1.
Fase E (Umumnya untuk Kelas X
SMA/MA/SMK/MAK/Program Paket C)
Pada akhir Fase E, peserta didik menggunakan teks lisan,
tulisan dan visual dalam berbagai jenis teks untuk
berkomunikasi sesuai dengan situasi, tujuan, dan target
pemirsa/pembacanya. Peserta didik memproduksi teks
lisan, tulisan, dan visual yang lebih beragam, dengan
pemahaman terhadap tujuan dan target pembaca/pemirsa
untuk menyampaikan keinginan/perasaan/pendapat dan
berdiskusi mengenai topik yang dekat dengan keseharian
mereka atau isu yang hangat sesuai usia peserta didik di
fase ini. Peserta didik memahami teks lisan, tulisan dan
visual untuk mempelajari sesuatu/mendapatkan informasi.
Keterampilan inferensi tersirat ketika memahami informasi
dalam bahasa Inggris juga mulai berkembang.
Capaian Pembelajaran setiap elemen mata pelajaran Bahasa
Inggris adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Menyimak-Berbicara Peserta didik menggunakan
(Listening-Speaking) bahasa Inggris untuk
berkomunikasi dengan guru,
teman sebaya, dan orang lain
dalam berbagai macam situasi
Elemen Deskripsi
dan tujuan. Peserta didik
menggunakan dan merespons
pertanyaan serta menggunakan
strategi untuk memulai dan
mempertahankan percakapan dan
diskusi. Peserta didik memahami
dan mengidentifikasi ide utama
dan detail dari teks lisan yang
relevan dari diskusi atau
presentasi mengenai topik yang
terkait dengan kehidupan mereka.
Peserta didik menggunakan
bahasa Inggris untuk
menyampaikan opini terhadap isu
yang dekat dengan kehidupan
mereka dan untuk membahas
minat. Peserta didik memberikan
pendapat dan membuat
perbandingan. Peserta didik mulai
menggunakan elemen nonverbal
(gestur, kecepatan bicara
dan/atau nada suara) untuk
dapat memperkuat/mendukung
pesan/informasi yang ingin
disampaikan.
(Students use English to
communicate with teachers, peers
and others in a range of settings
and for a range of purposes. They
use and respond to questions and
use strategies to initiate and
sustain conversations and
discussion. They understand and
identify the main ideas and
relevant details in oral texts of
Elemen Deskripsi
discussions or presentations on
youth-related topics. They use
English to express opinions on
youth-related issues and to discuss
youth-related interests. They give
opinions and make comparisons.
They begin to use nonverbal
elements (gestures, speed and/or
pitch) to strengthen/support the
message/information being
conveyed.)
Membaca-Memirsa Peserta didik membaca dan
(Reading-Viewing) merespons berbagai jenis teks.
Peserta didik membaca untuk
mempelajari sesuatu atau untuk
mendapatkan informasi. Peserta
didik mencari dan mengevaluasi
detil spesifik dan inti dari
berbagai jenis teks. Teks ini dapat
berbentuk cetak atau digital,
termasuk di antaranya teks
visual, multimodal atau interaktif.
Pemahaman peserta didik
terhadap ide pokok, isu-isu atau
pengembangan plot dalam
berbagai jenis teks mulai
berkembang. Peserta didik
mengidentifikasi tujuan penulis
dan mengembangkan
keterampilannya untuk
melakukan inferensi sederhana
dalam memahami informasi
tersirat dalam teks.
(Students read and respond to a
variety of texts. They read to learn
Elemen Deskripsi
or to find information. They
locate and evaluate specific
details and main ideas of a
variety of texts.
These texts may be in the form of
printed or digital texts, including
visual, multimodal or interactive
texts. They are developing
understanding of main ideas,
issues or plot development in a
variety of texts. They identify the
author’s purposes and develop
simple inferential skills to help
them understand implied
information from the texts.)
