Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi STI&K (SeNTIK)
Volume 7 Nomor 1, 29 Juli 2023, ISSN : 2581-2327
HOW TO BOOST PURCHASING INTEREST ON SOCIAL MEDIA
Muhamad Al Faruq Abdullah, Ari Apriani dan Wenny Desty Febrian
Universitas Dian Nusantara
JI Tanjung Duren Barat II No 1 Grogol Jakarta Barat.
alfaruq@[Link]
ABSTRAK
Tujuan Penelitian ini adalah untuk menggali variabel yang berperan dalam meningkatkan minat beli di
media sosial. Studi kasus ini menggunakan objek penelitian pengguna media sosial Instagram. Data yang
digunakan adalah data primer menggunakan kuesioner yang dibuat menggunakan google form. Kemudian
di distribusikan kepada 120 responden yang berprofesi sebagai Mahasiswa dan Dosen di Jakarta Barat
yang merupakan target responden utama. Metode analisis yang digunakan adalah SEM-PLS dengan
aplikasi SmartPLS versi 4. Hasil analisis penelitian ini mendapatkan bahwa persepsi harga dan electronic
word of mouth memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli di media sosial, sedangkan
brand awareness tidak mempunya hubungan signifikan dalam minat beli di sosial media. Keterbatasan
dalam penelitian ini adalah penelitian yang hanya berfokus pada responden di lingkungan universitas di
Jakarta Barat, sehingga saran untuk penelitian selanjutnya adalah agar dapat melakukan analisis dengan
responden lebih luas lagi dan menggunakan analisis studi banding dengan platform media sosial selain
Instagram.
Kata Kunci: Minat beli di media social, Persepsi harga, Electronic word of mouth (eWOM), Brand
awareness, Analisis SEM-PLS
PENDAHULUAN sangat penting dalam pemasaran di
Sebelum pandemi, media sosial Instagram. Penjadwalan konten yang tidak
yang aktif dan terlibat tinggi dianggap teratur dapat merusak algoritma profil
menyenangkan daripada menjadi keharusan bisnis. Dengan kreativitas dan konsistensi
bagi bisnis menengah dan besar. Namun, yang dipegang teguh, strategi organik ini
situasinya telah berubah. Bisnis yang dapat memberikan visibilitas yang bertahan,
mengandalkan pemasaran tradisional harus bahkan di tengah pandemi. Instagram telah
mengubah strategi mereka untuk bertahan. menjadi media sosial yang sangat populer
Instagram menjadi platform terbaik yang belakangan ini[3].
perlu difokuskan bagi pemilik bisnis atau Menurut laporan We Are Social,
pemasar yang baru mengenal media sosial. terdapat 191 juta pengguna media sosial
Instagram dapat menjadi platform media aktif di Indonesia pada Januari 2022.
sosial terbaik untuk pertumbuhan organic Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar
[1]. 12,35% dibandingkan tahun sebelumnya.
Berjualan melalui media sosial Whatsapp adalah media sosial yang paling
bukanlah hal baru saat ini. Mayoritas pelaku banyak digunakan di Indonesia, diikuti oleh
bisnis telah memanfaatkan media sosial Instagram dan Facebook [2]. TikTok dan
untuk promosi dan penjualan. Terdapat Telegram juga memiliki persentase
banyak jutawan dan miliarder yang telah pengguna yang signifikan. Berjualan
sukses berbisnis melalui media sosial, melalui media sosial bukanlah hal baru di
termasuk Instagram [2]. Kreativitas menjadi Indonesia dengan perkembangan zaman
faktor penentu di platform media sosial, yang modern dan pengetahuan teknologi.
terutama di Instagram. Penjual harus Penjualan melibatkan penjual atau penyedia
berpikir kreatif dan memiliki waktu yang barang dan jasa yang memberikan
terbatas untuk menciptakan hal-hal yang kepemilikan komoditas kepada pembeli
berbeda. Aktivitas bisnis dan brand di dengan harga tertentu. Media sosial adalah
Instagram harus lebih dari sekadar posting platform daring yang memungkinkan
pernyataan singkat, diikuti dengan tagar pengguna untuk berpartisipasi, berinteraksi,
yang tidak relevan[3]. Konsistensi juga berbagi, dan menciptakan konten [1].
