0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan15 halaman

Pengembangan Manajemen Transportasi KAI

Diunggah oleh

sahransambas362
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan15 halaman

Pengembangan Manajemen Transportasi KAI

Diunggah oleh

sahransambas362
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

STUDI KASUS PENGEMBANGAN SISTEM


MANAJEMEN TRANSPORTASI DI [Link] API
INDONESIA(KAI)
Disusun Dalam Rangka Memenuhi Tugas UAS Mata Kuliah

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Dosen pengampu :

Erifa Syahnaz,[Link].,M.M.

Disusun oleh :

Akhla Alfantera Gallantry

(3202302022)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFOMATIKA


JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA
POLITEKNIK NEGERI SAMBAS
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan
karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Studi Kasus Pengembangan
Sistem Manajemen Transportasi di PT. Kereta Api Indonesia (KAI)”. Makalah ini disusun untuk
memenuhi salah satu tugas dalam mata kuliah [nama mata kuliah] di [nama institusi].

Dalam makalah ini, kami berusaha untuk mengkaji dan menganalisis perkembangan
sistem manajemen informasi di PT. Kereta Api Indonesia (KAI), mulai dari latar belakang,
permasalahan yang dihadapi, hingga solusi yang telah diimplementasikan untuk meningkatkan
efisiensi dan efektivitas layanan. Kami berharap makalah ini dapat memberikan wawasan dan
pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya inovasi dan teknologi dalam industri
informasi, khususnya di sektor perkeretaapian.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami
sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak untuk
penyempurnaan makalah ini di masa mendatang. Kami juga ingin menyampaikan terima kasih
kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam penyusunan makalah
ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan
menjadi referensi yang berguna dalam pengembangan sistem manajemen informasi di Indonesia.

SAMBAS, 3 Juli 2024

Akhla Alfantera Gallantry

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................................................ii
BAB I...............................................................................................................................................1
PENDAHULUAN...........................................................................................................................1
A. Latar Belakang......................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.................................................................................................................1
C. Tujuan Penelitian..................................................................................................................2
BAB II.............................................................................................................................................3
PEMBAHASAN..............................................................................................................................3
A. Analisis Kebutuhan...............................................................................................................4
B. Desain Sistem.......................................................................................................................5
C. Kondisi Awal Sistem Mannajemen informasi di PT KAI....................................................5
B. Permasalahan yang dihadapi PT KAI dalam sistem manajemen informasi.........................6
B. Strategi dan langkah langkah yang telah di ambil PT KAI .................................................7
B. Dampak pengembangan sistem manajemen informasi terhadap PT KAI............................7
B. Tantangan dan hambatan yang dihadapi PT KAI dalam sistem manajemen informasi.......8
B. Rekomendasi yang diberikan untuk peningkatan lebih lanjut di PT KAI ...........................9
BAB III..........................................................................................................................................12
PENUTUP.....................................................................................................................................12
A. Kesimpulan.........................................................................................................................12
B. Saran...................................................................................................................................12
Daftar Pustaka................................................................................................................................13

iii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Transportasi merupakan salah satu sektor vital yang memegang peranan penting dalam
mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat. Di Indonesia, PT. Kereta Api
Indonesia (KAI) menjadi salah satu penyedia jasa informasi publik yang memiliki peran strategis
dalam menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi
dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas layanan, PT. KAI dituntut untuk
terus melakukan inovasi dan pengembangan dalam sistem manajemen informasinya.

Pengembangan sistem manajemen informasi yang efektif dan efisien menjadi suatu
keharusan bagi PT. KAI untuk dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan
informasi yang cepat, aman, dan nyaman. Berbagai upaya telah dilakukan oleh PT. KAI, seperti
digitalisasi layanan, peningkatan infrastruktur, serta penerapan teknologi informasi dalam
operasional dan manajemen. Studi kasus ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang
upaya-upaya tersebut, serta menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kualitas layanan dan
efisiensi operasional.

Dengan melakukan studi kasus ini, diharapkan dapat ditemukan berbagai aspek penting
yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem manajemen informasi di PT. KAI. Selain
itu, studi ini juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif bagi PT. KAI
dalam mengoptimalkan sistem manajemennya di masa mendatang.