Menulis- Peserta didik menulis berbagai
Mempresentasikan jenis teks fiksi dan nonfiksi,
(Writing-Presenting) melalui aktivitas yang dipandu,
menunjukkan pemahaman
mereka terhadap tujuan dan
target pembaca/pemirsa. Peserta
didik merencanakan, menuliskan,
mengulas, dan merevisi teks
dengan menunjukkan strategi
koreksi diri dalam kaidah
menulis. Peserta didik
menyampaikan ide menggunakan
kosakata dan kata kerja umum
dalam tulisannya. Peserta didik
menyajikan informasi
menggunakan berbagai moda
presentasi dalam bentuk cetak
dan digital untuk menyesuaikan
dengan target pembaca/pemirsa
dan untuk mencapai tujuan yang
berbeda-beda.
Elemen Deskripsi
(Students write a variety of fiction
and non-fiction texts, through
guided activities, showing an
awareness of purpose and
audience. They plan, write, review
and revise texts with some
evidence of self-correction
strategies in writing conventions.
They express ideas and use
common/daily vocabulary and
verbs in their writing. They present
information using different modes
of presentation in print and digital
forms to suit different audiences
and to achieve different purposes.)
2. Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII
SMA/MA/SMK/MAK/Program Paket C)
Pada akhir Fase F, peserta didik menggunakan teks lisan,
tulisan dan visual dalam berbagai jenis teks dengan
berbagai macam topik kontekstual untuk berkomunikasi
sesuai dengan situasi, tujuan, dan target
pemirsa/pembacanya. Peserta didik memproduksi teks
lisan, tulisan dan visual dalam bahasa Inggris yang
terstruktur dengan kosakata yang lebih beragam untuk
berdiskusi dan menyampaikan
keinginan/perasaan/pendapat. Peserta didik memahami
teks lisan, tulisan, dan visual untuk mempelajari
sesuatu/mendapatkan informasi dan untuk hiburan.
Pemahaman mereka terhadap teks semakin mendalam.
Keterampilan inferensi tersirat ketika memahami informasi,
dan kemampuan evaluasi berbagai jenis teks dalam bahasa
Inggris sudah berkembang.
Capaian Pembelajaran setiap elemen mata pelajaran Bahasa
Inggris adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Menyimak-Berbicara Peserta didik menggunakan
(Listening-Speaking) bahasa Inggris untuk
berkomunikasi dengan guru,
teman sebaya dan orang lain
dalam berbagai macam situasi
dan tujuan. Peserta didik
menggunakan dan merespons
pertanyaan terbuka dan
menggunakan strategi untuk
memulai, mempertahankan dan
menyimpulkan percakapan, dan
diskusi. Peserta didik memahami
dan mengidentifikasi ide utama
dan detail relevan dari teks lisan
dalam diskusi atau presentasi
mengenai berbagai macam topik.
Peserta didik menggunakan
bahasa Inggris untuk
menyampaikan opini terhadap isu
sosial dan untuk membahas
minat, perilaku, dan nilai-nilai
lintas konteks budaya yang dekat
dengan kehidupan mereka.
Peserta didik memberikan dan
mempertahankan pendapatnya,
membuat perbandingan dan
mengevaluasi perspektifnya.
Peserta didik menggunakan
strategi koreksi dan perbaikan
diri, dan menggunakan elemen
nonverbal (gestur, kecepatan
bicara dan/atau nada suara)
untuk dapat memperkuat/
mendukung
Elemen Deskripsi
pesan/informasi/pendapat yang
ingin disampaikan.
(Students use English to
communicate with teachers, peers
and others in a range of settings
and for a range of purposes. They
use and respond to open ended
questions and use strategies to
initiate, sustain and conclude
conversations and discussion.
They understand and identify the
main ideas and relevant details in
oral texts of discussions or
presentations on a wide range of
topics. They use English to express
opinions on social issues and to
discuss youth-related interests,
behaviors and values across
cultural contexts. They give and
justify opinions, make comparisons
and evaluate perspectives. They
employ self-correction and self-
repair strategies, and use
nonverbal elements (gestures,
speed and/or pitch) to
strengthen/support the
message/information/opinion
being conveyed.)
