VI-1
PERANCANGAN PERCOBAAN
VI. RANCANGAN BUJUR SANGKAR LATIN
Dalam mengendalikan error percobaan bila terjadi perubahan/ ketidak-homogenan
dalam satu arah, kita dapat menggunakan RAK sebagai rancangan lingkungan. Akan
tetapi bila ketidakhomogenan tersebut terjadi pada dua arah atau arahnya tidak
diketahui, RAK tidak dapat digunakan. Dalam kondisi seperti ini, rancangan lingkungan
yang cocok adalah rancangan bujur sangkar latin (RBSL). Perhatikan sketsa berikut :
Perubahan ketidakhomogenan (arah kolom)
Perubahan ketidakhomogenan (arah baris)
Dengan adanya peralihan ketidakhomogenan seperti di atas, dengan prinsip harus dibuat
lokal kontrol, maka harus dibuat 2 RAK, yaitu RAK arah kolom dan RAK arah baris.
Dengan demikian seolah-olah ada 2 RAK, sehingga prosedur pembuatan bagan di
lapangan adalah sebagai berikut :
1. Bagilah tempat percobaan dalam kelompok, yang banyaknya kelompok sama
dengan ulangan
2. Kelompok ada yang tegak lurus ke atas dan ke samping, atau tegak lurus arah kolom
dan baris. Sehingga dalam RBSL berlaku banyaknya perlakuan sama dengan
banyaknya ulangan, dan banyaknya unit percobaan sama dengan kuadrat perlakuan.
3. Karena kelompok harus tegak lurus kolom maupun baris, maka kolom atau baris
bertindak sebagai ulangan. Jadi pengacakan harus secara khusus. Artinya tidak
boleh suatu perlakuan muncul 2 kali pada arah kolom maupun baris.
4. Berikt cara mengatur baris dan kolom
VI-2
PERANCANGAN PERCOBAAN
peralihan ketidakhomogenan
Br1
A B C D E
Br2 Peralihan
E A B C D ketidakho
Br3 mogenan
D E A B C
Br4
C D E A B
Br5
B C D E A
K1 K2 K3 K4 K5
Br= baris K= kelompok
5. Dengan memperhatikan denah RBSL di atas, maka Anova nya menajdi :
Sumber Keragaman Derajat Bebas
Baris 4 (b-1)
Kelompok 4 (k-1)
Perlakuan 4 (p-1)
Error 12 (b-1)(b-2)
Total 24 (b2-1)
6. Karena jumlah perlakuan sama dengan banyaknya ulangan, maka perlakuan ideal
berkisar antara 5 sampai 10 buah.
7. Contoh
Percobaan menguji daya hasil (g/tanaman) 5 varitas Tembakau (A, B, C, D, dan E)
diselenggarakan di lahan petani di Ganjuk. Arah kesuburan tidak diketahui dengan
jelas sehingga rancangan lingkungan yang digunakan adalah RBSL. Denah sebagai
berikut :
K1 K2 K3 K4 K5 Total
Baris
B1 C B E D A
24.8 18.2 24.3 22.8 17.5 107.6
B2 A C B E D
21.6 25.7 18.9 25 18 109.2
B3 D A C B E
20.3 15.8 24 16.4 23.5 100
B4 E D A C B
23.5 18.6 18.2 22.9 17.4 100.6
B5 B E D A C
17.3 23.9 16.9 18.8 21.6 98.5
Total 107.5 102.2 102.3 105.9 98 515.9
Kolom
Rata-rata umum 20,63
VI-3
PERANCANGAN PERCOBAAN
K = kelompok B = baris
a. Model matematika RBSL
Yij = + Ti + Bj + Kk + ij
Keterangan :
Yij = respon atau nilai pengamatan dari perlakuan ke-i, baris ke j, kelompok ke k
= nilai tengan umum
Ti = pengaruh perlakuan ke-i
Bj = pengaruh baris ke-j
Kk = pengaruh kelompok ke k
ij = pengaruh error percobaan dari perlakuan ke-i dan baris ke j, dan kelompok
ke-k
Syarat agar dapat dilakukan uji statistik
1. dan Pi bernilai tetap
2. + Pi + Bj + Kk ij saling aditif
3. nilai menyebar secara normal
4. error bebas satu sama lain
b. Hipotesis
H0 = V1 = V2 = V3 = V4 = V5
H1 = paling tidak ada sepasang V yang tidak sama
c. Kriteria pengujian
Fhitung>F1% terima H1 pada taraf 1%
F5%<=Fhitung<=F1% terima H1 pada taraf 5%
Fhitung<F5% terima H0
d. Menghitung FK dan JK
FK = Tij2 : BxK
= 515.92 : 5x5
= 10646.11
JKT = T(Yij2) – FK
= 24.82 + 18.22 + …+ 21.62 – FK
= 241.48
JKB = (TBij2 : K) – FK
= (107.62 + 109.22 + ..... + 98.52 : 5) - FK
= 18.89
VI-4
PERANCANGAN PERCOBAAN
JKK = (TKij2 : B) – FK
= (107.52 + 102.2 2 + … + 982 :5 ) – FK
= 10.928
Untuk menghitung JK perlakuan, data disusun sebagai berikut :
Perlakuan K1 K2 K3 K4 K5 Total
A 21.6 15.8 18.2 18.8 17.5 91.9
B 17.3 18.2 18.9 16.4 17.4 88.2
C 24.8 25.7 24 22.9 21.6 119
D 20. 18.6 16.9 22.8 18 96.6
E 23.5 23.9 24.3 25 23.5 120.2
Total 515.9
JKP = (TPij : K) – FK
= (91.92 + 88.2 2 + … + 120.22 :5 ) – FK
= 186.98
JKE = JKT – JKB - JKK - JKP)
= 241,98 – 18.89 + 10.928 + 186.98
= 24.682
e. Anova
Anova
SK DB JK KT Fhit Ftab 95 % Ftab 99 %
Baris 4 18.89 4.72 7.92** 3.26 5,41
Kolom 4 10.928 2.73 1.11ns 3.26 5,41
Perlakuan 4 186.98 46.75 19** 3.26 5,41
Error 12 24.682 2.46
Total 24 241.48
* = berbeda nyata pada taraf 95%
**=berbeda sangat nyata pada taraf 99%
ns = berbeda tidak nyata pada taraf 5%
KK = KTG : y x 100%
= 2.46 : 20.63 x 100 %
= 7.60%
Analisis :
Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa (1) kesuburan bergerak ke satu arah yaitu
arah baris (Fhitung > F table 5%), (2) Terima H1, yaitu paling sedikit ada sepasang
nilai tengah yang tidak sama (Fhitung perlakuan > Ftabel 5%).
Sumbangan perlakuan terhadap hasil sebesar 92.4%, sisanya 7.600% adalah error
penelitian.
1. Pengendalian baris gagal karena F hitung baris > F tabel 95% (7,92 > 3,26)
2. Pengendalian kelompok berhasil karena F hitung kelompok < F tabel 95% (1,11
< 3,26)
VI-5
PERANCANGAN PERCOBAAN
3. Varitas berpengaruh sangat nyata terhadap hasil tembakau F hitung>F tabel 99%
(19 > 5,41)
4. Sumbangan perlakuan varitas terhadap hasil tembakau sebesar 92,4% sisanya
eror sebesar 7,6 adalah eror penelitian