0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Penilaian Sikap Sosial Siswa Kelas 2

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Penilaian Sikap Sosial Siswa Kelas 2

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Contoh penilaian sikap sosial:

Tema :………..
Sikap : Jujur
N Nama Sumber penilaian Skala/
o siswa Obsevasi Penilaian Antar Jurnal predikat
diri teman
1 Egalita 4 3 2 3 3 3 4 3 (B)
2 Panji 2 3 3 2 2 2 2 2 (C)
Tema :…..
Sikap : Tanggung Jawab
No Nama Sumber penilaian Skala/ predikat
siswa Obsevasi Penilaian Antar teman Jurnal
diri
1 Egalita 4 3 2 3 3 3 4 3 (B)
2 Panji 2 3 3 2 2 3 2 3 (C)
Keterangan :
 Kolom pada skala/predikat diperoleh dari kecenderungan perilaku yang muncul dari
peserta didik setelah nilai sikap sosial pada satu tema diperoleh, maka akan
dituangkan dalam format rekap nilai sikap sosial per semester. Skala akhir/predikat
itu yang nanti akan digunakan untuk mengisi nilai aspek sosial di rapor (Kl.2). Nilai
sikap sosial merupakan akumulasi semua perilaku yang diamati (seperti: jujur,
disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri, dan lain-lain.)
 Dalam format di atas pada tema sikap jujur telah observasi sebanyak 3 kali, penilaian
diri sebanyak 1 kali, antaṛteman sebanyak 1 kali dan jurnal sebanyak 2 kali,
(frekuensi penilaian bergantung pada rancangan pembelajaran).

4. Rekapitulasi Nilai SIkap


No Nama Aspek Sikap yang dinilai Skala/Predikat
siswa 1 2 3 4 5
1 Egalita 3 3 3 4 3 3 (B)
2 Panji 2 2 4 3 3 3 (B)
Dst.
Keterangan :
1. Jujur
2. Tanggung Jawab
3. Displin
4. Santun
5. Peduli
Contoh nilai Sikap Panji:
Ananda sudah bisa menunjukkan perilaku yang baik, dan masih memerlukan
bimbingan dalam bertanggung jawab dan jujur
C. Pemanfaatan Hasil Penelitian
Penilaian kelas menghasilkan informasi pencapaian kompetensi peserta didik yang
dapat digunakan antara lain: (1) perbaikan (remedial) bagi indikator yang belum mencapai
kriteria ketuntasan, (2) pengayaan apabila mencapai kriteria ketuntasan lebih cepat dari waktu
yang disediakan, (3) perbaikan program dan proses pembelajaran, (4) pelaporan, dan (5)
penentuan kenaikan kelas.

1. Bagi Peserta Didik yang Memerlukan Remedial


Guru harus percaya bahwa setiap peserta didik dalam kelasnya mampu
mencapai kriteria ketuntasan setiap kompetensi, bila peserta didik
mendapat bantuan yang tepat. Misalnya, memberikan bantuan sesuai
dengan gaya belajar peserta didik pada waktu yang tepat sehingga
kesulitan dan kegagalan tidak menumpuk. Dengan demikian peserta didik
tidak frustrasi dalam mencapai kompetensi yang harus dikuasainya.
Remedial dilakukan oleh guru mata pelajaran, guru kelas, atau oleh
guru lain yang memiliki kemampuan memberikan bantuan dan mengetahui
kekurangan peserta didik. Remedial diberikan kepada peserta didik yang
belum mencapai kriteria ketuntasan belajar. Kegiatan dapat berupa tatap
muka dengan guru atau diberi kesempatan untuk belajar sendiri, kemudian
dilakukan penilaian dengan cara: menjawab pertanyaan, membuat
rangkuman pelajaran, atau mengerjakan tugas mengumpulkan data. Waktu
remedial diatur berdasarkan kesepakatan antara peserta didik dengan guru,
dapat dilaksanakan pada atau di luar jam efektif. Remedial hanya
diberikan untuk indikator yang belum tuntas.

