan dan nonpangan diri sendiri, teman
sebaya, dan masyarakat berdasarkan pendekatan ilmiah
sehingga berkembang rasa ingin tahu, kreativitas, dan
kemampuan menghargai produk pengolahan; dan
3. menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan, antara
lain: kepemimpinan, kerja sama, dan berani mengambil
risiko.

C. Karakteristik
Mata pelajaran Prakarya Pengolahan mengembangkan
kompetensi merancang dan menciptakan produk pengolahan
secara kontekstual dan ergonomis (memperhatikan kesesuaian
antara fungsi dan kenyamanan produk). Pengembangan ide
kreatif dalam bentuk desain/perencanaan dengan menggali
potensi daerah/lokal melalui kemampuan apresiasi, observasi
dan eksplorasi, dan memperhatikan karakteristik bahan yang
dikembangkan. Pembelajaran prakarya pengolahan berorientasi
pada pengembangan kemampuan mengeksplorasi bahan, teknik,
alat, dan prosedur untuk membuat produk uji coba, produk
kebutuhan sehari-hari, dan produk komersial dilandasi dengan
semangat kewirausahaan. Materi pembelajaran prakarya
pengolahan dapat menggali potensi daerah/lokal serta
memperhatikan karakteristik bahan yang dikembangkan.
Pelaksanaan pembelajaran materi prakarya pengolahan
menyesuaikan kondisi dan potensi lingkungan sosial, budaya,
dan alam dengan memperhatikan kelestarian dengan pendekatan
pengetahuan hayati serta ekosistem.
Pembelajaran prakarya pengolahan diharapkan dapat
mewujudkan profil pelajar Pancasila dan menghasilkan peserta
didik yang menguasai pemanfaatan teknologi melalui sikap
analitis, logis, kreatif, inovatif, konstruktif, dan produktif, serta
tanggap terhadap lingkungan dan perkembangan zaman. Bagan
Elemen Prakarya Pengolahan ditunjukkan pada gambar di bawah
ini.
Pendekatan pembelajaran prakarya pengolahan berorientasi
pada kemampuan mengeksplorasi bahan, alat, teknik, dan
prosedur sebagai bagian dari proses pembuatan produk
pengolahan berbasis kewirausahaan. Lingkup materi
pembelajaran prakarya pengolahan meliputi bahan nabati (buah,
sayur, umbi, serealia), hewani (daging ternak besar, daging
unggas, ikan, telur, susu), herbal (tanaman berkhasiat/obat),
perkebunan (kopi, teh, cokelat, kelapa, dan sawit), dan uji
hadonik yang diselenggarakan sesuai kondisi daerah/lingkungan
masing-masing serta memperhatikan potensi lingkungan,
kearifan lokal, nusantara hingga mancanegara.
Berdasarkan uraian tersebut, maka mata pelajaran Prakarya
Pengolahan diorganisasikan dalam lingkup empat elemen yang
dapat dipelajari secara terpisah namun juga dapat diaplikasikan
sebagai siklus dalam bentuk proyek sehingga memberikan
pengalaman yang menyeluruh dan komprehensif bagi peserta
didik.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Prakarya
Pengolahan adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Observasi dan Elemen observasi dan eksplorasi
Eksplorasi adalah pengamatan dan penggalian
(bahan, alat, dan teknik) secara
sistematis dan kontekstual untuk
menciptakan peluang untuk membuat
produk yang kreatif dan inovatif.
Desain/ Elemen desain atau perencanaan
Perencanaan adalah penyusunan atau
Elemen Deskripsi
pengembangan rencana produk
(penciptaan, rekonstruksi, dan
modifikasi) berdasarkan hasil
observasi dan eksplorasi.
Produksi Elemen produksi adalah keterampilan
pembuatan atau penciptaan produk
setengah jadi dan/atau produk jadi
yang kreatif dan inovatif melalui uji
coba dan penelitian yang
menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Refleksi dan Elemen refleksi dan evaluasi adalah
Evaluasi kemampuan pengamatan, apresiasi,
identifikasi, analisis, penilaian, dan
pemberian saran
perbaikan/pengembangan
produk/kelayakan produk.

D. Capaian Pembelajaran
1. Fase D (Umumnya untuk Kelas VII, VIII dan IX SMP/MTs)
Pada akhir Fase D, peserta didik mampu membuat,
memodifikasi, dan menyajikan produk olahan pangan
higienis, pangan sehat dan nonpangan sesuai potensi
lingkungan dan/atau kearifan lokal untuk mengembangkan
jiwa wirausaha. Pada fase ini, peserta didik mampu
memberikan penilaian produk olahan pangan berdasarkan
fungsi/nilai budaya/nilai ekonomis secara tertulis dan atau
lisan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Observasi dan Peserta didik memahami aspek-
Eksplorasi aspek yang penting diobservasi
dalam pengembangan produk
olahan dan mampu
mengomunikasikan hasil
observasi. Peserta didik mampu
Elemen Capaian Pembelajaran
mengeksplorasi bahan, alat,
teknik, dan prosedur pembuatan
produk olahan pangan higienis,
dan pangan sehat hasil modifikasi
kearifan lokal/potensi lingkungan,
serta produk nonpangan yang
bernilai ekonomis dari berbagai
sumber, serta karakteristik
penyajian dan kemasan.
Desain/ Peserta didik mampu menyusun
Perencanaan rencana pembuatan produk
olahan pangan higienis, pangan
sehat, dan nonpangan melalui
modifikasi bahan, peralatan, dan
teknik berdasarkan studi
kelayakan produksi dan potensi
lingkungan serta kearifan lokal
yang bernilai ekonomis.
Produksi Peserta didik mampu membuat
produk olahan pangan higienis,
pangan sehat, dan nonpangan
secara bertanggung jawab
berdasarkan potensi lingkungan
dan atau kearifan lokal dengan
modifikasi bahan, peralatan atau
teknik, serta ditampilkan dalam
bentuk penyajian dan
pengemasan yang menarik serta
bernilai ekonomis.
Refleksi dan Peserta didik mampu
Evaluasi merefleksikan proses dan hasil
observasi, eksplorasi, desain, dan
produksi. Peserta didik mampu
mengapresiasi, menganalisis, dan
menilai hasil pembuatan
Elemen Capaian Pembelajaran
modifikasi produk olahan pangan
higienis, pangan sehat, dan
nonpangan hasil rancangan
sendiri atau teman sebaya yang
bernilai ekonomis berdasarkan
potensi lingkungan dan/atau
kearifan lokal.

