0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan8 halaman

Alur Tujuan Pembelajaran Sosiologi Kelas X

Diunggah oleh

trisno122
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan8 halaman

Alur Tujuan Pembelajaran Sosiologi Kelas X

Diunggah oleh

trisno122
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

SOSIOLOGI FASE E

1. Identitas Penyusun
Nama Penyusun Hedy Setya Rahayu [Link]
Sekolah SMA Negeri 1 Pamotan
Mata Pelajaran Sosiologi
Kelas / Fase X/E
Tahun Pelajaran 2024 / 2025
2. Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase E, peserta didik mampu memahami berbagai permasalahan sosial yang terjadi.
Peserta didik juga mampu menerapkan prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial sehingga
terwujud kehidupan sosial yang harmonis, memahami penyebab konflik dan kekerasan serta
upaya untuk menciptakan integrasi sosial di tengah dinamika masyarakat digital yang terus
berubah. Peserta didik mampu memahami berbagai perubahan sosial, dan eksistensi kearifan
lokal dalam kehidupan komunitas sebagai akibat dampak globalisasi dan perkembangan
teknologi informasi.

3. Rasional Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran


Penyederhanaan dan penetapan materi esensial dalam alur tujuan pembelajaran
(ATPdimaksudkan untuk mencapai pemahaman dasar materi sosiologi kelas X secara efektif
dan sesuai dengan kebutuhan. Penyusunan alur pembelajaran juga mempertimbangan tahapan
dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan system thingking (suatu proses
untuk melihat segala sesuatu sebagai kesatuan utuh dan menekankan pada hubungan antar
elemen yang ada pada suatu sistem) . Dengan model alur tujuan pembelajaran mendorong
peserta didik mampu mengkontektualisasikan materi pembelajaran dengan kehidupan yang
nyata di masyarakat.
Pencapaian pembelajaran pada elemen keterampilan proses inkuiri (inquiry process skill ) dapat
dilakukan dengan dua alternatif, yakni berdiri sendiri pada pembelajaran sosiologi dan atau
melalui studi multidisiplin
dengan mata pelajaran lain dalam bentuk kegiatan pembelajaran berbasis proyek (project
based learning/problem based learning/integreted learning ).
4. Alur Tujuan Pembelajaran
Elemen Capaian Materi Tujuan Pembelajaran Alokasi
Pembelajaran Waktu
Pemahaman 10.1 Menjelaskan Fungsi 1. Menjelaskan fungsi
Konsep fungsi sosiologi Sosiologi sosiologi untuk
sebagai ilmu untuk untuk mengkaji gejala sosial
mengkaji kehidupan mengenali di masyarakat
masyarakat dengan gejala sosial 2. Mengemukakan sifat
berbagai perspektif di
kajian teori sosiologi dan hakekat sosiologi
masyarakat
dan pendapat diri sebagai ilmu dalam
peserta didik serta mengkaji masyarakat
melakukan 3. Mengidentifikasi
identifikasi berbagai ragam gejala sosial
ragam gejala sosial dalam kehidupan
dilingkungan sekitar masyarakat melalui
melalui metode ilmiah. metode ilmiah
4. Menyampaikan
5. hasil pengamatan
dalam diskusi kelas
mengenai ragam 44 JP/15
Minggu/3
gejala sosial sebagai
Jam
bagian dari kajian
sosiologi.
10.2 Menjelaskan Identitas 1. Menjelaskan konsep
konsep identitas diri Diri dalam identitas diri dalam
dalam berbagai Kehidupan berbagai konteks
konteks dan Masyarakat
memberikan contoh
nyata 2. Menyajikan contoh
penerapannya dalam penerapan identitas
kehidupan sosial diri dalam kehidupan
bermasyarakat serta dari berbagai sumber
membuat laporan pengamatan
pemetaan identitas diri 3. Menerapkan konsep
sebagai entitas dalam identitas diri dalam
kehidupan
kehidupan nyata di
bermasyarakat.
masyarakat
4. Menyusun laporan
pemetaan penerapan
identitas diri dalam
berbagai konteks
5. Menyajikan
pemetaan penerapan
identitas diri dalam
bentuk presentasi
hasil kerja individual
10.3 Menjelaskan Tindakan 1. Menjelaskan konsep
konsep tindakan sosial Sosial tindakan dari
dan menyimpulkannya Sebagai berbagai perspektif
sebagai bagian dari Realitas teori sosiologi
proses
2. Mengemukakan
hubungan dengan
orang lain dalam pendapat pribadi
kehidupan sosial tentang tindakan
bermasyarakat serta sosial sebagai bagian
melakukan studi proses hubungan
penelitian lapangan dengan orang lain
tentang berbagai 3. Menemukan berbagai
fenomena tindakan fenomena tindakan
sosial yang terjadi di
sosial yang aktual ini
masyarakat.
terjadi melalui
pengamatan lapangan
4. Menyusun laporan
hasil pengamatan
terkait fenomena
tindakan sosial

