100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
228 tayangan242 halaman

Modul Pendaftaran dan Peredaran Pakan

Diunggah oleh

Sonny Handoko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
228 tayangan242 halaman

Modul Pendaftaran dan Peredaran Pakan

Diunggah oleh

Sonny Handoko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL

Pendaftaran Pakan dan


Cara Pembuatan Pakan
Yang Baik (CPPB)
2024

Kementerian Pertanian
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
Direktorat Pakan
SAMBUTAN DIREKTUR PAKAN

Amanah UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan


Kesehatan Hewan, bahwa pakan yang beredar harus memenuhi
standar/persyaratan teknis minimal serta menerapkan cara
pembuatan pakan yang baik. Untuk mewujudkan hal tersebut
Direktorat Pakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan
didukung PRISMA menyusun modul pendaftaran pakan dan Cara
Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB). Saya mengharapkan modul
ini dapat digunakan sebagai pedoman oleh pengawas mutu pakan
dalam melakukan pembinaan dan pendampingan kepada
produsen pakan utamanya produsen pakan skala UMKM.

Pengawas mutu pakan merupakan garda terdepan pemerintah


dalam melakukan pembinaan dan pendampingan untuk
mewujudkan pakan yang beredar bermutu dan aman. Oleh sebab
itu kompetensi pengawas mutu pakan perlu terus ditingkatkan,
salah satunya melalui penyusunan modul pendaftaran pakan dan
CPPB ini.

Kementerian Pertanian mengucapkan terima kasih kepada


PRISMA (program kerja sama Pemerintah Indonesia – melalui
Kementerian PPN/Bappenas – dengan Pemerintah Australia –
melalui Department of Foreign Affairs and Trade – untuk
pertumbuhan pasar pertanian inklusif di Indonesia) atas dukungan
i
dalam pengembangan modul ini. PRISMA memfasilitasi
keterlibatan produsen pakan bersama Kementerian Pertanian
dalam penyusunan modul.

Demikian saya sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya saya


ucapkan terima kasih.

Direktur Pakan

Drh. Nur Saptahidhayat

ii
DAFTAR ISI
SAMBUTAN DIREKTUR PAKAN ................................................ i

DAFTAR ISI ............................................................................... iii

MODUL 1 PENDAFTARAN DAN PEREDARAN PAKAN ........... 4

MODUL 2 TITIK KRITIS PENGUJIAN DALAM PROSES


PENDAFTARAN........................................................................ 57

MODUL 3 SISTEM LAYANAN PERIZINAN CPPB DAN

NPP ......................................................................................... 78

MODUL 4 LOKASI, BANGUNAN, HIGIENE, DAN

SANITASI ................................................................................. 143

MODUL 5 BAHAN PAKAN, PRODUKSI PAKAN, DAN


PENGAWASAN MUTU ............................................................ 168

MODUL 6 PERSONALIA, INSPEKSI INTERNAL, DAN


PENGAMATAN TERHADAP HASIL PENGAMATAN,

KELUHAN, DAN PENARIKAN KEMBALI PAKAN YANG

BEREDAR................................................................................ 213

iii
iv
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ...................................................................................... 5

DAFTAR GAMBAR ........................................................................... 6

DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................ 7

PENDAHULUAN .............................................................................. 8

A. Latar Belakang ................................................................ 8


B. Tujuan ........................................................................... 10
C. Materi Pokok dan Submateri Pokok .............................. 10

PENDAFTARAN PAKAN ................................................................ 11

A. Tata Cara Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan......... 12


B. Persyaratan Pendaftaran Pakan ................................... 18
C. Tata Cara Pendaftaran Pakan ....................................... 22

PEREDARAN PAKAN ................................................................... 23

PELAPORAN ................................................................................. 25

PENUTUP ...................................................................................... 31

LAMPIRAN ..................................................................................... 32

Modul 1
Pendaftaran dan Peredaran Pakan
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Contoh pakan yang disegel dan diberi Label ....... 16

Gambar 2 Alur pendaftaran pakan ........................................ 21

Gambar 3 Tampilan website SIMPAKAN Direktorat Pakan ... 26

Gambar 4 Tampilan menginput Username dan Password yang


dimiliki pelaku usaha ............................................................. 27

Gambar 5 Tampilan dashboard system setiap pelaku usaha 28

Gambar 6 Tampilan pemilihan jenis ternak dan jenis pakan

yang dapat dipilih oleh pelaku usaha .................................... 28

Gambar 7 Tampilan pelaku usaha melakukan input jumlah

produksi pakan ...................................................................... 29

Gambar 8 Tampilan pelaku usaha melakukan input rataan

harga pakan .......................................................................... 30

Gambar 9 Tampilan pelaku usaha melakukan input distribusi


pakan sampai lokasi kabupaten ............................................ 30

Modul 1
Pendaftaran dan Peredaran Pakan
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Nama, kode, dan warna dasar label pakan ........ 32
Lampiran 2 Format surat Permohonan Pengambilan Contoh 45
Lampiran 3 Format surat tugas Pengambilan Contoh ............ 46
Lampiran 4 Format berita acara Pengambilan Contoh ........ 47
Lampiran 5 Format surat Pengajuan Permohonan Pengujian 48
Lampiran 6 Format Sertifikat Lulus Pengujian ....................... 49
Lampiran 7 Format Laporan Hasil Pengujian ......................... 51
Lampiran 8 Format Label Toll Manufacturing ......................... 52
Lampiran 9 Format label pakan ............................................. 53
Lampiran 10 Format kemasan ............................................... 54
Lampiran 11 Contoh Surat Permohonan Username SPORA . 55

Modul 1
Pendaftaran dan Peredaran Pakan
PENDAHULUAN

1
A. Latar Belakang
Pakan merupakan bagian integral dari
rantai makanan dan keamanannya
menjadi tanggungjawab bersama. Oleh
sebab itu produksi pakan seperti halnya
produksi pangan harus memenuhi standar mutu dan
keamanan yang telah ditetapkan. Mutu dan keamanan
pakan adalah prasyarat untuk keamanan pangan dan
kesehatan manusia, serta kebutuhan untuk kesehatan dan
kesejahteraan hewan. Mutu dan keamanan pakan yang
beredar akan memberikan jaminan bagi para peternak dan
pelaku usaha peternakan, serta terhindar dari kerugian
akibat penggunaan pakan/bahan pakan yang tidak
memenuhi standar.

Salah satu jaminan mutu dan keamanan pakan adalah


Nomor Pendaftaran Pakan (NPP) yang merupakan
persyaratan bagi pakan yang diproduksi untuk diedarkan.
Dasar hukum NPP adalah: (1) Undang-Undang Nomor 18
Tahun 2009 jo Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014

8
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan; (2) Peraturan
Menteri Pertanian Nomor 22 Tahun 2017 tentang
Pendaftaran dan Peredaran Pakan; dan (3) Peraturan
Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2021 tentang Standar
Kegiatan Usaha dan Standar Produk pada
Penyelenggaraan Perizinan Usaha bidang Pertanian.

Jumlah pelaku usaha yang melakukan produksi dan


peredaran pakan setiap tahun selalu meningkat. Sampai
dengan Tahun 2023 jumlah pelaku usaha berdasarkan data
Sistem Pendaftaran Online (SIMPOL) Direktorat Jenderal
Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) sebanyak 121
pelaku usaha yang terdiri dari 24 skala Usaha Mikro, Kecil
dan Menengah (UMKM) dan 97 Non UMKM. Oleh sebab itu
perlu terus dilakukan peningkatan pemahaman pengawas
mutu pakan dan/atau petugas yang menangani pakan
khususnya tingkat kabupaten/kota dan pelaku usaha terkait
persyaratan dan tata cara pendaftaran dan peredaran
pakan.

Saat ini upaya peningkatan pemahaman belum optimal dan


belum menyentuh pengawas mutu pakan dan/atau petugas
yang menangani pakan khususnya tingkat kabupaten/kota

9
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
dan pelaku usaha skala UMKM karena keterbatasan sumber
daya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan
menyusun Modul Pendaftaran dan Peredaran Pakan.
Melalui modul ini diharapkan pengawas mutu pakan
dan/atau petugas yang menangani pakan kabupaten/kota
serta pelaku usaha skala UMKM dapat lebih memahami
serta menerapkan persyaratan dan tatacara pendaftaran
dan peredaran pakan.

B. Tujuan
Tujuan penyusunan modul pendaftaran dan peredaran
pakan ini adalah untuk:

1. memberikan pemahaman kepada pengawas mutu


pakan dan/atau petugas yang menangani pakan di
pusat, provinsi dan khususnya di kabupaten/kota
tentang persyaratan dan tata cara pendaftaran dan
peredaran pakan; dan
2. menjadi panduan sederhana dan mudah dipahami oleh
pelaku usaha skala UMKM dalam persyaratan dan tata
cara pendaftaran dan peredaran pakan.

10
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
C. Materi Pokok dan Submateri Pokok
1. Pendaftaran Pakan
a. Tata cara pengujian mutu dan keamanan pakan
b. Persyaratan pendaftaran pakan
c. Tata cara pendaftaran pakan
2. Peredaran Pakan
3. Pelaporan Produksi Pakan

11
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
PENDAFTARAN PAKAN
Pendaftaran pakan terdiri dari tata cara
pengujian mutu dan keamanan
persyaratan pendaftaran pakan; dan tata cara
pendaftaran pakan. Adapun
dijelaskan sebagai berikut:
secara
pakan;

rinci
2
A. Tata Cara Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan
1. Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan dilakukan oleh
Lembaga Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan.
Lembaga Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan adalah
laboratorium milik Pemerintah atau Pemerintah Daerah
yang telah terakreditasi untuk menyelenggarakan
pelayanan pengujian mutu dan keamanan pakan. Hasil
pengujian mutu dan keamanan pakan berupa Sertifikat
Lulus Pengujian.
2. Laboratorium Pemerintah dan Pemerintah Daerah yang
dapat menerbitkan Sertifikat Lulus Pengujian, antara
lain:

12
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
NO Laboratorium Lokasi
1 Balai Pengujian Mutu Jalan MT Haryono
dan Sertifikasi Pakan nomor 98 Burangkeng,
(BPMSP) Kecamatan Setu,
Kabupaten Bekasi,
Jawa Barat 17320
2 Laboratorium Pakan Jalan Ahmad Yani
Dinas Peternakan nomor 202,
Provinsi Jawa Timur Kecamatan Gayungan,
Surabaya, Jawa Timur
60235
3 UPTD Balai Jalan Tangkuban
Pengujian Mutu dan Perahu Km. 22 Desa
Keamanan Cikole, Kecamatan
Pakan/Bahan Pakan Lembang, Bandung
(BPMKP/BP) Cikole Barat, Jawa Barat
40391
4 Laboratorium Jalan Syech Nawai Al
Pengujian Mutu Bantani, Kawasan
Pakan Ternak Pertanian Terpadu
(LPMPT) UPTD (SITANDU) Curug,
Pengujian Pakan dan Kota Serang, Banten
Pembibitan Ternak 42171

3. Parameter pengujian mutu dan keamanan pakan sesuai


dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau
Persyaratan Teknis Minimal (PTM) sesuai dengan
Keputusan Menteri Pertanian No. 452 Tahun 2023
tentang Penetapan Persyaratan Teknis Minimal Mutu

13
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
dan Keamanan Pakan, Bahan Pakan dan Benih
Tanaman Pakan Ternak pada Lampiran 1.
4. Tata cara pengujian mutu dan keamanan pakan:
a. Pelaku usaha mengajukan permohonan
pengambilan contoh pakan kepada kepala dinas
kabupaten/kota dengan tembusan kepala dinas
provinsi secara tertulis. Format surat permohonan
pengambilan contoh pada Lampiran 2.
b. Kepala dinas kabupaten/kota setelah menerima
permohonan, menugaskan Pengawas Mutu Pakan
(wastukan) atau Petugas Pengambil Contoh (PPC)
yang bersertifikat untuk melakukan pengambilan
contoh pakan dengan surat tugas sesuai dengan
Lampiran 3. Apabila di daerah/wilayah tersebut tidak
terdapat wastukan/PPC kepala dinas
kabupaten/kota dapat meminta bantuan kepada:
1) Wastukan atau PPC yang bersertifikat dari dinas
kabupaten/kota terdekat; atau
2) Wastukan atau PPC yang bersertifikat dari dinas
provinsi; atau
3) Wastukan atau PPC yang bersertifikat dari
pemerintah pusat.

14
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
c. Contoh pakan yang telah diambil oleh
wastukan/PPC dikemas, disegel, diberi keterangan
(jenis, kode pakan, nama wastukan/PPC, tanggal
pengambilan, berat contoh, pemilik contoh, lokasi)
seperti pada Gambar 1. Kemudian contoh
diserahkan kepada pelaku usaha disertai dengan
berita acara pengambilan contoh pakan (Lampiran
4) dan surat tugas.
Contoh pakan yang diambil paling kurang 600 gram
untuk contoh padatan, sedangkan untuk contoh
semi padat/basah paling kurang 2 kilogram.
Kemudian contoh pakan dibagi dua dengan jumlah
yang sama, untuk dikirim ke laboratorium dan
disimpan sebagai arsip pelaku usaha.

15
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
Gambar 1 Contoh pakan yang disegel dan diberi label

d. Pelaku usaha setelah menerima contoh, selanjutnya


mengajukan permohonan pengujian kepada Kepala
Lembaga Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan
sesuai format pada Lampiran 5.
e. Setelah contoh pakan diterima dan pelaku usaha
telah melakukan pembayaran, Kepala Lembaga
Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan melakukan
pengujian mutu dan keamanan pakan.
f. Jika hasil Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan
sesuai SNI atau PTM, Kepala Lembaga Pengujian
Mutu dan Keamanan Pakan menerbitkan Sertifikat

16
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
Lulus Pengujian sesuai format pada Lampiran 6.
Sertifikat Lulus Pengujian berlaku untuk jangka
waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal diterbitkan.
g. Jika hasil Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan
tidak sesuai dengan SNI atau PTM, Kepala
Lembaga Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan
memberikan Laporan Hasil Pengujian (LHP) sesuai
format pada Lampiran 7.
h. Pelaku usaha setelah menerima LHP dapat
melakukan pengajuan permohonan pengujian
ulang.
i. Biaya pengujian dan penerbitan Sertifikat Mutu dan
Keamanan Pakan yang dilakukan oleh Lembaga
Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan dibebankan
kepada pelaku usaha sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.

17
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
B. Persyaratan Pendaftaran Pakan
Untuk memperoleh NPP pelaku usaha harus memenuhi
persyaratan umum dan persyaratan khusus atau
persyaratan teknis produk, proses, dan/atau jasa.
1. Persyaratan Umum meliputi:
a. Surat permohonan kepada Direktur Jenderal
melalui Lembaga Online Single Submission (OSS).
b. Nomor Induk Berusaha (NIB).
2. Persyaratan Khusus atau Persyaratan Teknis Produk,
Proses, dan/atau Jasa meliputi:
a. Pendaftaran Pakan dalam Negeri
1) Non UMKM
a) Sertifikat Lulus Pengujian
b) Sertifikat Cara Pembuatan Pakan yang
Baik (CPPB) Type A
c) Contoh label
d) Jenis bahan pakan yang digunakan dan
persentase
e) Jenis pelengkap pakan dan imbuhan pakan
yang digunakan
2) UMKM
a) Sertifikat Lulus Pengujian

18
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
b) Minimal Sertifikat CPPB Type B
c) Contoh label
d) Jenis bahan pakan yang digunakan dan
persentase
e) Jenis pelengkap pakan dan imbuhan pakan
yang digunakan
Apabila pelaku usaha dalam memproduksi pakan
dilakukan melalui kerja sama/kontrak (Toll
Manufacturing) dengan produsen pakan, maka
selain persyaratan pada poin a atau b juga
melampirkan yaitu:
1) Perjanjian kerja sama/kontrak (Toll
Manufacturing)
2) Sertifikat CPPB produsen pakan penerima
kontrak (Type A untuk Non UMKM dan Type B
untuk UMKM)
3) Pada contoh label dicantumkan alamat produsen
pakan penerima kontrak dan alamat Pelaku
Usaha pemilik produk pakan format sesuai
dengan Lampiran 8.

19
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
b. Pendaftaran Pakan Impor
1) Certificate Of Analysis dari laboratorium yang
ditunjuk Negara Asal
2) Sertifikat Good Manufacturing Practices (GMP)
dari Negara Asal
3) Contoh label
4) Jenis bahan pakan yang digunakan dan
persentase
5) Jenis pelengkap pakan dan imbuhan pakan yang
digunakan
c. Pengalihan Nomor Pendaftaran Pakan
Pengalihan NPP dapat dilakukan jika pelaku usaha
pemegang NPP diakuisisi, pailit atau merger.
Persyaratan pengalihan NPP sebagai berikut:
1) Pernyataan dari pemohon sebagai pemilik NPP
bahwa bersedia mengalihkan NPP.
2) Pernyataan dari perusahaan penerima
pengalihan NPP bahwa bersedia menerima
pengalihan NPP.
3) Akte notaris tentang kesepakatan pengalihan
NPP antara pemilik NPP dengan perusahaan
penerima pengalihan NPP.

20
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
Contoh label sesuai dengan Lampiran 9 untuk produksi
pakan dalam negeri, toll manufacturing, pakan impor
paling kurang memuat:
a NPP;
b merek dagang;
c Nama dan alamat perusahaan/produsen dan/atau
Pelaku Usaha pemasukan/ pengeluaran;
d jenis dan kode pakan;
e kandungan nutrisi;
f kandungan aflatoksin;
g bahan pakan yang digunakan;
h imbuhan pakan yang digunakan;
i berat bersih;
j cara penggunaan; dan
k tanggal dan kode produksi.

21
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
C. Tata Cara Pendaftaran Pakan
Pendaftaran pakan dilakukan melalui aplikasi
[Link] yang terintegrasi dengan SIMPOL PKH.
Alur pendaftaran pakan sesuai dengan bagan sebagai
berikut:

Gambar 2. Alur Pendaftaran Pakan

Alur tata cara pendaftaran pakan selengkapnya mengikuti


modul 4 tentang Tata Cara Pengajuan Sertifikasi Cara Pembuatan
Pakan Yang Baik (CPPB) dan Pendaftaran Pakan.

22
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
PEREDARAN PAKAN

3
Pakan yang diedarkan harus memenuhi
persyaratan:
1. Cara Pembuatan Pakan yang Baik;
Memiliki sertifikat CPPB dan menerapkan
unsur-unsur CPPB sesuai dengan
peraturan perundang undangan.
2. Kemasan;
Pakan dikemas dengan menggunakan kemasan yang dapat
mempertahankan mutu dan keamanan pakan. Untuk pakan
yang tidak dikemas (curah) harus dijamin mutu dan
keamanannya (disegel) serta dilengkapi dokumen yang
menyatakan informasi penandaan sesuai dengan label.
Kemasan terbuat dari bahan yang tidak toksik (beracun),
kedap air, kuat/tidak mudah rusak dan tidak bocor.
Untuk pakan unggas dan babi wajib dicantumkan frasa
“DILARANG DIGUNAKAN UNTUK PAKAN TERNAK
RUMINANSIA (SAPI, KERBAU, KAMBING DAN
DOMBA)”

dengan huruf kapital dan diberi warna merah. Format


kemasan sesuai dengan Lampiran 10.
23
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
3. Label;
Label pakan harus:
a. dibuat dari bahan yang tidak mudah rusak;
b. mudah dibaca;
c. ditulis atau dicetak dengan menggunakan Bahasa
Indonesia;
d. ditempatkan pada bagian yang mudah dilihat.

