0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan8 halaman

Laporan Metode Rasional Hidrologi

Diunggah oleh

dhiwa2322
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan8 halaman

Laporan Metode Rasional Hidrologi

Diunggah oleh

dhiwa2322
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN METODE RASIONAL

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Hidrologi Rekayasa


Dosen Pengampu:
Iin Karnisah, ST., MT.

Disusun Oleh:

Kelompok 6

1. Ana Nadzira S NIM 211121002


2. Annisa Nurul NIM 211121003
3. Dhiwa Lahqia NIM 211121007
4. Elsa Mailanita NIM 211121008

SEMESTER IV

PROGRAM DIPLOMA III

PROGRAM STUDI TEKNIK KONSTRUKSI SIPIL

JURUSAN TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2022/2023
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur penulis panjatkan ke Hadirat Allah Swt. karena atas rahmat serta
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan dengan judul ”PPP” tepat pada
waktunya. Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Hidrologi Rekayasa.

Pembuatan laporan ini tidak luput dari bantuan teman-teman yang ikut memberikan
referensi terkait petunjuk mengerjakan tugas ini sehingga diselesaikannya tugas ini dengan
tepat waktu. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu Ibu Iin
Karnisah, ST., MT. yang telah menyampaikan materi penunjang tugas ini.

Penulis menyadari adanya keterbatasan kemampuan dan kendala yang dihadapi dalam
pembuatan tugas ini sehingga tugas ini belum sepenuhnya sempurna. Untuk itu, kritik dan
saran sangat penulis harapkan untuk menyempurnakan tugas penulis selanjutnya. Harapan
penulis semoga laporan ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan bagi semua pihak.

Bandung, 02 Maret 2023

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Metode Rasional
Metode Rasional merupakan rumus yangtertua dan yangterkenal di antara
rumus-rumus empiris. Metode Rasional dapat digunakan untuk menghitung debit
puncak sungai atau saluran namun dengan daerah pengaliran yang terbatas. Men u rut
Cold man ( 1 986) dalam Suri pi n (2004),Metode Rasional dapat digunakan untuk
daerah pengaliran < 300 ha. Menurut Ponce (1989) dalam Bambang T (2008), Metode
Rasional dapat digunakan untuk daerah pengaliran 1 2,5 Km2. Dalam Departemen
PU, SK SNI M-18-1989-F (1989), dijelaskan bahwa Metode Rasional dapat
digunakan untuk ukuran daerah pengaliran < 5000 Ha.
Rumus umum dari Metode Rasional adalah:
Q = O,278 x C x l x A................(1.1)
Keterangan rumus :
Q : debit puncak limpasan permukaan (m3/det).
C : angka pengaliran (tanpa dimensi).
A : luas daerah pengaliran (Km2)
I : intensitas curah hujan (mm/jam).
Metode Rasional di atas dikembangkan berdasarkan asumsi sebagai berikut:
1. Hujan yang terjadi mempunyai intensitas seragam dan merata di seluruh
daerah pengaliran selama paling sedikit sama dengan waktu konsentrasi
(t.) daerah pengaliran.
2. Periode ulang debit sama dengan periode ulang hujan.
3. Koefisien pengaliran dari daerah pengaliran yang sama adalah tetap untuk
berbagai periode ulang.
Jika persamaan (1.1) dipergunakan untuk rencana dengan berbagai periode
ulang maka buku ini ditulis sebagai berikut:
Qt = 0,278 x C x IT x A
Keterangan rumus:
QT : debit puncak limpasan permukaan dengan periode ulang T tahun atau
debit rencana dengan periode ulang T tahun (m3ldet).
C :angka pengaliran (tanpa dimensi).
A :luas daerah pengaliran (Km'). menghitung debit notasinya dalam (4.2)
IT : intensitas curah hujan dengan periode ulang T tahun (mm/ jam).
Besarnya nilai tc. dapat dihitung dengan beberapa rumus diantaranya:
 Rumus Kirpich

 Waktu konsentrasi dapat juga dihitung dengan membedakannya menjadi 2


komponen yaitu:
Koefisien pengaliran (C), didefinisikan sebagai nisbah antara puncak aliran permukaan
terhadap intensitas hujan. Perkiraan atau pemilihan nilai C secara tepat sulit dilakukan,
karena koefisien ini antara lain bergantung dari:
1. Kehilangan air akibat infiltrasi, penguapan, tarnpungan permukaan.
2. lntensitas dan larna hujan.
Dalam perhitungan drainase permukaan, penentuan nilai C dilakukan melalui pendekatan
yaitu berdasarkan karakter permukaan. Sebagai contoh, dapat dilihat pada Tabel (4.2).
Kenyataan di lapangan sangat sulit menemukan daerah pengaliran yang homogen. Dalam
kondisi yang demikian, maka nilai C pada persamaan (4.1) atau (a.2) dihitung dengan cara
berikut:

Cara lain yang juga dapat dilakukan adalah dengan mensubstitusikan persamaan (4.7) ke
persamaan (4.2) sehingga diperoleh persamaan berikut:
Q:0,278 x lT x(Ʃ Ai x Ci )
Keterangan rumus:
Ci : koefisien limpasan sub daerah pengaliran ke i.
Ai : luas sub daerah pengaliran ke i.
n : jumlah sub daerah pengaliran.

Langkah-langkah perhitungan debit rencana dengan Metode Rasional adalah:


1. Jika koefisien limpasan dari suatu daerah pengaliran atau daerah aliran sungai (DAS)
adalah tidak seragam maka daerah pengaliran atau DAS tersebut dibagi-bagi terlebih
dahulu menjadi sub-DAS (Ai) sesuai dengan tata guna lahan (Ci).
2. Ukur tiaptiap luas Ai.
3. Hitung C rata-rata berdasarkan persamaan (4.7) jika nilai Q dihitung dengan
persamaan (4.2).
4. Hitung Ʃ Ai Ci, jika nilai Q dihitung dengan persamaan (4.8).
5. Hitung waktu konsentrasi (tc) berdasarkan persamaan (4.3) atau (4.4).
6. Hitung intensitas hujan (l).
a. Jika data hujan yang tersedia adalah data menitan maka I dapat dihitung
dengan Metode Talbot, Sherman, dan lshiguro. Jika data hujan yang tersedia
adalah data harian maka I dapat dihitung dengan Metode Mononobe.
7. Masukkan hasil perhitungan yang diperoleh dari langkah 3 s/d langkah 6 ke
persamaan (4.2) atau persamaan (4.8) untuk mendapatkan nilai QT.
BAB II
PERHITUNGAN

Suatu daerah pengaliran dengan luas total 33,328 Km2. Tata guna lahan atau koefisien
limpasan (C) serta luasnya (A), panjang sungai utama (L) serta kemiringannya (S)
pada daerah pengaliran tersebut.
Data terdapat dari Studi Kasus perencanaan drainase, sebagai berikut :
No Ai (km2) Ci L (km) S
1 0,936 0,28 1,17 0,006
2 5,430 0,28 2,54 0,0012
3 1,216 0,43 1,94 0,0015
4 0,177 0,26 0,884 0,0011
5 0,505 0,27 0,28 0,0107
6 1,254 0,25 2,125 0,0005
7 4,183 0,36 2,597 0,0004
8 0,466 0,32 1,16 0,0009
9 11,476 0,44 4,25 0,0007
10 0,014 0,35 0,563 0,0018
11 1,160 0,28 0,865 0,002
12 6,511 0,31 3,205 0,0053
Total 33,328

Hitunglah besarnya debit rencana jika besarnya curah hujan rencana (XT) = 130,5 mm.
Jawab.
Data masukan untuk perhitungan debit rencana terrebih dahuru dianalisis yaitu: Ai Ci,
tc, dan t seperti dalam Tabel berikut ini
0.466 8 0.466 0.32 1.16 0.0009
11.476 9 11.476 0.44 4.25 0.0007
0.014 10 0.014 0.35 0.563 0.0018
1.160 11 1.160 0.28 0.865 0.002
6.511 12 6.511 0.31 3.205 0.0053
33.328 Total 33.328

Perhitungan [Link], tc, dan I


No Ai (km2) Ci [Link] (km2) L (km) S Xt (mm)
1 0.936 0.28 0.262 1.17 0.006 130.5
2 5.430 0.28 1.520 2.54 0.0012 130.5
3 1.216 0.43 0.523 1.94 0.0015 130.5
4 0.177 0.26 0.046 0.884 0.0011 130.5
5 0.505 0.27 0.136 0.28 0.0107 130.5

Pada Tabel tersebut perhitungan tc menggunakan Metode Kirpich


Perhitungan intensitas hujan (l) menggunakan Rumus Mononobe.

Dengan memasukan data dari dabel, yakni :


• Nilai IT : 20,371 mm/jam (interrsitas ini dipergunakan karena waktu konsentrasinya
paling lama).
• Nilai ∑ A,C, : 11,854 Km2.
• Debit rencana = Qt = 0,278 x C x IT x A = 0,278 x 11,854 x 20,371
= 67,130 m3/detik

Anda mungkin juga menyukai