WATER RESCUE
1. PENGERTIAN WATER RESCUE
Water Rescue adalah kegiatan pertolongan atau penyelamatan serta cara
pemindahan korban dari perairan seperti kolam, sungai, dan laut.
2. PENYEBAB ORANG TENGGELAM
- Tidak bisa berenang
- Kram/kejang otot
- Panik
- Faktor kesehatan
- Air yang terlalu dalam
- Bunuh diri
3. SYARAT UNTUK MENJADI PENOLONG
Ø Berani
Ø Punya niat
Ø Sehat jasmani dan rohani
Ø Bisa berenang
Ø Punya kemampuan untuk menolong (berpengetahuan)
Ø Fisik yang sehat
Ø Percaya diri
Ø Keahlian
4. HAL YANG HARUS DILAKUKAN SEBELUM MENOLONG KORBAN
A) Pengamatan
· Pengamatan terhadap kondisi air
· Kenali tepi/pinggiran air
· Ketahui kedalaman air
B) Perhatikan kuatnya arus
· Jika ingin memotong atau menyeberang air jangan 90 derajat tetapi ikuti
arus.
5. TEHNIK MENOLONG ORANG YANG TENGGELAM
a) Raih
Raih korban dengan tangan/alat tertentu jika korban belum terlalu jauh dengan
kita. Usahakan memakai alat yang bisa terapung.
b) Lempar
Lempari korban dengan benda yang bisa terapung dan tarik korban pelan-pelan.
Lalu angkat korban keluar dari air.
c) Dayung
Dekati korban dengan perahu lalu angkat korban dari dalam air ke atas perahu.
d) Renang
Dekati korban dengan berenang. Tarik korban dari belakang dan tenangkan. Bawa
korban keluar dari air.
ATAU DENGAN CARA BERIKUT :
1. Reach (Pertolongan yang dilakukan dari / pinggir kolam / dermaga dengan
cara meraih korban karena posisinya di pinggir atau dengan menggunakan alat
sepeti galah, kayu, dan lain-lain).
2. Throw (Lanjutan dari metode reach dimana pertolongan dengan cara
melempar alat apung dan penolong berada pada daerah aman).
3. Row (Pertolongan yang dilakukan jika kedua langkah diatas sudah tidak dapat
dilakukan, maka penolong harus mendekat kearah korban dengan menggunakan
kapal kecil untuk mendekat ke korban lalu melakukan reach / throw).
4. Go (Pilihan terakhir yang harus dilakukan karena tidak tersedianya peralatan
yang digunakan untuk mendekat dan posisi korban jauh atau tempat yang tidak
memungkinkan untuk menggunakan perahu).
5. Tow / Carry (Paling beresiko tinggi bagi penolong, karena harus langsung
kontak dengan korban).
6 ALAT YANG DIGUNAKAN
- Galah
- Pelampung
- Rescue tube
- Rescue bag
- Tabung plastik
- Torpedo buoy
- Ring buoy
- Spinal board
* TAMBAHAN
Musibah atau keadaan darurat adalah kejadian yang selalu tidak diharapkan oleh
siapapun tidak terkecuali oleh penolong (rescuer) / tim SAR. Dibutuhkan respon
atau penanganan sesegera mungkin dengan tidak melupakan factor keselamatan
diri sendiri (safety self), untuk itu kemampuan dan ketrampilan dasar pertolongan
air seharusnya tak hanya dimiliki oleh mereka yang bekerja sebagai tim SAR
melainkan semua orang sehingga bila terjadi keadaan darurat dapat meminimalisir
jumlah korban. Teknik penyelamatan yang baik dan benar tidak hanya
mempermudah penolong dalam melakukan penyelamatan namun juga dapat
menjamin keselamatan si penolong itu sendiri.
Banyak kasus yang terjadi dimana keselamatan si penolong terancam karena
keterbatasan pengetahuan yang dimiliki, tak jarang si penolong harus kehilangan
nyawa karena nekat melakukan tindakan penyelamatan hanya dengan modal
kemampuan renang. Kemampuan renang merupakan modal utama dan terpenting
dalam tindakan pertolongan air, namun harus diperhatikan tak selamanya
pertolongan air mengharuskan si penolong berada di dalam air. Berdasarkan
prioritas penyelamatan, tindakan pertolongan yang mengharuskan si penolong
harus berada di dalam air berada diurutan terakhir. Oleh karena itu, utamakan
keselamatan si penolong terlebih dahulu kemudian selamatkan orang lain (korban).
PENYEBAB SESEORANG MENJADI KORBAN TENGGELAM :
1. Tidak bisa berenang.
2. Kelelahan karena berenang.
3. Kram/kejang otot saat berenang.
4. Sebab lain.
APA YANG KITA LAKUKAN?
1. Berteriak sekuat mungkin untuk menarik perhatian orang lain.
2. Hubungi nomor telepon gawat darurat sesegera mungkin.
3. Lakukan pertolongan seaman mungkin JANGAN LAKUKAN masuk kelokasi
tersebut tanpa pengaman, kecuali anda mengenal lokasi. Bila tidak yakin dengan
kemampuan diri sendiri sebaiknya carilah bantuan." Lebih baik kehilangan satu
orang daripada kehilangan dua orang", maksudnya " Jangan menambah korban
lebih banyak".
