STUDI MINERALISASI TIPE ENDAPAN GREISEN DI BUKIT
MONYET KECAMATAN PANGKALAN BARU KABUPATEN
BANGKA TENGAH
Mardiah
Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung
Balunijuk, Kabupaten Bangka, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, 33172
e-mail: mardiah_geo@[Link]
ABSTRAK
Daerah penelitian terletak di Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah Propinsi Kepulauan
Bangka Belitung. Penelitian ini untuk mengetahui lebih rinci mengenai mineralisasi Bukit Monyet dan
kaitannya dengan keterdapatan mineral cassiterite sebagai mineral pembawa timah dan mineral
ikutannya. Penelitian ini direncanakan selama 6 bulan. Metode yang akan digunakan adalah metode
kualitatif dan kuantitatif terhadap beberapa conto batuan yang ada pada lokasi penelitian. Langkah yang
akan dilakukan meliputi studi literatur, penelitian lapangan berupa analisis litologi, struktur dan
mineralisasi . Prosedur pengambilan conto untuk dianalisis dilakukan secara acak , conto batuan yang
akan diuji dipilih berdasarkan banyaknya jenis batuan/litologi yang ada untuk diamati dan diteliti
kandungan mineralisasinya. Secara regional daerah penelitian terdiri dari sebuah bukit yang
diinterpretasikan sebagai sumber pembawa mineral timah. Dari hasil analisa litologi didapatkan bahwa
jenis batuan terdiri dari batupasir, batulempung dan granit. Hasil pengukuran struktur terhadap kekar –
kekar menunjukkan arah kelurusan utama Barat laut – Tenggara dan Timur Laut - Barat Daya. Arah
tegasannya ditunjukkan oleh sudut lancip dengan arah relatif Utara - Selatan. Hasil analisa geokimia
menggunakan XRD, mineral yang terkandung antara lain mineral kuarsa dengan persentase kandungan 83
– 24%, Albite 73 – 2% menunjukkan batuan bersifat asam. Mineral lempung yang hadir antara lain
kaolinite dan illite dengan kandungan 13 – 1% untuk kaolinite sedangkan illite berkisar 4 – 0,4 %,
sedangkan mineral lain yaitu kelompok Tourmaline paling tinggi mempunyai kandungan 20,27%.
Kata kunci: Mineralisasi, Bukit Monyet, mineral timah
PENDAHULUAN 1992), dimana rangkaian sabuk-sabuk sebaran granit
membentuk kelompok – kelompok granit yang berbeda
Propinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki terdistribusikan secara luas sebagai pluton dan batolit.
banyak potensi khususnya sumberdaya alam salah Granit pembawa timah mempunyai komposisi kisaran
satunya di bidang pertambangan (mineral logam dan kandungan SiO2 umumnya di atas 70%, yang kemudian
non-logam). Para peneliti yang telah melakukan dikorelasikan mempunyai kesamaan dengan sabuk
penelitian sebelumnya menemukan berbagai macam bagian tengah (main range provinces) dimana granit
mineral seperti ilmenit, zircon, magnetit, xenotime, pada sabuk ini dikenal sebagai granit tipe S yang
tourmaline, dan lainnya sebagai mineral ikutan timah. mengandung timah (Hutchison, 1989).
