0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan14 halaman

Kategori Risiko Gempa pada Bangunan

Diunggah oleh

41123110110
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan14 halaman

Kategori Risiko Gempa pada Bangunan

Diunggah oleh

41123110110
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL PERKULIAHAN

Studio
Perancangan
Bentuk Konfigurasi Bangunan
Tahan Gempa dan Beban
Statik Ekivalen

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

04
Teknik Teknik Sipil W111700028 Ivan Jansen S, ST., MT.

Abstract Kompetensi
Gempa statik, gempa dinamis Mampu merencanakan Bentuk Konfigurasi
Bangunan Tahan Gempa dan Beban Statik
Ekivalen
METODA ANALISIS GEMPA
Gempa rencana ditetapkan sebagai gempa dengan kemungkinan terlewati besarannya
selama umur struktur bangunan 50 tahun adalah sebesar 2 persen. Akibat pengaruh gempa
rencana, struktur gedung secara keseluruhan masih berdiri, walaupun sudah berada dalam
kondisi di ambang keruntuhan. Pembebanan gempa mengacu pada SNI 1726:2012.

WILAYAH GEMPA

Ss, Gempa maksimum yang dipertimbangkan risiko-tertarget(MCER)


(Sumber :SNI 1726:2012)

S1, Gempa maksimum yang dipertimbangkan risiko-tertarget(MCER)


(Sumber : SNI 1726:2012)

Studio Perancangan Pusat Bahan Ajar dan eLearning


2 Ivan Jansen S, ST., MT. [Link]
KATEGORI RESIKO STRUKTUR BANGUNAN

Setiap jenis pemanfaatan bangunan gedung dan non gedung memiliki kategori resiko tertentu.
Kategori resiko bangunan gedung dan gedung terhadap beban gempa adalah sebagai berikut
:
Tabel Kategori risiko bangunan gedung non gedung untuk beban gempa
Jenis Pemanfaatan Kategori
Resiko
Gedung dan non gedung yang memiliki resiko rendah terhadap jiwa I
manusia pada saat terjadi kegagalan, termasuk, tapi tidak dibatasi untuk,
antara lain :
- Fasilitas pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan
- Fasilitas sementara
- Rumah jaga dan struktur kecil lainnya
Semua gedung dan struktur lain, kecuali yang termasuk dalam II
kategori risiko,I,III,IV, termasuk, tapi tdiak dibatasi untuk :
- Perumahan
- Rumah toko dan kantor
- Pasar
- Gedung perkantoran
- Gedung apartemen / rumah susun
- Pusat perbelanjaan / mall
-Bangunan industri
- Fasilitas manufaktur
- Pabrik

Gedung dan non gedung yang memiliki risiko tinggi terhadap jiwa III
manusia pada saat terjadi kegagalan , termasuk, tapi tidak dibatasi untuk
:
- Bioskop
- Gedung pertemuan
- Stadion
- Fasilitas kesehatan yang tidak memiliki unit bedah dan UGD
- Fasilitas penitipan anak
- Penjara
- Bangunan untuk orang jompo