24
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
PELAPORAN
Pelaporan Produksi, Distribusi dan Harga

4
Pakan dilaporkan melalui Sistem Informasi
Produksi dan Harga Pakan (SPORA).
Pelaporan dilakukan oleh pelaku usaha. Tata
cara pelaporan melalui SPORA sebagai
berikut:
1. Pembuatan akun SPORA dilakukan oleh admin SPORA
dengan cara pelaku usaha mengajukan permohonan
melalui surat kepada Direktur Pakan dengan melampirkan
data sebagai berikut:
a. Nama Produsen Pakan
b. Kategori Pengguna:
1) Non UMKM
2) UMKM
3) Koperasi
c. Alamat Produsen Pakan
d. Nama Penanggungjawab Pelaporan
e. Nomor Telepon Penanggungjawab Pelaporan
f. Email perusahaan/orang Penanggungjawab Pelaporan
g. Kapasitas Terpasang (ton/tahun)

25
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
h. Kapasitas Produksi (ton/tahun)
Contoh surat permohonan pembuatan akun SPORA sesuai
dengan Lampiran 11.
2. Setelah menerima permohonan, Admin SPORA membuat
username dan password untuk penanggungjawab
pelaporan.
3. Penanggungjawab pelaporan melakukan pelaporan melalui
website [Link] kemudian
memilih menu SPORA.

Gambar 3. Tampilan Website SIMPAKAN Direktorat Pakan

26
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
Gambar 4. Tampilan Menginput Username dan Password
yang dimiliki pelaku usaha

4. Penanggungjawab pelaporan terlebih dahulu menginput


jenis pakan yang diproduksi pada menu “master jenis
pakan”.

27
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
Gambar 5. Tampilan Dashboard Pelaku Usaha

Gambar 6. Tampilan Pemilihan Jenis ternak dan Jenis Pakan


yang dapat dipilih oleh Penanggungjawab Pelaporan

28
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
5. Penanggungjawab pelaporan menginput data produksi,
harga dan distribusi pakan per bulan. Pelaporan paling
lambat pada tanggal 10 bulan berikutnya.
6. Pelaporan produksi
Data yang dilaporkan adalah jumlah produksi pakan per
jenis pakan dalam satuan ton per bulan

Gambar 7. Tampilan Pelaku Usaha melakukan input Jumlah


Produksi Pakan

7. Pelaporan harga
a) Data yang dilaporkan adalah rataan harga per jenis
pakan per bulan dalam satuan rupiah/kilogram.
b) Harga yang dilaporkan adalah harga ditingkat
produsen/loco.

29
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
Gambar 8. Tampilan Pelaku Usaha melakukan input Rataan
Harga Pakan

8. Pelaporan distribusi
Data yang dilaporkan adalah realisasi jumlah pakan yang
didistribusikan sampai ke tingkat wilayah kabupaten/kota
dalam satuan ton.

Gambar 9. Tampilan Pelaku Usaha melakukan input Distribusi


Pakan sampai lokasi kabupaten

30
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
PENUTUP
Modul Pendaftaran dan Peredaran Pakan

5
disusun sebagai acuan bagi pengawas mutu
pakan dan/atau petugas yang menangani
pakan di kabupaten/kota, provinsi, dan
pusat, serta pelaku usaha UMKM dalam tata
cara pendaftaran dan pelaporan pakan,
serta ketentuan peredaran pakan. Diharapkan melalui
penyusunan modul ini dapat menjadi panduan yang lebih
sederhana dan mudah dipahami utamanya untuk pelaku usaha
UMKM yang baru mendaftarkan pakan.

31
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
LAMPIRAN
Lampiran 1 Nama, Kode dan Warna Dasar Label Pakan

No.
No Nama Pakan Kode Pakan Warna Label
SNI
SNI
Pakan ayam ras petelur - Bagian 1 : Sebelum masa awal (Layer pre
1 1.0 P0 Kuning Muda 8290.1
starter)
:2016
SNI
2 Pakan ayam ras petelur - Bagian 2 : Masa awal (Layer starter) 1.1 P1 Kuning Muda 8290.2
:2016
SNI
3 Pakan ayam ras petelur – Bagian 3 : Dara (Layer grower) 1.2 P2 Kuning Muda 8290.3
:2016
SNI
4 Pakan ayam ras petelur – Bagian 5 : Masa produksi (Layer) 1.3 P3 Kuning Muda 8290.5
:2016
SNI
Pakan konsentrat - Bagian 4 : Ayam ras petelur dara (Layer grower
5 1.4 KP2 Kuning Muda 3148.4
concentrate)
:2016

32
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
No.
No Nama Pakan Kode Pakan Warna Label
SNI
SNI
Pakan konsentrat - Bagian 3 : Ayam ras petelur masa produksi (Layer
6 1.5 KP3 Kuning Muda 3148.3
concentrate)
:2016
SNI
7 Pakan ayam ras petelur – Bagian 4 : Sebelum produksi (Pre layer) 1.6 PL Kuning Muda 8290.4
:2016
SNI
Pakan ayam ras petelur – Bagian 6 : Setelah puncak produksi (Layer
8 1.7 P4 Kuning Muda 8290.6
post peak)
:2016
9 Pakan Semi Complete ayam petelur masa produksi 1.8 KP4 Kuning Muda PTM
BR0-1 SNI
Pakan ayam ras pedaging (broiler) - Bagian 1 : sebelum masa awal
10 2.0 Biru Muda 8173-
(pre starter) BR0-2 1:2022
BR1-1 SNI
11 Pakan ayam ras pedaging (broiler) - Bagian 2 : masa awal (starter) 2.1 Biru Muda 8173-
BR1-2 2:2023
BR2-1 SNI
12 Pakan ayam ras pedaging (broiler) - Bagian 3 : masa akhir (finisher) 2.2 Biru Muda 8173-
BR2-2 3:2023
SNI
Pakan konsentrat - Bagian 5 : Ayam ras pedaging (Broiler
13 2.3 KBR Biru Muda 3148.5
concentrate)
:2016

33
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
No.
No Nama Pakan Kode Pakan Warna Label
SNI
BRS1-1 SNI
14 Pakan ayam buras - Bagian 1 : Starter 3.1 Kuning Tua 7783-
BRS1-2 1:2022
BRS2-1 SNI
15 Pakan ayam buras - Bagian 2 : Grower 3.2 Kuning Tua 7783-
BRS2-2 2:2022
BRS3-1 SNI
16 Pakan ayam buras - Bagian 3 : Masa bertelur (layer) 3.3 Kuning Tua 7783-
BRS3-2 3:2022
17 Pakan konsentrat ayam buras petelur 3.4 KBRS4 Kuning Tua PTM
18 Pakan konsentrat ayam buras pedaging 3.5 KBRS5 Kuning Tua PTM
SNI
19 Pakan meri petelur (laying duck starter) 4.1 IP1 Hijau Muda 3908:2
017
SNI
20 Pakan itik petelur dara (laying duck grower) 4.2 IP2 Hijau Muda 3909:2
017
SNI
21 Pakan itik petelur masa produksi (Duck layer) 4.3 IP3 Hijau Muda 3910:2
017
22 Pakan konsentrat itik petelur masa produksi 4.4 KIP-1 Hijau Muda

34
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
No.
No Nama Pakan Kode Pakan Warna Label
SNI
SNI
KIP-2 7782:2
022
23 Pakan konsentrat itik pedaging 4.5 KIPBR Hijau Muda PTM
SNI
24 Pakan itik pedaging starter 4.6 IBR1 Hijau Muda 8507:2
018
SNI
25 Pakan itik pedaging penggemukan 4.7 IBR2 Hijau Muda 8508:2
018
PP1-1 SNI
26 Pakan anak puyuh (quail starter) 5.1 Hijau Tua 3905:2
PP1-2 023
PP2-1 SNI
27 Pakan puyuh pertumbuhan (quail grower) 5.2 Hijau Tua 3906:2
PP2-2 022
PP3-1 SNI
28 Pakan puyuh bertelur (quail layer) 5.3 Hijau Tua 3907:2
PP3-2 023
29 Pakan konsentrat puyuh grower 5.2.2 KPP2 Hijau Tua PTM
30 Pakan konsentrat puyuh petelur 5.3.3 KPP3 Hijau Tua PTM

35
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
No.
No Nama Pakan Kode Pakan Warna Label
SNI
B1-1 SNI
31 Pakan anak babi prasapih (pig prestarter) 6.1 Merah Muda 3911:2
B1-2 023
6.2 B2-1 SNI
32 Pakan anak babi sapihan (pig starter) Merah Muda 3912:2
B2-2 023
6.3 B3-1 SNI
33 Pakan babi pembesaran (pig grower) Merah Muda 3913:2
B3-2 023
B4-1 SNI
34 Pakan babi penggemukan (pig finisher) 6.4 Merah Muda 3914:2
B4-2 023
B5-1 SNI
35 Pakan babi induk - Bagian 1 : Babi bunting (pregnant sow ration) 6.5 Merah Muda 3915-
B5-2 1:2023
B6-1 SNI
36 Pakan babi pejantan (boar ration) 6.6 Merah Muda 3916:2
B6-2 023
B7-1 SNI
Pakan babi menyusui - Bagian 2 : Babi menyusui (lactating sow
37 6.7 Merah Muda 3915-
ration) B7-2 2:2023
38 Pakan konsentrat - Bagian 2 : Sapi potong penggemukan 7.1 KSPT1-1 Coklat

36
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
No.
No Nama Pakan Kode Pakan Warna Label
SNI
KSPT1-2 SNI
3148-
KSPT1-3 2:2022
KSPT2-1 SNI
39 Pakan konsentrat - Bagian 2 : Sapi potong induk 7.2 KSPT2-2 Coklat 3148-
KSPT2-3 2:2022
SNI
40 Pakan konsentrat - Bagian 2 : Sapi potong pejantan 7.3 KSPT3 Coklat 3148-
2:2022
KSP1-1 SNI
41 Pakan konsentrat - Bagian 1 : Sapi perah pemula - 1 8.1 Putih 3148-
KSP1-2 1:2022
KSP2-1 SNI
42 Pakan konsentrat - Bagian 1 : Sapi perah pemula - 2 8.2 Putih 3148-
KSP2-2 1:2022
KSP3-1 SNI
43 Pakan konsentrat - Bagian 1 : Sapi perah dara 8.3 Putih 3148-
KSP3-2 1:2022
KSP4-1 SNI
44 Pakan konsentrat - Bagian 1 : Sapi perah laktasi 8.4 KSP4-2 Putih 3148-
KSP4-3 1:2022

37
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
No.
No Nama Pakan Kode Pakan Warna Label
SNI
SNI
45 Pakan konsentrat - Bagian 1 : Sapi perah pejantan (bull) 8.7 KSP6 Putih 3148-
1:2022
46 Pakan Konsentrat Sapi Donor 8.8 KSPD Putih PTM
47 Pakan Konsentrat Sapi Resipien 8.9 KSPR Putih PTM
PSP1-1 SNI
Pakan bibit induk (parent stock) ayam ras tipe petelur - Bagian 1 :
48 9.1 Kuning Muda 7700-
Starter PSP2-2 1:2023
PSP2-1 SNI
Pakan bibit induk (parent stock) ayam ras tipe petelur - Bagian 2 :
49 9.2 Kuning Muda 7700-
Grower PSP2-2 2:2023
PSP3-1 SNI
Pakan bibit induk (parent stock) ayam ras tipe petelur - Bagian 3 :
50 9.3 Kuning Muda 7700-
Pullet PSP3-2 3:2023
PSP4-1 SNI
Pakan bibit induk (parent stock) ayam ras tipe petelur - Bagian 4 : Pre
51 9.4 Kuning Muda 7700-
layer PSP4-2 4:2023
PSP5A-1
PSP5A-2 SNI
Pakan bibit induk (parent stock) ayam ras tipe petelur - Bagian 5 :
52 9.5 Kuning Muda 7700-
Masa Bertelur (layer) PSP5B-1 5:2023
PSP5B-2

38
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
No.
No Nama Pakan Kode Pakan Warna Label
SNI
PSP5C-
1
PSP5C-
2
PSP6-1 SNI
Pakan bibit induk (parent stock) ayam ras tipe petelur - Bagian 6 :
53 9.6 Kuning Muda 7700-
Jantan PSP6-2 6:2023
PSBR1-
SNI
Pakan bibit induk (parent stock) ayam ras tipe pedaging - Bagian 1 : 1
54 10.1 Biru Muda 7652-
Starter 1 PSBR1-
1:2023
2
PSBR2-
SNI
Pakan bibit induk (parent stock) ayam ras tipe pedaging - Bagian 2 : 1
55 10.2 Biru Muda 7652-
Starter 2 PSBR2-
2:2023
2
PSBR3-
SNI
Pakan bibit induk (parent stock) ayam ras tipe pedaging - Bagian 3 : 1
56 10.3 Biru Muda 7652-
Grower PSBR3-
3:2023
2
Pakan bibit induk (parent stock) ayam ras tipe pedaging - Bagian 4 : PSBR4-
57 10.4 Biru Muda
Pre layer 1

39
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
No.
No Nama Pakan Kode Pakan Warna Label
SNI
SNI
PSBR4-
7652-
2
4:2023
PSBR5A
-1
PSBR5A
SNI
Pakan bibit induk (parent stock) ayam ras tipe pedaging - Bagian 5 : -2
58 10.5 Biru Muda 7652-
Layer PSBR5B
5:2023
-1
PSBR5B
-2
PSBR6-
SNI
Pakan bibit induk (parent stock) ayam ras tipe pedaging - Bagian 6 : 1
59 10.6 Biru Muda 7652-
Jantan PSBR6-
6:2023
2
SNI
60 Pakan bibit induk itik petelur starter 11.1 PSIP1 Hijau Muda 8821:2
019
SNI
61 Pakan bibit induk itik petelur grower 11.2 PSIP2 Hijau Muda 8821:2
019

40
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
No.
No Nama Pakan Kode Pakan Warna Label
SNI
SNI
62 Pakan bibit induk itik petelur layer 11.3 PSIP3 Hijau Muda 8821:2
019
SNI
63 Pakan bibit induk itik pedaging starter 12.1 PSIPB1 Biru Muda 8820:2
019
SNI
64 Pakan bibit induk itik pedaging grower 12.2 PSIPB2 Biru Muda 8820:2
019
SNI
65 Pakan bibit induk itik pedaging layer 12.3 PSIPB3 Biru Muda 8820:2
019
SNI
66 Pakan kelinci pertumbuhan atau muda 13.1 PK1 Abu-Abu 8509:2
018
SNI
67 Pakan kelinci pemeliharaan atau dewasa 13.2 PK2 Abu-Abu 8510:2
018
SNI
68 Pakan kelinci bunting dan menyusui 13.3 PK3 Abu-Abu 8510:2
018

41
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
No.
No Nama Pakan Kode Pakan Warna Label
SNI
SNI
69 Pakan kuda anak 14.1 KD1 Coklat Muda 8817:2
019
SNI
70 Pakan kuda muda 14.2 KD2 Coklat Muda 8817:2
019
SNI
71 Pakan kuda dewasa 14.3 KD3 Coklat Muda 8817:2
019
SNI
72 Pakan kuda bunting 14.4 KD4 Coklat Muda 8817:2
019
SNI
73 Pakan kuda menyusui 14.5 KD5 Coklat Muda 8817:2
019
SNI
75 Pakan kuda pejantan 14.6 KD6 Coklat Muda 8817:2
019
SNI
76 Pakan kuda performa sedang 14.7 KD7 Coklat Muda 8817:2
019

42
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
No.
No Nama Pakan Kode Pakan Warna Label
SNI
SNI
77 Pakan kuda peforma berat 14.8 KD8 Coklat Muda 8817:2
019
KB1-1 SNI
Pakan konsentrat babi - Bagian 1 : Anak babi sapihan, pembesaran
78 15.1 Merah Muda 7780-
dan penggemukan KB1-2 1:2023
KB2-1 SNI
79 Pakan konsentrat babi - Bagian 2 : Induk 15.2 Merah Muda 7780-
KB2-2 2:2022
SNI
80 Pakan Burung Berkicau Mutu I 16 BB1 Hijau Tua 8512:2
018
SNI
81 Pakan Burung Berkicau Mutu II 16 BB2 Hijau Tua 8512:2
018
SNI
82 Konsentrat anak kambing perah 17.1 KKP1 Ungu Muda 8818:2
019
SNI
83 Konsentrat kambing perah laktasi 17.2 KKP2 Ungu Muda 8818:2
019
84 Pakan Konsentrat Kambing Pejantan 17.3 KKP3 Ungu Muda PTM

43
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
No.
No Nama Pakan Kode Pakan Warna Label
SNI
SNI
Oranye
85 Konsentrat domba penggemukan 18.1 KDP 8819:2
(Jingga)
019
Oranye
86 Pakan Konsentrat Domba Lepas Sapih 18.2 KDP2 PTM
(Jingga)
Oranye
87 Pakan Konsentrat Domba Bunting 18.3 KDP3 PTM
(Jingga)
Oranye
88 Pakan Konsentrat Domba Pejantan 18.4 KDP4 PTM
(Jingga)
89 Pakan konsentrat kerbau perah laktasi 19.1 KKRP Putih PTM
90 Silase Jagung 19.1 SJ Abu-Abu Tua PTM
91 Pakan konsentrat kerbau potong 19.2 KKPT Coklat PTM
92 Silase Shorgum 19.2 SS Abu-Abu Tua PTM
93 Silase Rumput 19.3 SR Abu-Abu Tua PTM
94 Silase Hijauan Campuran 19.4 SC Abu-Abu Tua PTM
95 Hay Legume 19.5 HL Abu-Abu Tua PTM
96 Hay Rumput 19.6 HR Abu-Abu Tua PTM
97 Green concentrate 19.7 GC Abu-Abu Tua PTM
98 Pakan komplit fermentasi 19.8 PKF Abu-Abu Tua PTM

44
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
No.
No Nama Pakan Kode Pakan Warna Label
SNI
99 Pakan komplit starter (sapi/kerbau) 20.1 PSPT1 Coklat PTM
100 Pakan komplit penggemukan (sapi/kerbau) 20.2 PSPT2 Coklat PTM
101 Pakan komplit sapi perah laktasi 21.1 PKSP1 Putih PTM
102 Pakan komplit sapi perah masa kering 21.2 PKSP2 Putih PTM
103 Susu pengganti/Milk replacer 22.1 MR Putih PTM

45
Modul 1 Pendaftaran dan Peredaran Pakan
Lampiran 2 Format Surat Permohonan Pengambilan Contoh

46
Lampiran 3 Format Surat Tugas Pengambilan Contoh

47
Lampiran 4 Format Berita Acara Pengambilan Contoh Pakan

48
Lampiran 5 Format Surat Pengajuan Permohonan Pengujian

Nomor :
Tanggal/Bulan/Tahun

Lampiran :-

Hal : Permohonan Pengujian Pakan

Kepada Yth,

Kepala (Nama Lembaga Pengujian Mutu dan Keamanan


Pakan)

di

Tempat

49
Lampiran 6 Format Sertifikat Lulus Pengujian

50
51
Lampiran 7 Format Laporan Hasil Pengujian

52
Lampiran 8 Format Label Toll Manufacturing

53
Lampiran 9 Format Label Pakan

54
Lampiran 10 Format Kemasan

55
Lampiran 11 Contoh Surat Permohonan Username SPORA

56
57
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ....................................................................................... 58
DAFTAR TABEL ................................................................................ 59
PENDAHULUAN ............................................................................... 60
A. Latar Belakang .................................................................. 60
B. Tujuan ............................................................................... 61
C. Materi Pokok dan Submateri Pokok ................................... 61

TITIK KRITIS PENGUJIAN DALAM PROSES PENDAFTARAN


PAKAN .............................................................................................. 62
A. Proses Produksi ................................................................ 62
B. Pengambilan dan Pengemasan Contoh ............................ 64
C. Pengujian di Lembaga Pengujian Mutu dan
Keamanan Pakan .............................................................. 70

PENUTUP ......................................................................................... 74
LAMPIRAN 1 HOMOGENITAS MIXER.............................................. 75

58
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Daftar Nomor Acak................................................................... 66

Tabel 2 Jumlah Contoh yang Harus Diambil ......................................... 67

Tabel 3 Jumlah Kemasan Kecil yang Harus Diambil dari Jumlah

yang Ada ............................................................................................... 67

Tabel 4 Jumlah Kemasan Kecil yang Diambil untuk setiap

Karton ................................................................................................... 67

59
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu persyaratan untuk
mendapatkan Nomor Pendaftaran Pakan
(NPP) adalah sertifikat lulus pengujian
mutu dan keamanan pakan. Sertifikat
lulus pengujian mutu dan keamanan
pakan diterbitkan oleh Lembaga
1
Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan jika pakan yang
diuji kandungan nutrisinya telah sesuai dengan Standar
Nasional Indonesia (SNI) atau Persyaratan Teknis Minimal
(PTM).
Berdasarkan data dari laboratorium pakan yang telah
menerbitkan sertifikat lulus pengujian pada tahun 2023,
rata-rata tingkat kelulusan pengujian mutu dan keamanan
pakan dalam proses pendaftaran pakan adalah 789 sampel
(65,75%) dari 1.200 sampel pakan yang diuji. Pemerintah
menargetkan tingkat kelulusan pengujian pakan sebesar
100%.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyusun


modul pengujian mutu dan keamanan pakan dalam proses
60
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
pendaftaran pakan. Modul ini menjelaskan titik-titik kritis
yang menyebabkan ketidaklulusan pengujian antara lain
pada saat produksi, pengambilan dan pengemasan
sampel, serta proses pengujian.

