0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan10 halaman

Replik Penggugat dalam Perkara No.7/Pdt.G/2023

PMH

Diunggah oleh

Miftahol Arifin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan10 halaman

Replik Penggugat dalam Perkara No.7/Pdt.G/2023

PMH

Diunggah oleh

Miftahol Arifin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Contact : 087891004855 / 087880375268 [Link]@gmail.

com

Replik Penggugat
Dalam Perkara No.7/Pdt.G/2023/[Link].

Antara
MERRY FARIASTUTIK ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ Penggugat
Lawan
PT. BANK BRI (Persero) Tbk Cabang Sumenep ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗Tergugat I

KPKLN Pamekasan ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗ ˗Tergugat II

Kepada Yth :
Majlis Hakim Pemeriksa Perkara
Nomor : 7/Pdt.G/2023/[Link].
Pengadilan Negeri Sumenep
Di –

SUMENEP

Dengan Hormat,

Yang bertanda tangan dibawah ini :

H. MOHAMMAD SIDDIK.,[Link] - MOHAMMAD TAUFIK.,SH - MIFTAHOL


ARIFIN.,SH Para Advokat/Pengacara, dan penasehat hukum pada kantor
hukum “MSP. ADVOKATES” (Lembaga Bantuan Hukum H. Mohammad
Siddik, SH & Partner’s) yang berkantor dan berdomisili hukum di
[Link] No . 282 Gedungan Batuan Sumenep, berdasarkan surat kuasa
khusus nomor : 145/ [Link]-SMP/V/2023, bertindak untuk dan
atas nama PENGGUGAT.

Berkenaan dengan Eksepsi/Jawaban TERGUGAT I dan TERGUGAT II atas


gugatan Penggugat dalam perkara ini, maka perkenankan kami selaku Kuasa
Hukum Penggugat mengajukan REPLIK atas Eksepsi/Jawaban TERGUGAT I
dan TERGUGAT II sebagai berikut :

1 MSP. ADVOCATES | Lembaga bantuan Hukum H. Mohammad Siddik & Partner’s


REPLIK DALAM EKSEPSI TERHADAP JAWABAN TERGUGAT I, TERGUGAT I :

1. Penggugat berpegang teguh pada dalil-dalil yang dikemukakan dalam


gugatannya, dan menolak dengan tegas semua dalil Tergugat I dan
Tergugat II dalam jawabannya tanggal 20 Juli 2023 baik dalam eksepsi
maupun dalam pokok perkara kecuali yang diakui secara tegas oleh
PENGGUGAT.
2. PENGGUGAT menyatakan secara tegas bahwa apa yang telah diungkapkan
oleh PENGGUGAT dalam gugatannya tanggal 8 Mei 2023 merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari REPLIK PENGGUGAT inidan sekaligus
untuk membantah dalil – dalil TERGUGAT I dan TERGUGAT II dalam
jawabannya.

DALAM EKSEPI TERHADAP JAWABAN TERGUGAT I DAN TERGUGAT II.

A. MENGENAI GUGATAN KURANG PIHAK (Plurium Litis Consortium).

1. Bahwa Tergugat I didalam eksepsinya mendalilkan tentang Gugatan


Penggugat Plurium Litis Concortium karena tidak melibatkan
NOTARIS/PPAT kabupaten Sumenep atas nama MOH. FARID
ZAHID,SH,MH,MM,MKn dan kantor Pertanahan Kabupaten Sumenep
adalah suatu dalil untuk membangun opini guna meyakinkan Majelis
Hakim saja, namun tidak didasari dengan fakta dan dasar yang jelas,
sehingga dengan adanya pihak yang menurut Tergugat I belum disertakan
sebagai Tergugat, menjelaskan bahwa TERGUGAT I tidak memahami
mengenai dasar gugatan secara utuh.

