Pengkajian Risiko Jatuh di RTGD
Pengkajian Risiko Jatuh di RTGD
DI RTGD
No. :440/10/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1–2
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Pengkajian pasien resiko jatuh adalah sebuah proses untuk
menilai dan mengevaluasi pasien yang mempunyai resiko jatuh
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk pengkajian
resiko jatuh di RTGD dan rawat inap
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 06 Tahun Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis Puskesmas Baktiraja
4. Referensi Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11
tahun 2017 tentang keselamatan pasien
5. Langkah- a. Petugas jaga menggunakan panduan pengkajian resiko jatuh
Langkah pada pasien baru dengan resiko jatuh berupa :
Morse fall scale untuk pasien jatuh ( 18-60 tahun)
Humpty dumpy scale untuk pasien anak yang berusia
(12-18 tahun)
b. Petugas jaga memberi tanda resiko jatuh pada RM
c. Petugas jaga memberi penanda resiko tinggi jatuh berupa gelang
identifikasi berwarna kuning
Dewasa : skor ≥ 51
Anak: skor ≥ 12
d. Petugas jaga melakukan tatalaksana tindakan pencegahan jatuh
sesuai dengan kriteria Morse fall/ Humpty dumpty
e. Petugas jaga memberikan edukasi pada pasien dang keluarga
pasien dengan resiko jatuh untuk tidak mengubah posisi
pengaman bed tanpa seizin petugas
f. Petugas jaga melakukan pemantauan terhadap pasien dengan
resiko jatuh secara berkala sesuai kondisi pasien
6. Unit terkait Ruang Tindakan dan Gawat Darurat
7. Dokumen 1. Bukti pelaporan kasus KTD, KTC, KPC, KNC
Terkait 2. Bukti monitoring, bukti evaluasi, bukti analisis, bukti tindak
lanjut
8. Rekaman No Yang dirubah Isi Perubahan [Link]
Historis
diberlakuk
Perubahan
an
ALUR PELAYANAN RTGD
No. :440/11/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1–2
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Pelayanan RTGD adalah pelayanan yang diberikan oleh petugas RTGD
kepada pasien sebagai tindakan pertolongan pertama pada
kegawatdaruratan secara tepat, cepat, dan cermat.
2. Tujuan Sebagai pedoman tindakan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan
pasien.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 07 Tahun Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis Puskesmas Baktiraja
4. Referensi Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43
tahun 2019 tentang Puskesmas.
5. Langkah- a. Pasien datang dan melakukan pendaftaran
Langkah b. Petugas melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap pasien
sesuai TRIASE dengan waktu <10 menit.
c. Apabila dalam penilaian, kasus bisa ditangani di Puskesmas,
petugas segera melakukan tindakan dengan sebelumnya
menginformasikan biaya tindakan dan meminta pasien atau
keluarga menandatangani informed consent.
d. Apabila dalam penilaian pasien tidak bisa ditangani di
Puskesmas, maka petugas merujuk pasien.
e. Jika pasien sudah ditangani, maka keluarga diarahkan
mengambil obat ke Farmasi.
f. Pasien umum melakukan pembayaran.
g. Petugas melakukan pencatatan dan pelaporan di catatan rekam
medis.
No. :440/13/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Rujukan pasien adalah suatu proses pengiriman pasien ke fasilitas pelayanan
kesehatan yang lebih tinggi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah – langkah untuk merujuk pasien yang tidak
bisa ditangani di UPTD Puskesmas Baktiraja karena keterbatasan SDM
maupun sarana yang ada.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 06 Tahun Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis Puskesmas Baktiraja
4. Referensi Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43
tahun 2019 tentang Puskesmas.
