Ukuran dan Klasifikasi Ducting AC
Ukuran dan Klasifikasi Ducting AC
PENDAHULUAN
2. Sound Level
Untuk memenuhi pembatasan Noise Level , penyesuaian kecepatan aliran udara dalam Duct
makin cepat , maka akan menaikkan Noise.
3. Friction Loss
Friction atau Tahanan Aliran Udara dalam Duct dijaga agar dapat memenuhi batas
tertentu,mengingat biaya pengoperasian Fan Motor.
4. Adanya keseimbangan dalam hal modal yang ditanam dan biaya operasional, misalnya ; High
Velocities Duct mendapatkan first cost yang rendah , tetapi menyebabkan biaya operasional
meninggi.
Jadi tujuan utama adalah merencanakan Duct System dengan memanfaatkan secara maximal ; Ruang yang
tersedia ; Pembatasan Noise ; Biaya-biaya yang timbul dan pemindahan jumlah udara yang cukup ,
sehingga dapat memenuhi persyaratan Ruang yang dikondisikan. Sebelum melanjutkan pembicaraan
masalah Cerobong Udara , akan ditinjau terlebih dahulu hal-hal yang berkenaan dengan udara.
Hal. 1
Kondisi Udara
Udara yang didistribusikan ke ruangan yang akan dikondisikan haruslah memenuhi syarat :
- Bersih.
- Ada udara segar dalam jumlah cukup.
- Dapat menjadikan udara dalam Ruangan ke Temperatur dan Humidity yang dikehendaki.
Berat Udara
Udara mempunyai berat tertentu, juga mempunyai masa , karena dibutuhkan tenaga untuk
menggerakannya, sesuai dengan table.1 di bawah ini.
Hal. 2
Udara dapat memindahkan panas, yakni mengambil panas dari suatu Ruangan atau memberi panas /
memanaskan Ruangan. Specific Heat udara adalah ; 0.24 BTU/Lb / °F ; untuk Dry-Air. Di dalam Metric
Sistem adalah ; 0.56 J / Kg / °C.
Muatan panas (Heat Content) pada udara dapat berubah-ubah , tergantung dari percent moisture yang
diserap, tetapi pada udara didalam Duct maupun Ruang yang dikondisikan tidak diperkenankan terjadi
penguapan atau kondensasi. Bila terjadi kondensasi (dipermukaan luar Duct), saat udara dibagian dalam
Duct didinginkan, maka akan terjadi pelepasan panas yang mungkin menyebabkan Temperature udara
dalam Duct berubah menjadi panas.
Table - 2
(Kecepatan udara dalam Ruang yang ditempati)
Hal. 3
Ventilasi (Pertukaran Udara)
Udara memasuki Ruang yang dikondisi melalui Duct dan harus disirkulasi sedemikian rupa hingga tidak
menyebabkan aliran udara yang tidak nyaman.
Table – 3
(Outlet Velocity yang direkomendasi)
Outlet Velocity adalah kecepatan saat melewati Terminal Outlet. Return Grille diletakan pada titik dimana
kecepatan udara di Ruang adalah rendah.
Udara terdiri dari campuran beberapa Gas, udara normal mengandung 21% Oxygen yang dibutuhkan oleh
mahluk hidup. Di ruang yang kedap udara akan kehabisan Oxygen karena dipakai bernapas. Berkurangnya
Oxygen akan menambah jumlah Carbon Dioxide + Uap Air dengan zat-zat lain yang dapat menyebabkan
kematian. Untuk menjaga agar tidak kekurangan Oxygen , maka diperlukan penambahan udara segar
(Fresh Air ).
Biasanya Fresh-Air dicampur dahulu dengan udara Return sebelum dikirim ke Ruang yang
[Link] atau jumlah pergantian udara yang dibutuhkan antara lain tergantung dari :
- Jumlah orang di dalam Ruangan.
- Tinggi Ceiling.
- Jumlah Perokok.
Untuk menghilangkan bau badan seseorang, dibutuhkan pergantian udara sebesar 5 CFM per orang
(minimum), hal ini didasarkan pada kepadatan 50 s/d 75 Sq. Ft. per orang dan ketinggian ceiling : 8’.