Membaca-Memirsa Peserta didik membaca dan
(Reading-Viewing) merespons berbagai jenis teks
secara mandiri. Peserta didik
membaca untuk mempelajari
sesuatu dan membaca untuk
hiburan. Peserta didik mencari,
membuat sintesis dan
Elemen Deskripsi
mengevaluasi detil spesifik dan
inti dari berbagai jenis teks. Teks
ini dapat berbentuk cetak atau
digital, termasuk di antaranya
teks visual, multimodal atau
interaktif. Peserta didik
menunjukkan pemahaman
terhadap ide pokok, isu-isu atau
pengembangan plot dalam
berbagai jenis teks. Peserta didik
mengidentifikasi tujuan penulis
dan melakukan inferensi untuk
memahami informasi tersirat
dalam teks.
(Students independently read and
respond to a wide range of texts.
They read to learn and read for
pleasure. They locate, synthesize
and evaluate specific details and
gist from a range of text genres.
These texts might be in the form of
print or digital texts, including
visual, multimodal or interactive
texts. They demonstrate an
understanding of the main ideas,
issues or plot development in a
range of texts. They identify the
author’s purpose and make
inference to comprehend implicit
information in the text.)
Menulis- Peserta didik menulis
Mempresentasikan berbagai jenis teks fiksi dan
(Writing-Presenting) faktual (nonfiksi) secara
mandiri, menunjukkan
pemahaman
mereka terhadap tujuan dan
Elemen Deskripsi
target pembaca/pemirsa. Peserta
didik merencanakan, menuliskan,
mengulas, dan merevisi teks
dengan menunjukkan strategi
koreksi diri dalam kaidah
menulis. Peserta didik
menyampaikan ide kompleks dan
menggunakan berbagai kosakata
dan tata bahasa yang beragam
dalam tulisannya. Peserta didik
menyajikan informasi
menggunakan berbagai moda
presentasi dalam bentuk cetak
dan digital untuk menyesuaikan
dengan pemirsa dan untuk
mencapai tujuan yang berbeda-
beda.
(Students independently write an
extensive range of fictional and
factual (nonfiction) text types,
showing an awareness of purpose
and audience. They plan, write,
review and revise texts with some
evidence of self-correction
strategies in writing conventions.
They express complex ideas and
use a wide range of vocabulary
and verb tenses in their writing.
They present information using
different modes of presentation in
print and digital forms to suit
different audiences and to achieve
different purposes.)
V.2. CAPAIAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS TINGKAT LANJUT
A. Rasional
Bahasa Inggris Tingkat Lanjut adalah program tambahan yang
dapat dipilih oleh peserta didik Kelas XI dan XII
(SMA/MA/Program Paket C) yang sangat berminat untuk
mempelajari bahasa Inggris dengan lebih komprehensif dan
terfokus. Program ini diharapkan dapat membantu peserta didik
agar berhasil mencapai kemampuan akademik yang ditargetkan
serta keterampilan hidup (life skills) yang diperlukan untuk
dapat hidup dalam tatanan dunia dan teknologi yang berubah
dengan cepat. Selain life skills, di dalam pembelajaran bahasa
Inggris tingkat lanjut juga menekankan pada penguasaan
keterampilan abad 21 (kritis, kreatif, komunikatif, dan
kolaboratif), pengembangan karakter, dan peningkatan
kemampuan berliterasi sesuai kebutuhan.
Pembelajaran bahasa Inggris tingkat lanjut ini memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan
kemampuan bahasa Inggris yang lebih tinggi pada keempat
keterampilan bahasa Inggris yang meliputi menyimak, berbicara,
membaca, dan menulis. Capaian Pembelajaran minimal keempat
keterampilan bahasa Inggris pada program bahasa Inggris
tingkat lanjut ini mengacu pada Common European
Framework of Reference for Languages: Learning, Teaching,
Assessment (CEFRL) yang setara level B2. English level B2 adalah
tingkat kompetensi berbahasa Inggris level empat (Upper
Intermediate) dalam Common European Framework of
Reference (CEFR). Dalam percakapan sehari-hari, tingkat ini
biasa disebut sebagai confident atau percaya diri.
Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris
Tingkat Lanjut ini adalah pendekatan berbasis teks (genre based
approach), yakni pembelajaran difokuskan pada teks, dalam
berbagai moda, baik lisan, tulisan, visual, audio, maupun
multimodal. Pembelajaran dirancang untuk memberikan
pengalaman dalam menggunakan teks-teks berbahasa Inggris
untuk memahami dan menerapkan pengetahuan faktual,
konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa keingintahuan
(curiosity) tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan
budaya terkait fenomena dan kejadian tampak kasat mata. Teks
menjadi fokus pembelajaran untuk menguatkan kemampuan
menggunakan bahasa Inggris dalam empat keterampilan
berbahasa, yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis
secara terintegrasi, dalam tiga jenis teks: narasi, eksposisi, dan
diskusi. Ada 4 tahap pada pembelajaran bahasa yang
menggunakan pendekatan berbasis teks. Tahap pertama
Building Knowledge of Field; guru dan peserta didik membangun
konteks budaya, berbagi pengalaman, membahas kosakata, dan
pola-pola kalimat. Tahap kedua, Modelling of Text; guru
menunjukkan teks model (lisan atau tulisan) dari jenis teks yang
sedang dipelajari. Tahap ketiga, Joint Construction of Text;
peserta didik mencoba memproduksi teks secara berkelompok
dengan bantuan guru. Tahap keempat, Independent Construction
of Text; peserta didik diberi kesempatan untuk memproduksi
teks lisan dan tulisan secara mandiri, dengan bimbingan guru
yang minimal, hanya kalau diperlukan. Dalam pelaksanaannya,
pembelajaran bahasa Inggris juga dapat menggunakan berbagai
pendekatan atau model pembelajaran lainnya yang relevan.
Pembelajaran bahasa Inggris tingkat lanjut juga dirancang untuk
membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa kepada
Tuhan YME dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis,
kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global, baik
secara langsung maupun tidak langsung, dalam berinteraksi
dengan lingkungan sosial dan alam melalui pembelajaran yang
bersifat kontekstual. Dalam kaitannya dengan tujuan
pembentukan profil pelajar Pancasila, pembelajaran bahasa
Inggris tingkat lanjut diharapkan dapat mewujudkan peserta
didik yang merdeka, yakni menjadi pengguna bahasa Inggris
yang mandiri dan percaya diri, selain itu, pembentukan profil
pelajar Pancasila juga dapat dicapai melalui berbagai aktivitas
pembelajaran dengan berbagai jenis teks.
B. Tujuan
Mata pelajaran bahasa Inggris tingkat lanjut bertujuan untuk
memastikan peserta didik sebagai berikut.
1. Menggunakan bahasa Inggris secara mandiri dan dengan
rasa percaya diri untuk mencapai tujuan komunikasi baik
lisan maupun tulisan dalam tiga jenis teks, yakni narasi,
eksposisi, dan diskusi dalam empat keterampilan berbahasa
secara terintegrasi, dengan kompetensi bahasa Inggris
setara level B2 CEFR.
Pada level B2 CEFR, peserta didik diharapkan mampu:
a. memahami gagasan utama dari teks yang kompleks
baik tentang topik konkrit terkait kejadian-kejadian di
lingkungan sekitar, maupun abstrak terkait isu
mutakhir atau topik terkait mata pelajaran lain dalam
teks narasi, eksposisi, dan diskusi;
b. berinteraksi dengan lancar, spontan, dan mampu
berinteraksi secara teratur dan tanpa ada hambatan
berarti untuk berkomunikasi; dan
c. memproduksi teks dengan struktur organisasi yang
jelas dan rinci, tentang berbagai topik dan menjelaskan
pendapat atau pandangan terkait isu dalam topik
tertentu dengan memberikan manfaat dan kelemahan
(pro dan kontra) dari berbagai pilihan atau pendapat.
Semua karakteristik kemampuan bahasa Inggris level B2 di
atas sesuai dengan tujuan dari teks narasi, eksposisi, dan
diskusi.
2. Memiliki keterampilan abad 21, termasuk bernalar kritis,
kreatif, berkomunikasi lisan dan tulisan, dan mampu
bekerja sama, serta mampu berliterasi digital.
3. Menjadi warga masyarakat global yang tetap memegang
teguh nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa
dengan mengedepankan profil pelajar Pancasila (beriman
dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif,
gotong royong, dan berkebinekaan global).
