RESISTOR
A. Pengertian
Merupakan Komponen pasif elektronika yang memiliki 2 terminal yang berfungsi
sebagai hambatan dalam rangkaian. Resistor berkerja dengan cara mengatur atau
membatasi aliran elektron (arus listrik) pada suatu rangkaian. Dengan prinsip bahan
konduktif yang telah disesuaikan dengan nilai hambatannya. Resistro dapat dipasang
dalam bentuk seri, paralel atau seri paralel dalam suatu rangkaian agar berfungsi
sebagai penurun tegangan, pembagi tegangan, pembatas arus, maupun pembagi
arus.
B. Simbol dan Bentuk Fisik Resistor
C. Rentang Satuan Resistor
Standar Satuan Resistor
Nilai-Nilai Resistor yang umum di pasaran.
D. Fungsi dalam Rangkaian
Fungsi resistor dalam rangkaian:
1. Membatasi aliran arus listrik
2. Mengatur nilai besarnya amplitudo sinyal
3. Membagi tegangan
4. Menjadi bias untuk mengatur fungsi komponen aktif
5. Memutus saluran transmisi agar tidak terjadi pantulan sinyal dengan
merubah energi listrik menjadi energi panas
6. merubah energi listrik menjadi energi panas dalam kontrol berbagai beban
listrik seperti Motor, sistem distribusi listrik
7. Menjadi beban percobaan ( Dummy Load ) dalam pengetesan generator
listrik, maupun pemancar
8. Sebagai sensor yang dapat merubah energi listrik menjadi bentuk energi
lain untuk mendeteksi berbagai besaran fisika.
E. Jenis
1. Dilihat dari konstruksi dan bahan kimia pembentuknya
a. Resistor Karbon
→ Jenis resistor yang paling banyak diaplikasikan di rangkaian.
→ Jenis resistor yang digunakan dalam aplikasi rangkaian elektronika.
→ Elemen hambatanya dibuat dari mencampurkan elemen konduktif
debu karbon(seperti ujung pensil) dengan elemen non konduktif
(debu keramik).
→ Perbedaan perbandingan karbon dan keramik menentukan nilai
resistansi, jika lebih banyak karbon maka nilai hambatan semakin
kecil dan juga sebaliknya.
→ Memiliki nilia induktasi yang kecil sehingga cocok untuk aplikasi
rangkaian frekuensi tinggi.
→ Memiliki kelemahan berupa perubahan nilai dan noise(ganguan
sinyal) saat terjadi kenaikan suhu.
→ Mudah dalam fabrikasi tetapi memiliki nilai toleransi (perbedaan
nilai tertera dan nilai ukur) yang besar.
Gambar bagian-bagian resistor Karbon
b. Resistor Film
→ Jenis resistor film untuk sebutan resistor yang terbuat dari
lembaran film dengan komposisi kimia berupa Metal film, Carbon
film, metal oxide film.
→ Jenis resistor yang biasanya terbuat dari lapisan nikel, timah
menjadi sebuah batang resistor keramik
→ Nilai hambatannya ditentukan oleh ketebalan lapisan konduktif
yang yang digunakan, semakin tebal semakin kecil nilai
resistensinya.
→ Toleransi nilai lebih kecil karena proses fabrikasi yang lebih teliti
→ Cocok digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi karena suhu
kerja lebih stabil
→ Sistem fabrikasi yang digunakan memungkinkan adanya resistor
jenis SMD.
Gambar bagian-bagian resistor Karbon
c. Resistor wire wound (Lilitan Kawat)
→ Jenis resistor yang menggunakan lilitan kawat (Nikel Chromium)
saja atau lilitan kawat (Nikel Chromium) yang dililitkan pada
batang keramik .
→ Nilai hambatan resistor jenis ini biasanya kecil from 0.01Ω to
100kΩ karena keterbatasan jumlah lilitan yang dapat diaplikasikan.
→ Lebih tahan untuk aplikasi rangkaian arus yang lebih tinggi.
→ Dikemas dengan tambahan pendingin alumunium untuk konsuksi
suhu panas.
→ Karena dibuat dari lilitan kabel maka akan bersifat seperti induktor
saat digunakan pada frekuensi tinggi.
2. Dilihat dari besaran nilainya
a. Resistor Tetap
Resistor tetap adalah resistor yang memiliki nilai tidak berubah.
Secara ideal resistor tetap memiliki nilai hambatan yang bernilai tetap
meskipun terdapat perubahan tegangan, arus, suhu, maupun
perubahan lingkungan sekitar resistor
b. Resistor Variabel
Resistor variabel adalah resistor yang memiliki nilai yang dapat
berubah-ubah. Nilai resistansi dapat berubah sesuai dengan
pengaturan atau berubah sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar.