B. Tujuan
Tujuan penyusunan modul pengujian pakan ini adalah:
1. memberikan pemahaman kepada pengawas mutu
pakan dan/atau petugas yang menangani pakan di
pusat, provinsi dan khususnya di kabupaten/kota serta
Lembaga Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan
tentang titik kritis pengujian pakan dalam proses
pendaftaran pakan; dan
2. menjadi panduan sederhana dan mudah dipahami oleh
pelaku usaha skala Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
(UMKM) tentang titik kritis pengujian pakan dalam
proses pendaftaran pakan.
C. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok
Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Tujuan
Titik Kritis Pengujian dalam Proses Pendaftaran Pakan
A. Proses Produksi
61
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
B. Pengambilan dan Pengemasan Contoh
C. Pengujian

TITIK KRITIS PENGUJIAN DALAM


PROSES PENDAFTARAN PAKAN
Pengujian pakan merupakan salah satu
syarat untuk memperoleh NPP. Dalam
pelaksanaannya
ketidaksesuaian
dengan standar
sering
hasil
yang
terjadi
pengujian
berlaku.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan
2
dan menjadi titik kritis antara lain proses produksi, pengambilan
dan pengemasan contoh pakan, serta pengujian pakan.

A. Proses Produksi
1. Pemilihan dan Penyimpanan Bahan Pakan
a. Pelaku usaha memiliki dan menerapkan standar yang
telah ditetapkan dalam penerimaan bahan pakan.
b. Pelaku usaha melakukan pemeriksaan secara fisik
atau pengujian bahan pakan secara internal dan/atau
eksternal secara berkala atau mendapatkan hasil
pengujian bahan pakan dari pemasok.
62
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
c. Pelaku usaha melakukan penyimpanan bahan pakan
guna mencegah penurunan mutu bahan pakan,
antara lain mempertahankan kadar air yang rendah.
2. Formulasi pakan
a. Formula pakan disusun dengan mempertimbangkan
kelayakan harga, kontinuitas ketersediaan dan mutu
bahan pakan.
b. Kandungan nutrisi pakan mengacu kepada SNI atau
PTM.
c. Pelaku usaha melakukan pengujian mutu dan
keamanan pakan.
d. Apabila terjadi ketidaksesuaian hasil uji dengan
standar pakan, pelaku usaha melakukan reformulasi
pakan.
3. Proses produksi pakan sesuai CPPB
a. Penimbangan bahan pakan menggunakan timbangan
yang telah ditera atau dikalibrasi.
b. Pencampuran pakan dilakukan secara homogen.
Untuk memastikan perlu dilakukan uji homogenitas
pakan menggunakan mixer. Indikasi homogenitas
pakan dapat dilakukan melalui cara:
1) Menghitung kandungan garamnya (NaCl)

63
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
2) Mengukur kandungan mineral perunut (tracer)
3) Melihat rata-rata dan koefisien variasi (CV).
Homogenitas dikatakan baik apabila CV < 10%.
c. Pakan yang sudah diproduksi agar segera dikemas
untuk menghindari kontaminasi.
d. Pakan disimpan dengan menggunakan palet, tidak
rapat dinding, dan tidak terkena sinar matahari
langsung.

B. Pengambilan dan Pengemasan Contoh


1. Pengambilan Contoh Pakan
a. Teknik pengambilan contoh pakan mengacu pada SNI
19-0428 Petunjuk Pengambilan Contoh Padatan
b. Pengambilan contoh dilakukan oleh petugas yang
bersertifikat dan ditugaskan oleh pejabat pada instansi
berwenang.
c. Prinsip pengambilan contoh pakan harus mewakili
dari suatu populasi pakan.
d. Peralatan yang digunakan dalam pengambilan contoh
harus bebas dari kontaminan baik fisik maupun
kimiawi dan menggunakan alat pengambil contoh
yang sesuai seperti pada gambar dibawah ini:
64
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
Gambar 1 Alat-Alat Pengambil Contoh

e. Jumlah pengambilan contoh padatan seperti


tabel dibawah ini:

65
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
Tabel 1. Daftar Nomor Acak

66
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
Tabel 2. Jumlah Contoh yang Harus Diambil
Jumlah contoh yang
Jumlah contoh per lot
diambil
Karung/peti
Karung/peti
s/d 10 Semua contoh
11 - 25 5
26 - 50 7
51 - 100 10
Akar pangkat dua dari jumlah
> 100
contoh

Tabel 3. Jumlah Kemasan Kecil yang Harus Diambil dari


Jumlah yang Ada

Jumlah kemasan kecil untuk


Jumlah kemasan kecil
contoh
10.000 200
20.000 250
40.000 300
60.000 350
> 100.000 400

Tabel 4. Jumlah Kemasan Kecil yang Diambil untuk setiap


Karton
Maksimum jumlah kemasan
Jumlah kemasan kecil
kecil yang diambil dari
dalam karton
masing-masing karton
> 24 16
12 – 24 10
Semua kemasan kecil dalam
< 12
karton

67
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
Keterangan :
Penentuan jumlah karton yang dibuka dengan rumus
x/y
X adalah angka dari tabel 3
Y adalah dari tabel 4
Pemilihan karton yang harus dibuka dilakukan secara
acak dengan menggunakan tabel 1.
Sumber : SNI 19-0428 Petunjuk Pengambilan Contoh
Padatan

f. Proses pengambilan contoh dari suatu populasi


sebagai berikut:
1) Contoh diambil secara acak dengan jumlah sesuai
dengan SNI 19-0428 tentang Petunjuk
Pengambilan Contoh Padatan
2) Dilakukan pencampuran contoh yang telah diambil
secara acak agar homogen
3) Contoh pakan yang diambil paling kurang 600 gram
untuk contoh padatan, sedangkan untuk contoh
semi padat/basah paling kurang 2 kilogram.
Kemudian contoh pakan dibagi dua dengan jumlah
yang sama, untuk dikirim ke Lembaga Pengujian

68
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
Mutu dan Keamanan Pakan, serta disimpan
sebagai arsip pelaku usaha
2. Pengemasan dan Pengiriman Contoh Pakan
a. Contoh pakan dikemas menggunakan bahan yang
kedap air atau tidak menimbulkan kontaminan
b. Untuk menghindari penurunan kualitas contoh,
pengemasan harus kedap udara
c. Contoh pakan yang telah diambil oleh Petugas
dikemas, disegel, diberi keterangan (jenis, kode
pakan, kode SNI, nama petugas, tanggal
pengambilan, berat sampel, pemilik sampel, lokasi)
kemudian diserahkan kepada pelaku usaha disertai
dengan berita acara pengambilan contoh pakan dan
surat tugas
d. Pelaku usaha segera mengirimkan contoh pakan
untuk pengujian ke Lembaga Pengujian Mutu dan
Keamanan Pakan dan dilengkapi dengan Surat
Permohonan Pengujian, Surat Tugas dan Berita
Acara Pengambilan Contoh. Contoh pakan yang
disimpan sebagai arsip pelaku usaha, disimpan pada
suhu 25°C ± 3°C, dan penyimpanan sampel untuk
pengujian mikotoksin pada suhu 4°C ± 2°C

69
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
C. Pengujian di Lembaga Pengujian Mutu dan
Keamanan Pakan
1. Penanganan Contoh Pakan
a. Kesesuaian antara jenis pakan pada surat
permohonan pengujian dengan identitas sampel
yang dikirimkan.
b. Contoh pakan yang diterima oleh Lembaga
Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan harus
memenuhi syarat sebagai contoh pengujian (tidak
tercampur, bebas kontaminan, tidak rusak, dan
lainnya yang menyebabkan contoh tidak bisa
dilakukan pengujian).
c. Lembaga Pengujian Mutu dan Keamanan Pakan
melakukan sub sampling dan penanganan contoh
sesuai kebutuhan pengujian.
d. Contoh untuk pengujian dibagi menjadi 2 (dua)
bagian yaitu 1 (satu) bagian untuk contoh kerja dan
1 (satu) bagian untuk arsip.
e. Contoh kerja untuk pengujian dilakukan
penanganan dengan cara pengecilan partikel
sesuai dengan persyaratan pada parameter yang
diuji.
70
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
2. Pengujian Contoh Pakan
a. Pengujian mencakup sejumlah aspek yang
dirancang untuk menilai kandungan nutrien pakan
antara lain melalui uji fisik/organoleptik, kimiawi,
biologi, mikrobiologi.
b. Pengujian dilakukan sesuai dengan parameter uji
yang dipersyaratkan dalam peraturan mengenai
pendaftaran dan peredaran pakan.
c. Keakuratan hasil pengujian sangat tergantung
pada metode uji, peralatan dan penguji.
d. Laboratorium menggunakan metode pengujian
yang telah:
1) divalidasi apabila metode pengujian yang
digunakan adalah metode tidak baku
(literatur, jurnal, hasil kajian) dan/atau
2) diverifikasi apabila metode pengujian yang
digunakan adalah metode baku (SNI, AOAC).
e. Laboratorium menjamin mutu hasil pengujian
yang akurat, andal dan konsisten melalui antara
lain:

71
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
1) Pengendalian mutu internal menggunakan
kontrol sampel yang memiliki nilai benar yang
dianalisis menggunakan control chart.
2) Penggunaan bahan acuan
bersertifikat/Certificate References Material
(CRM) yang memiliki nilai benar untuk
keakuratan hasil pengujian.
3) Evaluasi performa laboratorium dengan
mengikuti uji banding/uji profisiensi secara
berkala.
f. Evaluasi hasil pengujian mengacu pada standar
(SNI/PTM).
g. Apabila hasil pengujian pada parameter uji tidak
memenuhi persyaratan antara lain :
1) nilai kontrol sampel yang menyertai pengujian
diperoleh rata-rata dalam kisaran ± 2SD, atau
2) nilai CV hitung, dimana RPD > CV horwitz
pada pengujian duplo jika tidak mempunyai
kontrol sampel
3) maka dilakukan pengujian ulang dengan
menggunakan contoh kerja dan/atau contoh
arsip.

72
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
3. Laporan hasil pengujian memberikan informasi paling
kurang memuat identitas sampel, metode uji, hasil uji,
waktu pelaksanaan pengujian, interpretasi hasil uji dan
angka ketidakpastian pengukuran.
4. Angka ketidakpastian pengukuran dalam standar
digunakan untuk memberikan rentang nilai yang dapat
diterima sebagai nilai keberterimaan dengan
mempertimbangkan unsur-unsur yang dapat
memberikan pengaruh hasil pengujian.

73
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
PENUTUP
Modul Titik Kritis Pengujian dalam Proses

3
Pendaftaran Pakan disusun sebagai acuan
bagi pengawas mutu pakan dan/atau
petugas yang menangani pakan di pusat,
provinsi dan khususnya di kabupaten/kota,
Lembaga Pengujian Mutu dan Keamanan
Pakan, serta pelaku usaha skala UMKM agar dalam pengajuan
pengujian sesuai SNI/PTM.

Modul Titik Kritis Pengujian dalam Proses Pendaftaran Pakan


disusun sebagai acuan bagi pengawas mutu pakan dan/atau
petugas yang menangani pakan di pusat, provinsi dan
khususnya di kabupaten/kota, Lembaga Pengujian Mutu dan
Keamanan Pakan, serta pelaku usaha skala UMKM agar dalam
pengajuan pengujian sesuai SNI/PTM.

74
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
LAMPIRAN 1. HOMOGENITAS MIXER
1. Pustaka
Hermann dan Behnke, 1994
2. Ruang Lingkup
Metode ini dapat diterapkan untuk mesin mixer pakan

3. Prinsip kerja
Pakan hasil pencampuran dalam mixer dapat dikatakan homogen
atau representatif, apabila pada uji homogenitas kadar garam
(NaCl) diperoleh CV < 10%. NaCl adalah salah satu indikator uji
homogenitas mixer terhadap pakan yang diproduksi.

4. Cara Kerja
a. Ambil sebanyak 10 sampel secara representatif;
b. Sampel harus diambil dari 10 lokasi yang telah ditentukan
atau pada interval yang sama selama pelepasan mixer;
c. Identifikasi lokasi, atau urutan waktu, dengan memberi nomor
pada kantong sampel;
d. Sepuluh kemasan bahan uji diambil kemudian dilakukan
pengujian NaCl.
e. Konsentrasi NaCl rata-rata (mean) dan variasi antar sampel
(standar deviasi) dihitung untuk mencapai satu nilai yang
disebut sebagai koefisien variasi (CV).
f. Rumus nilai rata-rata, standar deviasi dan koefisien
variasinya (CV) sebagai berikut :

𝑥1 + 𝑥2 + ⋯ + 𝑥𝑛
𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 (𝑥̅ ) =
𝑛

∑(𝑥𝑖 − µ)
𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝑑𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖 (𝑆𝐷) = √
𝑛

75
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
𝑆𝐷
𝐶𝑉 = 𝑥 100%
𝑥̅
g. Keputusan terhadap hasil mixing dapat dilihat pada tabel
dibawah ini.
Tabel koefisien variasi dan tindakan koreksi.

Koefisien Rating Koreksi


variasi (%)
<10 Baik Sekali -
10-15 Baik Tingkatkan waktu
pencampuran 25-30%
15-20 Sedang Tingkatkan waktu
pencampuran 50% perhatikan
penggunaan perlengkapan,
overfilling atau urutan
penambahan bahan baku
>20 Kurang Kombinasi dari hal-hal diatas.
Konsultasi dengan produsen
peralatan pakan.
Sumber : Hermann dan Behnke, 1994

CV dibawah 10 persen dianggap sebagai perpaduan yang baik.


Variasi dalam prosedur penetap kadar dapat mencapai lima hingga
enam persen, yang menunjukkan bahwa variasi sebenarnya akibat
pencampuran adalah sekitar lima persen. Jika CV lebih dari 10
persen, tambah waktu pencampuran dan/atau perksa sistem untuk
mengetahui fakar-faktor yang menyebabkan buruknya distribusi
bahan.

76
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
Untuk mencapai hasil pengujian terbaik, setiap mixer harus dikalibrasi
untuk waktu pencampuran dan kapasitas berdasarkan volume.

77
Modul 2
Titik Kritis Pengujian Dalam Proses Pendaftaran Pakan
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ....................................................................................... 79
PENDAHULUAN ............................................................................... 80
A. Latar Belakang....................................................................... 86
B. Tujuan.................................................................................... 81
C. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok ...................................... 81

PERIZINAN BERUSAHA ................................................................... 82


A. Nomor Izin Berusaha (NIB) .................................................... 82
B. Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
Produsen Pakan .................................................................... 84
C. Persyaratan dan Kewajiban Perizinan Berusaha ................... 85

PROSEDUR PENGAJUAN PERIZINAN PRODUSEN PAKAN .......... 87


A. Tahapan Pembuatan Akun OSS untuk UMKM ................. 89
B. Cara Mengajukan Permohonan NIB untuk UMKM
(Badan Usaha) ................................................................. 95
C. Cara Mengajukan Permohonan NIB untuk UMKM
(Perseorangan) ................................................................ 98
D. Pengajuan Sertifikasi Cara Pembuatan Pakan yang
Baik ................................................................................. 105
E. Pengajuan Nomor Pendaftaran Pakan (NPP) ................. 118

PENUTUP ........................................................................................ 137


LAMPIRAN ....................................................................................... 138

79
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor

1
15 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan
Usaha dan Standar Produk pada
Penyelenggaraan Perizinan Usaha bidang
Pertanian, pelaku usaha yang akan
mengedarkan pakan wajib memiliki
Sertifikat Cara Pembuatan Pakan Yang Baik (CPPB) dan
Nomor Pendaftaran Pakan (NPP) yang merupakan salah
satu Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha
(PB-UMKU).
Pengajuan sertifikat CPPB dan NPP dilakukan secara
daring melalui Online Single Submission (OSS) yang
terintegrasi dengan Sistem Informasi Pendaftaran Online
Peternakan dan Kesehatan Hewan (SIMPOL PKH).
Saat ini masih banyak pelaku usaha khususnya skala mikro,
kecil dan menengah (UMKM) belum memahami tatacara
pengajuan sertifikat CPPB dan NPP, sehingga diperlukan
Modul sebagai panduan mengajukan permohonan Sertifikat
Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB) mulai dari

80
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
pengajuan NIB hingga PB-UMKU Sertifikat CPPB dan NPP
terbit.
B. Tujuan
Tujuan penyusunan modul sistem layanan perizinan Cara
Pembuatan Pakan Yang Baik (CPPB) dan Nomor
Pendaftaran Pakan (NPP) ini adalah untuk:
1. memberikan pemahaman kepada pengawas mutu
pakan dan/atau petugas yang menangani pakan di
pusat, provinsi dan khususnya di kabupaten/kota
tentang sistem layanan perizinan Cara Pembuatan
Pakan Yang Baik (CPPB) dan Nomor Pendaftaran
Pakan (NPP); dan
2. menjadi panduan sederhana dan mudah dipahami oleh
pelaku usaha skala UMKM dalam pendaftaran CPPB
dan NPP melalui sistem OSS dan SIMPOL PKH.
C. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok
1. Perizinan dasar
2. Pengajuan akun OSS untuk skala UMKM
3. Pengajuan NIB Produsen Pakan
4. Pengajuan Permohonan Sertifikat CPPB
5. Pengajuan Permohonan NPP

81
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
PERIZINAN BERUSAHA

2
A. Nomor Izin Berusaha (NIB)
1. NIB adalah identitas pelaku usaha yang
diterbitkan oleh Lembaga OSS.
2. Setelah memiliki NIB pelaku usaha
dapat mengajukan perizinan berusaha.
3. Perizinan berusaha berdasarkan tingkat risikonya dibagi
menjadi 4 yaitu:
a. risiko rendah,
b. menengah-rendah,
c. menengah-tinggi, dan
d. tinggi.

Tingkat risiko pada perizinan berusaha akan


mempengaruhi bentuk perizinan yang diterbitkan.
Berikut adalah pembagiannya

82
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
Gambar 1. Pembagian tingkat resiko pada perizinan

4. Skala kegiatan usaha terdiri atas usaha mikro, kecil,


menengah dan/atau usaha besar. Berikut adalah
klasifikasi skala kegiatan berdasarkan modal:
Skala Usaha Modal Usaha
< Rp 1 Miliar Mikro
Rp 1 Miliar s/d Rp 5 Kecil
Miliar
Rp 5 Miliar s/d Rp 10 Menengah
Miliar
> Rp 10 Miliar Besar
Keterangan : Modal Usaha tidak termasuk tanah dan
bangunan untuk tempat usaha.

