0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan20 halaman

Ukuran dan Klasifikasi Ducting AC

Diunggah oleh

imam wardhana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan20 halaman

Ukuran dan Klasifikasi Ducting AC

Diunggah oleh

imam wardhana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

CEROBONG UDARA ( AIR DUCT )

PENDAHULUAN

Pada dasarnya, fungsi Air Duct / Cerobong Udara adalah :


Memindahkan / membawa udara dari satu tempat ke tempat lainnya, seperti dari AHU ke Grille atau
terminal udara dari Ruang yang akan dikondisikan.
Lokasi dan jenis Air Terminal akan menentukan peletakan / penempatan Cerobong Udara.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan Duct System antara lain , adalah :
1. Penyediaan / Peruntukan Ruangan
Untuk Ruang Perkantoran , Rumah Tinggal atau Factory , akan berbeda baik dalam bentuk
ukuran atau kecepatan aliran udara.

2. Sound Level
Untuk memenuhi pembatasan Noise Level , penyesuaian kecepatan aliran udara dalam Duct
makin cepat , maka akan menaikkan Noise.

3. Friction Loss
Friction atau Tahanan Aliran Udara dalam Duct dijaga agar dapat memenuhi batas
tertentu,mengingat biaya pengoperasian Fan Motor.

4. Adanya keseimbangan dalam hal modal yang ditanam dan biaya operasional, misalnya ; High
Velocities Duct mendapatkan first cost yang rendah , tetapi menyebabkan biaya operasional
meninggi.

Jadi tujuan utama adalah merencanakan Duct System dengan memanfaatkan secara maximal ; Ruang yang
tersedia ; Pembatasan Noise ; Biaya-biaya yang timbul dan pemindahan jumlah udara yang cukup ,
sehingga dapat memenuhi persyaratan Ruang yang dikondisikan. Sebelum melanjutkan pembicaraan
masalah Cerobong Udara , akan ditinjau terlebih dahulu hal-hal yang berkenaan dengan udara.

Hal. 1
Kondisi Udara
Udara yang didistribusikan ke ruangan yang akan dikondisikan haruslah memenuhi syarat :
- Bersih.
- Ada udara segar dalam jumlah cukup.
- Dapat menjadikan udara dalam Ruangan ke Temperatur dan Humidity yang dikehendaki.

Berat Udara
Udara mempunyai berat tertentu, juga mempunyai masa , karena dibutuhkan tenaga untuk
menggerakannya, sesuai dengan table.1 di bawah ini.

[Link]/lb Lb/[Link] [Link]/lb Lb/[Link]


[Link] [Link]/lb Lb/[Link]
50% 50% 100% 100%
(°F) Dry - Air Dry – Air
Saturated Saturated Saturated Saturated
0 11.58 0.08635 11.585 0.08632 11.59 0.08628
50 12.84 0.07780 12.915 0.07740 12.99 0.07690
70 13.35 0.07500 13.510 0.07400 13.68 0.07310
100 14.10 0.07090 14.585 0.06856 15.07 0.06635
120 14.60 0.06850 15.550 0.06430 16.50 0.06060
150 15.30 0.06520 17.700 0.05650 - -
200 16.70 0.06000 - - - -
Table - 1
(Berat udara pada beberapa Temperatur dan Humidity)
Dari Table -1
Pada : * Temp. 70°F (21°C) 1. Dry-Air , akan menempati Ruang : 13.35 [Link] ( 0.378 m³ )
* Berat 1 lb ( 0.454 Kg ) 2. RH 50% , volume menjadi : 13.51 [Link] ( 0.382 m3 )
* [Link]

Kesimpulan ; dengan berat yang sama , maka :


1. Temperature naik , volume akan bertambah.
2. RH naik, volume akan bertambah.
3. Tekanan turun , volume akan bertambah.

