0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan3 halaman

Jenis dan Fungsi Router Jaringan

Diunggah oleh

arkiza2509
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan3 halaman

Jenis dan Fungsi Router Jaringan

Diunggah oleh

arkiza2509
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA ARKIZA ALFA RIZKI

[Link] 3

ABSEN 4

1. Apa yang di maksud dengan router ? =Router adalah perangkat keras yang dipakai untuk
menghubungkan beberapa jaringan, baik itu jaringan yang sama atau juga jaringan yang berbeda.
Routing adalah proses pengiriman paket data dengan melalui jaringan dari satu perangkat ke
perangkat lainnya.

2. Sebutkan dan Jelaskan Jenis-jenis router ? =1. Router Statis / Static Router Jenis router yang
pertama adalah yang dikenal dengan istilah router statis ataupun static routing. Penggunaan static
routing ini lebih mengarah kepada bagaiaman sebuah router mampu untuk melakukan proses
penghalaan dari suatu jaringan. Mekanisme di dalam proses penghalaan itu sendiri terdiri dari
berbagai proses, yang melibatkan apa yang kita kenal dengan nama tabel routing atau tabel
penghalang. Pada penggunaan static router, maka proses penghalaan pada router ini
diadministrasikan secara manual oleh seorang administrator. Segala bentuk penghalaan melalui
tabel routing dilakukan secara manual oleh administrator, dimana administrator bertanggung jawab
penuh untuk melakukan segala bentuk proses penghalaan, mulai dari membuat jalur atau rute baru,
menghapus rute, memindahkan rute, dan sebagainya. Administrator juga memegang penuh atas
permission atau ijin – ijin yang ada pada router tersebut. Kelebihan penggunaan static router
Kelebihan pertama dari penggunaan static router adalah terdapat semacam filtering oleh
administrator, dimana administrator mampu untuk memfilter rute mana yang boleh dilewati dan
tidak boleh dilewati. Hal ini membuat proses penghalaan dapat dilakukan secara real time oleh sang
administrator Proses penghalaan atau proses routing bisa dilakukan dengan mudah dan juga cepat,
dan bisa dilakukan kapan saja, tanpa adanya syarat – syarat trtentu Penggunana tabel routing akan
mempermudah administrator dalam melakukan proses routing atau penghalaan User bisa
melakukan request akses routing dari administrator, sehingga tidak harus tergantung dari program
routing saja. Kekurangan dari penggunaan static router Administrator wajib sepenuhnya memahami
mengenai sistem dan juga command pada tabel routing Sangat membutuhkan ahli jaringan yang
sudah memiliki banyak pengalaman di bidang routing agar static routing dapat beroperasi dengan
optimal. Kemampuan administrator dalam membuat tabel routing baru sangatlah diperlukan,
terutama ketika harus menghabpus ataupun menambahkan jalus penghalaan Tidak cocok untuk
diaplikasikan pada sebuah jaringan yang sibuk, luas, dan juga banyak digunakan oleh user. 2. Router
dinamis / Dynamic Router Jenis router berikutnya adalah router dinamis, alias dynamic router.
Merupakan kebalikan dari router statis, yang tentu saja membuat router dinamis ini memiliki
keunggulan sedikit dibandingkan dengan router statis. Apabila pada router statis atau static router
ini, proses penghalaan atau proses routing murni diatur oleh seorang administrator jaringan, maka
pada dynamic router ini, proses routing akan berjalan secara otomatis dan juga dinamis. Maksudnya
adalah, dynamic router ini akan bekerja sendiri, sesuai dengan apa yang sidah diperintahkan oleh
administrator. Dynamic router akan melakukan penghalaan atau routing ke user yang sudah
ditentukan, melalui jalur atau rute yang sudah ditentukan, mampu untuk menghapus jalur yang
sudah tidak terpakai, membaut jalur routing baru ke user baru, menolak akses routing ke user
tertentu, dan masih banyak lagi. Semua proses itu dilakukan secara dinamis oleh router secara
otomatis. Namun demikian, tentu saja, router dinamis ini juga membutuhkan adanya seorang
administrator. Namun demikian, fungsi dari administrator ini tidaklah serumit administrator pada
static routing. Administrator pada dynamic routing ini hanya bertugas untuk melihat proses routing
yang sedang berlangsung, serta bertugas untuk menentukan bagaimana cara si router dinamis ini
dalam melakukan proses routing. Dynamic routing ini juga mampu untuk membuat tabel routing
sendiri, sehingga ketika router akan menghapus sebuah jalur, atau menambahkan jalur baru,
semuanya itu akan secara otomatis masuk ke dalam tabel routing yang baru. Kelebihan dari
penggunaan router dinamis Sangat praktis dan juga efisien, karena router bisa bekerja secara
otomatis Kerja dari administrator lebih ringan, dan administrator tidak wajib memahami secara
penuh pembuatan tabel routing Sangat cocok digunakan untuk kebutuhan network yang besar, luas
dan juga sibuk, misalnya saja kebutuhan routing pada ISP, baik baseband maupun broadband’
Kekurangan dari penggunaan router dinamis yaitu terkadang router bekerja secara otomatis,
sehingga kita tidak bisa mengatur kemana sebuah jaringan akan pergi 3. Wireless Router Jenis router
yang satu ini tidak spesifik, yang berarti bisa menjadi jenis router statis maupun router dinamis.
Sesuai dengan namanya, router wireless merupakan jenis router yang bekerja tanpa menggunakan
kabel, dan mengandalkan koneksi wireless menggunakan media udara. Router wireless ini saat ini
cukup banyak digunakan karena memberi banyak sekali kemudahan. Dari segi fungsinya, tentu saja
tidak berbeda dengan jenis router lainnya. Berikut ini adalah beberapa kelebihan yang dimiliki oleh
router wireless Bisa bekerja baiks ebagai static router ataupun dynamic router Tidah membutuhkan
kabel, sehingga sangat mudah dalam instalasi, dan tidak repot Dapat berperan sebagai access point,
sehingga bisa langsung terkoneksi dengan komputer dan perangkat lainnya menggunakan media
WiFi Mudah diletakkan dimanapun Tidak membutuhkan modem yang banyak untuk masing –
masing komputer.

