0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SD

Diunggah oleh

irvansepriawan24
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SD

Diunggah oleh

irvansepriawan24
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dwijaloka Vol II No.

1, Maret 2021

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH


MATEMATIS SISWA SD BERDASARKAN
LANGKAH POLYA
Zulfa Daril Maghfiroh, Sukamto, Ervina Eka Subekti
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang
diah.ayu9817@[Link]

First received: 17 Juli 2020


Final proof received: 14 Januari 2021

Abstract

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan
masalah matematis siswa dilihat dari hasil belajar yang telah diperoleh. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa
dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitiatif. Subjek penelitian ini adalah siswa
kelas IV SDN Gunungpati 02 Semarang dan teknik pengumpulan data yang dilakukan
terdiri dari observasi, wawancara, tes dan dokumnetasi. Teknik analisis data menggunakan
model Miles and Huberman yang meliputi pengumpulan data, Reduksi data dan menarik
kesimpulan. Data yang diperoleh dari penelitian ini adalah kemampuan pemecahan
masalah siswa dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu tinggi sedang dan rendah.
Kemampuan siswa dapat dilihat dalam langkah Polya: (1) menentukan hal-hal yang
diketahui dan yang ditanyakan. (2) menyajikan urutan langkah-langkah penyelesaian.
(3) melaksanakan rencana dengan menuliskan jawaban. (4) menafsirkan hasil yang
diperoleh. Siswa dikatakan mempunyai kemampuan pemecahan masalah apabila mampu
memecahkan masalah berdasarkan langkah polya.

Kata Kunci: langkah polya, pemecahan masalah


PENDAHULUAN serta dapat meningkatkan kemampuan
Matematika merupakan ilmu uni- mengkonstruksi pengetahuan baru seba-
versal yang mensajikan berbagai gagasan gai upaya meningkatkan penguasaan yang
pengetahuan secara formal sehingga akan baik terhadap materi matematika (Susanto,
mengembangkan kemamapuan dan kete- 2013: 186). Kemampuan pemecahan masa-
rampilan intelektual. Matematika sebagai lah sangat penting dimiliki oleh setiap siswa
ilmu dasar yang perlu dikuasai oleh sis- karena (a) Pemecahan masalah merupakan
wa sekolah dasar (Badriyah, Sukamto, & tujuan umum pengajaran matematika, (b)
Subekti, 2020). Pembelajaran matematika pemecahan masalah yang meliputi metode,
adalah suatu proses belajar mengajar yang prosedur dan strategi merupakan proses
dibangun oleh guru untuk mengembang- inti dan utama dalam kurikuum matema-
kan kreativitas berpikir siswa yang dapat tika, dan (c) pemecahan masalah merupa-
meningkatkan kemampuan berpikir siswa, kan kemampuan dalam belajar matematika
Dwijaloka Vol II No. 1, Maret 2021 73