83
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
Sumber : PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan dan
Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah

B. Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)


Produsen Pakan
KBLI adalah kode untuk mengklasifikasikan
kegiatan/kegiatan perekonomian Indonesia yang
menghasilkan produk/output, baik berupa barang maupun
jasa, berdasarkan bidang usaha yang dijadikan acuan baku
dan sarana koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi
organisasi statistik di bidang ekonomi Indonesia.
Untuk produsen pakan ternak ada dua KBLI yang dapat
dipilih sesuai dengan bidang usaha nya yaitu :
1. 10801 (Industri Ransum Makanan Hewan)
Kelompok ini mencakup usaha pembuatan berbagai
macam ransum pakan ternak, unggas, ikan dan hewan
lainnya.
2. 10802 (Industri Konsentrat Makanan Hewan)
Kelompok ini mencakup usaha pembuatan konsentrat
pakan ternak, unggas dan hewan lainnya. Pengolahan
konsentrat pakan ternak, unggas dan hewan lainnya
yang tidak dapat dipisahkan dari usaha peternakan
dimasukkan dalam golongan 014 (Peternakan).
84
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
C. Persyaratan dan Kewajiban Perizinan Berusaha
Perizinan Berusaha dengan KBLI 10801 dan 10802
memiliki persyaratan dan kewajiban yang diatur di
Peraturan Menteri Perindustrian No 9 tahun 2021. Adapun
persyaratan perizinan berusaha untuk skala UMKM dengan
tingkat risiko rendah tidak diatur pada permentan tersebut,
namun pelaku usaha memiliki kewajiban untuk melakukan
beberapa hal sebagai berikut:
1. Kewajiban Skala Usaha Mikro dan Kecil
a. Memenuhi SNI, Spesifikasi Teknis, dan/atau
Pedoman Tata Cara yang diberlakukan secara
wajib (bagi produk yang telah diberlakukan SNI,
Spesifikasi Teknis, dan/atau Pedoman Tata
Cara secara wajib).
b. Menyampaikan data industri yang akurat,
lengkap, dan tepat waktu secara berkala yang
disampaikan melalui Sistem Informasi Industri
Nasional.
c. Memiliki Akun Sistem Informasi Industri
Nasional.

85
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
2. Kewajiban Skala Usaha Menengah
a. Menyampaikan data industri yang akurat,
lengkap, dan tepat waktu secara berkala yang
disampaikan melalui Sistem Informasi Industri
Nasional;
b. Memenuhi SNI, Spesifikasi Teknis, dan/atau
Pedoman Tata Cara yang diberlakukan secara
wajib (bagi produk yang telah diberlakukan SNI,
Spesifikasi Teknis, dan/atau Pedoman Tata
Cara secara wajib);
c. Memiliki Akun Sistem Informasi Industri
Nasional;
d. Mengolah dan memanfaatkan sumber daya
alam secara efisien, ramah lingkungan, dan
berkelanjutan;
e. Menjamin keamanan dan keselamatan alat,
proses, hasil produksi, penyimpanan, serta
pengangkutan.

86
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
PROSEDUR PENGAJUAN
PERIZINAN PRODUSEN PAKAN
A. Tahapan Pembuatan akun OSS
untuk UMKM
1. Kunjungi
DAFTAR
[Link]

2. Pilih skala usaha UMK


Klik Lanjut untuk
, Pilih

melanjutkan
3
Pendaftaran Hak Akses
3. Pilih jenis pelaku usaha UMK
a. Pilih Jenis Pelaku Usaha (Orang Perseorangan
atau Badan Usaha)
b. Lengkapi formulir pendaftaran yang tersedia
4. Lengkapi Skala Usaha UMK (sebagai Orang
Perseorangan)
a. Pilih Jenis Pelaku Usaha Orang Perseorangan
b. Data yang harus Anda lengkapi:
1) Nomor Induk Kependudukan (NIK)
2) Nomor Ponsel (Jika daftar menggunakan nomor
ponsel) atau Email (Jika daftar menggunakan
Email)

87
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
c. Klik tombol Verifikasi
Lengkapi Skala Usaha UMK (sebagai Badan Usaha)
a. Pilih Jenis Pelaku Usaha Badan Usaha
b. Pilih Jenis Badan Usaha
(PT, CV, FA, Persekutuan Perdata, Perum,
Perumda, Badan Hukum Lainnya, Koperasi,
Persyarikatan/Perkumpulan, Yayasan, Badan
Layanan Umum, Bentuk Usaha Tetap, atau
BUMDES)
c. Lengkapi Email Perusahaan
d. Klik tombol Verifikasi
5. Verifikasi data
Dapat melalui Whatsapp atau email (yang digunakan
untuk mendaftar) lalu masukkan kode verifikasi yang
diterima dari Whatsapp atau email.
6. Buat kata sandi sesuai dengan ketentuan yang
tertera pada sistem, kemudian klik LANJUT
7. Lengkapi Data Profil Pelaku Usaha sesuai dengan
isian yang tertera (Data yang diperlukan untuk
profil pelaku usaha tercantum pada lampiran).
8. Centang Kolom Pernyataan, Klik tombol Lanjut

88
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
9. Pendaftaran Berhasil, Hak akses Anda siap
digunakan untuk masuk ke Sistem OSS

B. Cara mengajukan permohonan NIB untuk


UMKM (Badan Usaha)
1. Kunjungi [Link]
Pastikan Anda telah memiliki hak akses

Hak akses berupa username dan password yang


dikirimkan ke email yang dicantumkan pada saat
pendaftaran

2. Pilih MASUK, Masukkan Username dan Password,


lalu klik tombol MASUK
3. Klik Menu Perizinan Berusaha dan pilih
Permohonan Baru
4. Lengkapi Data Badan Usaha sesuai dengan jenis
badan usaha anda
5. Validasi Kelengkapan Data Badan Usaha
a. Klik tombol SIMPAN, lalu akan muncul pesan
validasi.
(Jika belum lengkap dan sesuai, harap hubungi
Notaris/lapor ke Ditjen AHU, Kemenkumham)

89
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
b. Jika data tervalidasi lengkap dan sesuai, lalu klik
kotak centang/checkbox.
c. Klik tombol SELANJUTNYA.
6. Lengkapi Data Usaha (Isi Data Pemilihan Bidang
Usaha)
a. Klik tombol ISI BIDANG USAHA terlebih
dahulu, lalu klik tombol PILIH BIDANG USAHA.
b. Sistem akan menampilkan Form Pemilihan
Bidang Usaha
c. Data yang harus Anda lengkapi:
1) Jenis Kegiatan Usaha
(Pilih Utama atau Pendukung atau Kantor
Cabang Administrasi atau Pendukung
UMKU atau Satu Lini Produksi)
2) Bidang Usaha
(Apabila bidang usaha yang dipilih masuk
dalam ketentuan BUPM, sistem akan
menampilkan pilihan kegiatan. Pilih
kegiatan usaha yang sesuai dengan
kegiatan yang dilakukan Pelaku Usaha)

90
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
3) Uraian Bidang Usaha, akan otomatis terisi
oleh sistem setelah memilih KBLI/Bidang
Usaha
4) Ruang Lingkup Kegiatan
5) Klik tombol SIMPAN.
7. Pilih “Lokasi Kegiatan Usaha” di DARATAN
Lengkapi Data Detail Usaha
Data yang harus Anda lengkapi:
1. Apakah Anda memiliki NPWP berbeda/cabang di
lokasi ini?
(Jika Ya, akan muncul kolom NPWP dan isilah
dengan 15 digit nomor NPWP yang sesuai)
[Link] Usaha / Kegiatan
[Link] Kegiatan Usaha ini berada di lokasi yang
sama dengan kegiatan usaha sebelumnya? (jika
ada)
(Pertanyaan ini akan muncul pada pengisian proyek
kedua dan seterusnya ketika mengajukan lebih dari
1 bidang usaha/KBLI)
8. Lengkapi Data Detail Bidang Usaha
Data yang harus Anda lengkapi:

91
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
Luas Lahan Usaha, Alamat Usaha, Provinsi,
Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa, Kode
Pos
Anda dapat menginputkan Lokasi Usaha, lalu
OpenStreetMaps, Latitude, dan Longitude akan
otomatis menyesuaikan lokasi sesuai yang anda
input.
9. Lengkapi Data Detail Usaha
Pada poin ini adalah berupa modal usaha,
sebagai berikut:
a. Apakah kegiatan usaha ini sudah berjalan? (Pilih
Sudah/Belum)
b. Apakah Anda akan melakukan pembangunan
gedung? (Jika Ya, maka data dikirimkan ke
SIMBG sebagai permohonan Persetujuan
Bangunan Gedung)
c. Pembelian dan Pematangan Tanah
d. Bangunan / Gedung
e. Mesin / Peralatan Dalam Negeri
f. Mesin / Peralatan Impor
g. Mesin / Peralatan (terisi otomatis)
h. Investasi Lain-Lain

92
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
i. Total Modal Tetap (terisi otomatis)
j. Modal Kerja 3 Bulan
k. Total Nilai Investasi (terisi otomatis)
(Jawaban berupa modal usaha rupiah sesuai
dengan nominal modal yang ditanyakan)
Klik tombol VALIDASI RISIKO, untuk mengetahui
skala usaha dan tingkat risiko.
10. Lengkapi Data Detail Usaha Lainnya
Sistem akan otomatis menampilkan skala usaha
dan tingkat risiko pada usaha Anda berdasarkan
pengisian data. Data yang harus Anda lengkapi
sebagai berikut:
• Apakah sudah memiliki perizinan berusaha yang
sebelumnya?
(Jika Ya, akan muncul formulir yang berisi Nama
Penerbit Izin, Nomor Izin, Lampiran File, Tanggal
Terbit. Lalu isilah sesuai data perizinan berusaha
yang dimiliki.)
• Jangka Waktu Perkiraan Beroperasi/Produksi
• Deskripsi kegiatan usaha
• Jumlah Tenaga Kerja Indonesia
Klik tombol TAMBAH PRODUK JASA
93
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
11. Lengkapi Data Produk/Jasa
Data yang harus Anda lengkapi: Jenis Produk/Jasa,
Kapasitas (/Tahun), Satuan Kapasitas
Klik tombol SIMPAN
12. Lengkapi Data Produk/Jasa (Khusus UMK Risiko
Rendah untuk Perizinan Tunggal dan KBLI
Tertentu
Data yang harus Anda lengkapi:
a. Jenis Produk/Jasa
b. Kapasitas (/Tahun)
c. Satuan Kapasitas
d. Apakah Anda sudah memiliki Sertifikat SNI? (jika
ada)
(Jika Ya, isi Nomor Sertifikat SNI dan Masa
Berlaku SNI)
e. Apakah Anda menggunakan bahan atau proses
tidak halal?
(Jika Ya, muncul pertanyaan ‘Apakah Anda
sudah memiliki Sertifikat Halal?’ dan jika pilih
Sudah, maka isilah Nomor Sertifikat Halal,
Tanggal Terbit dan Tanggal Berakhir)
Klik tombol SIMPAN

94
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
13. Periksa Data Usaha
Sistem akan menampilkan ringkasan sesuai dengan
data yang diisikan pada langkah-langkah
sebelumnya:
[Link] Usaha (KBLI)
[Link] Usaha
[Link] Usaha

14. Lengkapi Data Usaha (Aktivitas Impor, BPJS, dan


WLKP)
Proses perizinan akan tetap bisa dilanjutkan
walaupun Pelaku Usaha belum memiliki BPJS
Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, ataupun nomor
WLKP.
Klik kotak centang/checkbox pada disclaimer yang
tertera.
Klik tombol SELANJUTNYA.
15. Periksa Daftar Kegiatan Usaha
Sistem akan menampilkan: KBLI, Lokasi Usaha, Data
Usaha, Skala Usaha, Tingkat Risiko, Pernyataan
Mandiri, Status
Klik tombol PROSES PERIZINAN BERUSAHA

95
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
16. Jika Risiko Rendah, maka yang dilakukan adalah
Pahami dan Centang Pernyataan Mandiri
Sistem akan menampilkan berbagai macam
Pernyataan Mandiri sesuai dengan data dan
informasi yang tersimpan sebelumnya, seperti
Pernyataan Mandiri K3L, Kesediaan Memenuhi
Standar Usaha (risiko Menengah Tinggi)/Kesediaan
Memenuhi Persyaratan izin (risiko Tinggi), SPPL, dan
lain-lain.
Baca, pahami dan klik checkbox masing-masing
PERNYATAAN MANDIRI,
Klik LANJUT
17. Jika Risiko Menengah Rendah, yang dilakukan
adalah melengkapi Dokumen Persetujuan
Lingkungan (KBLI/Bidang Usaha Tertentu). Jika
Anda belum memiliki Dokumen Persetujuan
Lingkungan, maka data yang harus Anda lengkapi:
a. Parameter Lingkungan, pilihlah kondisi
parameter yang tertera pada formulir sesuai
dengan kegiatan usaha yang dilakukan
(Kemudian sistem akan menampilkan jenis

96
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
kewajiban dokumen lingkungan yang harus
dipenuhi, seperti SPPL, UKL/UPL, atau AMDAL.)
b. Uraian Usaha, isilah sesuai dengan uraian
kegiatan usaha yang dilakukan.
c. Klik tombol LANJUT.
18. Perizinan Berusaha telah terbit (Risiko Rendah)
Perizinan Berusaha telah terbit, meliputi:
NIB, klik tombol CETAK NIB.
Pernyataan Mandiri, klik tulisan Cetak.
Selanjutnya Anda dapat melihat, mengunduh, dan
mencetak produk perizinan berusaha tersebut.
19. Perizinan Berusaha telah terbit (Risiko Menengah
Rendah)
Perizinan Berusaha telah terbit, meliputi:
NIB, klik tombol CETAK NIB.
Sertifikat Standar, klik tombol CETAK SERTIFIKAT
STANDAR.
PKPLH/SKKL, klik CETAK Persetujuan
PKPLH/SKKL. (Jika ada)
Pernyataan Mandiri, klik tulisan Cetak.
Selanjutnya Anda dapat melihat, mengunduh, dan
mencetak produk perizinan berusaha tersebut.

97
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
C. Cara mengajukan permohonan NIB untuk
UMKM (Perseorangan)
1. Kunjungi [Link]
Pastikan Anda telah memiliki hak akses
Hak akses berupa username dan password yang
dikirimkan ke e-mail yang dicantumkan pada saat
pendaftaran
2. Pilih MASUK, Masukkan Username dan Password,
lalu klik tombol MASUK
3. Klik Menu Perizinan Berusaha dan pilih
Permohonan Baru
4. Lengkapi Data Pelaku Usaha
Sistem akan menampilkan data secara otomatis:
Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nama, Jenis
Kelamin, Tempat/Tanggal Lahir, Nomor Telepon,
Alamat KTP
Data yang harus Anda lengkapi:
a. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Pribadi
b. BPJS Ketenagakerjaan (Jika sudah memiliki)
c. BPJS Kesehatan (Jika sudah memiliki)

98
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
Proses perizinan akan tetap bisa dilanjutkan
walaupun Pelaku Usaha belum memiliki BPJS
Kesehatan atau BPJS Ketenagakerjaan
Klik tombol SIMPAN DATA
Klik tombol Tambah BIDANG USAHA
5. Lengkapi Data Bidang Usaha (Isi Data Pemilihan
Bidang Usaha)
a. Klik tombol PILIH BIDANG USAHA
b. Sistem akan menampilkan Form Pemilihan
Bidang Usaha
c. Data yang harus Anda lengkapi:
1) Jenis Kegiatan Usaha
(Pilih Utama atau Pendukung atau Kantor
Cabang Administrasi atau Pendukung
UMKU)
2) Bidang Usaha
(Apabila bidang usaha yang dipilih masuk
dalam ketentuan BUPM, sistem akan
menampilkan pilihan kegiatan. Pilih kegiatan
usaha yang sesuai dengan kegiatan yang
dilakukan Pelaku Usaha)
3) Uraian Bidang Usaha, akan otomatis terisi
oleh sistem setelah memilih KBLI/Bidang
Usaha

99
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
4) Ruang Lingkup Kegiatan
5) Klik tombol SIMPAN.
6. Lengkapi Data Detail Bidang Usaha
Data yang harus Anda lengkapi:
a. Nama Usaha/Kegiatan
b. Luas Lahan Usaha
c. Alamat Usaha
d. Provinsi
e. Kabupaten/Kota
f. Kecamatan
g. Kelurahan/Desa
h. Kode Pos
i. Apakah kegiatan ini sudah berjalan?
j. Apakah Anda akan melakukan pembangunan
gedung?
k. Modal Usaha
Klik VALIDASI RISIKO
Anda dapat menginputkan Lokasi Usaha, lalu
OpenStreetMaps, Latitude, dan Longitude akan
otomatis menyesuaikan lokasi sesuai yang anda
input.
7. Lengkapi Data Detail Bidang Usaha (Lokasi
Daratan)
100
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
Data yang harus Anda lengkapi:
Luas Lahan Usaha, Alamat Usaha, Provinsi,
Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa, Kode
Pos
Anda dapat menginputkan Lokasi Usaha, lalu
OpenStreetMaps, Latitude, dan Longitude akan
otomatis menyesuaikan lokasi sesuai yang anda
input.
8. Lengkapi Data Produk/Jasa
Data yang harus Anda lengkapi: Jenis Produk/Jasa,
Kapasitas (/Tahun), Satuan Kapasitas
Klik tombol SIMPAN
9. Lengkapi Data Produk/Jasa (Khusus UMK Risiko
Rendah untuk Perizinan Tunggal dan KBLI
Tertentu
Data yang harus Anda lengkapi:
a. Jenis Produk/Jasa
b. Kapasitas (/Tahun)
c. Satuan Kapasitas
d. Apakah Anda sudah memiliki Sertifikat SNI? (jika
ada)

101
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
(Jika Ya, isi Nomor Sertifikat SNI dan Masa
Berlaku SNI)
e. Apakah Anda menggunakan bahan atau proses
tidak halal?
(Jika Ya, muncul pertanyaan ‘Apakah Anda
sudah memiliki Sertifikat Halal?’ dan jika pilih
Sudah, maka isilah Nomor Sertifikat Halal,
Tanggal Terbit dan Tanggal Berakhir)
Klik tombol SIMPAN
10. Periksa Daftar Produk/Jasa
Sistem akan menampilkan: Kapasitas, Satuan, Jenis
Produksi
Klik tombol SELESAI.
11. Periksa Daftar Usaha
Sistem akan menampilkan data: Bidang Usaha
(KBLI), Lokasi Usaha, Data Usaha (Jumlah tenaga
kerja dan Modal Usaha)
Klik tombol SELANJUTNYA.
12. Periksa Daftar Kegiatan Usaha
Sistem akan menampilkan: KBLI, Lokasi Usaha, Data
Usaha, Skala Usaha, Tingkat Risiko, Pernyataan
Mandiri, Status

102
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
Klik tombol PROSES PERIZINAN BERUSAHA
13. Jika Risiko Rendah, maka yang dilakukan adalah
Pahami dan Centang Pernyataan Mandiri
Sistem akan menampilkan berbagai macam
Pernyataan Mandiri sesuai dengan data dan
informasi yang tersimpan sebelumnya, seperti
Pernyataan Mandiri K3L, Kesediaan Memenuhi
Standar Usaha (risiko Menengah Tinggi)/Kesediaan
Memenuhi Persyaratan izin (risiko Tinggi), SPPL, dan
lain-lain.
Baca, pahami dan klik checkbox masing-masing
PERNYATAAN MANDIRI,
Klik LANJUT
14. Jika Risiko Menengah Rendah, yang dilakukan
adalah melengkapi Dokumen Persetujuan
Lingkungan (KBLI/Bidang Usaha Tertentu). Jika
Anda belum memiliki Dokumen Persetujuan
Lingkungan, maka data yang harus Anda lengkapi:
a. Parameter Lingkungan, pilihlah kondisi
parameter yang tertera pada formulir sesuai
dengan kegiatan usaha yang dilakukan
(Kemudian sistem akan menampilkan jenis

103
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
kewajiban dokumen lingkungan yang harus
dipenuhi, seperti SPPL, UKL/UPL, atau AMDAL.)
b. Uraian Usaha, isilah sesuai dengan uraian
kegiatan usaha yang dilakukan.
Klik tombol LANJUT.
15. Perizinan Berusaha telah terbit (Risiko Rendah)
Perizinan Berusaha telah terbit, meliputi:
NIB, klik tombol CETAK NIB.
Pernyataan Mandiri, klik tulisan Cetak.
Selanjutnya Anda dapat melihat, mengunduh, dan
mencetak produk perizinan berusaha tersebut.
16. Perizinan Berusaha telah terbit (Risiko Menengah
Rendah)
Perizinan Berusaha telah terbit, meliputi:
NIB, klik tombol CETAK NIB.
Sertifikat Standar, klik tombol CETAK SERTIFIKAT
STANDAR.
PKPLH/SKKL, klik CETAK Persetujuan
PKPLH/SKKL. (Jika ada)
Pernyataan Mandiri, klik tulisan Cetak.
Selanjutnya Anda dapat melihat, mengunduh, dan
mencetak produk perizinan berusaha tersebut.