2. Fase E (Umumnya untuk Kelas X SMA/MA)


Pada akhir Fase E, peserta didik mampu mengembangkan
produk olahan pangan nusantara atau nonpangan
berdasarkan analisis kebutuhan dan kelayakan pasar
melalui eksplorasi bahan, alat, dan teknik, serta
mempresentasikannya. Pada fase ini, peserta didik mampu
mengevaluasi dan memberikan saran produk olahan pangan
nusantara dan nonpangan berdasarkan dampak
lingkungan/budaya/teknologi tepat guna.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Observasi dan Peserta didik mampu
Eksplorasi mengeksplorasi produk olahan
pangan nusantara atau produk
nonpangan yang bernilai
ekonomis dari berbagai sumber,
menganalisis karakteristik bahan,
alat, teknik, dan prosedur
pengolahan, serta penyajian dan
kemasan. Peserta didik
mengomunikasikan hasil
observasi produk olahan pangan
nusantara atau produk
nonpangan melalui berbagai cara.
Desain/ Peserta didik mampu menyusun
Perencanaan rencana pembuatan produk
olahan pangan nusantara atau
Elemen Capaian Pembelajaran
produk nonpangan berdasarkan
analisis kebutuhan pasar,
ketersediaan bahan, peralatan,
bentuk, serta tampilan sesuai
potensi nusantara dan hasil
eksplorasi.
Produksi Peserta didik mampu
mengembangkan produk olahan
pangan nusantara atau produk
nonpangan berbasis usaha, serta
menampilkan dalam bentuk
penyajian dan pengemasan secara
kreatif-inovatif dan dipromosikan
melalui berbagai media informasi
dan komunikasi yang tersedia.
Refleksi dan Peserta didik mampu
Evaluasi menggunakan hasil refleksi dari
observasi, eksplorasi, desain, dan
produksi untuk mengevaluasi
pengembangan produk olahan
pangan nusantara atau produk
nonpangan berdasarkan kajian
mutu, pemanfaatan teknologi
pangan, dan ekonomi, serta
dampak lingkungan/budaya.
Peserta didik menetapkan saran
perbaikan dan merencanakan
tindak lanjut.

XIX.4. CAPAIAN PEMBELAJARAN PRAKARYA REKAYASA


A. Rasional
Manusia dalam hidup bermasyarakat telah mengembangkan olah
pikir dan olah rasa untuk membantu menjalani kehidupan,
memecahkan masalah, maupun menghasilkan produk yang
dapat membantu meningkatkan kualitas hidup. Karya manusia
sebagai produk budaya, terlihat dalam tiga ranah: fisik (material),
sistem (langkah-langkah, metode dan strategi memproduksi), dan
ide (gagasan dan latar belakang memproduksi).
Menyikapi perkembangan dan perubahan teknologi, ekonomi
digital, budaya dan gaya hidup yang terjadi dengan cepat di dunia
saat ini, maka dunia pendidikan di Indonesia mengantisipasi
melalui Kurikulum Merdeka dengan memperkuat keterampilan
dan jiwa kewirausahaan peserta didik. Salah satu mata pelajaran
yang mengembangkan keterampilan dan jiwa kewirausahaan
adalah Prakarya yang terdiri dari empat aspek keterampilan yaitu
kerajinan, rekayasa, budi daya dan pengolahan. Prakarya
Rekayasa mengembangkan keterampilan peserta didik melalui
kepekaan terhadap lingkungan, ide, dan kreativitas untuk
bertahan hidup secara mandiri dan ekonomis.
Indonesia memiliki potensi besar bagi pasar dunia industri. Oleh
karena itu, generasi muda perlu memiliki jiwa yang tangguh
untuk berwirausaha dan keberanian untuk memulai di dalam
dunia usaha. Pendekatan pada kemampuan keterampilan kreatif
dalam Prakarya Rekayasa berpeluang untuk memperkenalkan
dan melatih jiwa kewirausahaan seperti kemampuan
kepemimpinan (leadership), kerja sama (team work), berinisiatif
tinggi, dan merespons kebutuhan sekitar, serta berani
mengambil risiko (risk-taking), sehingga diharapkan mampu
berkontribusi dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila pada
peserta didik.
Mengacu pada konsep hasta karya Ki Hajar Dewantara yaitu
mengembangkan cipta, rasa, dan karsa dicapai melalui
pendekatan sistem pembelajaran secara mandiri, sinergi, dan
gradasi. Pembelajaran dilaksanakan menyesuaikan dengan
minat dan perkembangan kemampuan peserta didik dengan
pendampingan dari guru atau sekolah. Pembelajaran juga
membuka kesempatan bagi peserta didik dan sekolah untuk
bekerja sama dengan dunia usaha/dunia kerja.

B. Tujuan
Prakarya Rekayasa memiliki tujuan sebagai berikut.
1. merancang dan menghasilkan produk rekayasa melalui
penggalian (exploration) bahan, alat, teknik, dan prosedur
pembuatan dengan mengembangkan pengetahuan dan
keterampilan, desain, seni, budaya, teknologi dan ekonomi;
2. mengapresiasi, mengevaluasi, dan merefleksi karya diri dan
teman sebaya berdasarkan pendekatan ilmiah sehingga
berkembang rasa ingin tahu, kreativitas dan kemampuan
menghargai produk rekayasa; dan
3. menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan melalui
kepemimpinan, kerja sama dan berani mengambil risiko.