(Branca, 1980). puan siswa menggunakan informasi yang


Tujuan penelitian ini adalah untuk ada untuk menentukan apa yang harus dik-
mengetahui kemampuan pemecahan ma- erjakan dalam suatu keadaan tertentu (Gok
salah matematis di SDN Gunungpati 02 & Silay: 2008).
Semarang. Pada kenyataannya kemampuan Oleh karena itu, kemampuan peme-
siswa dalam memecahkan masalah belum cahan masalah harus mendapatkan per-
sesuai dengan yang diharapkan salah satu hatian utama dalam proses pembelajaran
pembelajaran matematika. Pada studi pen- matematika dari jenjang pendidikan formal
dahuluan yang dilakukan oleh peneliti me- paling dasar, yaitu di Sekolah Dasar (SD)
lalui wawancara diperoleh fakta kemampu- (Mulyati:2016). Hal tersebut juga didukung
an pemecahan masalah matematika siswa oleh pendapat National Council of super-
kelas IV masih rendah sebanyak 50% siswa visors of mathematics (Su, 1999) menye-
atau 13 siswa mendapatkan nilai dibawah butkan bahwa “learning to solve problems is the
KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). principal reason for studying mathematics” dan
Berdasarkan latar belakang dia- National council of teacher of mathema-
tas, pembahasan yang diambil adalah tics (NCTM, 1980) menyebutkan bahwa
“Bagaimana Kemampuan Pemecahan Ma- “Problem solving must be the focus of the curri-
salah Matematis Siswa Kelas IV SDN Gu- culum”.
nungpati 02?” Menurut Soedjadi (dalam Subekti,
Matematika merupakan salah satu 2011: 2) menyatakan bahwa pemecahan
disiplin ilmu yang dapat meningkatkan masalah adalah tujuan material dalam pem-
kemampuan berpikir dan berargumentasi, belajaran matematika yang didalamnya ber-
memberikan kontribusi dalam penyelesa- kaitan dengan melatih penerapan matema-
ian masalah sehari-hari dan dalam dunia tika serta kemampuan memecahan masalah
kerja, serta memberikan dukungan dalam matematika. Berdasarkan uraian diatas,
pengembangan ilmu pengetahuan dan maka dapat dikatakan bahwa kemampuan
teknologi (Susanto, 2013: 185). pemecahan masalah adalah usaha untuk
Masalah umumnya pernah ditemui menemukan pemecahan masalah yang di-
oleh setiap manusia. Masalah timbul dikare- dasarkan pada struktur kognitif yang dimi-
nakan adanya kesenjangan antara keadaan liki siswa sehingga mencapai tujuan yang
saat ini dengan keadaan yang diharapkan diinginkan.
yang sedang dihadapi seseorang dan butuh Terdapat langkah-langkah sistematis
penyelesaian, dan seseorang akan men- pemecahan masalah yang diungkapkan oleh
ganggap itu masalah jika ia menyadarinya Polya (dalam Ngilawajan, 2013), yaitu: un-
sehingga terdorong untuk memecahknnya derstanding the problem (memahami masalah),
(Mulyati, 2016). Masalah umumnya per- Devising a plan ( membuat rencana), Carry-
nah ditemui oleh setiap manusia. Masalah ing outthe plan (melaksanakan rencana), dan
timbul dikarenakan adanya kesenjangan Looking Back (memeriksa kembali). Menu-
antara keadaan saat ini dengan keadaan rut Saad & Ghani (2008) langkah-langkah
yang diharapkan yang sedang dihadapi se- pemecahan masalah yang diungkapkan
seorang dan butuh penyelesaian, dan ses- oleh Polya dianggap mudah dipahami dan
eorang akan menganggap itu masalah jika telah banyak digunakan dalam kurikulum
ia menyadarinya sehingga terdorong untuk matematika diseluruh dunia.
memecahknnya (Mulyati, 2016). Kemam- Menurut penelitian Darminto (2014),
puan pemecahan masalah adalah kemam- dalam hal memahami masalah siswa
74
Dwijaloka Vol II No. 1, Maret 2021