Studio Perancangan Pusat Bahan Ajar dan eLearning


3 Ivan Jansen S, ST., MT. [Link]
Jenis Pemanfaatan Kategori
Resiko
Gedung dan non gedung, tidak termasuk dalam kategori risiko IV, yang
memiliki potensi untuk menyebabkan dampak ekonomi yang besar
dan/atau gangguan massal terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari
bila terjadi kegagalan, termasuk, tapi tidak dibatasi untuk :
- Pusat pembangkit listrik biasa
- Fasilitas penanganan air
- Fasilitas penangann limbah
- Pusat telekomunikasi
Gedung dan non gedung yang tidak termasuk dalam kategori risiko
IV,(termasuk, tetapi tidak dibatasi untuk fasilitas manufaktur, proses,
penangann, penyimpanan, penggunaan atau tempat pembuangan
bahan bakar berbahaya, bahan kimia berbahaya, limbah berbahaya,
atau bahan yang mudah meledak) yang mengandung bahan beracun
atau peledak di mana jumlah kandungan bahannya melebihi nilai batas
yang disyaratkan oleh intansi yang berwenang dan cukup menimbulkan
bahaya bagi masyarakat jika terjadi kebocoran
Gedung dan non gedung yang ditunjukkan sebagai fasilitas yang IV
penting, termasuk, tetapi tidak dibatasi untuk :
- Bangunan-bangunan monumental
- Gedung sekolah dan fasilitas pendidikan
- Rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya yang memiliki fasilitas
bedah dan unit gawat darurat
- Fasilitas pemadam kebakaran, ambulans, dan kantor polisi, serta
garasi kendaraan darurat.
- Tempat perlindungan terhadap gempa bumi, angin badai, dan tempat
perlindungan darurat lainnya
- Fasilitas kesiapan darurat, komunikasi, pusat operasi dan fasilitas
lainnya untuk tanggap darurat.
- Pusat pembangkit energi dan fasilitas publik lainnya yang dibutuhkan
pada saat keadaan darurat.
- Struktur tambahan (termasuk menara telekomunikasi, tangki
penyimpanan bahan bakar, menara pendingin, struktur stasiun listrik,
tangki air pemadam kebakaran atau struktur rumah atau struktur

Studio Perancangan Pusat Bahan Ajar dan eLearning


4 Ivan Jansen S, ST., MT. [Link]
Jenis Pemanfaatan Kategori
Resiko
pendukung air atau material atau peralatan pemadam kebakaran) yang
disyaratkan untuk beroperasi pada saat keadaan darurat.
Gedung dan non gedung yang dibutuhkan untuk mempertahankan
fungsi struktur bangunan lain yang masuk ke dalam kategori risiko IV
(Sumber : SNI 1726 : 2012 subpasal 4.1.2)

FAKTOR KEUTAMAAN GEMPA

Setiap kategori resiko memiliki faktor keutamaan gempa. Tabel berikut ini menenjukan nilai
faktor keutamaan per kategori resiko struktur bangunan :

Tabel Faktor keutamaan gempa


Kategori Resiko Faktor Keutamaan Gempa
I atau II 1,0
III 1,25
IV 1,50
(sumber : SNI 1726 : 2012 subpasal 4.1.2)

KLASIFIKASI SITUS

Dalam perumusan kriteria desain seismik suatu bangunan di permukaan tanah atau
penentuan amplifikasi besaran percepatan gempa puncak dari batuan dasar ke permukaan
tanah untuk suatu situs, maka situs tersebuat harus diklasifikasikan terlebih dahulu. Klasifikasi
situs ini, bertujuan untuk memberikan kriteria desain seismik berupa faktor-faktor amplifikasi
pada bangunan. Penetapan kelas situs ini harus melalui penyelidikan tanah di lapangan dan
di laboratorium. Tipe kelas situs harus ditetapkan sesuai dengan definisi dari tabel dan pasal-
pasal berikut ini :
Tabel Klasifikasi Situs

Kelas situs Vs (m/detik) N atau Nch Su (kPa)


SA (batuan keras) > 1500 N/A N/A
750 sampai
SB (batuan) N/A N/A
1500
SC (tanah keras, sangat padat
350 mpai 750 > 50 ≥ 100
dan batuan lunak)

