Praktikum Sistem Informasi Geografis Tahun Ajaran 2017/2018
MODUL 6
RASTER DATA PROCESSING
Materi
Definisi Data Raster
Data raster yang merepresentasikan objek dalam bentuk piksel. Piksel tersebut disusun dalam
bentuk baris dan kolom. Setiap piksel memiliki nilai data yang merepresentasikan objek/fenomena
geografisnya. Nilai ini merepresentasikan warna dari objek atau fenomena tersebut.
Gambar 1. Representasi Objek dalam Data Raster
Tingkat kerapatan piksel pada data raster menunjukkan resolusi data. Data raster dengan resolusi
tinggi memiliki ukuran piksel yang kecil dan jumlah piksel yang banyak. Sebaliknya data raster
dengan resolusi rendah memiliki ukuran piksel yang besar dan jumlah piksel yang sedikit.
PUTRI RAHMADANI & ALFA CINOOR KABAN 1
Praktikum Sistem Informasi Geografis Tahun Ajaran 2017/2018
Gambar 2. Resolusi Data Raster
Jenis-Jenis Data Raster Berdasarkan Sumbernya
1. Satelite Imagery
Menggunakan satelit yang berada pada ketinggian >250km diatas permukaan laut, dapat
mencakup area yang lebih luas namun dengan resolusi rendah
2. Aerial Photo
Menggunakan pesawat udara dengan ketinggian 750-15000 m diatas permukaan laut,
resolusi lebih baik dari satelit namun tidak dapat mencakup area seluas cakupan satelit
3. Radar Imagery
Menggunakan manned aircraft dengan ketinggian 400-2500 m diatas pemukaan laut,
resolusi lebih baik dari aerial photo namun dengan luasan lebih kecil dari cakupan aerial
photo
4. Airborne Profile
Menggunakan radio controlled miniature aircraft dengan ketinggiana 100-750 m diatas
permukaan laut, resolusi lebih baik dari radar imagery karena makin dekat dengan
permukaan bumi namun cakupan luasan yang dihasilkan makin kecil.
PUTRI RAHMADANI & ALFA CINOOR KABAN 2
Praktikum Sistem Informasi Geografis Tahun Ajaran 2017/2018
Slope Map
Peta yang menunjukkan kecuraman atau derajat kemiringan dari sebuah objek yang relatif
terhadap bidang datar. Kemiringan ini biasanya dinyatakan dalam bentuk persen, sudut, atau rasio.
Aspect Map
Peta yang menunjukkan orientasi dari kemiringan suatu objek dinyatakan dalam derajat 0° hingga
360° searah jarum jam.
Hillshade Map
Peta yang memvisualisasikan daratan sebagai relief dari bayangan dengan menggunakan
penerangan/pencahayaan hipotesis. Nilai pencahayaan untuk setiap cell raster ditentukan oleh
orientasi dari sumber cahaya yang berdasarkan pada kemiringan dan orientasi kemiringannya.
Reclassification
Pendefinisian klasifikasi pada satu nilai tertentu.
Raster Overlay
Operasi matematika pada dua atau lebih data raster
Weighting
Operasi matematika pada satu/lebih data raster menggunakan suatu nilai faktor tertentu
Langkah Praktikum
Slope Map, Aspect Map dan Hillshade Map
1. Buka ArcGIS
2. Save project
3. Buat file geodatabase
4. File > Add data > Add data > Pilih shapefile “Litologi” > Add
5. File > Add data > Add data > Pilih data raster “srtm_62_13” > Add
PUTRI RAHMADANI & ALFA CINOOR KABAN 3
Praktikum Sistem Informasi Geografis Tahun Ajaran 2017/2018
6. Pada Arc Toolbox, pilih Spatial Analyst Tools > Extraction > Extract by Mask > pada input
raster, pilih “srtm_62_13.tif” > pada feature mask data, pilih “Litologi” > pada output
feature, pilih file geodatabase yang dibuat untuk lokasi penyimpanan, rename dengan
“SRTM_Extraction” > OK
7. Pada Arc Toolbox, pilih Data Management Tools > Projection and Transformation >
Raster > Project Raster > pada input raster, pilih SRTM_Extraction > pada output raster
dataset, pilih file geodatabase yang dibuat untuk lokasi penyimpanan, rename dengan
“SRTM_Projection” > pada output raster dataset, pilih Projected Coordinate System –
UTM – WGS 1984 - Southern Hemisphere – WGS 1984 UTM Zone 48S > OK
8. Pada Arc Toolbox, pilih Data Management Tools > Projection and Transformation >
Raster > Project > pada input dataset, pilih Litologi > pada output raster dataset, pilih file
geodatabase yang dibuat untuk lokasi penyimpanan, rename dengan “Litologi_Projection”
> pada output raster dataset, pilih Projected Coordinate System – UTM – WGS 1984 -
Southern Hemisphere – WGS 1984 UTM Zone 48S > OK
9. Klik kanan pada Layers > Properties > Coordinate System > Projected Coordinate System
> UTM > WGS 1984 > Southern Hemisphere > WGS 1984 UTM Zone 48S > OK
10. Pada Arc Toolbox, pilih 3D Analyst Tools > Raster Surface > Slope > pada input raster,
pilih SRTM_Projection > pada output feature, pilih file geodatabase yang dibuat untuk
lokasi penyimpanan, rename dengan “Makariki_Slope” > pada Z factore, isi dengan nilai
0.00000898 > OK
11. Pada Arc Toolbox, pilih 3D Analyst Tools > Raster Surface > Aspect > pada input raster,
pilih SRTM_Projection > pada output feature, pilih file geodatabase yang dibuat untuk
lokasi penyimpanan, rename dengan “Makariki_Aspect” > OK
12. Pada Arc Toolbox, pilih 3D Analyst Tools > Raster Surface > Hillshade > pada input raster,
pilih SRTM_Projection > pada output feature, pilih file geodatabase yang dibuat untuk
lokasi penyimpanan, rename dengan “Makariki_Hillshade” > OK
13. Klik kanan pada Hillshade > Display > ganti nilai transparansi menjadi 50% > OK
14. Drag data SRTM_Projection hingga berada di bawah data Hillshade
15. Klik kanan pada SRTM_Projection > Symbology > Ganti warna pada color ramp > OK
16. Layouting untuk masing-masing peta!
PUTRI RAHMADANI & ALFA CINOOR KABAN 4