Melalui makalah ini, penulis berupaya untuk menyajikan informasi yang komprehensif
dan terperinci mengenai latar belakang, permasalahan, strategi pengembangan, serta hasil yang
telah dicapai oleh PT. KAI dalam mengembangkan sistem manajemen informasinya. Penulis
juga berharap makalah ini dapat menjadi referensi bagi para praktisi, akademisi, dan pihak-pihak
terkait lainnya yang berkecimpung dalam bidang informasi dan manajemen.

B. Rumusan Masalah
1. Siapa saja yang terlibat dalam penelitian ini
2. Bagaimana Desain Sistem Penyelesaian Masalah ini
3. Bagaimana kondisi awal sistem manajemen informasi di PT. Kereta Api Indonesia (KAI)
sebelum dilakukan pengembangan?
4. Apa saja permasalahan yang dihadapi oleh PT. KAI dalam sistem manajemen informasi
mereka?
5. Strategi dan langkah-langkah apa yang telah diambil oleh PT. KAI dalam
mengembangkan sistem manajemen informasinya?

1
2

6. Bagaimana dampak pengembangan sistem manajemen informasi terhadap efisiensi


operasional dan kualitas layanan di PT. KAI?
7. Apa saja tantangan dan hambatan yang dihadapi PT. KAI dalam implementasi sistem
manajemen informasi yang baru?
8. Apa rekomendasi yang dapat diberikan untuk peningkatan lebih lanjut sistem manajemen
informasi di PT. KAI?

C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui siapa saja yang terlibat dalam penelitian ini
2. Mengetahui desain flowchart penelitian ini
3. Mengetahui kondisi awal sistem manajemen informasi di PT. Kereta Api Indonesia
(KAI) sebelum dilakukan pengembangan.
4. Mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh PT. KAI dalam sistem manajemen
informasinya.
5. Menganalisis strategi dan langkah-langkah yang diambil oleh PT. KAI dalam
mengembangkan sistem manajemen informasinya.
6. Mengevaluasi dampak pengembangan sistem manajemen informasinyai terhadap
efisiensi operasional dan kualitas layanan di PT. KAI.
7. Mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang dihadapi PT. KAI dalam implementasi
sistem manajemen informasi yang baru.
8. Memberikan rekomendasi untuk peningkatan lebih lanjut sistem manajemen informasi di
PT. KA
BAB II

PEMBAHASAN
A. Analisa Kebutuhan
1. Stakeholder
a. Manajemen PT. Kereta Api Indonesia (KAI)
1. Direksi dan Manajer Senior: Bertanggung jawab atas pengambilan keputusan
strategis dan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan sistem manajemen
informasi.
2. Departemen IT: Mengelola dan mengembangkan infrastruktur teknologi
informasi yang mendukung sistem manajemen informasi.
3. Departemen Operasional: Mengimplementasikan dan menjalankan sistem
manajemen informasi dalam operasional sehari-hari.
b. Karyawan PT. KAI
1. Staf Administrasi: Melakukan input data dan administrasi terkait operasional
informasi.
2. Staf Operasional: Mengelola dan mengoperasikan kereta api serta memastikan
pelayanan yang optimal kepada penumpang.
3. Staf Pemeliharaan: Menjaga dan memelihara infrastruktur dan peralatan kereta
api agar berfungsi dengan baik.
c. Penumpang Kereta Api
1. Pengguna Harian: Penumpang yang menggunakan jasa kereta api untuk aktivitas
sehari-hari, seperti bekerja atau sekolah.
2. Pengguna Berkala: Penumpang yang menggunakan jasa kereta api secara berkala
untuk keperluan tertentu, seperti liburan atau bisnis.
d. Penyedia Teknologi dan Infrastruktur
1. Vendor Teknologi: Menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak yang
diperlukan untuk pengembangan dan operasional sistem manajemen informasi.
2. Konsultan IT: Memberikan konsultasi dan dukungan teknis dalam pengembangan
dan implementasi sistem manajemen informasi.
e. Masyarakat Umum
1. Pengguna Potensial: Masyarakat yang mungkin akan menggunakan layanan
kereta api di masa depan.
2. Komunitas Lokal: Masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta api yang
mungkin terkena dampak dari pengembangan dan operasional sistem manajemen
informasi.
f. Lembaga Keuanga