melakukannya dengan baik. Penelitian pan nyata dan sebanyak 2,3% siswa mampu
tersebut menunjukkan bahwa sebagian be- menyelesaikan masalah rumit dan mampu
sar siswa membuat rencana tersebut. Ke- merumuskan, mengkomunikasikan hasil
mudian sebagian besar siswa juga melak- temuannya. Hal ini berarti sangat sedikit
sanakan rencana penyelesaian, akan tetapi presentase siswa yang memecahkan masa-
untuk memeriksa kembali proses dan hasil, lah dengan strategi prosedur yang sesuai.
sebagian besar siswa tidak membuat tinjau-
an apapun. Menurut Saputra (2017) dalam METODE PENELITIAN
penelitiannya menyebutkan bahwa proses Jenis penelitian yang digunakan ada-
pemecahan masalah berpikir siswa yang lah penelitian deskriptif. Menurut Sugiyono
terencana sesuai dengan tahapan Polya un- (2017) penelitian deskriptif adalah suatu
tuk memecahkan masalah matematika dan metode yang digunakan untuk mengeta-
menentukan solusi terhadap apa yang diha- hui kondisi dilapangan secara detail den-
dapinya. gan mendeskripsikan subyek secara me-
Materi matematika yang membu- nyeluruh melalui pengamatan. Penelitian
tuhkan pemecahan masalah salah satunya ini akan mendeskripsikan fakta-fakta yang
adalah materi pecahan berupa soal ceri- ditemukan selama penelitian berlangsung
ta. Pecahan merupakan salah satu materi yang berkaitan dengan kemampuan peme-
yang dipelajari pada mata pelajaran mate- cahan masalah dalam menyelesaikan soal.
matika. “Pecahan diartikan sebagai bagian Penelitian ini merupakan penelitian
dari sesuatu yang utuh” (Heruman, 2008: deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk
43). Menurut pusat pengembangan kuri- menggambarkan atau mendeskripsikan
kulum dan sarana pendidikan badan pen- tingkat kemampuan siswa dalam proses
elitian pengembangan (Heruman, 2008: menyelesaikan soal cerita matematika den-
43) “Pecahan merupakan salah satu topik gan mengumpulkan informasi atau data
yang sulit untuk diajarkan”. Dikatakan sulit baik lisan ataupun tulisan yang kemudian
untuk diajarkan karena pecahan dibutuh- disusun secara sistematis, dijelaskan dan
kan proses dalam pengerjaannya. Dimulai analisis.
dari memahami soal yang ada, kemudian Subjek penelitian atau responden ada-
menuliskan kedalam kalimat matematika, lah orang yang yang dapat memberikan ke-
dan menghitung hasil yang didapat. Oleh terangan tentang suatu fakta atau pendapat.
karena itu dalam pembelajaran matematika, Subjek penelitian adalah orang yang menja-
khususnya pecahan dibutuhkan kemampu- di sasaran peneliti untuk diteliti (Arikunto,
an untuk memecahkan masalah dalam pen- 2013:188). Subjek dalam penelitian ini ada-
gerjaaan soal. lah siswa kelas IV SD Negeri Gunungpati
Berdasarkan hasil survey PISA Me- 02 semarang, yang ditentukan berdasarkan
nurut OECD (2010: 131) sebanyak 49,7% beberapa pertimbangan yaitu: (1) Siswa se-
siswa indonesia mampu menyelesaikan bagai subjek penelitian telah mendapatkan
masalah rutin yang kontesksnya umum, pengetahuan mengenai materi yang akan
25,9% siswa mampu menyelesaikan maslah dianalisis oleh peneliti. (2) Subjek peneliti-
dengan menggunakan rumus, dan 15,5% an sesuai dengan kriteria yang dituju yaitu
siswa mampu melaksanakan prosedur siswa yang mempunyai kemampuan tinggi,
dan strategi dalam pemecahan masalah. sedang dan rendah. Dari masing-masing
Sedangkan sebanyak 6,6% siswa mampu kategori diambil 1 siswa. (3) Subjek pene-
menghubungkan masalah dengan kehidu- litian dapat mengemukakan pendapat baik
Dwijaloka Vol II No. 1, Maret 2021 75