Studio Perancangan Pusat Bahan Ajar dan eLearning


5 Ivan Jansen S, ST., MT. [Link]
Kelas situs Vs (m/detik) N atau Nch Su (kPa)
SD (tanah sedang) 175 sampai 35 15 sampai 50 50 sampai 100
SE (tanah lunak) < 175 < 15 < 50
Atau setiap profil tanah yang mengandung lebih
dari 3 m tanah dengan karakteristik sebagai berikut
:
1. Indeks plastisitas, PI > 20,
2. Kadar air, w ≥ 40%,
3. Kuat geser niralir Su < 25 kPa
SF (tanah khusus, yang Setiap profil lapisan tanah yang memiliki salah satu
membutuhkan investigasi atau lebih dari karakteristik berikut yaitu:
geoteknik spesifikasi dan Rawan dan berpotensi gagal atau runtuh akibat
analisis respons spesifik situs gempa seperti mudah likuifaksi, lempung sangat
yang mengikuti 6.10.1) sensitif, tanah tersementasi lemah
Lempung sangat organik dan/atau gambut
(ketebalan H > 3m)
Lempung berplastisitas sangat tinggi (ketebalan H
>7,5m dengan indeks plastisitas PI > 75
Lapisan tanah lempung lunak/setengah teguh
dengan ketebalan H > 35m dengan Su < 50kP

Catatan : N/A = tidak digunakan


(Sumber : SNI 1726: 2012, Tabel 3)

DESAIN RESPONS SPEKTRUM

Parameter respons spektrum percepatan perioda pendek (SMS) dan perioda 1 detik (SM1) yang
disesuaikan dengan pengaruh klasifikasi situs, harus ditentukan dengan perumusan sesuai
SNI 1726:2012 sebagai berikut:
SMS = Fa. Ss
SM1 = Fv. S1

Keterangan:
SMS : spectrum respons percepatan pada periode pendek.

Studio Perancangan Pusat Bahan Ajar dan eLearning


6 Ivan Jansen S, ST., MT. [Link]
SS : parameter respons spectral percepatan gempa MCER terpetakan untuk perioda
pendek.
SM1 : spektrum respons percepatan pada perioda 1,0 detik.
S1 : parameter respons spectral percepatan gempa MCER terpetakan untuk perioda 1,0
detik.
Fa : koefisien situs pada perioda pendek.
Fv : koefisien situs pada perioda 1,0 detik.

Tabel Koefisien situs, Fa


Parameter respons spectral percepatan gempa (MCER) terpetakan
Kelas situs
pada perioda pendek, T = 0,2 detik, SS
SS ≤ 0,25 SS = 0,5 SS = 0,75 SS = 1,0 SS ≥ 1,25
SA 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8
SB 1,0 1,0 1,0 1,0 1,0
SC 1,2 1,2 1,1 1,0 1,0
SD 1,6 1,4 1,2 1,1 1,0
SE 2,5 1,7 1,2 0,9 0,9
SF SSb
(Sumber : SNI 1726:2012)
CATATAN:
(a) Untuk nilai-nilai antara Ss dapat dilakukan interpolasi linier
(b) SS= Situs yang memerlukan investigasi geoteknik spesifik dan analisis respons situs
spesifik
Tabel Koefisien situs, FV
Parameter respons spectral percepatan gempa (MCER) terpetakan pada
Kelas situs
perioda 1 detik, S1
SS ≤ 0,1 S1 = 0,2 S1 = 0,3 S1 = 0,4 S1 ≥ 0,5
SA 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8
SB 1,0 1,0 1,0 1,0 1,0
SC 1,7 1,6 1,5 1,4 1,3
SD 2,4 2 1,8 1,6 1,5
SE 3,5 3,2 2,8 2,4 2,4
b
SF SS
(Sumber : SNI 1726:2012)
CATATAN :
Untuk nilai-nilai antara S1 dapat dilakukan interpolasi linier

Studio Perancangan Pusat Bahan Ajar dan eLearning


7 Ivan Jansen S, ST., MT. [Link]
KATEGORI DESAIN SEISMIK

S
Apabila nilai DS dan S D1 sudah ditentukan maka, kategori desain seismik struktur dapat
ditetapkan sesuai tabel berikut.