3
4

1. Bank dan Investor: Menyediakan pembiayaan untuk proyek pengembangan


sistem manajemen informasi.
g. Media
1. Media Cetak dan Elektronik: Menyampaikan informasi kepada publik mengenai
perkembangan dan inovasi yang dilakukan oleh PT. KAI.
h. Organisasi Non-Pemerintah (NGO)
1. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM): Mengawasi dampak sosial dan lingkungan
dari pengembangan sistem manajemen informasi dan memberikan masukan
konstruktif.
i. Akademisi dan Peneliti
1. Universitas dan Institusi Penelitian: Melakukan penelitian terkait pengembangan
dan inovasi dalam manajemen informasi serta memberikan rekomendasi berbasis
ilmiah.
B. Desain Sistem
Flowchart Sistem
5

C. Kondisi Awal Sistem Manajemen informasi di [Link]

Sebelum dilakukan pengembangan, sistem manajemen informasi di PT. KAI masih


bersifat manual dan terfragmentasi. Proses operasional dan administratif dilakukan secara
terpisah dan tidak terintegrasi dengan baik, sehingga mengakibatkan ineffisiensi dan
ketidakakuratan data.

1. Infrastruktur Teknologi
a. Kondisi infrastruktur teknologi pada awalnya mungkin terbatas dan belum
sepenuhnya terintegrasi.
b. Sistem-sistem yang digunakan mungkin tersebar dan tidak terhubung secara
efisien.
2. Proses Operasional
a. Proses pengumpulan, pengolahan, dan distribusi informasi mungkin bersifat
manual dan tidak terotomatisasi.
b. Keterbatasan dalam sistem pelaporan dan monitoring kinerja.
3. Manajemen Data
a. Data operasional, seperti data penumpang dan data operasional kereta,
mungkin tersebar di berbagai sistem yang tidak terintegrasi.
c. Keterbatasan dalam manajemen data historis dan analisis data untuk
pengambilan keputusan.
4. Keamanan Informasi
a. Tantangan dalam memastikan keamanan data dan informasi sensitif,
terutama dengan adanya peningkatan ancaman keamanan cyber.
5. Kualitas Layanan dan Responsifitas
a. Kemungkinan adanya tantangan dalam responsifitas sistem terhadap
kebutuhan operasional sehari-hari.
b. Potensial adanya keterlambatan atau ketidakpastian dalam penyediaan
informasi kepada pengguna internal dan eksternal.
6. Kesesuaian dengan Standar Industri
a. Evaluasi terhadap kesesuaian sistem manajemen informasi PT. KAI
dengan standar industri terkait, seperti standar keamanan informasi atau
standar manajemen kualitas.

D. Permasalahan Yang Dihadapi Oleh PT. KAI Dalam Sistem Manajemen


Informasinya.
1. Fragmentasi Sistem
a. Sistem informasi yang tersebar dan tidak terintegrasi dengan baik antar
departemen dan unit operasional.
b. Kesulitan dalam akses dan berbagi data secara efisien dan real-time.
6

2. Kualitas Data dan Akurasi


a. Masalah ketidakakuratan data operasional, seperti data penumpang, jadwal,
dan inventarisasi kereta.
b. Dampak dari ketidakakuratan data terhadap keputusan operasional dan
pelayanan pelanggan.
3. Keterbatasan Teknologi dan Infrastruktur
a. Infrastruktur teknologi yang belum memadai untuk mendukung kebutuhan
sistem informasi yang kompleks.
b. Tantangan dalam mengintegrasikan teknologi baru dengan sistem yang sudah
ada.
4. Keamanan Informasi
a. Tantangan dalam menjaga keamanan data dan informasi pelanggan, terutama
dengan ancaman keamanan cyber yang semakin meningkat.
b. Perlunya implementasi kebijakan keamanan informasi yang lebih ketat dan
sistem deteksi dini terhadap serangan cyber.
5. Efisiensi Operasional
a. Proses operasional yang lambat dan kurang responsif terhadap perubahan
pasar atau kebutuhan pelanggan.
b. Kesulitan dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan
meningkatkan efisiensi operasional.
6. Kesesuaian dengan Regulasi dan Standar
a. Tantangan dalam mematuhi regulasi pemerintah terkait informasi dan standar
industri terkait manajemen informasi.
b. Dampak dari ketidaksesuaian terhadap regulasi terhadap reputasi perusahaan
dan operasional keseluruhan.