Table-5 di bawah ini menunjukkan kebutuhan Ventilasi Standard.
Hal. 4
Table .5 – VENTILATION STANDARDS
Hal. 5
Klasifikasi Duct Sistim
Dalam bidang pendinginan , Duct Sistim diklasifikasi berdasarkan :
2. Outlet Pressure
Conventional
3. Konstruksi
Spiral Conduit
Pada Duct dengan Konstruksi Conventional dibutuhkan kecepatan low, juga Pressure Air Outlet yang low
untuk mendapatkan atau menghindari Noise dan Leakage yang timbul.
High Pressure Terminal untuk menghindari Noise menggunakan Spiral Conduit atau Equivalent-nya untuk
Rectangular , demikian juga pemakaian kecepatan yang lebih tinggi untuk menghindari biaya.
Jadi , dalam penggunaannya , klasifikasi Duct tersebut adalah dikombinasikan satu dengan lainnya, sebagai
berikut :
1. Low Velocity, Low Pressure Outlet, Conventional Duck work.
2. High Velocity, High Pressure Terminals, Spiral Conduit atau Rectangular yang diperkuat dengan
gasket atau di las pada sambungannya (joint).
Untuk selanjutnya akan lebih banyak dibahas Conventional Duct Construction, Rectangular, karena lebih
banyak dipakai dari sheet metal dilapis Zink (BJLS).
Hal. 6
Air Distribution System Komponen
Sesuai gambar sistim terdiri dari : Fan, Supply Air Duct, Transition Fitting, Discharge Outlet, Return
Terminal, Return Duct, Cooling Coil, Filter. Pada hakikatnya udara dalam Room sama dengan “Still Air”
(15 – 50 FPM) dan tekanan pada Atmospheric Pressure (PSIg menunjuk nol). Fan draw (menarik) udara
melalui Return Terminal, Duct Return dan Coil menimbulkan Negative Pressure pada inletnya, dan
mendorong udara lewat Duct Supply, Transition Fitting dan Discharge Outlet dengan menimbulkan
Positive Pressure pada bagian Dicharge Fan. Beda tekanan (Pressure Difference) inilah yang membuat
udara bergerak dari area yang bertekanan tinggi ke yang lebih rendah. Udara mengalir lebih cepat bila
beda tekanan makin besar.
Hal. 7
P1 – P2 : Pressure Diffuser
Makin mendekati bagian dalam dari dinding duct makin perlahan kecepatan aliran udara.
Fan yang diputar oleh motor, memberi Tenaga/Energy kepada udara yang terdiri dari dua bentuk ;
1. Velocity – energy kinetic.
2. Static – energy Potential.
Hal. 8
Setiap kali terjadi pengurangan kecepatan akan terjadi pemindahan dari tekanan kecepatan ke tekanan
static , yang akan dapat menggantikan friction pada bagian Duct berikutnya.
Pada titik tertinggi slope ( Gbr.3) Energy yang ada adalah [Link] menuruni slope , ada penambahan
kecepatan , terjadi pemindahan energy dari potential ke kinetic , dititik terendah , energy yang ada adalah
kinetic, yang dapat membawa sampai ketitik berikutnya walaupun puncaknya lebih rendah dari yang
pertama, disebabkan adanya friction dan tahanan angin. Hal inilah yang kira-kira terjadi dalam Duct.
Static Pressure adalah energy [Link] udara dalam Duct mendapat tambahan tekanan kecepatan
maka ada kemungkinan terjadi pengurangan pada tekanan static-nya, sama seperti saat pengurangan
kecepatan akan menambah tekanan static.
2
V …………. hv = velocity head dalam H2O.
Velocity Head = hv = ---------
4000 V = velocity dalam FPM
Resultante kedua energy ini yang mendorong udara bergerak masuk ke sistim Duct termasuk Grille-grille.
Pada Grille/Outlet terminal baik Wall Outlet maupun Ceiling Diffusers arah aliran udara membentuk sudut
90°, saat meninggalkan Duct Supply atau membentuk sudut kearah kanan terhadap aliran udara di Supply
Duct.