seacara tulisan maupun lisan. (4) Penentu- Analisis data penelitian ini diawali
an subjek utama dalam penelitian didapat dengan pengumpulan data yaitu penentuan
setelah melakukan pendalaman terhadap kemampuan pemecahan masalah matema-
subjek dalam kegiatan observasi. (5) Men- tis siswa melalui instrumen soal. Langkah
dapatkan izin/rekomendasi dari guru mata pertama yang dilakukan adalah memvalida-
pelajaran mengenai siswa yang mempunyai si soal tes kepada validator. Soal tes diberi-
kemampuan berkomunikasi yang baik un- kan kepada subjek penelitian yang berjum-
tuk memudahkan peneliti mendapatkan in- lah 26 siswa kelas IV SDN Gunungpati 02
formasi dalam wawancara. Semarang. Data hasil tes pemecahan ma-
Penelitian ini dilakukan dikelas IV salah berbetuk soal cerita materi pecahan
SDN Gunungpati 02 Semarang. Sebelum dianalisis berdasarkan langkah pemecahan
penelitian dilaksanakan peneliti melaku- masalah menurut Polya yaitu memahami
kan studi pendahuluan untuk mengetahui masalah, merencanakan penyelesaian, me-
permasalahan berupa wawancara, wawan- laksanakan penyelesaian, dan menafsirkan
cara dilakukan dengan guru kelas IV, dari hasil yang diperoleh. Lembar penilaian ke-
hasil wawancara didapatkan informasi bah- mampuan pemecahan masalah ini dibuat
wa kemampuan pemecahan masalah siswa oleh peneliti yang diadaptasi dari Ismaatul
kelas IV masih rendah hal tersebut masih (2019)
banyaknya siswa yang memperoleh nilai di- Setelah memperoleh skor hasil tes
bawah rata-rata yaitu 65. Penelitian ini di- kemudian diklasifikasikan pada 3 kategori,
laksanakan di kelas IV dengan jumlah siswa yaitu tingkat kemampuan pemecahan ma-
26 siswa dilaksanakan pada semester 1 ta- salah matematis tinggi, tingkat kemampuan
hun pelajaran 2020 penelitian ini dilaksana- pemecahan masalah matematis sedang, dan
kan selama 4 hari yaitu dari tanggal 10-13 tingkat kemampuan pemecahan masalah
Agustus. Pada hari pertama peneliti mem- matematis rendah. Kriteria hasil skor ke-
berikan soal kemampuan pemecahan ma- mampuan pemecahan masalah diadaptasi
salah disekolah, soal tersebut dikerjakan se- dari (Khasmawati, 2018).
lama 2 hari, hari ketiga peneliti mengambil
lembar jawaban yang telah diisi oleh siswa Tabel 1. Kriteria Hasil Skor Kemampuan
dan menganalisis jawaban siswa yang sesuai Pemecahan Masalah Matematika Siswa
dengan langkah-langakh penyelesaian Po-
lya dan dikelompokkokan menjadi tiga ke- No Skor Kategori
lompok kemudian dihari keempat peneliti 1. Tinggi

melakukan wawancara terhadap siswa yang 75 ≤ SKPM 100


memiliki kemampuan pemecahan masalah 2. Sedang
60 ≤ SKPM 75
tinggi, kemampuan pemecahan masalah 3. Rendah
sedang, kemampuan pemecahan masalah 0 ≤ SKPM 60
rendah. Pengambilan subjek penelitian ini
didasarkan pada jawaban dan atas reko- HASIL DAN PEMBAHASAN
mendasi dari guru mata pelajaran. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Dari data hasil penelitian ditemukan
deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk Kemampuan pemecahan masalah siswa
menggambarkan kemampuan pemecahan kelas IV SD Negeri Gunungpati Semarang
masalah siswa di SDN Gunungpati 02 Se- pada materi pecahan dalam kategori ren-
marang. dah.
76
Dwijaloka Vol II No. 1, Maret 2021

Tabel 2. Banyaknya siswa yang memiliki ke- masalah.


mampuan pemecahan masalah matematis

Banyak
No Kategori Presentase
siswa
1. Tinggi 7 26,92
2. Sedang 9 34,61%
Gambar 2 Jawaban Siswa Berkemampuan
3. Rendah 10 38,47% Sedang Dalam Memahami Masalah Soal no
1
Berdasarkan tabel diatas siswa di
Siswa dengan kemampuan pemeca-
SDN Gunungpati 02 Semarang dalam ka-
han masalah matematis rendah menentu-
tegori rendah sebesar 38,47%. Siswa yang
kan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan
memiliki kemampuan pemecahan masalah
dengan menuiskan kembali soal yang ada.
matematis dalam kategori sedang sebesar
Akan tetapi dapat dikatakan cukup mema-
34,61% dan siswa yang memiliki kemama-
hami masalah.
puan pemecahan masalah matematis tinggi
sebesar 26,92%. Berikut penejelasan men-
genai masing-masing kemampuan siswa
dalam menyelesaian masalah melalui taha-
Gambar 3 Jawaban Siswa Berkemampuan
pan polya.
Rendah Dalam Memahami Masalah Soal
no 1
Tahap Memahami Masalah
Membuat Perencanaan atau Strategi
Pada tahap ini siswa dengan kemam-
Perencanaan
puan pemecahan masalah matematis ting-
gi mampu untuk menentuan hal-hal yang
Siswa dengan kemampuan pemeca-
diketahui dan yang ditanyakan secara leng-
han masalah tinggi mampu untuk meny-
kap. Sehingga dapat dikatakan bahwa siswa
ajikan urutan langkah penyelesaian, tetapi
mampu untuk memahami masalah.
kurang lengkap dengan demikian dapat
dikatakan bahwa siswa mampu membuat
perencanaan.

