Proses Pengolahan Roti Manis di SMK
Proses Pengolahan Roti Manis di SMK
I. INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul Ajar
Penyusun : Nina Prita Sari, [Link], [Link]
Institusi : SMK Negeri 1 Sungai Raya
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Jenjang Sekolah : SMK Agroteknologi Pengolahan
HasilPertanian Kelas : Fase F
Alokasi Waktu : 10 JP (1 x45 menit)
Capaian Pembelajaran : Pada akhir fase F, peserta didik akan
mendapatkan gambaran utuh mengenai program keahlian
Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian, sehingga mampu
menumbuhkan passion dan vision untuk merencanakan dan
melaksanakan aktivitas belajar. Selain itu pada akhir fase E, pada
aspek soft skills dan hard skills peserta didik mampu memahami
profil industri, dunia usaha atau dunia kerja dan profesi/wirausaha
di bidang Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian,
perkembangan teknologi di bidang Agriteknologi Pengolahan
Hasil Pertanian, isu- isu global terkait dengan Agriteknologi
Pengolahan Hasil Pertanian dan upaya penanganannya pada
tingkat lokal, penanganan komoditas hasil pertanian sesuai
prosedur dan keselamatan dan Kesehatan kerja (K3LH),
manajemen pada Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian secara
holistik, Teknik dasar Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian.
B. Kompentensi Awal
Peserta memiliki pengetahuan dasar – dasar kewirausahaan dan pengetahuan dasar -dasar
pengolahan hasil pertanian. Siswa memiliki impian menjadi pengusaha atau wirausaha di
bidang pengolahan hasil pertanian.
B. Asesemen
ASESMEN JENIS ASESMEN
C. Pemahaman Bermakna
Kunci kesuksesan bisnis adalah keterampilan, kebulatan tekad, disiplin dan berani
mengambil resiko
D. Pertanyan Pematik
Apakah anda pernah melihat orang disekitarmu yang sukses dari kegitan berwirausaha /
berbisnis makanan.
E. Kegiatan Pembelajaran
Aktivitas Pembelajaran
Proses bisnis secara menyeluruh di bidang industri pengolahan
hasil
pertanian
Menanya
Diskusi kelompok tentang
karakteristik bahan, prinsip dasar
pengolahan, faktor-faktor yang
mempengaruhi, jenis dan prinsip
kerja alat pengolahan, alur proses
pengolahan, proses pengolahan,
pengemasan hasil olahan,
perencanaan usaha, dan pemasaran
produksi olahan serealia.(Rerotian )
Eksperimen/ mengasosiasi
elakukan praktik pembuatan produk
olahan serealia /rerotian secara
berkelompok
itu roti manis
nitasi alat, ruang, lingkungan
Mengasosiasi
Menganalisis hasil pengumpulan data
serta pengujian mutu produk dan
membuat kesimpulan tentang proses
pembuatan roti.
Mengkominikasikan
enyampaikan atau mempresentasikan
hasil praktek produksi roti ke
teman sekelasnya
b. InstrumenPenilaian
1) Pengetahuan ( 30 % )
Penilaian pengetahuan dengan tes tertulis
No Pertanyaan Score
kukan identifikasi terhadap bahan baku dan bahan bantu
1. liskan bahan utama dan bahan pembantu dalam pengolahan 20
roti?
2. liskan peralatan yang digunakan dalam membuat roti? 20
liskan alur proses pengolahan roti manis & lengkapi
3. 40
keterangan pada prosesnya ?
askan jenis bahan pengemas untuk produk olahan serealia dan
4. prinsip pelabelan serta apa saja yang harus tercantum dalam 20
label?
Nilai Akhir (NA) 100
A. Tabel 1:
1. Lakukan identifikasi terhadap faktor/kriteria mutu bahan baku dan bahan pembantu utk
proses produksi roti sesuai standar perusahaan .Gunakan tabel berikut untuk identifikasi.
Kunci Jawaban
No Pertanyaan
No Nama bahan Kriteria mutu Keterangan
I Bahan baku:
1. Tepung terigu Protein tinggi Gluten ±14%
2. Ragi Instant Viabilitas tinggi aktif
3. Gula Berwarna putih dan tidak
1.
kasar
4. Air Es Suhu ±10⁰c
II Bahan pembantu:
5. Gula pasir Butiran halus Kastor sugar
6. Shortening Butter/margarin Tidak tengik
No Pertanyaan
7. Bread immprover Tidak rusak menggunmpal
8. Garam Putih bersih
9. Susu bubuk Full cream/ skim
10. telur Segar
2). Ketrampilan
Checklist Observasi Unjuk Kerja
N Point yg dicek tidak Ket
Aspek ya
o
Baju kerja seperti APD, cek alat
1. Persiapan bahan,formulasi bahan benar, semua
kondisi siap dioperasionalkan
2. Proses Kesesuaian dengan kriteria proses
3. Hasil Kesesuaian dengan kriteria hasil
N Point yg dicek tidak Ket
Aspek ya
o
K3, (kebersihan dan kerapihan alat, ruang
4 Sikap kerja
,lingkungan, penanganan sampah/limbah)
5 waktu Tidak melewati waktu yg disediakan
F. Refleksi Peserta
Setelah menyelesaikan tugas pembelajaran mulai dari studi pustaka mandiri, kunjungan di
industri dan presentasi dan diskusi diantara kelompok belajar :
Apakah anda mudah menerima dan memahami materi yang disampaikan oleh guru?
Apakah informasi yang anda terima merupakan hal yang baru dan menarik bagi
anda untuk lebih memperdalam informasi tersebut dari berbagai sumber?
Apakah ada yang menarik dari industri yang anda pelajari? Bagian manakah yang
menurut Anda merasa tertarik ?
Apakah anda tertarik pekerjaan-pekerjaan di industri yang anda pelajari? Pekerjaan
apakah yang anda merasa tertarik untuk menjadi sebuah obsesi ketika lulus dan
memasuki dunia kerja?
Bagaimanakah menurut anda untuk mempersiapkan diri agar dapat meraih obsesi
anda meraih pekerjaan tersebut?
Bagaimanakah menurut anda sebuah industri yang baik dan ideal yang kelak di
masa depan anda dirikan/kembangkan mulai dari proses perencanaan, proses
produksi yang berwawasan lingkungan, sampai dengan pemasarannya ?