2. Bahwa dalam hal siapa saja yang akan ditarik sebagai tergugat oleh
penggugat dalam perka A quo merupakan hak penuh Penggugat
sebagaimana Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No. 2471.K/Sip/1981
juncto Putusan No. 35.K/Sip/1971 juncto Putusan No. 2009K/Pdt/1994
tanggal 11 Aprili 1997 didalam kaedah hukumya menyatakan : “ bahwa
adalah hak dari penggugat untuk menetukan siapa – siapa yang diajadikan
atau ditarik menjadi pihak dalam perakara” sehingga eksepsi Tergugat I
terkesan mengada-ada dan bertujuan mengaburkan isi gugatan Penggugat;

3. Bahwa Tergugat I pada angka 6 (enam) tidak mengerti dan terkesan


menafsirkan sendiri Putusan Nomor 45 K/Sip/1954 juncto Putusan Nomor
938 K/Sip/1971 juncto Putusan Nomor 216K/Sip/1974 juncto Putusan
Nomor 151 K/Sip/1975 juncto Putusan Nomor 878 K/Sip/1977
dikarenakan Tergugat I hanya mencaplok nomor perkara tanpa membaca
pertimbangan dan isi putusan secara keseluruhan sehingga Tergugat I
berupaya mengelabui Majelis Hakim yang mulia dengan mencaplok
Yurisprudensi Mahkamah Agung;

4. Bahwa Tergugat I pada dasarnya lupa bahwa pihak yang menunjuk dan
memilih serta menyediakan Notaris/PPAT adalah Tergugat I sehingga yang
paling tepat adalah jika dirasa para pihak terdapat kepentingan hukum
harusnya Tergugat I mengajak para pihak yang dimaksud untuk
menggabungkan diri dalam perkara ini berupa intervensi;

2 MSP. ADVOCATES | Lembaga bantuan Hukum H. Mohammad Siddik & Partner’s


5. Bahwa berkenaan dengan tidak ditariknya Sdr. Achmad Hidayatullah
sebagai pihak pemenang lelang sebagaimana eksepsi Tergugat II
sepenuhnya tanggung jawab tergugat I dan Tergugat II, karena faktanya
tergugat I dan Tergugat II telah merahasiakan pihak mana yang telah
memenangkan lelang terhadap barang yang telah Penggugat jaminkan
kepada Tergugat I, sehingga penggugat berkesimpulan bahwa hal demikian
memang merupakan upaya tergugat I dan Tergugat II untuk mengaburkan
gugatan Penggugat dan tidak dibenarkan dalam hukum, sehingga apabila
pihak pemenang lelang merasa ada kepentingan hukum dalam perkara A
quo ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Tergugat I dan Tergugat II
untuk melakukan upaya upaya hukum intervensi sebagaimana hukum
acara perdata yang berlaku. sehingga untuk membuat terang masalah ini
maka eksepsi dari Tergugat II patut untuk ditolak;

6. Bahwa sehingga apa yang didalilkan oleh Tergugat I dan Tergugat II


tentang plurium litis consortium dari gugatan Penggugat adalah
pemahaman yang keliru dan tidak mendasar Oleh karenanya Penggugat
TELAH TEPAT (REDELIJK) dan tidak salah dalam menentukan Subyek
Hukum sebagai Penggugat yang baik dan benar menurut hukum, oleh
karenanya dalil eksepsi Terguat I dan Tergugat II tersebut patut ditolak
atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke Verklaard);

B. MENGENAI KOMPETENSI ABSOLUT PENGADILAN.

1) Bahwa Penggugat menolak dengan tegas semua dalil-dalil yang


disampaikan oleh Tergugat I dalam Jawabannya khususnya dalam hal
eksepsi mengenai Kewenangan Mengadili, kecuali apa yang diakui secara
jelas dan terang oleh Penggugat;

2) Bahwa Eksepsi Tergugat I yang mendalilkan tentang Kompetensi Absolut


dalam perkara ini adalah alasan yang menyesatkan dan pengkaburan
hukum serta hanya berusaha untuk menghindar dari tanggung jawabnya
semata, dimana perlu diketahui bahwa gugatan ini berlandaskan atas
Perbuatan Melawan Hukum yang telah dilakukan oleh Tergugat I dan
tergugat II;