104
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
D. Pengajuan Sertifikasi Cara Pembuatan Pakan
yang Baik (CPPB)
I. Persyaratan Umum
a. Surat permohonan kepada Direktur Jenderal
melalui lembaga OSS
b. Profil pelaku usaha pakan yang berisi Jumlah
investasi dan omset, jumlah dan kapasitas
produksi, jenis pakan yang diproduksi, dan jumlah
karyawan
c. Durasi Pemenuhan Persyaratan Dilaksanakan
Sesuai Dengan Ketentuan Lembaga OSS.
II. Persyaratan Khusus
a. Non UMKM
1. Foto udara lokasi/denah lokasi lengkap
dengan batas-batasannya;
2. Alur proses produksi dan denah tata letak alat
produksi;
3. Sistem jaminan mutu yang terdokumentasi
b. UMKM
1. Foto Lokasi
2. Alur proses produksi dan denah tata letak alat
produksi
105
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
3. Pernyataan penerapan jaminan mutu.
c. Pengalihan Sertifikat CPPB
1. Sertifikat CPPB
2. Surat Permohonan pengalihan sertifikat CPPB
kepada direktur Jenderal
3. Akta notaris tentang kesepakatan pengalihan
sertifikat CPPB
III. Tata Cara Pengajuan
Proses pengajuan dilakukan pada system [Link],
dengan cara sebagai berikut:
1. Login akun oss dengan memasukkan username
dan password

106
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
2. Pilih menu PB-UMKU dan klik Permohonan Baru

3. Setelah muncul daftar kegiatan usaha, pilih KBLI


sesuai lokasi yang akan diajukan sertifikasi CPPB
nya. Klik tombol “Proses Perizinan Berusaha
UMKU”

107
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
4. Sistem akan menampilkan Daftar Perizinan
UMKU yang telah diajukan sebelumnya (jika ada).
Klik tombol “Ajukan Perizinan Berusaha UMKU”
untuk mengajukan PB-UMKU pada KBLI yang
dipilih.

5. Pilih Perizinan Berusaha UMKU


• Sistem akan menampilkan Formulir
Perizinan Berusaha UMKU. Pilih PB-
UMKU “Sertifikat cara pembuatan pakan
yang baik (CPPB)”

108
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
• Setelah PB UMKU yang akan diajukan dipilih,
sistem akan menampilkan informasi
persyaratan terkait perizinan tersebut. Klik
tombol “Lanjut”, lalu sistem akan membuat
penomoran “ID Izin” dengan format tertentu
sebagai ID dari perizinan yang diajukan.

109
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
6. Setelah mendapatkan “ID Izin” dan tampil pada
Daftar Perizinan UMKU, untuk memuai input data
dan mengunggah persyaratan klik tombol
“Pemenuhan Persyaratan di Sistem K/L” sistem

110
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
akan secara otomatis berpindah ke sistem
SIMPOL PKH.

111
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
7. Berikut tampilan awal dari SIMPOL PKH, apabila Id Izin
yang telah ada di OSS belum muncul klik tombol
“Refresh Data dari OSS-RBA”. Untuk input data dan
unggah dokumen persyaratan klik tombol plus sesuai
gambar berikut.

112
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
8. Sistem akan menampilkan isian data terkait unit usaha
yang akan diajukan sertifikat CPPB, setelah diisi klik
tombol simpan untuk merekam data permohonan.

113
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
9. Setelah data awal berhasil tersimpan, sistem akan
menampilkan tombol unggah surat permohonan serta
tambahan isian data berikut:
▪ Pembayaran PNBP. Untuk mendapatkan kode
billing pelaku usaha dapat menggunakan tombol
“Minta Kode Bayar PNBP” apabila berhasil akan
tampil kode billing pada tabel dibawahnya, untuk
mencetak tagihan bisa menggunakan tombol
dengan ikon printer. Tombol dengan ikon uang
digunakan untuk konfirmasi pembayaran jika
sudah dilakukan pembayaran. Apabilan statusnya
“Sudah Bayar” maka pengajuan dapat dilanjutkan
untuk proses verifikasi.

114
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
▪ Dokumen Persyaratan. Untuk unggah dokumen
persyaratan dapat menggunakan tombol dengan ikon
panah ke atas pada tabel kemudian pilih “Choose File”
lalu klik tombol Simpan Dokumen.

10. Sistem akan mengunci pengajuan setelah pelaku usaha


memilih tombol “Kirim” untuk mulai proses verifikasi.
Terdapat 4 tombol pada sistem yang berfungsi sebagai
berikut:
▪ Tombol 1 pada gambar dibawah dengan ikon
dokumen adalah tombol untuk melihat draft
Lampiran Teknis PB UMKU yang akan terbit
apabila sudah disetujui.

115
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
▪ Tombol 2 dengan ikon huruf i (informasi) adalah
tombol untuk melihat data/dokumen yang sudah
diinputkan/diunggah.
▪ Tombol 3 dengan ikon pensil adalah tombol
untuk melanjutkan pengisian data/dokumen.
Tombol ini akan aktif ketika status pengajuan
“Draft” dan “Perbaikan”.
▪ Tombol 4 dengan ikon pesawat adalah tombol
untuk mengirimkan pengajuan ke tahap
verifikasi, tombol ini aktif apabila pelaku usaha
sudah melakukan pembayaran PNBP.

116
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
11. Apabila sertifikat CPPB sudah terbit, pelaku usaha dapat
mengunduh PB UMKU di OSS dengan menggunakan
tombol “Unduh Perizinan Berusaha UMKU”.

117
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
E. Pengajuan Nomor Pendaftaran Pakan (NPP)
I. Persyaratan Umum
a. Surat permohonan kepada Direktur Jenderal
melalui lembaga OSS
b. Durasi Pemenuhan Persyaratan Dilaksanakan
Sesuai Dengan Ketentuan Lembaga OSS.
II. Persyaratan Khusus
a. Pendaftaran Pakan dalam Negeri
1. Non UMKM
1) Sertifikat Lulus Pengujian
2) Sertifikat Cara Pembuatan Pakan yang
Baik (CPPB) Type A
3) Contoh label
Label paling kurang memuat:
a) NPP;
b) merek dagang;
c) Nama an alamat perusahaan/produsen
dan/atau Pelaku Usaha pemasukan/
pengeluaran;
d) jenis dan kode pakan;
e) kandungan nutrisi;
f) kandungan aflatoksin;
118
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
g) bahan pakan yang digunakan;
h) imbuhan pakan yang digunakan;
i) berat bersih;
j) cara penggunaan; dan
k) tanggal dan kode produksi.

4) Jenis bahan pakan yang digunakan dan


persentase
5) Jenis pelengkap pakan dan imbuhan
pakan yang digunakan
2. UMKM
1) Sertifikat Lulus Pengujian
2) Minimal Sertifikat Cara Pembuatan Pakan
yang Baik (CPPB) Type B
3) Contoh label (sesuai dengan penjelasan
label pada point a)
4) Jenis bahan pakan yang digunakan dan
persentase
5) Jenis pelengkap pakan dan imbuhan
pakan yang digunakan
b. Khusus untuk pakan kontrak (Toll Manufacturing)
1. Sertifikat lulus pengujian

119
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
2. Sertifikat CPPB produsen pakan penerima
kontrak (Type A untuk Non UMKM dan Type B
untuk UMKM)
3. Perjanjian Kontrak
4. Contoh Label (sesuai dengan penjelasan label
pada point a)
5. Jenis bahan pakan yang digunakan dan
persentase
6. Jenis pelengkap pakan dan imbuhan pakan
yang digunakan
c. Pendaftaran Pakan Impor
1. Certificate of Analysis (CoA) dari laboratorium
yang ditunjuk Negara Asal
2. Sertifikat Good Manufacturing Practices
(GMP) dari Negara Asal
3. Contoh label (sesuai dengan penjelasan label
pada point a)
4. Jenis bahan pakan yang digunakan dan
persentase
5. Jenis pelengkap pakan dan imbuhan pakan
yang digunakan

120
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
d. Pengalihan Nomor Pendaftaran Pakan
1. Surat Keputusan Nomor Pendaftaran Pakan
2. Pernyataan dari pemohon sebagai pemilik
nomor pendaftar bahwa bersedia
mengalihkan nomor pendaftaran.
3. Pernyataan dari perusahaan penerima
pengalihan nomor pendaftaran bahwa
bersedia menerima pengalihan nomor
pendaftaran.
4. Akte notaris tentang kesepakatan pengalihan
nomor pendaftaran antara pemilik nomor
pendaftaran dengan perusahaan penerima
pengalihan nomor pendaftaran

121
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
III. Tata Cara Pengajuan NPP
Proses pengajuan dilakukan pada sistem [Link],
dengan cara sebagai berikut:
1. Login akun oss dengan memasukkan username
dan password

122
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
2. Pilih menu PB-UMKU dan klik Permohonan Baru

3. Setelah muncul daftar kegiatan usaha, pilih KBLI


sesuai lokasi yang akan diajukan perizinannya.

123
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
Klik tombol “Proses Perizinan Berusaha
UMKU”.

4. Sistem akan menampilkan Daftar Perizinan UMKU yang


telah diajukan sebelumnya (jika ada). Klik tombol
“Ajukan Perizinan Berusaha UMKU” untuk
mengajukan PB-UMKU pada KBLI yang dipilih.

5. Pilih Perizinan Berusaha UMKU


• Sistem akan menampilkan Formulir Perizinan
Berusaha UMKU. Pilih PB-UMKU
“Pendaftaran pakan (dalam negeri)”

124
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
• Setelah PB UMKU yang akan diajukan dipilih,
sistem akan menampilkan informasi
persyaratan terkait perizinan tersebut. Klik
tombol “Lanjut”, lalu sistem akan membuat
penomoran “ID Izin” dengan format tertentu
sebagai ID dari perizinan yang diajukan.

125
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
6. Setelah mendapatkan “ID Izin” dan tampil pada Daftar
Perizinan UMKU, untuk memulai input data dan
mengunggah persyaratan klik tombol “Pemenuhan
Persyaratan di Sistem K/L” sistem akan secara
otomatis berpindah ke sistem SIMPOL PKH.

126
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
`

7. Berikut tampilan awal dari SIMPOL PKH, apabila


ID Izin yang telah ada di OSS belum muncul Klik
tombol “Refresh Data dari OSS-RBA”. Untuk input
data dan unggah dokumen Klik Tombol Plus
sesuai gambar berikut.

127
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
8. Sistem akan menampilkan isian data terkait
produk yang akan diajukan perizinannya, setelah
diisi Klik Tombol Simpan untuk merekam data
perizinan.

128
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
9. Setelah data utama berhasil tersimpan sistem
akan menampilkan Tombol unggah “Surat
Permohonan” dan “Surat Pernyataan” serta
tambahan isian data berikut:
▪ Jenis Bahan Pakan dan Persentase Dalam
Formula Pakan. Klik tombol tambah untuk
input jenis bahan pakan dan persentasenya,
tombol dengan ikon tempat sampah
digunakan untuk hapus bahan pakan yang
sudah diinputkan.

▪ Jenis Bahan Pakan dan Persentase Dalam


Formula Pakan. Klik tombol tambah untuk
input jenis bahan pakan dan persentasenya,
tombol dengan ikon tempat sampah
digunakan untuk hapus bahan pakan yang
sudah diinputkan.

129
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
▪ Jenis Pelengkap dan Imbuhan Pakan. Klik
tombol tambah untuk input jenis bahan pakan
dan persentasenya, tombol dengan ikon
tempat sampah digunakan untuk hapus
bahan pakan yang sudah diinputkan.

130
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
▪ Kandungan Nutrisi. Daftar Nama nutrisi
akan tampil otomatis oleh sistem sesuai kode
pakan yang dipilih pada data utama, untuk
melakukan pengisian klik tombol dengan ikon
pensil.

▪ Pembayaran PNBP. Untuk mendapatkan


kode billing pelaku usaha dapat
menggunakan tombol “Minta Kode Bayar
PNBP” apabila berhasil akan tampil kode
billing pada tabel dibawahnya, untuk
mencetak tagihan bisa menggunakan tombol
dengan ikon printer. Tombol dengan ikon
uang digunakan untuk konfirmasi
pembayaran jika sudah dilakukan
131
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
pembayaran. Apabilan statusnya “Sudah
Bayar” maka pengajuan dapat dilanjutkan
untuk proses verifikasi.

▪ Dokumen Persyaratan. Untuk unggah


dokumen persyaratan dapat menggunakan
tombol dengan ikon panah ke atas pada tabel
kemudian pilih “Choose File” lalu klik tombol
Simpan Dokumen.

132
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
10. Pengisian data dan unggah dokumen persyaratan
tidak harus seluruhnya diisi dalam satu waktu,
setelah klik Tombol Simpan status pengajuan
NPP tersebut menjadi “Draft”, selama statusnya
“Draft” masih bisa dilakukan rekam/ubah data
maupun unggah dokumen. Berikut adalah status-
status pengajuan yang akan tampil selama proses
pengajuan:
Nama Status Keterangan
ID Izin baru diterima dari
(Blank) OSS, pelaku usaha belum
melakukan rekam data
Pelaku usaha telah input dan
Draft
simpan data pada sistem
Proses Proses Verifikasi Administrasi
PPVTPP oleh PPVTPP
Proses
Proses Verifikasi Administrasi
Layanan
oleh Layanan Perizinan Ditjen
Perizinan
PKH
Ditjen PKH
Proses Proses Verifikasi Teknis oleh
Wastukan Wastukan
Proses Ketua Proses Verifikasi Teknis oleh
Tim Kerja PPP Ketua Tim Kerja PPP

133
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
Proses Ketua
Proses Verifikasi Teknis oleh
Kelompok
Ketua Kelompok Subtansi
Substansi
MKPP
MKPP
Proses Direktur Proses Persetujuan oleh
Pakan Direktur Pakan
Proses Direktur Proses Persetujuan oleh
Jenderal PKH Direktur Jenderal PKH
Perbaiki
(PPVTP /
Layanan
Perizinan
Ditjen PKH /
Wastukan / Terdapat koreksi/perbaikan
Ketua Tim dari verifikator, tombol edit di
Kerja PPP / pelaku usaha aktif untuk
Ketua melakukan perbaikan sesuai
Kelompok koreksi verifikator
Substansi
MKPP /
Direktur Pakan
/ Direktur
Jenderal PKH
Proses Proses pemeriksaan akhir
Pengiriman ke Lampiran Teknis PB UMKU
OSS-RBA oleh PPTVPP
PB UMKU terbit dan dapat di-
Selesai
unggah di OSS

134
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
11. Sistem akan mengunci pengajuan setelah pelaku
usaha memilih tombol “Kirim” untuk mulai proses
verifikasi. Terdapat 4 tombol pada sistem yang
berfungsi sebagai berikut:
▪ Tombol 1 pada gambar dibawah dengan
ikon dokumen adalah tombol untuk melihat
draft Lampiran Teknis PB UMKU yang
akan terbit apabila sudah disetujui.
▪ Tombol 2 dengan ikon huruf i (informasi)
adalah tombol untuk melihat data/dokumen
yang sudah diinputkan/diunggah.
▪ Tombol 3 dengan ikon pensil adalah
tombol untuk melanjutkan pengisian
data/dokumen. Tombol ini akan aktif ketika
status pengajuan “Draft” dan “Perbaikan”.

135
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
▪ Tombol 4 dengan ikon pesawat adalah
tombol untuk mengirimkan pengajuan ke
tahap verifikasi, tombol ini aktif apabila
pelaku usaha sudah melakukan
pembayaran PNBP.

12. Apabila pengajuan NPP sudah terbit, pelaku


usaha dapat mengunduh PB UMKU di OSS
dengan menggunakan tombol “Unduh Perizinan
Berusaha UMKU”

136
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
PENUTUP

Modul Sistem Layanan Perizinan Cara

4
Pembuatan Pakan Yang Baik (CPPB) dan
Nomor Pendaftaran Pakan (NPP) disusun
sebagai acuan bagi pengawas mutu pakan
dan/atau petugas yang menangani pakan di
pusat, provinsi, khususnya di kabupaten/kota,
serta pelaku usaha UMKM dalam mengajukan permohonan
Sertifikat Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB) mulai dari
pengajuan NIB hingga PB-UMKU Sertifikat CPPB dan NPP
terbit. Diharapkan melalui penyusunan modul ini dapat menjadi
panduan yang lebih sederhana dan mudah dipahami utamanya
untuk pelaku usaha UMKM yang baru mendaftarkan CPPB dan
NPP.