Hal. 9
Dari Gbr. 4 diatas, maka velocity, juga jumlah aliran udara yang discharge melalui take-off, sejenis
demikian, akan bergantung kepada static pressure yang ada pada titik tersebut, tidak terkait dengan
velocity udara yang ada di Supply Duct. Grille-grille (terminal outlet), sepanjang satu seksi dari suatu sistim
Duct umumnya direncanakan untuk jumlah udara yang sama, sehingga kebutuhan Static Pressure
dimasing-masing Grille-pun sama, dalam arti bila sampai harus menambah jumlah udara maka Static
Pressure dipertahankan dan yang dirubah adalah Grillenya diperbesar opening-nya, hal ini untuk
mempermudah saat harus membalancing sistimnya.
Untuk mendapatkan Static Pressure yang berlainan pada Duct Sistim, biasanya digunakan Damper dengan
tahanan aliran udara yang dapat di Adjust (Adjustable Resistance Damper) yang diset dengan tahanan
seminimum mungkin.
Hal. 10
Gbr.5. Friction Chart
yang menunjukkan Firction Loss pada Duct [Link] hanya berlaku pada Round Duct
Hal. 11
Sumbu Vertical pada Gbr.5 menunjukkan jumlah aliran udara dalam CFM (Cubic Feet Per minute ).Sumbu
Horizontal menunjukkan Friction Rate, dalam Inches of Water Per 100’ Equivalent panjang. Garis miring
dari kiri ke kanan atas ; Diameter Duct Bulat (Inches) kecepatan udara dalam FPM, garis miring kearah
bawah dari kiri ke kanan.
Contoh :
1. Jumlah aliran udara : 10,000 CFM
2. Duct Diameter : 28”
3. Kecepatan Aliran : 2400 FPM
4. Friction Rate : 0.23” WG / 100’
Dari 4 nilai pada contoh ; bila 2 Nilai yang manapun telah ditentukan , maka dengan menggunakan Chart
tersebut dapat dicari 2 Nilai lainnya, yaitu pada perpotongan dari 2 Nilai yang ditentukan terdahulu.
Hal yang sama, didapat juga menggunakan Carrier Duct Calculator , pada bagian : Equal Friction Method.
Pada bagian atas dengan warna ungu dapat ditentukan data-data ; velocity dalam FPM dan jumlah aliran
udara dalam [Link] Friction Rata pada skala dengan warna merah , dalam “Wg/100’.
Diameter Duct bulat dalam Inches dapat dilihat pada Upper Scale di Area warna Biru bagian bawah.
Set / letakkan diameter 28” di arah panah pada skala warna biru. Maka pada 10,000 CFM di skala warna
ungu , dapat dibaca nilai Duct Velocity yaitu 2,330 CFM. Sesuai dengan 10,000 CFM pada Area warna
merah, didapat Friction Rate sebesar 0.2” Wg/100’. Jadi dan selalu , bila 2 nilai diset pada skala, maka dari
set kedua nilai tersebut , dapat ditentukan niali dari 2 besaran lainnya.
Contoh :
- Set/taruh 10,000 CFM pada 2,400 FPM , di Area ungu.
- Bersesuaian dengan 10,000 CFM pada skala warna merah didapat Friction Rate 0.25” Wg/100 dan
- Sesuai arah panah pada Area biru didapat diameter Duct ; 27.7”.
Cara lain :
Untuk Friction ; 0.23” Wg/100’
Set 10,000 CFM pada 0.23” Wg/100’ ; pada skala merah.
Maka pada Area biru ; dapat dibaca Duct diameter 28”.
Dan pada Area warna ungu dengan 10,000 CFM , didapat nilai Velocity sebesar 2,330 FPM.
Friction Rate akan berubah , bila bentuk Duct pun berubah walaupun Area dan Velocitynya sama.
Hal. 12
Bentuk Duct
Hal. 13
Table.2 : Chart untuk mengubah Duct Bulat ke Duct Rectangular
Hal. 14
Table.3 : Untuk mendapatkan Rectangular Duct Size , yang mempunyai capacity yang
sama dengan Round Duct
Hal. 15
Duct Class ( Rectangular )
Aspect Ratio adalah sisi yang lebih lebar disbanding dengan sisi yang lebih sempit.