Saat ini mineral ikutan timah memang belum Menurut Sujitno (2015) dimasa Pleistocene sekitar
dimanfaatkan tetapi kandungan unsur logam maupun 800 ribu tahun yang lalu, Pulau Sumatera, Kalimantan
unsur radioaktifnya dapat digunakan pada masa yang bagian Barat, Kepulauan Riau dan Semenanjung Malaya
akan datang. Pendekatan yang dilakukan adalah survey pernah menjadi satu kesatuan jazirah Asia yang dikenal
dengan melakukan pemetaan geologi permukaan yang sebagai Paparan Sunda. Sungai yang mengalir bermata
bertujuan untuk mengumpulkan informasi geologi air di daratan Sumatera dan Kalimantan Barat, yang
daerah tersebut. Posisi pengamatan akan diplot kemudian bermuara di Laut Cina Selatan disekitar pulau
menggunakan GPS, fenomana geologi lain akan di data Anambas Natuna. Pada masa Kapur Atas sekitar 250
seperti struktur geologi batuan, tipe mineralisasi dan juta tahun yang lalu, terjadi penerobosan biotit-granit
pengambilan conto batuannya. Berdasarkan pembawa timah (Tin Bearing Granit). Timah yang
latarbelakang diatas peneliti tertarik untuk melihat terdapat pada mineralisasi pertama disebut timah primer
secara ilmiah melalui riset mengenai jenis batuan (Primary deposite). Intrusi yang membawa timah
pembawa mineralisasi di Bukit Monyet, khususnya pada dikenal sebagai tipe endapan greisen. Greisen adalah
batuan yang menerobos maupun yang diterobos tipe endapan penghasil utama logam timah dan tungsten,
(intrusi). Pendekatan yang dilakukan adalah survey umumnya satu unsur hadir lebih dominan. Endapan
dengan melakukan pemetaan geologi permukaan yang tersebut umumnya dibentuk pada kondisi bagian atas
bertujuan untuk mengumpulkan informasi geologi dari intrusi granit yang kadang disertai oleh
daerah tersebut. pembentukan stockwork. Beberapa ahli berpendapat,
Keberadaan pulau-pulau timah erat kaitannya dengan endapan timah greisen dan endapan timah dibentuk pada
sabuk bagian tengah Semenajung Malaysia yang bagian atas dari pluton granit, ketika tudung ( roof)
mempunyai umur kisaran 207 – 230 ma (Cobbing dkk, impermeable kumulat yang mengkristal awal telah
Prosiding Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat
Prosiding Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian Pada Masyarakat ISBN: 978-602-61545-0-7
terbentuk . Dibawah tudung itu leburan jenuh rekahan dan terisi oleh urat timah, pada bagian kontak
terakumulasi dan akhirnya mengkristal. sedimen, granit tidak bersifat granit lagi terbentuk
Menurut Sujitno (2015), endapan greisen merupakan rekagan seperti rambut dan pada kontak granit, batuan
endapan akibat penerobosan oleh magma granit terhadap sedimen sekitarnya tidak bersifat sedimen lagi.
batuan sedimen diatasnya, pada bagian atas terbentuk
Gambar 1. Lokasi penelitian
METODE PENELITIAN seperti peta geologi, hidrogeologi, dan survei lapangan,
pada daerah penelitian yang kemudian dikorelasikan
Dalam pelaksanaan penelitian, ada beberapa dengan data pengukuran lapangan, sehingga didapatkan
peralatan yang digunakan,diantarannya adalah : GPS, gambaran kondisi model mineralisasi didaerah
Palu geologi, Kompas, Lup, Palu (palu geologi), penelitian.
seperangkat alat untuk mengambil sampel batuan dan
mineral serta Alat XRD. Dalam penelitian ini, ada dua HASIL DAN PEMBAHASAN
macam data yang dibutuhkan yaitu data sekunder dan Data dan interpretasi data geologi
data primer, data sekunder berupa peta geologi lembar
Kabupaten Bangka Utara. Berdasarkan Peta Geologi, Hasil pengamatan data geologi pada daerah
terdapat beberapa jenis litologi yang masuk di wilayah penelitian dapat dijabarkan menjadi beberapa aspek
Kecamatan Pangkalan Baru. Data primer yang diantaranya topografi, geomorfologi, litologi, struktur
didapatkan dalam penelitian ini meliputi : data litologi geologi.
daerah penelitian, data struktur geologi, data 1. Topografi
geomorfologi, data singkapan dan conto batuan serta Dilihat dari kondisi alam sekitar daerah penelitian di
hasil analisa XRD conto batuan. Gambaran kondisi dapatkan bahwa lokasi penelitian terletak pada daerah
daerah penelitian dapat diperoleh dari interpretasi data bukit atau tinggian, kemudian daerah sekitarnya
yang dilakukan dengan melihat kondisi litologi, struktur merupakan daerah lembah dan pantai mencirikan suatu
geologi dan mineralisasi. Data tersebut kemudian di lingkungan pelapukan dan tererosi dengan kuat, Bukit
olah untuk memperoleh struktur yang berkembang, jenis Monyet yang mempunyai topografi tinggian atau bukit
litologi dan jenis mineral apa saja yang terkandung di mencirikan suatu kondisi batuan yang lebih tahan
daerah tersebut. Berdasarkan data pendukung lain terhadap pelapukan.