3. Sebutkan dan jelaskan 6 fungsi router ? 1. Fungsi dari sebuah router yaitu dapat mentranmisikan
sebuah informasi dari suatu jaringan ke jaringan lainnya yang sistem dari kerjanya sama seperti pada
Bridge. 2. Fungsi ini adalah merupakan fungsi utama dari sebuah router yaitu untuk dapat
menghubungkan beberapa dari jaringan yang berguna untuk menyampaikan data dari satu jaringan
ke jaringan yang lainnya. Tetapi router tersebut bededa hal dengan penggunaan Switch. Karena pada
Switch hanya akan digunakan untuk menghubungkan beberapa dari komputer lalu membentuk
sebuah AN atau Local Area Network. Dan sedangkan pada sebuah router memiliki kegunaan yaitu
untuk dapat menghubungkan antar saru LAN dengan LAN lainnya. 3. Fungsi router selanjutnya yaitu
dapat membaca sebuah alamat logika atau IP Address and destination untuk bisa menentukan
proses routing pada satu LAN ke LAN lain.

4. Fungsi dari router yaitu dapat berupa BOX atau sebuah Operating System yang bisa menjalankan
sebuah daemon Routing.5. Fungsi router juga dapat berfungsi untuk menghubungkan sebuah
jaringan lokal pada sebuah koneksi DDL yang biasa disebut dengan DSL router. Router tersebut juga
memiliki sebuah fungsi firewall agar bisa melakukan penapisan paket berdasarkan sumber dan
alamat tujuan dari paket tersebut. Tetapi, itu berarti tidak semua router yang memiliki fungsi yang
sama. Router yang juga memiliki fitur firewall ini bisa juga dikatakan sebagai Packet- Filtering Router.
Yang mana router ini dapat berfungsi untuk memblokir lalu lintas dari data yang akan dihasilkan
secara broadcast, dan akhirnya akan dapat mencegah terjadinya broadcast storm yang kemudian
dapat menyebabkan konerja jaringan yang akan melambat. 6. Dan yang terakhir yaitu Router dapat
berfungsi untuk menyimpan tabel routing yang akan digunakan untuk menentukan rute paling baik
diantara jaringan LAN ke WAN. 4. Jelaskan cara kerja router ? = cara kerja router adalah
menghubungkan perangkat-perangkat yang berada di dalam jaringan dengan meneruskan paket
data di antara mereka. Data ini dapat dikirim dari perangkat satu ke perangkat lain, atau dari
perangkat ke internet.