C. Karakteristik
1. Jenis teks yang diajarkan dalam bahasa Inggris beragam dan
pembelajaran mencakup empat keterampilan berbahasa,
yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis yang
diajarkan secara terintegrasi dalam siklus pembelajaran
berbasis teks, khususnya 3 jenis teks, yakni narasi,
eksposisi, dan diskusi. Teks narasi dipilih karena tiga alasan
utama. Pertama, teks narasi tersedia di setiap masa, dalam
setiap kalangan dan kelompok usia, dalam berbagai jenis
dan topik, mulai dari topik sejarah sampai topik terkini.
Kedua, teks narasi bertujuan untuk menghibur, dan
merupakan bagian dari karya sastra. Hal ini diharapkan
mampu menarik perhatian dan meningkatkan minat
peserta didik untuk terus belajar bahasa Inggris. Alasan
terakhir adalah teks narasi juga memengaruhi cara
pandang seseorang terhadap suatu fenomena. Teks
eksposisi dan diskusi dipilih karena jenis teks ini
mempunyai peran yang sangat penting, tidak hanya di
dunia akademik, tetapi juga di dunia kerja. Teks eksposisi
dan diskusi menghendaki peserta didik mampu
menggunakan bahasa Inggris untuk mengemukakan
pendapat tentang suatu isu yang didukung fakta, data, dan
pendapat para ahli terkait isu tersebut. Teks diskusi,
khususnya menghendaki peserta didik untuk melihat satu
isu dari berbagai perspektif, minimal dua perspektif, yakni
perspektif yang mendukung dan menentang. Pembelajaran
teks diskusi dapat memfasilitasi peserta didik untuk
berlatih berdebat dalam bahasa Inggris dan juga
kemampuan yang sangat penting baik dalam dunia
akademik maupun dalam dunia kerja dewasa ini. Kedua
jenis teks ini dengan argumen sebagai bagian utama,
berperan penting dalam pengembangan kemampuan
bernalar kritis dan kreatif.
2. Pilihan jenis teks pada pembelajaran bahasa Inggris tingkat
lanjut disajikan dalam bentuk teks tulisan, teks lisan
(monolog atau dialog), teks visual, teks audio, dan teks
multimodal (teks yang mengandung aspek verbal, visual
dan
audio), baik otentik maupun teks yang dibuat untuk tujuan
pembelajaran, baik tunggal maupun teks ganda, yang
diproduksi dalam kertas maupun digital. Hal ini diupayakan
untuk memfasilitasi peserta didik supaya terampil
menggunakan teknologi (literasi teknologi), sehingga
kemampuan mengelola informasi digital peserta didik
meningkat.
3. Pembelajaran sastra dan lintas budaya menjadi bagian dari
bahasa Inggris tingkat lanjut karena teks merupakan
konstruksi sosial. Pembahasan teks tidak akan terlepas dari
pembahasan budaya yang direfleksikan dalam setiap teks
yang dibahas. Dengan demikian, pembelajaran sastra dan
lintas budaya termasuk dalam pembelajaran pada 3 jenis
teks di atas.
4. Proses belajar harus memberi ruang bagi penyelesaian
masalah secara mandiri dan yang dicapai di bawah
bimbingan orang dewasa (guru) atau kerja sama dengan
teman sebaya yang lebih mampu. Dalam kaitannya dengan
konsep merdeka belajar, pembelajaran bahasa Inggris
tingkat lanjut diharapkan dapat mewujudkan para peserta
didik yang merdeka, yakni menjadi pengguna bahasa
Inggris yang mandiri dan percaya diri.
5. Proses belajar merupakan proses sosial meliputi belajar
bahasa, belajar melalui bahasa dan belajar tentang bahasa.
6. Proses belajar berfokus pada peserta didik, yakni upaya
mengubah perilaku peserta didik dari tidak mampu menjadi
mampu, dalam menggunakan bahasa Inggris pada empat
keterampilan berbahasa dalam jenis teks narasi, eksposisi,
dan diskusi.
7. Prinsip belajar adalah membangun jembatan pemahaman
(scaffolding), yakni guru berperan mengajarkan kepada
peserta didik cara melakukan sesuatu, dalam hal ini cara
menggunakan bahasa Inggris dan memberikan kesempatan
untuk mempraktikkannya.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Bahasa Inggris
tingkat lanjut adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Menyimak (Listening) Kemampuan memahami gagasan
utama dan informasi rinci dari teks
lisan yang kompleks tentang topik
konkrit dan abstrak terkait kejadian di
lingkungan sekitar, isu mutakhir, atau
topik terkait mata pelajaran lain dalam
berbagai jenis teks.
