0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan29 halaman

Capaian Pembelajaran IPA Fase D dan E

CP Mapel IPA Fase E

Diunggah oleh

Theresia Retno S
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan29 halaman

Capaian Pembelajaran IPA Fase D dan E

CP Mapel IPA Fase E

Diunggah oleh

Theresia Retno S
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Elemen Capaian Pembelajaran

melakukan observasi
menggunakan alat bantu
pengukuran sederhana.
● Memproses serta Menganalisis
Data dan Informasi
Peserta didik mengolah data
dalam bentuk tabel dan grafik
serta menjelaskan hasil
pengamatan dan pola atau
hubungan pada data. Peserta
didik membandingkan data
dengan prediksi dan
memberikan alasan
berdasarkan bukti.
● Mengevaluasi dan Refleksi
Melakukan refleksi dan
memberikan saran perbaikan
terhadap penyelidikan yang
sudah dilakukan.
● Mengomunikasikan Hasil
Peserta didik
mengomunikasikan hasil
penyelidikan secara utuh yang
ditunjang dengan argumen
dalam berbagai media.

VII. CAPAIAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


A. Rasional
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah aktivitas intelektual yang
memberi pengalaman belajar untuk memahami cara kerja alam
semesta dan kontribusi IPA terhadap keberlangsungan
kehidupan melalui pendekatan-pendekatan empiris yang dapat
dipertanggungjawabkan. Pemahaman IPA ini dapat mendorong
peserta didik untuk mengeksplorasi hal-hal yang belum
diketahui, menginvestigasi fenomena-fenomena, membuat
prediksi, dan memecahkan berbagai permasalahan sains yang
pada akhirnya terkait dengan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.
Pemahaman peserta didik terhadap IPA menjadi dasar dalam
melakukan aksi nyata untuk berkontribusi positif pada
pengembangan diri dan lingkungannya.
Pada Kurikulum Merdeka, IPA menjadi mata pelajaran tersendiri
pada Fase D dan Fase E. Hal tersebut bertujuan memberikan
kesempatan yang lebih luas pada peserta didik untuk
mempelajari topik-topik dalam bidang keilmuan fisika, kimia,
biologi, serta bumi dan antariksa. Pembelajaran IPA melatih sikap
ilmiah, antara lain keingintahuan yang tinggi, berpikir kritis,
analitis, terbuka, jujur, bertanggung jawab, objektif, tidak mudah
putus asa, tekun, solutif, sistematis, dan mampu mengambil
kesimpulan yang tepat.
Ilmu Pengetahuan Alam berperan sangat besar dalam kehidupan
peserta didik sehingga mereka dapat menjaga keselamatan diri,
orang lain, dan alam; mencari potensi-potensi yang terpendam
dari alam, baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan;
serta membantu manusia mengambil keputusan dalam
menyelesaikan masalah.
Mata pelajaran IPA merupakan sarana yang strategis dalam
mengembangkan profil pelajar Pancasila. Peserta didik
membangun iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia melalui pemahamannya terhadap alam semesta
ciptaan Tuhan. Selanjutnya pendekatan saintifik dapat
meningkatkan kemampuan bernalar kritis dan kreatif dalam
memproses dan mengelola informasi baik kualitatif maupun
kuantitatif secara objektif, membangun keterkaitan antara
berbagai informasi, melakukan analisis, melakukan evaluasi,
menarik kesimpulan, dan menerapkan hal yang dipelajari dalam
situasi baru. Mata pelajaran IPA juga memfasilitasi peserta didik
untuk mandiri dan mampu berkolaborasi, serta dapat menggali
potensi yang dimiliki Indonesia dan mengidentifikasi masalah
yang ada di sekitarnya dalam perspektif global.
B. Tujuan
Dengan mempelajari IPA, peserta didik dapat:
1. mengembangkan ketertarikan dan rasa ingin tahu sehingga
peserta didik terpacu untuk mengkaji fenomena yang ada di
sekitar manusia, memahami bagaimana sistem alam
semesta bekerja, memberikan dampak timbal-balik bagi
kehidupan manusia, dan memahami kontribusi IPA dalam
keberlangsungan kehidupan;
2. berperan aktif dalam memelihara, menjaga, melestarikan
lingkungan alam, serta mengelola sumber daya alam dan
lingkungan dengan bijak;
3. melakukan kerja ilmiah dan menumbuhkan sikap ilmiah;
dan
4. mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-
konsep di dalam IPA sehingga dapat berkontribusi dalam
menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan dirinya
dan lingkungan di sekitarnya dalam perspektif global.