Gambar 1. Jawaban Siswa Berkemampuan


Tinggi Dalam Memahami Masalah Soal no Gambar 4 Jawaban Siswa Berkamampuan
1. Tinggi Dalam Membuat Perencanan Soal
no 2.
Siswa dengan kemampuan pemeca-
han masalah matematis sedang mampu Siswa dengan kemampuan pem-
untuk menuliskan hal-hal yang diketahui ecahan masalah matematis sedang cukup
dan ditanyakan dengan cukup baik, cukup mampu untuk menyajikan urutan langkah
mampu memahami hubungan antar info- penyelesaian, tetapi kurang lengkap dengan
masi yang ada. Sehingga dapat dikatakan demikian dapat dikatakan bahwa siswa cu-
bahwa siswa cukup mampu memahami kup mampu membuat perencanaan.
Dwijaloka Vol II No. 1, Maret 2021 77

tengah sebagian besar jawaban benar. Se-


hingga dapat dikatakan siswa cukup mam-
pu melaksanakan perencanaan akan tetapi
melakukankesalahan padasaat perhitungan.
Gambar 5 Jawaban Siswa Berkemampuan
Sedang Dalam Membuat Perencanan Soal
no 2.
Siswa dengan kemampuan pemeca-
han masalah matematis rendah mengambil
Gambar 8 Jawaban Siswa Berkemampuan
langkah langsung untuk mencoba menyele-
sedang Dalam Melaksanakan Perencanaan
saiakan dengan menghitung meskipun ma-
Pemecahan Masalah soal no 2.
sih mengalami kesalahan.
Siswa dengan kemampuan pemeca-
han masalah rendah melaksanakan renca-
na dengan menuliskan jawaban setengah
Gambar 6 Jawaban Siswa Bekemampuan sebagian kecil jawaban benar dan melaku-
Rendah Dalam Membuat Perencanaan kan kesalahan dalam perhitungan. Sehing-
Soal no 2. ga dapat dikatakan kurang mampu untuk
melaksanakan rencana pemecahan masalah
Melaksanakan Perencanaan Pemeca- dengan baik.
han Masalah
Siswa dengan kemampuan pemeca-
han masalah matematis tinggi melaksana-
kan rencana dengan menuliskan jawaban
dengan lengkap dan benar. Sehingga dapat Gambar 9 Jawaban Siswa Berkemampuan
dikatakan siswa mampu melaksanakan pe- Rendah Dalam Melaksanakan Perencanaan
rencanaan. Pemecahan Masalah soal no 2.

Menafsirkan Hasil Yang Diperoleh

Siswa dengan kemampuan pemeca-


han masalah tinggi mampu untuk menafsir-
kan hasil yang diperoleh dengan membuat
kesimpulan dengan tepat. Sehingga dapat
dikatakan bahwa sswa mampu menafsirkan
hasil yang diperoleh.

Gambar 7 Jawaban Siswa Berkemampuan


Tinggi Dalam Melaksanakan Perencanaan
Pemecahan Masalah soal no 2.
Gambar 10 Jawaban Siswa Berkemampuan
Siswa dengan kemampun pemecahan Tinggi dalam Menafsirkan Hasil Yang Di-
masalah matematis sedang melaksanakan peroleh soal no 1
rencana dengan menuliskan jawaban se-
78
Dwijaloka Vol II No. 1, Maret 2021