5. Langkah- Petugas / Perawat memanggil pasien masuk ke ruang periksa
Langkah etugas / Dokter melakukan anamnesa
Dokter melakukan pemeriksaan fisik
Dokter mengidentifikasi masalah kesehatan yang terjadi pada pasien
Dokter memberikan informasi kepada pasien mengenai kondisi kesehatan yang
dialami pasien
Dokter menjelaskan bahwa masalah kesehatan yang dihadapi pasien tidak mampu
ditangani di Puskesmas sehingga pasien harus segera dirujuk
Petugas / Dokter meminta tanda tangan informed consent persetujuan rujukan
kepada pasien / keluarga.
Petugas menganjurkan pasien / keluarga pasien untuk mempersiapkan diri
karena akan segera dilakukan tindakan rujukan
Petugas / Dokter menyiapkan dan membuat surat rujukan
Petugas / Dokter menulis resume klinis pasien dan tindakan yang telah dilakukan
di lembar rujukan pasien yang akan diberikan ke Rumah Sakit rujukan pada saat
mengirim pasien
Bila diperlukan, pasien didampingi oleh petugas yang kompeten / Perawat / Bidan
mendampingi pasien yang dirujuk dan memonitor keadaan pasien selama proses
rujukan berlangsung.
Petugas melakukan serah terima pasien beserta surat rujukan dan resume
klinisnya kepada petugas di Rumah Sakit rujukan setelah sampai di Rumah Sakit.
Petugas mendokumentasikan kegiatan
6. Unit terkait Ruang Tindakan dan Gawat Darurat
7. Dokumen Rekam medis
Terkait
Surat Rujukan
No. :440/15/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Triase adalah memilah- milah pasien sesuai dengan tingkat kegawatannya
untuk menentukan prioritas tindakan.
2. Tujuan Sebagai acuan menentukan prioritas tindakan penanganan pasien sesuai
dengan tingkat kegawatan pasien
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 06 Tahun Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis Puskesmas Baktiraja
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.02.02/MENKES/514/2015
Tentang Panduan Praktik bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Tingkat Pertama.
5. Langkah- 1. Petugas menerima pasien
Langkah 2. Petugas melakukan anamnesa dan pemeriksaan singkat dan cepat untuk
menentukan derajat kegawatannya.
3. Petugas mengidentifikasi penderita menurut kegawatannya;
a. Warna hijau adalah penderita tidak gawat dan tidak darurat.
b. Warna kuning adalah pasien yang memerlukan bantuan namun dengan
cidera dan tingkat yang kurang berat dan dipastikan akan mengalami
ancaman jiwa dalam waktu dekat.
c. Warna merah adalah penderita gawat darurat (pasien dengan kondisi
mengancam jiwa).
d. Warna hitam adalh untuk penderita yang sudah meninggal.
4. Petugas memberikan prioritas pelayanan kepada pasien dengan urutan
warna Merah, Kuning, Hijau, Hitam.
5. Petugas mendokumentasikan tindakan yang diberikan dalam rekam medis
6. Penilaian TRIASE dilakukan dalm waktu <10 menit.
PERAWATAN LUKA
No. :440/16/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Membersihkan luka, mengobati luka dan menutup kembali luka dengan
tekhnik steril.
2. Tujuan 1. Mencegah masuknya kuman dan kotoran ke dalam luka
2. M e m b e r i p e n g o b a t a n p a d a l u k a
3. Memberikan rasa aman dan nyaman pada pasien
4. Mengevaluasi tingkat kesembuhan luka.
No. :440/17/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian
2. Tujuan 1. Sebagai acuan untuk memberikan kebutuhan atau pengobatan melalui Infus
2. Sebagai cara untuk memasukan cairan
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 06 Tahun Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis Puskesmas Baktiraja
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.02.02/MENKES/514/2015
Tentang Panduan Praktik bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Tingkat Pertama.
5. Langkah- 1. Baca instruksi dokter dan minta formulir persetujuan tindakan
Langkah medis (untuk perawat ) di ruang tindakan dan pelayanan 24 jam.
2. Jelaskan pada pasien atau keluarganya tentang tindakan yang akan
dilakukan.
3. Isi form persetujuan tindakan medik dan pasien diminta untuk
menandatanganinya.