5. Jelaskan yang dimaksud dengan definisi router ? = router adalah perangkat yang menghubungkan
antara internet dan perangkat di rumah Anda, yang terhubung dengan internet. Seperti yang tersirat
dari namanya, router akan "merutekan" lalu lintas antara perangkat dan internet.
6. Jelaskan fungsi VLSM ? =VLSM adalah pengembangan mekanisme subneting, dimana dalam VLSM
dilakukan peningkatan dari kelemahan subneting klasik, yang mana dalam clasik subneting, subnet
zeroes, dan subnet- ones tidak bisa digunakan. selain itu, dalam subnet classic, lokasi nomor IP tidak
efisien. Pada metode VLSM subnetting yang digunakan berdasarkan jumlah host, sehingga akan
semakin banyak jaringan yang akan dipisahkan. Tahapan perhitungan menggunakan VLSM IP
Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan
VLSM. Maka setelah dilakukan perhitungan maka dapat dilihat subnet yang telah dipecah maka akan
menjadi beberapa subnet lagi dengan mengganti subnetnya. 7. Jelaskan yang dimaksud dengan
Routing Statis, Dinamis, Intradomain, Interdomain ? 1. = Routing statis (Static Routing) adalah proses
setting router jaringan menggunakan tabel routing yang dilakukan secara manual saat melakukan
konfigurasi. 2. Dynamic Routing atau Routing Dynamic (dinamik) adalah sebuah router yang memiliki
dan membuat tabel routing secara otomatis. Dengan menggunakan lalu lintas jaringan dan juga
saling berhubungan antara router lainnya . 3. Protokol routing intradomain bertugas mengatur
routing di dalam domain, 4. sedangkan protokol routing interdomain bertugas mengatur routing
antar domain 8. RIP memiliki 3 versi yaitu RIPv1, RIPv2, RIPng, jelaskan ? 1) = RIPv1 mengirimkan
Routing Table secara lengkap ke semua interface yang aktif setiap 30 detik. RIPv1 menggunakan
Classful Routing, yang artinya RIPv1 tidak mendukung Subnetting. 2) RIPv2 sudah menyediakan
sesuatu yang disebut dengan Prefix Routing, yang berisi informasi SubnetMask. 3) RIPng (RIP Next
Generation / RIP generasi berikutnya), yang didefinisikan dalam RFC 2080, adalah perluasan dari
RIPv2 untuk mendukung IPv6, generasi Internet Protocol berikutnya. Perbedaan utama antara RIPv2
dan RIPng adalah: 4) Dukungan dari jaringan IPv6. · RIPv2 mendukung otentikasi RIPv1, sedangkan
RIPng tidak. IPv6 router itu, pada saat itu, seharusnya menggunakan IP Security (IPsec) untuk
otentikasi. · RIPv2 memungkinkan pemberian beragam tag untuk rute, sedangkan RIPng tidak; ·
RIPv2 meng-encode hop berikutnya (next-hop) ke setiap entry route, RIPng membutuhkan
penyandian (encoding) tertentu dari hop berikutnya untuk satu set entry route . 9. Tahap tahap Link-
State, sebutkan ? = Tahap tahap Link-State : 1. Setiap router memperkenalkan diri, dengan
mengirimkan paket hallo 2. Setiap router akan tahu tetangga berdasarkan paket hallo beserta biaya,
dimasukkan database 3. Setiap router mengirimkan basis datanya ke tetangganya dalam paket
LSARouter yang menerima paket LSA harus meneruskan ke sel. tetangga sebelahnya 4. Paket LSA
dimasukkan database jika infonya lebih baru 5. Awalnya terjadi flooding karena setiap router jika ada
update data akan mengirimkan. Sampai convergen 6. Selanjutnya setiap router menghitung jarak
terpendek ke router yang lain dengan Shortest Path First, dan terbentuklah tree 7. Dimungkinkan
untuk mencapai Router yang sama, antar router punya tree yang berbeda. 10. Jelaskan yang
dimaksud dengan Open Shortest Path First (OSPF) ? = Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah
protokol routing otomatis (Dynamic Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan
informasi routing antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. Protokol
routing link-state dikenal juga sebagai protokol shortest path first dan dibangun atas algorithma
shortest path first Edsger Dijkstra’s. Protokol routing link-stater IP adalah : Open Shortest Path First
(OSPF) Intermediate System-to Intermediat System (IS-IS) Pada TCP / IP jaringan, link yang paling
umum digunakan negara routing protokol Open Shortest Path First (OSPF). On IPX networks. Di
jaringan IPX, NetWare Link State Protocol (NLSP) digunakan. Tabel vektor jarak dan protokol link
state digunakan dengan setiap protokol jaringan.

Anda mungkin juga menyukai