Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien 2024
Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien 2024
PEDOMAN PELAYANANINSTALASI
FARMASI
TAHUN 2024
1
PROGRAM KERJA PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MANOKWARI
I. Pendahuluan
Pelayanan kesehatan yang berkualitas merupakan cerminan dari sebuah proses yang
berkesinambungan dengan berorientasi pada hasil yang memuaskan. Dalam perkembangan
masyarakat yang semakin kritis, mutu pelayanan rumah sakit tidak hanya disorot dari aspek klinis
medisnya saja namun juga dari aspek keselamatan pasien dan aspek pemberian pelayanannya,
karena muara dari pelayanan rumah sakit adalah pelayanan jasa. Peningkatan mutu dan keselamatan
pasien adalah program yang disusun secara obyektif dan sistematis untuk memantau dan menilai
mutu serta kewajaran asuhan terhadap pasien, menggunakan peluang untuk meningkatkan asuhan
pasien dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan mutu dan keselamatan pasien.
Keselamatan pasien mengacu pada Permenkes RI No. 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien
adalah sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi asessmen risiko, identifikasi dan
pengelolaan risiko pasien, pelaporan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak
lanjutnya, serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya
cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil
tindakan yang seharusnya diambil.
.
II. Latar Belakang
Program PMKP ini mempunyai kegiatan dengan spektrum yang sangat luas pada rumah sakit,
termasuk kerangka untuk meningkatkan kegiatan dan menurunkan risiko yang terkait dengan
munculnya variasi (ketidak seragaman) dalam proses pelayanan. Program ini dapat terintegrasi
dengan program pengukuran yang sudah dilaksanakan, seperti hal-hal yang terkait dengan kejadian
yang tidak diantisipasi (manajemen risiko) dan pemanfaatan sumberdaya (manajemen utilisasi).
Pengukuran mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit sudah diawali dengan penilaian akreditasi
rumah sakit yang mengukur dan memecahkan masalah pada tingkat input dan proses. Pada kegiatan
ini rumah sakit harus melakukan berbagai standar dan prosedur yang telah ditetapkan. Oleh karena
itu rumah sakit harus dapat menilai diri (self assessment) dan memberikan pelayanan sesuai dengan
ketentuan yang telah ditetapkan Sebagai kelanjutannya untuk mengukur hasil kerjanya perlu ada alat
ukur yang lain, yaitu instrument mutu pelayanan rumah sakit yang menilai dan memecahkan
masalah pada hasil (output). Tanpa mengukur hasil kinerja rumah sakit tidak dapat diketahui apakah
input dan proses yang dilakukan telah menghasilkan output yang baik pula. Indikator rumah sakit
disusun bertujuan mengukur kinerja rumah sakit apakah sudah sesuai dengan standar yang
ditetapkan.
2
III. Tujuan
1. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu dan keselamatan pasien Rumah Sakit Tk. Iv 18.07.02 J.A. Dimara secara
terintegrasi, sistematik, dan komprehensif dengan pendekatan multidisiplin untuk mencegah
dan mengurangi kesalahan medis serta risiko pada keselamatan pasien, pegawai dan rumah
sakit serta mempertahankan perbaikan melalui pengukuran dan evaluasi budaya keselamatan
pasien yang berkelanjutan.
2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan sistem pengelolaan rumah sakit, sehingga dapat mempertahankan dan
meningkatkan branding rumah sakit guna mendukung daya saing;
b. Memberikan pelayanan yang efektif dan efisien;
c. Mencegah/mengurangi terjadinya risiko melalui pendekatan proaktif;
d. Memperluas Pelayanan Rumah Sakit kepada masyarakat melalui kegiatan Keselamatan
Pasien;
e. Memacu semangat pelayanan kesehatan dalam pelaksanaan keselamatan pasien dalam
pekerjaan sehari-hari serta mengkampanyekan keselamatan pasien kepada pasien;
f. Mengetahui implementasi pelaksanaan program PMKP di unit kerja.