Hal. 2
Udara dapat memindahkan panas, yakni mengambil panas dari suatu Ruangan atau memberi panas /
memanaskan Ruangan. Specific Heat udara adalah ; 0.24 BTU/Lb / °F ; untuk Dry-Air. Di dalam Metric
Sistem adalah ; 0.56 J / Kg / °C.
Muatan panas (Heat Content) pada udara dapat berubah-ubah , tergantung dari percent moisture yang
diserap, tetapi pada udara didalam Duct maupun Ruang yang dikondisikan tidak diperkenankan terjadi
penguapan atau kondensasi. Bila terjadi kondensasi (dipermukaan luar Duct), saat udara dibagian dalam
Duct didinginkan, maka akan terjadi pelepasan panas yang mungkin menyebabkan Temperature udara
dalam Duct berubah menjadi panas.

Aliran Udara (Draft) dalam Ruang


Bila gerakan udara mengenai orang dengan kecepatan lebih besar dari 50 FPM , orang akan merasa
terganggu. Berarti ; kecepatan > 50 FPM dalam Ruang sepanjang 25’ menyebabkan tidak nyaman.
Untuk menghempaskan udara (Air Throw) dari Outlet terminal sejauh 8’ s/d 13’ dibutuhkan kecepatan
sebesar 500 FPM. Udara yang panas (Warm) cenderung untuk naik, sedangkan yang dingin cenderung
tetap pada posisinya.

Velocity Reaksi Penggunaan yang


(FPM) dianjurkan

0 -- 16 Mengeluh karena udara tidak bergerak. --


25 Baik Commercial (Niaga)
25 -- 50 Masih baik ; 50 FPM adalah toleransi max. Commercial
untuk orang duduk.
65 Tidak baik , dapat meniup barang-barang --
ringan, seperti kertas.
75 Batas atas , orang dalam kondisi gerak ringan. [Link]
75 -- 300 Untuk beberapa Pabrik masih diterima Untuk Spot Cooling

Table - 2
(Kecepatan udara dalam Ruang yang ditempati)

Hal. 3
Ventilasi (Pertukaran Udara)
Udara memasuki Ruang yang dikondisi melalui Duct dan harus disirkulasi sedemikian rupa hingga tidak
menyebabkan aliran udara yang tidak nyaman.

Penggunaan Terminal Velocity


(FPM)
Rumah Tinggal 500 – 750
Apartments 500 – 750
Rumah Ibadah 500 – 750
Hotel 500 – 750
Studio 300 – 500
Office Private 500 – 750
Gedung Bioskop 1000
General Office 1000 – 1250
[Link] :
Upper Floor 1500
Main Floor 2000

Table – 3
(Outlet Velocity yang direkomendasi)

Outlet Velocity adalah kecepatan saat melewati Terminal Outlet. Return Grille diletakan pada titik dimana
kecepatan udara di Ruang adalah rendah.
Udara terdiri dari campuran beberapa Gas, udara normal mengandung 21% Oxygen yang dibutuhkan oleh
mahluk hidup. Di ruang yang kedap udara akan kehabisan Oxygen karena dipakai bernapas. Berkurangnya
Oxygen akan menambah jumlah Carbon Dioxide + Uap Air dengan zat-zat lain yang dapat menyebabkan
kematian. Untuk menjaga agar tidak kekurangan Oxygen , maka diperlukan penambahan udara segar
(Fresh Air ).

Biasanya Fresh-Air dicampur dahulu dengan udara Return sebelum dikirim ke Ruang yang
[Link] atau jumlah pergantian udara yang dibutuhkan antara lain tergantung dari :
- Jumlah orang di dalam Ruangan.
- Tinggi Ceiling.
- Jumlah Perokok.
Untuk menghilangkan bau badan seseorang, dibutuhkan pergantian udara sebesar 5 CFM per orang
(minimum), hal ini didasarkan pada kepadatan 50 s/d 75 Sq. Ft. per orang dan ketinggian ceiling : 8’.
Table-5 di bawah ini menunjukkan kebutuhan Ventilasi Standard.