E. Strategi Dan Langkah-Langkah Yang Diambil Oleh PT. KAI Dalam


Mengembangkan Sistem Manajemen Transportasinya.
1. Integrasi Sistem dan Infrastruktur
a. Langkah-langkah: PT. KAI telah fokus untuk mengintegrasikan sistem-
sistem yang terpisah menjadi satu entitas yang terpadu.
b. Strategi: Implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) untuk
mengonsolidasikan dan menyatukan operasi dari berbagai departemen
seperti operasional, keuangan, dan sumber daya manusia.
c. Dampak: Meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki visibilitas data,
dan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.
2. Peningkatan Keamanan Informasi
a. Langkah-langkah: PT. KAI telah meningkatkan infrastruktur keamanan
informasi, termasuk sistem deteksi dini terhadap ancaman cyber.
7

b. Strategi: Implementasi kebijakan keamanan yang ketat, pelatihan


karyawan terkait kesadaran keamanan informasi, dan investasi dalam
teknologi keamanan yang mutakhir.
c. Dampak: Melindungi data sensitif pelanggan dan operasional dari
serangan cyber, membangun kepercayaan pelanggan, dan mematuhi
regulasi keamanan yang berlaku.
3. Adopsi Teknologi Terbaru
a. Langkah-langkah: PT. KAI telah aktif dalam mengadopsi teknologi
terbaru, seperti Internet of Things (IoT) untuk monitoring kereta api
dan sistem prediksi pemeliharaan.
b. Strategi: Kemitraan dengan penyedia teknologi untuk pengembangan
solusi cerdas yang meningkatkan efisiensi operasional dan layanan
kepada pelanggan.
c. Dampak: Meningkatkan keandalan layanan, mempercepat waktu
respon terhadap masalah teknis, dan mengoptimalkan penggunaan
aset.
4. Optimalisasi Proses dan Layanan Pelanggan
a. Langkah-langkah: PT. KAI telah melakukan transformasi digital dalam proses
operasional dan layanan pelanggan.
b. Strategi: Implementasi aplikasi mobile untuk pemesanan tiket, perbaikan sistem
informasi penumpang, dan layanan pelanggan secara online.
c. Dampak: Meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas bagi pelanggan,
mengurangi waktu antrian, dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

F. Mengevaluasi dampak pengembangan sistem manajemen informasinyai terhadap


efisiensi operasional dan kualitas layanan di PT. KAI.
1. Efisiensi Operasional
a. Optimisasi Proses Operasional:
1. Evaluasi terhadap efisiensi waktu dalam operasi harian seperti pengelolaan jadwal
perjalanan, perawatan kereta, dan manajemen stok.
2. Peningkatan dalam manajemen inventaris dan distribusi sumber daya untuk
mengurangi waktu henti operasional.

[Link] Biaya Operasional:

Analisis terhadap pengurangan biaya-biaya operasional seperti penghematan dalam


perawatan preventif, manajemen logistik yang lebih efisien, dan optimisasi penggunaan tenaga
kerja.
8

3. Kualitas Layanan

[Link] Pelayanan kepada Pelanggan:

1. Tinjauan terhadap peningkatan layanan kepada pelanggan melalui sistem


pemesanan online yang lebih cepat dan akurat.
2. Evaluasi terhadap pengalaman pengguna dalam aplikasi mobile untuk
penjadwalan dan pembayaran tiket.

4. Pengukuran Kinerja dan Evaluasi

a. Indikator Kinerja Utama (KPI):

1. Penetapan KPI yang jelas untuk mengukur dampak pengembangan sistem


manajemen informasi terhadap efisiensi operasional dan kualitas layanan.
2. Pemantauan secara berkala terhadap pencapaian KPI tersebut untuk mengevaluasi
keberhasilan implementasi.

G. Mengidentifikasi Tantangan Dan Hambatan Yang Dihadapi PT. KAI Dalam


[Link] Sistem Manajemen Informasi Yang Baru.
1. Keterbatasan Infrastruktur Teknologi.
Penjelasan: Infrastruktur teknologi yang sudah ada mungkin belum siap atau tidak
memadai untuk mendukung sistem manajemen informasi yang baru.
Dampak: Menghambat integrasi dan implementasi sistem yang komprehensif, serta
memperlambat proses perubahan.

2. Kompleksitas Integrasi Sistem


Penjelasan: Tantangan dalam mengintegrasikan sistem-sistem yang sudah ada dengan
solusi baru yang diusulkan.
Dampak: Meningkatkan biaya dan waktu implementasi, serta meningkatkan risiko
kegagalan integrasi antar-sistem.

