0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan10 halaman

Pengendalian Kualitas Statistik dalam Produksi

Pengendalian Kualitas Secara Statistik

Diunggah oleh

cpsqd6v5fb
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan10 halaman

Pengendalian Kualitas Statistik dalam Produksi

Pengendalian Kualitas Secara Statistik

Diunggah oleh

cpsqd6v5fb
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL VI

PENGENDALIAN KUALITAS SECARA STATISTIK

6.1 Tujuan praktikun


1. Mengetahui dan mampu menerapkan teknik pengendalian kualitas secara
stastistik dengan menggunakan control chart.
2. Mampu menganalisis kemampuan proses terhadap spesifikasi geometri
yang di inginkan.
6.2 Dasar teori
6.2.1 Pengendalian kualitas
pengendalian statistik merupakan Teknik penyelesaian masalah yang
digunakan untuk memonitor, mengendalikan, menganalisis, dan memperbaiki
produk dan prose menggunakan metode-metode statistik konsep terpenting dalam
pengendalian kualitas statistic adalah variabilitas, yaitu:
1) Variabilitas antar sampel (misalnya rata-rata atau nilai tengah)
2) Variable dalam sampel (misalnya range atau standar deviasi
Selanjutnya, penyelesaian masalah dalam staastisika mencakup dua hal, antara lain:
1) Melebihi batas pengendalian, jika dalam kondisi diluar kendali
2) Tidak melebihi batas pengendalian, jika proses dalam kondisi kendali
Stastisika merupakan bidang ilmu matematika yang bereperan dalam
mengumpulkan data, mengolah data, menganalisis dan menyimpulkan guna
mendapatkan gambaran data sampel yang mewakili diri dari data populasi yang di
teliti. Istilah-istilah dalam stastisika sangatlah banyak diantaranya:
a. Mean (nilai rata-rata)
Mean adalah jumlah sekumpulan data yang berbanding terbalik dengan jumlah
banyaknya data.
b. Median (nilai tengah)
Median adalah nilai tengah dari sebuah data dimana data tersebut sudah
diurutkan dari yang terkecil sampain terbesar begitu pun sebaliknya.
c. Standar deviasi (simpanan baku)
Standar deviasi merupakan suatu nilai stastisika yang mempresentasikan
simpangan dari sebuah data terkategori baik atau kurang baik
d. Modus
Modus merupakan nilai data yang paling banyak muncul atau paling banyak
jumlah frekuensinya.
e. Desil
Suatu data yang sudah diurutkan dari yang terkecil ke yang terbesar kemudian
dibagi.
f. Quartil
Quartil merupakan data yang berasal dari sekat data yang telah diurutkan dari
terkecil ke terbesar menjadi empat bagian yang sama. (Aden et al., n.d.)
Pada saat ini berbagai industry merancang dan mengimplementasikan Sistem
pengendalian kualitas untuk mengantisipasi tuntutan persaingan yang semakin
kompetitif serta dapat mengurangi kerugian dari biaya kualitas yang di sebabkan
oleh ketidaksesuaian produk. Tujuan dari pengendalian kualitas adalah untuk
menghasilkan produk yang seragam dengan melakuan identifikasi terhadap factor
kecacatan produk, meningkatkan hubungan dengan pelanggan, kenaikan profit
serta mengurangi biaya pengendalian kualaitas. (Gunawan, 2014)
6.3 Alat dan Bahan

Gambar 6.3. 1 Vernier Caliper


(Sumber: Lab. Metrologi Industri Teknik Mesin UII)

Gambar 6.3. 2 Tabung Pejal A


(Sumber: Lab. Metrologi Industri Teknik Mesin UII)