Tabel Kategori Desain Seismik Berdasarkan Parameter Respons Percepatan


pada Perioda Pendek
Kategori risiko
Nilai SDS
I atau II atau III IV
S DS < 0,167 A A

0,167 < S DS < 0,33 B B

0,33 < S DS < 0,5 C C

0,5 ≤ S DS D D

(Sumber: SNI 1726:2012, tabel 6)

Tabel 2.7 Kategori Desain Seismik Berdasarkan Parameter Respons Percepatan pada
Perioda Pendek
Kategori risiko
Nilai S D1
I atau II atau III IV
S D1 < 0,167 A A

0,167 < S D1 <


B B
0,133
0,133 < S D1 < 0,20 C C

0,2 ≤ S D1 D D
(Sumber: SNI 1726:2012, tabel 7)

Pada perioda pendek (SDS) dan perioda 1 detik (SD1) persamaan percepatan spektral
desain yaitu sebagai berikut:
SDS = 2/3 SMS
SD1 = 2/3 SM1
Keterangan:
SD1 : parameter respons spectrum percepatan desain pada perioda 1 detik.
SDS : parameter respons spectrum percepatan desain pada perioda pendek.

Studio Perancangan Pusat Bahan Ajar dan eLearning


8 Ivan Jansen S, ST., MT. [Link]
Gambar Respon Spektrum Desain
(Sumber : SNI 1726:2012)

Untuk periode yang lebih kecil dari T0, spektrum respons percepatan desain (Sa) harus
diambil dari persamaan:
𝑇
𝑆𝑎 = 𝑆𝐷𝑠 (0,4 + 0,6 )
𝑇𝑜
Untuk periode ≥ T0 dan ≤ TS, spektrum respons desain Sa = SDS
Untuk periode > TS, spektrum respons percepatan desain Sa = SD1/T
Keterangan :
T : periode getar fundamental struktur
Nilai T0 dan TS dapat dicari dengan persamaan berikut:
𝑆𝐷1 𝑆𝐷1
T0 = 0,2 𝑆𝐷𝑠 dan Ts = 𝑆𝐷𝑠

STRUKTUR PENAHAN GAYA GEMPA

Bila sistem yang berbeda digunakan maka, masing-masing nilai R1 , C D dan ( 0 ) harus

dikenakan sesuai dengan sistem tersebut. Hal ini dapat dilihat pada berikut

Studio Perancangan Pusat Bahan Ajar dan eLearning


9 Ivan Jansen S, ST., MT. [Link]
Faktor Faktor Batasan sistemstruktur dan batasan
Koefisien kuat- pembesa tinggi struktur, hn(𝒎)𝒄
modifikasi lebih ran
Sistem penahan – gaya seismic
respons, sistem, defleksi Kategori desain seismik
𝑹𝒂 Ω𝐨𝒈 𝑪𝒅𝒃
B C 𝑫𝒅 𝑬𝒅 𝑭𝒆
A. Sistem dinding penumpu 7.1.1 7.1.2 7.1.3 7.1.4 7.1.5 7.1.6 7.1.7 7.1.8
1. Dinding geser beton bertulang khusus 5 2½ 5 TB TB 48 48 30
2. Dinding geser beton bertulang biasa 4 2½ 4 TB TB TI TI TI
3. Dinding geser beton polos didetail 2 2½ 2 TB TI TI TI TI
4. Dinding geser beton polos biasa 1½ 2½ 1½ TB TI TI TI TI
𝐾 𝐾
5. Dinding geser pracetak menengah 4 2½ 4 TB TB 12 12 12𝐾
6. Dinding geser pracetak biasa 3 2½ 3 TB TI TI TI TI
7. Dinding geser batu bata bertulang khusus 5 2½ 3½ TB TB 48 48 30
8. Dinding geser batu bata bertulang 3½ 2½ 2¼ TB TB TI TI TI
menengah
9. Dinding geser batu bata bertulang biasa 2 2½ 1¾ TB 48 TI TI TI
10. Dinding geser batu bata polos didetail 2 2½ 1¾ TB TI TI TI TI
11. Dinding geser batu bata polos biasa 1½ 2½ 1¼ TB TI TI TI TI
12. DInding geser batu bata prategang 1½ 2½ 1¾ TB TI TI TI TI
13. Dinding geser batu bata ringan (AAC) 2 2½ 2 TB 10 TI TI TI
bertulang biasa
14. Dinding geser batu bata ringan (AAC) 1½ 2½ 1½ TB TI TI TI TI
polos biasa
15. DInding rangka ringan (kayu) dilapisi 6½ 3 4 TB TB 20 20 20
dengan panel struktur kayu yang ditujukan
untuk tahanan geser, atau dengan lembaran
baja
16. Dinding rangka ringan (baja canai dingin) 6½ 3 4 TB TB 20 20 20
yang dilapisi dengan panel struktur kayu yang
ditukukan untuk tahanan geser, atau dengan
lembaran baja
17. Dinding rangka ringan dengan panel geser 2 2½ 2 TB TB 10 TI TI
dari semua material lainnya
18. Sistem dinding rangka ringan (baja canai 4 2 3 1/2` TB TB 20 20 20
dingin) menggunakan bresing strip datar
B. Sistem rangka bangunan
1. Rangka baja dengan bresing esentris 8 2 4 TB TB 48 48 30
2. rangka baja dengan bresing konsentris 6 5 3¼ TB TB 48 48 30
khusus
3. Rangka baja dengan bresing konsentris 3¼ 2 3¼ TB TB 10 10 TI
biasa
4. Dinding geser beton bertulang khusus 6 2½ 5 TB TB 48 48 30
5. Dinding geser beton bertulang biasa 5 2½ 4½ TB TB TI TI TI
6. Dinding geser beton polos detail 2 2½ 2 TB TB TI TI TI
7. DInding geser beton polos biasa 1½ 2½ 1½ TB TI TI TI TI
8. Dinding geser pracetak menengah 5 2½ 4½ TB TB 12^K 12^K 12^K
9. Dinding geser pracetak biasa 4 2½ 4 TB TI TI TI TI