137
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
LAMPIRAN
Lampiran 1. Daftar Data yang Diperlukan dalam
Pembuatan Akun OSS
Profil Pelaku Usaha (Orang Perseorangan)

Lengkapi Formulir Data Profil dengan informasi yang benar


sesuai KTP Elektronik yang terdaftar di Dukcapil

Profil Badan Usaha - Perseroan Terbatas (PT)

1. Data Perusahaan
2. Nama Perusahaan
3. NPWP Perusahaan
4. Nomor SK Pengesahan Terakhir
5. Nomor Ponsel Badan Usaha
6. Data Diri Direktur
a. Nomor Induk Kependudukan
b. Nama Lengkap
c. Jabatan
d. Jenis Kelamin
e. Tanggal Lahir
f. Alamat (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan,
Desa/Kelurahan)

138
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
Profil Badan Usaha - PT Perorangan, CV, Perum, Perumda,
Persekutuan Perdata, FA, dan Badan Hukum Lainnya

1. Data Perusahaan
2. Nama Perusahaan
3. NPWP Perusahaan
4. Nomor SK Pengesahan Terakhir
5. Nomor Ponsel Badan Usaha
6. Data Salah Satu Direksi/ Pengurus
a. Nomor Induk Kependudukan
b. Nama Lengkap
c. Jabatan
d. Jenis Kelamin
e. Tanggal Lahir
f. Alamat (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan,
Desa/Kelurahan)

Profil Badan Usaha - Koperasi

1. Data Perusahaan
2. Nomor Induk Koperasi
3. Nama Perusahaan
4. NPWP Perusahaan
5. Nomor SK Pengesahan Terakhir
139
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
6. Nomor Ponsel Badan Usaha
7. Data Salah Satu Direksi/ Pengurus
a. Nomor Induk Kependudukan
b. Nama Lengkap
c. Jabatan
d. Jenis Kelamin
e. Tanggal Lahir
f. Alamat (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan,
Desa/Kelurahan)

Profil Badan Usaha - Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)


dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA)

1. Data Perusahaan
2. Nama BUM Desa
3. NPWP Badan Usaha
4. Nomor Sertifikat AHU
5. Nomor Ponsel Badan Usaha
6. Data Diri Direktur BUM Desa
a. Nomor Induk Kependudukan Direktur
b. Nama Lengkap Direktur
c. Jabatan
d. Jenis Kelamin

140
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
e. Tanggal Lahir
f. Alamat (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan,
Desa/Kelurahan)

Profil Badan Usaha - Yayasan,


Persyarikatan/Perkumpulan, dan Badan Layanan Umum

1. Data Perusahaan
2. Nama Perusahaan
3. NPWP Perusahaan
4. Nomor Surat Pembentukan Badan Hukum atau Usaha
5. Nomor Ponsel Badan Usaha
6. Data Salah Satu Direksi/ Pengurus
a. Nomor Induk Kependudukan
b. Nama Lengkap
c. Jabatan
d. Jenis Kelamin
e. Tanggal Lahir
f. Alamat (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan,
Desa/Kelurahan

141
Modul 3
Sistem Layanan Perizinan CPPB dan NPP
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ..................................................................................143

DAFTAR GAMBAR .......................................................................144

PENDAHULUAN ..........................................................................146

A. Latar Belakang.........................................................................146
B. Tujuan 147
C. Materi Pokok dan Submateri Pokok .........................................148

LOKASI ........................................................................................149

A. Memiliki izin usaha dari pemerintah setempat ..........................149


B. Bebas dari cemaran limbah industry, pertanian,
pemukiman, dan cemaran limbah lainnya dapat bersumber
dari ........................................................................................149

BANGUNAN ................................................................................153

HIGIENE DAN SANITASI .............................................................159

A. Higiene ....................................................................................159
B. Sanitasi ....................................................................................160

PENUTUP ....................................................................................167

143
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Genangan air diluar .....................................................150
Gambar 2 Genangan air di lokasi pabrik pakan ............................150
Gambar 3 Bebas genangan air di lokasi pabrik pakan ..................151
Gambar 4 Bebas genangan air di luar lokasi pabrik pakan ...........151
Gambar 5 Tumpukan sampah di lokasi pabrik ..............................151
Gambar 6 Tumpukan sampah di dalam Gudang ..........................151
Gambar 7 Fasilitas yang tidak boleh bersamaan letak dengan
Bangunan Produksi ......................................................................152
Gambar 8 Pemisah antar bahan pakan ........................................157
Gambar 9 Pemisah bahan pakan pada penyimpanan bahan pakan
Curah ...........................................................................................157
Gambar 10 Jarak antar bahan pakan ...........................................158
Gambar 11 Fasilitas biosecurity pada pintu masuk Kawasan pabrik
............................................................................................161
Gambar 12 Fasilitas biosecurity pada pintu masuk Kawasan pabrik
............................................................................................161
Gambar 13 Operator menggunakan APD lengkap ........................162
Gambar 14 Operator tidak menggunakan APD.............................162
Gambar 15 Tindakan pencegahan hama burung ..........................163
Gambar 16 Tindakan pencegahan hama burung (bird sonic) .......163
Gambar 17 Tindakan pembasmian hama pengeray (tikus) ...........164

144
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
Gambar 18 Fasilitas pencuci tangan ............................................164
Gambar 19 Locker room karyawan...............................................165
Gambar 20 Ruang ganti karyawan ...............................................165
Gambar 21 Kawasan khusus merokok ........................................166

145
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pakan memegang peranan penting bagi

1
ternak untuk kelangsungan hidup,
berproduksi, dan berkembang biak.
Fungsi lain dari pakan adalah untuk
memelihara daya tahan tubuh dan
kesehatan. Sehubungan dengan
pentingnya pakan tersebut dalam rangka melindungi
masyarakat dengan menjamin bahwa pakan yang
dihasilkan layak, bermutu, aman dikonsumsi oleh ternak.
Pakan yang bermutu tersebut tergantung dari proses
pembuatan pakan dan pengawasan mutu yang dilakukan,
bangunan dan peralatan yang digunakan, serta sumber
daya manusia yang terlibat dalam proses pembuatan
pakan.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 18 tahun 2009
tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Pasal 22
ayat (1) dan (2), mengamanahkan bahwa setiap orang
yang memproduksi pakan dan/atau bahan pakan untuk
diedarkan secara komersial wajib memperoleh izin usaha

146
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
dan pakan yang dibuat untuk diedarkan secara komersial
harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) atau
persyaratan teknis minimal (PTM) serta memenuhi
ketentuan Cara Pembuatan Pakan Yang Baik (CPPB) yang
ditetapkan dengan Peraturan Menteri.

Mengacu kepada peraturan tersebut telah ditetapkan


peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2021 tentang
Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk Pada
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko
Sektor Pertanian. Peraturan ini mengatur standar sertifikasi
CPPB sebagai pedoman yang harus dipenuhi oleh pelaku
usaha dalam menerapkan CPPB.

Persyaratan 9 (sembilan) unsur penerapan CPPB perlu


dibuat modul tersendiri yang menjelaskan secara detail dan
disertai dengan foto-foto, contoh prosedur dan catatan agar
lebih mudah dipahami oleh pengawas mutu pakan dan/atau
petugas pakan baik pusat, provinsi dan khususnya
kabupaten/kota. Pada modul ini menjelaskan pemenuhan
persyaratan dari unsur lokasi, bangunan, higiene dan
sanitasi.

147
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
B. Tujuan
Tujuan disusunnya modul CPPB adalah:
1. memberikan pemahaman kepada pengawas mutu pakan
dan/atau petugas yang menangani pakan di pusat,
provinsi dan khususnya di kabupaten/kota terkait 3 (tiga)
unsur yaitu lokasi, bangunan dan higiene dan sanitasi
yang harus dipenuhi dalam penerapan CPPB; dan

2. menjadi panduan sederhana dan mudah dipahami oleh


pelaku usaha skala UMKM terhadap 3 (tiga) unsur yaitu
lokasi, bangunan dan higiene dan sanitasi yang harus
dipenuhi dalam penerapan CPPB.

C. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok


BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Tujuan
BAB II Lokasi
BAB III Bangunan
BAB IV Higiene dan Sanitasi
A. Higiene
B. Sanitasi

148
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
LOKASI

A. Memiliki izin usaha dari pemerintah setempat

Izin yang harus dimiliki oleh pelaku

2
usaha adalah Nomor Induk Berusaha
(NIB) yang didapatkan dengan
mendaftarkan melalui [Link] sesuai
dengan KBLI 10801 untuk industri
ransum makanan hewan dan/atau
10802 untuk industri konsentrat makanan hewan.
Apabila pelaku usaha memiliki lebih dari satu lokasi unit
produksi, maka wajib melakukan penambahan lokasi atau
pengembangan didalam sisitem [Link]. sehingga
seluruh lokasi yang dimiliki tercantum dalam NIB.

B. Bebas dari cemaran limbah industri, pertanian,


pemukiman dan cemaran limbah lainnya dapat
bersumber dari:
1. kawasan/lokasi genangan air/rawa, kawasan
pembuangan kotoran dan sampah, kawasan lembab dan
149
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
berdebu, kawasan penumpukan barang bekas, dan
kawasan lain yang mencemari;
2. rumah atau tempat tinggal atau fasilitas lain yang
bersamaan letak dan atau penggunaannya dengan
bangunan;

Gambar 1. Genangan air di Gambar 2. Genangan air


luar pabrik pakan di lokasi pabrik pakan

150
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
Gambar 3. Bebas genangan Gambar 4. Bebas
air di lokasi pabrik pakan genangan air di luar lokasi
pabrik pakan

Gambar 5. Tumpukan Gambar 6. Tumpukan


sampah di lokasi pabrik sampah di dalam gudang

151
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
Gambar 7. Fasilitas yang
tidak boleh bersamaan letak
dengan bangunan produksi

152
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
BANGUNAN
1. Bangunan memenuhi persyaratan

3
teknik bangunan dan higiene
sanitasi
a. Memiliki bangunan yang dibuat
dengan persyaratan teknik
bangunan yang disesuaikan
dengan layout lokasi pabrik.
b. Dilengkapi persyaratan higiene sanitasi bangunan
yaitu mudah dibersihkan, mudah dilaksanakan tindak
sanitasi dan mudah pemeliharaannya.
2. Memiliki bangunan produksi dengan persyaratan: (1)
memiliki ruang operator produksi; (2) luas ruangan
sesuai dengan jenis alat, mesin dan SDM serta
kapasitas produksi; (3) memiliki ruang produksi yang
tidak mengakibatkan pencemaran; dan (4) tersedia
tempat khusus pencampuran imbuhan pakan.
3. Memiliki bangunan gudang yang sesuai dengan
kapasitas barang yang disimpan, terdapat pemisah
antara satu ruangan dengan yang lain sehingga tidak
mengakibatkan cemaran.

153
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
4. Dinding
a. Memiliki dinding bangunan unit produksi dan gudang
produksi yang memenuhi syarat
1) dinding harus rapat dan kokoh;
2) permukaan bagian dalam harus halus, rata,
tahan lama, tidak mudah mengelupas, mudah
dibersihkan, tahan terhadap air;
3) pertemuan antara dinding dengan dinding dan
antara dinding dengan lantai harus kedap air.
b. Memiliki dinding bangunan kantor, laboratorium,
ruangan untuk mandi, cuci dan sarana toilet yang
memenuhi syarat:
1) dinding harus kedap air dan kokoh;
2) permukaan bagian dalam harus halus, rata, tahan
lama, tidak mudah mengelupas dan mudah
dibersihkan.
5. Lantai:
a. Lantai bangunan unit produksi dan gudang yang
memenuhi syarat :
1) kedap air;
2) permukaan rata, tidak licin dan mudah
dibersihkan;

154
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
3) pertemuan antara lantai dan dinding harus kedap
air dan mudah dibersihkan.
b. Lantai bangunan kantor dan laboratorium memenuhi
syarat
1) kedap air;
2) permukaan rata, tidak licin dan mudah
dibersihkan;
c. Lantai ruangan untuk mandi, cuci dan sarana toilet
harus mempunyai kelandaian secukupnya ke arah
saluran pembuangan.
6. Atap dan langit-langit kantor, laboratorium, unit produksi
dan gudang memenuhi persyaratan:
1) kedap air dan mudah dibersihkan;
2) dibuat dari bahan yang tidak mudah terlepas;
3) tidak terdapat lubang dan tidak mudah rapuh;
4) tinggi dari lantai disesuaikan dengan peralatan dan
kapasitas produksi dan penyimpanan bahan baku;
5) permukaan dalam harus rata dan tidak mudah
mengelupas dan berwarna terang.

155
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
7. Pintu unit produksi, gudang, kantor dan laboratorium
yang memenuhi persyaratan:
a. dibuat dari bahan yang tidak mudah rapuh dan
kokoh;
b. permukaan rata dan mudah dibersihkan;
c. dapat ditutup dengan mudah dan baik.

8. Jendela kantor dan laboratorium memenuhi


persyaratan:
a. dibuat dari bahan yang tidak mudah rapuh dan
kokoh;
b. permukaan rata dan mudah dibersihkan;
c. luas permukaan jendela sesuai dengan besarnya
bangunan atau disesuaikan dengan keperluan.

9. Memiliki penerangan yang sesuai kebutuhan dengan


tingkat pencahayaan minimal 100 lux untuk gudang
bahan pakan dan pakan. Jika ruangan digunakan
bekerja terusmenerus maka tingkat pencahayaan
minimal 200 lux (Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 70 Tahun 2016 Tentang Standar Dan
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri).

156
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
10. Memiliki ventilasi dan pengatur suhu ruangan yang
menjamin peredaran udara dengan baik, dapat
menghilangkan uap, gas, bau, debu dan panas yang
dapat merugikan terhadap hasil produksi.
11. Apabila memiliki silo luasnya harus sesuai jenis dan
kapasitasnya.

Gambar 8.
Pemisah antar
bahan pakan

Gambar 9.
Pemisah antar bahan pakan
pada penyimpanan bahan
pakan curah

157
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
Gambar 10.
Jarak antar bahan
pakan

158
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
HIGIENE DAN SANITASI
A. Higiene
1. Memiliki program Kesehatan

4
karyawan dan pemeriksaan
kesehatan secara berkala;
2. karyawan menggunakan APD lengkap
pada bagian produksi, gudang, dan
laboratorium;
3. memiliki informasi tertulis pelarangan terhadap
karyawan yang sedang sakit untuk menangani proses
produksi;
4. memiliki informasi tertulis mengenai hanya petugas
yang berwenang yang diperbolehkan memasuki
bangunan dan fasilitas yang dinyatakan sebagai
ruangan terbatas;
5. memiliki informasi tertulis terhadap karyawan untuk
mencuci tangan sebelum memasuki ruangan produksi;
6. memiliki program kesehatan karyawan dan
pemeriksaan kesehatan secara berkala dan
menerapkan higiene perorangan.

159
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
B. Sanitasi
1. Bangunan kantor, laboratorium, unit produksi dan
gudang minimal memiliki:
a. fasilitas sanitasi seperti penyediaan air;
b. fasilitas desinfeksi dan/atau
c. pembuangan limbah padat, cair dan/atau gas;
d. Tindakan pencegahan masuk binatang/hama;
e. Tindakan pembasmian jasad renik, serangga, dan
binatang pengerat;
f. Catatan pembersihan, sanitasi dan inspeksi
bangunan.
2. Sarana toilet dan sarana cuci tangan harus bersih dan
jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.
3. Memiliki sarana biosecurity pada pintu masuk kawasan
pabrik.
4. Memiliki ruang khusus merokok, makan dan tempat
berganti pakaian dan penyimpanan barang pribadi
karyawan.
5. Memiliki catatan pembersihan, sanitasi dan inspeksi
sebelum penggunaan peralatan, serta catatan

160
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
pemeliharaan alat pengakutan, pemindahan barang
dan perlengkapan produksi.

Gambar 11. Fasilitas biosecurity pada pintu


masuk kawasan pabrik

Gambar 12. Fasilitas biosecurity pada


pintu masuk kawasan pabrik

161
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
Gambar 13. Operator
menggunakan APD lengkap

Gambar 14. Operator tidak


menggunakan APD

162
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
Gambar 15. Tindakan pencegahan hama burung
(bird sonic)

Gambar 16. Tindakan pencegahan hama burung

163
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
Gambar 17. Tindakan pembasmian hama
pengerat (tikus)

Gambar 18. Fasilitas pencuci tangan

164
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
Gambar 19. Locker room karyawan

Gambar 20. Ruang ganti karyawan

165
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
Gambar 21. Kawasan khusus merokok

166
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
PENUTUP

Modul CPPB untuk 3 (tiga) unsur Lokasi,

4
Bangunan dan Higiene dan Sanitasi disusun
sebagai acuan bagi pengawas mutu pakan
dan/atau petugas yang menangani pakan di
pusat, provinsi, khususnya di kabupaten/kota,
serta pelaku usaha UMKM dalam penerapan
CPPB.

167
Modul 4
Lokasi, Bangunan, Higiene, dan Sanitasi
168
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ..................................................................................169

DAFTAR GAMBAR .......................................................................170

DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................171

PENDAHULUAN ..........................................................................172

A. Latar Belakang.........................................................................172
B. Tujuan .....................................................................................174
C. Materi Pokok dan Submateri Pokok .........................................174

BAHAN PAKAN ............................................................................175

PRODUKSI PAKAN .....................................................................179

PENGAWASAN MUTU .................................................................184

PENUTUP ....................................................................................186

LAMPIRAN ...................................................................................187

169
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Penyimpanan dengan kemasan karung dengan pallet dan kartu
Stok ........................................................................................................ 176
Gambar 2 Penyimpanan bahan pakan curah dengan penandaan dan kartu

Stok ........................................................................................................ 176

Gambar 3 Penyimpanan FA/FS Mineral mix dengan kemasan karung ... 177
Gambar 4 Penyimpanan bahan pakan cair .............................................. 177
Gambar 5 Penyimpanan FA/FS di ruangan khusus
(menggunakan pendingin) ........................................................................ 177
Gambar 6 Penyimpanan bahan pakan bentuk biji-bijian

menggunakan SILO .................................................................................. 177

Gambar 7 Alat pengukur suhu di gudang bahan pakan dalam

menjaga mutu ........................................................................................... 178

Gambar 8 Permukaan mesin halus dan rata ............................................ 181

Gambar 9 Permukaan mesin (mixer horizontal) halus dan rata ............... 181

Gambar 10 Label pakan ungas ................................................................ 182

Gambar 11 Kemasan pakan babi ............................................................. 182

Gambar 12 Kemasan pakan unggas ........................................................ 182

Gambar 13 Label pakan babi ................................................................... 182

Gambar 14 Sertifikat kalibrasi timbangan ................................................. 183

Gambar 15 Stiker kalibrasi timbangan ..................................................... 183

170
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Prosedur Penerimaan Bahan Pakan ..........................187
Lampiran 2 Catatan Penerimaan Bahan Pakan ............................190
Lampiran 3 Catatan/Laporan Evaluasi Pemasok Bahan-Bahan
Pakan ...........................................................................................191
Lampiran 4 Prosedur Penyimpanan Bahan Pakan .......................193
Lampiran 5 Prosedur Penyimpanan Pakan ..................................197
Lampiran 6 Prosedur Pengawasan Mutu ......................................199
Lampiran 7 Prosedur Penanganan/Penyimpanan Sampel Bahan
Pakan dan Pakan di Laboratorium................................................201
Lampiran 8 Instruksi dari Setiap Pemeriksaan/Pengujian .............203
Lampiran 9 Contoh Hasil Validas/Verifikasi Pengujian
Laboratorium ................................................................................205
Lampiran 10 Contoh Hasil Kalibrasi ..............................................208
Lampiran 11 Contoh Control Chart ...............................................210

171
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

1
Pakan memegang peranan penting bagi
ternak untuk kelangsungan hidup,
berproduksi, dan berkembang biak.
Fungsi lain dari pakan adalah untuk
memelihara daya tahan tubuh dan
kesehatan ternak. Dalam rangka menjamin pakan yang
diproduksi layak, bermutu dan aman dikonsumsi oleh
ternak, maka perlu dipastikan proses pembuatan pakan
sesuai dengan ketentuan Cara Pembuatan Pakan yang
Baik (CPPB).
Berdasarkan Undang Undang Nomor 18 tahun 2009 jo
Undang Undang Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan
dan Kesehatan Hewan pada Pasal 22 ayat (2), bahwa
pakan yang dibuat untuk diedarkan secara komersial harus
memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) atau
persyaratan teknis minimal (PTM) serta memenuhi
ketentuan CPPB yang ditetapkan dengan Peraturan
Menteri. Mengacu kepada Undang Undang tersebut telah
ditetapkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun
172
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk
Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis
Risiko Sektor Pertanian dan Keputusan Menteri Pertanian
Nomor 240 Tahun 2003 tentang Pedoman Cara Pembuatan
Pakan yang Baik. Peraturan ini mengatur standar sertifikat
dan pedoman CPPB sebagai acuan yang harus dipenuhi
oleh pelaku usaha dalam menerapkan CPPB.