3) Bahwa sebagaimana Pasal 1 angka (3) UU No. 5 Tahun 1986 yang telah
diubah dengan UU No. 51 Tahun 2009, dalam Pasal 1 angka 9 nya
menyatakan :

“Keputusan Tata Usaha Negara adalah suatu penetapan tertulis yang


dikeluarkan oleh Badan/Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan
Tata Usaha Negara yang berdasarkan peraturan perndang - undangan yang
berlaku, yang bersifat konkrit, individual, dan final yang menimbulkan
akibat hukum bagi seseorang atau badan Hukum Perdata”.

Secara yuridis dapat disimpulkan, Risalah Lelang adalah sebuah


keputusan yang memuat berita acara lelang dan bukan termasuk
Keputusan Tata Usaha Negara karena tidak mengandung beslissing dan

3 MSP. ADVOCATES | Lembaga bantuan Hukum H. Mohammad Siddik & Partner’s


wilsvorming dari pejabat yang berwenang mengeluarkan keputusan,
melainkan karena adanya kehendak pihak penjual dan pembeli dalam
transaksi jual beli melalui lelang. Sehingga keputusan seperti ini dikategori
keputusan yang dikecualikan sebagai Keputusan Tata Usaha Negara.

4) Bahwa sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 2 angka 1 UU tentang PTUN


yang menyatakan tidak termasuk pengertian keputusan tata usaha negara
menurut undang undang ini adalah Keputusan Tata Usaha Negara yang
merupakan perbuatan perdata. Hal ini dikuatkan oleh pendapat Ketua
Muda TUN Mahkamah Agung RI dalam makalahnya yang disampaikan
pada Panel diskusi III BUPLN –MA – Bank-Bank Pemerintah/Daerah
tanggal 8 Maret 1996 di Medan, yang menyatakan

“Risalah Lelang sebagai alat bukti, tidak mengandung beslissing dari para
pihak yang mengikatkan diri di dalam pembuatan akta tersebut,
sedangkang suatu keputusan disebut sebagai Keputusan Tata Usaha
Negara karena mengandung beslissing dan wilsvorming dari pejabat yang
berwenang mengeluarkan keputusan dan harus bersifat norma hukum yang
individual dan konkrit” (vide Philipus M. Hadjon et al, Pengantar Hukum
Administrasi Indonesia, halaman 124.)

5) Bahwa sebagaimana Putusan Mahkamah AGung Nomor : 312


K/PTUN/1996 kemudian diikuti oleh putusan No. 61/PLW/2012 PTUN –
JKT, putusan No 28/G/ 2014/PTUN – JKT, dan putusan No : 222/G/ 214
PTUN - JKT, yang mana kaidah yurisprudensi ketiga putusan tersebut
adalah sama. Dengan demikian pertimbangan serta kaidah yurisprudensi
dalam putusan No. 312 K/PTUN/1996 telah ditafsirkan dan diikuti dengan
tepat oleh ketiga putusan tersebut di atas. Tegasnya, suatu keputusan,
meskipun secara doktriner maupun teoretik sepintas terlihat sebagai
suatu Keputusan Tata Usaha Negara, namun dalam hal keputusan
tersebut tidak mengandung beslissing dan wilsvorming pejabat yang
berwenang mengeluarkan keputusan, melainkan atas kehendak pemohon,
maka tidak dapat dikualifikasikan sebagai suatu Keputusan Tata Usaha
Negara, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 huruf e UU PTUN.

6) Bahwa memperhatikan fakta yuridis sebagaimana telah kami urai diatas,


alasan Penggugat mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum atas
dilaksanakannya lelang terhadap jaminan hak tanggungan ini ke
Pengadilan Negeri Sumenep adalah TELAH TEPAT (REDELIJK), sehingga
eksepsi tergugat I dalam Perkara A qua ini patut untuk dikesampingkan.