Studio Perancangan Pusat Bahan Ajar dan eLearning


10 Ivan Jansen S, ST., MT. [Link]
Faktor Faktor Batasan sistemstruktur dan batasan
Koefisien kuat- pembesa tinggi struktur, hn(𝒎)𝒄
modifikasi lebih ran
Sistem penahan – gaya seismic
respons, sistem, defleksi Kategori desain seismik
𝑹𝒂 Ω𝐨𝒈 𝑪𝒅𝒃
B C 𝑫𝒅 𝑬𝒅 𝑭𝒆
10. Rangka baja dan beton komposit dengan 8 2 4 TB TB 48 48 30
bresing eksentris
11. Rangka baja dan beton komposit dengan 5 2 4½ TB TB 48 48 30
bresing konsentris khusus
12. Rangka baja dan beton komposit dengan 3 2 3 TB TB TI TI TI
bresing biasa
13. Dinding geser pelat baja dan beton 6½ 2½ 5½ TB TB 48 48 30
komposit
14. Dinding geser baja dan beton komposit 6 2½ 5 TB TB 48 48 30
khusus
15. Dinding geeser baja dan beton komposit 5 2½ 4½ TB TB TI TI TI
biasa
16. Dinding geser batu bata bertulangkhusus 5½ 2½ 4 TB TB 48 48 30
17. Dinding geser batu bata bertulang 4 2½ 4 TBI TI TI TI TI
menengah
18. Dinding geser batu bata bertulang biasa 2 2½ 2 TB 48 TI TI TI
19. Dinding geser bat bata polos didetail 2 2½ 2 TB TI TI TI TI
20. Dinding geser batu bata polos biasa 1½ 2½ 1¼ TB TI TI TI TI
21. Dinding geser vary bata prategang 1½ 2½ 1¾ TB TI TI TI TI
22. Dinding rangka irngan (kayu) yang dilapisi 7 2½ 4½ TB TB 22 22 22
dengan panel struktur kayu yang dimaksudkan
untuk tahanan geser
23. Dinding rangka ringan (baja canai dingin) 7 2½ 4½ TB TB 22 22 22
yang dilapisi dengan panel struktur kayu yang
dimaksudkan untuk tahanan geser, atau
dengan lembaran baja
24. Dinding rangka ringan dengan panel geser 2½ 2½ 2½ TB TB 10 TB TB
dari semua material lainnya
25. Rangka baja dengan bresing terkekang 8 2½ 5 TB TB 48 48 30
terhadap tekuk
26. Dinding geser pelat baja khusus 7 2 6 TB TB 48 48 30
C. Sistem rangka oemikul momen
1. Rangka baja pemikul momen khusus 8 3 5½ TB TB TB TB TB
2. Rangka batang baja pemikul momen 7 3 5½ TB TB 48 30 TI
khusus
3. Rangka baja pemikul momen menengah 4½ 3 4 TB TB 10^h,i TI^h TI^i
4. Rangka baja pemikul momen biasa 3½ 3 3 TB TB TI^h TI^h TI^i
5. Rangka beton bertulang pemikul momen 8 3 5½ TB TB TB TB TB
khusus
6. Rangka beton bertulang pemikul momen 5 3 4½ TB TB TI TI TI
menengah
7. Rangka beton bertulang pemikul momen 3 3 2½ TB TI TI TI TI
biasa