C. Karakteristik
Mata pelajaran Prakarya Rekayasa mengembangkan kompetensi
merancang dan menciptakan produk rekayasa secara
kontekstual dan ergonomis (memperhatikan kesesuaian antara
fungsi dan kenyamanan produk). Pengembangan ide kreatif
dalam bentuk desain/perencanaan dengan menggali potensi
daerah/lokal melalui kemampuan apresiasi, observasi dan
eksplorasi, dan memperhatikan karakteristik bahan yang
dikembangkan. Pembelajaran prakarya rekayasa berorientasi
pada pengembangan kemampuan mengeksplorasi bahan, teknik,
alat dan prosedur untuk membuat produk uji coba, produk
kebutuhan sehari-hari dan produk komersial dilandasi dengan
semangat kewirausahaan. Materi pembelajaran prakarya
rekayasa dapat menggali potensi daerah/lokal serta
memperhatikan karakteristik bahan yang dikembangkan.
Pelaksanaan pembelajaran prakarya rekayasa dimulai dengan
mengobservasi dan mengeksplorasi, mendesain, memproduksi,
merefleksi, dan mengevaluasi berdasarkan identifikasi
kebutuhan sumber daya, teknologi, dan prosedur berkarya.
Prinsip dalam rekayasa adalah memanfaatkan sistem, bahan,
serta teknologi untuk ide produk rekayasa yang disesuaikan
dengan perkembangan kebutuhan manusia. Proses produksi
melalui kegiatan uji coba, modifikasi, membuat produk, dan
sentuhan akhir (finishing touch) dengan memberi kesempatan
merefleksi dan mengevaluasi. Akhirnya, melalui penguasaan
ilmu, pengetahuan dan keterampilan: seni, desain, teknologi,
budaya, dan ekonomi dengan semangat kewirausahaan
diharapkan dapat terwujud profil pelajar Pancasila pada peserta
didik.
Bagan Elemen Prakarya Rekayasa ditunjukkan pada gambar di
bawah ini.

Pendekatan pembelajaran prakarya rekayasa berorientasi pada


kemampuan mengeksplorasi bahan, alat, teknik, dan prosedur
sebagai bagian dari proses pembuatan produk rekayasa berbasis
kewirausahaan. Lingkup materi prakarya rekayasa meliputi
teknologi rekayasa tepat guna berbasis masalah (elektronika,
sistem pengendali, otomatisasi), dan teknologi terapan yang
disesuaikan dengan potensi lingkungan serta kearifan lokal.
Prosedur pembuatan produk rekayasa meliputi proses konstruksi
penyambungan kayu, tali, plastik, kertas, dan lainnya untuk
menghasilkan produk yang kuat baik secara mekanik maupun
elektronika harus dilakukan dengan prinsip ketepatan, dan
ergonomis agar aman dan nyaman digunakan.
Berdasarkan uraian tersebut, maka mata pelajaran Prakarya
Rekayasa diorganisasikan dalam lingkup empat elemen yang
dapat dipelajari secara terpisah namun juga dapat diaplikasikan
sebagai siklus dalam bentuk proyek sehingga memberikan
pengalaman yang menyeluruh dan komprehensif bagi peserta
didik.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Prakarya Rekayasa
adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Observasi dan Elemen observasi dan eksplorasi
Eksplorasi adalah kemampuan mengamati dan
Elemen Deskripsi
mengeksplorasi (bahan, alat, teknik,
dan prosedur pembuatan) secara
sistematis dan kontekstual untuk
menciptakan peluang dalam membuat
produk yang kreatif dan inovatif.
Desain/ Elemen desain atau perencanaan
Perencanaan adalah keterampilan dalam menyusun,
membuat, dan mengembangkan
rencana produk (membuat,
merekonstruksi, dan memodifikasi)
berdasarkan hasil observasi dan
eksplorasi.
Produksi Elemen produksi adalah keterampilan
membuat produk setengah jadi
dan/atau produk jadi yang kreatif dan
inovatif melalui kegiatan uji coba dan
penelitian yang menumbuhkan jiwa
kewirausahaan.
Refleksi dan Elemen refleksi dan evaluasi adalah
Evaluasi kemampuan mengamati,
mengapresiasi, mengidentifikasi,
menganalisis, menilai, dan memberi
saran perbaikan/pengembangan
produk/kelayakan produk.

D. Capaian Pembelajaran
1. Fase D (Umumnya untuk Kelas VII, VIII dan IX SMP/MTs)
Pada akhir Fase D, peserta didik mampu menghasilkan
rekayasa teknologi tepat guna melalui identifikasi dan
rekonstruksi desain produk dan menjelaskan keterkaitan
teori, perakitan, dan teknik dalam proses produksi. Pada
fase ini peserta didik mampu memberikan penilaian produk
berdasarkan fungsi dan manfaat.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Observasi dan Peserta didik memahami aspek-
Eksplorasi aspek yang penting diobservasi
dalam pengembangan produk
rekayasa dan mampu
mengomunikasikan hasil
observasi. Peserta didik mampu
mengeksplorasi produk rekayasa
yang kreatif, inovatif, dan bernilai
ekonomis berdasarkan
karakteristik bahan, alat, teknik,
dan prosedur pembuatan.
Desain/ Peserta didik mampu merancang
Perencanaan desain produk rekayasa teknologi
tepat guna yang bernilai ekonomis
dan ergonomis melalui modifikasi
bahan, alat, teknik, dan prosedur
pembuatan dengan
memperhatikan potensi dan
dampak lingkungan yang siap
dikembangkan menjadi model.
Produksi Peserta didik mampu membuat
produk rekayasa teknologi tepat
guna yang bernilai ekonomis
sesuai dengan kebutuhan
lingkungan dan/atau kearifan
lokal melalui modifikasi bentuk,
alat, teknik, dan prosedur
pembuatan serta berdampak pada
lingkungan maupun kehidupan
sehari-hari serta
mempresentasikannya.
Refleksi dan Peserta didik mampu
Evaluasi merefleksikan proses dan hasil
observasi, eksplorasi, desain, dan
produksi berdasarkan fungsi dan
Elemen Capaian Pembelajaran
nilai guna. Peserta didik dapat
mengapresiasi, menganalisis, dan
menilai produk rekayasa teknologi
tepat guna hasil modifikasi sendiri
atau teman sebaya, maupun dari
sumber yang lain. Peserta didik
memberi alternatif saran
perbaikan produk rekayasa.