288 Pangkalpinang, 7 Oktober 2017
ISBN: 978-602-61545-0-7 Prosiding Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian Pada Masyarakat
Gambar 2. Topografi Daerah Sekitar Bukit Monyet
2. Geomorfologi formasi granit klabat mengintrusi/memotong pelapisan
Geomorfologi daerah penelitian hasil interpretasi formasi tanjung genting. Tubuh bijih yang memanjang
data lapangan menggambarkan bahwa daerah membentuk struktur vein (urat) dan stockwork dan
penelitian merupakan bagian dari kawasan erosi dikenali sebagai suatu bentuk pengendapan fluida
dengan proses erosi dominan oleh air hujan dan air hidrotermal. Intrusi batuan beku asam granit dengan
laut. Ditandai dengan material lepas yang meliputi tipe S ini banyak mengandung unsur alumunium dan
keseluruhan daerah ini, berupa endapan lempung, pasir disusun oleh mineral Quartz, Kaolinite, Illite,
halus hingga pasir berukuran sangat kasar. Muscovite, Albite, Zircon. Satuan batuan sedimen
3. Stratigrafi terdiri atas perselingan batuan lempung-lanau
Pada lokasi penelitian terdapat juga batuan beku berstruktur laminasi dan batu pasir kuarsa yang telah
asam yaitu granit yang mengintrusi batuan sedimen terkekarkan dan terlipatkan dengan sumbu lipatan
diperkirakan berumur Trias – Yura, dengan warna abu hampir tegak akibat dari proses tektonik. Struktur
– abu gelap, mempunyai derajat kristalisasi geologi yang mendominasi pada daerah ini yaitu
holokristalin, mempunyai tekstur umum equigranular, kekar/rekahan dan sedikit sesar minor serta menjadi
porfiritik didominasi mineral kuarsa. Singkapan Granit suatu kontrol mineralisasi primer dengan arah
tersingkap yang baik pada daerah penelitian, dimana kelurusan umum utara-selatan
.
Gambar 3. A : Singkapan Batupasir; B: Singkapan Batulempung dan C: Singkapan Granit
4. Struktur Geologi
Analisa pola kelurusan merupakan hasil interpretasi menunjukkan arah utama Barat laut – Tenggara dan
dari pengamatan kekar – kekar di singkapan batuan yang Timur Laut - Barat Daya. Arah tegasannya ditunjukkan
ada dilokasi penelitian. Adapun hasil interpretasi kekar oleh sudut lancip dengan arah relatif Utara - Selatan.
Pangkalpinang, 7 Oktober 2017 289
Prosiding Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian Pada Masyarakat ISBN: 978-602-61545-0-7
Gambar [Link] analisis kekar
5. Mineralisasi Bukit Monyet
Pada pengamatan megaskopis mineral yang terdapat pada urat-urat di batuan sedimen juga pada granit berupa
pada daerah penelitian dapat diidentifikasikan menjadi 2 fenokris dan mineral opaq, gambar 5: A, B dan C
yaitu mineral felsik terdiri dari kuarsa yang terdapat menunjukkan singkapan batuan yang terisi oleh mineral.
Gambar 5. A: Urat Kuarsa B: Urat mineral opaq C: Urat Kuarsa
290 Pangkalpinang, 7 Oktober 2017
ISBN: 978-602-61545-0-7 Prosiding Seminar Nasional Penelitian & Pengabdian Pada Masyarakat
Tabel 1. Hasil analisa XRD kelompok Tourmaline paling tinggi mempunyai
No. Mineral Persentase kandungan 20,27%.