Studio Perancangan Pusat Bahan Ajar dan eLearning


11 Ivan Jansen S, ST., MT. [Link]
Faktor Faktor Batasan sistemstruktur dan batasan
Koefisien kuat- pembesa tinggi struktur, hn(𝒎)𝒄
modifikasi lebih ran
Sistem penahan – gaya seismic
respons, sistem, defleksi Kategori desain seismik
𝑹𝒂 Ω𝐨𝒈 𝑪𝒅𝒃
B C 𝑫𝒅 𝑬𝒅 𝑭𝒆
8. Rangka baja dan beton komposit pemikul 8 3 5½ TB TB TB TB TB
momen khusus
9. Rangka baja dan eton komposit pemikul 5 3 4½ TB TB TI TI TI
momen menengah
10. Rangka baja dan beton komposit 6 3 5½ 48 48 30 TI TI
terkekang parsial pemikul momen
11. Rangka baja dan beton komposit pemikul 3 3 2½ TB TI TI TI TI
momen biasa
12. Rangka baja canai deingin pemikul 3½ 3^0 3½ 10 10 10 10 10
momen khusus dengan pembautan
D. Sistem ganda dengan rangka pemikul
momen khusus yang mamapu menahan
paling sedikit 25 persen gaya gempa yang
ditetapkan
1. Rangka baja denga bresing eksntris 8 2½ 4 TB TB TB TB TB
2. Rangka baja dengan bresing konsentris 7 2½ 5½ TB TB TB TB TB
khusus
3. Dinding geser beton bertulang khusus 7 2½ 5½ TB TB TB TB TB
4. Dinding geser beton bertulang biasa 6 2½ 5 TB TB TI TI TI
5. Rangka baja dan beton komposit dengan 8 2½ 4 TB TB TB TB TB
bresing eksentris
6. Rangka baja dan beton komposit dengan 6 2½ 5 TB TB TB TB TB
bresing konsentris khusus
7. Dinding geser pelat baja dan beton 7½ 2½ 6 TB TB TB TB TB
komposit
8. Dinding geser baja dan beton komposit 7 2½ 6 TB TB TB TB TB
khsuus
9. Dinding geser baja dan beton komposit 6 2½ 5 TB TB TI TI TI
biasa
10. Dinding geser batu bata bertulang khusus 5½ 3 5 TB TB TB TB TB
11. Dindin geser batu bata bertulang 4 3 3½ TB TB TI TI TI
menengah
12. Rangka baja dnegan bresing terkekang 8 2½ 5 TB TB TB TB TB
terhadap tekuk
13. Dinding geser pelat baja khusus 8 2½ 6½ TB TB TB TB TB
E. Sistem ganda dengan rangka pemikul
momen menenga mampu menahan paling
sedikit 25 persen gaya gempa yang
ditetapkan
1. Rangka baja dnegan bresing konsentris 6 2½ 5 TB TB 10 TI TI
khusus
2. Dinding geser beton bertulang khusus 6½ 2½ 5 TB TB 48 30 30
3. DInding geser batu bata bertulang biasa 3 3 2½ TB 38 TI TI TI