Apakah selama pembelajaran kalian merasa nyaman, leluasa serta merdeka dalam
mengekspresikan kemampuan baik pengetahuan, keterampilan dan terutama pada
sikap?
[Link]
A. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
KEGIATAN 1
Bahan :
No Komposisi Formula
1 Terigu protein tinggi 1000 g
2 Ragi roti 22 g
3 Air dingin 440 ml
4 Susu bubuk 50 g
5 Gula pasir 250 g
6 Telur ayam 4 butir
7 Improver 8 gr
8 Garam 5g
9 Margarin 150 g
10 Bahan isian secukupnya
b. Langkah Kerja
1. Siapkan bahan
2. Timbang bahan sesuai formula
3. Campurkan bahan kering seperti tepung, gula, ragi, susu bubuk, gula pasir ke dalam
wadahpencampuran (bowl mixer) pada kecepatan 1 selama 2 menit hingga tercampur
rata.
4. Tambahkan telur dan air dingin, lalu aduk pada kecepatan 2 sampai adonan
setengah kalis.
5. Tambahkan margarin dan garam, aduk dengan kecepatan 2 selama 15-20 menit sampai
adonan kalisatau mampu membentuk lapisan film tipis jika direntang dan tidak sobek.
6. Angkat dan bulatkan adonan di atas meja kerja yang telah dioles margarinkemudian
proofing(didiamkan) selama 10 menit ditutup dengan plastik.
7. Adonan ditimbang masing-masing 10 gram, kemudian bulatkan sampai terlihat
lapisan film.
8. Proofing ke 2 dilakukan selama 15 menit ditutup dengan plastik.
9. Pipihkan adonan, buang gasnya, kemudian bentuk roti sesuai keinginan dengan
isian yang telahdisiapkan.
10. Simpan adonan ke dalam loyang yang telah diolesi margarin.
11. Proofing ke 3 dilakukan di mesin proofer pada suhu 38oC selama 35 - 45 menit
sampai adonanmengembang.
12. Adonan diangkat kemudian diolesi dengan kuning telur dan susu UHT yang dicampur.
13. Panggang adonan dalam oven dengan suhu atas 170oC dan suhu bawah 180 oC selama
10-15 menitsampai warna kulit agak kecoklatan.
14. Keluarkan roti dari loyang segera setelah pemanggangan. Olesi lapisan atas roti
dengan margarin.
15. Dinginkan pada suhu ruang selama 10 menit.
16. Lakukan pengemasan
17. Amati secara organoleptik
Tugas Mandiri :
a. Diagram Alir
b. Hasil Pengamatan
Karakteristik
c. Kesimpulan
d. Saran
Dibuat Disahkan
STANDAR OPERATIONAL PROCEDURE
PRODUKSI ROTI
1. TUJUAN
Memastikan proses produksi roti dilakukan berdasarkan standar FIFO dan sanitasi sehingga
menghindari adanya kerusakan produk dan menghindari kontaminasi terhadap produk.
2. PELAKSANA
Peserta didik dibawah pengawasan guru mata pelajaran & laboran.
3. PROSEDUR
3.1. Sebelum bekerja peserta didik harus dalam keadaan bersih dan harus mencuci
tangan dengan sabun antiseptikserta menggunakan APD lengkap dan benar.
3.2. Sebelum memulai pekerjaan peserta didik harus memeriksa ketersediaan, kelayakan
dan kebersihan bahan baku dan peralatan penunjang produksi sesuai standar
spesifikasi yang ditetapkan.
3.3. Lakukan proses penimbangan bahan secara cermat dan pastikan alat penimbangan
yang digunakan telah terkalibrasi.
3.4. Lakukan proses pencampuran bahan menggunakan planetary mixer. Pastikan
adonan tercampur hingga kalis dan homogen yang ditandai dengan tidak lengketnya
adonan serta terbentuk elastis seperti karet saat ditarik.
3.5. Lakukan proses fermentasi menggunakan final proofer dimana suhu dan waktu
fermentasi dikondisikan sehingga proses berjalan secara optimal.
3.6. Lakukan proses pemotongan adonan dengan berat yang ditentukan menggunakan
dough devider.
3.7. Lakukan proses pembentukan sesuai dengan jenis roti yang diprodiksi dimana dapat
menggunakan dough moulder, dough sheeter ataupun bread slicer.
3.8. Lakukan proses pemanggangan menggunakan oven dimana dilakukan pengaturan
dan pemantauan suhu dan waktu pemanggangan.
4. DOKUMEN TERKAIT
4.1. Formulir Ceklis GMP
4.2. Formulir Ceklis K3
4.3. Formulir Lembar Kerja
Uraian Ceklis
No Sektor Ceklis
1 Kesehatan Keselamatan Kerja
2 Area Produksi
3 Alat Bahan produksi
4 Penanganan Bahan Baku
5 Produksi
6 Pengemasan
7 Penyimpanan Produk
8 Penanganan Limbah Produksi
9 Log Book
CEKLIS KEAMANAN DAN KESELAMATAN
KERJA Nomor : Form/02/2020/APHP/SMKN 1 SUNGAI RAYA
Tanggal :
Uraian Ceklis
No Sektor Ceklis
Alat Pelindung Diri
1 Baju praktik
2 Masker
3 Hairnet
4 Sarung Tangan
5 Alas Kaki
Keamanan Diri
1 Bebas dari bahan logam (perhiasan, jam tangan, dll)
2 Sehat jasmani
3 Kuku dan kebersihan tangan
Alat Keamanan
1 Kotak P3K
2 Alat Pemadan Api Ringan
Keamanan Ruang Kerja
1 Ventilasi
2 Tata letak Alat
3 Tata letak bahan
CEKLIS SANITASI
Nomor : Form/03/2020/APHP/SMKN 1 SUNGAI
RAYA
Tanggal :
Uraian Ceklis
No Sektor Ceklis
Bahan Sanitasi
1 Sabun Tangan
2 Sabun Alat
3 Sabun Lantai
Alat Sanitasi
1 Sapu Lantai Plastik
2 Sapu Lantai Lidi
3 Pengki Plastik
4 Lap Lantai
5 Lap mikrofiber
6 Tempat Sampah
7 Lap Tangan kain
8 Tempat cuci tangan
Area Sanitasi
1 Penyimpanan Alat
2 Penyimpanan Bahan
3 Pencucian
4 Meja Kerja
CEKLIS KEAMANAN PANGAN
Nomor : Form/04/2020/APHP/SMKN 1 SUNGAI RAYA
Tanggal :
Uraian Ceklis
No Sektor Ceklis
Fasilitas
1 Tempat Kerja
2 Bahan baku
3 Alat produksi
Produksi
1 Pengendalian Proses
2 Pengendalian Hama
3 Penyimpanan dan Penggudangan
Uraian Ceklis
No Sektor Ceklis
Alat
1 Timbangan
2 Mixer
3 Dough Moulder
4 Dough Sheeter
5 Dough Divider
6 Final Proofer
7 Oven
8 Meja Roti
9 Rak Pendinginan
10 Loyang Segiempat
11 Pisau pemotong
12 Kain penutup
13 Gelas Ukur
Bahan
1 Tepung
2 Air
3 Garam (NaCl)
4 Ragi
5 Gula
6 Mentega
7 Susu Bubuk
Pengemasan
1 Plastik HDPE
2 Hand Sealer
3 Label
MODUL PROSES PRODUKSI ROTI
HALAMAN PENGESAHAN
DISUSUN OLEH :
NINA PRITA SARI, [Link], [Link]
SMK NEGERI 1 SUNGAI RAYA
Ary Perdana
Mengetahui
PENDAHULUAN
A. Tujuan Umum
Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan mampu Melakukan Proses Produksi
Roti manis sesuai standar minimal industri roti.