5. Mengkomunikasikan
pendapat secara
individu berdasarkan
hasil pengamatan
mengenai fenomena
tindakan social.

10.4 Mengidentifikasi Hubungan 1. Menjelaskan konsep


bentuk hubungan Sosial hubungan sosial di
sosial yang terjadi masyarakat sebagai
dalam kehidupan realitas sosial
masyarakat melalui
2. Mendeskripsikan
pengamatan serta
melaporkan hasil faktor-faktor dan
pengamatan secara syarat terjadinya
ilmiah. hubungan sosial
3. Mengidentifikasi
bentuk-bentuk
hubungan sosial
sesuai dengan hasil
pengamatan
4. Menyajikan hasil
pengamatan dalam
bentuk projek mandiri
Keterampila 10.5 Menganalisis Peran 1. Menjelaskan konsep
n peran lembaga sosial Lembaga lembaga sosial dari
Proses dalam kehidupan Sosial berbagai sumber
sosial masyarakat dan
2. Menganalisis peran
menghubungkannya
dalam upaya lembaga sosial
menciptakan berdasarkan fakta
keteraturan dan tertib dalam kehidupan
sosial serta melakukan masyarakat
studi 3. Menganalisis
investigasi berbagai hubungan berbagai
peran lembaga sosial peran lembaga sosial
dalam kehidupan
dalam menciptakan
sosial secara nyata.
keteraturan dan
ketertiban di
masyarakat
4. Menganalisis dan
mendiskusikan peran
lembaga sosial di
masyarakat sekitar
sesuai dengan hasil
investigasi lapangan
5. Mempresentasikan
hasil temuan
lapangan secara
berkelompok
melalui diskusi
10.6 Menganalisis Ragam 1. Memahami hekekat
ragam gejala sosial Gejala gejala sosial dari
sebagai dinamika Sosial berbagai sumber
dalam kehidupan dalam literature
masyarakat
Masyarakat 2. Menganalisis adanya
mutikutural
dan mengevaluasinya Multikultur ragam gejala sosial
dengan berdasarkan al dalam masyarakat
pada fakta-fakta sosial multikultural
yang aktual terjadi di berdasarkan konteks
masyarakat. kehidupan nyata
3. Menganalisis
kecenderungan gejala
sosial di masyarakat
sebagai akibat dari
hubungan sosial dari
perspektif empiris
4. Mengevaluasi dan
mengajukan pendapat
secara kritsi terhadap
dinamika kehidupan
sosial masyakarat
multicultural
10.7 Merumuskan Penelitian 1. Menjelaskan
dampak keragaman Sosial pengertian penelitian
gejala sosial yang sosial
terjadi dilingkungan 2. Menjelaskan jenis-
sekitar sebagai topik
penelitian yang jenis penelitian sosial
relevan dan 3. Menentukan topik
melakukan penelitian penelitian tentang
sosial deskripstif yang dampak keragaman
sesuai dengan gejala sosial yang
metodologi terjadi di masyarakat
ilmiah. 4. Menyusun rancangan
penelitian sosial
dengan pendekatan
deskriptif
5. Menyusun instrument
penelitan dalam
bentuk wawancara,
kuesioner dan
observasi serta kajian
dokumen
6. Mengumpulkan data
dengan instrument
penelitian yang telah
dirancang
7. Mengolah dan
menganalisis data
penelitian sosial
8. Menyusun laporan
penelitian sesuai
dengan sistematika
ilmiah
9. Mengkomunikasi
hasil penelitian dalam
diskusi ilmiah

5. Lain - Lain
Model 1. Tatap muka
Pembelajaran Daring
Metode Pembelajaran Discovery Learning (DL) Kegiatan Pembelajaran:
1. Stimulation (Stimulus/pemberian ransang) berupa masalah kontekstual
2. Problem Statement (pernyataan/identifikasi masalah) dari masalah
kontekstual maupun bentuk abstrak dalam menemukan konsep
3. Data Processing (pengolahan data) mengenai masalah yang telah
diidentifiksi untuk mendapatkan konsep
4. Verification (pembuktian) menyampaikan hasil kegiatannya di depan
kelas.
Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)
Penilaian/ 1. Asesmen individu
Asesmen 2. Asesmen kelompok
3. Asesmen performa (presentasi, drama, pameran hasil karya,
dsb). Tertulis (tes objektif, esai)
Sumber Buku Sosiologi Kelompok Peminatan IPS untuk SMA/MA kelas X
Belajar (Kun Maryati, Juju Suryawati); Buku Siswa Sosiologi untuk SMA/MA
Kelas X (Suranto, dkk) dan internet.

