0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Pengantar Matriks dan Operasinya

Diunggah oleh

v4nessa08
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Pengantar Matriks dan Operasinya

Diunggah oleh

v4nessa08
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ALJABAR LINIER

(MATRIKS)

BaHAN KULIAH

Hendi herlambang, S.T, MT

Universitas PELITA BANGSA


2024
Fakultas Teknik
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PELITA BANGSA

Minggu I
Matriks

Pokok Bahasan : Pendahuluan Matriks

Sub Pokok Bahasan : A. Pengertian Matriks


B. Operasi Matriks
1. Penjumlahan dan pengurangan
2. Perkalian skalar/bilangan dengan matriks
3. Transpose Matriks
4. Perkalian antar matriks
5. Jenis-jenis matriks

Tujuan Instruksional Umum : Agar mahasiswa dapat memahami apa yang


dimaksud dengan matriks.

Tujuan Instruksional Khusus : Agar mahasiswa mampu menjelaskan dan dapat


menyelesaikan masalah yang terkait dengan :
A. Pengertian Matriks
B. Operasi Matriks
1. Penjumlahan dan pengurangan
2. Perkalian skalar/bilangan dengan matriks
3. Transpose Matriks
4. Perkalian antar matriks
5. Jenis-jenis matriks

Jumlah Pertemuan : 1 (satu)

2
Fakultas Teknik
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PELITA BANGSA

Minggu I
Matriks

A. Pengertian :

Matriks adalah susunan bilangan-bilangan riil atau kompleks yang diatur


dalam baris-baris dan kolom-kolom berbentuk persegi panjang.
Bilangan-bilangan tersebut disebut elemen matriks. Cara penulisan kolom
matriks adalah sebagai berikut (dengan angka) :

 4 2 4  4 2 −3 1
 0 −1 3  −1
  atau 0
1
2 4

− 3 7 6
 3 7 2
5
Matriks dinyatakan dalam huruf besar A, B, P atau huruf yang lainnya. Atau
secara lengkap ditulis A = (aij), artinya matriks A mempunyai elemen a ij,
dimana indeks I menyatakan baris ke-i dan indeks j menyatakan kolom ke-j
dari elemen aij.
Secara umum, matriks A ditulis : A = (aij)
 a11 a12 .... a1n 
A =  a21 a22 .... a2 n 

am1 am 2 .... amn 

i = 1,2,3..., n
j = 1,2,3..., m

Matriks A mempunyai baris sebanyak n dan kolom sebanyak m. Pada


matriks A = (amxn), dikatakan ordo matriks A adalah m x n.

3 2
Apabila matriks A =   maka matriks A mempunyai ordo 2x2.
6 5 

3
Fakultas Teknik
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PELITA BANGSA

4 7 4
Apabila Matriks B =  maka matriks A mempunyai ordo 2x3.
3 0 − 3

5 
 2
 
Apabila matriks C = 1 maka matriks C ber ordo 5x1.
 
 2
3

Apabila Matriks A dan matriks B berordo sama, dan a ij = bij untuk semua
i=1,2,..,n dan j=1,2,..m maka matriks tersebut sama.
Contoh :
 2 3  2 3
A =  dan B =   , maka A = B
1 4  1 4 

B. Operasi Matriks

Dalam operasi matriks terdapat beberapa sifat matriks jika matriks A, B dan
C berordo sama dan  scalar, maka berlaku sifat-sifat berikut:
a. A + B = B + A (sifat komutatif)
b. (A + B) + C = A + ( B + C); (sifat asosiatif)
c. (A + B) = A + B; (sifat distributif)

1. Operasi penjumlahan dan pengurangan


Jumlah matriks A dan B jika ditulis A + B adalah sebuah
matriks baru C, C = A + B dengan elemen Cij = aij +bij, i =
1,2,…,m dan j = 1,2,…,n dengan syarat A dan B mempunyai
ordo sama. Jadi matriks C = (cij) = (aij + bij).