C. Karakteristik
IPA pada Fase D diajarkan secara terpadu, sedangkan pada Fase
E dapat diajarkan tersendiri melalui mata pelajaran Fisika,
Kimia, dan Biologi ataupun terpadu, seperti Fase D. Materi IPA
yang diajarkan terpadu pada Fase E dilaksanakan dengan unit of
inquiry, yaitu sebuah projek untuk menyelesaikan sebuah
masalah atau isu lingkungan dari berbagai sudut pandang baik
itu fisika, kimia, dan biologi.
Ada dua elemen utama dalam pendidikan IPA, yakni pemahaman
IPA dan keterampilan proses. Dalam melaksanakan
pembelajaran, elemen keterampilan proses adalah cara yang
dilakukan untuk memperoleh pemahaman IPA sehingga kedua
elemen ini disampaikan dalam satu kesatuan yang utuh dan
tidak diturunkan menjadi tujuan pembelajaran terpisah.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran IPA adalah sebagai
berikut.
Elemen Deskripsi
Pemahaman IPA Pemahaman fakta, konsep, prinsip,
hukum, teori dan model pada materi
makhluk hidup dan lingkungannya,
zat dan sifatnya, energi dan
perubahannya, gelombang, serta bumi
dan antariksa, yang sesuai untuk
menjelaskan dan memprediksi
fenomena serta menerapkannya pada
situasi baru.
Keterampilan Proses Keterampilan inkuiri sains terkait
dengan pemahaman peserta didik
tentang konten sains yang
menyediakan struktur dan proses
dimana konten sains dapat tercakup.
Keterampilan tersebut meliputi
keterampilan mengamati;
mempertanyakan dan memprediksi;
merencanakan dan melakukan
penyelidikan; memproses,
menganalisis data dan informasi;
mengevaluasi dan refleksi; dan
mengomunikasikan hasil.
Keterampilan proses tidak selalu
merupakan urutan langkah,
melainkan suatu siklus yang dinamis
yang dapat disesuaikan berdasarkan
perkembangan dan kemampuan
peserta didik.

D. Capaian Pembelajaran
1. Fase D (Umumnya untuk Kelas VII, VIII dan IX
SMP/MTs/Program Paket B)
Pada akhir Fase D, peserta didik memahami proses
identifikasi makhluk hidup, sifat dan karakteristik zat,
sistem organisasi kehidupan, interaksi makhluk hidup
dengan lingkungannya, upaya mitigasi perubahan iklim,
pewarisan sifat, dan bioteknologi di lingkungan sekitarnya.
Mereka juga memahami pengukuran, gerak dan gaya,
tekanan dan pesawat sederhana, konsep usaha dan energi,
pengaruh kalor dan perubahan suhu, gelombang, gejala
kemagnetan dan kelistrikan, pemanfaatan sumber energi
listrik ramah lingkungan, posisi bulan-bumi-matahari, sifat
fisika dan kimia tanah, serta penggunaan zat aditif dalam
penyelesaian masalah yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari. Konsep-konsep tersebut memungkinkan peserta
didik untuk menerapkan dan mengembangkan keterampilan
inkuiri sains mereka.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman IPA Peserta didik memahami proses
identifikasi makhluk hidup sesuai
dengan karakteristiknya; sifat dan
karakteristik zat, perubahan
fisika dan kimia, serta pemisahan
campuran sederhana; sistem
organisasi kehidupan, fungsi,
serta kelainan atau gangguan
yang muncul pada sistem organ;
interaksi antar makhluk hidup
dan lingkungannya dalam
merancang upaya-upaya untuk
mencegah dan mengatasi
perubahan iklim; serta pewarisan
sifat dan penerapan bioteknologi
di lingkungan sekitarnya.
Peserta didik melakukan
pengukuran terhadap aspek fisis
yang mereka temui dan
memanfaatkan ragam gerak dan
gaya, tekanan, serta pesawat
sederhana.
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik memahami
hubungan konsep usaha dan
energi, pengaruh kalor dan
perpindahannya terhadap
perubahan suhu, gelombang dan
pemanfaatannya dalam
kehidupan sehari-hari, gejala
kemagnetan dan kelistrikan
untuk menyelesaikan tantangan
yang dihadapi dalam kehidupan
sehari-hari termasuk
pemanfaatan sumber energi listrik
ramah lingkungan.
Peserta didik mengelaborasikan
pemahamannya mengenai posisi
relatif bumi-bulan-matahari
dalam sistem tata surya untuk
menjelaskan fenomena alam dan
perubahan iklim. Peserta didik
memahami sifat fisika dan kimia
tanah dan menganalisis
hubungannya dengan organisme,
perubahan iklim, serta pelestarian
lingkungan.
Peserta didik memiliki keteguhan
dalam mengambil keputusan yang
tepat untuk menghindari zat aditif
dan adiktif yang membahayakan
dirinya dan lingkungan.
Keterampilan Proses ● Mengamati
Peserta didik mampu
melakukan pengamatan
terhadap fenomena dan
peristiwa di sekitarnya dan
mencatat hasil
Elemen Capaian Pembelajaran
pengamatannya dengan
memperhatikan karakteristik
objek yang diamati.
● Mempertanyakan dan
Memprediksi
Secara mandiri, peserta didik
mampu mengidentifikasi
pertanyaan yang dapat
diselidiki secara ilmiah dan
membuat prediksinya.
● Merencanakan dan Melakukan
Penyelidikan
Peserta didik mampu
merencanakan dan melakukan
langkah-langkah operasional
untuk menjawab pertanyaan.
Peserta didik menggunakan
alat bantu pengukuran untuk
mendapatkan data yang
akurat dan memahami adanya
potensi kekeliruan dalam
penyelidikan.
● Memproses, Menganalisis Data
dan Informasi
Peserta didik mampu
mengolah data dalam bentuk
tabel, grafik, dan model serta
menjelaskan hasil
pengamatan dan pola atau
hubungan pada data. Peserta
didik mengumpulkan data
dari penyelidikan yang
dilakukannya, serta
menggunakan pemahaman
sains untuk mengidentifikasi
Elemen Capaian Pembelajaran
hubungan dan menarik
kesimpulan berdasarkan
bukti.
● Mengevaluasi dan Refleksi
Peserta didik mampu
mengidentifikasi sumber
ketidakpastian dan
kemungkinan penjelasan
alternatif dalam rangka
mengevaluasi kesimpulan,
serta menjelaskan cara
spesifik untuk meningkatkan
kualitas data.
● Mengomunikasikan Hasil
Peserta didik mampu
mengomunikasikan hasil
penyelidikan secara sistematis
dan utuh yang ditunjang
dengan argumen dan bahasa
yang sesuai konteks
penyelidikan.