113
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi STI&K (SeNTIK)
Volume 7 Nomor 1, 29 Juli 2023, ISSN : 2581-2327
Pemasaran melalui media sosial kecenderungan konsumen untuk membeli
(SMM) adalah bentuk pemasaran digital produk atau layanan tersebut. Jika
yang menggunakan platform sosial dan konsumen merasa harga suatu produk atau
situs web jaringan untuk mempromosikan layanan sebanding dengan manfaat atau
produk atau layanan organisasi dengan cara kepuasan yang mereka terima, maka
berbayar maupun tidak berbayar[4]. mereka cenderung memiliki persepsi harga
Meskipun Instagram telah digunakan untuk yang positif, yang pada gilirannya dapat
bersenang-senang, masih banyak orang meningkatkan minat pembelian.
yang belum memahami cara yang tepat Namun, persepsi harga tidak hanya
untuk berbisnis melalui platform ini. dipengaruhi oleh faktor internal seperti
Kesalahan dalam pengelolaan akun preferensi pribadi dan pengalaman
penjualan dapat menyebabkan kurangnya sebelumnya, tetapi juga oleh faktor
peningkatan pengikut dan penjualan. Dalam eksternal seperti citra merek, persepsi
rangka memaksimalkan potensi Instagram kualitas, promosi penjualan, dan
sebagai platform penjualan, pemilik bisnis rekomendasi dari orang lain. Faktor-faktor
dan pemasar perlu mempelajari cara yang ini dapat mempengaruhi cara konsumen
tepat untuk memanfaatkannya[5]. Dengan mengevaluasi harga suatu produk atau
strategi yang efektif, Instagram dapat layanan dan memengaruhi minat pembelian
menjadi alat yang powerful untuk mereka. Berdasarkan pemahaman ini, dapat
meningkatkan visibilitas, mencapai audiens diasumsikan bahwa terdapat pengaruh
yang lebih luas, dan meningkatkan positif dan signifikan antara persepsi harga
penjualan. terhadap minat pembelian online. Dengan
Penelitian minat pembelian online kata lain, jika konsumen memiliki persepsi
di media sosial memiliki relevansi yang harga yang positif terhadap produk atau
signifikan dalam era digital saat ini. Dengan layanan yang ditawarkan secara online,
semakin berkembangnya teknologi dan mereka cenderung memiliki minat
peran media sosial dalam kehidupan sehari- pembelian yang lebih tinggi.
hari, penting bagi bisnis untuk memahami
bagaimana minat pembelian konsumen H1: Terdapat pengaruh positif dan
dipengaruhi oleh interaksi mereka dengan signifikan antara Persepsi Harga terhadap
platform media sosial. Dalam konteks ini, minat pembelian online.
penelitian tersebut dapat memberikan
wawasan yang berharga tentang preferensi, Hubungan antara Electronic Word of
motivasi, dan perilaku konsumen dalam Mouth (E-wom) dengan minat
konteks pembelian online[6]. Dengan pembelian online.
pemahaman yang mendalam tentang minat Electric Word of Mouth (eWOM)
pembelian online di media sosial, bisnis dan minat pembelian memiliki hubungan
dapat merancang strategi pemasaran yang erat. eWOM adalah proses berbagi
lebih efektif, memperoleh keuntungan informasi, ulasan, dan rekomendasi
kompetitif, dan mengoptimalkan potensi konsumen melalui platform digital,
pertumbuhan mereka di era digital yang sedangkan minat pembelian adalah
terus berubah. ketertarikan konsumen terhadap produk
atau layanan yang mendorong pembelian.
METODE PENELITIAN eWOM memengaruhi persepsi dan
Hubungan antara persepsi harga dengan keputusan pembelian konsumen.
minat pembelian online. eWOM dapat mempengaruhi minat
Persepsi harga dan minat pembelian melalui beberapa mekanisme.
