Analisis Data Panel dengan STATA
Analisis Data Panel dengan STATA
oleh
Bambang Juanda
Departemen Ilmu Ekonomi, FEM IPB
[Link]
BJ-IPB
Ilustrasi Data Panel dari [Link] (Panel Data
Analysis: Fixed & Random Effects using Stata(v.4.2) by Oscar Torres-Reyna, 2007)
PU/DSS/OTR
BJ-IPB
Penggabungan Data Cross-Section danTime Series (modelnya?)
Data untuk beberapa unit individu (misalnya perusahaan, daerah atau
negara) selama periode waktu tertentu (misalnya beberapa bulan atau tahun).
Penggabungan Data Cross-Section danTime Series ini biasa dikenal dengan
panel data atau pooled data, longitudinal data, event history analysis, ataupun cohort
analysis. Misalnya kita punya data total pendapatan (X) dan total konsumsi (Y)
untuk N daerah kabupaten selama T tahun. Misalkan kita mengkaji model:
Yit = + Xit + εit , untuk i =1, 2,..., N; t =1, 2,..., T (5.6)
Jika asumsi klasik εit dipenuhi dan N,T besar maka kita dapat menduga model
regresi secara terpisah, misalnya untuk tiap waktu t dengan melibatkan N
pengamatan, modelnya untuk t=1 (ada T persamaan ) adalah sebagai berikut:
Yi1 = 1 + 1 Xi1 + εi1 , untuk i =1, 2,..., N;
Kita juga dapat menduga N model regresi dengan melibatkan T pengamatan.
Jika dan keduanya konstan sepanjang waktu dan juga untuk antar daerah,
maka dugaan yang lebih efisien adalah model (5.6) dengan data besar
(pooled) sebanyak NT pengamatan, dan akan ada NT-2 derajat bebas sisaan.
BJ-IPB
OLS Regression
Source SS df MS Number of obs = 70
F(1, 68) = 0.40
Model 3.7039e+18 1 3.7039e+18 Prob > F = 0.5272
Residual 6.2359e+20 68 9.1705e+18 R-squared = 0.0059
Adj R-squared = -0.0087
Total 6.2729e+20 69 9.0912e+18 Root MSE = 3.0e+09
5.000e+09 1.000e+10
D F
F
. regress y x1
F D D
D D E
F C
D
. twoway scatter y x1, A
F
A
A A A
E
A
E B
B B F
C
C GG
GG
F C
D D B C G
mlabel(country) || lfit y x1, F A
E
E
E E
G
GB F
G G
C E
C
E AA
0
D B
clstyle(p2) B
B G
C
C
D AB
-1.000e+10-5.000e+09
C
F
B
-.5 0 .5 1 1.5
Predictor x1
BJ-IPB
Kentungan Menggunakan Data Panel
BJ-IPB
Analisis data panel memungkinkan kita mengontrol faktor penyebab
heterogenitas antar individu yang tidak dapat kita amati atau ukur; atau
faktor yang merubah antar waktu tetapi bukan antar individu (entitas).
Yang jarang diungkapkan dalam bukuteks adalah interaksi antara
keduanya, seperti yang dibahas dalam masalah Dummy Variable di
Bab 5 [Link]
Dalam hal ini “country" mewakili entitas atau panel (i) dan “year" mewakili
Variabel waktu (t).
Catatan "(strongly balanced)" mengacu pada fakta bahwa semua negara
memiliki data untuk semua tahun. Jika, misalnya, satu negara tidak memiliki data
selama satu tahun maka data tersebut unbalanced.
Idealnya kita ingin memiliki dataset yang balanced tetapi ini meskipun
unbalanced kita masih dapat menduga model.
1.000e+10
A B C
5.000e+09
-5.000e+09
0
-1.000e+10
1.000e+10
D E F
5.000e+09
Outcome Y
-5.000e+09
0
-1.000e+10
G
5.000e+09
-5.000e+09
0
-1.000e+10
BJ-IPB
Eksplorasi Data Panel
xtline y, overlay
*Graphics>Panel-data linePlots: overlay each panel on same graph*
1.000e+10
Outcome 5.000e+09
Y
0
-5.000e+09
-1.000e+10
A B
C D
E F
G
BJ-IPB
1. Fixed Effects (Covariance) Model
(Within Estimator, Individual Dummy Variable Model, Least Squares Dummy Variable Model)
Gunakan FEM jika kita hanya tertarik untuk menganalisis dampak variabel yang bervariasi dari waktu ke
waktu.