2. Rincian Kegiatan
a. Pengelolaan Regulasi Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
1) Penyusunan pedoman komite mutu
2) penyusunan regulasi terkait kegiatan PMKP
3
b. Pengukuran Indikator Mutu Rumah Sakit (INM, IMP RS, IMP unit)
1) Identifikasi 13 Indikator Nasional Mutu (INM)
2) Pemilihan dan penetapan area prioritas layanan klinis dan pemilihan indikator mutu
prioritas rumah sakit (IMP RS)
3) Pemilihan dan penetapan indikator mutu unit kerja (IMP unit)
4) Pengumpulan data indikator mutu
5) Analisis dan validasi data indikator mutu
6) Pelaporan dan Publikasi data
c. Pencapaian dan Upaya mempertahankan Perbaikan Mutu
1) Uji coba rencana Perbaikan
2) Proses uji perbaikan dengan menggunakan metode PDSA (Plan Do Study and Action)
3) Perubahan yang terjadi akan distandarisasi dengan kebijakan, SPO dan lain-lain
4) Sosialisasi Standar baru perbaikan
d. Pengukuran clinical pathway
1) Pemilihan dan penetapan praktek klinis/ pelayanan kedokteran prioritas
2) Penyusunan standar pelayanan kedokteran prioritas berupa PPK (Panduan Praktek
Klinik)/algoritme/protocol dan Clinical Pathway (CP)
3) Evaluasi clinical pathway (CP)
4) Audit medis dan atau audit klinis oleh Komite Medik
e. Mengukur dampak efisiensi dan efektivitas prioritas perbaikan terhadap keuangan dan
sumber daya
1) Penentuan prioritas perbaikan
2) Analisis dan evaluasi keuangan serta sumber daya pasca pelaksanaan prioritas
perbaikan
f. Pelaporan dan analisa Insiden Keselamatan pasien
1) Sosialisasi IKP (KTD, KTC, KNC, KPCS dan Sentinel) dan pelaporannya
2) Pelaporan dan analisa insiden keselamatan pasien
3) Pembuatan RCA untuk proses investigasi lebih lanjut (komprehensif) terhadap insiden
KTD dan atau Sentinel
4) Tindak lanjut IKP
g. Penerapan sasaran keselamatan pasien
1) Penerapan ketepatan identifikasi pasien
2) Penerapan komunikasi efektif
3) Penerapan Peningkatan Keamanan obat yang perlu diwaspadai
4) Menerapkan kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-pasien operasi
5) Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
6) Pengurangan risiko pasien jatuh
4
h. Melakukan Evaluasi kontrak klinis dan kontrak manajemen
1) Evaluasi kontrak klinis pegawai rumah sakit
2) Evaluasi kontrak kerja dengan pihak luar
i. Pelatihan PMKP kepada staf
1) Pelatihan PMKP untuk Direktur
2) Pelatihan PMKP untuk para Kepala Instalasi
3) Pelatihan PMKP untuk anggota komite PMKP
4) Pelatihan Manajemen Resiko untuk anggota komite PMKP
5) Pelatihan Validasi Data untuk anggota komite PMKP
6) Pelatihan PMKP dan pengumpulan data untuk PJ/PIC data
j. Mengkomunikasikan hasil pengukuran kepada staf
1) Sosialisasi hasil pengukuran
2) Distribusi laporan hasil pengukuran
k. Pengukuran dan evaluasi Budaya Keselamatan
1) Survei budaya keselamatan pasien setiap Tahun
2) Penyusunan Program Budaya Keselamatan
3) Pelaksanaan Budaya Keselamatan
l. Melaksanakan program Manajemen Resiko
1) Identifikasi resiko unit kerja
2) Penyusunan Daftar Resiko Rumah Sakit setiap Tahun
3) Penyusunan program Manajemen Resiko Rumah sakit
4) Pembuatan FMEA
5) Pelaporan Program manajemen resiko kepada Direktur setiap 3 bulan dan kepada
Pemilik RS/ dewan pengawas setiap 6 bulan
5
2. Pengukuran Indikator Mutu Rumah Sakit (INM, IMP RS, IMP unit)
a. Identifikasi 13 Indikator Nasional Mutu (INM)
1) Pembuatan profil kamus indikator dan sensus harian
2) Sosialisasi kepada PIC unit dan pengumpul data
b. Pemilihan dan penetapan area prioritas layanan klinis dan pemilihan indikator mutu
prioritas rumah sakit (IMP RS)
1) Penentuan prioritas pelayanan klinis dan indikator mutu prioritas rumah sakit yang
akan dievaluasi melalui rapat manajemen bersama Komite Mutu. Adapun indikator
prioritas rumah sakit, antara lain:
a) Indikator sasaran keselamatan pasien minimal 1 indikator setiap sasaran