B. Tujuan Khusus
Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi Melakukan Proses
Produksi Roti Manis ini guna memfasilitasi peserta sehingga pada akhir pelatihan
diharapkan memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Jenis dan jumlah kebutuhan bahan baku dan jumlah bahan pembantu untuk satu
periode proses disusunmeliputi: Menyusun jenis dan jumlah kebutuhan bahan bakun
dan jumlah bahan pembantu untuk satu periode proses;Mengetahui faktor mutu untuk
bahan baku dan bahan pembantu;Mampu memastikan ketersedian bahan baku dan
bahan pembantu untukmemenuhi persyaratan produksi.
2. Memilih dan menyiapkan peralatan produksi roti meliputi: Menyiapkan peralatan
produksi roti;Mengidentifikasi persyaratan kebersihan dan status peralatan;Menguasai
jenis dan fungsi alat produksi;Mencocokan dan menyesuaikan komponen peralatan
terkait kebutuhan proses produksi;Memasukkan parameter proses dan operasi
diperlukan untuk memenuhi persyaratan keselamatan dan produksi;Melaksanakan
pemeriksaan pre-start sebagaimana diperlukan oleh kebutuhan tempat
kerja;Mengoperasikan peralatan pencampur, pengaduk, pembagi, pemipih,
pemanggang dan alat bantu lain sesuai SOP alat;
3. Mengendalikan proses dan menilai mutu hasil meliputi: Menjalankan pengendalian
proses dan menilai mutu hasil proses produksi sesuai dengan persyaratan perusahaan
dan kapasitas yang diperlukan;Memantau titik pengendalian untuk memastikan bahwa
kinerja proses berada pada kendali sesuai dengan spesifikasi;Mempertahankan proses
pembuatan roti sesuai persyaratan produksi;Mengoperasikan proses
produksi;Melanjutkan proses
produksi bila mutu hasil sesuai kriteria mutu; Mengidentifikasi, memastikan, dan/atau
melaporkan kinerja peralatan, proses dan produk serta
penyimpangannya;Menghentikan proses produksi sesuai dengan tata cara (prosedur)
perusahaan;Mengumpulkan, menangani atau mendaur ulang limbah hasil sesuai
dengan tata cara, manajemen limbah yang diterapkan diperusahan;Menyimpan dan
mengemas hasil produksi pada tempat higienis;Mencatat informasi proses pada
borang yang sesuai;Mengenali, memperbaiki dan atau melaporkan produk/hasil dari
proses di luar spesifikasi;Mengemas hasil produksi sesuai spesifikasi yang ditentukan
Merawat tempat kerja sesuai standar pemeliharaan tempat kerja;
Roti manis
Roti manis adalah produk makanan yang terbuat dari fermentasi tepung terigu
dengan ragi dan rasanya manis karena banyak menggunakan gula. Biasanya
roti manis dibentuk dan diberi isian sesuai dengan selera. Roti manis mudah
dalam pembentukan dan pengisian, produk atau bentuk dari roti manis
sangat banyak, isian roti manis bisa dari selai buah, keju, meises, kelapa,
kacang- kacangan, sosis, dan lain-lain. Roti manis juga bisa diberi toping
seperti abon sapi, keju tabur, dan lain-lain.
Bahan untuk membuat roti terdiri atas bahan baku yaitu terigu, ragi, air, dan garam;
bahan pembantu yaitu gula, susu, telur, dan lemak; serta bahan
Air
Proses pembuatan roti memerlukan air, baik yang sudah dimasak maupun
yang belum dimasak. Fungsi dari air dalam pembuatan roti adalah:
a) Melarutkan bahan
b) Mengontrol suhu adonan
c) Mengontrol kepadatan adonan
d) Membentuk gluten.
Air yang baik untuk membuat roti adalah air yang kandungan mineralnya
tidak terlalu banyak. Air yang mengandung kapur akan menyebabkan
roti keras, air yang mengandung besi akan menyebabkan roti menjadi
tidak menarik warnanya. Air yang digunakan untuk proses pembuatan
roti boleh air dingin atau air es, maupun air hangat kuku. Air panas tidak
boleh digunakan karena akan menyebabkan ragi tidak aktif atau mati.
Ragi/Yeast
Ragi/Yeast adalah kelompok mikroorganisme yang dapat menghasilkan gas
sehingga adonan dapatmengembang, menghasilkan asam yang dapat
melunakkan gluten, serta memberikan rasa dan aroma khas pada roti.