FEM mengeksplorasi hubungan antara variabel penjelas (x) dan hasil (y) dalam suatu entitas. Setiap entitas
memiliki karakteristik masing-masing yang mungkin (atau tidak) mempengaruhi pengaruh variabel penjelas
(lihat penjelasan interaksi Dummy dengan variabel x).
Kita berasumsi bahwa sesuatu dalam diri individu dapat berdampak atau membiaskan variabel penjelas
atau hasil, dan kita perlu mengendalikannya. Inilah alasan di balik asumsi korelasi antara error
komponen cross section atau entitas; (dengan variabel penjelas). Corr(ui, Xitβ) ≠ 0 atau E(uit, ui’t’) ≠ 0
FEM dapat menghilangkan pengaruh dari karakteristik waktu (yg tetap) sehingga kita dapat menilai
pengaruh bersih dari penjelas (X) terhadap variabel hasil (Y).
Asumsi penting lainnya adalah bahwa karakteristik waktu (yg tetap) itu unik untuk individu dan tidak boleh
dikorelasikan dengan karakteristik individu lainnya.
Masing-masing entitas berbeda sehingga komponen error entitas dan konstanta (Dummy yang
merefleksikan karakteristik individu) seharusnya tidak berkorelasi dengan variabel lainnya.
Jika komponen error berkorelasi, maka FEM tidak cocok karena kesimpulan mungkin tidak benar dan kita
perlu memodelkan hubungan itu (mungkin menggunakan REM), inilah alasan utama untuk uji Hausman.
BJ-IPB
Pers FEM umumnya Jika hanya intersep yang berubah sepanjang waktu dan
berbeda antar daerah, maka dapat diatasi dengan memasukkan peubah dummy untuk
memungkinkan perbedaan intersep . Model ini disebut model efek tetap atau
(Covariance Model) :
Yit = + Xit + 2 W2t + 3 W3t + ...+ N WNt
+ 2 Zi2 + 3 Zi3 + ...+ T ZiT + εit , (5.8)
dimana
Wit = 1 untuk individu daerah ke-i; i = 2, 3, ... , N
0 selainnya.
BJ-IPB
1a. Model Efek Tetap (Covariance Model): FEM
Untuk menguji apakah intersep konstan pada tiap daerah i dan tiap waktu t, maka
digunakan statistik uji berikut yang menyebar menurut sebaran F dengan
db1=(N+T-2) dan db2=NT-N-T.
( JKS1 JKS 2 ) /( N T 2)
F( N T 2 , NT N T ) (5.9)
( JKS 2 ) /( NT N T )
JKS1 (Jumlah Kuadrat Sisa dalam ANOVA) hasil model OLS dan JKS2 hasil model
efek tetap. Jika nilai-p< atau (Fhit>F(db1,db2) ) maka terbukti bahwa asumsi
(restriksi) semua intersep konstan tidak benar.
Ada beberapa masalah penggunaan model efek tetap. Pertama,
penggunaan dummy tidak langsung mengidentifikasi apa yang menyebabkan
pergeseran garis regresi sepanjang waktu dan antar daerah. Kedua, teknik dummy
mengurangi derajat bebas (N+T-2) cukup besar.