Hal. 4
Table .5 – VENTILATION STANDARDS

CFM PER PERSON CFM PER


APPLICATION SMOKING SQ FT OF FLOOR
Recommended Minimum * Minimum*
Apartment Average Some 20 15 -
De Luxe Some 30 25 .33
Banking Space Occasional 10 7½ -
Barber Shop Considerable 15 10 -
Beauty Parlors Occasional 10 7½ -
Broker’s Board Rooms Very Heavy 50 30 -
Cocktail Bars Heavy 30 25 -
Corridors (Supply or Exhaust) - - - .25
Department Stores None 7 ½ 5 .05
Director Rooms Extreme 50 30 -
Drug Stores + Considerable 10 7½ -
Factories + None 10 7½ .10
+ None 7 ½ 5 -
Five and Ten Cent Stores None 10 7½ -
Funeral Parlors - - - 1.0
Garage +
+
Operating Rooms +** None - - 2.0
+
Hospitals Private Rooms None 30 25 .33
Words None 20 15 -
Hotel Rooms Heavy 30 25 .33
Restaurant + - - - 4.0
Kitchen
Residence - - - 2.0
Laboratories + Some 20 15 -
Meeting Rooms Very Heavy 50 30 1.25
General Some 15 10 -
Office Private None 25 15 .25
Private Considerable 30 25 .25
Restaurant Cafetaria + Considerable 12 10 -
Dining Room + Considerable 15 12 -
School Room + None - - -
+
Shop Retail None 10 7½ -
Theater + None 7½ 5 -
+
Theater
Toilet + (Exhaust) Some 15 10 -
+ - - - 20

Hal. 5
Klasifikasi Duct Sistim
Dalam bidang pendinginan , Duct Sistim diklasifikasi berdasarkan :

Main : 1000 – 2400 FPM


Low
1. Kecepatan Branch : 600 – 1600 FPM

Utama : 2500 – 4500 FPM


High
Cabang : 2000 – 4000 FPM

Low Pressure Outlet : Static Pressure : 0.1” -- 0.5”

2. Outlet Pressure

High Pressure Terminal : Static Pressure : 1” -- 3”

Conventional
3. Konstruksi
Spiral Conduit

Pada Duct dengan Konstruksi Conventional dibutuhkan kecepatan low, juga Pressure Air Outlet yang low
untuk mendapatkan atau menghindari Noise dan Leakage yang timbul.
High Pressure Terminal untuk menghindari Noise menggunakan Spiral Conduit atau Equivalent-nya untuk
Rectangular , demikian juga pemakaian kecepatan yang lebih tinggi untuk menghindari biaya.
Jadi , dalam penggunaannya , klasifikasi Duct tersebut adalah dikombinasikan satu dengan lainnya, sebagai
berikut :
1. Low Velocity, Low Pressure Outlet, Conventional Duck work.
2. High Velocity, High Pressure Terminals, Spiral Conduit atau Rectangular yang diperkuat dengan
gasket atau di las pada sambungannya (joint).
Untuk selanjutnya akan lebih banyak dibahas Conventional Duct Construction, Rectangular, karena lebih
banyak dipakai dari sheet metal dilapis Zink (BJLS).

Hal. 6
Air Distribution System Komponen

Gbr. 1. Typical Duct System

Sesuai gambar sistim terdiri dari : Fan, Supply Air Duct, Transition Fitting, Discharge Outlet, Return
Terminal, Return Duct, Cooling Coil, Filter. Pada hakikatnya udara dalam Room sama dengan “Still Air”
(15 – 50 FPM) dan tekanan pada Atmospheric Pressure (PSIg menunjuk nol). Fan draw (menarik) udara
melalui Return Terminal, Duct Return dan Coil menimbulkan Negative Pressure pada inletnya, dan
mendorong udara lewat Duct Supply, Transition Fitting dan Discharge Outlet dengan menimbulkan
Positive Pressure pada bagian Dicharge Fan. Beda tekanan (Pressure Difference) inilah yang membuat
udara bergerak dari area yang bertekanan tinggi ke yang lebih rendah. Udara mengalir lebih cepat bila
beda tekanan makin besar.

Gbr. 2. Aliran Udara dalam Duct

Hal. 7
P1 – P2 : Pressure Diffuser

Makin mendekati bagian dalam dari dinding duct makin perlahan kecepatan aliran udara.

Fan yang diputar oleh motor, memberi Tenaga/Energy kepada udara yang terdiri dari dua bentuk ;
1. Velocity – energy kinetic.
2. Static – energy Potential.