4. Siapkan alat dan bahan
5. Cuci tangan
6. Pakai sarung tangan.
7. Tentukan daerah vena yang akan digunakan.
8. Bersihkan area dari bulu-bulu jika ada.
9. Pasang torniquet.
10. Disinfeksi daerah penusukan.
11. Tusukan jarum Abbocath dengan posisi 45° lubang jarum menghadap ke
atas dan setelah tampak darah pada pangkal abocath masukan kanule
perlahan lahan dan secara bersamaan jarum dikeluarkan dengan cara
mendorongnya sambil tangan yang lain menahan kanule tepat
ditempatnya.
12. Lepas torniquet.
13. Hubungkan kanule infuse dengan set infuse dan fiksasi kanule abocath
dengan membalut kain kasa steril.
14. Sesuaikan kecepatan aliran pemberian cairan (tetesan cairan) sesuai
indikasi atau sesuai instruksi dokter.
15. Buang jarum abocath kedalam Safety Box atau kotak atau plabotl.
16. Rapihkan alat-alat.
17. Lepas sarung tangan dan buang dalam sampah infeksius.
18. Cuci tangan petugas
19. Catat pada buku status dan buku register.
6. Unit terkait Ruang Tindakan dan Gawat Darurat
7. Dokumen Rekam Medis
Terkait
No. :440/18/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian 1. Memasukkan NGT (Penduga lambung) melalui hidung ke dalam
lambung.
2. Memberi makanan dan obat-obatan.
3. Membilas/mengumbah lambung
2. Tujuan 1. Sebagai acuan untuk melakukan tindakan pemasang NGT
2. Membilas/mengumbah lambung
3. Memberi makanan dan obat-obatan.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 06 Tahun Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis Puskesmas Baktiraja
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.02.02/MENKES/514/2015
Tentang Panduan Praktik bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Tingkat Pertama.
5. Langkah- 1. Menjelaskan tujuan pemasangan NGT pada keluarga pasien
Langkah 2. Membawa alat-alat ke dekat pasien
3. Mengatur posisi pasien sesuai dengan keadaan pasien
4. Memasang perlak + pengalas pada daerah dada
5. Mencuci tangan dan memakai sarung tangan
6. Mengukur dan memberi tanda pada NGT yang akan dipasang lebih
kurang 40-45 cm (diukur mulai dahi s/d proxesus xypoideus)
7. Mengolesi NGT dengan aquaJelly sepajang 15 cm dari ujung NGT
8. Memasukkan NGT malalui lubang hidung dan pasien dianjurkan untuk
menelan
9. Jika pasien tidak sadar tekan lidah pasien dengan spatel) masukan NGT
sampai pada batas yang sudah ditentukan sambil perhatikan keadaan
umum pasien.
10. Cek posisi NGT (apakah masuk di lambung atau di paru-paru) dengan 3
cara
a. Aspirasi cairan lambung dengan spuit 10 cc jika cairan
bercampur isi lambung berarti sudah masuk kelambung
b. Memasukan ujung NGT (yang dihidung) kedalam air dalam kom
bila ada gelembung berarti NGT dalam paru-paru
c. Petugas memasukan gelembung udara melalui spuit bersamaan
dilakukan pengecekan perut dengan stetoskop untuk
mendengarkan gelembung udara dilambung.
11. Memasang corong (yang sudah dibilas dengan air hangat), kemudian
Memasukan obat-obatan/makanan.
12. Melepas corong, menutup NGT dengan spuit 10 cc.
13. Merapikan alat-alat dan pasien kemudian sarung tangan dilepas.
14. Mendokumentasikan
6. Unit terkait Ruang Tindakan dan Gawat Darurat
7. Dokumen Rekam Medis
Terkait
No. :440/19/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Tata cara melakukan pemasangan kateter untuk mengeluarkan air kencing.
