0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan6 halaman

Refleksi Pelayanan KB Suntik 3 Bulan

Diunggah oleh

Nurul Hikmah Rizki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan6 halaman

Refleksi Pelayanan KB Suntik 3 Bulan

Diunggah oleh

Nurul Hikmah Rizki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

REFLECTIVE LEARNING

REFLEKSI KRITIS SUNTIK KB 3 BULAN

Disusun oleh :

NURUL HIKMAH RIZKI

NIM : 24808003

PROGRAM STUDI PROFESI KEBIDANAN


STIKES MITRA RIA HUSADA JAKARTA
TAHUN 2024
BERITA ACARA PENGESAHAN

LAPORAN REFLEKSI KASUS

Waktu pelaksanaan : 20 Mei 2024

Tempat : UPTD Puskesmas Unurum Guay

Judul kasus : penyuntikan IM

PKKP : Keterampilan Dasar Kebidanan

Semester : 1 (satu)

Mahasiswa Pembimbing Institusi

Nurul Hikmah Rizki Nurulicha, [Link]., [Link]


REFLECRIVE LEARNING

Alat Kontrasepsi Suntik Progestin atau Suntik KB 3 bulan merupakan Kontrasepsi


suntik yang mengandung Progestin saja seperti hormon progesteron alami dalam tubuh
perempuan. Alat kontrasepsi yang sering digunakan yaitu jenis Depo Medroxyprogesterone
Acetate (DMPA), 150 mg/vial (1 ml) merupakan suntikan intra muskuler. Cara kerja kb
suntik 3 bulan yaitu dengan Mencegah pelepasan telur dari ovarium (menekan ovulasi),
Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma ,
Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi

Ny. M.A , pada hari itu datang ke UPTD Puskesmas Unurum Guay bersama suami
dengan maksud ingin ber-KB suntik 3 bulan. Namun, Ny. M.A sudah telat melakukan
kunjungan selama 2 hari, lantas Ny. M.A menanyakan kepada saya apakah masih bisa
dilakukan suntik KB 3 bulan, mengingat Ny. M.A sudah telambat melakukan kunjungan.
Lantas saya langsung menanyakan apakah Ny. M.A sudah berhubungan atau tidak dengan
suaminya, Ny. M.A menjawab bahwa beliau tidak melakukan hubungan selama 2 hari
tersebut. Kemudian karna Ny. M.A tidak berhubungan dengan suami, maka saya lakukan
pelayanan suntik KB 3 bulan kepada Ny. M.A. Namun sebelum saya lakukan penyuntikkan,
saya lakukan pemeriksaan tanda – tanda vital terlebih dahulu, dan didapatkan hasil tanda –
tanda vital Ny. M.A normal.

Saat saya mempersiapkan alat dan bahan, saya sembari berinteraksi dengan Ny. M.A
saya bertanya mengapa bisa terlambat untuk melakukan kunjungan, Ny. M.A mengatakan
alasan Ny. M.A terlambat melakukan kunjungan adalah karena Ny. M.A tidak memiliki
kendaraan dan harus menunggu suaminya untuk mengantarkan ke puskesmas. Di situasi
tersebut membuat saya sadar bahwa pentingnya peran suami terhadap kunjungan ulang.

Kemudian setelah sudah saya siapkan alat dan bahan, saya lakukan penyuntikkan KB
suntik 3 bulan pada Ny. M.A di bagian gluteus maximus pada area bokong secara Intra
Muskular dengan spuit 3cc dan dosis 1 ml. Ketika selesai dilakukan penyuntikkan, saya
kembali berinteraksi dengan Ny. M.A, juga suaminya. Saya mengingatkan mengenai
kunjungan ulang suntik KB 3 bulan, saya kembali beri konseling mengenai KB bagaimana
dampak dan resikonya jika telat melakukan kunjungan ulang, dan juga mengingatkan Ny.
M.A untuk membaca kartu KB yang sudah diberikan. Karena, dari kejadian tersebut
membuat saya sadar. Kepatuhan yang dimiliki para pengguna KB khususnya KB Suntik, pada
dasarnya dipengaruhi oleh kesadaran dari pemakai serta dukungan keluarga, terutama suami,
yang mana dapat menjadi suatu motivasi bagi pengguna KB Suntik. Hal ini sejalan dengan
penelitian yang dilakukan Lia Muslima dan Herjanti (2019) menunjukan bahwa peran suami
berpengaruh secara positif terhadap kepatuhan akseptor KB suntik.

Alat kontrasepsi suntik banyak di gunakan karena memiliki bebearapa keuntungan


yaitu suntikan setiap 2-3 bulan, tidak perlu penggunaan setiap hari, tidak menggangu
hubungan seksual, dapat digunakan oleh perempuan menyusi dimulai 6 bulan setelah
melahirkan.

Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin banyak dipakai


karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah dan aman.
Kontrasepsi suntik memiliki resiko kesehatan yang sangat kecil, tidak berpengaruh pada
hubungan suami-istri.

Keuntungan atau manfaat kontrasepsi suntik diantaranya tidak memerlukan


pemeriksaan dalam, klien tidak perlu menyimpan obat, jangka panjang dan efek sampingnya
sangat kecil.

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan Ida Rafidah (2010), didapatkan
hasil 6 orang (60%) tidak adanya peran suami untuk kunjungan ulang KB suntik Dampak
ketidakpatuhan menggunakan akseptor KB suntik memungkinkan akseptor mengalami
kehamilan. Hal ini dikarenakan hormon yang terkandung dalam KB suntik tidak bisa bekerja
dengan maksimal. Sehingga memungkinkan akseptor KB suntik mengalami kehamilan yang
tidak diinginkan. Kondisi ini bisa membuat akseptor KB suntik panik sehingga melakukan
tindakan pengguguran kandungan yang beresiko tinggi, seperti aborsi.
KESIMPULAN
Kepatuhan yang dimiliki para pengguna KB khususnya KB Suntik, pada dasarnya
dipengaruhi oleh kesadaran dari pemakai serta dukungan keluarga, terutama suami, yang
mana dapat menjadi suatu motivasi bagi pengguna KB Suntik.
Keuntungan atau manfaat kontrasepsi suntik diantaranya tidak memerlukan
pemeriksaan dalam, klien tidak perlu menyimpan obat, jangka panjang dan efek sampingnya
sangat kecil.
Dampak ketidakpatuhan menggunakan akseptor KB suntik memungkinkan akseptor
mengalami kehamilan.
DAFTAR PUSTAKA

Muskima Lia dkk (2019), pengukuran faktor yang mempengaruhi kepatuhan akseptor kb

suntik ulang 1 bulan,volume VII No. 1, serambi Saintia Jurnal sains dan aplikasi

Rafidah I, Wibowo A. (2012) Pengaruh Dukungan Suami Terhadap Kepatuhan Akseptor

Melakukan KB Suntik. Jurnal Biometrika dan [Link].1 No.1

Suratun, dkk (2008) Pelayanan Keluarga Berencana dan Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta:

Trans Info Media

Muslima, L & Herjati (2019), Pengukuran Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Akseptor

KB Suntik Ulang 1 Bulan. Volume VII No. 1, Serambi Saintia Jurnal Sains Dan Aplikasi

Angsar Ilyas dkk (2021) Buku Pedoman Pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana,
Direktorat Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta

Anda mungkin juga menyukai