Gbr.3. Bentuk Energy

Hal. 8
Setiap kali terjadi pengurangan kecepatan akan terjadi pemindahan dari tekanan kecepatan ke tekanan
static , yang akan dapat menggantikan friction pada bagian Duct berikutnya.
Pada titik tertinggi slope ( Gbr.3) Energy yang ada adalah [Link] menuruni slope , ada penambahan
kecepatan , terjadi pemindahan energy dari potential ke kinetic , dititik terendah , energy yang ada adalah
kinetic, yang dapat membawa sampai ketitik berikutnya walaupun puncaknya lebih rendah dari yang
pertama, disebabkan adanya friction dan tahanan angin. Hal inilah yang kira-kira terjadi dalam Duct.

Static Pressure adalah energy [Link] udara dalam Duct mendapat tambahan tekanan kecepatan
maka ada kemungkinan terjadi pengurangan pada tekanan static-nya, sama seperti saat pengurangan
kecepatan akan menambah tekanan static.

2
V …………. hv = velocity head dalam H2O.
Velocity Head = hv = ---------
4000 V = velocity dalam FPM

Udara saat meninggalkan fan, mendapat energy, yaitu :


1. Velocity – udara bergerak
2. Static Pressure, tekanan dalam kondisi seimbang

Resultante kedua energy ini yang mendorong udara bergerak masuk ke sistim Duct termasuk Grille-grille.
Pada Grille/Outlet terminal baik Wall Outlet maupun Ceiling Diffusers arah aliran udara membentuk sudut
90°, saat meninggalkan Duct Supply atau membentuk sudut kearah kanan terhadap aliran udara di Supply
Duct.

Gbr. 4. Arah Aliran Udara Pada Terminal Outlet

Hal. 9
Dari Gbr. 4 diatas, maka velocity, juga jumlah aliran udara yang discharge melalui take-off, sejenis
demikian, akan bergantung kepada static pressure yang ada pada titik tersebut, tidak terkait dengan
velocity udara yang ada di Supply Duct. Grille-grille (terminal outlet), sepanjang satu seksi dari suatu sistim
Duct umumnya direncanakan untuk jumlah udara yang sama, sehingga kebutuhan Static Pressure
dimasing-masing Grille-pun sama, dalam arti bila sampai harus menambah jumlah udara maka Static
Pressure dipertahankan dan yang dirubah adalah Grillenya diperbesar opening-nya, hal ini untuk
mempermudah saat harus membalancing sistimnya.
Untuk mendapatkan Static Pressure yang berlainan pada Duct Sistim, biasanya digunakan Damper dengan
tahanan aliran udara yang dapat di Adjust (Adjustable Resistance Damper) yang diset dengan tahanan
seminimum mungkin.

Hal. 10
Gbr.5. Friction Chart
yang menunjukkan Firction Loss pada Duct [Link] hanya berlaku pada Round Duct

Hal. 11
Sumbu Vertical pada Gbr.5 menunjukkan jumlah aliran udara dalam CFM (Cubic Feet Per minute ).Sumbu
Horizontal menunjukkan Friction Rate, dalam Inches of Water Per 100’ Equivalent panjang. Garis miring
dari kiri ke kanan atas ; Diameter Duct Bulat (Inches) kecepatan udara dalam FPM, garis miring kearah
bawah dari kiri ke kanan.
Contoh :
1. Jumlah aliran udara : 10,000 CFM
2. Duct Diameter : 28”
3. Kecepatan Aliran : 2400 FPM
4.  Friction Rate : 0.23” WG / 100’
Dari 4 nilai pada contoh ; bila 2 Nilai yang manapun telah ditentukan , maka dengan menggunakan Chart
tersebut dapat dicari 2 Nilai lainnya, yaitu pada perpotongan dari 2 Nilai yang ditentukan terdahulu.
Hal yang sama, didapat juga menggunakan Carrier Duct Calculator , pada bagian : Equal Friction Method.
Pada bagian atas dengan warna ungu dapat ditentukan data-data ; velocity dalam FPM dan jumlah aliran
udara dalam [Link] Friction Rata pada skala dengan warna merah , dalam “Wg/100’.