2. Fase E (Umumnya untuk Kelas X SMA/MA/Program Paket


C)
Pada akhir Fase E, peserta didik mengidentifikasi benda-
Pada akhir Fase E, peserta didik memiliki kemampuan
untuk memahami sistem pengukuran, energi alternatif,
ekosistem, bioteknologi, keanekaragaman hayati, struktur
atom, reaksi kimia, hukum-hukum dasar kimia, dan
perubahan iklim sehingga responsif dan dapat berperan aktif
dalam menyelesaikan masalah pada isu-isu lokal dan global.
Semua upaya tersebut diarahkan pada pencapaian tujuan
pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development
Goals/SDGs).
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman IPA Peserta didik memahami proses
klasifikasi makhluk hidup;
peranan virus, bakteri, dan jamur
dalam kehidupan; ekosistem dan
interaksi antarkomponen serta
faktor yang mempengaruhi; dan
pemanfaatan bioteknologi dalam
berbagai bidang kehidupan.
Peserta didik memahami sistem
pengukuran dalam kerja ilmiah;
energi alternatif dan
pemanfaatannya untuk mengatasi
permasalahan ketersediaan
energi.
Peserta didik memahami struktur
atom dan kaitannya dengan sifat
unsur dalam tabel periodik; serta
memahami reaksi kimia, hukum-
hukum dasar kimia, dan
perannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Peserta didik menerapkan
pemahaman IPA untuk mengatasi
permasalahan berkaitan dengan
perubahan iklim.
Keterampilan Proses ● Mengamati
Peserta didik mengamati
fenomena ilmiah dan mencatat
hasil pengamatannya dengan
memperhatikan karakteristik
dari objek yang diamati untuk
memunculkan pertanyaan yang
akan diselidiki.
● Mempertanyakan dan
Memprediksi
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik mengidentifikasi
pertanyaan dan permasalahan
yang dapat diselidiki secara
ilmiah. Peserta didik
menghubungkan pengetahuan
yang telah dimiliki dengan
pengetahuan baru untuk
membuat prediksi.
● Merencanakan dan Melakukan
Penyelidikan
Peserta didik merencanakan
penyelidikan ilmiah dan
melakukan langkah-langkah
operasional berdasarkan
referensi yang benar untuk
menjawab pertanyaan. Peserta
didik melakukan pengukuran
atau membandingkan variabel
terikat dengan menggunakan
alat yang sesuai serta
memperhatikan kaidah ilmiah.
● Memproses, Menganalisis Data
dan Informasi
Peserta didik menafsirkan
informasi yang diperoleh
dengan jujur dan bertanggung
jawab. Peserta didik
menganalisis menggunakan alat
dan metode yang tepat
berdasarkan data penyelidikan
dengan menggunakan referensi
rujukan yang sesuai, serta
menyimpulkan hasil
penyelidikan.
● Mengevaluasi dan Refleksi
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik mengidentifikasi
sumber ketidakpastian dan
kemungkinan penjelasan
alternatif dalam rangka
mengevaluasi kesimpulan serta
menjelaskan cara spesifik
untuk meningkatkan kualitas
data. Peserta didik menganalisis
validitas informasi dan
mengevaluasi pendekatan yang
digunakan untuk
menyelesaikan masalah dalam
penyelidikan.
● Mengomunikasikan Hasil
Peserta didik
mengomunikasikan hasil
penyelidikan secara sistematis
dan utuh ditunjang dengan
argumen ilmiah berdasarkan
referensi sesuai konteks
penyelidikan.

VIII. CAPAIAN PEMBELAJARAN FISIKA


A. Rasional
Fisika merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam
yang mengkaji sifat-sifat materi dalam ruang dan waktu beserta
konsep-konsep gaya dan energi terkait. Fisika mengkaji fenomena
alam mulai dari skala atomik hingga jagat raya dengan
menggunakan nalar ilmiah secara objektif dan kuantitatif yang
terwujud dalam proses pengamatan, pengukuran, perancangan
model hubungan antarvariabel yang terlibat yang mencerminkan
keteraturan alam, serta penarikan kesimpulan yang terwujud
dalam suatu teori yang valid dan dapat diaplikasikan. Fisika
mendasari perkembangan khasanah bidang ilmu pengetahuan
alam lainnya serta perkembangan teknologi modern yang
memudahkan kehidupan manusia diawali dari perkembangan
mekanik dan permesinan, otomotif, komputer dan otomasi, serta
teknologi informasi dan komunikasi.
Mata pelajaran Fisika diajarkan sebagai mata pelajaran
tersendiri. Pemahaman fisika yang tepat berguna untuk
memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari dan
menjadi jembatan keberhasilan peserta didik dalam menempuh
studi lanjut di perguruan tinggi baik pada ilmu-ilmu dasar/sains
maupun ilmu-ilmu keteknikan/rekayasa dan teknologi.
Pada proses pembelajaran fisika, peserta didik dilatih untuk
melakukan penelitian sederhana mengenai fenomena alam.
Peserta didik belajar mengamati, mempertanyakan dan
memprediksi, merencanakan dan melakukan penyelidikan,
memproses serta menganalisis data dan informasi, mengevaluasi
dan refleksi, serta mengomunikasikan hasil. Peserta didik dilatih
untuk memiliki penalaran ilmiah, kemampuan berpikir kritis dan
keterampilan memecahkan masalah. Peserta didik dilatih untuk
dapat hidup selaras berdasarkan hukum alam serta mengelola
sumber daya alam dan lingkungan dengan bijak, hingga
mendukung upaya mitigasi dan pengurangan dampak bencana
alam secara optimal.
Sebagai ilmu yang mempelajari fenomena alam, fisika
mengajarkan kesadaran diri manusia sebagai bagian dari alam
yang menjadi jalan agar peserta didik dapat beriman, bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; berinteraksi
dengan mengedepankan kebhinekaan global dan gotong royong;
serta memiliki standar perilaku yang mandiri, bernalar kritis, dan
kreatif yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila.