3. Perubahan Budaya Organisasi


Penjelasan: Tantangan dalam mengubah budaya organisasi untuk menerima dan
mendukung perubahan yang dibawa oleh sistem baru.
Dampak: Resistensi dari pegawai dalam mengadopsi teknologi baru, serta perlunya
pelatihan dan pendampingan yang intensif.

4. Keamanan Informasi
Penjelasan: Peningkatan ancaman keamanan cyber mengharuskan implementasi
kebijakan keamanan yang ketat.
Dampak: Potensial terhadap risiko kebocoran data atau serangan cyber yang dapat
merusak reputasi perusahaan.
9

5. Biaya Implementasi dan ROI


Penjelasan: Tantangan dalam menghitung biaya total implementasi dan mengukur
pengembalian investasi (ROI) dari sistem baru.
Dampak: Menyulitkan pengambilan keputusan manajerial terkait alokasi anggaran dan
justifikasi investasi dalam teknologi informasi.

6. Kesesuaian Regulasi
Penjelasan: Memastikan bahwa sistem baru mematuhi semua regulasi dan kebijakan yang
berlaku dalam industri informasi.
Dampak: Risiko non-komplian yang dapat berdampak negatif pada operasional
perusahaan dan reputasi di mata publik.

Strategi Penanggulangan

Untuk mengatasi tantangan ini, PT. KAI dapat mengimplementasikan strategi seperti:

a. Perencanaan yang Matang: Memiliki perencanaan yang matang dan studi kelayakan
yang komprehensif sebelum memulai implementasi.
b. Pendekatan Bertahap: Menerapkan implementasi bertahap untuk meminimalkan
risiko dan memungkinkan adaptasi bertahap bagi pegawai.
c. Penguatan Keamanan: Menginvestasikan dalam teknologi keamanan informasi dan
melaksanakan pelatihan keamanan untuk pegawai.
d. Manajemen Perubahan: Mengadopsi pendekatan manajemen perubahan yang efektif
untuk mempersiapkan pegawai dalam menghadapi perubahan budaya dan
operasional.

Dengan mengidentifikasi tantangan dan hambatan ini, PT. KAI dapat lebih siap
dalam menghadapi dan mengatasi kompleksitas dalam implementasi sistem manajemen
informasi yang baru, serta memaksimalkan manfaat dari transformasi teknologi ini.

H. Memberikan Rekomendasi Untuk Peningkatan Lebih Lanjut Sistem Manajemen


Informasi di PT. KAI
1. Rekomendasi untuk Peningkatan Sistem Manajemen Informasi di PT. KAI
a) Integrasi Sistem yang Lebih Lanjut
1. Melakukan integrasi lebih lanjut antara berbagai sistem yang ada untuk menciptakan
ekosistem informasi yang terintegrasi secara menyeluruh.
2. Menggunakan platform Enterprise Resource Planning (ERP) yang dapat mengelola
semua aspek operasional dari satu pusat data.
b) Adopsi Teknologi Terkini
1. Terus mengadopsi teknologi terbaru seperti Internet of Things (IoT), Big Data
Analytics, dan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional.
10

2. Memanfaatkan IoT untuk monitoring real-time dan prediksi perawatan kereta, serta
AI untuk analisis data besar dalam pengambilan keputusan.
c) Penguatan Keamanan Informasi
1. Memperkuat keamanan informasi dengan mengimplementasikan teknologi
keamanan yang mutakhir dan melakukan pelatihan keamanan terhadap karyawan.
2. Menerapkan kebijakan keamanan yang ketat dan sistem deteksi dini terhadap
ancaman cyber untuk melindungi data sensitif perusahaan dan pelanggan.
d) Transformasi Digital dalam Layanan Pelanggan
1. Mengembangkan lebih lanjut aplikasi mobile yang intuitif dan ramah pengguna
untuk memfasilitasi pemesanan tiket, pengelolaan perjalanan, dan layanan
pelanggan lainnya.
2. Meningkatkan ketersediaan informasi real-time kepada pelanggan mengenai
jadwal, perubahan, dan penundaan perjalanan.
e) Pelatihan dan Pengembangan SDM
1. Mengadakan pelatihan reguler untuk karyawan dalam penggunaan sistem baru
dan teknologi terbaru yang diimplementasikan.
2. Mengembangkan program pengembangan keterampilan untuk mempersiapkan
karyawan dalam menghadapi transformasi digital dan perubahan budaya
organisasi.
f) Monitoring dan Evaluasi Berkelanjutan
1. Menetapkan KPI yang jelas untuk mengukur keberhasilan implementasi sistem
baru serta memantau secara berkala pencapaian KPI tersebut.
2. Melakukan evaluasi rutin terhadap dampak sistem informasi terhadap efisiensi
operasional, kualitas layanan, dan kepuasan pelanggan.