Mikroorganisme yang digunakan adalah Saccharomyces cerevisiae. Ada
beberapa jenis ragi, yaitu :
a) Ragi segar/ragi basah (fresh yeast), yaitu berbentuk padat,
penggunaannya dengan cara diremas-remas dan dicampur dalam
adonan.
b) Ragi instan (instant yeast), berbentuk butiran halus, penggunaannya
dicampur bersama bahan kering, kecuali garam
c) Ragi koral (active dry yeast), berbentuk butiran seperti merica,
penggunaannya dilarutkan terlebih dahulu dalam air hangat (suam-
suam kuku)
Garam
Garam berfungsi untuk menimbulkan rasa gurih dan lezat, mengendalikan
waktu fermentasi, dan menambah kekuatan gluten. Garam yang baik
digunakan dalam pembuatan roti adalah garam yang halus, kering, tidak
menggumpal, bersih, dan mudah larut dalam air
2)Bahan Pembantu
Gula
Gula merupakan sumber makanan dan energi bagi ragi. Selain sebagai sumber
energi, gula juga dapat memberi rasa manis, memberikan warna kecoklatan,
melembutkan gluten sehingga roti menjadi lebih empuk, dan menahan
keempukan lebih lama. Gula yang baik digunakan adalah gula yang bersih dan
mempunyai ukuran kristal tidak terlalu besar. Penggunaan gula yang terlalu
banyak akan menghambat proses fermentasi dan menyebabkan adonan
menjadi lengket. Oleh karena itu ada batasan penggunaan gula, yaitu setiap
pemakaian gula 8%, diperlukan ragi 1%.
Susu
Susu yang digunakan baik berupa susu bubuk maupun susu cair. Untuk
produsen roti, lebih baik menggunakan susu bubuk, karena mempunyai daya
simpan yang lebih lama dan tempat penyimpanan yang lebih kecil. Susu bubuk
dapat menambah daya absorbsi atau serap air. Susu yang digunakan susu
skim yang kadar lemak susunya berkisar 1% atau full cream yang lemak
susunya sekitar 29%.
Telur
Roti yang empuk dapat diperoleh dengan menambahkan kuning telur yang
lebih banyak. Kuning telur banyak mengandung lesitin yang berperan sebagai
emulsifier. Bentuknya padat tetapi kadar airnya sekitar 50%. Sementara putih
telur kadar airnya 86%. Putih telur mempunyai sifat creaming yang lebih baik
dibandingkan kuning telur.
Lemak
Lemak berfungsi sebagai pelumas untuk pengembangan sel yang akan
memperbaiki tekstur, memudahkan pemotongan roti, dan melembutkan serat
roti. Pilihlah lemak yang masih baik, yang tidak berbau tengik.
a) Margarin, mengandung 80-90% lemak nabati, 16% air, 2-4% garam dan
emulsifier.
b) Shortening, mengandung 99% lemak nabati atau hewani dan 1% air.
c) Butter, mengandung 83% lemak susu, 14% air, dan 3% garam atau
mineral lain.
Formula atau resep dasar pembuatan roti dapat dilihat pada Tabel [Link]
formula tersebut, dapat dikembangkan formula roti sesuai dengan keinginan.
Tabel 2.1. Formula atau Resep Dasar Pembuatan Roti
ak mengandung kapur
C. Sikap kerjayang Diperlukan dalam Memilih Dan Menangani Bahan Untuk Proses
Produksi Roti
Harus bersikap secara:
1. Cermat, Tepat, Telitidalam menyusun jenis dan jumlah kebutuhan bahan baku dan
jumlah bahan pembantu untuk satu periode proses.
2. Cermat dan telitidalam mengetahui faktor mutu untuk bahan baku dan bahan pembantu.
3. Teliti dan tepat dalam memastikan ketersedian bahan baku dan bahan pembantu
untukmemenuhi persyaratan produksi.
BAB III
Adapun beberapa peralatan yang perlu dipersiapkan dalam proses produksi roti adalah Timbangan, Gelas Ukur, Mixer, Divider,
Loyang/Baking Sheet, Proof Box/Proover, Oven, Rak Pendingin, Roller, Pisau atau Alat Pemotong
Timbangan : Sebelum digunakan, timbangan diperiksa dahulu apakah dalam keadaan bersih dan sudah
siap digunakan atau belum. Setelah digunakan, timbangan dibersihkan dan disimpan lagi
pada [Link] hasil penimbangan yang baik, timbangan perlu ditera ulang
secara berkala pada dinas/lembaga yang terkait.
Mixer : Harus dalam keadaan bersih dari kotoran dan sisa-sisa yang menempel, body mixer
dibersihkan dengan kain basah, jangan merendam body mixer dalam air, cuci bowl mixer
dengan tangan menggunakan cairan pembersih dan segera keringkan, serta cuci pengaduk
mixer dengan
Divider : Harus bersih dari segala kotoran/kerak roti (sisa-sisa) yang menempel.
Roller : Harus bersih dari segala kotoran/kerak roti yang menempel, tidak boleh berkarat.
Scapper : Harus bersih dari segala kotoran/kerak roti yang menempel, tidak boleh berkarat.
Dibersihkan menggunakan kain basah setelah dan sebelum digunakan sehingga scapper
tetap dalam keadaan bersih.
Proofer : Air yang ada di wadah bagian dalam harus bersih, tidak berbau dan tidak berwarna.
Bagian dalam proofer harus bersih dari kotoran agar tidak mempengaruhi proses
pengembangan akhir adonan.
Oven : Bagian dalam oven harus bersih dari segala kotoran/kerak roti (sisa - sisa) yang menempel
agar proses pemanggangan optimal.
Loyang : Harus bersih dari segala kotoran/kerak roti (sisa-sisa) yang menempel, tidak boleh
berkarat. Sebelum digunakan loyang-loyang tersebut harus dalam keadaan bersih
dengan cara dilap dengan lap yang bersih, tidak perlu setiap saat dicuci karena akan
membuat loyang tersebut menjadi lengket atau produk roti sulit untuk dikeluarkan.
Rack Trailer : harus bersih dari segala kotoran/kerak roti (sisa-sisa) yang menempel.
a. Timbangan
Timbangan yang digunakan bermacam-macam tergantung seberapa banyak
bahan yang akan ditimbang. Pemilihan timbangan harus benar-benar
diperhatikan, karena timbangan yang tidak tepat tidak hanya menyebabkan
kehilangan bahan, tapi juga akan menghasilkan produk yang tidak seragam.
Ada beberapa bahan yang ditimbang dalam kapasitas besar seperti terigu,
gula, lemak (mentega atau margarin), dan telur, memerlukan timbangan
dengan kapasitas penimbangan yang besar pula. Tetapi untuk bahan-bahan
seperti ragi, garam, bread improver, susu bubuk, dan penimbangan adonan
untuk roti yang kecil, memerlukan kapasitas timbagan kecil agar hasil yang
ditimbang benar-benar tepat. Ketepatan penimbangan sangat diperlukan
untuk menghasilkan produk dengan kualitas baik.