Siswa dengan kemmapuan pemeca- kan penyelesaian, melaksanakan rencana


han masalah Sedang mampu untuk Menaf- penyelesaian sesuai dengan apa yang telah
sirkan hasil yang diperoleh dengan mem- direncanakan dan mampu untuk menafsir-
buat kesimpulan tetapi kurang tepat karena kan hasil yang diperoleh dan mengecek
dari awal siswa meakukan hitungan yang kembali jawaban yang diperoleh.
kurang tepat. Sehingga dapat dikatakan Pada siswa berkemampuan pemeca-
bahwa siswa cukup mampu menafsirkan han masalah matematis sedang siswa mam-
hasil yang diperoleh pu dalam memahami masalah, kurang baik
dalam merencanakan, cukup mampu mela-
kukan perhitungan penyelesaian, walapun
Gambar 11 Jawaban Siswa Berkemampuan hasil akir penyelesaian masih kurang, dan
Sedang dalam Menafsirkan Hasil Yang Di- mampu menafsirkan hasil yang diperoleh
peroleh soal no 1 dengan cukup baik. Hal ini juga ditunjuk-
kan dari hasil wawancara Siswa mampu
Siswa dengan kemampuan pemeca- menjelaskan maksud dari soal dan mampu
han masalah rendah dapat menyimpulkan menyebutkan informasi penting apa yang
hasil penyelesaian meskipun masih salah ada dalam soal. Mampu merencakan wa-
dalam menyimpulkan laupun pada lembar jawab belum dituliskan
dengan baik rencana yang akan dilaksana-
kan dengan lengkap, mampu melaksanakan
rencana penyelesaian dengan baik walau-
pun masih ada kesalahan dalam perhitun-
Gambar 12 Jawaban Siswa Berkemampuan gan jawaban, dan siswa mampu menafsir-
Rendah dalam Menafsirkan Hasil Yang Di- kan hasil yang diperoleh.
peroleh soal no 1 Pada siswa berkemampuan pemeca-
han masalah matematis siswa rendah Siswa
Dari analisis data hasil penelitian yang mampu untuk memahami masalah, sama
meliputi jawaban siswa, wawancara dan do- sekali tidak mampu untuk merencanakan
kumentasi terlihat bahwa ketiga subjek ter- penyelesaian dengan baik, kurang mampu
sebut mencoba memecahkan masalah ma- untuk melaksanakan perencanaan penyele-
tematika dengan langkah polya. saian dengan baik dan benar dan mampu
Pada siswa berkemampuan pemeca- menyimpulkan hasil yang diperoleh meski-
han masalah matematis tinggi siswa mam- pun mengalami kesalahan. hal ini juga di-
pu memahami masalah yang diberikan, tunjukkan dari hasil wawancara mengung-
mampu untuk merencanakan penyelesaian, kapkan mampu menjelaskan masalah apa
melaksanakan rencana penyelesaian sesuai yang diperoleh dan maksud soal tersebut,
dengan apa yang telah direncana dengan siswa tidak mampu untuk merencanakan
sangat baik, mampu untuk menafsirkan ha- langkah apa yang ia kerjakan, kurang mam-
sil yang diperoleh. Hal ini juga ditunjukkan pu melaksanakan penyelesaian dengan
dari hasil wawancara yang mengungkapkan baik, saat ditanya mengenai bagaimana ia
mampu menjelaskan terkait dengan taha- menyimpulkan ia menjawab dari apa yang
pan penyelesaian yang dikerjakan. Siswa ditanya, akan tetapi hasil yang dituliskan
mampu memahami masalah yang diberikan kurang tepat.
dengan dapat menyebutkan hal penting apa
yang diperoleh, mampu untuk merencana-
Dwijaloka Vol II No. 1, Maret 2021 79