BJ-IPB
FEM: Keheterogenan antar entitas (country)
bysort country: egen y_mean=mean(y)
twoway scatter y country, msymbol(circle_hollow) || connected y_mean country,
msymbol(diamond) ||, xlabel(1 "A" 2 "B" 3 "C" 4 "D" 5 "E" 6 "F" 7 "G")
5.000e+09 1.000e+10
0
-1.000e+10-5.000e+09
A B C D E F G
Country
Outcome Y y_mean
Keheterogenan: variabel2 yg tidak teramati yang tidak berubah sepanjang waktu BJ-IPB
FEM: Keheterogenan antar entitas (country)
twoway scatter y country, msymbol(circle_hollow) || bar y_mean country,
5.000e+09 1.000e+10 fcolor(none) ||, xlabel(1 "A" 2 "B" 3 "C" 4 "D" 5 "E" 6 "F" 7 "G")
0
-1.000e+10-5.000e+09
A B C D E F G
Country
Outcome Y y_mean
Keheterogenan: variabel2 yg tidak teramati yang tidak berubah sepanang waktu BJ-IPB
FEM: Keheterogenan antar Tahun (year)
bysort year: egen y_mean1=mean(y)
twoway scatter y year, msymbol(circle_hollow) || connected y_mean1 year,
msymbol(diamond) ||, xlabel(1990(1)1999)
5.000e+09 1.000e+10
0
-1.000e+10-5.000e+09
1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999
Year
Outcome Y y_mean1
Keheterogenan: variabel2 yg tidak teramati yang tidak berubah antar entitas BJ-IPB
OLS Regression
Source SS df MS Number of obs = 70
F(1, 68) = 0.40
Model 3.7039e+18 1 3.7039e+18 Prob > F = 0.5272
Residual 6.2359e+20 68 9.1705e+18 R-squared = 0.0059
Adj R-squared = -0.0087
Total 6.2729e+20 69 9.0912e+18 Root MSE = 3.0e+09
5.000e+09 1.000e+10
D F
F
. regress y x1
F D D
D D E
F C
D
. twoway scatter y x1, A
F
A
A A A
E
A
E B
B B F
C
C GG
GG
F C
D D B C G
mlabel(country) || lfit y x1, F A
E
E
E E
G
GB F
G G
C E
C
E AA
0
D B
clstyle(p2) B
B G
C
C
D AB
-1.000e+10-5.000e+09
C
F
B
-.5 0 .5 1 1.5
Predictor x1
BJ-IPB
Source SS df MS Number of obs = 70 FEM menggunakan Least
F(7, 62) = 2.61
Model
Residual
1.4276e+20
4.8454e+20
7
62
2.0394e+19
7.8151e+18
Prob > F
R-squared
=
=
0.0199
0.2276
Squares Dummy Variable
Total 6.2729e+20 69 9.0912e+18
Adj R-squared
Root MSE
=
=
0.1404
2.8e+09
(LSDV) model
y Coef. Std. Err. t P>|t| [95% Conf. Interval] regress y x1 [Link]
x1 2.48e+09 1.11e+09 2.24 0.029 2.63e+08 4.69e+09
2.00e+094.00e+096.00e+09
predict yhat
separate y, by(country)
separate yhat, by(country)
twoway connected yhat1-yhat7
x1,symbol(nonediamond_hollow
triangle_hollow
0
square_hollow + -2.00e+09
circle_hollow x)
msize(medium) mcolor(black -.5 0 .5 1 1.5
Predictor x1
black black black black yhat, country == A yhat, country == B
black black) || lfit y x1, yhat, country == C yhat, country == D
N 70 70
r2 .00590459 .22757701
r2_a -.00871446 .14036796
F(1,62) = 5.00
corr(u_i, Xb) = -0.5468 Prob > F = 0.0289
sigma_u 1.818e+09
sigma_e 2.796e+09
rho .29726926 (fraction of variance due to u_i)
F test that all u_i=0: F(6, 62) = 2.97 Prob > F = 0.0131
regress y x1 [Link] NOTE: Add the option ‘robust’ to control for heteroskedasticity
Source SS df MS Number of obs = 70 FEM
F(7, 62) = 2.61
Model 1.4276e+20 7 2.0394e+19 Prob > F = 0.0199 menggunakan
Residual 4.8454e+20 62 7.8151e+18 R-squared
Adj R-squared
=
=
0.2276
0.1404
dummy OLS
Total 6.2729e+20 69 9.0912e+18 Root MSE = 2.8e+09
country
B -1.94e+09 1.26e+09 -1.53 0.130 -4.47e+09 5.89e+08
C -2.60e+09 1.60e+09 -1.63 0.108 -5.79e+09 5.87e+08
D 2.28e+09 1.26e+09 1.81 0.075 -2.39e+08 4.80e+09
E -1.48e+09 1.27e+09 -1.17 0.247 -4.02e+09 1.05e+09
F 1.13e+09 1.29e+09 0.88 0.384 -1.45e+09 3.71e+09
G -1.87e+09 1.50e+09 -1.25 0.218 -4.86e+09 1.13e+09
Outcome Predictor
variable variable(s) Total number of cases (rows)
Coefficients of the
y Coef. Std. Err. t P>|t| [95% Conf. Interval]
regressors. Indicate how
much Y changes when X
x1 2.48e+09 1.11e+09 2.24 0.029 2.63e+08 4.69e+09
increases by one unit.