2. Fase E (Umumnya untuk Kelas X SMA/MA)


Pada akhir Fase E, peserta didik mampu menghasilkan
prototype/dummy/model produk rekayasa teknologi terapan
melalui analisis kebutuhan, nilai guna, dan nilai ekonomis
secara mandiri dan/atau kelompok, serta
mempresentasikan secara lisan dan tertulis. Pada fase ini
peserta didik mampu mengevaluasi dan memberikan saran
perbaikan berdasarkan analisis dampak
lingkungan/teknologi terapan.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Observasi dan Peserta didik mampu
Eksplorasi mengeksplorasi karakteristik
bahan, alat, teknik, prosedur
pembuatan produk
prototype/dummy/model rekayasa
teknologi terapan berdasarkan
analisis kebutuhan, dan
kelayakan fungsi, dan nilai
ekonomis. Peserta didik
mengomunikasikan hasil
observasi melalui berbagai cara.
Desain/ Peserta didik mampu membuat
Perencanaan rancangan/dummy rekayasa
teknologi terapan yang bernilai
ekonomis dari hasil
Elemen Capaian Pembelajaran
mengeksplorasi bahan, teknik,
alat, dan prosedur pembuatan,
serta memperhatikan potensi dan
dampak lingkungan yang siap
dikembangkan menjadi
model/prototype.
Produksi Peserta didik mampu membuat
produk rekayasa teknologi
terapan sesuai dengan kebutuhan
lingkungan melalui uji coba
produk dan atau modifikasi
bahan, alat, teknik, dan prosedur
pembuatan yang berdampak pada
lingkungan maupun kehidupan
sehari-hari serta
mempresentasikannya.
Refleksi dan Peserta didik mampu memberi
Evaluasi penilaian dan saran perbaikan
produk rekayasa teknologi
terapan karya diri sendiri, teman
sebaya, maupun dari sumber
yang lain serta merefleksikan
proses dan hasil observasi,
eksplorasi, desain, dan produksi
berdasarkan kajian ilmiah
terhadap fungsi, nilai guna, dan
nilai ekonomis. Peserta didik
dapat menentukan rencana tindak
lanjut dari hasil refleksi dan
evaluasi.
XIX.1. CAPAIAN PEMBELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN BUDI
DAYA
A. Rasional
Mata pelajaran Prakarya dan kewirausahaan merupakan
kelanjutan mata pelajaran prakarya di fase sebelumnya, dengan
memperdalam kemampuan kewirausahaan, yaitu merespon
kebutuhan masyarakat sehingga produknya diterima dan
mempunyai nilai ekonomis. Mata pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan merupakan ilmu yang mengembangkan olah
pikir dan olah rasa untuk membantu menjalani kehidupan,
memecahkan masalah, maupun menghasilkan produk yang
dapat meningkatkan kualitas hidup. Mata pelajaran Prakarya
dan Kewirausahaan melatih kemampuan kepemimpinan
(leadership), berinisiatif tinggi dan merespons kebutuhan sekitar,
kerja sama (team work), serta berani mengambil risiko (risk-
taking). Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat
menyikapi perkembangan dan perubahan teknologi, ekonomi
digital, budaya, dan gaya hidup yang terjadi dengan cepat saat
ini.
Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan menyediakan
wahana bagi peserta didik menggunakan kepekaan terhadap
lingkungan, ide, dan kreativitas, serta keterampilan untuk
merencanakan, mengorganisir, dan mewujudkan peluang usaha.
Kompetensi tersebut merupakan proses mewujudkan dan
menguatkan profil pelajar Pancasila. Pembelajaran prakarya dan
kewirausahaan mempertimbangkan minat, bakat, dan
perkembangan peserta didik, terdiri atas empat aspek
keterampilan yaitu budidaya, kerajinan, pengolahan, dan
rekayasa. Aspek budi daya pada mata pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan melatih peserta didik menggunakan kepekaan
terhadap lingkungan dengan mengkonservasi dan
memperbanyak sumber daya hayati secara berkelanjutan.
Pembelajaran juga membuka kesempatan bagi peserta didik dan
satuan pendidikan untuk bekerja sama dengan dunia
usaha/dunia kerja.
B. Tujuan
Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Budi Daya
bertujuan membantu peserta didik
1. merancang dan menghasilkan produk budi daya yang aman
dan berkelanjutan (sustainable) melalui eksplorasi teknologi
budi daya dengan mengembangkan, pengetahuan alam
berbasis ekosistem sesuai potensi lingkungan sekitar;
2. mengapresiasi, mengevaluasi, merefleksi proses dan produk
budi daya yang aman berdasarkan pendekatan ilmiah untuk
meningkatkan kualitas sistem produksi;
3. menumbuhkan pola pikir kewirausahaan, antara lain
kemampuan merencanakan, mengorganisir, dan
mewujudkan peluang usaha; dan
4. membekali kecakapan hidup (soft skill dan hard skill)
wirausaha produk budi daya.

C. Karakteristik
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Budi Daya
mengembangkan kompetensi merencanakan proses dan
menghasilkan produk budi daya yang aman dan berkelanjutan
(sustainable) berdasarkan analisis peluang usaha. Peserta didik
dilatih untuk berpikir kreatif, inovatif, logis dan sistematis,
melalui kegiatan eksplorasi, merencanakan produksi,
melaksanakan produksi, memasarkan, evaluasi, dan refleksi
dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya.
Lingkup materi Prakarya dan Kewirausahaan Budi Daya
mencakup pertanian (tanaman sayuran, tanaman pangan,
tanaman hias, tanaman obat), perikanan (ikan konsumsi dan
ikan hias, baik tawar maupun laut) dan, peternakan (hewan
peliharaan, unggas pedaging, unggas petelur, satwa harapan)
dilaksanakan untuk menjawab tantangan kebutuhan
masyarakat.
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Budi Daya
diorganisasikan dalam lingkup empat elemen yang terdiri atas
observasi dan eksplorasi, desain/perencanaan, produksi, refleksi
dan evaluasi. Keempat elemen merupakan satu kesatuan sistem
produksi yang utuh sebagai kompetensi yang dibutuhkan dalam
berwirausaha.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan Budi Daya adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Observasi dan Kemampuan mengamati,
Eksplorasi mengeksplorasi (bahan, alat, teknik,
dan prosedur pembuatan) sistem
produksi budi daya, mengidentifikasi
potensi internal dan eksternal secara
sistematis dan kontekstual meliputi
fakta, konsep, prinsip dan
prosedur,baik yang bersifat teknis
maupun ekonomis serta menganalisis
peluang usaha.
Desain/ Keterampilan dalam menyusun,
Perencanaan membuat, mengembangkan rencana
produk berupa respon terhadap
kondisi, melakukan modifikasi sistem
produksi berdasarkan analisis peluang
usaha.
Produksi Keterampilan mengembangkan sistem
produksi budi daya berdasarkan
perencanaan produk dengan
memperhatikan kebutuhan konsumen,
kesesuaian proses dan ketepatan
waktu penyerahan produk, serta aspek
ekonomis terkait dengan pemasaran.
Refleksi dan Kemampuan mengamati,
Evaluasi mengidentifikasi, mengapresiasi,
menganalisis, menilai, dan memberi
saran perbaikan terkait dengan proses
dan produk secara berkelanjutan.