Gambar 6.3. 3 Tabung Pejal B


(Sumber: Lab. Metrologi Industri Teknik Mesin UII)
6.4 Langkah kerja
6.4.1 Persiapan pengukuran
 Persiapkan tempat untuk pengukuran
 Periksa keberadaan alat sesuai dengan yang tercantum pada kartu alat. Bila
sesuai dengan yang tercantum pada kartu alat tersebut, isi kartu pemakaian
alat yang sudah disediakan. Apabila belum lengkap tanyakan kepada
asisten.
 Bersihkan peralatan dengan menggunakan wash bensin.
 Tuliskan data alat ukur pada lembar kerja
6.4.2 Pelaksanaan pengukuran
 Pelajari pengukuran dengan menggunakan control chart
 Bersikan sisi-sisi tabung pejal
 Ukurlah diameter tabung pejal 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 yang dibuat pada mesin
bubut A dengan empat kali pengukuran pada tempat yang berbeda untuk
masing-masing tabung pejal.
 Tuliskan hasil pengukuran pada tabel 3
 Lakukan hal yang sama seperti point diatas pada semua tabung pejal yang
dibuat pada mesin bubut B dan C
 Tuliskan hasil pengukuran pada tabel 4 dan 5 masing-masing untuk tabung
pejal yang dibuat pada mesin bubut B dan mesin bubut C
6.4.3 Perhitungan hasil pengukuran
 Hitung rata-rata (𝑥̅) diameter setiap tabung pejal yang dibuat di mesin bubut
A
 Tuliskan hasil perhitungan pada kolom 𝑥̅ pada tabel 1.
 Tuliskan hasil pengkuadratan pada kolom 𝑥̅2di tabel yang sama
 Dari data rata-rata (𝑥̅) diameter setiap tabung pejal, hitung Kembali rata-rata
diameter (𝑥̿) tabung pejal yang dibuat di mesin bubut A
 Tuliskan hasil perhitungan di bagian perhitungan pada tabel 3
 Hitung standar deviasinya (δ) dengan menggunanakan rumus:
 Tuliskan hasil pengukuran standar deviasi (δ) di bagian perhitungan pada
tabel 3
 Hitung UPCL (Upper Process Capability Limit, batas kemampuan proses
atas) dan LPCL (Lower Process Capability Limit, batas kemampuan proses
bawah) dengan menggunakan
RUMUS:
 Tuliskan hasil perhitungan UPCL dan LPCL di bagian perhitungan pada
tabel 3.
 Dari hasil perhitungan UPCL dan LPCL, buatlah control chart di bagian
control chart pada tabel 1 dan plotkan data rata-rata (𝑋) setiap tabung pejal.
 Tuliskan kesimpulan apa yang didapat dari hasil control chart yang telah
dibuat.
 Lakukan hal yang sama seperti point diatas untuk tabel 4 dan 5
6.4.4 Analisis kemampuan proses.
 Anggap spesifikasi yang diinginkan adalah (terdapat pada tabel 6, kolom
spesifikasi)
 Dari nilai spesifikasi, niali-nilai UPCL dan LPCL buatlah distribusi daya
pada grafik 1 untuk proses di mesin bubut A, grafik 2 untuk proses di mesin
bubut B.
 Hitung nilai Cp dan Cpk dengan menggunakan rumus yang terdapat di
bagian rumus pada tabel 6.
 Tuliskan hasil perhitungan pada kolom Cp dan Cpk pada tabel 6.
 Dari nilai-nilai Cp dan Cpk yang didapatkan, buatlah analisis untuk
kemampuan proses tiap-tiap mesin di bagian analisi pada tabel 6.
6.5 Analisis Data
[Link] Hasil Pengukuran Tabung Pejal pada Mesin Bubut A
Tabung Pengukuran
𝑥̅ 𝑥̅
Pejal I II III IV
1 13,44 14,4 14,44 13,4 13,92 193,7664
2 12,8 12,66 12,56 12,6 12,655 160,149
3 12,7 12,5 12,52 12,5 12,555 157,628
4 12,36 12,3 12,3 12,28 12,31 151,5361
5 12 12,16 12 12,16 12,08 145,9264
6 12,56 12,5 12,5 12,46 12,505 156,375
Σ 𝑥̅ = 76,025 965,381
(Σ 𝑥̅ ) (76,025)
Σ 𝑥̅ − 965,381 −
𝑠= 𝑛 = 6 = 0,644
𝑛−1 5