C. MENGENAI GUGATAN EROR IN PERSONA.

1) Bahwa alasan Eksepsi Tergugat II yang mendalilkan tentang Gugatan


Penggugat Error In Persona karena telah menarik Tergugat II menjadi
Pihak Tergugat adalah tidak benar dan tidak patut kami tanggapi karena
mengada-ada dan berusaha melepaskan diri dari perkara ini dan bukan
berada pada bagian eksepsi dan harus ditolak;

2) Bahwa benar Tergugat II sebagai perantara lelang tidak memiliki


perselisihan hukum secara langsung dengan Penggugat sebagaimana
4 MSP. ADVOCATES | Lembaga bantuan Hukum H. Mohammad Siddik & Partner’s
perselisihan antara Penggugat dengan Tergugat I, atas karena Tergugat II
dalam kedudukan dan jabatannya telah bertindak di luar prosedur hukum
atau secara melawan hukum menyetujui permohonan dan telah
melakukan perbuatan berupa lelang atas hak tanggungan dari Tergugat I
dan telah melakukan penjualan pada tanggal 8 Maret 2023 padahal
sepantasnya terlebih dahulu wajib meneliti keabsahan data Tergugat
sebelum proses untuk penjualan secara terbuka, sehingga Tergugat II
dipandang bertanggung jawab atas kerugian Penggugat, dengan demikian
eksepsi Tergugat II patut untuk dikesampingkan;

3) Bahwa walaupun terdapat Surat Pernyataan nomor : B.426 / [Link] /


ADK / 01 / 2023 tanggal 26 Januari 2023 dari Tergugat I selaku Penjual /
Kreditur yang menyatakan bahwa Tergugat I selaku Penjual/Kreditur akan
bertanggung jawab atau membebaskan pejabat lelang / KPKNL Pamekasan
apabila timbul gugatan yang diajukan oleh pihak mana pun terkait
pelaksanaan lelang yang diperantarai oleh Tergugat II, namun hal tersebut
tidak dapat dijadikan acuan pembenaran Tergugat II dan alasan tersebut
hanya opini tergugat II guna mengaburkan gugatan serta berupaya
menghindar dari tanggung jawab hukum sebagai pihak yang telah
melakukan lelang terhadap objek jaminan hak tanggungan penggugat;

4) Bahwa apa-apa yang telah dijabarkan dalam eksepsi tergugat II ini adalah
sangat mengada-ada dan dalam sejarah hukum hal ini belum pernah
dikabulkan oleh Majelis Hakim Yang Mulia karena tugas pokok dari
Pengadilan adalah menerima, memeriksa, memutus dan menyelesaikan
perkara yang apabila Majelis Hakim Yang Mulia mengeluarkan Tergugat II
yakni Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Pamekasan dalam
perkara ini, maka akan bertentangan dengan tugas pokok Pengadilan
karena jika Tergugat II Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
Pamekasan dikeluarkan dalam perkara ini membuat fakta persidangan
tidak akan terungkap sehingga keadilan tidak dapat ditegakkan karena
menyisahkan pemasalahan oleh karena itu eksepsi yang mengada-ada
seperti ini wajib ditolak.

5) Bahwa selebinya mengenai Exceptio non adimpleti contractus tergugat II


patut untuk dikesampingkan karena pada faktanya gugatan yang diajukan
oleh penggugat merupaka perbuatan melawan hukum atas dilakukannya
lelang terhadap objek jaminan hak tanggung oleh tergugat I melalui
tergugat II tanpa memperhatikan hak – hak penggugat sebagai debitur
yang beriktikat baik sehingga Terdapat hubungan kausalitas sebab akibat
antara kesalahan yang dilakukan oleh Tergugat I dan tergugat II dengan
kerugian yang dialami Penggugat, Sehingga harus dimaknai bahwa segala
proses pelaksanaan lelang dianggap tidak pernah ada. Namun tidak
dimaknai bahwa hubungan keperdataan antara debitur dengan kreditur
berdasarkan Akta Perjanjian Kredit sebagaimana dimaksud menjadi tidak
sah, hubungan keperdataan tersebut tetap ada dan mengikat bagi debitur
dan kreditur.