SIMPULAN jar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal


Kemampuan pemecahan masalah Cerita Matematika Pada Materi Peca-
matematis siswa di SDN Gunungpati 02 han Kelas III SDN Lamper Tengah
Semarang dalam kategori rendah sebesar 02. Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 15(1),
38,47%. Siswa yang memiliki kemampuan 10-15.
pemecaan masalah matematis dalam kate- Branca, N.A. (1980). Problem Solving as Goal,
gori sedang sebesar 34,61% dan siswa yang Process and Basic [Link] S Krulik and
memiliki kemamapuan pemecahan masa- [Link] (Eds). Problem Solving
lah matematis tinggi sebesar 26,92%. Pada in School [Link]
siswa berkemampuan pemecahan masalah DC: NCTM
matematis sedang siswa mampu dalam me- Darminto, B. P. (2014). Peningkatan
mahami masalah, kurang baik dalam me- Kreativitas Dan Pemecahan Masalah
rencanakan, cukup mampu melakukan per- Bagi Calon Guru Matematika Melalui
hitungan penyelesaian, walapun hasil akir Pembelajaran Model Treffinger. Jur-
penyelesaian masih kurang, dan mampu nal Pendidikan Matematika, 45-47.
menafsirkan hasil yang diperoleh dengan Gok, T & Sillay, I. (2010). The Effects
baik. Pada siswa berkemampuan pemeca- of Problem Solving Strategies on
han masalah matematis sedang siswa mam- Students’Achievement, Attittude and
pu dalam memahami masalah, kurang baik Motivaton. Latin-American Journal of
dalam merencanakan, cukup mampu mela- Physics Education,Vol 4 No. 1. Hlm.7-
kukan perhitungan penyelesaian, walapun 21.
hasil akir penyelesaian masih kurang, dan Heruman. (2008). Model Pembelajaran
mampu menafsirkan hasil yang diperoleh Matematika di Sekolah Dasar. Band-
dengan baik. Pada siswa berkemampuan ung: PT Remaja Rosdakarya.
pemecahan masalah matematis siswa ren- Khasmawati, H. (2018). Skripsi. Analisis Ke-
dah Siswa mampu untuk memahami masa- mampuan Pemecahan Masalah Matematis
lah, sama sekali tidak mampu untuk meren- Siswa Pada Materi Aritmatika Sosial.
canakan penyelesaian dengan baik, kurang Semarang: Universitas PGRI Sema-
mampu untuk melaksanakan perencanaan rang.
penyelesaian dengan baik dan benar dan Mulyati, T. (2016). Kemampuan pemeca-
mampu menyimpulkan hasil yang dipero- han masalah matematis siswa sekolah
leh meskipun mengalami kesalahan. dasar. EduHumaniora| Jurnal Pendidi-
kan Dasar Kampus Cibiru, 3(2).
DAFTAR PUSTAKA Su, A. (1999). National Council of Super-
Amalia, I. (2019). Kemampuan Pemecahan visors of Mathematics.
Masalah Matematika Materi Bangun National Council of teacher of Mathematics
Datar Dalam Pembelajaran Model (NCTM) (1980)
RME Berbantu Media Roda Pintar Ngilawajan, D. A. (2013). Proses berpikir
Kelas IV SDN 2 Karanganyar To- siswa SMA dalam memecahkan ma-
danan. Widyasari Press (21)4. salah matematika materi turunan
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu ditinjau dari gaya kognitif field inde-
Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka pendent dan field dependent. PED-
Cipta AGOGIA: Jurnal Pendidikan, 2(1),
Badriyah, N., Sukamto, S., & Subekti, E. 71-83.
E. (2020). Analisis Kesulitan Bela- Organisation for Economic Co-operation
80
Dwijaloka Vol II No. 1, Maret 2021

and Development. (2010). PISA Subekti, E. E. (2011). Menumbuh Kem-


2009 results: What students know and bangkan Berpikir Logis dan Sikap
can do: Student performance in reading, Positif Terhadap Matematika Melalui
mathematics and science (volume I). Paris: Pendekatan Matematika Realistik.
OECD Publishing. Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar.
Saad, N. S., & Ghani, S. A. (2008). Teaching Susanto, A. (2013). Teori­Belajar dan Pembe-
mathematics in secondary schools: theories lajaranan di Sekolah dasar. Jakarta: Pre-
and practices. Universiti Pendidikan nadamedia Group.
Sultan Idris. Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kualitatif.
Saputra, O. (2017). Analisis Proses Pemeca- Bandung: Alfabeta.
han Masalah Siswa SMP dalam Menyele-
saikan Soal Cerita Materi Segiempat dan
Segitiga Kelas VII (Doctoral disserta-
tion, University of Muhammadiyah
Malang).

Anda mungkin juga menyukai