PADA LAKI-LAKI
1. Mengolesi slang kateter dengan aqua jelly
2. Tangan kiri dengan kasa memegang penis sampai tegak ± 60O
3. Tangan kanan memasukkan ujung kateter dan mendorong secara pelan-
pelan sampai urine keluar
PADA WANITA
1. Jari tangan kiri dengan kapas cebok membuka labia
2. Tangan kanan memasukkan ujung kateter dan mendorong secara pelan-
pelan sampai urine keluar
3. Bila urine telah keluar, pangkal kateter dihubungkan dengan urine bak
kunci kateter dengan larutuan Aqua/NS (20-30cc)
4. Mengobservasi respon pasien
5. Menggantungkan urobag disisi tempat tidur pasien
6. Memfiksasi kateter dengan plester pada paha bagian atas klien dirapikan
7. Alat-alat dibersihkan dan dibereskan
8. Petugas cuci tangan
9. Mencatat kegiatan respon pasien pada catatan keperawatan
6. Unit terkait Ruang Tindakan dan Gawat Darurat
7. Dokumen Rekam Medis
Terkait
PENGGUNAAN SUCTION
No. :440/20/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Tindakan menghisap lendir melalui hidung dan atau mulut
10.
6. Unit terkait Ruang Tindakan dan Gawat Darurat
7. Dokumen Rekam Medis
Terkait
No. :440/20/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Nebulaizer adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk mengencerkan dahak
dan melonggarkan jalan nafas
2. Tujuan Sebagai acuan tindakan nebulaizer
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 06 Tahun Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis Puskesmas Baktiraja
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.02.02/MENKES/514/2015
Tentang Panduan Praktik bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Tingkat Pertama.
5. Langkah- PERSIAPAN ALAT :
Langkah Tabung O2
Obat untuk bronchodilator antara lain : ventolin, dexamethasone
Masker oksigen
Nebulaizer
PERSIAPAN PASIEN :
Pasien/keluarga diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan
Pasien diatur sesuai kebutuhan
PELAKSANAAN :
Perawat cuci tangan
Mengisi ventolin pada nebulezer
Mengisi pada tempat humidifaier dengan bronchodilator misalnya : ventolin
(sabutamol) atau kadang diberi dexamethasone pada status asmatikus.
Memasang masker pada pasien
Nebulaizer dinyalakan
Observasi pasien
Selesai dilakukan tindakan pasien dirapikan
Alat-alat dibereskan dan dikembalikan
Perawat cuci tangan
INJEKSI INTRAMUSKULAR
No. :440/21/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Injeksi intramuskuler adalah suntikan kedalam otot
2. Tujuan Sebagai acuan tindakan suntikan kedalam otot
INJEKSI INTRAKUTAN
No. :440/22/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Memasukkan obat kedalam jaringan kulit dengan memakai jarum suntik
Mendapatkan reaksi setempat
2. Tujuan Sebagai acuan untuk melakukan tindakan suntikan intracutan
VISUM
No. :440/23/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Melayani perrnintaan pembuatan visum et repertum.
2. Tujuan Sebagai acuan membuat visum setelah melakukan pemeriksaan pasien atau
jenazah.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 06 Tahun Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis Puskesmas Baktiraja
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.02.02/MENKES/514/2015
Tentang Panduan Praktik bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Tingkat Pertama.
5. Langkah- 1. RTGD UPTD Puskesmas Baktiraja melayani Visum hidup,
Langkah 2. Permintaan Visum diajukan secara resmi dan tertulis oleh Kepolisian
kepada Puskesmas.
3. Pengajuan permintaan Visum disampaikan di RTGD dalam waktu 2 x 24
jam sejak kejadian oleh petugas kepolisian
4. Petugas meneliti surat permintaan Visum, setelah meneliti kebenaran
surat, petugas menulis tanggal, jam penerimaan, nama dan tanda
tangan.
5. Apabila penderita/ korban sudah masuk ruangan maka surat
permintaan Visum ada di RTGD.