pembelian memiliki hubungan yang saling Ulasan positif membangun kepercayaan
terkait. Persepsi harga merupakan penilaian dan reputasi merek, meningkatkan minat
subjektif yang dilakukan oleh konsumen pembelian[7]. Ulasan negatif dapat
terhadap nilai atau biaya suatu produk atau merusak citra merek dan mengurangi minat
layanan, sedangkan minat pembelian pembelian. eWOM juga memberikan
mencerminkan ketertarikan atau informasi tambahan tentang produk,
114
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi STI&K (SeNTIK)
Volume 7 Nomor 1, 29 Juli 2023, ISSN : 2581-2327
mempengaruhi persepsi harga dan nilai, H3: Terdapat pengaruh positif dan
serta mempengaruhi minat pembelian. signifikan antara Brand Awareness
Dengan mengelola eWOM dengan baik, terhadap minat pembelian online.
merespons ulasan, berpartisipasi dalam
percakapan online, dan memanfaatkan
influencer, perusahaan dapat meningkatkan
minat pembelian dan konversi menjadi
pembelian yang sebenarnya[8].
H2: Terdapat pengaruh positif dan
signifikan antara Electronic Word of Mouth
(E-wom) terhadap minat pembelian online.
Hubungan antara Brand Awareness
dengan minat pembelian online.
Brand Awareness mengacu pada
tingkat pengetahuan dan pemahaman
konsumen tentang suatu merek, termasuk Gambar 1. Kerangka Pemikiran Penelitian
pengenalan merek, pengetahuan tentang
produk, dan ingatan terhadap nama dan Populasi dan Sample
logo merek[9]. Tingkat Brand Awareness Populasi dalam penelitian ini adalah
yang tinggi dapat meningkatkan minat masyarakat yang mempunyai akun social
pembelian konsumen, karena mereka media instagram dan pernah melakukan
cenderung memilih merek yang dikenal dan pembelian setelah melihat di social media
dianggap memiliki reputasi baik. instagram. Dengan menggunakan non-
Strategi pemasaran, seperti probability sampling dimana adanya kriteria
kampanye iklan, promosi, kehadiran di atas respondennya yaitu responden yang
media sosial, dan sponsor acara, dapat sudah pernah melihat iklan produk baik
meningkatkan Brand Awareness. iklan organik maupun iklan berbayar.
Keuntungan dari Brand Awareness yang Merujuk pada teori Hair et al [13] adapun
tinggi termasuk meningkatnya jumlah indikator dalam penelitian ini adalah
kemungkinan konsumen memilih merek sebanyak 17 indikator. Pada penelitian ini,
tersebut saat pembelian dan munculnya penentuan nilai sampel dipilih dari nilai
merek dalam pencarian online[10]. tengah antara 5-10, sehingga jumlah
Minat pembelian dipengaruhi oleh indikator dikali 7. Maka sampel yang
faktor-faktor seperti persepsi konsumen digunakan adalah 120 responden yang
terhadap kualitas produk, manfaat, harga, didapatkan dari 17 x 7 = 119 sampel. Jumlah
promosi, rekomendasi, dan pengalaman tersebut dinilai sudah cukup representative
sebelumnya. Informasi yang tersedia dalam penelitian ini.
melalui iklan, ulasan online, dan interaksi
dengan merek juga berperan dalam Instrument
membentuk minat pembelian [11]. Dengan Instrumen pengumpulan data yang
membangun minat pembelian yang kuat digunakan dalam penelitian ini adalah
melalui komunikasi yang tepat, perusahaan kuesioner. Skala pengukuran menggunakan
dapat meningkatkan konversi minat skala Likert dengan memberikan skor pada
menjadi pembelian. Selain itu, jawaban responden dari angka 1 sampai
mempertahankan minat pembelian jangka dengan 5. Pengolahan data digunakan Partial
panjang penting untuk membangun Last Square dengan program aplikasi
loyalitas konsumen dan mendapatkan software Smart PLS-3. Pengajuan instrumen
keuntungan berkelanjutan[12]. yang berkaitan dengan Structural Equation
Model (SEM) dilakukan untuk melihat
115
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi STI&K (SeNTIK)
Volume 7 Nomor 1, 29 Juli 2023, ISSN : 2581-2327
kesesuaian model yang digunakan. Discriminant validity
Pengajuan hipotesis. Discriminant validity melibatkan
tingkat ketidakmencerminkan suatu ukuran
HASIL DAN PEMBAHASAN terhadap variabel lain, yang dapat diamati
Convergent validity melalui korelasi yang rendah antara ukuran
Convergent validity adalah minat dan ukuran konstruk lainnya [13]
pengujian sejauh mana item-item yang
digunakan dalam mengukur konsep yang Table 2 . Discriminant Validity
sama dapat disepakati. Indikator yang (Fornell Lacker Criterium)
digunakan untuk menilai validitas
konvergen termasuk pemuatan faktor,
reliabilitas komposit, dan varians rata-rata
yang diekstraksi [13]
Berdasarkan Tabel 2, dapat
disimpulkan bahwa akar kuadrat dari
Average Variance Extracted (AVE) untuk
setiap konstruk lebih tinggi daripada
korelasi antara konstruk yang berbeda
dalam model. Hal ini menunjukkan bahwa
konstruk dalam model memenuhi kriteria
discriminant validity, karena nilai AVE
lebih besar daripada korelasi antara
konstruk tersebut.
