0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan25 halaman

Solusi Persamaan Nonlinier Metode Numerik

Diunggah oleh

septiansyahtedi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan25 halaman

Solusi Persamaan Nonlinier Metode Numerik

Diunggah oleh

septiansyahtedi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASSALAMU’ALAIKUM

Metode Numerik
Dosen Pengampu :
Evi Sundari, [Link]
Solusi Persamaan Nirlanjar
(Non Linier)
Sub CM-PK
Menentukan solusi persamaan nirlanjar

Indikator
Mahasiswa mampu menentukan solusi persamaan nirlanjar dengan metode
Bisection, Metode Regula Falsi, Metode Lelaran titik tetap, metode Newton-
Raphson dan Metode Secant
Persamaan Nirlanjar (Non linier) adalah persamaan yang variabel nya
berderajat tidak sama dengan satu atau mengandung nilai fungsi non linier
seperti sinus, cosinus, eksponensial, logaritma dan lainnya
Contoh permasalahan pada persamaan Non Linier:

1. Tentukan akar riil terkecil dari : 9,34 − 21,97𝑥 + 16,3𝑥 3 − 3,704𝑥 5 = 0

𝑚0
2. Kecepatan ke atas roket dapat dihitung dengan memakai rumus : 𝑣 = 𝑢. 𝑙𝑛 − 𝑔𝑡
𝑚0 −𝑞𝑡

3. Suatu arus osilasi (bolak balik) dalam rangkaian listrik diberikan oleh :𝐼
= 10𝑒 −𝑡 sin(2𝜋𝑡)
Penyelesaian Persamaan Non Linier
Metode Tertutup :
❑Metode BiSection (bagi dua )
❑Metode Regula Falsi,

Metode Terbuka :
❑ Metode lelaran titik tetap
❑ Metode Newton-Raphson
❑ Metode Secant
Metode Terbuka
1. Metode lelaran Titik-Tetap
✓Metode ini kadang-kadang dinamakan juga metode lelaran sederhana, metode langsung,
atau metode sulih beruntun.
✓Susunlah persamaan f(x)= 0 menjadi bentuk x = g(x)
✓ Bentuk umum persamaan lelaran metode terbuka:
𝑥𝑟+1 = 𝑔 𝑥𝑟 ; r = 0, 1, 2, 3, …
✓ Terkalah sebuah nilai awal 𝑥0 , lalu hitung 𝑥1 , 𝑥2 , 𝑥3 ,…
yang mudah-mudahan konvergen ke akar sejati s sedemikian sehingga f(s) ≈ 0 dan s ≈
f(s)
Kondisi berhenti lelaran dinyatakan bila
𝑥𝑟+1 − 𝑥𝑟 < 𝜀
Atau bila menggunakan galat relative hampiran
𝑥𝑟+1 −𝑥𝑟
<𝛿
𝑥𝑟+1
Contoh: Tentukan akar f(x) =𝑒 𝑥 − 5𝑥 2 di dalam dan 𝜀 = 0,00001 dengan
menggunakan metode Lelaran Titik Tetap dengan tebakan 𝑥0 = 1
Penyelesaian: 𝑒 𝑥 − 5𝑥 2 → 𝑒 𝑥 = 5𝑥 2 → 𝑥 =
𝑒𝑥
𝑡𝑒𝑏𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑤𝑎𝑙 𝑥0 = 1 𝑑𝑎𝑛 𝑥𝑟+1 =
𝑒 𝑥𝑟
5 5

iterasi xr xr+1 Ixr+1 - xrI Ket


0 1.000000 0.737331 0.262669 FALSE
1 0.737331 0.646583 0.090748 FALSE
2 0.646583 0.617901 0.028682 FALSE
3 0.617901 0.609103 0.008798 FALSE
4 0.609103 0.606429 0.002674 FALSE
5 0.606429 0.605619 0.000810 FALSE
6 0.605619 0.605374 0.000245 FALSE
7 0.605374 0.605299 0.000074 FALSE Hampiran akar x = 0,605267
8 0.605299 0.605277 0.000022 FALSE
9 0.605277 0.605270 0.000007 FALSE
10 0.605270 0.605268 0.000002 FALSE
11 0.605268 0.605267 0.000001 TRUE
12 0.605267 0.605267 0.000000 TRUE
13 0.605267 0.605267 0.000000 TRUE
14 0.605267 0.605267 0.000000 TRUE
15 0.605267 0.605267 0.000000 TRUE
Contoh: Carilah akar persamaan f x = 𝑥 2 − 2𝑥 − 3 = 0 dengan metode
lelaran titik-tetap, gunakan 𝜀 = 0,000001
Penyelesaian:
Terdapat beberapa kemungkinan prosedur lelaran yang dapat dibentuk.
a) 𝑥 2 − 2𝑥 − 3 = 0 b) 𝑥 2 − 2𝑥 − 3 = 0
𝑥 2 = 2𝑥 + 3 𝑥(𝑥 − 2) = 3
3
𝑥 = 2𝑥 + 3 𝑥=
(𝑥−2)