6. Visum dibuat berdasarkan pemeriksaan penderita pada saat
permintaan Visum Et repertum.
7. Bila penderita / korban sudah meninggal maka petugas UGD
memeriksa kondisi secara umum.
8. Penderita yang sudah meninggal dirujuk ke RRSA
9. Visum hidup dibuat dan ditanda tangani oleh Dokter yang memeriksa /
menangani penderita pada saat visum diterima.
10. Visum bisa diambil oleh petugas kepolisian dalam waktu 2 X 24 jam.
11. petugas menandatangani penerimaan laporan visum
PEMELIHARAAN ALKES
No. :440/23/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Melaksanakan pemeliharaan alat-alat keperawatan dan alat–alat kedokteran
dengan cara membersihkan, mendesinfektan, menyeterilkan dan
menyimpannya.
2. Tujuan Sebagai acuan untuk pemeliharaan alat medis dan keperawatan.
EKG
No. :440/24/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Merekam irama jantung dengan alat elektrokardiografi.
2. Tujuan Untuk menegakkan diagnosa
No. :440/25/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Pertolongan pertama yang dilakukan pada korban hentijantung atau henti
nafas.
2. Tujuan Untuk mengurangi angka kematian dan kesakitan akibat henti jantung dan
henti nafas.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 06 Tahun Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis Puskesmas Baktiraja
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.02.02/MENKES/514/2015
Tentang Panduan Praktik bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Tingkat Pertama.
5. Langkah- [Link] memastikan korban tidak sadar dan tidak berespon
Langkah [Link] mengguncang bahu pasien dengan lembut
[Link] bertanya “apakah anda baik baiksaja?”
[Link] ada respon maka penolong :
a. Tidak mengubah posisi korban
b. Penolong memerikas hal yang tidak beres pada pasien
c. Penolong mengulagi pemeriksaan bekala
[Link] memastikan keamanan penolong dan keamanan lingkungan
sebelum menolong
[Link] korban tidak berespon Penolong memininta bantuan sekitar dengan
TERIAK MINTA BANTUAN : orang disekitar, pengunjung, karyawan
Puskesmas, perawat, bidan dokter dan lain lain
[Link] menilai pernafasan dengan cara : lihat, dengar, rasakan
a. Angkat dagu + tengadah kepala
b. Lihat, dengar dan rasakan pernafasan dalam waktu < 10 detik
c. Pastikan korban bernafas NORMAL atau TIDAK NORMAL
d. “gasping” (megap-megap) = tidak normal
[Link] pasien tidak bernafas normal/henti nafas lanjutkan dengan langkah 6
[Link] atau orang disekitar memanggil Tim medik
[Link] melakukan kompresi jantung 30 x, dengan cara :
[Link] dada dari pakaian
[Link] pangkal telapak tangan yang satu di tengah dada
[Link] pangkal telapak tangan lainnya di atas tangan yang satu
[Link] kompresi 5 cm dan tidal lebih dari 6 cm
[Link] 100 x/menit, teratur
[Link] kesempatan dada mengembang penuh dengan sendirinya
[Link] tidak boleh terputus, kecuali untuk memberi nafas buatan atau
memindahkan pasien (tidak boleh berhenti > 10 detik)
[Link] memberi nafas buatan 2x + kompresi jantung 30 x (30:2), dengan
cara:
[Link] tiupan melalui mulut korban sambil melihat naiknya
permukaan dada
b.1 tiupan nafas = 1 detik
[Link] kesempatan udara keluar dan lihat turunnya permukaan dada
[Link] Jangan menghentikan 30 : 2 sampai datang tim medik
[Link] Hidup Dasar dihentikan bila
[Link] denyut jantung dan nafas spontan (pasien bergerak spontan)
[Link] alih pertolongan oleh tim medik
[Link] terancam keselamatannya
[Link] perintah jangan diresusitasi oleh tim medik / dokter
6. Unit terkait Ruang Tindakan dan Gawat Darurat
Ruang Pemeriksaan Umum
Ruang KIA/KB
7. Dokumen Rekam Medis
Terkait
No. :440/26/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Suatu reaksi hipersensitivitas yang berlebihan terhadap masuknya protein/
zat asing ke dalam tubuh.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan syok anafilaktik di Puskesmas.