Gambar 2. Hasil uji PLS-Algorithm
Structural Model
Semua item memperoleh pemuatan
Nilai estimasi, untuk hubungan
yang melebihi nilai rekomendasi 0,6 [13]
jalur dalam model struktural harus
Composite reliability (CR) yang
signifikan. Nilai signifikansi ini, dapat
mengindikasikan konsistensi indikator
diperoleh dengan prosedur bootstrapping.
konstruk dengan konstruk laten memiliki
Melihat signifikansi pada hipotesis dengan
nilai antara 0,747 hingga 0,888 (lihat Tabel
melihat nilai koefisien parameter dan nilai
1), melebihi nilai rekomendasi 0,7 [13]
signifikansi T-statistik pada algorithm
Average Variance Extracted (AVE) yang
bootstrapping report. Untuk mengetahui
mencerminkan total varians pada indikator
signifikan atau tidak signifikan dilihat dari
dengan konstruk laten berada pada rentang
T-tabel pada alpha 0.05 (5%) = 1.96 [13].
0,640 hingga 0,738, melebihi nilai
kemudian, T-tabel dibandingkan oleh T-
rekomendasi 0,5 [13]. Tabel 2 memberikan
hitung (T-statistik).
gambaran hasil validitas konvergen.
Table 3 Hasil Pengujian Hipotesis
Table 1. Results (Cross Loadings)
Dari tabel 3 di atas, dijelaskan
beberapa hal sebagai berikut:
116
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi STI&K (SeNTIK)
Volume 7 Nomor 1, 29 Juli 2023, ISSN : 2581-2327
1. Berdasarkan uji hipotesis pada menemukan bahwa persepsi harga
penelitian ini diperoleh hasil nilai T- berpengaruh signifikan terhadap niat
statistic sebesar 5.692 dan nilai pembelian. Persepsi harga merupakan
original sample sebesar 0.52. Nilai T- proses di mana konsumen menafsirkan nilai
statistic besar dari nilai T-table 1,96 harga atau atribut produk atau layanan yang
dan nilai original sample menunjukan diharapkan. Saat konsumen mengevaluasi
nilai positif, hasil ini menunjukan dan mempertimbangkan harga, faktor-
bahwa Brand Awareness berpengaruh faktor perilaku konsumen memiliki
positif dan signifikan terhadap Minat pengaruh besar [1]. Di Instagram, di mana
Pembelian. produk ditawarkan melalui iklan dengan
2. Berdasarkan uji hipotesis pada metode push dan secara aktif menargetkan
penelitian ini diperoleh hasil nilai T- pasar melalui algoritma, konsumen
statistic sebesar 1.817 dan nilai memiliki sedikit pilihan, sehingga persepsi
original sample sebesar 0.173. Nilai T- harga terbentuk melalui konten dan
statistic kecil dari nilai T-table 1,96 penulisan yang dibuat oleh penjual produk.
dan nilai original sample menunjukan
nilai positif, hasil ini menunjukan Pengaruh electronic word of mouth
bahwa Electronic Word of Mouth terhadap minat pembelian
berpengaruh positif dan tidak Berdasarkan uji hipotesis pada
signifikan terhadap Minat Pembelian. penelitian ini, menunjukkan hasil bahwa
3. Berdasarkan uji hipotesis pada electronic word of mouth mempunyai
penelitian ini diperoleh hasil nilai T- hubungan positif namun tidak berpengaruh
statistic sebesar 4.076 dan nilai signikan terhadap minat pembelian. Hasil
original sample sebesar 0.265. Nilai T- penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian
statistic lebih dari nilai T-table 1,96 yang membuktikan bahwa word of mouth
dan nilai original sample menunjukan berpengaruh terhadap intention [15].