D. Capaian Pembelajaran
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA)
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu mengidentifikasi potensi,
menganalisis peluang usaha, menyusun rencana dan
mengembangkan sistem produksi budi daya melalui analisis
kebutuhan dan kelayakan pasar serta membudidayakan
tanaman dan/atau hewan potensial dengan memperhatikan
keberlanjutan (sustainable) dan bernilai ekonomis. Peserta didik
mampu memasarkan produk, melakukan evaluasi proses,
produk, dan aspek ekonomis sebagai proses perbaikan secara
berkelanjutan (Continuous Improvement).
Fase F berdasarkan elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Observasi dan Peserta didik mampu menganalisis
Eksplorasi potensi internal dan eksternal, serta
peluang usaha produk budi daya.
Desain/ Peserta didik mampu menyusun
Perencanaan rencana usaha dalam bentuk proposal
sederhana berdasarkan kajian ilmiah,
pemanfaatan teknologi, ekosistem dan
analisis kebutuhan pasar sesuai
potensi lingkungan/kearifan lokal.
Produksi Peserta didik mampu menyusun
strategi produksi, menyusun kriteria
standar/spesifikasi produk,
melaksanakan kegiatan produksi,
mengendalikan mutu produk (quality
assurance), melaksanakan
pengemasan produk, memasarkan
produk, menyusun strategi distribusi
dan memberikan layanan terhadap
keluhan pelanggan.
Refleksi dan Peserta didik mampu menganalisis
Evaluasi hasil refleksi dari observasi, eksplorasi,
desain, dan produksi. Peserta didik
mampu melakukan evaluasi produk,
evaluasi proses, evaluasi kepuasan
Elemen Capaian Pembelajaran
pelanggan, dan melakukan perbaikan
secara berkelanjutan.

XX.2. CAPAIAN PEMBELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN


KERAJINAN
A. Rasional
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan merupakan
kelanjutan mata pelajaran prakarya di fase sebelumnya, dengan
memperdalam kemampuan kewirausahaan, yaitu mampu
merespon kebutuhan masyarakat sehingga produknya diterima
dan mempunyai nilai ekonomis. Mata pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan merupakan ilmu yang mengembangkan olah
pikir dan olah rasa untuk membantu menjalani kehidupan,
memecahkan masalah, maupun menghasilkan produk yang
dapat meningkatkan kualitas hidup. Mata pelajaran Prakarya
dan Kewirausahaan melatih kemampuan kepemimpinan
(leadership), berinisiatif tinggi dan merespons kebutuhan sekitar,
kerja sama (team work), serta berani mengambil resiko (risk-
taking). Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat
menyikapi perkembangan dan perubahan teknologi, ekonomi
digital, budaya, dan gaya hidup yang terjadi dengan cepat saat
ini.
Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan menyediakan
wahana bagi peserta didik menggunakan kepekaan terhadap
lingkungan, ide, dan kreativitas, serta keterampilan untuk
merencanakan, mengorganisir, dan mewujudkan peluang usaha.
Kompetensi tersebut merupakan proses mewujudkan dan
menguatkan profil pelajar Pancasila. Pembelajaran prakarya dan
kewirausahaan mempertimbangkan minat, bakat, dan
perkembangan peserta didik terdiri atas empat aspek
keterampilan yaitu budidaya, kerajinan, pengolahan, dan
rekayasa. Aspek kerajinan mengacu pada konsep hasta karya Ki
Hajar Dewantara yaitu mengembangkan cipta, rasa, dan karsa
dalam menciptakan produk kerajinan. Pembelajaran ini
diharapkan mampu memberikan dampak yang positif terhadap
diri, lingkungan menuju keseimbangan antara alam (nature), dan
budaya (culture). Pembelajaran juga membuka kesempatan bagi
peserta didik dan satuan pendidikan untuk bekerja sama dengan
dunia usaha/dunia kerja.

B. Tujuan
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
bertujuan untuk membantu peserta didik
1. merancang dan menghasilkan produk kerajinan melalui
penggalian (exploration) bahan, alat, teknik, dan prosedur
pembuatan dengan mengembangkan pengetahuan dan
keterampilan seni, kerajinan, teknologi, desain, budaya, dan
ekonomi;
2. mengapresiasi, mengevaluasi, dan merefleksi proses dan
produk kerajinan untuk mengembangkan kepekaan estetik,
kreativitas, dan kemampuan menghargai produk;
3. menumbuhkan pola pikir kewirausahaan, antara lain
kemampuan merencanakan, mengorganisir, dan
mewujudkan peluang usaha; dan
4. membekali kecakapan hidup (soft skill dan hard skill)
wirausaha dalam menghasilkan produk kerajinan.

