0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan5 halaman

Panduan Simulasi Code Blue Puskesmas

Diunggah oleh

EkaHarisma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan5 halaman

Panduan Simulasi Code Blue Puskesmas

Diunggah oleh

EkaHarisma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SIMULASI CODE BLUE

[Link] :
No Revisi :
SOP Tanggal
:
Terbit
Halaman :

Puskesmas
Rancabali Ditanda tangani oleh: [Link]. Yuniar Sri Maulani
NIP.197106032002122006

Code blue response team atau tim code blue adalah suatu tim yang
dibentuk oleh puskesmas yang bertugas merespon kondisi code
A. Pengertian
blue didalam area puskesmas. Tim ini terdiri dari dokter dan perawat yang
sudah terlatih dalam penanganan kondisi cardiac respiratory arrest.
Untuk memberikan panduan baku bagi tim code blue dalam melaksanakan
tugas-tugasnya sebagai tim reaksi cepat jika code blue diaktifkan,
Membangun respon seluruh petugas di Puskesmas Rancabali pada
pelayanan kesehatan dalam keadaan gawat darurat, Mempercepat respon
B. Tujuan
time kegawatdaruratan di puskesmas untuk menghindari kematian dan
kecacatan yang seharusnya tidak perlu terjadi

C. Kebijakan
D. Referensi
E. Langkah- TATA LAKSANA (Prosedur) CODE BLUE :
langkah
Jika didapatkan seseorang atau pasien dalam
kondisi cardiac respiratory arrest maka perawat, Nakes atau first
responder berperan dalam tahap pertolongan, yaitu:

1. Petugas melakukan penilaian dini kesadaran korban.


2. Petugas Memastikan 3A , Aman diri, aman pasien, aman
lingkungan,
3. Petugas Melakukan cek respon penderita dengan memanggil
nama atau menepuk bahu.
4. Petugas meminta bantuan pertolongan perawat lain atau petugas
yang ditemui di lokasi untuk mengaktifkan code blue.
5. Petugas Lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sampai dengan
tim code blue datang.
6. Perawat ruangan yang lain, atau penolong kedua, segera
menghubungi operator / HT untuk mengaktifkan code blue, dengan
prosedur sebagai berikut:
o Perkenalkan diri.
o Sampaikan informasi untuk mengaktifkan code blue.
o Sebutkan nama lokasi terjadinya cardiac respiratory
arrest dengan lengkap dan jelas, yaitu: area ,nama lokasi
atau ruangan.
o Jika lokasi kejadian di ruangan rawat inap maka
informasikan : “ nama ruangan ….. nomor …. “.
o Waktu respon operator menerima telepon / HT adalah
harus secepatnya diterima, kurang dari 3 kali deringan
telepon.
o Jika lokasi kejadian berada di area ruang rawat inap
setelah menghubungi operator, perawat jaga segera
membawa troli emergensi (emergency trolley) ke lokasi dan
membantu perawat melakukan resusitasi sampai dengan
tim Code Blue datang. Operator menggunakan alat
telekomunikasi Handy Talky (HT) atau pengeras suara atau
berteriak mengatakan code blue dengan prosedur sebagai
berikut : “Code Blue, Code Blue, Code Blue, di area …..(no
bed ), nama lokasi atau ruangan…..”.
o Jika lokasi kejadian diruangan rawat jalan maka
informasikan : “Code Blue, Code Blue, Code Blue, di (nama
ruangan)
7. Sekitar 5 menit kemudian, operator menghubungi tim code
blue untuk memastikan bahwa tim code blue sudah menuju lokasi
terjadinya cardiac respiratory arrest
8. Jika lokasi terjadinya cardiac respiratory arrest adalah lokasi yang
padat manusia (public area) maka petugas
keamanan (security) segera menuju lokasi terjadinya untuk
mengamankan lokasi tersebut dan membawa pasien ke bed /
ruang UGD Puskesmas sehingga tim code blue dapat
melaksanakan tugasnya dengan aman dan sesuai prosedur.
9. Tim code blue melakukan tugasnya sampai dengan diputuskannya
bahwa resusitasi dihentikan oleh ketua tim code blue.
10. Untuk pelaksanaan code blue di area empat, Tim code
blue memberikan bantuan hidup dasar kepada pasien kemudian
segera ditransfer ke Instalasi Gawat Darurat.
11. Ketua tim code blue memutuskan tindak lanjut pasca resusitasi,
yaitu:
o Jika resusitasi berhasil dan pasien stabil maka dipindahkan
secepatnya maka pasien di rujuk ke rumah sakit yang
mempunyai fasilitas
o Jika resusitasi tidak berhasil dan pasien meninggal, maka
lakukan koordinasi dengan bagian bina rohani, kemudian
pasien dipindahkan ke kamar jenazah.
o Ketua tim code blue melakukan koordinasi dengan DPJP.
o Ketua tim code blue memberikan informasi dan edukasi
kepada keluarga pasien.
o Perawat ruangan mendokumentasikan semua kegiatan
dalam rekam medis pasien dan melakukan koordinasi
dengan ruangan pasca resusitasi.