nilai positif, hasil ini menunjukan electronic word of mouth merupakan sebuah
bahwa Persepsi Harga berpengaruh media komunikasi untuk berbagi informasi
positif dan signifikan terhadap Minat mengenai suatu produk atau jasa yang telah
Pembelian. dikonsumsi antar konsumen yang awalnya
tidak saling mengenal dan bertemu
sebelumnya yang disampaikan secara
elektronik [2]. Namun di social media
instagram saat iklan tayang/tampil kepada
konsumen, tidak ada nya fitur rating dan
review dari pembeli/pengguna seperti di
online marketplace maka hal ini menjadi
tidak signifikan dalam menumbuhkan minat
/ intention pembelian. Ataupun jika ada
electronic word of mouth Pembeli/pengguna
cenderung hanya ditampilkan sisi baik nya
Gambar 3. Hasil uji Bootstrapping oleh penjual, bukan electronic word of
mouth yang terjadi secara organik apa ada
nya. Maka hal ini menjadi tidak signifikan
Pengaruh persepsi harga terhadap minat
dalam menumbuhkan minat / intention
pembelian
Dari hasil pengujian hipotesis pembelian.
dalam penelitian ini, ditemukan bahwa
persepsi harga memiliki hubungan positif Pengaruh brand awareness terhadap
yang signifikan terhadap minat pembelian di minat pembelian.
platform media sosial Instagram. Temuan Berdasarkan uji hipotesis pada
ini konsisten dengan penelitian yang penelitian ini, menunjukkan hasil bahwa
dilakukan oleh García et all [14], yang juga brand awareness mempunyai hubungan
positif dan berpengaruh signikan terhadap
117
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi STI&K (SeNTIK)
Volume 7 Nomor 1, 29 Juli 2023, ISSN : 2581-2327
minat pembelian. Hasil penelitian ini memiliki pengaruh positif dan signifikan
sejalan belakang dengan penelitian yang terhadap minat pembelian pada kajian
membuktikan bahwa brand awareness konsumen di social media Instagram. Hal ini
berpengaruh terhadap minat pembelian [12]. membuktikan bahwa terciptanya suatu sikap
Dalam hubungannya dengan minat beli, responden yaitu adanya minat membeli di
brand awareness adalah kemampuan social media Instagram karena memiliki
konsumen dan calon konsumen dalam brand awareness yang baik sehingga
mengenali suatu merek, produk, atau jasa. mempunyai hasil positif dan signifikan
Perusahaan membutuhkan brand awareness terhadap minat pembelian. Maka dapat
karena dari sinilah perusahaan membentuk dikemukakan beberapa saran yang menjadi
basis konsumen maupun penjualan. Dari bahan pertimbangan bagi para pedagang
hasil penelitian ini terbukti bahwa memiliki online di social media Instagram maupun
brand awareness yang kuat adalah kunci bagi penelitian selanjutnya Persepsi Harga
bagi perusahaan agar bisa unggul dalam dalam penelitian ini memiliki nilai korelasi
persaingan bisnis[6], karena konsumen terbesar terhadap minat pembelian. Dengan
cenderung memilih produk atau jasa dari indikator pernyataan tertinggi “Harga
brand yang dikenalnya dan inilah yang sesuai / sebanding dengan manfaat yang
membuat penjualan semakin meningkat. didapat” bahwa para penjual di social
Dari penelitian ini menunjukan bahwa media Instagram berhasil menumbuhkan
penjual mempunyai brand awarness baik minat pembelian dengan menampilkan
sehingga mempunyai hasil positif dan kesan harga sesuai / sebanding dengan
signifikan terhadap minat pembelian. manfaat yang didapat. Hal ini penting untuk
terus ditingkatkan dan gunakanlah strategi
PENUTUP copywriting dan strategi konten yang dapat
Berdasarkan hasil penelitian dan menampilkan pesan pemasaran terhadap
pembahasan mengenai analisis pengaruh produk sehingga konsumen memahami
persepsi harga, electronic word of mouth manfaat yang didapat. Di Instagram dimana