B. Tujuan
Dengan mempelajari ilmu fisika, peserta didik dapat
1. membentuk sikap religius melalui fisika dengan menyadari
keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan
kebesaran Tuhan Yang Maha Esa;
2. memupuk integritas dan sikap jujur, adil, bertanggung
jawab, menghormati martabat individu, kelompok, dan
komunitas, serta berkebhinekaan global;
3. memperdalam pemahaman tentang prinsip-prinsip fisis
alam semesta yang konsisten sehingga memiliki
kemampuan berpikir kritis dilengkapi dengan keterampilan
penalaran kuantitatif;
4. memiliki sikap ilmiah, mengembangkan rasa ingin tahu,
memiliki pengalaman untuk dapat merumuskan masalah
secara kreatif, mengajukan dan menguji hipotesis melalui
percobaan, merancang dan merakit instrumen percobaan,
mengumpulkan, mengolah, dan menafsirkan data, serta
mengomunikasikan hasil percobaan baik lisan maupun
tulisan secara mandiri maupun berkelompok;
5. memahami kekuatan dan keterbatasan diri untuk
mendukung pembelajaran dan pengembangan diri, memiliki
keinginan dalam mengembangkan pengalaman belajar, dan
menjadi pemelajar sepanjang hayat; serta
6. mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-
konsep fisika serta menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari.

C. Karakteristik
Mata pelajaran Fisika diorganisasikan dalam 2 (dua) elemen,
yaitu pemahaman fisika dan keterampilan proses. Pada Fase F,
cakupan materi elemen pemahaman fisika adalah mekanika,
termodinamika, gelombang, elektromagnetika, dan fisika modern.
Elemen keterampilan proses diartikan sebagai keterampilan yang
dikembangkan dan dibutuhkan peserta didik untuk mencapai
pemahaman yang lebih dalam tentang konsep sains dan
bagaimana pemikiran ilmiah diterapkan sehingga dalam proses
pembelajarannya, elemen ini merupakan satu kesatuan utuh
yang tidak diturunkan menjadi tujuan pembelajaran yang
terpisah.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Fisika adalah
sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Pemahaman Fisika Pemahaman fakta, konsep, prinsip,
hukum, teori, dan model pada materi
mekanika; fluida; gelombang;
termodinamika; kelistrikan dan
kemagnetan; dan fisika modern, yang
sesuai untuk menjelaskan dan
memprediksi fenomena serta
menerapkannya pada situasi baru.
Keterampilan Keterampilan inkuiri sains terkait
Proses dengan pemahaman peserta didik
tentang konten fisika yang
menyediakan struktur dan proses
dimana konten fisika dapat tercakup.
Keterampilan tersebut meliputi
keterampilan mengamati;
mempertanyakan dan memprediksi;
merencanakan dan melakukan
penyelidikan; memproses, menganalisis
data dan informasi; mengevaluasi dan
refleksi; serta mengomunikasikan hasil.
Keterampilan proses tidak selalu
merupakan urutan langkah, melainkan
suatu siklus yang dinamis yang dapat
disesuaikan berdasarkan
perkembangan dan kemampuan
peserta didik.

D. Capaian Pembelajaran
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA/Program
Paket C)
Pada akhir Fase F, peserta didik mampu memahami konsep
kinematika dan dinamika, fluida, termodinamika, gelombang,
kelistrikan dan kemagnetan, serta fisika modern. Konsep-konsep
tersebut memungkinkan peserta didik untuk menerapkan dan
mengembangkan keterampilan inkuiri sains mereka.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman Fisika Peserta didik mampu memahami
konsep gerak, yaitu hubungan gaya
dan gerak serta pemanfaatannya
untuk menjelaskan fenomena alam,
desain, atau rekayasa struktur;
penerapan hukum fluida dalam
kehidupan sehari-hari; konsep kalor
dan termodinamika serta
penerapannya untuk menganalisis
dampak perubahan iklim; gejala
gelombang dan penerapannya dalam
kehidupan sehari-hari; rangkaian
listrik dan fenomena elektromagnetik;
teori dasar fisika modern dan
pengaruhnya terhadap perkembangan
teknologi; serta teori dasar digital dan
penggunaannya dalam kehidupan
sehari-hari.
Keterampilan Proses • Mengamati
Peserta didik mengamati fenomena
ilmiah dan mencatat hasil
pengamatannya dengan
memperhatikan detail dari objek
yang diamati untuk memunculkan
pertanyaan yang akan diselidiki.
• Mempertanyakan dan Memprediksi
Peserta didik merumuskan
pertanyaan ilmiah dan hipotesis
yang dapat diselidiki secara ilmiah.
• Merencanakan dan Melakukan
Penyelidikan
Peserta didik merencanakan dan
memilih metode yang sesuai
berdasarkan referensi untuk
Elemen Capaian Pembelajaran
mengumpulkan data yang dapat
dipercaya. Peserta didik memilih
dan menggunakan alat dan bahan,
termasuk penggunaan teknologi
digital yang sesuai untuk
mengumpulkan serta mencatat data
secara sistematis dan akurat.
• Memproses, Menganalisis Data dan
Informasi
Peserta didik menafsirkan informasi
yang didapatkan dengan jujur dan
bertanggung jawab. Peserta didik
menggunakan berbagai metode
untuk menganalisis pola dan
kecenderungan pada data. Peserta
didik mendeskripsikan hubungan
antar variabel serta
mengidentifikasi inkonsistensi yang
terjadi. Peserta didik menggunakan
pengetahuan ilmiah untuk menarik
kesimpulan yang konsisten dengan
hasil penyelidikan.
• Mengevaluasi dan Refleksi
Peserta didik mengidentifikasi
sumber ketidakpastian dan
kemungkinan penjelasan alternatif
dalam rangka mengevaluasi
kesimpulan, serta menjelaskan cara
spesifik untuk meningkatkan
kualitas data. Peserta didik
menganalisis validitas informasi
dari sumber primer dan sekunder
dan mengevaluasi pendekatan yang
digunakan untuk menyelesaikan
masalah dalam penyelidikan.
Elemen Capaian Pembelajaran
• Mengomunikasikan Hasil
Peserta didik mengomunikasikan
hasil penyelidikan secara sistematis
dan utuh ditunjang dengan
argumen ilmiah dan terbuka
terhadap pendapat yang lebih
relevan.