Contoh resistor variabel:
→ Potensiometer
Merupakan adalah jenis yang paling umum dalam jenis resistor
variabel. Potensiometer memiliki 3 kaki, 2 kaki terluar memiliki nilai
tetap sesuai yang tertulis sedangkan kaki tengah merupakan kaki
variabel. Potensiometer biasanya digunakan untuk, pengaturan
volume pada amplifier, pengukuran sudut derajat.
→ Rheostat
Rheostat adalah jenis resistor variabel yang sudah tidak banyak
digunakan. Rheostat seperti potensiometer tetapi memiliki 2 kaki
konektor saja. Rheostat biasa digunakan untuk kontrol daya tegangan
arus bolak-balik, seperti lampu TL, bohlam, motor AC.
Saat ini rheostat sudah tidak banyak digunakan karena telah
ditemukan metode kontrol yang lebih efektif.
→ Thermistor
Thermistor merupakan resistor variabel yang nilai hambatanya
berubah menurut suhu disekitarnya. Thetmistor terbagi 2 jenis yaitu
NTC (Negatif Temperature Coefficient) dan PTC ( Positive Temperature
Coefficient). NTC turun nilai hambatanya saat suhu sekitarnya naik.
PTC naik nilai hambatanya saat suhu sekitarnya naik.
→ Magnetoresistor
Magneto resistor merupakan resistor variabel yang nilai hambatan
berubah saat ada medan magnet. Saat gaya magnet semakin besar,
nilai hambatan juga membesar. Digunakan untuk mendeteksi benda
logam dan megukur besar daya magnet.
→ Photoresistor
Photoresistor adalah jenis resistor yang nilai hambatan berubah jika
terkena cahaya, semakin terang/besar intensitas cahaya yang
mengenai permukaannya semakin kecil nilai hambatannya.
Dimanfaatkan sebagai saklar dan alat pengukur intensitas cahaya.
→ Humistor
Humistor adalah resistor variabel yang nilai hambatan berubah sesuai
perubahan kelembapan udara disekitarnya. Digunakan untuk
medeteksi nilai kelembapan yang ada di lingkungan sekitar
→ Force-Sensitive Resistor
Resistor yang dapat beubah nilai hambatanya dengan cepat saat
tekena daya tekan atau beban. Resistor jenis ini digunakan untuk me
ngukur berat, beban pada kendaraan, nilai kekuatan pukulan,
F. Pembacaan Nilai
a. Gelang Warna
Cara Hitung Gelang Resistor
1. 3 gelang = gelang ke 1 , gelang ke 2 x 10gelang ke 3
2. 4 gelang = gelang ke 1 , gelang ke 2 x 10gelang ke 3 //Toleransi
3. 5 gelang = gelang ke 1 , gelang ke 2 , gelang ke 3x 10gelang ke 4 //Toleransi
4. 6 gelang = gelang ke 1 , gelang ke 2 , gelang ke 3x 10gelang ke 4 //Toleransi
//koeffisien suhu
Contoh
4 gelang 27KOhm = 27000 Ohm
Merah, Ungu,Orange,Emas
2 ,7 ,3 , 5%
27 x 103 Ohm// 5%
27000 Ohm // 5% == 27KOhm
5 gelang 15KOhm = 15000 Ohm
Coklat, Hijau,Hitam,Merah,Emas
1 ,5 ,0 ,2 , 5%
150 x 102 Ohm// 5%
15000 Ohm // 5% == 15KOhm//5%
6 gelang 620KOhm = 620000 Ohm
Biru, Merah,Hitam,Orange,Coklat, Merah
6 ,2 ,0 ,3 , 1% , 50 ppm
620 x 103 Ohm// 1%// 50ppm/k
620000 Ohm // 1%// 50ppm/k == 620KOhm
/1%/50ppm/k
b. Kode Angka dan Huruf (Biasanya pada resistor daya tinggi)
Contoh pada badan resistor tertulis
5W R22 K = maka nilainya 0,22 Ohm dengan toleransi 10% dari nilainya,
daya maksimal pada rangkaian 5 Watt
10W 1R G = maka nilainya 1 Ohm dengan toleransi 2% dari nilainya,
daya maksimal pada rangkaian 10 Watt
10W 100 J = maka nilainya 100 Ohm dengan toleransi 5% dari nilainya,
daya maksimal pada rangkaian 10 Watt
c. Kode Resistor SMD
Contoh pada badan resistor tertulis
223 == 22 x 103 Ohm == 22000Ohm == 22 KOhm
4R7 == 4,7 Ohm
8202 == 820 x 102 Ohm == 82000Ohm ==82 KOhm
0R22 == 0,22 Ohm