MODUL IV
KEDATARAN DAN KEURUSAN
4.1 Dasar Teori
1. Mengetahui cara/teknik mengukur kelurusan dengan square level.
2. Mampu melakukan leveling (mendatarkan).
3. Mampu melakukan pengukuran kelurusan suatu garis dengan square level.
4.2 Dasar Teori
Suatu permukaan atau bidang dinyatakan rata atau datar bila perubahan
jarak tegak lurus dan titik itu terhadap sebuah bidang geometri yang sejajar
permukaannya, mempunyai harga di bawah suatu harga tertentu. Bidang geometri
dapat di wakilkan oleh sebuah plat rata tau meja datar atau oleh sekumpulan garis–
garis lurus yang dapat di peroleh dengan pertolongan suatu pelurusan, pendatar atau
sinar cahaya yang dipindah-pindahkan. Metode untuk mengukurnya dapat
dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur pendatar atau yang dinamkan square
level. Kelurusan suatu permukaan dapat diperiksa dengan beberapa cara. Dua cara
yang paling mudah untuk memeriksa kelurusan adalah dengan
memakai pendatar yang cermat (0.02 mm). Metode untuk mengukurnya dapat
dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur pendatar. Alat yang biasa digunakan
untuk pengukuran biasa disebut sebagai alat ukur, banyak jenis alat ukur yang
biasanya di jumpai.
4.2.1 Meja Datar
Meja datar atau surface plat adalah salah satu perangkat yang digunakan
dalam kalibrasi dan pengukuran dimensial. Fungsinya adalah sebagai datum atau
bidang acuan untuk pengukur yang dilakukan menggunakan alat ukur seperti
penggaris.
4.2.2 Square level
Square level adalah sebuah alat yang di rancang untuk menunjukan apakah
suatu permukaan horizontal atau vertikal. Berbagai jenis alat ini dapat digunakan
oleh tukang kayu, tukang batu, pekerja bangunan perdagangan lainnya, surveyor,
millwrights dan metal workers lainnya, dan dalam beberapa profesi vidiographic
atau fotografi.
4.2.3 Penggaris
Penggaris atau batang ukur adalah sebuah alat pengukur dan alat bantu
untuk mengukur kelurusan dalam meja datar atau menggambar garis.
4.2.4 Kunci pas
Alat yang teerbuat dari baja yang di keraskan dan di lapisi khrom atau nikel
agar tidak mudah aus dimana fungsinya kunci ini digunakan untuk memutar
(mengencangkan dan melepaskan) baut atau mur
4.3 Alat dan Bahan
Gambar 4.3. 1 Square Level
(Sumber: Lab. Metrologi Industri Teknik Mesin UII)
Gambar 4.3. 2 Meja Datar
(Sumber: Lab. Metrologi Industri Teknik Mesin UII)
Gambar 4.3. 3 Kunci Pas
(Sumber: Lab. Metrologi Industri Teknik Mesin UII)
Gambar 4.3. 4 Mistar
(Sumber: Lab. Metrologi Industri Teknik Mesin UII)
4.4 Langkah Percobaan
1. Persiapan Pengukuran
Persiapkan tempat untuk proses pengukuran
Periksa keberadaan alat sesuai dengan yang tercantum pada kartu alat.
Bila sesuai dengan yang tercantum pada kartu alat tersebut, isi kartu
pemakaian alat yang sudah di sediakan. Apabila belum lengkap
tanyakan kepada asisten.
Bersihkan peralatan dengan menggunakan wasth bensin
Tuliskan data alat ukur pada lembar kerja, Tabel 2
2. Pelaksanaan Pengukur
3. penyetelan Kedataran meja datar
Letakkan square level pada posisi sejajar dengan garis yang
menghubungkan dua kaki penyangga meja (kaki pertama dan kedua)
dan tegak lurus dengan garis yang menghubungkan garis [Link]
tanda posisi square level tersebut
Aturlah posisi gelembung tabung horizontal sehingga berada ditangan
tabung dengab cara menaikkan atau menurunkan salah satu penyangga
meja (kaki pertama atau kedua) dengan menggunakan kunci pas
Kemudian aturlah posisi gelembung tabung vertikal sehingga berada
ditengah tabung dengan cara menaikkan atau menurunkan kaki ketiga
penyangga meja
Ulangi prosedur tersubut hingga posisi gelembung udara tidak berubah
pada saat posisi square level dibalik
4. pengukuran kelurusan
1) Pengukuran Garis Diagonal (garis AC)
Pasang batang pembimbing pada garis diagonal (garis AC) meja rata
yang akan di periksa kelurusannya, atur sedemikian rupa sehingga
skala pada batang pembimbing melingkupi daerah pemeriksaan, dan
jepit pada sekitar ujung horizontal meja rata.
Beri selang kedudukan ujung ujung square level pada garis yang akan
digunkan selama pengukuran. Panjang selang adalah 30 mm dari
kedudukan sebelumnnya. Untuk garis AC digunkan lima belas selang.