IX. CAPAIAN PEMBELAJARAN KIMIA


A. Rasional
Kimia adalah kajian teoritis dan praktis mengenai interaksi,
struktur dan sifat berbagai macam bahan, serta perubahannya
dan energi yang menyertai perubahan tersebut. Penyelidikan dan
pengertian pada tingkat atom yang mikroskopis dapat dipelajari
dengan lebih mudah melalui simbol dan visualisasi untuk
memahami berbagai fenomena dunia nyata yang bersifat
makroskopis. Pemahaman tentang struktur dan proses kimia
digunakan untuk beradaptasi dan berinovasi guna memenuhi
kebutuhan ekonomi, lingkungan, sosial, dan perkembangan
IPTEK di dunia yang terus berkembang. Hal ini termasuk
mengatasi tantangan perubahan iklim global dan keterbatasan
energi dengan merancang proses untuk memaksimalkan
penggunaan sumber daya bumi yang terbatas secara efisien.
Kimia merupakan pembelajaran yang bersifat praktis. Peserta
didik dilatih untuk melakukan penelitian kualitatif dan
kuantitatif sederhana baik secara individu maupun kolaboratif
mengenai berbagai fenomena kehidupan dunia nyata. Peserta
didik belajar membangun pengetahuan melalui kegiatan
menemukan permasalahan, membuat hipotesis, merancang
percobaan sederhana, melakukan percobaan atau penyelidikan,
mencatat data hasil percobaan/penyelidikan, menganalisis data
dan menafsirkan data, menarik kesimpulan dan
mengomunikasikan hasil percobaan/penyelidikan baik secara
tertulis maupun lisan. Secara tidak langsung, peserta didik dapat
mengembangkan profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran
kimia.
Pada jenjang SMA/MA, kimia diajarkan sebagai mata pelajaran
tersendiri dengan beberapa pertimbangan. Pertama, pelajaran
kimia dapat membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif,
kolaboratif, dan komunikatif, serta terbuka terhadap pendapat
yang diperlukan untuk memahami dan memecahkan masalah
pada dunia nyata. Kedua, pemahaman kimia membekali peserta
didik dengan pengetahuan sesuai dengan minat dan karir masa
depan dalam berbagai area seperti kedokteran, lingkungan hidup,
teknologi terapan, farmasi, olahraga, serta sains kimia.