C. Karakteristik
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
mengembangkan kompetensi merencanakan proses dan
menghasilkan produk kerajinan secara kontekstual dan estetik
berdasarkan analisis peluang usaha. Pengembangan ide kreatif
dalam bentuk desain/perencanaan dengan menggali budaya dan
kearifan lokal melalui kemampuan apresiasi, observasi, dan
eksplorasi. Proses produksi melalui kegiatan uji coba, modifikasi,
membuat produk, dan sentuhan akhir (finishing touch) dengan
memberi kesempatan merefleksi dan mengevaluasi.
Lingkup materi Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan meliputi
pembuatan produk dengan memanfaatkan bahan (alam, buatan,
limbah organik dan anorganik, yang bertekstur lunak, ber tekstur
keras, tekstil, dan objek budaya), alat (peralatan khas sesuai
teknik), teknik (teknik potong, sambung, tempel, ukir, anyam,
batik, butsir, cukil, sulam, tenun, dan lainnya) dan prosedur
serta mengembangkan produk yang kreatif dan inovatif untuk
merespon kebutuhan masyarakat sesuai potensi daerah dan
kearifan lokal masing-masing.
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kerajinan
diorganisasikan dalam lingkup empat elemen yang terdiri atas
observasi dan eksplorasi, desain/perencanaan, produksi, refleksi
dan evaluasi. Keempat elemen merupakan satu kesatuan sistem
produksi yang utuh sebagai kompetensi yang dibutuhkan dalam
berwirausaha.
Elemen dan deskripsi mata pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan Kerajinan adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Observasi dan Elemen observasi dan eksplorasi
Eksplorasi adalah kemampuan mengamati dan
mengeksplorasi (bahan, alat, teknik,
dan prosedur pembuatan) secara
sistematis dan kontekstual, meliputi
fakta, konsep, prinsip, dan prosedur
baik yang bersifat teknis maupun
ekonomis untuk menciptakan peluang
usaha dalam membuat produk yang
kreatif dan estetik.
Desain/ Elemen desain atau perencanaan
Perencanaan adalah keterampilan dalam menyusun,
membuat, mengembangkan rencana
produk berupa respon terhadap
kondisi, melakukan inovasi terhadap
produk atau menciptakan produk baru
berdasarkan hasil analisis peluang
usaha
Produksi Elemen produksi adalah keterampilan
membuat produk setengah jadi dan
/atau produk jadi berdasarkan
perencanaan produk. Untuk
Elemen Deskripsi
memastikan produk sesuai dengan
kebutuhan konsumen, dilakukan
pembuatan prototype/sample product.
Hal-hal yang menjadi acuan dalam
kegiatan produksi adalah kesesuian
kebutuhan konsumen, kesesuian
spesifikasi produk, kesesuian proses
dan ketepatan waktu penyerahan
produk serta aspek ekonomis terkait
pemasaran
Refleksi dan Elemen refleksi dan evaluasi adalah
Evaluasi kemampuan mengamati,
mengidentifikasi, mengapresiasi,
menganalisis, menilai, dan memberi
saran perbaikan terkait dengan proses
dan produk.

D. Capaian Pembelajaran
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA)
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu mengidentifikasi potensi,
menganalisis peluang usaha, menyusun rencana dan metode
pengolahan, serta membuat dan/atau mengembangkan produk
olahan pangan atau nonpangan sesuai persyaratan teknis dan
ekonomis. Peserta didik mampu memasarkan produk serta
melakukan evaluasi proses, produk, dan aspek ekonomis sebagai
proses perbaikan secara berkelanjutan (Continuous Improvement).
Fase F berdasarkan elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Observasi dan Peserta didik mampu menganalisis
Eksplorasi peluang usaha produk kerajinan
berdasarkan kajian kebutuhan pasar
dan kesiapan sumber daya.
Desain/ Peserta didik mampu menyusun
Perencanaan rencana produk, desain/rancangan
produk dalam bentuk proposal usaha,
Elemen Capaian Pembelajaran
proses kerja pembuatan
prototipe/contoh produk.
Produksi Peserta didik mampu membuat produk
kerajinan, sesuai dengan spesifikasi
produk, melakukan pengemasan
produk, dan memasarkan produk.
Refleksi dan Peserta didik mampu menganalisis
Evaluasi hasil refleksi dari observasi, eksplorasi,
desain, dan produksi. Peserta didik
mampu melakukan evaluasi proses
dan produk kerajinan, serta
melakukan perbaikan secara
berkelanjutan.

XX.3. CAPAIAN PEMBELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN


PENGOLAHAN
A. Rasional
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan merupakan
kelanjutan mata pelajaran prakarya di fase sebelumnya dengan
memperdalam kemampuan kewirausahaan, yaitu merespon
kebutuhan Masyarakat sehingga produknya diterima dan
mempunyai nilai ekonomis. Mata pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan merupakan ilmu yang mengembangkan olah
pikir dan olah rasa untuk membantu menjalani kehidupan,
memecahkan masalah, maupun menghasilkan produk yang
dapat meningkatkan kualitas hidup. Mata pelajaran Prakarya
dan Kewirausahaan melatih kemampuan kepemimpinan
(leadership), berinisiatif tinggi dan merespons kebutuhan sekitar,
kerja sama (team work), serta berani mengambil risiko (risk-
taking). Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat
menyikapi perkembangan dan perubahan teknologi, ekonomi
digital, budaya, dan gaya hidup yang terjadi dengan cepat saat
ini.
Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan menyediakan
wahana bagi peserta didik menggunakan kepekaan terhadap
lingkungan, ide, dan kreativitas, serta keterampilan untuk
merencanakan, mengorganisir, dan mewujudkan peluang usaha.
Kompetensi tersebut merupakan proses mewujudkan dan
menguatkan profil pelajar Pancasila. Pembelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan mempertimbangkan minat, bakat, dan
perkembangan peserta didik terdiri atas empat aspek
keterampilan yaitu budidaya, kerajinan, pengolahan, dan
rekayasa. Aspek pengolahan pada mata pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan melatih kepekaan mengidentifikasi produk
olahan sesuai potensi daerah dan kearifan lokal menjadi suatu
peluang usaha, kreatif menyusun rencana dan desain serta
membuat dan/atau mengembangkan produk olahan.
Pembelajaran juga membuka kesempatan bagi peserta didik dan
satuan pendidikan untuk bekerja sama dengan dunia
usaha/dunia kerja.