Membaca (Reading) Kemampuan memahami gagasan
utama dan informasi rinci dari teks
tulis yang kompleks tentang topik
konkrit dan abstrak dalam bentuk
cetak dan digital, teks tunggal maupun
ganda, terkait kejadian di lingkungan
sekitar, isu mutakhir, atau topik
terkait mata pelajaran lain dalam
berbagai jenis teks.
Menulis (Writing) Kemampuan memproduksi teks
dengan struktur organisasi yang jelas
dan rinci dalam berbagai jenis teks
mengenai berbagai topik. Teks yang
ditulis menunjukkan pendapat atau
pandangan dengan menjelaskan
manfaat dan kelemahan atau argumen
yang mendukung dan menentang
tentang berbagai pilihan atau
pendapat.
Berbicara (Speaking) Kemampuan berinteraksi dengan
lancar, spontan, teratur dan tanpa ada
hambatan untuk berkomunikasi
secara lisan dalam berbagai jenis teks.
D. Capaian Pembelajaran
Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII SMA/MA/Program
Paket C)
Pada akhir Fase F tingkat lanjut, peserta didik menggunakan teks
lisan, tulisan dan visual dalam bahasa Inggris untuk
berkomunikasi sesuai dengan situasi, tujuan, dan target
pemirsa/pembacanya dalam berbagai jenis teks narasi,
eksposisi, diskusi, teks sastra, teks otentik, dan/atau multiteks
dalam berbagai macam topik termasuk isu sosial dan konteks
budaya. Capaian Pembelajaran setiap elemen mata pelajaran
Bahasa Inggris tingkat lanjut adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Menyimak (Listening) Peserta didik memahami gagasan
utama dan informasi rinci dari teks
lisan yang kompleks tentang topik
konkrit dan abstrak terkait kejadian di
lingkungan sekitar, isu mutakhir atau
topik terkait mata pelajaran lain dalam
teks narasi, eksposisi, dan diskusi.
(Students comprehend the main ideas
and detailed information of complex
listened texts, on both concrete and
abstract topics on events in their
surroundings, current issues, or topics
relevant to other subjects in the
curriculum in narrative, exposition, and
discussion texts.)
Membaca (Reading) Peserta didik memahami gagasan
utama dan informasi rinci dari teks
tulis yang kompleks tentang topik
konkrit dan abstrak dalam bentuk
cetak, digital, teks tunggal maupun
ganda, terkait kejadian di lingkungan
sekitar, isu mutakhir atau topik terkait
mata pelajaran lain dalam teks narasi,
eksposisi, dan diskusi.
(Students comprehend the main ideas
and detailed information of complex
written texts, both on concrete and
abstract topics, in print and on screen
or digital, single or multiple, on events
Elemen Deskripsi
in their surrounding, current issues, or
topic relevant to other subjects in the
curriculum in narrative, exposition,
and
discussion texts.)
Menulis (Writing) Peserta didik memproduksi teks
dengan struktur organisasi yang jelas
dan detail dalam jenis teks narasi,
eksposisi, dan diskusi tentang
berbagai topik. Teks yang ditulis
menunjukkan pendapat atau
pandangan dengan menjelaskan
manfaat dan kelemahan atau argumen
yang mendukung dan menentang
tentang berbagai pilihan atau
pendapat.
(Students produce texts with a clear
and detailed structure of organization
on different topics and express ideas or
opinions on certain issues or topics in
narrative, exposition, and discussion
texts. The text shows strengths and
weaknesses or arguments for and
against different choices or opinions.)
Berbicara (Speaking) Peserta didik berinteraksi dengan
lancar, spontan, teratur dan tanpa ada
hambatan berarti untuk
berkomunikasi secara lisan dalam teks
narasi, eksposisi, dan diskusi.
(Students interact fluently,
spontaneously, and in a structured
manner without hindrances to
communicate orally in narrative,
exposition, and discussion texts.)