B. Tujuan
Dengan mempelajari ilmu kimia, peserta didik dapat
1. membentuk sikap religius dengan menyadari keteraturan
dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran Tuhan
Yang Maha Esa;
2. memupuk integritas, sikap jujur, adil, dan bertanggung
jawab; menghormati martabat individu, kelompok,
komunitas, dan berkebinekaan global;
3. mengembangkan keahlian dalam melakukan serangkaian
investigasi ilmiah secara mandiri maupun kelompok
kolaboratif termasuk mengumpulkan, menganalisis,
menafsirkan dan menjelaskan data kualitatif maupun
kuantitatif;
4. mengkomunikasikan berbagai hasil investigasi secara lisan
dan tertulis secara utuh dan sistematis;
5. mengembangkan kemampuan beradaptasi dan berinovasi
untuk menghasilkan berbagai teknologi terapan yang dapat
memecahkan masalah pada dunia nyata;
6. memupuk kemampuan berpikir kritis untuk menganalisis
dan mengevaluasi isu/fenomena ilmiah dalam kehidupan
sehari-hari; serta
7. memiliki pikiran yang terbuka untuk menerima pendapat
orang lain dalam diskusi.
C. Karakteristik
Kimia mempelajari materi, sifat-sifat materi, bagaimana dan
mengapa zat tergabung atau terpisah untuk membentuk
senyawa, serta energi yang menyertai perubahannya. Kontribusi
mata pelajaran Kimia mencakup bagaimana pengetahuan yang
dimiliki dapat mempengaruhi sikap yang dapat diterapkan untuk
menjawab permasalahan-permasalahan dalam kehidupan
sehari-hari baik lokal maupun global.
Pada Fase F kelas XI dan XII, mulai ada mata pelajaran pilihan
sehingga pada fase ini materi kimia dipelajari lebih mendalam
melalui materi perhitungan kimia; sifat, struktur dan interaksi
partikel; energi yang menyertai perubahan kimia, laju reaksi dan
kesetimbangan kimia; dan konsep larutan. Selain itu, fase ini
juga mencakup konsep termokimia dan elektrokimia, serta kimia
organik.
Terdapat 2 (dua) elemen dalam mata pelajaran Kimia. yang
mencakup pemahaman kimia dan keterampilan proses.
Pemahaman kimia mencakup semua materi yang dipelajari.
Keterampilan proses mencakup keseluruhan proses ilmiah dari
mengamati fenomena sampai dengan mengkomunikasikan hasil
penyelidikan. Dalam melaksanakan pembelajaran, elemen
keterampilan proses adalah cara yang dilakukan untuk
memperoleh pemahaman kimia sehingga kedua elemen ini
disampaikan dalam satu kesatuan yang utuh yang tidak
diturunkan menjadi tujuan pembelajaran yang terpisah.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Kimia adalah
sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Pemahaman Kimia Mencakup pemahaman mengenai
perhitungan kimia, sifat, struktur dan
interaksi partikel; laju reaksi dan
kesetimbangan kimia; konsep larutan;
termokimia dan elektrokimia; serta
kimia organik.
Keterampilan Proses Keterampilan inkuiri sains terkait
dengan pemahaman peserta didik
Elemen Deskripsi
tentang konten kimia yang
menyediakan struktur dan proses
dimana konten kimia dapat tercakup.
Keterampilan tersebut meliputi
mengamati; mempertanyakan dan
memprediksi; merencanakan dan
melakukan penyelidikan; memproses,
menganalisis data dan informasi;
mengevaluasi dan refleksi; serta
mengomunikasikan hasil.
Keterampilan proses tidak selalu
merupakan urutan langkah, melainkan
suatu siklus yang dinamis yang dapat
disesuaikan berdasarkan
perkembangan dan kemampuan peserta
didik.

D. Capaian Pembelajaran
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA/Program
Paket C)
Pada akhir Fase F, peserta didik memiliki kemampuan untuk
memahami perhitungan kimia, sifat, struktur dan interaksi
partikel dalam membentuk berbagai senyawa termasuk
pengolahan dan penerapannya dalam keseharian; memahami
konsep laju reaksi dan kesetimbangan reaksi kimia; memahami
konsep larutan dalam keseharian; memahami konsep termokimia
dan elektrokimia; serta memahami kimia organik termasuk
penerapannya dalam keseharian. Konsep-konsep tersebut
memungkinkan peserta didik menerapkan dan mengembangkan
keterampilan inkuiri sains mereka.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman Kimia Peserta didik memiliki kemampuan
memahami konsep mol dan
stoikiometri dalam menyelesaikan
Elemen Capaian Pembelajaran
perhitungan kimia; ikatan kimia
dalam kaitannya dengan interaksi
antar partikel materi dan sifat fisik
materi; teori tumbukan antar
partikel materi sebagai dasar
konsep laju reaksi; kesetimbangan
kimia untuk mengamati perilaku
reaktan dan produk pada level
mikroskopik; korelasi antara pH
larutan asam, basa, garam dan
larutan penyangga serta
penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari; termokimia; konsep
redoks dan sel elektrokimia sebagai
implikasi perubahan materi dan
energi yang menyertai reaksi kimia
serta penerapannya dalam
kehidupan sehari hari; serta
senyawa karbon, hidrokarbon dan
turunannya beserta
pemanfaatannya dalam kehidupan
sehari hari.
Keterampilan Proses ● Mengamati
Peserta didik mengamati
fenomena ilmiah dan mencatat
hasil pengamatannya dengan
memperhatikan detail dari objek
yang diamati untuk
memunculkan pertanyaan yang
akan diselidiki.
● Mempertanyakan dan
Memprediksi
Peserta didik merumuskan
pertanyaan ilmiah tentang
hubungan antarvariabel dan
Elemen Capaian Pembelajaran
hipotesis yang dapat diselidiki
secara ilmiah.
● Merencanakan dan Melakukan
Penyelidikan
Peserta didik merencanakan dan
memilih metode yang sesuai serta
mengendalikan variabel
berdasarkan referensi untuk
mengumpulkan data yang dapat
dipercaya. Peserta didik memilih
dan menggunakan alat dan
bahan, termasuk penggunaan
teknologi digital yang sesuai
untuk mengumpulkan serta
mencatat data secara sistematis
dan akurat.
● Memproses, menganalisis Data
dan Informasi
Peserta didik menafsirkan
informasi yang diperoleh dengan
jujur dan bertanggung jawab.
Peserta didik menggunakan
berbagai metode untuk
menganalisa pola dan
kecenderungan pada data.
Peserta didik mendeskripsikan
hubungan antarvariabel serta
mengidentifikasi inkonsistensi
yang terjadi. Peserta didik
menggunakan data dan rujukan
untuk menarik kesimpulan yang
konsisten dengan hasil
penyelidikan.
● Mengevaluasi dan Refleksi
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik mengidentifikasi
sumber ketidakpastian dan
kemungkinan penjelasan
alternatif dalam rangka
mengevaluasi kesimpulan serta
menjelaskan cara spesifik untuk
meningkatkan kualitas data.
Peserta didik menganalisis
validitas informasi dari sumber
primer dan sekunder serta
mengevaluasi pendekatan yang
digunakan untuk menyelesaikan
masalah dalam penyelidikan.
● Mengomunikasikan Hasil
Peserta didik mengomunikasikan
hasil penyelidikan secara
sistematis dan utuh ditunjang
dengan argumen ilmiah dan
terbuka terhadap pendapat yang
lebih relevan.