Sebelum digunakan, timbangan diperiksa dahulu apakah dalam keadaan bersih
dan sudah siap digunakan atau belum. Setelah digunakan, timbangan dibersihkan
dan disimpan lagi pada tempatnya. Untuk hasil penimbangan yang baik,
timbangan perlu ditera ulang secara berkala pada dinas/lembaga yang terkait.
b. Gelas ukur
d. Dough Divider
e. Loyang/Baking Sheet
Sebaiknya alat ini dipilih yang berbahan dasar aluminium karena ringan, tidak mudah berkarat, penghantar
panas yang baik, dan tidak menyerap panas radiasi (sinar). Dalam pembuatan roti dibutuhkan tiga macam
loyang untuk membuat berbagai roti yang berbeda, yaitu loyang terbuka, loyang tinggi dan terbuka, serta
loyang tinggi dan tertutup. Pembuatan roti manis memerlukan loyang terbuka dengan tinggi 2-3 cm, roti tawar
memerlukan loyang tinggi dan terbuka dengan ukuran yang biasa/umum digunakan 25 cm x 10 cm x 12,5 cm,
sedangkan roti sandwich memerlukan loyang tinggi dan tertutup dengan ukuran normal 30 cm x 10 cm x 15
cm.
Sebelum digunakan loyang-loyang tersebut harus dalam keadaan bersih dengan
cara dilap dengan lap yang bersih, tidak perlu setiap saat dicuci karena akan
membuat loyang tersebut menjadi lengket atau produk roti sulit untuk
dikeluarkan.
f. Proof Box/Proover
g. Oven
Oven untuk memanggang roti mempunyai ukuran
dan jenis yang bermacam-macam. Ada yang
memakai listrik dan gas, dengan listrik, gas,
ataupun yang diletakkan di atas kompor. Kapasitas
ovenpun bermacam-macam, ada yang kapasitas
kecil dengan loyang kecil, kapasitas sedang, dan
kapasitas besar. Pemilihan oven sangat tergantung
dari seberapa besar produk yang akan dibuat.
Pada saat mengambil loyang dari dalam oven, jangan lupa memakai alat bantu
agar tangan tidak luka, melepuh atau terbakar.
h. Rak Pendingin
Rak pendingin yang digunakan adalah rak pendingin
yang berlubang. Fungsi alat ini adalah untuk
mendinginkan roti yang baru keluar dari oven,
fungsi lubang pada rak pendingin untuk
mempercepat proses pendinginan dan tidak
timbulnya uap air pada dasar roti sehingga roti yang
dihasilkan tidak mudah berjamur.
i. Roller
Roller adalah alat yang digunakan untuk mencetak atau membentuk adonan. Alat ini ada yang terbuat dari kayu
atau aluminium. Selain itu, roller dapat menggantikan fungsi dough shitter dalam proses pelipatan adonan.
j. Scaper atau Alat Pemotong
Alat pemotong yang baik adalah yang terbuat dari bahan stainless steel, karena bahan tersebut anti karat.
Pisau atau alat pemotong ini harus selalu diasah agar tetap tajam dan hasil potongan baik dan rata.
c. Pembagianadonan (deviding)
Pada pengukuran atau penimbangan adonan alat yang digunakan adalah
devider untuk memudahkkan pembagian adonan, tetapi apabila tidak ada
devider maka alat yang digunakan adalah timbangan dan alat
pemotong/scaper. Setelah dilakukan pembagian adonan dilakukan
pembultan/rounding.
d. Pembentukan adonan (moulding)
Pembentukan adonan roti manis dilakukan dengan menggunakan alat roller.
Roller untuk pembentukan roti bisa dari bahan kayu dan [Link] alat
tersebut tidak ada bisa juga menggunakan pipa paralon air yang dimodifikasi
sesuai dengan ukuran atau botol yang sudah bersih.
f. Pemanggangan (Baking)
Pada proses pemanggangan (baking) peralatan yang digunakan adalah
oven. Oven yang sering digunakan untuk industri adalah Deck Oven.
Oven ini memiliki 3 pintu dan setiap pintunya mampu menampung 2
loyang. Namun masih ada pula yang menggunakan oven manual dalam
proses produksinya.
g. Pendinginan
Proses pendinginan terjadi setelah roti keluar dari oven, rak trailler yang
berfungsi pada proses ini. Karena setelah keluar dari oven, roti dalam
loyang ditempatkan pada rak trailler yang kemudian diangin-anginkan
agar cepat dingin dan dapat dikemas.
h. Pengemasan
Setelah melalui proses pendinginan, roti yang sudah dingin siap untuk
dikemas. Pengemasan dapat dilakukan dengan berbagai cara baik
pengemasan dengan mesin atau dapat pula dilakukan dengan
pengemasan manual.
Dough divider : Pastikan loyang divider dalam keadaaan bersih. Pastikan besi
pada alat pembagi dalam keadaaan bersih dan tidak berkarat,
jika kondisi dough divider bersih berarti kondisi baik
Semua peralatan produksi harus dapat dioperasikan sesuai dengan SOP alat. Berikut
ini adalah SOP pengoperasian alat – alat produksi :
c. Final Proofer
Final proofer dilakukan sebelum adonan dimasukkan ke dalam oven.
Temperatur yang diperlukan sekitar 35–40° C dan kelembapan relatif 80–
85 %. Prooferbox dilengkapi dengan 1 atau 2 pintu untuk masuknya
adonan dengan jumlah kapasitas loyang antara 18 hingga 36 loyang.
Untuk pengembangan akhir roti manis, setiap Loyang mampu
menampung
d. Oven
Dalam industri roti jenis oven yang paling banyak digunakan adalah Deck
Oven. Daya listrik yang digunakan bisa mencapai 3000 Watt, per deck
nya. Bila bahan bakar utama yang dipakai gas elpigi tetap membutuhkan
energi listrik sebagai kontrolnya, tetapi hanya 100 Watt. Jadi apabila
menginginkan suhu oven 200°C, maka api di dalam burner akan mati bila
mencapai suhu 200°C dan api akan menyala kembali bila suhu telah
turun 195°C. Cara menyesuaikannya adalah dengan memutar/menyetel
panel suhu sesuai dengan yang ditentukan.
1) Jangan menggunakan alat ini apabila anda belum terlatih
mengoperasikan.
2) Pastikan alat ini siap dipakai. Laporkan kepada instruktur apabila
terdapat kondisi alat yang tidak beres.