dan brand awareness terhadap minat beli metode penawaran produk berupa iklan
kajian pada konsumen di social media lebih banyak dengan metode push atau
Instagram, maka dapat diperoleh secara aktif mencari target pasar secara
kesimpulan persepsi harga memiliki otomatis melalui algoritma instragram,
pengaruh positif dan signifikan terhadap sehingga hal ini membuat konsumen tidak
minat pembelian pada kajian konsumen di banyak pilihan dan mempunyai persepsi
social media Instagram. Hal ini harga baik melalui konten dan copywriting
membuktikan bahwa terciptanya minat yang dibuat oleh penjual produk. Pada
responden untuk melakukan transaksi variabel electronic word of mouth, indikator
pembelian itu karena persepsi harga yang tertinggi adalah “Peningkatan rasa percaya
baik yang ditimbukan saat iklan tampil di diri setelah membaca ulasan online.”. Para
social media Instagram, dengan penjual online di social media Instagram
menggunakan teknik iklan yang baik maka diharapkan dapat memberikan peningkatan
akan terbentuk persepsi harga yang dapat dari segi kualitas produk yang dijual dan
mempengaruhi minat secara positif dan kualitas pelayanan agar electronic word of
signifikan. Electronic word of outh memiliki mouth dapat dipercaya dan dijadikan
pengaruh positif dan tidak signifikan referensi bagi calon konsumen yang
terhadap minat pembelian pada kajian berminat berbelanja. Pada variabel brand
konsumen di social media Instagram. Hal ini awareness, indikator tertinggi adalah
membuktikan bahwa terciptanya suatu “Sudah terbiasa menggunakan /
sikap responden yaitu adanya minat untuk mengkonsumsi”. Para penjual online di
membeli karena electronic word of mouth social media Instagram diharapkan dapat
yang ada saat ini tetapi electronic word of terus melakukan strategi konten yang
mouth dinilai tidak signifikaan dalam menarik dan inovatif sehingga konsumen
menumbuhkan minat konsumen untuk tidak akan lupa dan melakukan follow pada
melakukan transaksi. Brand awareness akun Instagram. Hal ini penting dengan
118
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi STI&K (SeNTIK)
Volume 7 Nomor 1, 29 Juli 2023, ISSN : 2581-2327
strategi brand awareness yang baik dapat INSTAGRAM SECARA ORGANIK
menstimulasi konsumen untuk mengunjungi DI KELURAHAN TANJUNG
akun instagram karena untuk membuat DUREN,” Andhara, vol. 2, no. 1, pp.
konsumen mempunyai minat tinggi untuk 18–25, May 2022, Accessed: Jul. 05,
melakukan pembelian ulang produk yang 2023. [Online]. Available:
dijual/ditawarkan. [Link]
Saran untuk penelitian selanjutnya, cle/view/150
penelitian ini bisa dijadikan sebagai [6] M. Al and F. Abdullah, “Model
tambahan informasi, pengetahuan dan juga Perilaku Pembelian Online melalui
dapat dijadikan referensi untuk penelitian Market Place Bukalapak Dilihat dari
selanjutnya. Serta masih banyak variabel Perspektif Persepsi Harga, Kualitas
lain diluar penelitian ini yang dapat Pelayanan dan Komunikasi
mempengaruhi minat beli, seperti harga, Pemasaran,” J. Ilm. Manaj. dan Bisnis,
kualitas produk, kepercayaan, dan promosi vol. 5, no. 2, p. 462453, 2019, doi:
penjualan. 10.22441/JIMB.V5I2.6835.
[7] R. Yonatan Hanata, H. Tannady, N.
DAFTAR PUSTAKA Mayasari, M. Al Faruq Abdullah, S.
[1] P. C. Massie, J. D. D. Massie, and F. Harapan Bangsa, and C. Author,
Roring, “Pengaruh Digital Marketing “Determinant Factors Brand Loyalty
dan Electronic Word Of Mouth ( E- of Tokopedia,” J. Multidisiplin
WOM ) Terhadap Keputusan Madani, vol. 3, no. 1, pp. 160–169,
Berkunjung Pada Rumah Alam Jan. 2023, doi:
Manado Adventure Park The 10.55927/MUDIMA.V3I1.2624.