X. CAPAIAN PEMBELAJARAN BIOLOGI


A. Rasional
Kata biologi pertama kali digunakan oleh naturalis Jerman
Gottfried Reinhold pada tahun 1802. Namun, pemahaman
tentang organisme baru mulai berkembang pesat dengan adanya
teknik dan teknologi yang dikembangkan pada abad 18 dan 19,
yaitu penemuan mikroskop. Biologi adalah kajian fenomena
kehidupan dan makhluk hidup yang mencakup struktur,
fisiologi, morfologi, ruang hidup, serta asal muasal dan
distribusinya. Dalam perkembangannya, biologi juga mengkaji
perubahan makhluk hidup dari masa ke masa serta inovasi
teknologi biologi.
Biologi dalam kurikulum sangat diperlukan untuk memahami,
mengatasi, dan mengelola tantangan sumber daya alam, kualitas
lingkungan, kesehatan, pencegahan dan penanggulangan
penyakit, serta penggunaan teknologi biologi yang dihadapi
masyarakat pada abad ke-21. Selain itu, ilmu biologi digunakan
dalam mempertahankan keanekaragaman hayati, kelestarian
ekosistem, kesejahteraan manusia, dan organisme lain beserta
populasinya, serta keberlanjutan sumber daya hayati yang
dimiliki Indonesia.
Proses pembelajaran biologi sains dilakukan dengan
menggunakan pendekatan kontekstual dan inkuiri yang seluruh
kegiatan berpusat pada peserta didik. Melalui pendekatan ini,
peserta didik diberikan pengalaman belajar secara autentik
sehingga peserta didik terlatih dalam memecahkan permasalahan
kehidupan sehari-hari melalui kerja ilmiah, dimulai dari
menemukan masalah, menyusun hipotesis, merancang
percobaan, melakukan percobaan, menganalisis data, menarik
kesimpulan dan mengomunikasikan hasil percobaan. Hal ini
akan berimplikasi pada kesiapan peserta didik dalam
menghadapi hidupnya saat ini dan masa depannya.
Materi biologi pada tingkatan Sekolah Menengah Atas mencakup
biologi sel, sistem organ, pewarisan sifat, pertumbuhan dan
perkembangan, serta evolusi. Pemahaman materi ini akan
membantu peserta didik memecahkan masalah dalam kehidupan
sehari-hari. Sebagai contoh, peserta didik menggunakan
pemahamannya untuk mengevaluasi hubungan sistem biologi
dan perubahannya akibat dampak dari aktivitas manusia
sehingga dapat mengusulkan penyelesaian permasalahan
mengenai perubahan iklim. Peserta didik juga dapat
mengembangkan keterampilan proses berupa investigasi,
analisis, evaluasi, refleksi, serta keterampilan komunikasi
melalui lingkungan dan laboratorium. Selain itu, selama
melakukan keterampilan proses, sikap ilmiah peserta didik dan
profil pelajar Pancasila dapat terbentuk. Melalui kegiatan
investigasi, peserta didik secara mandiri dapat mengasah nalar,
memunculkan kreativitas, serta mampu berkolaborasi dan
berkomunikasi dengan peserta didik lainnya. Dengan demikian,
mata pelajaran Biologi dapat mengembangkan pengetahuan dan
keterampilan proses.
Pembelajaran biologi di Sekolah Menengah Atas memberikan
keterampilan dan pemahaman berdaya guna dalam lingkup yang
luas untuk keberlanjutan proses pembelajaran di perguruan
tinggi dan/atau karirnya. Pemahaman terhadap konsep biologi
(pengetahuan dan keterampilan sains secara umum) sangat
relevan untuk karir, seperti dunia kesehatan, peternakan,
perikanan, industri makanan, biologi laut, agrikultur,
bioteknologi, rehabilitasi lingkungan, konservasi, dan ekowisata.
Biologi juga dapat dijadikan dasar bagi peserta didik dalam
mengambil keputusan secara kritis tentang isu personal, lokal,
dan global, seperti perubahan iklim.

B. Tujuan
Dengan mempelajari ilmu biologi, peserta didik dapat
1. memiliki rasa kagum dan bersyukur terhadap Pencipta
(sikap spiritual) serta menghormati makhluk hidup lainnya
dan ikut menjaga lingkungan;
2. memiliki kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi
dengan memperhatikan etika dan norma yang berlaku;
3. memahami esensi biologi mulai proses subseluler hingga
dinamika ekosistem;
4. memahami perkembangan pengetahuan biologi dari waktu
ke waktu melalui dinamika proses kerja para ilmuwan yang
mampu memengaruhi masyarakat dalam konteks personal,
lokal, dan global;
5. memahami isu permasalahan biologi dalam lingkup
individu, keluarga, lingkungan sekitar dan global, serta
menerapkan pengetahuan biologi untuk mengatasi
permasalahan tersebut;
6. menghasilkan gagasan sebagai hasil adaptasi, adopsi,
modifikasi, dan kreasi baru yang beragam berdasarkan hasil
eksperimen; serta
7. memiliki kemampuan merencanakan dan melaksanakan
investigasi di lapangan maupun laboratorium termasuk
pengumpulan dan analisis data kualitatif maupun
kuantitatif, serta interpretasi bukti.