B. Tujuan
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan aspek pengolahan
bertujuan untuk membantu peserta didik
1. merancang dan menghasilkan produk olahan sesuai
persyaratan teknis dan ekonomis melalui eksplorasi teknik
pengolahan berdasarkan potensi daerah dan kearifan lokal.
2. mengapresiasi, mengevaluasi, merefleksi proses dan produk
olahan untuk peningkatan kualitas hasil karya secara
berkelanjutan;
3. menumbuhkan pola pikir kewirausahaan dalam
kemampuan merencanakan, mengorganisir, dan
mewujudkan peluang usaha produk olahan; dan
4. membekali kecakapan hidup (soft skill dan hard skill)
wirausaha dalam menghasilkan produk olahan.

C. Karakteristik
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan
mengembangkan kompetensi merencanakan proses dan
menghasilkan produk olahan pangan dan nonpangan yang aman
dan berkelanjutan (sustainable) berdasarkan analisis peluang
usaha. Peserta didik dilatih berpikir kreatif, inovatif, logis, dan
sistematis melalui kegiatan eksplorasi, merencanakan produksi,
melaksanakan produksi, memasarkan, evaluasi, dan refleksi
dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya.
Lingkup materi Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan
meliputi pengolahan bahan nabati (buah, sayur, umbi, serealia),
hewani (daging ternak besar, daging unggas, ikan, telur, susu),
herbal (tanaman berkhasiat/obat), perkebunan (kopi, teh,
cokelat, kelapa dan sawit), dan uji hedonik sesuai kondisi serta
memperhatikan potensi daerah dan kearifan lokal dilaksanakan
untuk menjawab tantangan kebutuhan masyarakat.
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Pengolahan
diorganisasikan dalam lingkup empat elemen yang terdiri atas
observasi dan eksplorasi, desain/perencanaan, produksi, refleksi
dan evaluasi. Keempat elemen merupakan satu kesatuan sistem
produksi yang utuh sebagai kompetensi yang dibutuhkan dalam
berwirausaha.
Elemen dan deskripsi mata pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan Pengolahan adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Observasi dan Kemampuan mengamati,
Eksplorasi mengeksplorasi (bahan, alat, teknik,
dan prosedur pembuatan),
mengidentifikasi potensi internal dan
eksternal secara sistematis dan
kontekstual meliputi fakta, konsep,
prinsip dan prosedur, baik yang
bersifat teknis maupun ekonomis serta
menganalisis peluang usaha dalam
membuat produk olahan.
Desain/ Keterampilan dalam menyusun,
Perencanaan membuat, mengembangkan rencana
produk, berupa respon terhadap
kondisi, melakukan inovasi terhadap
produk atau menciptakan produk baru
berdasarkan analisis peluang usaha.
Elemen Deskripsi
Produksi Keterampilan membuat produk
setengah jadi dan /atau produk jadi
berdasarkan perencanaan produk
dengan memerhatikan kebutuhan
konsumen, spesifikasi produk,
kesesuaian proses dan ketepatan
waktu penyerahan produk, serta aspek
ekonomis terkait dengan pemasaran.
Refleksi dan Kemampuan mengamati,
Evaluasi mengidentifikasi, mengapresiasi,
menganalisis, menilai, dan memberi
saran perbaikan terkait dengan proses
dan produk secara berkelanjutan.

D. Capaian Pembelajaran
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA)
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu mengidentifikasi potensi,
menganalisis peluang usaha, menyusun rencana dan metode
pengolahan, serta membuat dan/atau mengembangkan produk
olahan pangan atau nonpangan sesuai persyaratan teknis dan
ekonomis. Peserta didik mampu memasarkan produk serta
melakukan evaluasi proses, produk, dan aspek ekonomis sebagai
proses perbaikan secara berkelanjutan (Continuous Improvement).
Fase F berdasarkan elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Observasi dan Peserta didik mampu menganalisis
Eksplorasi peluang usaha produk olahan pangan
atau nonpangan berdasarkan kajian
kebutuhan pasar dan kesiapan
sumber daya.
Desain/ Peserta didik mampu menyusun
Perencanaan rencana produk, desain/rancangan
produk dalam bentuk proposal usaha,
dan proses kerja pembuatan
Elemen Capaian Pembelajaran
prototipe/contoh produk olahan
pangan atau nonpangan.
Produksi Peserta didik mampu membuat produk
olahan pangan dan nonpangan sesuai
spesifikasi produk, melaksanakan
pengemasan, dan memasarkan
produk.
Refleksi dan Peserta didik mampu menganalisis
Evaluasi hasil refleksi dari observasi, eksplorasi,
desain, dan produksi. Peserta didik
mampu melakukan evaluasi proses
dan produk olahan pangan dan
nonpangan serta melakukan perbaikan
secara berkelanjutan.

XX.4. CAPAIAN PEMBELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN


REKAYASA
A. Rasional
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan merupakan
kelanjutan mata pelajaran prakarya di fase sebelumnya, dengan
memperdalam kemampuan kewirausahaan, yaitu mampu
merespon kebutuhan masyarakat sehingga produknya diterima
dan mempunyai nilai ekonomis. Mata pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan merupakan ilmu yang mengembangkan olah
pikir dan olah rasa untuk membantu menjalani kehidupan,
memecahkan masalah, maupun menghasilkan produk yang
dapat meningkatkan kualitas hidup. Mata pelajaran Prakarya
dan Kewirausahaan melatih kemampuan kepemimpinan
(leadership), berinisiatif tinggi dan merespons kebutuhan sekitar,
kerja sama (team work), serta berani mengambil resiko (risk-
taking). Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat
menyikapi perkembangan dan perubahan teknologi, ekonomi
digital, budaya, dan gaya hidup yang terjadi dengan cepat saat
ini.
Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan menyediakan
wahana bagi peserta didik menggunakan kepekaan terhadap
lingkungan, ide, dan kreativitas, serta keterampilan untuk
merencanakan, mengorganisir, dan mewujudkan peluang usaha.
Kompetensi tersebut merupakan proses mewujudkan dan
menguatkan profil pelajar Pancasila. Pembelajaran prakarya dan
kewirausahaan mempertimbangkan minat, bakat, dan
perkembangan peserta didik terdiri atas empat aspek
keterampilan yaitu budi daya, kerajinan, pengolahan, dan
rekayasa. Aspek rekayasa pada mata pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan mengembangkan keterampilan peserta didik
melalui kepekaan terhadap lingkungan, ide dan kreativitas untuk
berkembang secara mandiri dan ekonomis. Pembelajaran juga
membuka kesempatan bagi peserta didik dan satuan pendidikan
untuk bekerja sama dengan dunia usaha/dunia kerja.