Influence Of Digital Marketing And [8] M. A. F. Abdullah, Y. H. Pangaribuan,
Electronic Word Of Mouth ( E-WOM ) F. Fathihani, and W. D. Febrian,
To Visit Decision At Rumah Alam “ANALYSIS OF ONLINE
Manado Adventur,” Emba, vol. 10, no. PURCHASE INTENTION FROM
4, pp. 13–24, 2022, [Online]. THE PERSPECTIVE OF ONLINE
Available: CUSTOMER REVIEWS, ONLINE
[Link] ADVERTISING, AND WEBSITE
php/emba/article/view/43646 QUALITY,” J. Perspekt. Manajerial
[2] B. Mahendra, “Eksistensi Sosial dan Kewirausahaan, vol. 2, no. 2, pp.
Remaja dalam Instgram,” J. Visi 47–55, May 2022, doi:
Komun., vol. 16, no. 01, pp. 151–160, 10.59832/JPMK.V2I2.180.
2017, [Online]. Available: [9] M. Al, F. Abdullah, D. Permana, and
[Link] A. P. Nandiwardhana, “Are These
[3] A. S. Wibowo and R. H. Magnadi, The Factors Driving The Intention of
“Strategi Pemasaran Adidas Originals Urban Communities to Use
Melalui Instagram Untuk Photovoltaic Solar Technology in
Meningkatkan Minat Beli Konsumen,” DKI Jakarta?,” Dec. 2020, doi:
Diponegoro J. Manag., vol. 6, pp. 1– 10.4108/EAI.26-9-2020.2302785.
11, 2017, [Online]. Available: [10] Y. Pratama et al., “Prinsip Dasar
[Link] Manajemen Pemasaran: Analisis dan
[Link]/[Link]/dbr Strategi Di Era Digital,” p. 133, 2023,
[4] L. B. Hasiholan and D. Amboningtyas, Accessed: Jul. 05, 2023. [Online].
“Strategi Pemasaran Melalui Digital Available:
Marketing Pada Pariwisata Kota [Link]
Lama Semarang,” J. Sains Sosio dle/123456789/2748
Hum., vol. 5, no. 2, pp. 888–893, 2021, [11] M. Al Faruq Abdullah, J. Manajemen,
doi: 10.22437/jssh.v5i2.15798. and U. Dian Nusantara, “Analisi
[5] M. A. F. Abdullah, W. D. Febrian, Y. Strategic Location dan Marketing
H. Purnama, and F. Fathihani, Communication Terhadap Minat Beli
“PELATIHAN JUALAN DI di Perumahan Azalea Garden
119
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi STI&K (SeNTIK)
Volume 7 Nomor 1, 29 Juli 2023, ISSN : 2581-2327
Tanggerang,” J. Manaj. dan Ilmu
Adm. Publik, vol. 3, no. 4, pp. 284–
290, Feb. 2021, doi:
10.24036/JMIAP.V3I4.325.
[12] A. Charviandi et al., “Manajemen
Pemasaran (Perspektif Digital
Marketing),” Jan. 2023, Accessed: Jul.
05, 2023. [Online]. Available:
[Link]
/ms/publications/559479/
[13] J. F. Hair, G. T. M. Hult, C. M. Ringle,
M. Sarstedt, N. P. Danks, and S. Ray,
Partial Least Squares Structural
Equation Modeling (PLS-SEM) Using
R: A Workbook. in Classroom
Companion: Business. Springer
International Publishing, 2021.
[Online]. Available:
[Link]
umFMEAAAQBAJ
[14] N. Peña-García, I. Gil-Saura, A.
Rodríguez-Orejuela, and J. R.
Siqueira-Junior, “Purchase intention
and purchase behavior online: A
cross-cultural approach,” Heliyon, vol.
6, no. 6, 2020, doi:
10.1016/[Link].2020.e04284.
[15] T. Hennig-Thurau, K. P. Gwinner, G.
Walsh, and D. D. Gremler,
“Electronic word-of-mouth via
consumer-opinion platforms: What
motivates consumers to articulate
themselves on the Internet?,” J.
Interact. Mark., vol. 18, no. 1, pp. 38–
52, 2004, doi: 10.1002/dir.10073.
120