Contoh : Suatu Duct dengan lebar 18” dan ketinggian/tebal 6” , maka Aspect Ratio : 18” = 3 ke 1
6”
Pembagian class juga Biaya (pemakaian bahan) ditentukan oleh Apect Ratio.
Duct Class berubah dari 1 s/d 6 tergantung dari sisi terbesar Duct dan nilai ½ keliling sisi-sisi Duct. Makin
besar Duct Class makin tinggi biayanya. Bila nilai Duct Class naik , tetapi Duct Area maupun capacity
dipertahankan , maka item-item berikut akan naik :
1. 1/2 keliling & permukaan Duct.
2. Berat Bahan.
3. Ketebalan Bahan.
4. Jumlah Isolasi yang dibutuhkan.
Jadi dilihat dari segi ekonomis, saat merencanakan Duct SIstim agar diusahakan memakai Duct Class
dengan Aspect Ratio serendah mungkin.
Hal. 16
Duct Size
Ukuran Duct tergantung dari volume udara yang harus dikirim agar dapat mendinginkan ruang sesuai
perencanaan , termasuk juga kedalaman antara lain Fresh Air.
Bila space terbatas , hingga ukuran terpaksa dikurangi akan menimbulkan ; noise , meskipun dapat
diantisipasi dengan menggunakan, antara lain Isolasi dalam, memakai bahan penahan suara/noise. Noise
terutama disebabkan oleh bertambahnya velocity udara dalam Duct, disamping ini juga Pressure
bertambah yang pada gilirannya harus juga menambah tenaga dari Fan.
Kecepatan udara sangat dominan pada ke ttiga titik tersebut, didalam menentukan ukuran Duct terkait.
Misalnya pada bagian Fan Discharge atau dititik A dapat digunakan :
Sistim ini atau metode yang dipakai disini adalah : Velocity Reduction.
Disamping metode tersebut , dapat juga digunakan : Equal Friction dan Static Regain.
Hal. 17
Diffuser , Grille & Register
Untuk menghindari penghalang terhadap aliran udara serta untuk mengatur aliran yang baru keluar dari
Duct, memasuki ruang digunakan peralatan :
1. Diffuser : Aliran udara masuk ke ruang mempunyai bentangan yang lebar dan berbentuk seperti
kipas ; untuk udara supply.
2. Grille : Digunakan sebagai penutup pada Return Air Duct dan tidak mempunyai alat pengatur.
3. Register : Dipakai untuk mengirim udara yang dipadatkan alirannya kedalam Ruangan, mempunyai
satu arah atau dua arahpenyimpang aliran udara (One Way / Two Way Air Deflector).
Untuk mengatur aliran udara dan membalancing Distribusinya digunakan Duct Damper, banyak jenisnya
tergantung dari fungsi, antara lain dipasang di Diffuser, untuk mengatur volume dan arah aliran udara
yang lewat.
Beberapa jenis Damper : Butterfly ; Multiple Blade ; Split Damper; Fire Damper (Automatic).
Elbow
Untuk mengubah arah aliran udara dibutuhkan Energy, karena udara cenderung mengikuti arah garis
lurus. Pada putaran / belokan akan memenuhi bagian sebelah luar, seperti terlihat pada Gbr. 6
A : Turbulence.
B : Turbulence.
C : Aliran yang rata/lancar.
D : Aliran yang rata/lancer.
E : Rata karena adanya Vane pada F.
Hal. 18
Pada umumnya Elbow yang dipakai adalah ; Full Radius ; Short Radius + Vane ; Vane Square untuk
Rectangular. Dan Smooth Elbow ; 3 piece ; 5 piece pada Round Duct.
Hal. 19
Take – Off
Adalah permulaan dari perubahan aliran udara pada Rectangular Duct.
Gambar -7 adalah Take Off yang direkomendasi.
Gbr. 7 . Take Off menggunakan Full Radius Elbow. Heel dan Throat dari 2 titik yang berbeda, karena D
adalah lebih besar dar D1 .
Hal. 20