[Link] dan Perencanaan Lanjutan

Untuk mengimplementasikan rekomendasi ini, PT. KAI perlu menyusun rencana strategis yang
komprehensif dan mengalokasikan sumber daya yang memadai. Penting untuk melibatkan
stakeholder terkait dan memastikan adanya dukungan dari semua tingkatan organisasi dalam
proses transformasi digital ini.

Dengan menerapkan rekomendasi ini secara hati-hati dan efektif, PT. KAI dapat memperkuat
posisinya sebagai penyedia layanan transportasi yang efisien, inovatif, dan responsif terhadap
kebutuhan pelanggan dan pasar.
BAB III

PENUTUP
Kesimpulan

Dari analisis kondisi awal, tantangan implementasi, dan langkah-langkah pengembangan


sistem manajemen informasi di PT. Kereta Api Indonesia (KAI), dapat disimpulkan bahwa
transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam efisiensi operasional dan
kualitas layanan perusahaan. Meskipun menghadapi beberapa hambatan seperti keterbatasan
infrastruktur dan tantangan budaya organisasi, langkah-langkah integrasi sistem, adopsi
teknologi terkini, penguatan keamanan informasi, transformasi digital dalam layanan pelanggan,
pelatihan SDM, dan evaluasi berkelanjutan menjadi kunci untuk mencapai kesuksesan dalam
menghadapi era digitalisasi industri transportasi.

Saran

Untuk meningkatkan lebih lanjut sistem manajemen informasi, PT. KAI disarankan untuk
terus memperkuat integrasi sistem, mengadopsi teknologi terbaru secara proaktif, meningkatkan
keamanan informasi, mengembangkan layanan digital yang lebih intuitif, menginvestasikan
dalam pelatihan karyawan, dan melakukan monitoring yang ketat terhadap implementasi serta
dampaknya. Dengan strategi ini, PT. KAI dapat mempertahankan keunggulan kompetitifnya
dalam memberikan layanan transportasi yang handal, efisien, dan inovatif kepada pelanggan.

12
DAFTAR PUSTAKA
Agarwal, R., & Karahanna, E. (2000). Time Flies When You're Having Fun: Cognitive
Absorption and Beliefs About Information Technology Usage. MIS Quarterly, 24(4), 665-
694.

Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2016). Management Information Systems: Managing the
Digital Firm (14th ed.). Pearson Education.

Luftman, J., & Kempaiah, R. (2007). An Update on Business-IT Alignment: 'A Line' Has
Been Drawn. Information Systems Management, 24(1), 7-15.

McLeod, R., & Schell, G. (2014). Management Information Systems (13th ed.). Pearson
Education.

O'Brien, J. A., & Marakas, G. M. (2011). Management Information Systems (10th ed.).
McGraw-Hill/Irwin.

Turban, E., Pollard, C., Wood, G., & Lang, M. (2008). Information Technology for
Management: Transforming Organizations in the Digital Economy (6th ed.). Wiley.

Budiarto, D. (2018). Pengembangan Sistem Informasi Manajemen pada PT Kereta Api


Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjung Karang [Tesis]. Universitas Lampung.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian. (2019). Rencana Strategis Direktorat Jenderal


Perkeretaapian 2020-2024. Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun


2007 Tentang Perkeretaapian. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 No. 99.

PT Kereta Api Indonesia (Persero). (2020). Laporan Tahunan 2019. PT Kereta Api
Indonesia (Persero).

Sutanto, J., & Yusuf, M. (2017). Pengelolaan Teknologi Informasi pada PT Kereta Api
Indonesia (Persero) Divisi Regional I Jakarta. Jurnal Manajemen Teknologi, 16(2), 123-136.

13

Anda mungkin juga menyukai