Diameter Duct bulat dalam Inches dapat dilihat pada Upper Scale di Area warna Biru bagian bawah.
Set / letakkan diameter 28” di arah panah pada skala warna biru. Maka pada 10,000 CFM di skala warna
ungu , dapat dibaca nilai Duct Velocity yaitu 2,330 CFM. Sesuai dengan 10,000 CFM pada Area warna
merah, didapat Friction Rate sebesar 0.2” Wg/100’. Jadi dan selalu , bila 2 nilai diset pada skala, maka dari
set kedua nilai tersebut , dapat ditentukan niali dari 2 besaran lainnya.
Contoh :
- Set/taruh 10,000 CFM pada 2,400 FPM , di Area ungu.
- Bersesuaian dengan 10,000 CFM pada skala warna merah didapat Friction Rate 0.25” Wg/100 dan
- Sesuai arah panah pada Area biru didapat diameter Duct ; 27.7”.

Cara lain :
Untuk Friction ; 0.23” Wg/100’
Set 10,000 CFM pada 0.23” Wg/100’ ; pada skala merah.
Maka pada Area biru ; dapat dibaca Duct diameter 28”.
Dan pada Area warna ungu dengan 10,000 CFM , didapat nilai Velocity sebesar 2,330 FPM.
Friction Rate akan berubah , bila bentuk Duct pun berubah walaupun Area dan Velocitynya sama.

Hal. 12
Bentuk Duct

Cerobong udara yang biasa digunakan, biasanya berbentuk :


Bulat ; persegi/segi empat atau segi empat panjang (Rectangular).
Kelebihan Duct Bulat (Round) :
1. Tahanan aliran udara lebih kecil.
2. Penggunaan Material lebih sedikit untuk kapasitas yang sama.
3. Volume udara per keliling Duct lebih efficient.

Gbr. 4 Dampak bentuk Area terhadap Friction

Hal. 13
Table.2 : Chart untuk mengubah Duct Bulat ke Duct Rectangular

Hal. 14
Table.3 : Untuk mendapatkan Rectangular Duct Size , yang mempunyai capacity yang
sama dengan Round Duct

Hal. 15
Duct Class ( Rectangular )
Aspect Ratio adalah sisi yang lebih lebar disbanding dengan sisi yang lebih sempit.
Contoh : Suatu Duct dengan lebar 18” dan ketinggian/tebal 6” , maka Aspect Ratio : 18” = 3 ke 1
6”
Pembagian class juga Biaya (pemakaian bahan) ditentukan oleh Apect Ratio.

Table di bawah ini , menunjukkan hal tersebut

Duct Class Wide Side ½ Keliling


(Aspect Ratio) (Inches) (Inches)
1 6 – 18 10 – 23
2 12 – 24 24 – 46
3 26 – 40 32 – 46
4 24 – 88 48 – 94
5 48 – 90 96 – 176
6 90 – 144 96 – 238
Table.4 Menunjukkan Duct Class

Duct Class berubah dari 1 s/d 6 tergantung dari sisi terbesar Duct dan nilai ½ keliling sisi-sisi Duct. Makin
besar Duct Class makin tinggi biayanya. Bila nilai Duct Class naik , tetapi Duct Area maupun capacity
dipertahankan , maka item-item berikut akan naik :
1. 1/2 keliling & permukaan Duct.
2. Berat Bahan.
3. Ketebalan Bahan.
4. Jumlah Isolasi yang dibutuhkan.
Jadi dilihat dari segi ekonomis, saat merencanakan Duct SIstim agar diusahakan memakai Duct Class
dengan Aspect Ratio serendah mungkin.

Hal. 16
Duct Size
Ukuran Duct tergantung dari volume udara yang harus dikirim agar dapat mendinginkan ruang sesuai
perencanaan , termasuk juga kedalaman antara lain Fresh Air.
Bila space terbatas , hingga ukuran terpaksa dikurangi akan menimbulkan ; noise , meskipun dapat
diantisipasi dengan menggunakan, antara lain Isolasi dalam, memakai bahan penahan suara/noise. Noise
terutama disebabkan oleh bertambahnya velocity udara dalam Duct, disamping ini juga Pressure
bertambah yang pada gilirannya harus juga menambah tenaga dari Fan.