4. Cari kayu, tali, ring buoy yang dapat menjangkau korban, kalau tidak bisa baru
berenang menggunakan gaya bebas dengan kepala diangkat . Penolong saat
melakukan pertolongan terhadap korban harus tetap melihat kearah korban atau
tempat terakhir korban agar bisa mempelajari situasi dan kondisi disekitar korban.
5. Dekati korban, berhenti berenang dengan mengambil posisi sekitar dua meter
dari korban untuk memperkirakan bagaimana kondisi korban, lakukan komunikasi
dengan korban, dan sebutkan identitas penolong. untuk kasus korban yang masih
sadar, berikut ini adalah kutipan percakapan penolong dengan korban :
" Tenang, saya akan menolong anda, Nama saya Aqvino Nior, saya anggota
Banyuwangi Sar Independent. Saya akan menolong anda, tolong ikuti perintah saya
dan jangan meronta".
Apabila korban meronta dan berusaha merangkul penolong, maka penolong harus
berusaha menjauhi korban, karena dalam kasus ini cukup sering ditemukan si
penolong ikut tenggelam juga akibat si korban panik dan meronta ketika berusaha
ditolong, baik tenggelam dalam air tawar maupun air laut.
6. Hindari kontak langsung bila korban panik dan lakukan teknik defends and
release sampai si korban terlihat kelelahan, baru kemudian lakukan teknik
penyelamatan. Teknik ini digunakan bila tindakan korban dapat mengancam nyawa
penolong dan dikhawatirkan dapat menambah korban baru. Catatan : Saat
menarik korban untuk korban yang tidak bernafas, diberi bantuan nafas mulut ke
hidung sebanyak 1 kali dengan hitungan pemberian nafas dengan jeda hitungan ke
- 9 hitungan (Ref : ADS International)
7. Membawa korban ke darat dan letakkan ditempat yang aman.
8. Mengecek kesadaran korban dengan cara mengoyang - goyangkan tubuh korban
sambil menegur korban.
9. Selanjutnya dilakukan pertolongan dengan suatu rumusan sederhana yang
mudah diingat yaitu ABC. Hal ini diartikan sebagai :
A = Airway ( Jalan nafas )
B = Breathing ( Bernafas )
C = Circulation ( Sirkulasi, Peredaran Darah yakni jantung dan pembuluh darah )
10. Selanjutnya korban dibawah ke klinik atau rumah sakit terdekat untuk
mendapatkan pertolongan yang intensif.
Untuk kasus korban yang sadar tapi mengalami kesulitan bernafas maka dilakukan
langkah - langkah sebagai berikut :
Posisikan korban pada posisi pulih atau posisi istirahat
Bersihkan benda - benda yang menyumbat rongga mulut korban, contoh : gigi
palsu, makanan dll
Kembalikan posisi normal, tekan dahi dan naikkan dagu ( posisi ini bertujuan untuk
memperlancar jalan nafas
Bila diperlukan diberikan nafas buatan dua kali dari mulut ke mulut ( untuk
menghindari penularan penyakit, contoh Hepatitis, sebaiknya menggunakan alat
bantu pemberian nafas dari mulut ke mulut )
Untuk korban yang tidak sadar, mempunyai nafas yang tidak kuat atau belum
bernafas, langkah - langkahnya sebagai berikut :
Pada posisi normal dengan dagu terangkat sambil mengecek nadi di leher
Jika tidak ada nadi maka dilakukan pertolongan ABC
Jika nadinya kecil maka lakukan pertolongan AB + Supportive C, gunakan
Algoritma syok
Jika nadinya cukup maka lakukan pertolongan A dengan / tanpa B Untuk korban
yang tidak sadar, mempunyai nafas yang tidak kuat atau belum
Teknik defends
1. Menghalangi dengan kaki (leg block)
2. Menghalangi dengan tangan (arm block)
3. Elbow lift ( mengangkat siku)
4. Duck away
Untuk korban yang mematuhi perintah, lakukan tehnik penyelamatan dengan cara :
Under arm carry
Tired swimmer carry
Wristow
Hip carry
Hip carry with pistol grip
Double chin carry
Bila korban dapat diajak berkomunikasi dan tidak panik, maka penyelamat dapat
melakukan teknik pertolongan Sebagai penolong dalam melakukan pertolongan
selalu dianjurkan menggunakan alat bantu, namun demikian seorang penolong
harus siap untuk melakukan pertolongan dengan atau tanpa alat bantu.
Jika korban sudah tenggelam, pertolongan harus dilakukan dengan menggunakan
alat pertolongan selam atau yang di sebut Teknik Under Water Rescue.
" Penyelematan Yang Baik Dan Benar Adalah Ketika Anda Siap Dan Tau Atas
Tindakan Penyelamatan Yang Akan Anda Lakukan.. "