3) Masukkan steker oven ke Stabilizer pada tegangan 220 Volt, dan
nyalakan Stabilizer dengan cara menekan tombol ON .
4) Buka saklar regulator gas, sebelumnya periksa terlebih dahulu
apakah regulator sudah terpasang dengan benar (tidak tercium bau
gas).
5) Buka pintu oven dan tarik handle. Langkah ini untuk menghindari
kalau terjadi akumulasi gas yang bocor. Hidupkan exhauster.
6) Putar pengatur suhu atas dan bawah dengan hati-hati sesuai dengan
suhu pembakaran yang dikehendaki.
7) Tekan tombol bertanda petir dalam posisi angka I .
8) Selanjutnya terdengar bunyi pemantikan, dan lampu indikator paling
atas menyala merah dan diikuti lampu indikator bawah menyala.
Pada saat pintu oven dibuka terlihat api biru menyala dengan rata.
9) Pada saat panel digital terbaca angka suhu yang semakin naik sesuai
pengaturan suhu yang dikehendaki. Tutup pintu oven.
10) Atur timer pembakaran dengan memijit panel sesuai waktu yang
dikendaki.
11) Tekan panel disampingnya pada posisi I.
12) Setelah mencapai suhu yang dikehendaki, masukkan loyang yang
berisi adonan yang akan dipanggang.
13) Akan terdengar suara sirine apabila telah mencapai waktu yang
diprogram,dan tekan tombol pada posisi 0 sehingga suara sirene
akan mati.
14) Untuk mengecek kematangan roti yang dipanggang, tekan tombol
bertanda lampu sehingga lampu menyala dan kita dapat melihat
kematangan roti.
15) Loyang posisinya dapat dibalik untuk meratakan pemanggangan.
Maksimal 2 loyang untuk sekali pemanggangan.
16) Gunakan sarung tangan anti panas untuk mengeluarkan loyang dari
oven. Ingat suhu saat itu sekitar 200 - 250° C dan tangan anda bisa
melepuh dan terbakar.
e. Meja kerja
1) Semprot meja dengan air secara merata
2) Lap meja kerja dengan menggunakan serbet yang bersih sampai
semua air hilang dan meja dalam keadaan yang bersih dan mengkilat
3) Meja Kerja siap digunakan dalam pembulatan, pembentukan,
finishing dll
4) Berisihkan kembali meja kerja setelah selesai digunakan.
f. Loyang
Dalam pembuatan roti manis memerlukan loyang terbuka dengan tinggi 2 -
3 cm, roti manis memerlukan terbuka dengan ukuran yang biasa/ umum
digunakan tingginya 2 – 3 cm. Kapasitas setiap loyang untuk roti manis
jumlahnya 15 piece setiap loyang dengan ukuran 50-60 gr. Hal yang
harus diperhatikan :
1) Pada waktu penggunaan loyang alumunium sebelumnya diolesi
dengan margarin.
2) Bersihkan semua bagian loyang alumunium dengan air sampai
sudut– sudut loyang, terutama bagian dasar loyang yang terdapat
serpihan
– serpihan kue/roti yang menempel (pembersihan jangan dikerik
dengan pisau) karena akan merusak permukaan.
3) Angkat loyang dan jangan dipindah dengan cara menggeser. Hal ini
mengakibatkan gesekan dasar loyang dan alas meja.
4) Loyang Aluminium disimpan di rak dengan posisi terbalik/ tengkurap.
g. Gunting
1) Lap gunting dengan menggunakan serbet yang basah sebelum
digunakan
2) Gunakan gunting sesuai dengan kebutuan
3) Setelah selesai di gunakan gunting kembali di lap dengan serbet
basah agar sisa kototan ataupun sisa roti dapat hilang.
4) Simpan kembali gunting pada tempatnya setelah selesai proses
produksi.
h. Roll
1) Bersihkan roll sebelum digunakan dengan menggunakan serbet
makan.
2) Gunakan roll sesuai dengan kebutuhan pembentukan adonan.
3) Bersihkan kembali roll setelah selesai di pergunkan.
4) Letakkan kembali roll pada tempat penyimpanan semula agar mudah
dalam pencarian kembali.
i. Scaper
1) Bersihkan scaper sebelum digunakan dengan menggunakan serbet
makan.
2) Gunakan scaper sesuai dengan kebutuhan pembentukan adonan.
c. Pengembangan/Fermentasi awal
Pada proses ini terjadi reaksi antara gula dan ragi sehingga terbentuk gas CO 2,
alkohol, dan asam-asam organik yang menimbulkan bau yang khas.
Gas CO2akan terlihat dengan tanda adonan yang mengembang; alkohol dan
asam-asam organik ditandai dengan bau yang khas.
Karbohidrat yang mengalami proses peragian terdiri dari tepung, pati, dan
gula pasir. Apabila dalam resep digunakan gula biang, maka gula ini tidak
akan mengalami proses peragian karena gula biang tidak termasuk kelompok
karbohidrat.
1) untuk membentuk lapisan film yang tipis pada permukaan yang dapat
menahan gas yang dihasilkan dari peragian
2) memberi bentuk agar memudahkan dalam pengerjaan selanjutnya.
i. Fermentasi akhir
Pengembangan akhir/Final proofing merupakan tahap fermentasi akhir
sehingga terjadi pengembangan adonan yang mencapai volume
[Link] dibakar atau digoreng, adonan dikembangkan
sampai maksimal agar didapatkan produk yang baik. Suhu yang dipakai
adalah 35-44C, kelembaban 80–85%, dan waktu sekitar 45-60 menit
untuk roti manis dan roti tawar.
j. Pemangganggan
Pemanggangan merupakan proses pematangan adonan menjadi roti yang
dapat dicerna oleh tubuh dan menimbulkan aroma yang khas.