Dengan demikian sangat jelas Tergugat II yakni Kantor Pelayanan


Kekayaan Negara dan Lelang (KPKLN) Pamekasan sama sekali tidak

5 MSP. ADVOCATES | Lembaga bantuan Hukum H. Mohammad Siddik & Partner’s


mengerti manfaat dan tujuan eksepsi dalam beracara dalam Pengadilan
sehingga sangat jelas sangat bertentangan dengan hukum acara dan
seharusnya eksepsi semacam ini ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat
diterima (Niet Onvankelijke Verklaard);;

Beradasarkan hal yang telah penggugat urai diatas jawaban/bantahan atas


eksepsi TERGUGAT I dan TERGUGAT II, maka dengan ini kami memohon
kepada majelis hakim yang memeriksa perkara a quo ini untuk
mengenyapingkan dan menolak Eksepsi TERGUGAT I dan TERGUGAT II.

DALAM POKOK PERKARA:

1) Bahwa semua yang telah teruai dalam sanggahan atas eksepsi, mohon
agar dianggap dan dinyatakan terulang seluruhnya yang merupakan satu
kesatuan yang tak terpisahkan dengan pokok perkara ini.

2) Bahwa Penggugat tetap dengan dalil gugatan Penggguat semula dan


menolak semua alasan-alasan yang dikemukakan oleh Tergugat I dan
Tergugat II dalam jawabannya, kecuali hal-hal yang diakui dengan tegas
kebenarannya;

3) Bahwa penggugat menolak dengan tegas jawaban Tergugat I pada angka


25, yang pada prinsipnya jawaban tersebut hanyalah bersifat asumtif saja,
dimana Tegugat I hanya berupaya mencari pembenaran dan tidak
melakukan penilaian secara objektif sebagaimana PBI No.
14/15/PBI/2012 terhadap upaya permohonan restrukturisasi Penggugat
sebagai langkah iktikat baik untuk melaksanakan prestasi Penggugat yang
secara nyata ketiga hal sebagaimana jawaban Tergugat I pada angka 25
terdapat pada diri Penggugat.

Sementara penawaran Tergugat I lebih mengedepankan upaya


penyelesaian kredit dari pada penyelamatan kredit dimana terdapat dua
penawaran dari Tergugat I antara Penggugat berupaya menjual secara
mandiri objek jaminan Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud dan atau
melalui pelelangan umum, dimana penawaran tersebut sangat
memaksakan kehendak tanpa mempertimbangkan hak – hak Pengguat
sebagai debitur yang beriktikat baik;

4) Dan perlu kami pertegas bahwa Penggugat telah melakukan pembayaran


sebesar Rp. 50.000.000;- (lima puluh juta rupiah) serta mengajukan
permohonan restrukturisasi kepada Tergugat I, dimana hal tersebut
merupakan suatu bukti iktikat baik Penggugat kepada Terguguat I
mengingat usaha yang dijalani Penggugat untuk saat ini sudah mulai
stabil sehingga Penggugat merasa mampu untuk menyelesaikan
prestasinya dengan permohonan restruturisasi kredit yang tidak pernah
dipertimbangkan oleh Tergugat I sebagaimana PBI No. 14/15/PBI/2012
dan tidak dilakukan penilaian secara objektif, sehingga kebijakan Tergugat
I tidak mengambulkan permohonan restrukturisasi Penggugat dan lebih
memilih melelang terhadap objek jaminan hak tanggungan adalah hal yang
tidak dibenarkan dalam hukum;