No. :440/31/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1–2
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Proses pelayanan pendaftaran bagi masyarakat/pasien yang memerlukan
pelayanan kesehatan gawat darurat di UGD Puskesmas Labuhan Lombok
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah pendaftaran pasien di RTGD
Petugas Melakukan :
Jika pasien Baru
1. Petugas menanyakan kartu identitas pasien
(KTP/SIM/BPJS/KIS/Jamkesmas dll)
2. Bagi peserta BPJS yang menunjukkan kartu kepesertaan akan di
lakukan pengecekan dan pendaftaran di aplikasi P-CARE
3. Jika kartu kepesertaan tidak aktif maka pasien di kategorikan pasien
umum
4. Petugas menanyakan keluhan utama pasien untuk menentukan
penanganan dan layanan yang akan diberikan
5. Petugas membuat Kartu Berobat/Kunjungan;
tulis Nama Kepala Keluarga
tulis Umur pasien
tulis Alamat Pasien
tulis Nomor Indeks/ Rekam Medik
6. Petugas membuat status rekam medis;
tulis nomor indeks/rekam medic
tulis nama Kepala Keluarga
tulis nama pasien
tulis usia pasien
tulis alamat
tulis pekerjaan
tulis Golongan Kunjungan dll
7. Petugas menulis hari, tanggal, dan jam pelayanan pada rekam medis
8. Petugas memasukkan data pasien baru ke komputer Komputer atau
buku register
9. Petugas menyerahkan kembali kartu tanda pengenal pasien
10. Bagi pasien peserta BPJS tidak di kenakan biaya retribusi
11. Petugas menulis registrasi pasien dalam buku register kunjungan
No. :440/29/UPT
Dokumen D-K03/SOP-
SOP MUTU/II/202
3
No. Revisi :
Tanggal :7 Februari
Terbit 2023
Halaman :1–2
UPTD Leni Suryani Guning, SKM
PUSKESMAS NIP. 19670812 198803 2
BAKTIRAJA 002
1. Pengertian Suatu proses kegiatan yang digunakan untuk melakukan skrining pada setiap
kontak pertama dengan pasien sehingga akan diketahui kebutuhan
permasalahan kesehatannya.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mencari dan mengetahui
masalah kesehatan pasien dan dapat menentukan perawatan selanjutnya.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Nomor 06 Tahun Tentang Kebijakan
Pelayanan Klinis Puskesmas Baktiraja
4. Referensi Peraturan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11
tahun 2017 tentang keselamatan pasien
5. Langkah- A. Pasien datang di pendaftaran
Langkah 1. Lakukan proses pendaftaran / penerimaan pasien
2. Lakukan pemeriksaan secara visual / pengamatan dan pemeriksaan
fisik keadaan pasien
3. Bila didapatkan penderita dalam keadaan gawat, penderita
dialihkan ke IGD untuk proses triase oleh tenaga keperawatan
4. Apabila tidak didapatkan proses kegawatan pasien diarahkan ke
poli rawat jalan
B. Pelayanan di RTGD
1. Lakukan triage oleh Petugas
2. Asuhan keperawatan dilakukan oleh tenaga keperawatan
3. Lakukan pemeriksaan oleh dokter sesuai dengan tingkat
kegawatannya
4. Lakukan pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan / masalah
penderita
5. Putuskan suatu diagnose
6. Lakukan konsultasi apabila diperlukan dengan dokter spesialis
7. Tetapkan pasien boleh pulang, rawat inap, atau dilakukan rujukan
6. Unit terkait Ruang Tindakan dan Gawat Darurat
7. Dokumen Rekam Medis
Terkait Buku Register