Cara pembuatan pakan yang baik meliputi 9 (sembilan)


unsur yaitu (1) Lokasi; (2) Bangunan; (3) Personalia; (4)
Higiene dan Sanitasi; (5) Bahan Pakan; ( 6) Produksi
Pakan; (7) Pengawasan Mutu; (8) Inspeksi Internal; dan (9)
Penanganan terhadap hasil pengamatan, keluhan dan
penarikan kembali pakan yang beredar. Dalam rangka
meningkatkan pemahaman pengawas mutu pakan
dan/atau petugas yang menangani pakan serta pelaku
usaha dalam penerapan CPPB perlu dibuat modul
tersendiri yang menjelaskan secara detail dan disertai
dengan foto-foto, contoh prosedur dan catatan. Pada
modul ini menjelaskan pemenuhan persyaratan dari 3 (tiga)
unsur yaitu bahan pakan, produksi pakan dan pengawasan
mutu.
173
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
B. Tujuan
Tujuan disusunnya modul CPPB adalah:
1. memberikan pemahaman kepada pengawas mutu
pakan dan/atau petugas yang menangani pakan di
pusat, provinsi dan khususnya di kabupaten/kota terkait
3 (tiga) unsur yaitu bahan pakan, produksi pakan dan
pengawasan mutu yang harus dipenuhi dalam
penerapan CPPB; dan
2. menjadi panduan sederhana dan mudah dipahami oleh
pelaku usaha skala UMKM terhadap 3 (tiga) unsur yaitu
bahan pakan, produksi pakan dan pengawasan mutu
yang harus dipenuhi dalam penerapan CPPB.

C. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok


BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang
B. Tujuan
BAB II Bahan Pakan
BAB II Produksi
BAB III Pengawasan Mutu

174
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
BAHAN PAKAN
1. Memiliki prosedur penerimaan bahan

2
pakan. Contoh prosedur terdapat
pada sesuai Lampiran-1.

2. Memiliki standar penerimaan bahan


pakan yang ditetapkan. Setiap bahan
pakan sebelum diterima harus
memenuhi standar yang sudah ditetapkan.

3. Memiliki catatan penerimaan bahan pakan. Contoh catatan


penerimaan bahan pakan (diterima, ditolak dan diterima
dengan bersyarat) sesuai Lampiran-2.

4. Melakukan evaluasi terhadap pemasok bahan pakan yang


diterima atau ditolak untuk kepentingan perusahaan.
Contoh catatan/laporan evaluasi pemasok bahan bahan
pakan pada sesuai Lampiran-3.

5. Memiliki prosedur penyimpanan bahan pakan sesuai


Lampiran-4. Penyimpanan bahan pakan sesuai kelompok
bahan pakan (Bahan Pakan Asal Tumbuhan (BPAT),
Bahan Pakan Asal Hewan (BPAH), Feed Additive/Feed

175
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Supplement (FA/FS) dan sesuai bentuk bahan pakan
(kemasan, curah dan cair).

6. Melakukan pencatatan penggunaan bahan pakan secara


First In First Out (FIFO) serta pemusnahan bahan pakan.

7. Melakukan tindakan untuk menjaga mutu bahan pakan


pada saat penyimpanan

Gambar 1. Gambar 2.
Penyimpanan dengan kemasan Penyimpanan bahan pakan
karung dengan pallet curah dengan penandaan dan
dan kartu stok kartu stok

176
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Gambar 3. Gambar 4.
Penyimpanan FA/FS Penyimpanan bahan
Mineral pakan cair

Gambar 6.
Gambar 5.
Penyimpanan bahan pakan
Penyimpanan FA/FS di
bentuk biji-bijian menggunakan
ruangan khusus
(menggunakan pendingin)
SILO
177
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Gambar 7. Alat pengukur suhu dan Kelembaban
di gudang bahan pakan dan pakan

178
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
PRODUKSI PAKAN

3
1. Memiliki layout proses produksi (alat
dan perlengkapan) sesuai dengan
kondisi pabrik pakan.

2. Alat dan perlengkapan produksi


memiliki permukaan yang halus, tidak berlubang atau
bercelah, tidak mengelupas/berkarat, dan kedap air;

3. Alat ukur dibagian produksi (timbangan, thermometer,


barometer, dan lain-lain) dikalibrasi/tera oleh lembaga
kalibrasi yang terakreditasi. Kalibrasi/tera sesuai dengan
peraturan dibidang perdagangan.

4. Melakukan uji homogenitas pada alat mixer, salah satunya


dengan menggunakan NaCl;
5. Memiliki prosedur produksi pakan yang meliputi
pencampuran pakan, FA/FS, pembuatan
pellet/crumble/mash, pakan terapi dan pakan sweeping
(sapuan/sisa) dan re-produksi/reject, proses pembilasan
(flushing) dan jenis pakan tertentu dan pengemasan

6. Memiliki catatan perlakuan atas pakan yang tidak lulus uji


mutu pakan, dan re-produksi/reject;
179
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
7. Label dan kemasan pakan memenuhi aturan yang berlaku.
8. Memiliki jadwal pecampuran dan formula pakan sesuai
rencana produksi (termasuk catatan pakan terapi)
9. Memiliki prosedur penyimpanan pakan jadi, pakan reject,
pakan afkir, sistem FIFO pakan dan pakan yang ditarik
kembali dari peredaran serta kontrol stok yang
ditandatangani oleh pimpinan pabrik pakan sesuai
Lampiran-5
10. Memiliki gudang penyimpanan pakan jadi dan
evaluasi/catatan hasil uji sebelum pakan diedarkan
11. Memiliki catatan hasil proses pembilasan (flushing)
diuji/dievaluasi

Gambar 8. Permukaan mesin halus dan rata

180
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Gambar 9. Permukaan mesin (mixer
horisontal) halus dan rata

Gambar 10. Kemasan pakan Gambar 11. Label pakan


unggas unggas 181
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Gambar 12. Kemasan Gambar 13. Label pakan
pakan babi babi

Gambar 14. Sertifikat


Kalibrasi Timbangan

182
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Gambar 15. Stiker Kalibrasi Timbangan

183
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
PENGAWASAN MUTU

4
1. Memiliki prosedur pengawasan mutu
(pengujian bahan pakan dan pakan)
sesuai Lampiran-6,
(tindakan menjaga mutu bahan
pakan dan pakan saat penyimpanan
seperti pengujian bahan pakan dan pakan untuk pabrik
pakan yang memiliki laboratorium dilakukan sendiri dan
untuk yang tidak memiliki diujikan di laboratorium pihak lain
secara berkala).
2. Memiliki prosedur penanganan/penyimpanan sampel
bahan pakan dan pakan di laboratorium sesuai Lampiran-
7,
(prosedur pengambilan sampel, pemeriksaan dan
pengujian bahan pakan dan pakan, ruang lingkup
pengujian, berita acara/laporan penanganan sampel
arsip/pertinggal, Cek sampel pertinggal di ruang sampel,
dokumen hasil uji dan tindaklanjut kalau ada yang
menyimpang).

3. Memiliki catatan pengujian pakan yang akan diedarkan

184
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
4. Memiliki instruksi tertulis dari setiap pemeriksaan/pengujian
di dekat alat/mesin sesuai Lampiran-8,
(dokumen Instruksi Kerja (IK) Alat, metode uji dan lain-lain).
5. Melakukan validasi/verifikasi pengujian laboratorium sesuai
Lampiran-9, (hasil validasi/verifikasi metode uji).
6. Melakukan pemeliharaan dan kalibrasi peralatan/instrumen
secara rutin dan didokumentasikan. Contoh hasil kalibrasi
sesuai Lampiran-10.
7. Memiliki jaminan mutu hasil pengujian untuk memastikan
terjaminnya setiap produk pakan yang dihasilkan selalu
memenuhi persyaratan minimum yang telah ditetapkan.
Contoh control chart sesuai Lampiran- 11.

185
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
PENUTUP

5
Modul CPPB untuk 3 (tiga) unsur bahan
pakan, produksi pakan dan pengawasan
mutu disusun sebagai acuan bagi
pengawas mutu pakan dan/atau petugas
yang menangani pakan di pusat, provinsi,
khususnya di kabupaten/kota, serta pelaku usaha UMKM dalam
penerapan CPPB.

186
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
LAMPIRAN
Lampiran-1. Prosedur Penerimaan Bahan Pakan

Nama Perusahaan
Jl. …………………………………………….

Dibuat
Oleh: No. Urut/Kode SOP Terbitan: 0
.....
Diperiksa
Halaman: 187
Oleh:
dari 2
….. PENERIMAAN BAHAN
Disetujui PAKAN Efektif:
Oleh: Juni
….. 2021
1. Tujuan
Memastikan bahwa kualitas bahan pakan sesuai dengan
ketentuan yang ditetapkan.
2. Ruang Lingkup
Pelaksanaan mencakup pemeriksaan jumlah dan kualitas bahan
pakan meliputi sampling bahan pakan, pengecekan fisik atau hasil
uji dan penerimaan/penolakan bahan pakan, serta penyimpanan
dan bongkar muat.

187
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
3. Penanggung Jawab
Bagian Gudang/Penerimaan Barang, Bagian Pengawasan Mutu
Pakan
4. Prosedur
1) Melaksanakan kegiatan biosecurity terhadap kendaraan
pengangkut bahan pakan yang masuk
2) Memeriksa/mengecek administrasi / surat jalan / identitas atau
spesifikasi bahan pakan yang disesuaikan dengan kontrak
pembelian.
3) Memastikan berat bahan pakan untuk menjamin ketepatan dan
keseragaman berat bahan pakan, jumlah kemasan bahan
pakan dan tidak ada kebocaran atau kontaminasi.
Pemeriksaan bahan pakan curah dilakukan dengan
menimbang kendaraan pengangkut.
4) Melakukan pengambilan sampel bahan pakan sesuai dengan
prosedur yang tersedia. Selanjutnya dilakukan penyerahan
sampel untuk pengujian kesesuaian mutu dalam kontrak
pembelian dengan mutu bahan pakan yang dikirim.
5) Melakukan pengujian kualitas bahan pakan antara lain warna,
tekstur, aroma, kadar air dan benda asing, serta pengujian
kandungan mikotoksin pada beberapa bahan pakan yang
diperlukan.
188
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
6) Apabila kualitas sesuai maka bahan pakan diterima, namun
apabila hasil menunjukkan kualitas yang tidak sesuai maka
bahan pakan ditolak atau diterima bersyarat. Melakukan
pencatatan terhadap semua alasan penolakan dan
penerimaan bersyarat.
7) Melakukan pembongkaran bahan pakan jika dilengkapi
dengan identitas dan mutu bahan pakan yang sesuai dengan
kontrak.
8) Menyimpan bahan pakan segera setelah bongkar muat.

5. Dokumen Terkait
1. Formulir Pemeriksaan Bahan Pakan
2. Dokumen Standar Mutu dan Keamanan Bahan Pakan
3. Formulir Penerimaan Bahan Pakan
4. Formulir Penolakan Bahan Pakan
5. Dokumen Hasil Uji

189
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Lampiran-2. Catatan Penerimaan Bahan Pakan
KOP DAN NAMA PERUSAHAAN TANDA TERIMA
ALAMAT
Tanggal :
Nama Suplier : No Kendaraan :
Alamat : Driver :
No Contoh :

No Nama Barang Qty Satuan Keterangan


(kg/Ton)

Kriteria Hasil Pengamatan KETERANGAN


(TERIMA / TOLAK)

Mengetahui Purchasing Penerima Driver


QC

190
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Lampiran-3. Catatan/Laporan Evaluasi Pemasok Bahan Pakan
[Link] :

Terbitan/ Revisi :

FORMULIR Tanggal Terbitan :

Tanggal Revisi :

Halaman :

EVALUASI KINERJA PEMASOK JASA

Nama Pemasok Jasa :


Jenis Jasa :
Lokasi :
Waktu Pelaksanaan :

Hasil Penilaian / Evaluasi


No. Uraian
A B C D E
5 4 3 2 1
1. Kewajaran Harga
2. Kompentensi pelaksana
3. Ketepatan waktu
4. Kemudahan komunikasi
5. Kecepatan pelayanan
6. Keramahan personel
Nilai Total - -

191
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Nilai Akhir (Nilai total/ Total Aspek)

Nilai keberterimaan : ≥ 65
𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
= 𝑥 100
5
= ..... %
Keterangan :
A : Sangat bagus : 85-100
B : Bagus : 75-85
C : Cukup : 65-75
D : Kurang 50-65
E : Kurang sekali < 50
Kriteria keberterimaan pemasok Hasil Evaluasi kinerja : minimal 73%
Rumus = jumlah nilai / jumlah kriteria evaluasi : 5 X 100 %
Rekomendasi (silang untuk item dipilih)
1. Dapat diperpanjang
2. Diberhentikan mulai tanggal :
3. Lain –lain
Jakarta,
HRD

192
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Lampiran-4. Prosedur Penyimpanan Bahan Pakan

Nama Perusahaan
Jl. …………………………………………….

Dibuat
Oleh: No. Urut/Kode SOP Terbitan: 0
.....
Diperiksa
Halaman: 193
Oleh:
dari 2
….. PENYIMPANAN BAHAN
Disetujui PAKAN
Efektif: Juni
Oleh:
2021
…..

1. Tujuan
Memastikan proses penyimpanan bahan pakan dapat
mempertahankan kualitas bahan pakan sesuai dengan standar
yang ditetapkan

2. Ruang Lingkup
Pelaksanaan mencakup tempat penyimpanan, jenis bahan
pakan, jumlah bahan pakan, pencatatan dan First In First Out
(FIFO).

3. Penanggung Jawab
Bagian Gudang, Bagian Pengawasan Mutu Pakan

193
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
4. Prosedur
Penyimpanan bahan pakan dilakukan berdasarkan jenis kelompok
bahan pakan yaitu kemasan, curah dan cair.

4.1 Bahan Pakan Kemasan


1. Melakukan penyimpanan bahan pakan dengan
mengelompokan bahan pakan sesuai dengan jenisnya
(nabati dan hewani) dan diberi pembatas. Setiap
kelompok bahan pakan diberi label tanggal penerimaan.
2. Menggunakan pallet sebagai alas penyimpanan.
3. Meletakkan bahan pakan yang akan dipakai ditempat
yang mudah terjangkau
4. Menggunakan bahan pakan sesuai urutan kedatangan
(FIFO)
5. Melakukan pencatatan bahan pakan yang di ambil, di buku
keluar masuknya barang
6. Melakukan pengujian mutu secara berkala.

4.2 Bahan Pakan Curah


1. Melakukan pengecekan lantai dan dinding, pastikan
dalam keadaan bersih agar tidak terjadi kontaminasi
silang, serta memastikan penerangan cukup
2. Melakukan proses bongkar muat di area gudang curah.

194
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
3. Mengelompokan bahan pakan sesuai dengan jenisnya.
4. Melakukan pencatatan setiap asal bahan pakan dan
tanggal penerimaan serta penandaan
5. Memastikan suhu dan kelembaban agar tidak
menurunkan kualitas bahan pakan.
6. Menggunakan bahan pakan sesuai urutan kedatangan
(FIFO)
7. Melakukan pencatatan bahan pakan
8. Melakukan pengujian mutu secara berkala

4.3 Bahan Pakan Cair


1. Melakukan pengecekan kemasan penyimpanan bahan
pakan cair dalam kondisi tidak bocor dan bersih
2. Melakukan proses bongkar di area gudang bahan pakan
cair
3. Memastikan suhu dan kelembaban agar tidak
menurunkan kualitas bahan pakan.
4. Melakukan penyimpanan bahan pakan kedalam tempat
yang sudah kosong.
5. Menggunakan bahan pakan sesuai urutan kedatangan
(FIFO)

195
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
5. Dokumen Terkait
1. Catatan stok bahan pakan (penerimaan dan pengeluaran)
2. Catatan pengukuran suhu dan kelembaban
3. Catatan pemeriksaan mutu bahan pakan

196
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Lampiran-5. Prosedur Penyimpanan Pakan

Nama Perusahaan
Jl. …………………………………………….

Dibuat
Oleh: No. Urut/Kode SOP Terbitan: 0
.....
Diperiksa
Halaman: 197
Oleh:
dari 2
…..
PENYIMPANAN PAKAN
Disetujui
Efektif: Juni
Oleh:
20….
…..

1. Tujuan
Memastikan proses penyimpanan pakan dapat mempertahankan
kualitas pakan sesuai dengan standar yang ditetapkan

2. Ruang Lingkup
Pelaksanaan mencakup tempat penyimpanan, jenis pakan,
jumlah pakan, pencatatan dan First In First Out (FIFO).

3. Penanggung Jawab
Bagian Gudang, Bagian Pengawasan Mutu Pakan
197
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
4. Prosedur
1) Melakukan penyimpanan pakan dengan mengelompokan
bahan pakan sesuai dengan jenisnya dan diberi pembatas.
Setiap kelompok pakan diberi label tanggal produksi.
2) Menggunakan pallet sebagai alas penyimpanan.
3) Meletakkan pakan yang akan dipakai ditempat yang mudah
terjangkau
4) Mengeluarkan pakan sesuai dengan tanggal produksi (FIFO)
5) Melakukan pencatatan pakan yang di keluarkan, di buku
keluar masuknya barang
6) Melakukan pengujian mutu secara berkala.

5. Dokumen Terkait
1. Catatan stok pakan (penerimaan dan pengeluaran)
2. Catatan pengukuran suhu dan kelembaban
3. Catatan pemeriksaan mutu pakan.

198
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Lampiran-6. Prosedur Pengawasan Mutu

[Link] :
Terbitan/ Revisi :
FORMULIR Tanggal Terbitan :
Tanggal Revisi :
Halaman :
Disahkan :

PENGAWASAN MUTU

Nama Petugas :
Tgl Pengambilan Sampel :
Lokasi Pengambilan Sampel :
Nama Pemilik Sampel :

Telah dilakukan pengambilan sampel denggan rincian sebagai berikut:

No Jenis Sampel Kode Berat Jumlah Keadaan


Sampel Sampel Populasi Sampel
(gram)

199
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Pengambilan sampel tersebut dilakukan dalam rangka pengawasan
dengan pedoman pengambilan contoh SNI 19-4298 (padatan) dan
SNI 19-0429 (cairan), Sampel tersebut akan di uji pada laboratorium

Catatan:……………………………………………………………………………

Demikian Pengawasan Mutu dapat disampaikan, atas perhatiannya di


ucapkan terima kasih.

Petugas Pengambil Contoh


/Pengawas Mutu Pakan
Pemilik Sampel

…………., ………………..

(Nama dan Tanda tangan)


(Nama dan Tanda tangan)

200
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Lampiran-7. Prosedur Penanganan/Penyimpanan Sampel Bahan Pakan
dan Pakan di Laboratorium
[Link] :
Terbitan/ Revisi :
FORMULIR Tanggal Terbitan :
Tanggal Revisi :
Halaman :
Disahkan :
PROSEDUR PENANGANAN / PENYIMPANAN SAMPEL BAHAN
PAKAN DAN PAKAN DI LABORATORIUM

Sampel Penerimaan Penanganan


Masuk Sampel Sampel

Pembagian
Sampel

Penyimpanan Masuk Sampel Sampel


Sampel Lab Uji Arsip

Dilakukan
analisa
Catatan:
1. Penerimaan Sampel, melakukan pencatatat identitas sampel
sebelum dilakukan penanganan agar sampel tidak tertukar.
2. Penanganan Sampel, merupakan proses homogenitas sampel
sebelum di uji pada laboratorium.

201
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
3. Pembagian Sampel, bertujuan untuk menjaga sewaktu-saktu sampel
hilang/rusak/dan lain-lain agar memudahkan menidentifikasi.
4. Penyimpanan sampel, sampel uji dan arsip bisa disimpan rak kaca
pada suhu ruangan 25 0C (Ruangan AC) guna menjaga sampel tidak
rusak dan sampel aflatoksin di simpan pada Refreezer.

202
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Lampiran-8. Instruksi dari setiap Pemeriksaan/Pengujian
[Link] :
Terbitan/ Revisi :
FORMULIR Tanggal Terbitan :
Tanggal Revisi :
Halaman :
Disahkan :
PEMERIKSAAN /PENGUJIAN SAMPEL

No Status
Pemeriksaan/Pengujian
Parameter Uji
Ulang Verifikasi

1 Protein Kasar, TVBN, N Bebas, GE, pH,


Asam Amino, dan Lainnya …………
2 Kadar Air, Lemak Kasar, Serat Kasar,
ADF, NDF, Aflatoksin,Makroskopis,
Mikroskopis dan Lainnya ……….
3 Kadar Abu, Kalsium, Phospor, NaCl,
TDN, Bahan kering, dan Lainnya……..