Sampel KESIMPULAN
Quartz 62,74% 1. Hasil pengamatan lapangan dan analisa
Albite 15,75% megaskopis bahwa litologi daerah penelitian
Kaolinite 13,66% mempunyai litologi antara lain: batupasir,
Illite 4,89% batulempung dan granit
1
Muscovite 1,22% 2. Hasil analisa yang dilakukan dilapangan didapat
Microklin 0,88% daerah penelitian mempunyai struktur geologi
Zircon 0,72% berupa kekar dengan arah kelurusan utama Barat
Tourmaline 0,13% laut – Tenggara dan Timur Laut - Barat Daya. Arah
Quartz 70,40% tegasannya ditunjukkan oleh sudut lancip dengan
Tourmaline 20,27% arah relatif Utara - Selatan.
Albite 5,07% 3. Berdasarkan hasil analisa XRD pada 5 sampel
2 Microklin 1,87% batuan didapat jenis mineral yang terkandung
Kaolinite 1,02% antara lain: mineral kuarsa dengan persentase
Illite 0,70% kandungan 83 – 24%, Albite 73 – 2%
Muscovite 0,35% menunjukkan batuan bersifat asam. Mineral
Zircon 0,33% lempung yang hadir antara lain kaolinite dan illite
Quartz 51,44% dengan kandungan 13 – 1% untuk kaolinite
Albite 41,34% sedangkan illite berkisar 4 – 0,4 %, sedangkan
Kaolinite 3,04% mineral lain yaitu kelompok Tourmaline paling
3 Illite 1,57% tinggi mempunyai kandungan 20,27%.
Muscovite 1,15%
Microklin 0,80%
REFERENSI
Zircon 0,41%
Tourmaline 0,25% Cobbing, E.J., Ph'field, P.E.J., Darbyshire, D.P.F &
Albite 73,56% Mallick, D.I.J. 1992. The granites of the Southeast
Quartz 24,31% Asian Tin Belt. Overseas Memoirs of the British
Kaolinite 0,82% Geological Survey, 10.
4 Illite 0,43% Curray, J.R., Moore, D.G., Lawver, L.A., Emiviel, F.J.,
Muscovite 0,43% Raitt, R.W.,Henry, M. & Kieckheffer, R. 1979.
Microklin 0,22% Tectonics of the Andaman Sea and Burma. In:
Zircon 0,19% Waatkins, J.S., Montadert, L. & Dickenson,
Tourmaline 0,05% P.W.(eds) Geological and Geophysical
Quartz 83,93% Investigations of Continental Margins. American
Kaolinite 6,98% Association of Petroleum Geologists. Memoirs, 29,
Illite 3,53% pp. 189-198.
5 Muscovite 2,31% Katili, 1980. Geotectonics of Indonesia,10
Albite 2,25% Osberger, R., 1965. On the Geology of the Indonesian
Microklin 0,83% Part of the Great Tingirdle and on Tinplacer-deposits
Tourmaline 0,11% - A Symposium. Bandung, UPTB, Unpubl. Rep., 151
Zircon 0,06% pp.
Sartika, Desi, 2014. Pengaruh Ukuran Butir dan
Karakteristik Umpan Bijih Timah Terhadap
Analisa Geokimia Peningkatan Kadar Konsentrat (SnO2) Setelah Proses
Analisa geokimia dilakukan dengan melakukan Pemisahan dengan Menggunakan Jig Hartz. Skripsi
pengujian menggunakan alat XRD. Pengujian yang Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Bangka
dilakukan pada 5 sampel batuan yang mewakili tiap Belitung. Bangka Belitung.
litologi dan diindikasikan mengandung mineral yang Sujitno, S., 2015. Bahan Presentasi Workshop.
diselidiki. Adapun hasil analisa dari ke 5 sampel tersebut Pangkalpinang
terlihat dalam tabel 1. Dari 5 sampel yang dianalisa Stemprok, M. 1987. Greisenization: a review. Geol.
mayoritas mineral yang terkandung terdiri dari kuarsa Rundschau, 76 (1),pp. 169 – 175
dengan persentase kandungan 83 – 24%, Albite 73 – 2% Taylor, R., 1979. Geology of Tin Deposit, New York ,
menunjukkan batuan bersifat asam. Mineral lempung Elsevier. p. 20
yang hadir antara lain kaolinite dan illite dengan
kandungan 13 – 1% untuk kaolinite sedangkan illite
berkisar 4 – 0,4 %, sedangkan mineral lain yaitu
Pangkalpinang, 7 Oktober 2017 291