Profil Pelajar Peserta didik menjadi pribadi yang bernalar kriris (Menjelaskan alasan
Pancasia untuk mendukung pemikirannya dan memikirkan pandangan yang
mungkin berlawanan dengan pemikirannya dan mengubah
pemikirannya jika
diperlukan). Perkembangan Dimensi Berkebinekaan Global
(Menganalisis berbagai pengaruh keanggotaan diri terhadap
pembentukan identitas diri dan mulai menginternalisasi identitas diri
sebagai bagian dari
masyarakat). Peserta didik menjadi pribadi yang berkebhinekaan global
(Mengidentifikasi dan mendeskripsikan keragaman sosial di sekitarnya
serta menjelaskan peran sosial dalam membentuk identitas dirinya).
Peserta didik menjadi pribadi yang bernalar kriris (Menganalisis dan
mengevaluasi penalaran yang digunakannya dalam menemukan dan
mencari solusi serta mengambil keputusan). Peserta didik menjadi
pribadi
yang kreatif (Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau
perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta
mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampak dan risikonya bagi
diri dan
lingkungannya dengan menggunakan berbagai perspektif).
Glosarium Masyarakat: satu kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut
sistem adat istiadat,
konvensi dan aturan hukum tertentu yang bersifat terus menerus dan
terikat oleh perasaan
bersama.
Hubungan sosial: kegiatan interaksi sosial masyarakat yang melakukan
tindakan untuk
memberi informasi dan mempengaruhi satu sama lainnya, hubungan ini
bisa bisa setabil jika
dilakukan dengan kesadaran serta tolerasi akan tetapi jika dilakukan
dengan penyimpangan
sosial maka yang timbul dari hubungan masyarakat ialah adanya
dinamika kelompok sosial,
seperti peperangam konflik sosial dan bentuk lainnya.
Gejala sosial: suatu fenomena yang ditandai dengan timbulnya
permasalahan sosial yang
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkah laku setiap individu di
dalam lingkungan
kehidupannya. Dengan kata lain, setiap gejala ini menjadi dampak
sekaligus penyebab dari
gejala sosial lainnya.
Tindakan sosial: tindakan yang bersifat subjektif dalam segala perilaku
manusia. Ciri utama dari
perilaku dalam tindakan sosial adalah pemaknaan yang bersifat
subjektif, mampu
mempengaruhi orang lain dan menerima pengaruh dari orang lain.
Interaksi sosial: hubungan sosial yang dinamis antara perseorangan dan
perseorangan, antara
perseorangan dan kelompok, dan antara kelompok dan kelompok
Dinamika sosial: gerak masyarakat secara terus-menerus yang
menimbulkan perubahan dalam
tata hidup masyarakat yang bersangkutan
Lembaga sosial: seperangkat aturan yang mengatur rangkaian tata cara
dan prosedur dalam
melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan
bermasyarakat dengan
tujuan mendapatkan keteraturan hidup
Masyarakat multikutural: masyarakat yang terdiri dari berbagai
macam suku yang masing
masing punya struktur budaya yang berbeda-beda. Mereka dapat hidup
bersama
berdampingan satu sama lain yang sederajat dan saling berinterseksi
dalam suatu tatanan
kesatuan sosial politik.
Keteraturan sosial: kondisi kehidupan yang aman, tentram, dan tertib
dari perilaku yangmerugikan masyarakat. Untuk mewujudkan kondisi
tersebut, maka dibuat nilai dan norma yang
berfungsi untuk mengontrol perilaku masyarakat.
Tertib sosial: kondisi kehidupan masyarakat yang aman, dinamis, dan
teratur, sebagai hasil
hubungan yang selaras antara tindakan, nilai, dan norma dalam interaksi
sosial.
Konteks: bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau
menambah kejelasan
makna situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian. Ada
beberapa jenis konteks
Eksplorasi: penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh
pengetahuan lebih banyak
(tentang keadaan) dan fakta sosial yang sesungguhnya.
Metodologi ilmiah: suatu prosedur atau tata cara sistematis yang
digunakan para ilmuan
untukmemecahkan masalah-masalah yang dihadapi
Identitas diri: kesadaran individu untuk menempatkan diri dan
memberi arti pada dirinya
sebagai seorang pribadi yang unik, memiliki keyakinan yang relatif
stabil, serta memiliki peran
penting dalam konteks kehidupan bermasyarakat.
Penelitian sosial: penyelidikan-penyelidikan yang dirancang untuk
menambah khazanah ilmu
pengetahuan sosial, hubungan antara dua atau lebih gejala sosial, atau
praktik-praktik sosial
dengan cara metodologi ilmiah.
Entitas: sesuatu yang memiliki keberadaan yang unik dan berbeda,
walaupun tidak harus
dalam bentuk fisik.

Pamotan, 1 Juli 2024


Mengetahui
Kepala SMAN 1 Pamotan Guru Mata Pelajaran

Soepartono, [Link] Hedy Setya Rahayu, [Link]


NIP. 19710703 199802 1006

Anda mungkin juga menyukai