Lakukan pembacaan posisi gelembung udara dengan urutan
pembacaan skala kiri yang di lanjutkan dengan pembaca skala kanan.
Pembacaan positif dan negative dapat di asumsikan sendiri
(penyimpanan ke kiri atau ke kanan).
Ulangi pembacaan posisi gelembung untuk selang-selang berikutnya
pada garis yang sama.
Setelah pembacaan pada selang terakhir, ulangi prosedur dengan
urutan selang terakhir ke selang terakhir ke selang pertama pada
garisnya.
Tuliskan hasil pengukuran tersebut pada table 2.
Lakukan analisis kelurusan
Tulisan hasil perhitungan pada lembar kerja, table 4.
Berdasarkan perhitungan tersebut gambarkan kesalahan kelurusan
pada grafik 1 dan tentukan harga kesalahan tersebut.
Berikan kesimpulan dari hasil pengukuran tersebut.
2) Pengukuran Garis Diagonal (garis BD)
Pasang batang pembimbing pada garis diagonal (garis BD) di meja
rata yang akan diperiksa kelurusannya, atur sedemikian rupa sehingga
skala pada batang pembimbing melingkupi daerah pemeriksaan dan
jepit padad sekitar ujung-ujung garis tersebut.
Beri selang kedudukan ujung-ujung square level yang akan digunakan
selama pengukuran garis ini. Panjang selang pengukuran tersebut
diukur sesuai dengan Panjang antara jarak ujung-ujung square level.
Untuk garis BD digunakan lima belas selang
Lakukan pembacaan posisi gelembung udara dengan urutan
pembacaan skala kiri yang di lanjutkan dengan pembaca skala kanan
Ulangi pembacaan posisi gelembunguntuk selang-selang berikutnya
pada garis yang sama (dua kali pembacaan pada masing-masing
selang: baca skala kiri, baca skala kanan).
Setelah pembacaan pada selang terakhir, ulangi prosedur dengan
urutan selang terakhir ke selang terakhir ke selang pertama pada garis
yang tersebut.
Tuliskan hasil pengukuran tersebut pada table 3.
Lakukan analisis kelurusan.
Tuliskan hasil perhitungan pada lembar kerja, tabel 5.
Berdasarkan perhitungan tersebut gambaran kesalahan kelurusan pada
grafik 2 dan tentukan harga kesalahan tersebut.
Berikan kesimpulan dari hasil pengukuran.
4.5 Analisis Data
4.1 Tabel 1 Hasil Pengukuran Garis AC
Pengukuran Maju Pengukuran Mundur
Posisi Rata-Rata
Skala Kiri Skala Kanan Skala Kiri Skala Kanan
1 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02
2 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02
3 -0.02 -0.02 -0.04 -0.04 -0.03
4 -0.02 -0.02 -0.04 -0.04 -0.03
5 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02
6 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02
7 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02
8 -0.04 -0.04 -0.02 -0.02 -0.03
9 -0.04 -0.04 -0.04 -0.04 -0.04
10 -0.04 -0.04 -0.04 -0.04 -0.04
11 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02
12 -0.02 -0.02 -0.04 -0.04 -0.03
13 -0.02 -0.02 -0.04 -0.04 -0.03
14 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02
15 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02 -0.02
AnalisisPengukuran:
,
1. Simpangan (+) = x − 0,02 = −0,04
,
,
2. Simpangan (-) = x − 0,02 = −0,02
,
,
3. Simpangan rata-rata = x − 0,02 = −0,02
,
4.2 Tabel 2 Hasil Pengukuran Garis BD
Pengukuran Maju Pengukuran Mundur
Posisi Rata-Rata
Skala Kiri Skala Kanan Skala Kiri Skala Kanan
1 -0.08 -0.08 -0.12 -0.12 -0.1
2 -0.1 -0.1 -0.12 -0.12 -0.11
3 -0.1 -0.1 -0.12 -0.12 -0.11
4 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1
5 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1
6 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1
7 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1
8 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1
9 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1
10 -0.08 -0.08 -0.1 -0.1 -0.09
11 -0.12 -0.12 -0.1 -0.1 -0.11
12 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1
13 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1 -0.1
14 -0.12 -0.12 -0.1 -0.1 -0.11
15 -0.12 -0.12 -0.08 -0.08 -0.1
AnalisisPengukuran:
,
1. Simpangan (+) = x − 0,01 = −0,12
,
,
2. Simpangan (-) = x − 0,02 = −0,02
,
,
3. Simpangan rata-rata = x − 0,02 = −0,02
,
4.6 Kesimpulan
1. Bisa memahami apa itu kedataran dan kelurusan benda
2. Bisa mengoptimalkan kedatran meja datar
3. Mampu menghitung kedataran benda
4.7 Daftar Pustaka
1. Malik, Ir. Adam. 2013. Diktat Praktikum Metrologi Industri.
2. Sudji Munadi. (1988). Dasar-Dasar Metrologi. Jakarta: Dirjendikti
Depdiknas.
3. Arief, Dodi Sofyan.2017. Buku Pandunan Praktikum Metrologi industry.
4.8 Lampiran