PEMERINTAH KABUPATEN KETAPANG
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG
Jalan Jenderal Sudirman Nomor 17 Kode Pos 78811
email : disputr@[Link] website: [Link]
Ketapang, 24 November 2023
Nomor : B/121/DPUTR-E.600.3/XI/2023
Sifat : Biasa
Lampiran : -
Hal : Tanggapan
Yth. Direktur PT. SUKMA CIPTA REZEKI
di -
KOTAWARINGIN BARAT
Menindaklanjuti surat Direktur PT. Sukma Cipta Rezeki Nomor:
082/S/[Link]/XI/2023 Bulan November Tahun 2023, bersama ini disampaikan
beberapa informasi sebagai berikut:
1. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 10 Tahun 2014
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2014 -
2034, terdapat ketentuan pada Pasal 89 ayat (2) bahwa pemanfaatan ruang yang
merupakan perbatasan antar-kabupaten/kota dapat dilakukan setelah adanya
penegasan batas yang ditetapkan secara definitif berdasarkan peraturan perundang-
undangan.
2. Rencana kegiatan dan/atau usaha yang akan laksanakan oleh PT. Sukma Cipta
Rezeki berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 185.5-472 tanggal 24 Mei
1989 tentang Penegasan Garis Batas Wilayah antara Propinsi Daerah Tingkat I
Kalimantan Barat dengan Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah, terindikasi
sebagian berada di wilayah Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat dan
sebagian berada di wilayah Kabupaten Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah.
3. Dalam rangka mendukung kemudahan untuk memperoleh informasi, sebagaimana
amanah Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Informasi Publik pada
Pasal 2 ayat (3) yang berbunyi bahwa setiap Informasi Publik harus dapat diperoleh
setiap Permohonan Informasi Publik dengan cepat dan tepat waktu, biaya ringan,
dan cara yang sederhana, bersama ini diinformasikan bahwa Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten Ketapang yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 3
Tahun 2015 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ketapang Tahun
2015 - 2035 dapat diakses melalui [Link] yang telah
terintegrasi dengan Sistem OSS.
4. Terkait data perizinan berusaha yang ada pada lokasi rencana kegiatan dan/atau
usaha PT. Sukma Cipta Rezeki agar dikoordinasikan dengan dinas/instansi yang
membidangi sesuai dengan kewenangannya.
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik yang diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), BSSN
5. Dalam rangka pelaksanaan perizinan berusaha dengan berpedoman pada Undang-
Undang Nomor 6 Tahun 2023 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang,
terdapat ketentuan pada lampiran yang mengamanatkan beberapa perubahan
dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan khususnya terkait investasi dan
perizinan. Perubahan terkait investasi dan perizinan melalui penyederhanaan
persyaratan dasar kegiatan berusaha guna peningkatan ekosistem investasi dan
kegiatan berusaha salah satunya berupa kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang,
sebagaimana diatur sebagai berikut:
a. Berdasarkan Lampiran Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 Tentang
Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun
2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, Bagian Ketiga
Penyederhanaan Persyaratan dan Perizinan Berusaha, terdapat ketentuan:
1) Pada Paragraf 1 Pasal 13 Penyederhanaan Persyaratan Dasar Perizinan
Berusaha salah satunya adalah Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang.
2) Pada Paragraf 2 Pasal 17 yang mengubah beberapa ketentuan dalam
Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, terdapat
ketentuan:
- pada Pasal 1 angka 32 berbunyi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan
Ruang adalah kesesuaian antara rencana kegiatan pemanfaatan ruang
dengan rencana tata ruang.
- pada Pasal 37 ayat 3 berbunyi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan
Pemanfaatan Ruang yang dikeluarkan dan/atau diperoleh dengan tidak
melalui prosedur yang benar, batal demi hukum.
b. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko, terdapat ketentuan:
1) Untuk memulai dan melakukan usaha, Pelaku usaha wajib memenuhi (Pasal
4):
a. Persyaratan dasar Perizinan Berusaha; dan/atau
b. Perizinan Berusaha Berbasis Resiko.
2) Persyaratan dasar Perizinan Berusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal
4 huruf a meliputi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, persetujuan
lingkungan, persetujuan bangunan gedung, dan sertifikat laik fungsi (Pasal 4
ayat 1).
3) Ketentuan mengenai persyaratan dasar Perizinan Berusaha sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) masing-masing diatur dalam peraturan perundang-
undangan di bidang tata ruang, lingkungan hidup, dan bangunan gedung
(Pasal 4 ayat 2).