𝑥̅
𝑥̿ = = 12,6
6

UPCL = 𝑥̿ + 6 ∗ 𝑠 = 16,464

LPCL = 𝑥̿ − 6 ∗ 𝑠 = 8,736

Control Chart

UPCL

LPCL
[Link] Hasil Pengukuran Tabung Pejal pada Mesin Bubut B
Tabung Pengukuran
𝑥̅ 𝑥̅
Pejal I II III IV
1 12,2 11,92 11,96 11,94 12,005 144,12
2 12,52 12,46 12,42 12,44 12,46 155,2516
3 12,62 12,56 12,54 12,56 12,57 158,0049
4 12,48 12,4 12,36 12,48 12,43 154,5049
5 12,46 12,52 12,48 12,48 12,485 155,8752
6 12,5 12,52 12,48 12,4 12,475 155,6256
74,425 923,3823
(Σ 𝑥̅ ) (74,425)
Σ 𝑥̅ − 923,38 −
𝑠= 𝑛 = 6 = 0,189
𝑛−1 5

𝑥̅
𝑥̿ = = 12,4
6

UPCL = 𝑥̿ + 6 ∗ 𝑠 = 13,534

LPCL = 𝑥̿ − 6 ∗ 𝑠 = 11,266

CONTROL CHART

LPCL

UPCL
6.5.2 Pembahasan
Proses percobaan pengendalian kualitas secara statistic ini dimulai dengan
menyiapkan alat dan bahan yaitu, alat yang digunakan adalah jangka sorong dengan
ketelitian 0,002 mm dan batang pejal berjumlah 6 buah dengan masing masing
kelompok diberikan 6 buah, pada proses praktikum kita perlu mengukur diameter
batang pejal yang telah dibubut sebanyak 4 kali percobaan, proses ini memerlukan
ketelitian dan kesabaran, setelah melakukan pengukuran pada batang pejal
hasil,dari pengukuran dimasukkan ke analisis data dengan rincian yaitu,
menuliskan hasil pengukuran sebanyak 4 kali yang telah dirata-rata untuk
mengetahui hasil dari 4 kali pengukuran, dilanjutkan dengan mencari standar
deviasi, selanjutnya praktikan mencari pengukuran dengan menggunakan Control
Chart. Kemudian menuliskan hasil ke analisis dilanjutkan dengan mencari UPCL
dan LPCL dan diakhiri dengan membuat grafik dari nilai Cp dan Cpk. Nilai Cp dan
Cpk berfungsi untuk mengetahui bahwa mesin bubut layak atau tidak
6.6 Kesimpulan
Pada praktikum ini dapat disimpulkan bahwa setiap tabung pejal memiliki
ukuran dan kualitas yang berbeda-beda, perbedaan ini menyebabkan setiap beyang
pejal memilki standar deviasi yang berbeda, perbedaan tersebut ada yang sangat
signifikat dan ada juga yang sangat minim perbedaanya. Hal ini dapat meyenbabkan
naik dan turunnya kualitas dari mesin bubut. Kenaikan dan penurunan dapat dilihat
pada hasil analisis dan juga grafik yang ada.
6.7 Daftar Pustaka
1. Aden, D., Si, S., Pd, M., Waryanto, H., Tabah, M. M., & Setiawan, H. (n.d.).
PENGENDALIAN KUALITAS.
2. UEU-paper-6522-EMA503_9_-_SQC. (n.d.).
3. Gunawan, C. (2014). Implementasi Pengendalian Kualitas dengan Metode
Statistik pada Proses Produksi Pakaan Bayi di PT. Dewi Murni Solo. Jurnal
Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 3(2). 1-14.

Anda mungkin juga menyukai