Pemanggangan merupakan aspek yang kritis dari urutan proses untuk
menghasilkan roti yang berkualitas tinggi. Volume roti akan bertambah
pada saat masuk oven sampai 5 menit kemudian, sampai ragi
dimatikan oleh panas pada suhu 65C. Karamelisasi mulai terbentuk
secara perlahan-lahan. Suhu pembakaran tergantung pada jenis roti
atau produk yang diinginkan. Sebagai contoh, untuk roti tawar
pembakaran dilakukan pada suhu 200C selama 30 – 45 menit,
sedangkan roti manis pada suhu 170 – 180C selama 15
[Link] terlalu lama dapat menyebabkan kekerasan dan
penampakan yang tidak baik.
k. Pendinginan
Pendinginan ini secara normal memakan waktu 1 jam dan lebih singkat jika
menggunakan alat bantu berupa fan atau alat lainnya. Kalau roti (misal
roti tawar) akan dipotong, sebaiknya suhu roti antara 32 - 49C, agar
remah roti tidak rusak.
l. Pengemasan
Pengemasan memegang peranan penting dalam pengawetan dan
mempertahankan mutu bahan hasil pertanian. Adanya wadah atau
pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan,
melindungi bahan pangan yang ada didalamnya, melindungi dari bahaya
pencemaran serta gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran).
b. Penimbangan Bahan
Semua bahan ditimbang sesuai dengan formula yang sudah ditetapkan
oleh perusahaan. Proses penimbangan harus dilakukan dengan benar
agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan jumlah bahan. Dalam
pemilihan timbangan juga harus disesuaikan dengan bahan yang akan
ditimbang. Untuk bahan seperti tepung, margarine, gula, dan telur
menggunakan timbangan besar, sedangkan untuk bahan seperti,
garam, ragi, dan bahan pengembang menggunakan timbangan kecil.
Untuk mendapatkan kualitas yang baik maka penimbangan dilakukan
dengan teliti.
d. Peragian (Fermentasi)
Fungsi ragi (yeast) dalam pembuatan roti adalah untuk proses aerasi
adonan dengan mengubah gula menjadi gas karbondioksida, sehingga
mematangkan dan mengempukkan gluten dalam adonan. Kondisi dari
gluten ini akan memungkinkan untuk mengembangkan gas secara
merata dan menahannya, membentuk cita rasa akibat terjadinya proses
fermentasi. Suhu ruangan 35°C dan kelembaban udara 75%
merupakan kondisi yang ideal dalam proses fermentasi adonan roti.
Semakin panas suhu ruangan, semakin cepat proses fermentasi dalam
adonan roti. Sebaliknya, semakin rendah suhu ruangan semakin lama
proses
fermentasi. Selama peragian, adonan menjadi lebih besar dan ringan.
Fermentasi dilakukan dengan dua tahap yaitu yang pertama fermentasi I
yaitu fermentasi yang setelah pencampuran atau pengadukan
diistirahatkan selama 20-30 menit supaya adonan yaang belum
dipotong tersebut mengembang. Yang kedua yaitu fermentasi II,
fermentasi yang dilakukan setelah proses pemotongan adonan yang
difermentasi pertama lalu ditimbang dan didiamkan kembali selama ±
5-10 menit supaya adonan mengembang dua kali lipat dari
sebelumnya.
j. Pembakaran (Baking)
Setelah dibentuk sesuai yang dibutuhkan dan dikembangkan secara
optimal, adonan siap dipanggang di dalam oven. Ada dua cara
memanggang roti, yaitu dengan uap dan tanpa uap, tergantung dari
jenis roti yang dibuat. Untuk beberapa jenis roti, dilakukan
memanggang dengan uap karena akan lebih baik, atau memang perlu
untuk memberikan uap di dalam oven. Ini akan menghasilkan
kelembaban yang tinggi dalam oven yang akan menjaga kulit tetap
basah, sehingga oven proof lebih baik dan pengembangan volume roti
tercapai. Pada proses pemanggangan roti memiliki suhu dan waktu
yang berbeda, seringkali dipanggang pada suhu 190°C selama 5-15
menit namun semua tetap tergantung jenisnya.
k. Pendinginan
Proses pendinginan roti setelah keluar dari oven mempunyai titik kritikal,
yang mana pada proses pendinginan tersebut menentukan daya tahan
roti pada rak – rak penjualan serta menentukan kualitas dari irisan roti.
Roti harus didinginkan dengan cara yang benar karena dua alasan yaitu
saat diiris suhu bagian tengah roti harus lebih rendah dari 35°C, jika
tidak maka irisan akan menempel kembali, dan untuk
menghindari kontaminasi mikrobiologi karena roti yang
pendinginannya memakai angin dari udara terbuka akan mudah
berjamur (Mita, 2011).
Pendinginan dapat dilakukan dengan cara meletakkan roti pada tray/rak
yang kemudian disemburkan udara sejuk dengan kipas angin walaupun
terdapat resiko roti akan cepat berjamur karena ditumbuhi mikroba
namun ini efektif untuk menjadikan roti agar cepat dingin, atau dibiarkan
dingin pada rak pendinginan.
l. Pengemasan
Pengemasan merupakan suatu cara atau perlakuan pengamanan terhadap
makanan/bahan pangan, agara makanan atau bahan pangan baik yang
belum diolah maupun yang telah mengalami pengolahan, dapat sampai
ke tangan konsumen dalam keadaan baik secara kualitas maupun
kuantitas. Pengemasan memegang peranan penting dalam pengawetan
dan mempertahankan mutu bahan hasil pertanian. Adanya wadah atau
pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan,
melindungi bahan pangan yang ada didalamnya, melindungi dari
bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran).
Alur Proses Pembuatan Roti
BAHAN- BAHAN
SELEKSI BAHAN PENIMBANGAN
PENIMBANGAN
PEMOTONGAN PENGADUKAN
PENDINGINAN PEMENGGANGAN/
PENGEMASAN
PEMBAKARAN
ROTI
PENEMPELAN MANIS
LABEL
Peralatan yang berkaitan dengan proses produksi seperti alat timbang, gelas
ukur, mixer, devider,roller,loyang, proofer, oven, tray/rak, scaper,
penjepitdan peralatan pembantu lainnya harus tersedia serta telah
didentifikasi keberadaannya. Disamping itu fasilitas seperti ruangan yang
memadai, penyediaan sarana kebersihan, kenyamanan perlu mendapat
[Link] segala sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi
telah tersedia.
b. Memastikan Kinerja Peralatan, Proses dan Produk Serta Penyimpangannya
b. Proses Fermentasi
Proses penghentian yang tepat saat lama fermentasi akhir dalam proofer
untuk roti manis 45 - 60 menit, roti tawar ± 30 menit atau tergantung
kebutuhan. Angkat adonan yang sudah mengembang dan jangan
dibiarkan terlalu lama difermentasi karena berakibat roti akan menjadi
kempes setelah dipanggang. Setelah mengangkat adonan, proofer
dimatikan. Matikan alat dengan cara menekan semua tombol ke posisi
OFF / angka 0 kecuali bagian ventilasi (dibiarkan sebentar untuk
menghilangkan udara/ bau setelah pemakaian yang lama).
c. Proses pemanggangan
Penghentian yang tepat saat waktu yang digunakan untuk pemanggangan
adalah 15 – 20 menit dengan suhu 180 – 200°C atau tergantung kebutuhan.