F.1 Pelayanan Pendaftaran


F.2 Pelayanan Tindakan Medis
F. Unit Terkait
F.3 Pelayanan Persalinan
F.4 Pelayanan Farmasi
Tanggal Mulai
No Yang Dirubah Isi Perubahan
Diberlakukan

G. Rekaman
historis
perubahan
PENANGANAN CODE BLUE DI PUSKESMAS RANCABALI

KORLAP / CIRCULATION : H. ASEP


LEADER : DR YEDI
KOMPRESI : EKA H .30: 2
AIRWAYS /BREATHING: TEDI A
PENCATATAN / PELAPORAN : TRIANA

PEMEGANG HT

1. KORLAP : H ASEP
2. SECURITY : PA ASEP, PA IWAN
3. NAKES : PERAWAT POLI UMUM/ BIDAN KIA
4. DRIVER : HENDRA, YUSEP

CODE BLUE DIBAGI MENJADI DUA SITUASI

[Link] BENCANA

 PETUGAS MENEMUKAN KORBAN DITEMUKAN DENGAN


PENURUNAN KESADARAN, HENTI NAFAS / HENTI JANTUNG
 PETUGAS MENGAKTIVASI CODE BLUE/ LAPOR
KORLAP/OPERATOR MELALUI HT DENGAN MENGATAKAN “CODE
BLU, CODE BLUE, CODE BLUE DI ….. DENGAN JENIS KELAMIN
DAN JUMLAH KORBAN”
 KORLAP MENJAWAB CODE BLUE , DAN SOUNDING KE TIM CODE
BLUE MELALUI HT
 PETUGAS EVAKUASI KORBAN KE LINGKUNGAN YANG AMAN /
TITIK KUMPUL
 TIM CODE BLUE MENYIAPKAN EMERGENCY KIT/
PERLENGKAPAN CODE BLUE
 PETUGAS MEMULAI TINDAKAN RJP DENGAN 1 TIM CODE BLUE
LEADER : DR YEDI
KOMPRESI : EKA H .30: 2 SELAMA 2/ 3 SIKLUS
AIRWAYS /BREATHING: TEDI A
PENCATATAN / PELAPORAN : TRIANA
CIRCULATION & RUJUKAN ; H. ASEP

2. SITUSI PELAYANAN BIASA

 PETUGAS SECURITY MENEMUKAN LAPORAN DARI


PASIEN/KELUARGA ADA PASIEN YANG TIDAK ADA RESPON/
PENURUNAN KESADARAN
 PETUGAS SECURITY MENGAKTIVASI CODE BLUE KE KORLAP
DENGAN MENGATAKAN “CODE BLU, CODE BLUE, CODE BLUE DI
….. DENGAN JENIS KELAMIN DAN JUMLAH KORBAN”
 KORLAP MENJAWAB CODE BLUE , DAN SOUNDING KE TIM CODE
BLUE MELALUI HT DENGAN MENGATAKAN “CODE BLU, CODE
BLUE, CODE BLUE DI ….. DENGAN JENIS KELAMIN DAN JUMLAH
KORBAN” KEPADA TIM CODE BLUE DIHARAPKAN SEGERA
BERSIAP
 NAKES TERDEKAT MELAKUKAN CEK RESPON DAN NADI
KAROTIS,
 NAKES TERDEKAT MELAKUKAN RJP DAN BREATHING/ MOUTH
TO MOUTH
 PETUGAS SECURITY DAN NAKES . EVAKUASI KORBAN KE
LINGKUNGAN YANG AMAN ( UGD )
 PETUGAS MEMULAI TINDAKAN RJP DENGAN 1 TIM CODE BLUE
LEADER : DR YEDI
KOMPRESI : EKA H .30: 2
AIRWAYS /BREATHING: TEDI A
PENCATATAN / PELAPORAN : TRIANA
CIRCULATION & RUJUKAN ; H. ASEP

Anda mungkin juga menyukai