c) 𝑥 2 − 2𝑥 − 3 = 0

−2𝑥 = −𝑥 2 +3
𝑥 2 −3
𝑥=
2
.
Ambil terkaan awal 𝑥0 = 4
TEOREMA. Misalkan g(x) dan g'(x) menerus di dalam selang [a,b] = [s-h, s+h]
yang mengandung titik tetap s dan nilai awal 𝑥0 dipilih dalam selang tersebut.
Jika g′(x) < 1 untuk semua x ∈ [a, b] maka lelaran 𝑥𝑟+1 = g(𝑥𝑟 ) akan
konvergen ke s. Pada kasus ini s disebut juga titik atraktif. Jika g′(x) > 1 untuk
semua x ∈ [a, b] maka lelaran 𝑥𝑟+1 = g(𝑥𝑟 ) akan divergen dari s.

Teorema diatas dapat kita sarikan sebagai berikut:


Di dalam selang I = [s-h, s+h], dengan s titik tetap,
1. jika 0 < g'(x) < 1 untuk setiap x ∈ I, maka lelaran konvergen monoton;
2. jika -1< g'(x) < 0 untuk setiap x ∈ I, maka lelaran konvergen bersosilasi;
3. jika g'(x) > 1 untuk setiap x ∈ I, maka lelaran divergen monoton;
4. jika g'(x) < -1 untuk setiap x ∈ I, maka lelaran divergen berosilasi.
Contoh: Carilah akar persamaan f x = 𝑥 2 − 2𝑥 − 3 = 0 dengan
metode lelaran titik-tetap, gunakan 𝜀 = 0,000001
Penyelesaian:
Terdapat beberapa kemungkinan prosedur lelaran yang dapat
dibentuk.
a) 𝑥 2 − 2𝑥 − 3 = 0
𝑥 2 = 2𝑥 + 3
𝑥 = 2𝑥 + 3
Dalam hal ini, g(x)= 2𝑥 + 3 . Prosedur lelarannya adalah 𝑥𝑟+1
= 2𝑥𝑟 + 3 .
Ambil terkaan awal 𝑥0 = 4
Tabel Lelarannya:

Analasis
1. Prosedur lelaran pertama 𝑥𝑟+1
= 2𝑥𝑟 + 3 .
1
g(x)= 2𝑥 + 3 → 𝑔′ 𝑥 =
2 (2𝑥+3)

Terlihat𝑔′ 𝑥 < 1 untuk x disekitar titik tetap


s= 3
Karena itu, pengambilan tebakan awal 𝑥0
= 4 akan menghasilkan lelaran yang
konvergen sebab
1
𝑔′ 4 = =0,1508 <1, maka lelaran
2 (2(4)+3)
konvergen monoton
Terdapat beberapa kemungkinan prosedur lelaran yang
dapat dibentuk.
b) 𝑥 2 − 2𝑥 − 3 = 0
𝑥(𝑥 − 2) = 3
3
𝑥=
(𝑥−2)

3
Dalam hal ini, x= . Prosedur lelarannya adalah
(𝑥−2)
3
𝑥𝑟+1 = .
(𝑥−2)
Ambil terkaan awal 𝑥0 = 4
Tabel Lelaran nya:

Analasis
3
1. Prosedur lelaran pertama 𝑥𝑟+1 = .
(𝑥−2)
3 −3
g(x)= . → 𝑔′ 𝑥 =
(𝑥−2) (𝑥−2)2