Angkat roti yang sudah matang (sesuai karakteristik/ spesifikasi produk) dan
jangan dibiarkan terlalu lama karena roti akanhangus. Setelah mengangkat
roti oven [Link] mematikan oven tekan tombol bertanda petir pada
posisi 0, dan putar pelan-pelan tombol pengatur suhu pada angka [Link]
stabilizer dengan menekan tombol [Link] pintu oven untuk menurunkan
suhu.
Rak pendingin diletakkan pada ruang yang bersih, tidak menjadi tempat lalu lalang
pekerja, sehingga kebersihannya dapat dijaga.
Sanitasi dalam industri pangan harus diperhatikan dengan baik karena sangat
penting dalam proses produksi. Kebersihan proses produksi tidak hanya
meliputi tempat kerja tetapi juga kebersihan karyawan. Kebersihan ruang
produksi harus diperhatikan untuk mencegah kontaminasi dan untuk
kenyamanan para pekerja dalam melakukan pekerjaannya. Standar
pemeliharaan tempat kerja disesuaikan dengan standar GMP.
B. Keterampilan yang Diperlukan dalam Mengendalikan proses dan menilai
mutu hasil
1. Menjalankan pengendalian proses dan menilai mutu hasil proses produksi sesuai
dengan persyaratan perusahaan dan kapasitas yang diperlukan.
2. Memantau titik pengendalian untuk memastikan bahwa kinerja proses berada
pada kendali sesuai dengan spesifikasi.
3. Mempertahankan proses pembuatan roti sesuai persyaratan produksi.
4. Mengoperasikan proses produksi.
5. Melanjutkan proses produksi bila mutu hasil sesuai kriteria mutu.
6. Mengidentifikasi , memastikan, dan/atau melaporkan kinerja peralatan, proses dan
produk serta penyimpangannya.
7. Menghentikan proses produksi sesuai dengan tata cara (prosedur) perusahaan.
8. Mengumpulkan, menangani atau mendaur ulang limbah hasil sesuai
dengan tata cara, manajemen limbah yang diterapkan diperusahaan.
9. Menyimpan dan mengemas hasil produksi pada tempat higienis.
10. Mencatat informasi proses pada borang yang sesuai.
11. Mengenali, memperbaiki dan atau melaporkan produk/hasil dari proses di luar
spesifikasi.
12. Merawat tempat kerja sesuai standar pemeliharaan tempat kerja.
C. Sikap kerja
1. Harus cermat, tepat dan benar dalam menjalankan pengendalian proses dan
menilai mutu hasil proses produksi sesuai dengan persyaratan perusahaan dan
kapasitas yang diperlukan.
2. Harus cermat, tepat dan benar dalam memantau titik pengendalian untuk
memastikan bahwa kinerja proses berada pada kendali sesuai dengan spesifikasi.
3. Harus cermat, tepat dan benar dalam mempertahankan proses pembuatan roti
sesuai persyaratan produksi.
4. Harus cermat, tepat dan benar dalam mengoperasikan proses produksi.
5. Harus cermat, tepat dan benar dalam melanjutkan proses produksi bila mutu hasil
sesuai kriteria mutu.
6. Harus cermat, tepat dan benar dalam mengidentifikasi , memastikan, dan/atau
melaporkan kinerja peralatan, proses dan produk serta penyimpangannya.
7. Harus cermat, tepat dan benar dalam menghentikan proses produksi sesuai
dengan tata cara (prosedur) perusahaan.
8. Harus cermat, tepat dan benar dalam mengumpulkan, menangani atau
mendaur ulang limbah hasil sesuai dengan tata cara, manajemen limbah yang
diterapkan diperusahaan.
9. Harus cermat, tepat dan benar dalam menyimpan dan mengemas hasil produksi
pada tempat higienis.
10. Harus cermat, tepat dan benar dalam mencatat informasi proses pada borang
yang sesuai.
11. Harus cermat, tepat dan benar dalam mengenali, memperbaiki dan atau
melaporkan produk/hasil dari proses di luar spesifikasi.
12. Harus cermat, tepat dan benar dalam merawat tempat kerja sesuai standar
pemeliharaan tempat kerja.
BAB V
b. Kemasan gelas
Berat, Mudah pecah, Mahal, Non biodegradable, Dapat dipanaskan,
Transparan/ translusid, Bentuk tetap (rigid), Proses massal (padat/
cair), Dapat didaur ulang.
e. Kemasan plastik
Bentuk fleksibel, Transparan, Mudah pecah, Non biodegradable, Ada yang
tahan panas, Monomernya dapat mengkontaminasi produk.
Untuk produk roti, kemasan yang digunakan plastik untuk produk satuan, dan
karton atau dus untuk kemasan yang lebih banyak.
MENGHITUNG BIAYA
Garam
Margarin 25.000,00
||
Ruangan 20.000,00
Total 342.250,00
b. Biaya tidak tetap
Bahan Jumlah Harga Satuan Harga Total
per kg (Rp) (Rp)
Total 2.0945.500,00
c. Biaya Produksi
Biaya tetap + biaya tidak tetap = 342.250 + 2.094.500 = 2.436.750
e. Harga jual per produk dengan perkiraan produk yang dihasilkan 2000 buah
HPP = (biaya produksi + keuntungan) : jumlah produk
Rp. 2000,00
DAFTAR PUSTAKA
A. Dasar Perundang-undangan
1. [Link] RI Nomor Kep. 45/MEN/II/2009
B. Buku Referensi
Anonim. 2000. Cara-cara Membuat Roti yang Baik dan Benar. Pusat Pelatihan Pengolahan Terigu Bogasari. Jakarta.
Anonim (US Wheat Associate). 1981. Pedoman Pembuatan Roti dan Kue. Penerbit
Djambatan. Jakarta.
Marwan, Joni. 2001. Formulasi Dalam Pengembangan Produk Roti Manis di PT FITS
MANDIRI. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Salman, LM., 2017. Produksi Hasil Nabati. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.