_cons 2.41e+08 7.91e+08 0.30 0.762 -1.34e+09 1.82e+09
sigma_u 1.818e+09
sigma_e 2.796e+09
29.7% of the variance is rho .29726926 (fraction of variance due to u_i)
due to differences
across panels. F test that all u_i=0: F(6, 62) = 2.97 Prob > F = 0.0131
‘rho’ is known as the
intraclass correlation
F(1,62) = 5.00
corr(u_i, Xb) = -0.5468 Prob > F = 0.0289
sigma_u 1.818e+09
sigma_e 2.796e+09
rho .29726926 (fraction of variance due to u_i) PU/DSS/OTR
F test that all u_i=0: F(6, 62) = 2.97 Prob > F = 0.0131
BJ-IPB
Membandingkan 3 Metode Pendugaan FEM
(Semuanya memberikan hasil yang sama)
xtreg y x1 x2 x3, fe
estimates store fixed
regress y x1 x2 x3 [Link]
estimates store ols_dum
areg y x1 x2 x3, absorb(country) /*Dalam perbandingan R2 hanya bermakna utk regress & areg*/
estimates store areg
estimates table fixed ols_dum areg, star stats(N r2 r2_a)
Variable fixed ols_dum areg
country
2 -5.961e+09
3 -1.598e+09
4 -2.091e+09
5 -5.732e+09
6 8.026e+08
7 -1.375e+09
N 70 70 70
r2 .10092442 .24948198 .24948198
r2_a -.03393692 .13690428 .13690428
BJ-IPB
twoway (scatter y x1,
mlabel(country)) (lfit y x1)
(lfit y x1 if country==1)
(lfit y x1 if country==2)
(lfit y x1 if country==3)
(lfit y x1 if country==4)
(lfit y x1 if country==5)
(lfit y x1 if country==6)
(lfit y x1 if country==7)
Mudah memahami
keheterogenan
pengaruh x1 utk
masing2 country
A B
dapat berbeda
slopenya
C D
E F
G
BJ-IPB
2. Model Efek Acak (Error-Components Model): REM
Memasukkan peubah dummy menggambarkan kekurangan pengetahuan
mengenai model, maka cukup logis menggambarkan kekurangan
pengetahuan ini melalui komponen sisaan. Kita dapat mengasumsikan data
panel tersebut mempunyai karakteristik komponen sisaannya berkorelasi
(bervariasi) antar waktu dan antar individu daerah. Model komponen sisaan
(error) ini disebut juga model efek acak, misalnya dengan model berikut:
Yit = + Xit + εit ,
εit = ui + vt + wit , untuk i =1, 2,..., N; t =1, 2,..., T (5.10a)
dimana ui ~ N(0,u2) : komponen sisaan data cross-section
vt ~ N(0,v2) : komponen sisaan data time series
wit ~ N(0,w2) : komponen sisaan gabungan.
Lihat [Link] dan [Link], “Pooling Cross-Section and Time
Series Data in the Estimation of a Dynamic Model: the Demand for
Natural Gas” dalam Econometrica, Vol 34(4):585-612, 1966.
BJ-IPB
2. Model Efek Acak (Error-Components Model): REM
Hubungan antara error-components model dan covariance model
dapat dilihat dengan memperlakukan komponen-komponen intersep dalam
covariance model sebagai 2 peubah acak, satu peubah deret waktu dan
satunya peubah cross-section. Jika kedua peubah acak ini menyebar
normal, derajat bebas sisaan dapat dihemat sehingga kita hanya
memperhatikan rataan dan ragam dari masing-masing komponen sisaan.
Formulasi error-components diperoleh dari covariance model dengan
mengasumsikan bahwa rataan efek acak dari time series dan cross-
section dimasukkan dalam komponen intersep, dan deviasi acak disekitar
rataannya disamakan dengan masing-masing error-components ui dan vt.
Dari (5.10b), ragam sisaan εit dapat diperoleh dengan rumus:
BJ-IPB
outcome variable Random Effects Model
xtreg y x1, re
Random-effects GLS regression Number of obs = 70
Group variable: country Number of groups = 7
sigma_u 1.065e+09
sigma_e 2.796e+09
rho .12664193 (fraction of variance due to u_i)
BJ-IPB
Hausman Test: Fixed or Random
Uji Hausman untuk menentukan FE atau RE.