Studio Perancangan Pusat Bahan Ajar dan eLearning


12 Ivan Jansen S, ST., MT. [Link]
Faktor Faktor Batasan sistemstruktur dan batasan
Koefisien kuat- pembesa tinggi struktur, hn(𝒎)𝒄
modifikasi lebih ran
Sistem penahan – gaya seismic
respons, sistem, defleksi Kategori desain seismik
𝑹𝒂 Ω𝐨𝒈 𝑪𝒅𝒃
B C 𝑫𝒅 𝑬𝒅 𝑭𝒆
4. Dinding geser batu bata bertulang 3½ 3 3 TB TB TI TI TI
menengah
5. Rangka baja dan beton komposit dengan 5½ 2½ 4½ TB TB 48 30 TI
bresing konsettris khusus
6. Rangka baja dan beton komposit dengan 3½ 2½ 3 TB TB TI TI TI
bresing biasa
7. Dinding geser baja dan beton komposit 5 3 4½ TB TB TI TI TI
biasa
8. Dinding geser beton bertulang biasa 5 ½I 2½ 4½ TB TB TI TI TI
F. Sistem interakhit dinding geser-rangka 4½ 2½ 4 TB TI TI TI TI
dengan rangka pemikul momen beton
bertulang biasa dan dinding geser beton
bertulang biasa
G. Sistem kolom kantilever didetail untuk
memenuhi persyaratan untuk :
1. Sistem kolom baja dengan kantilever 2½ 1¼ 2½ 10 10 10 10 10
khusus
2. Sistem kolom baja dengan kantilever biasa 1¼ 1¼ 1¼ 10 10 TI TI^h,i TI^h,i
3. Rangka beton bertulang pemikul momen 2½ 1¼ 2½ 10 10 10 10 10
khusus
4. Rangka beton bertulang pemikul momen 1½ 1½ 1½ 10 10 TI TI TI
menengah
5. Rangka beton bertulang pemikul momen 1 1¼ 1 10 TI TI TI TI
menengah
6. Rangka kayu 1½ 1½ 1½ 10 10 10 TI TI
H. Sistem baja didetail secara khusus untuk 3 3 3 TB TB TI TI TI
ketahanan seismic, tidak termasuk sistem
kolom kamtilever

DAFTAR PUSTAKA
1. Budiono, Bambang, dkk. (2017): “Contoh Desain Bangunan Tahan Gempa dengan
Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus dan Sistem Dinding Struktur Khusus di Jakarta”,
Cetakan 1, Penerbit ITB, Bandung.
2. Imran, I., dan Hendrik, F. (2014):”Perencanaan Lanjut Struktur Beton Bertulang”, Edisi
Kedua, Penerbit ITB, Bandung.
3. Imran, I., dan Zulkifli, E . (2014):”Perencanaan Dasar Struktur Beton Bertulang”, Edisi
Kedua, Penerbit ITB, Bandung.

Studio Perancangan Pusat Bahan Ajar dan eLearning


13 Ivan Jansen S, ST., MT. [Link]
4. Standar Nasional Indonesia. (2012): “Tata Cara Ketahanan Gempa untuk Struktur
Bangunan Gedung dan Non Gedung”, SNI 1726:2012, Badan Standarisasi Nasional,
Jakarta.
5. Standar Nasional Indonesia. (2013): “Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan
Gedung dan Struktur Lain”, SNI 1727:2013, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
6. Standar Nasional Indonesia. (2013): “Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan
Gedung”, SNI 2847:2013, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
7. Tavio dan Wijaya, U. (2018): “Desain Rekayasa Gempa Berbasis Kinerja”, Edisi Kedua,
Penerbit Andi, Yogyakarta.

Studio Perancangan Pusat Bahan Ajar dan eLearning


14 Ivan Jansen S, ST., MT. [Link]

Anda mungkin juga menyukai