Catatan:……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………...
……………… ……………………………………………………………….........

203
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Demikian Hasil pemeriksaan/Pengujian Sampel disampaikan, atas
perhatiaanya di ucapkan terima kasih

Mengetahui, Pemeriksa /Penguji Sampel


QC/MT
(Nama dan Tanda tangan)
ama dan Tanda tangan)

204
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Lampiran-9. Contoh Hasil Validasi/Verifikasi Pengujian Laboratorium

205
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
HASIL VERIFIKASI METODE

UJI : KADAR LEMAK KASAR


METODE : AOAC 2005 METODE 2003.06
TEMPAT : BALAI PENGUJIAN MUTU PAKAN
TERNAK
JENIS SAMPEL : KEDELAI

NILAI ULANGAN KADAR LEMAK KASAR (%)


NO.

1. 19.8281
2. 19,8630
3. 19,7880
4. 19.6991
5. 19.9190
6. 20,0130
7. 19,9580
8. 19,9950
A. RATA-RATA : 19,8829 % NILAI
SD BENAR : 19.9950 %
RSD (CV Hitung) : 0,10865 %
2/3 CV Horwitz : 0,5464 %
: 2,5505 %

206
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
KESIMPULAN : Hasil verifikasi metode uji kadar lemak kasar
menunjukan :
1. CV hitung lebih kecil dari CV horwitz, hal ini menunjukan adanya
ketelitian yang baik. Hasil rata-rata pengujian terletak dalam
rentang x rata-rata ± 2 SD, hal ini menunjukan ketelitian dalam
melakukan pengujian.

Nilai uji 19,8829 %


2. Keakuratan : ---------------- x 100 % K = ------------------
x 100 % = 99.4393 %
Nilai benar 20,1957 %
berarti pengujian mempunyai keakuratan, ditunjukan dengan
nilai recovery masih dalam rentang 80 – 120 %.

Tempat, ……….,20..
Mengetahui, Penguji/Analis
MT

(Nama dan Tanda Tangan) (Nama dan Tanda Tangan)

207
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Lampiran-10. Contoh Hasil Kalibrasi
[Link] :

Terbitan/ Revisi :

Tanggal :
FORMULIR Terbitan
LOGO
Tanggal Revisi :

Halaman :

Disahkan :

PROGRAM KALIBRASI/ VERIFIKASI EKSTERNAL


Tanggal
Nama Tanggal Tanggal Tanggal Penanggung
No Spesifikasi Kalibrasi Pelaksana Hasil Verifikasi
Alat Rencana Pelaksanaan Selesai jawab
Terakhir

Mengetahui, Bekasi, ……….. 20…


MT Penanggung Jawab
Kegiatan

(Nama dan tanda Tangan)


(Nama dan Tanda tangan)

208
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
209
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
Lampiran-11. Contoh Control Chart
[Link] :
Terbitan/ Revisi :
FORMULIR Tanggal Terbitan :
Tanggal Revisi :
Halaman :
Disahkan : M

KONTROL SAMPEL

210
Modul 5
Bahan Pakan, Produksi Pakan,
dan Pengawasan Mutu
LAPORAN PEMBUATAN PAKAN YANG DICAMPUR DENGAN ANTIBIOTIK UNTUK PAKAN TERAPI

JUMLAH
NOMOR JUMLAH OBAT
TANGGAL NOMOR JENIS OBAT / KONSENTRASI PAKAN
KODE MERK REGISTRASI YANG
NO PEMBUATAN PAKAN PENDAFTARAN KANDUNGAN PAKAN TERAPI YANG DI
PAKAN DAGANG OBAT DITAMBAHKAN
TERAPI PAKAN ZAT AKTIF (ppm) PRODUKSI
HEWAN (Kg)
(Ton)

1 2 3 4 5 6 7 9 10 11

1 1 April - 30 Juni 2021 BR0 ABC-1 PD. Monensin 20% 20 57,23 228.900
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ...................................................................................... 213

DAFTAR GAMBAR ........................................................................... 214

PENDAHULUAN .............................................................................. 215

A. Latar Belakang............................................................................. 215


B. Tujuan ........................................................................................ 217
C. Materi Pokok dan Submateri Pokok ............................................. 217

PERSONALIA .................................................................................. 219

INSPEKSI INTERNAL ..................................................................... 221

PENANGNAN TERHADAP HASIL PENGAMATAN, KELUHAN,

DAN PENARIKAN KEMBALI PAKAN YANG BEREDAR .................. 222

PENUTUP ........................................................................................ 223

213
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Sertifikat Pelatihan PJTOH ..................................... 220

Gambar 2 Struktur Organisasi Pabrik Pakan ........................... 220

214
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pakan memegang peranan penting bagi
ternak untuk
berproduksi,
kelangsungan
dan berkembang
Fungsi lain dari pakan adalah untuk
memelihara daya tahan tubuh dan
hidup,
biak.
1
kesehatan. Sehubungan dengan pentingnya pakan tersebut
dalam rangka melindungi masyarakat dengan menjamin
bahwa pakan yang dihasilkan layak, bermutu, aman
dikonsumsi oleh ternak. Pakan yang bermutu tersebut
tergantung dari proses pembuatan pakan dan pengawasan
mutu yang dilakukan, bangunan dan peralatan yang
digunakan, serta sumber daya manusia yang terlibat dalam
proses pembuatan pakan.
Sesuai Undang-undang Nomor 18 tahun 2009 Pasal 22
tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, setiap orang yang
memproduksi pakan dan/atau bahan pakan untuk diedarkan
secara komersial wajib memperoleh izin usaha dan pakan
yang dibuat untuk diedarkan secara komersial harus
memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) atau persyaratan
teknis minimal (PTM) serta memenuhi ketentuan Cara

215
Pembuatan Pakan Yang Baik (CPPB) yang ditetapkan dengan
Peraturan Menteri.
Mengacu kepada Undang-undang tersebut telah ditetapkan
peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2021 tentang
Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk Pada
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko Sektor
Pertanian. Peraturan ini mengatur standar sertifikasi CPPB
sebagai pedoman yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha
dalam menerapkan CPPB.
Persyaratan 9 (sembilan) unsur penerapan CPPB perlu dibuat
modul tersendiri yang menjelaskan secara detail dan disertai
dengan foto-foto, contoh prosedur dan catatan agar lebih
mudah dipahami oleh pengawas mutu pakan dan/atau
petugas pakan baik pusat, provinsi, kabupaten/kota dan
produsen pakan khususnya UMKM. Pada modul ini
menjelaskan pemenuhan persyaratan dari unsur Personalia,
Inspeksi Internal dan Penanganan terhadap hasil
pengamatan, keluhan dan penarikan kembali pakan yang
beredar.
Tanpa pakan yang berkualitas baik dan jumlah yang
mencukupi maka walaupun ternak tersebut merupakan bibit
unggul maka tidak akan memperlihatkan keunggulannya
secara maksimal.

216
B. Tujuan
Modul CPPB ini disusun dengan tujuan:
1. sebagai acuan bagi pengawas mutu pakan dan/atau
petugas yang menangani pakan dalam melakukan
bimbingan dan pembinaan kepada produsen pakan terkait
dengan 9 (sembilan) unsur yang harus dipenuhi dalam
penerapan CPPB,
2. sebagai acuan produsen pakan menerapkan CPPB dalam
proses produksi pakannya.
C. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok
1. Personalia
a. Tugas dan tanggung jawab karyawan
b. Manager produksi
c. Penjamin mutu pakan
d. Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan
e. Program, pelaksanaan dan evaluasi pelatihan
karyawan mengenai prinsip CPPB
2. Inspeksi Internal
a. Program inspeksi internal
b. Tindak lanjut penelesaian temuan inspeksi internal
3. Penanganan terhadap hasil pengamatan, keluhan dan
penarikan kembali pakan yang beredar
a. Hasil penanganan keluhan/pengaduan
217
b. Tindak lanjut penarikan embali pakan yang beredar
c. Survei kepuasan pelanggan

218
PERSONALIA

2
1. Semua karyawan memahami tugas
dan tanggung jawab masing-masing;
(memiliki job description yang jelas,
khususnya yang menangani produksi
dan penjamin mutu pakan, peta
jabatan (struktur organisasi))
2. Memiliki manager produksi,
(seorang tenaga ahli dibidangnya, terlatih dan memiliki
pengalaman praktis yang memadai dan memiliki wewenang
serta tanggung jawab)
3. Memiliki petugas penjamin mutu pakan;
(tenaga ahli dibidangnya, terlatih dan memiliki pengalaman
praktis yang memadai wewenang dan tanggung jawab
meluluskan atau menolak bahan baku pakan dan bahan
lainnya)
4. Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PJTOH);
(seorang dokter hewan yang telah memiliki sertifikat PJTOH)

5. Memiliki program, pelaksanaan dan evaluasi pelatihan


karyawan mengenai prinsip pembuatan pakan yang baik;
(program pelatihan/magang karyawan dan catatan evaluasi
mengenai prinsip cara pembuatan pakan yang baik).

219
Gambar 1.
Sertifikat Pelatihan PJTOH

Direktur
Utama

Internal Audit

Manager Sales and


HRD Produksi R&D QC/QA Keuangan Pembelian
Plant Marketing

Mesin Personalia Manager Nutrisionis QC Proses Sales Bendahara Bahan Pakan

Mesin
Perawatan Legal SPV Formulator QC Lab Marketing Acounting
/Perlatan

Operator Bagian
Staff Kasir Perlengkapan
Produksi Umum

Gambar 2.
Struktur Organisasi Pabrik Pakan

220
INSPEKSI INTERNAL
1. Memiliki dan melakukan program
inspeksi internal;
2. Melakukan
penyelesaian
internal
tindak
temuan
(memiliki
penunjukan/penugasan
lanjut
inspeksi
surat
sebagai
3
auditor internal).

221
PENANGANAN TERHADAP HASIL
PENGAMATAN, KELUHAN DAN
PENARIKAN KEMBALI PAKAN YANG
BEREDAR
1. Memiliki SOP dan catatan hasil

2.

3.
penanganan keluhan/pengaduan.
Memiliki SOP dan catatan tindak lanjut
penarikan kembali pakan yang beredar.
Melakukan survei kepuasan pelanggan.
4

222
PENUTUP
Modul CPPB untuk 3 (tiga) unsur bahan
pakan, produksi pakan dan pengawasan
mutu disusun sebagai acuan
pengawas mutu pakan dan/atau petugas
bagi

yang menangani pakan di pusat, provinsi,


5
khususnya di kabupaten/kota, serta pelaku
usaha UMKM dalam penerapan CPPB.

223
1. Program Pelatihan Karyawan mengenai Cara Pembuatan Pakan yang Baik
[Link] :
Terbitan/ Revisi :
FORMULIR Tanggal Terbitan :
KOP Perusahaan Tanggal Revisi :
Perusahaan Dan Alamat Halaman :

Disahkan :

PROGRAM PELATIHAN PERSONEL

Tanggal Tanggal Tangg


Rencana Jenis al Penyelen Hasi Verifika
No Data Personil Rencan Pelaksan
Pelatihan Seles ggara l si
a aan ai

224
.............,
Pimpinan Perusahaan

( )

225
2. Evaluasi Pelatihan Karyawan mengenai Cara Pembuatan
Pakan yang Baik
[Link] :
Terbitan/ Revisi :
Tanggal Terbitan :
KOP FORMULIR
Tanggal Revisi :
Perusaha Perusahaan Dan
Halaman :
Alamat
an
Disahkan :

EVALUASI PERSONIL YANG MENGIKUTI


PELATIHAN

Nama / NIP / Jabatan :


Jenis Pelatihan :
Lokasi :
Waktu Pelaksanaan :

Hasil Penilaian / Evaluasi Keterangan


No. Uraian
A B C D E
1. Presentasi
2. Pemahaman Materi
3. Implementasi
Keterangan :

A : Sangat bagus
B : Bagus
C : Cukup
D : Kurang
E : Kurang sekali

226
Lanjutan

Catatan / Rekomendasi

.............................................................................................................................
.............................................................................................................................

.............,
Penilai

( )
NIP.
Catatan : Penilai :

1. Pelatihan teknis : KSPT


2. Pelatihan sampel : KSPS
3. Pelatihan administrasi : KTU
4. Pelatihan SMM : MM

227
3. Program Inspeksi Internal (Lampiran 3)
[Link] :
Terbitan/ Revisi :
FORMULIR Tanggal Terbitan :
KOP Perusahaan Perusahaan Dan Alamat Tanggal Revisi :
Halaman :

PROGRAM INSPEKSI INTERNAL

No. Unsur bagian Personel Ket

Mengetahui ....., …………………………………


Pimpinan Perush Ketua Tim Inspeksi Internal

( …………………………………………. ) ( …………………………………………. )
NIP. NIP.

228
4. Tindak Lanjut Penyelesaian Temuan Inspeksi Internal
[Link] :
Terbitan/ Revisi :
FORMULIR Tanggal Terbitan :
KOP Perusahaan Perusahaan Dan Alamat Tanggal Revisi :
Halaman :

TINDAK LANJUT PENYELESAIAN


HASIL TEMUAN INSPEKSI INTERNAL
Bidang :
Nomor Laporan :
Halaman :
Lampiran :
KETIDAKSESUAIAN
No URAIAN TINDAKAN PERBAIKAN KET
URAIAN DOKUMEN ACUAN

Tanggal Perbaikan :

Disampaikan Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh :


Auditee Auditor MANAGER

229
5. Catatan Hasil Penanganan Keluhan/Pengaduan
[Link] :
Terbitan/ Revisi :
FORMULIR Tanggal Terbitan :
KOP Perusahaan Perusahaan Dan Alamat Tanggal Revisi :
Halaman :
Disahkan :
LAPORAN PENGADUAN
KELUHAN PELANGGAN

1. Ringkasan Pengaduan/Keluhan :

2. Akar Permasalahan :

3. Hasil Tindakan Perbaikan :

4. Tindak Lanjut Atas Pengaduan :

5. Waktu Penyelesaian Pengaduan :

Dilaksanakan oleh :

Paraf :

230
lanjutan
*Melalui Telp/e- atau *Datang …………., ………………….
mail/SMS, Lansung,
Pihak yang mengadu
Petugas Pencatat:
Nama :
Tanggal: Instansi :
Alamat/ No. :
Telp
Paraf : Paraf :

………………………………….. ………………………………….

Mengetahui Menindaklanjuti
Direktur/Manager, Manajer Mutu,

(....................................) (....................................)

231
6. Catatan Tindak Lanjut Penarikan Kembali Pakan yang
Beredar
[Link] :
Terbitan/ Revisi :
FORMULIR Tanggal Terbitan :
KOP Perusahaan Perusahaan Dan Alamat Tanggal Revisi :
Halaman :
Disahkan :
LAPORAN TINDAK LANJUT PENARIKAN
KEMBALI PAKAN YANG BEREDAR

1. Memutuskan harus dilakukan penarikan produk :

2. Menerima informasi mengenai recall produk :

3. Menginformasikan pada unit terkait mengenai penarikan produk :

4. Melakukan penarikan produk sesuai dengan intruksi tim recall :

5. Menarik semua produk :

6. Mealakukan pemusnahan produk :

Paraf :

232
Lanjutan

*Melalui Telp/e- atau *Datang …………., ………………….


mail/SMS, Lansung,
Pihak yang mengadu
Petugas Pencatat:
Nama :
Tanggal: Instansi :
Alamat/ No. :
Telp
Paraf : Paraf :

………………………………….. …………………………………
.

Mengetahui Menindaklanjuti
Direktur, Manajer Mutu,

(....................................) (....................................)

233
7. Survey Kepuasan Pelanggan
No. Formulir :
Terbitan/Revisi :
FORMULIR Tanggal Terbitan :
KOP Perusahaan Perusahaan Dan Alamat Tanggal Revisi :
Halaman :
Disetujui :

ANGKET KEPUASAN PELANGGAN

I. DATA RESPONDEN

Nomor : _____________________________________(diisi oleh petugas)


Responden
Umur : O Dibawah 20 O 20- 30-39
29
O 40-49 O 50- Diatas 59
59
Jenis : O Laki-Laki O Perempuan
Kelamin

234
Pendidikan : O SLTP O SLTA D1-D2-D3
Terakhir
O S-1 O S2 dan S3

Pekerjaan : O PNS/TNI Polri O Pegawai O Wiraswasta


Utama Swasta
O Pelajar/Mahasiswa O Lainnya O

235
Lanjutan

II. PENDAPAT RESPONDEN TENTANG PELAYANAN .......

Bapak/Ibu/Saudara yang terhormat,


Terima kasih atas pilihan dan kepercayaan Bapak/Ibu/Saudara untuk melakukan ........... Sebagai up
aya peningkatan kepuasan pelanggan, mohon dapat menuliskan pendapat dan komentar Bapak/Ibu
/Saudara pada kolom dibawah ini.

Berilah nilai (√) terhadap pelayanan ...... (berdasarkan Kepuasan Kepentingan


pengalaman Anda) sesuai dengan tingkat kepuasan Sangat Tidak Sangat Tidak
Anda dan bobot kepentinggannya Puas Puas Penting Penting

4 3 2 1 4 3 2 1
1 Kecepatan Pelayanan
2 Ketepatan Jadwal Pelayanan (Senin-Jumat, Pukul
08.00-16.00)
236
3 Upaya perusahaan membantu memecahkan
masalah yang Anda hadapi
4 Bila berjanji melakukan sesuatu pada waktu
tertentu, akan menepatinya
5 memberikan layanan secara tepat sejak awal
6 Kejelasan dan kepastian informasi yang
disampaikan petugas yang melayani
7 Cara dan sikap petugas melayani pelanggan
8 Kemudahan prosedur
9 Kesopanan dan keramahan petugas pelayanan
10 Kesesuaian proses pembayaran dengan yang
diinginkan pelanggan

237
Lanjutan

III. TINGKAT KEPENTINGAN (Importance)


Berikan alokasi point untuk 5 (lima) karakteristik dibawah ini sehingga jumlah keseluruhan
adalah 100 berdasarkan tingkat kepentingan.
Jumlah Alokasi Point Sesuai Tingkat
No Karakteristik
Kepentingannya
1 Kemampuan memberikan jasa Point
2 Daya Tanggap petugas Point
3 Jaminan hasil yang diperoleh pelanggan Point
4 Akses, komunikasi dan kemampuan memahami pelanggan Point
5 Ketersediaan sarana yang ada Point
TOTAL POINT YANG DIALOKASIKAN 100 Point

IV. KINERJA KEGIATAN TERKAIT


Berilah penilaian aspek kegiatan dilakukan dengan melingkari skala nilai (1:Kurang Baik; 2:Kurang; 3:B
agus; 4:Sangat Bagus)

238
KEGIATAN YANG TERKAIT DENGAN INSTANSI BAPAK/IBU/SAUDARA
Pelayanan pengujian
No ASPEK KEGIATAN Pemantauan dan
bahan pakan/ Pelatihan/Magang Pembinaan Lab
survey mutu pakan
pakan
1 Koordinasi 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
2 Persiapan Pelaksanaan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
3 Pelaksanaan Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
4 Kendali Pelaksanaan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

239
Lanjutan

V. KRITIK DAN SARAN

VI. APAKAH SAUDARA MEREKOMENDASIKAN JASA KAMI KEPADA PELANGGAN LAINNYA? (berikan alasannya)

O Ya : ________________________________________________________________________

O Tidak: ______________________________________________________________________

VII. DARI MANA ANDA MENGETAHUI JASA KAMI ?


O Pameran O Brosur O Teman/Keluarga/Rekan O Laman (website)

240
DIREKTORAT PAKAN
Gedung C Lantai 8 Wing A
JL. Harsono RM No.3, Ragunan, Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12550
Telp : 021-78833804
Fax : 021-7815686

Anda mungkin juga menyukai