Ho: REM vs H1: FEM (Green, 2008). Pada hakikatnya
menguji apakah unique errors (ui) berkorelasi
dengan regressor (Ho: tidak berkorelasi)
. xtreg y x1, fe
. estimates store fixed
. xtreg y x1, re
. estimates store random
. hausman fixed random
Coefficients
(b) (B) (b-B) sqrt(diag(V_b-V_B))
fixed random Difference S.E.
chi2(1) = (b-B)'[(V_b-V_B)^(-1)](b-B)
= 3.67
Prob>chi2 = 0.0553 > maka terima Ho:REM
BJ-IPB
Testing for REM: Breusch-Pagan Lagrange Multiplier (LM)
Estimated results:
| Var sd = sqrt(Var)
---------+-----------------------------
y | 9.09e+18 3.02e+09
e | 7.82e+18 2.80e+09
u | 1.13e+18 1.06e+09
BJ-IPB
Testing for cross-sectional dependence/contemporaneous correlation
using Pasaran CD test
Seperti disebutkan dalam slide alternatif
sebelumnya, ketergantungan
cross-sectional lebih merupakan
masalah di panel makro dengan
seri waktu yang lama (lebih dari
20-30 tahun) daripada di panel
mikro. Tes Pesaran CD (cross-
sectional dependence)
digunakan untuk menguji apakah
residu berkorelasi antar entitas *. Ho: Residual (antar entitas) tidak berkorelasi
Ketergantungan cross-sectional H1: Residual (antar entitas) berkorelasi
dapat menyebabkan bias dalam
hasil tes (juga disebut korelasi xtreg y x1, fe
(beda hasil dgn
kontemporer) xtcsd, pesaran abs
Chow test)
Pesaran's test of cross sectional independence = 1.155, Pr = 0.2479
Average absolute value of the off-diagonal elements = 0.316
*Source: Hoechle, Daniel, “Robust Standard Errors for Panel Regressions with Cross-Sectional Dependence”,
[Link]
BJ-IPB
Testing for Heteroskedasticity
xttest3
Modified Wald test for groupwise heteroskedasticity
in fixed effect regression model
xtserial y x1
Wooldridge test for autocorrelation in panel data
H0: no first-order autocorrelation
F( 1, 6) = 0.214
Prob > F = 0.6603
Tidak ada alasan Hipotesis menolak nol dan menyimpulkan tidak ada autokorelasi
ordo-1.
BJ-IPB
BJ-IPB
Tugas Mandiri
• Review apa yang dibahas dalam synchronous e-learning, dan gunakan
data yang sama.
• Jika sudah faham, coba latihan dengan data panel perekonomian
provinsi Jawa tengah yang sudah diberikan
BJ-IPB
BJ-IPB
Faktor-faktor yang mempengaruhi
belanja modal (lbmodalsp)
Nasional KBI KTI
VARIABLES Lbmodalsp Lbmodalsp Lbmodalsp
Ldausp 0.125 0.371** -0.169
Ldbhsp 0.349*** 0.293*** 0.429***
Ldaksp 0.396*** 0.181* 0.524***
Lgablainsp -0.047 -0.011 -0.041
Lpadsp 0.192*** 0.188*** 0.261***
Constant 0.540 -0.304 1.511
Observations 160 79 81
P-Values in parentheses
R-squared 0.902 0.910 0.941
*** p<0.01, ** p<0.05, * p<0.1
Hasil simulasi menunjukkan bahwa secara nasional DBH dan DAK memberikan pengaruh yang positif dan signifkan
terhadap belanja modal. DAK merupakan variabel yang pengaruhnya paling besar, dimana kenaikan 1% DAK dapat
meningkatkan belanja modal sebesar 0,396%.
Simulasi antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KBI) menunjukkan hasil yang berbeda,
dimana untuk KBI DAU, DBH dan DAK memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap belanja modal, dengan
pengaruh terbesar berasal dari DAU. Sementara itu, KTI menunjukkan pola yang sama dengan nasional, dimana DBH dan
DAK memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap belanja modal sedangkan pengaruh DAU tidak signifikan
BJ-IPB
Semoga bermanfaat
Terima kasih
(Salam, BJ)
BJ-IPB