b) Indikator pelayanan klinis prioritas minimal 1 indikator
c) Indikator sesuai tujuan strategi rumah sakit (KPI) minimal 1 indikator
d) Indikator terkait perbaikan sistem minimal 1 indikator
e) Indikator terkait manajemen resiko minimal 1 indikator
2) Pembuatan kamus indikator untuk indikator mutu prioritas rumah sakit
3) Sosialisasi dalam unit kerja pelayanan prioritas
c. Pemilihan dan penetapan indikator mutu unit kerja (IMP unit)
1) Pemilihan indikator prioritas unit kerja melalui rapat unit kerja berkoordinasi dengan
Komite Mutu
2) Unit kerja membuat kamus indikator
3) Membuat daftar sensus harian untuk pengumpulan data
4) Sosialisasi kepada seluruh pengumpul dan penanggung jawab data
d. Pengumpulan data indikator mutu
1) Sosialisasi profil/ kamus indikator dan sensus harian
2) Melatih cara input data dan pengumpulan data
3) Pengumpulan data indikator oleh pengumpulan data (PIC)
4) Supervisi staf penanggung jawab (PJ)/ Person in Charge (PIC) pengumpul data
e. Analisis dan validasi data indikator mutu
1) Membuat analisis terhadap pelaporan data setiap 3 bulan, meliputi : trend analysis,
perbandingan dengan data eksternal atau RS lain, perbandingan dengan standar,
perbandingan dengan praktik terbaik
2) Pemilihan indikator yang akan divalidasi
3) Melakukan validasi data indikator
6
f. Pelaporan dan Publikasi data
1) Pelaporan dari unit kerja setiap bulan melalui pelaporan online One Drive
2) Pelaporan Indikator Nasional Mutu (INM) ke Kementerian Kesehatan melalui aplikasi
mutu fasilitas pelayanan Kesehatan setiap bulan
3) Pelaporan Indikator ke Direktur setiap 3 bulan dan laporan ke pemilik setiap 6 bulan
4) Feed back hasil pengukuran indikator mutu ke unit kerja
5) Publikasi data sesuai kebutuhan
5. Mengukur dampak efisiensi dan efektivitas prioritas perbaikan terhadap keuangan dan sumber
daya
a. Penentuan prioritas perbaikan
b. Analisis dan evaluasi keuangan serta sumber daya pasca pelaksanaan prioritas perbaikan
7
4) Pelaporan IKP ke Kementerian Kesehatan melalui aplikasi mutu fasilitas pelayanan
Kesehatan setiap bulan.
c. Pembuatan RCA untuk proses investigasi lebih lanjut (komprehensif) terhadap insiden
KTD dan atau Sentinel
1) Pembentukan tim RCA
2) Pembuatan RCA
3) Pelaporan Hasil RCA kepada Direktur dan Pemilik Rumah Sakit
d. Tindak lanjut IKP
1) Melakukan tindakan perbaikan sentinel yang telah melalui proses investigasi lebih
lanjut
2) Tindak lanjut KTD, KNC, KTC dan KPC dengan investigasi sederhana
3) Tindakan perbaikan untuk mencegah dan mengurangi berulangnya KTD, KNC, KTC
dan KPC
8
11. Pengukuran dan evaluasi Budaya Keselamatan
a. Survei budaya keselamatan pasien setiap Tahun
b. Penyusunan Program Budaya Keselamatan
c. Pelaksanaan Budaya Keselamatan
VI. Sasaran
Sasaran program peningkatan mutu adalah target pertahun yang spesifik dan terukur untuk mencapai
tujuan program :
1. Tersedianya regulasi terkait peningkatan mutu dan keselamatan pasien
2. Tercapainya pencatatan dan pelaporan indikator mutu dari seluruh unit kerja
3. Tercapainya pengolahan data indikator mutu setiap bulan
4. Tercapainya analisis data indikator mutu setiap bulannya
5. Tercapainya proses validasi
6. Terlaksananya audit medis dan audit clinical pathway minimal 1 kali per semester
7. Terlaksananya pelaporan hasil indikator kepada Direktur dan Pemilik RS/ Dewan pengawas
8. Terlaksananyan pelaporan program PMKP, program manajemen resiko, program budaya
keselamatan kepada Direktur dan pemilik RS / Dewan pengawas
9. Terlaksananya Pelaporan IKP setiap bulannya
10. Terlaksananya RCA
11. Terlaksananya FMEA
12. Terlaksananya rapat Komite Mutu tiap bulan
13. Tercapainya target pelatihan dan kualifikasi sumber daya manusia di tiap unit kerja minimal
60%
9
Penyusunan Regulasi dan
3.