2. Bagi Peserta Didik yang Memerlukan Pengayaan


Pengayaan dilakukan bagi peserta didik yang memiliki penguasaan lebih
cepat dibandingkan peserta didik lainnya, atau peserta didik yang mencapai
ketuntasan belajar ketika sebagian besar peserta didik yang lain belum.
Peserta didik yang berprestasi baik perlu mendapat pengayaan agar dapat
mengembangkan potensi secara optimal. Salah satu kegiatan pengayaan yaitu
memberikan materi tambahan, latihan tambahan atau tugas individual yang
bertujuan untuk memperkaya kompetensi yang telah dicapainya. Hasil
penilaian kegiatan pengayaan dapat menambah nilai peserta didik pada mata
pelajaran bersangkutan. Pengayaan dapat dilaksanakan setiap saat baik pada
atau di luar jam efektif. Bagi peserta didik yang secara konsisten selalu
mencapai kompetensi lebih cepat, dapat diberikan program akselerasi.

3. Bagi Guru
Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan
kegiatan pembelajaran. Misalnya, guru dapat mengambil keputusan terbaik
dan cepat untuk memberikan bantuan optimal kepada kelas daiam mencapai
kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum, atau guru harus
mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran, dan
memperbaiki program pembelajarannya. Oleh karena itu, program yang telah
dirancang, strategi pembelajaran yang telah disiapkan, dan bahan yang telah
disiapkan perlu dievaluasi, direvisi, atau mungkin diganti apabila ternyata
tidak efektif membantu peserta didik dalam mencapai penguasaan
kompetensi. Perbaikan program tidak perlu menunggu sampai akhir semester,
karena bila dilakukan pada akhir semester bisa saja perbaikan itu akan sangat
terlambat.
4. Bagi Kepala Sekolah
Hasil penilaian dapat digunakan Kepala sekolah untuk menilai kinerja
guru dan tingkat keberhasilan peserta didik.
D. pelaporan Hasil Penilaian
1) Laporan sebagai Akuntabilitas
Kurikulum 2013 yaitu berbasis kompetensi dirancang dan dilaksanakan dalam
kerangka manajemen berbasis sekolah, di mana peran-serta masyarakat di bidang
pendidikan tidak hanya terbatas pada dukungan dana saja, tetapi juga di bidang
akademik.
Unsur penting dalam manajemen berbasis sekolah adalah partisipasi masyarakat,
transparansi, dan akuntabilitas publik. Atas dasar itu, laporan kemajuan hasil belajar
peserta didik dibuat sebagai pertanggung jawaban lembaga sekolah kepada
orangtua/wali peserta didik, komite sekolah, masyarakat, dan instansi terkait lainnya.
Laporan kemajuan hasil belajar peserta didik merupakan sarana komunikasi dan sarana
kerja sama antara sekolah, orangtua, dan masyarakat yang bermanfaat baik bagi
kemajuan belajar peserta didik maupun pengembangan sekolah.
Pelaporan hasil belajar hendaknya:
a. Memerinci hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria yang
telah ditentukan, dikaitkan dengan penilaian yang bermanfaat
bagi pengembangan peserta didik.
b. Memberikan informasi yang jelas,komprehensif, dan
akurat.
c. Menjamin informasi yang akurat dan tepat waktu bagi orangtua, dan
secepatnya diketahui bilamana anaknya bermasalah dalam belajar.
2) Bentuk Laporan
Laporan kemajuan belajar peserta didik dapat disajikan dalam data
kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif disajikan dalam angka (skor),
misalnya seorang peserta didik mendapat nilai 6 (enam) pada mata pelajaran
matematika. Baik peserta didik maupun orangtua yang kurang memahami
makna angka tersebut dapat berkonsultasi dengan guru dan melihat buku nilai.
Hal ini perlu dilakukan agar orangtua dapat menindaklanjuti, apakah anaknya
perlu dibantu dalam bidang aritmetika, aljabar, geometri, statistika, atau hal
lain.
Agar peran serta masyarakat semakin meningkat, bentuk laporan harus
disajikan dalam bentuk yang lebih komunikatif (memuat catatan
guru/deskripsi), sehingga "profil" atau tingkat kemajuan belajar peserta didik
mudah terbaca dan dapat dipahami oleh orangtua atau pihak yang
berkepentingan (stakeholder).
Dari laporan tersebut, orangtua dapat mengidentifikasi kompetensi apa saja yang
belum dikuasai anaknya. Berdasarkan laporan tersebut, orangtua/wali dapat menentukan
jenis bantuan apa yang diperlukan anaknya, sedangkan di pihak anak, yang bersangkutan
dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya serta aspek mana yang perlu
ditingkatkan.
3) Isi Laporan
Pada umumnya orangtua menginginkan jawaban akurat atas pertanyaan berikut :
a. Bagaimana keadaan anak waktu belajar di sekolah secara akademik,
fisik, sosial, dan emosional?

Anda mungkin juga menyukai