B. Tujuan
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa bertujuan
untuk membantu peserta didik
1. merancang dan menghasilkan produk rekayasa melalui
penggalian (exploration) kajian ilmiah dan kelayakan fungsi
dengan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan;
2. mengapresiasi, mengevaluasi, dan merefleksi diri proses dan
produk rekayasa berdasarkan pendekatan ilmiah sehingga
berkembang rasa ingin tahu, kreativitas, dan kemampuan
menghargai produk rekayasa;
3. menumbuhkan pola pikir kewirausahaan, antara lain
kemampuan merencanakan, mengorganisir dan
mewujudkan peluang usaha produk rekayasa; dan
4. membekali kecakapan hidup (soft skill dan hard skill)
wirausaha produk teknologi terapan.

C. Karakteristik
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa
mengembangkan kompetensi merencanakan proses dan
menciptakan produk rekayasa secara kontekstual, memenuhi
kelayakan fungsi dan ergonomis berdasarkan analisis usaha.
Diharapkan dengan adanya kompetensi dalam berwirausaha,
maka pada peserta didik terwujud kemandirian dan peluang
usaha baru yang berbasis kerakyatan. Materi pembelajaran
Prakarya dan Kewirausahaan aspek rekayasa dapat menggali
potensi daerah/lokal serta memperhatikan karakteristik bahan
yang dikembangkan.
Lingkup materi prakarya dan kewirausahaan rekayasa meliputi
teknologi rekayasa tepat guna berbasis masalah (elektronika,
sistem pengendali, otomatisasi), dan teknologi terapan yang
disesuaikan dengan potensi lingkungan serta kearifan lokal.
Prosedur pembuatan produk rekayasa meliputi proses konstruksi
penyambungan kayu, tali, plastik, kertas, dan lainnya untuk
menghasilkan produk yang kuat baik secara mekanik maupun
elektronika harus dilakukan dengan prinsip ketepatan,
ergonomis, percepatan dan mandiri agar aman dan nyaman
digunakan.
Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Rekayasa
diorganisasikan dalam lingkup empat elemen yang merupakan
satu kesatuan proses utuh terdiri dari empat elemen yakni
observasi dan eksplorasi, desain/perencanaan, produksi, refleksi
dan evaluasi. Keempat elemen merupakan satu kesatuan yang
utuh sehingga memberikan pengalaman yang menyeluruh dan
komprehensif dalam kegiatan berwirausaha.
Elemen dan deskripsi mata pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan Rekayasa adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Observasi dan Kemampuan mengamati,
Eksplorasi mengeksplorasi (bahan, alat, teknik, dan
prosedur pembuatan), mengidentifikasi
potensi internal dan eksternal secara
sistematis dan kontekstual meliputi
fakta, konsep, prinsip dan prosedur,baik
yang bersifat teknis maupun ekonomis
serta menganalisis peluang usaha dalam
Elemen Deskripsi
membuat produk rekayasa yang kreatif
dan inovatif.
Desain/ Keterampilan dalam menyusun,
Perencanaan membuat dan mengembangkan rencana
produk menjadi rencana usaha
(business plan), berupa respon terhadap
kondisi, melakukan inovasi terhadap
produk melalui penciptaan/rekayasa
produk baru berdasarkan hasil analisis
kebutuhan.
Produksi Keterampilan membuat produk setengah
jadi dan /atau produk jadi berdasarkan
perencanaan produk yang kreatif dan
inovatif dengan memperhatikan
kelayakan fungsi, spesifikasi produk,
daya tahan, serta aspek ekonomis.
Refleksi dan Kemampuan mengamati, mengapresiasi,
Evaluasi mengidentifikasi, menganalisis, menilai,
dan memberi saran
perbaikan/pengembangan
produk/kelayakan produk secara
berkelanjutan.

D. Capaian Pembelajaran
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA)
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu mengidentifikasi potensi,
menganalisisnya menjadi peluang usaha, menyusun rencana dan
desain, serta merekayasa produk teknologi terapan yang
dihasilkan melalui kajian ilmiah, analisis kebutuhan dan
kelayakan fungsi. Peserta didik juga mampu mempresentasikan
dan mempublikasikan produk melalui media informasi dan
komunikasi yang tersedia. Pada fase ini peserta didik mampu
memberikan penilaian proses dan produk berdasarkan analisis
dampak lingkungan/teknologi terapan dan nilai ekonomis
sebagai proses perbaikan produk secara berkelanjutan.
Fase F berdasarkan elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Observasi dan Peserta didik mampu menganalisis
Eksplorasi peluang usaha melalui kajian berbasis
masalah aktual dan kesiapan sumber
daya produk rekayasa.
Desain/ Peserta didik mampu menyusun
Perencanaan rencana produk, desain/rancangan
produk dalam bentuk proposal usaha,
dan proses kerja pembuatan
prototype/contoh produk teknologi
terapan.
Produksi Peserta didik mampu menciptakan
produk rekayasa teknologi terapan
sesuai dengan spesifikasi dan
ketahanan produk, mempresentasikan
dan mempublikasikan produk.
Refleksi dan Peserta didik mampu menganalisis
Evaluasi hasil refleksi dari observasi, eksplorasi,
desain, dan produksi. Peserta didik
mampu melakukan evaluasi proses
dan produk rekayasa serta melakukan
perbaikan produk secara
berkelanjutan.

XXI. CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN


KESEHATAN
A. Rasional
Keberadaan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
(PJOK) dalam kurikulum pendidikan menegaskan posisinya
sebagai pembelajaran bagi peserta didik. Semua anak tanpa
terkecuali akan menempuh perjalanan pembelajaran yang
dipandu secara pedagogis untuk mengembangkan keterampilan,
pengetahuan, dan pemahaman serta sikap terhadap gerak dan
kesehatan. Dengan kata lain, PJOK adalah suatu mata pelajaran
yang bertujuan untuk memfasilitasi anak dalam menemukan

Anda mungkin juga menyukai