Contoh :

4
Fakultas Teknik
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PELITA BANGSA

2 2  2+2  4


A = − 1 dan B =  2  , maka A + B = − 1 + 2 = 1 
     
 
 3  − 1 3 + (−1) 2

atau jika

3 1  0 2 
A=  dan B =  
 4 2 1 3
3 + 0 1 + 2  3 3
maka A + B =  = 
 4 + 1 2 + 3 5 5

Untuk Operasi pengurangan,

3 1   0 − 2
A=  dan B =  ,
 4 2  − 1 − 3

maka A – B = A + (-B)
 3−0 1 + (+2)  3 3
=  =
4 + (+1) 2 + (+3) 5 5

2. Perkalian Skalar / bilangan dengan matriks


Bila  suatu bilangan dan a = aij maka perkalian  dengan A
ditulis A = (aij) = (aij), atau dengan kata lain matriks A
diperoleh dari perkalian semua elemen A dengan .

Contoh :

12 9 21  1
B=  , =
 9 0 − 3 3

5
Fakultas Teknik
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PELITA BANGSA

12 9 21 
 3  = 4 3 7
maka B =  3 3
9 0 − 3  3 0 −1
 
3 3 3 

3. Transpose Matriks
Bila matriks A = (aij), berordo (mxn), maka transpose dari
matriks A ditulis At adalah matriks yang diperoleh dari A
dengan menukar semua baris matriks A menjadi kolom matriks
At. Maka matriks At akan berordo nxm.

Contoh :
2 1
2 0 t 
0 
2
A= , A = 2
1 0 − 5
0 − 5

4. Operasi Perkalian
Bila A = (aij) berorodo (pxq) dan matriks B = (bij) berordo
(qxr), maka perkalian matriks A dan B ditulis AxB, adalah
matriks C = AxB = (cij) berordo (pxr), dimana cij = a11bij +
a12b2j+..….+ a1qbqr
Syarat agar matriks A dan B bisa dikalikan adalah banyaknya
kolom matriks A harus sama dengan banyaknya baris matriks
B.

Contoh :

3 1 4
3 0
dan B = 2 1 0
2
A= 
1 3 1
1 0 1 

maka A (2x3) x B (3x3) = C (2x3)

6
Fakultas Teknik
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PELITA BANGSA

3 1 4
3 0  3  3 + 2  2 + 0  1 3 1 + 2 1 + 0  0 3  4 + 2  0 + 0  1
0 = 
2
=
1  1  4 + 3  0 + 1  1 
2 1
1 1 3 + 3  2 + 11 11 + 3 1 + 1 0
1 
3
1 0
13 5 12
= 
10 4 5 

5. Jenis-jenis Matriks
i. Matriks bujur sangkar, apabila suatu matriks memiliki jumlah baris
dan kolom sama, atau berordo nxn.

Contoh :
3 1
A=  , bujur sangkar ordo 2
 2 0

4 1 0 
B = 3 1 1  , bujur sangkar ordo 3
0 − 1 − 1

ii. Matriks nol, adalah matriks yang semua elemennya sama dengan
nol.

Contoh :
0  0 0
A =  , B =  dan seterusnya
0  0 0

iii. Matriks diagonal, adalah matriks bujur sangkar yang semua elemen
diluar diagonal utama sama dengan nol.

Contoh :

7
Fakultas Teknik
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PELITA BANGSA

 2 0 0
A = 0 1 0
 
0 0 3

iv. Matriks satuan (identitas), ditulis dengan I adalah matriks bujur


sangkar yang elemen diagonalnya semua sama dengan 1, dan
elemen yang lain sama dengan 0.

Contoh :
1 0 0
1 0   
I2 =   , I3 = 0 1 0
 0 1  0 0 1

v. Matriks simetris, adalah matriks yang transposenya sama dengan


dirinya sendiri atau A = At.

Contoh :

1 2 3  1 2 3 
 
A = 2 3 1  At = 2 3 1
Maka
3 1 4 3 1 4

vi. Matriks segitiga bawah adalah matriks bujur sangkar yang semua
elemen diatas diagonal utama adalah 0.

Contoh :
1 0 0
A = 3 2 0 matriks segitiga bawah
1 0 4

dan sebaliknya.

8
Fakultas Teknik
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PELITA BANGSA

Anda mungkin juga menyukai