4) Sistem OSS melaksanakan pemeriksaan lokasi usaha yang diajukan oleh
Pelaku Usaha sebagaimana dimaksud dalam pasal 177 ayat (1) huruf e
mencakup (Pasal 179 ayat 1):
a. daratan;
b. laut; dan/atau
c. kawasan hutan.
5) Terhadap lokasi usaha pada kawasan hutan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 179 ayat (1) huruf c dapat mencakup kegiatan (Pasal 185 ayat 1):
a. Penggunaan kawasan hutan; dan
b. Pemanfaatan hutan.
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik yang diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), BSSN
6) Penggunaan kawasan hutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a
dilakukan melalui persetujuan Pemerintah Pusat sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan (Pasal 185 ayat 3).
c. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang
Penyelenggaraan Penataan Ruang, terdapat ketentuan:
1) Pelaksanaan Pemanfaatan Ruang dilakukan melalui Pelaksanaan
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (Pasal 97 huruf a).
2) Pelaksanaan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 97 huruf a terdiri atas (Pasal 98 ayat 1):
a. Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan berusaha;
b. Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan nonberusaha;
dan
c. Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan yang bersifat
strategis nasional.
3) Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang sebagaimana dimaksud pada
Pasal 98 ayat 1 diterbitkan oleh Menteri (Pasal 98 ayat 2).
4) Pelaksanaan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk kegiatan
berusaha sebagaimana dimaksud Pasal 98 ayat (1) huruf a diperoleh melalui
OSS (Pasal 100 ayat 1).
5) Penerbitan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang untuk
Kegiatan Berusaha dapat didelegasikan kewenangannya kepada gubernur,
bupati, atau wali kota tanpa mengurangi kewenangan Menteri (Pasal 113,
Pasal 129).
d. Ketentuan lebih lanjut mengenai Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang
Darat diatur berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala
Badan Pertanahan Nasional Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang dan Sinkronisasi Program
Pemanfaatan Ruang, diantaranya terdapat ketentuan:
1) Kegiatan berusaha adalah kegiatan Pemanfaatan Ruang yang memerlukan
Perizinan Berusaha (Pasal 1 angka 27).
2) Kegiatan nonberusaha adalah kegiatan Pemanfaatan Ruang yang
pelaksanaannya tidak memerlukan Perizinan Berusaha (Pasal 1 angka 28).
3) Seluruh kegiatan pemanfaatan ruang harus terlebih dahulu memiliki KKPR
(Pasal 2).
4) Penerbitan PKKPR dilakukan oleh Gubernur, Bupati, atau Walikota dengan
memperhatikan Hasil Kajian dan Pertimbangan Teknis Pertanahan (pasal 62
ayat 1).
5) Pertimbangan teknis pertanahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
terkait lokasi usaha dilaksanakan olen kantor pertanahan (pasal 62 ayat 2).
e. PKKPR dapat diterbitkan/diperoleh tanpa penilaian dengan memenuhi ketentuan
sebagaimana diatur pada Pasal 181 Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2021
tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko dan memenuhi
ketentuan sebagaimana diatur pada Pasal 13 Peraturan Menteri Agraria dan
Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 13 Tahun 2021 tentang
Pelaksanaan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang dan Sinkronisasi
Program Pemanfaatan Ruang.
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik yang diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), BSSN
f. Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) untuk kegiatan berusaha
diperuntukkan bagi kegiatan yang tidak termasuk dalam kategori KKPR
nonberusaha sedangkan KKPR untuk kegiatan yang bersifat strategis nasional
diperuntukkan bagi kegiatan yang bersifat strategis nasional yang ditetapkan
dengan peraturan perundang- undangan. Dokumen KKPR memiliki fungsi
sebagai acuan arahan pemanfaatan ruang serta acuan administrasi pertanahan.
Surat tanggapan ini bukan merupakan bagian dari tahapan proses perizinan
berusaha dalam rangka pemenuhan persyaratan dasar perizinan berusaha, PT. Sukma
Cipta Rezeki agar memproses Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR)
melalui Sistem Online Single Submission (OSS) dengan berpedoman pada ketentuan
peraturan perundang-undangan.
Demikian disampaikan atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
Kabupaten Ketapang Prov Kalbar
H. DENNERY, ST.,MT
Tembusan:
1. Bupati Ketapang (sebagai laporan)
2. Wakil Bupati Ketapang (sebagai laporan)
3. Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang (sebagai laporan);
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik yang diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), BSSN
Powered by TCPDF ([Link])