Gbr.5. Duct Section

Jika titik sesuai Gbr.5 di atas , yaitu : 1. Fan Discharge Titik A.


2. Initial Duct ; B C.
3. Subsequent section C’ D.

Kecepatan udara sangat dominan pada ke ttiga titik tersebut, didalam menentukan ukuran Duct terkait.
Misalnya pada bagian Fan Discharge atau dititik A dapat digunakan :

Air Quantity CFM


Velocity = ----------------- FPM = --------
Area [Link]

Sistim ini atau metode yang dipakai disini adalah : Velocity Reduction.
Disamping metode tersebut , dapat juga digunakan : Equal Friction dan Static Regain.

Yang menggunakan Duct Calculator.


Dari ketiga metode tersebut yang terbaik adalah Metode Static Regain, tetapi yang paling umum
digunakan adalah Equal Friction Method. Hasil dari ketiganya, mempunyai tingkat akurasi yang berbeda,
juga dari segi biaya maupun penggunaannya berbeda.

Hal. 17
Diffuser , Grille & Register
Untuk menghindari penghalang terhadap aliran udara serta untuk mengatur aliran yang baru keluar dari
Duct, memasuki ruang digunakan peralatan :
1. Diffuser : Aliran udara masuk ke ruang mempunyai bentangan yang lebar dan berbentuk seperti
kipas ; untuk udara supply.
2. Grille : Digunakan sebagai penutup pada Return Air Duct dan tidak mempunyai alat pengatur.
3. Register : Dipakai untuk mengirim udara yang dipadatkan alirannya kedalam Ruangan, mempunyai
satu arah atau dua arahpenyimpang aliran udara (One Way / Two Way Air Deflector).

Untuk mengatur aliran udara dan membalancing Distribusinya digunakan Duct Damper, banyak jenisnya
tergantung dari fungsi, antara lain dipasang di Diffuser, untuk mengatur volume dan arah aliran udara
yang lewat.
Beberapa jenis Damper : Butterfly ; Multiple Blade ; Split Damper; Fire Damper (Automatic).

Elbow
Untuk mengubah arah aliran udara dibutuhkan Energy, karena udara cenderung mengikuti arah garis
lurus. Pada putaran / belokan akan memenuhi bagian sebelah luar, seperti terlihat pada Gbr. 6

A : Turbulence.
B : Turbulence.
C : Aliran yang rata/lancar.
D : Aliran yang rata/lancer.
E : Rata karena adanya Vane pada F.

Hal. 18
Pada umumnya Elbow yang dipakai adalah ; Full Radius ; Short Radius + Vane ; Vane Square untuk
Rectangular. Dan Smooth Elbow ; 3 piece ; 5 piece pada Round Duct.

D – Dimensi Duct searah putaran.


Throat Radius = 3/4 D
Heat Radius = D + 3/4 D
R = 1.25
D

Hal. 19
Take – Off
Adalah permulaan dari perubahan aliran udara pada Rectangular Duct.
Gambar -7 adalah Take Off yang direkomendasi.

Gbr. 7 . Take Off menggunakan Full Radius Elbow. Heel dan Throat dari 2 titik yang berbeda, karena D
adalah lebih besar dar D1 .

Duct Joint & Seam (Low Pressure)


Duct Joint yang secara umum banyak dipakai adalah : * Drive Slip.
* Flange (Besi Siku)

Seam : Jenis Pittburgh


Table.5. di bawah ini menunjukkan ketebalan yang direkomendasi untuk Rectangular Sheet Metal Duct.

Duct Size [Link] [Link] [Link] [Link] BJLS


(Inches) (Inches) (Kg/m²) (mm)
s/d 12” 26 0.0217 4.42 0.5512 50
13” s/d 30” 24 0.0276 5.64 0.7010 60
31” s/d 54” 22 0.0336 6.86 0.8534 80
55” s/d 84” 20 0.0396 8.08 1.006 100
> 85” 18 0.0516 10.52 1.3110 120

Table.5. Ketebalan yang direkomendasikan untuk Duct Size

Hal. 20

Anda mungkin juga menyukai