C. Karakteristik
Biologi adalah kajian fenomena kehidupan dan makhluk hidup
yang mencakup struktur, fisiologi, morfologi, ruang hidup, serta
asal muasal dan distribusinya. Biologi juga mengkaji makhluk
hidup dan karakteristik kehidupannya dari masa ke masa.
Cakupan materi biologi pada Fase F adalah struktur sel,
bioproses dalam sel, pewarisan sifat, evolusi, sistem organ,
struktur dan fisiologi pada manusia, serta pertumbuhan dan
perkembangan.
Merujuk pada hakikat sains sebagai proses dan produk, dua
elemen dalam mata pelajaran ini mencakup (1) pemahaman
biologi dan (2) keterampilan proses. Dalam melaksanakan
pembelajaran, elemen keterampilan proses adalah cara yang
dilakukan untuk memperoleh pemahaman biologi sehingga
kedua elemen ini disampaikan dalam satu kesatuan yang utuh
yang tidak diturunkan menjadi tujuan pembelajaran yang
terpisah.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Biologi adalah
sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Pemahaman Biologi Pemahaman tentang fakta, konsep,
prinsip, hukum, teori, dan model pada
materi sel dan bioproses yang terjadi di
dalamnya, sistem organ, evolusi,
pewarisan sifat, pertumbuhan dan
perkembangan.
Keterampilan Proses Keterampilan inkuiri sains terkait
dengan pemahaman peserta didik
tentang konten biologi yang
menyediakan struktur dan proses
dimana konten biologi dapat tercakup.
Keterampilan tersebut meliputi
keterampilan mengamati;
Elemen Deskripsi
mempertanyakan dan memprediksi;
merencanakan dan melakukan
penyelidikan; memproses, menganalisis
data dan informasi; mengevaluasi dan
refleksi; serta mengomunikasikan hasil.
Keterampilan proses tidak selalu
merupakan urutan langkah, melainkan
suatu siklus yang dinamis yang dapat
disesuaikan berdasarkan
perkembangan dan kemampuan peserta
didik.

D. Capaian Pembelajaran
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA/Program
Paket C)
Pada akhir Fase F, peserta didik memahami sel dan bioproses
yang terjadi di dalam sel; keterkaitan antar sistem organ dalam
tubuh untuk merespons stimulus internal dan eksternal;
pewarisan sifat, pertumbuhan dan perkembangan dalam
kehidupan sehari-hari; serta teori evolusi. Konsep-konsep
tersebut memungkinkan peserta didik untuk menerapkan dan
mengembangkan keterampilan inkuiri sains mereka dalam
memecahkan permasalahan kehidupan sehari-hari.
Capaian Pembelajaran setiap elemen adalah sebagai berikut.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman Biologi Peserta didik memahami struktur
sel; pembelahan sel; transpor pada
membran; metabolisme dan sintesis
protein; hukum Mendel dan pola
hereditas; pertumbuhan dan
perkembangan; teori evolusi dan
mengaitkannya dengan
biodiversitas di masa kini maupun
pada masa lampau serta
hubungannya dengan perubahan
Elemen Capaian Pembelajaran
iklim; serta keterkaitan struktur
organ pada sistem organ dengan
fungsinya dalam merespons
stimulus internal dan eksternal.
Keterampilan Proses ● Mengamati
Peserta didik mengamati
fenomena ilmiah dan mencatat
hasil pengamatannya dengan
memperhatikan detail dari objek
yang diamati untuk
memunculkan pertanyaan yang
akan diselidiki.
● Mempertanyakan dan
Memprediksi
Peserta didik merumuskan
pertanyaan ilmiah dan hipotesis
yang dapat diselidiki secara
ilmiah.
● Merencanakan dan Melakukan
Penyelidikan
Peserta didik merencanakan dan
memilih metode yang sesuai
berdasarkan referensi untuk
mengumpulkan data yang dapat
dipercaya. Peserta didik memilih
dan menggunakan alat dan bahan,
termasuk penggunaan teknologi
digital yang sesuai untuk
mengumpulkan serta mencatat data
secara sistematis dan akurat.
● Memproses, Menganalisis Data
dan Informasi
Peserta didik menafsirkan
informasi yang diperoleh dengan
jujur dan bertanggung jawab;
Elemen Capaian Pembelajaran
menggunakan berbagai metode
untuk menganalisis pola dan
kecenderungan pada data;
mendeskripsikan hubungan antar
variabel dan mengidentifikasi
inkonsistensi yang terjadi; serta
menggunakan pengetahuan
ilmiah untuk menarik kesimpulan
yang konsisten dengan hasil
penyelidikan.
● Mengevaluasi dan Refleksi
Peserta didik mengidentifikasi
sumber ketidakpastian dan
kemungkinan penjelasan
alternatif dalam rangka
mengevaluasi simpulan, serta
menjelaskan cara spesifik untuk
meningkatkan kualitas data.
Peserta didik menganalisis
validitas informasi dari sumber
primer dan sekunder serta
mengevaluasi pendekatan yang
digunakan untuk menyelesaikan
masalah dalam penyelidikan.
● Mengomunikasikan Hasil
Peserta didik mengomunikasikan
hasil penyelidikan secara
sistematis dan utuh ditunjang
dengan argumen ilmiah dan
terbuka terhadap pendapat yang
lebih relevan.

Anda mungkin juga menyukai