SPO berkaitan PMKP
4. Identifikasi 13 INM
Penetapan IMP-RS (Indikator
5.
Mutu Prioritas RS)
Penetapan IMP-Unit
6. (Indikator Mutu Prioritas
Unit)
Pelaksanaan pengumpulan
7.
data 13 INM
Pelaksanaan pengumpulan
8.
data IMP-RS
Pelaksanaan pengumpulan
9.
data IMP-Unit
10. Validasi data Sesuai indikasi
11. Analisa data Indikator
Pelaporan data Indikator ke
12.
Direktur
Pelaporan data Indikator ke
13.
Pemilik RS/ dewan Pengawas
Pelaporan Indikator Nasional
Mutu (INM) ke Kementrian
14. Kesehatan melalui aplikasi
mutu fasilitas pelayanan
Kesehatan
Edukasi/ supervisi staf
15.
Pengumpul Data
16. Penyusunan CP & PPK
17. Audit Clinical Pathway
18. Audit Klinis dan Audit Medis Disesuaikan dengan komite medik
19. Pelaporan IKP dari Unit di RS
20. Pelaporan IKP ke Direktur
Pelaporan IKP ke Pemilik /
21.
Dewan Pengawas
Pelaporan IKP ke Kementrian
22.
Kesehatan
23. Survei Budaya keselamatan
24. Penyusunan Program Budaya
f keselamatan
Pelaporan Program Budaya
25.
keselamatan ke Direktur
Pelaporan Program budaya
26. Keselamatan ke pemilik RS/
dewan pengawas
27. RCA (Disesuaikan Bila ada Kejadian Sentinel)
Penyusunan Daftar Resiko
28.
RS
29. Penyusunan Program
10
Manajemen Resiko
Pelaporan Program
30.
manajemen resiko ke direktur
Pelaporan program
31. Manajemen resiko ke Pemilik
RS/ Dewan pengawas
32. FMEA
33. Pelatihan
11
Pejabat structural tentang analisa dan evaluasi
hasil kegiatan
6. Rapat Pembahasan tentang Kegiatan PPK-CP 30 org 15.000 450.000
7. Rapat Pembahasan Manajemen Risiko 30 org 15.000 450.000
8. Pelatihan konsep dan Prinsip PMKP bagi Direksi 6 org 5.000.000 5.000.000
dan Ketua Komite Mutu dan Keselamatan Pasien
9. Inhaouse Training konsep dan prinsip PMKP bagi 1 paket 5.000.000 5.000.000
para pejabat structural komite
10. Bimtek penyusunan program PMKP bagi kepala 1 paket 5.000.000 5.000.000
ruangan dan instalasi (Inhouse Training)
11. Bimtek penyusunan laporan hasil kegiatan PMKP 1 paket 5.000.000 5.000.000
bagi kepala ruangan dan kepala instalasi (Inhouse
Training)
12. Bimtek pembuatan lapoaran Root Cause Analysis 1 paket 5.000.000 5.000.000
(RCA) dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA)
bagi tim champion keselamatan pasien rumah
sakit (inhouse training)
13. Bimtek panduan praktek klinis/Clinical Pathway 1 paket 5.000.000 5.000.000
(CP) dan audit klinik bagi tim clinical pathway,
staf medis fungsional, case manager, komite
medik dan komite keperawatan (Inhouse training)
14. Bimtek Manajemen data bagi PIC Data (Inhouse 1 paket 5.000.000 5.000.000
Training)
15. Bimtek Peningkatan mutu dan keselamatan pasien 1 paket 5.000.000 5.000.000
Berfokus Pada Pasien bagi seluruh staf klinis
(inhouse training)
16. Pengadaan Sarana dan Prasarana Komite Mutu 1 paket 30.000.000 30.000.000
dan Keselamatan pasien
17. Laptop 1 unit 15.000.000 15.000.000
18. ATK 1 paket 15.000.000 15.000.000
TOTAL 102.850.000
Ditetapkan di : Manokwari
Pada Tanggal : 27 Agustus 2022
Direktur
12
13