Terlihat 𝑔′ 𝑥 < 1 untuk x disekitar titik tetap


s= 3
Karena itu, pengambilan tebakan awal 𝑥0
= 4 akan menghasilkan lelaran yang
konvergen sebab
−3
𝑔′ 4 = 2 = −0,75 <0, maka lelaran
(4−2)
konvergen bersosilasi;
Terdapat beberapa kemungkinan prosedur lelaran yang dapat
dibentuk.
c) 𝑥 2 − 2𝑥 − 3 = 0
𝑥 2 −3
𝑥=
2
𝑥 2 −3 𝑥 2 −3
Dalam hal ini, x= Prosedur lelarannya adalah 𝑥𝑟+1 =
. .
2 2
Ambil terkaan awal 𝑥0 = 4 Analasis
Tabel Lelaran nya: 𝑥 2 −3
1. Prosedur lelaran pertama 𝑥 𝑟+1 = .
2
𝑥 2 −3
g(x)= 2 . → 𝑔′ 𝑥 = 𝑥
Terlihat 𝑔′ 𝑥 < 1 untuk x disekitar titik tetap
s= 3
Karena itu, pengambilan tebakan awal 𝑥0
= 4 akan menghasilkan lelaran yang
konvergen sebab
𝑔′ 4 = 𝑥 = 4 >1, maka lelaran divergen
monoton;
Metode Terbuka
[Link] Newton-Raphson

▪ Metode Newton-Raphsonlah yang paling terkenal dan paling banyak


dipakai dalam terapan sains dan rekayasa
▪ Metode ini paling disukai karena konvergensinya paling cepat diantara
metode lainnya.
▪ Ada dua pendekatan dalam menurunkan rumus metode Newton-Raphson,
yaitu:
(i) penurunan rumus Newton-Raphson secara geometri,
(ii) penurunan rumus Newton-Raphson dengan bantuan deret Taylor.
(a) Penurunan rumus Newton-Raphson secara geometri
(b) Penurunan rumus Newton-Raphson dengan
bantuan deret Taylor

❑ Uraikan 𝑓 𝑥𝑟+1 di sekitar 𝑥𝑟 ke dalam deret Taylor :

❑ Yang dipotong samapai suku orde-2 saja menjadi

❑ Karena persoalan mencari akar, maka 𝑓 𝑥𝑟+1 =0, sehingga

atau
(b) Penurunan rumus Newton-Raphson dengan
bantuan deret Taylor

Yang merupakan rumus Newton-Raphson adalah bila


❑Atau bila menggunakan galat relatif hampiran
𝑥𝑟+1 − 𝑥𝑟 < 𝜀
Atau bila menggunakan galat relatif hampiran
𝑥𝑟+1 −𝑥𝑟
<𝛿
𝑥𝑟+1
❑Dengan 𝜀 dan 𝛿 adalah toleransi galat yang diinginkan.
Contoh: Tentukan akar f(x) =𝑒 𝑥 − 5𝑥 2 di dalam selang [0,1]
dan 𝜀 = 0,000001 dengan menggunakan metode Newton-
Raphson dengan tebakan awal 𝑥0 = 1

Jawaban:
Metode Terbuka
3. Metode Secant

▪ Prosedur lelaran metode Newton-Raphson memerlukan perhitungan


turunan fungsi, f '(x).
▪ Sayangnya, tidak semua fungsi mudah dicari turunannya, terutama
fungsi yang bentuknya rumit.
▪ Turunan fungsi dapat dihilangkan dengan cara menggantinya dengan
bentuk lain yang ekivalen.
▪ Modifikasi metode Newton-Raphson ini dinamakan metode secant
Metode Secant
Metode Secant
▪ Metode Secant memerlukan dua buah tebakan awal akar,
yaitu 𝑥0 dan 𝑥1 .
▪ Kondisi berhenti lelaran adalah bila

▪ Sepintas metode secant mirip dengan metode regula-


falsi, namun sesungguhnya prinsip dasar keduanya
berbeda, seperti yang dirangkum pada table:
Metode Secant
Metode Secant

iterasi xr-1 xr f(xr-1) f(xr) xr+1 error Ket


1 0.500000 1.000000 0.398721 -2.281718 0.574376 0.741020 FALSE
2 1.000000 0.574376 -2.281718 0.126483 0.596731 0.037462 FALSE
3 0.574376 0.596731 0.126483 0.035734 0.605533 0.014537 FALSE
4 0.596731 0.605533 0.035734 -0.001123 0.605265 0.000443 FALSE
5 0.605533 0.605265 -0.001123 0.000009 0.605267 0.000004 FALSE
6 0.605265 0.605267 0.000009 0.000000 0.605267 0.000000 TRUE
7 0.605267 0.605267 0.000000 0.000000 0.605267 0.000000 TRUE
8 0.605267 0.605267 0.000000 0.000000 0.605267 0.000000 TRUE

Hampiran akar x = 0,605267


Latihan Soal
Pada Buku Applied Numerical Methods with MATLAB for
Engineers and Scientists (Steven C. Chapra)
❑ Problems 6.2 (Halaman 178)
❑ Problems 6.3 (Halaman 178)

(Menggunakan Metode Newton- Rapshon dan Metode Secant


Thanks!
Terima Kasih!

Anda mungkin juga menyukai