6 MSP. ADVOCATES | Lembaga bantuan Hukum H. Mohammad Siddik & Partner’s


5) Bahwa Pandangan dan tidakan Tergugat I sebagai pihak kreditur tidak
sesuai dengan prinsip perbankan yang harus memberikan kesempatan
kepada debitur untuk dapat melunasi hutangnya, diantaranya dengan
melakukan restrukturisasi ataupun upaya lainnya sebagaimana Peraturan
OJK No. 11 / POJK.03 / 2020 Tahun 2020 tentang Stimulus
Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak
Penyebaran Corona Virus Disease 2019 serta UU No. 8 tahun 1999 tentang
perlindungan hukum konsumen juncto POJK No. 40/POJK.03/2019
sehingga dapat disimpulkan Tergugat I /Kreditur adalah Tergugat I
/Kreditur yang beriktikat buruk;

6) Bahwa terhadap jawaban Tergugat I pada angka 10 adalah pernyataan


sepihak dan tendensius saja dimana Tergugat I hanya memandang dan
melihat perjanjian kredit sebagai perjanjian pokok yang dinilai macet dan
menganggap bahwa Penggugat telah melakukan wanprestasi, dalam
perkara A quo Penggugat tidak serta merta dapat disalahkan karena hal
tersebut terjadi di luar kehendak Penggugat karena keadaan memaksa
atau force majeure sebagaimana telah Penggugat urai pada poin posita
gugatan Penggugat, sehingga pernyataan Tergugat I bahwa Penggugat telah
melakukan perbuatan wanprestasi adalah pernyataan sepihak tidak
berdasar dan harus dibuktikan dengan adanya putusan Pengadilan yang
berkekuatan hukum tetap sebagaimana hukum acara perdata yang
berlaku;

7) Dengan demikian secara yuridis Penggugat tidak dapat serta merta


dinyatakan telah wanprestasi terhadap kesepakatan perjanjian kredit
dengan tergugat I, debitur/Penggugat berada pada posisi yang belum dapat
dinyatakan telah wanprestasi karena masih terdapat iktikat baik dan
kesanggupan penggugat/debitur untuk menyelesaikan kredit, maka
seharusnya kreditur/Tergugat I tidak dapat melangsungkan pelelangan
objek hak tanggungan dalam perkara A Quo, dengan demikian secara
yuridis tindakan Tergugat I tergolong Perbutan Melawan Hukum;

8) Bahwa hal yang paling unrgen adalah Penggugat menolak keras serta
keberatan atas jawaban Tergugat I pada angka 30 tentang penentuan nilai
limit lelang yang mengacu pada laporan Penilaian Jaminan untuk tanah
yang ada bangunannya atau untuk bangunan yang berdiri diatas tanah
orang lain tanggal 2 Desember 2022 dengan Nilai Pasar Wajar sejumlah
Rp. 679.000.000 (Enam Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta rupiah) dan Nilai
likuidasi sejumlah Rp. 339.750.000 (Tiga Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta
Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) hal tersebut sangat tidak relevan
dengan nilai pasar objek lelang dan Penggugat sudah mempunyai standar
apraisal independent tersendiri yang akan penggugat buktikan nanti;

9) Bahwa dalam penetapan harga limit atas objek hak tanggungan secara
tegas dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan Penggugat selaku
pemilik tanah, tidak transapran tidak pula terdapat upaya-upaya untuk
memperoleh kemungkinan adanya harga terbaik terhadap objek hak
tanggungan. sehingga hal tersebut dapat menyebabkan adanya
penyalahgunaan keadaan (Misbruik van Omstandigheden), karena

7 MSP. ADVOCATES | Lembaga bantuan Hukum H. Mohammad Siddik & Partner’s


Penggugat berada dalam posisi tidak mempunyai nilai tawar dan
mengakibatkan harga tersebut tidak sebanding dengan nilai tanah yang
dilelang;

10) Sehingga hal tersebut menimbulkan kerugian bagi diri Penggugat karena
membuat objek Hak Tanggungan terlelang jauh dari nilai kewajaran.
disadari atau tidak terdapat hubungan kausalitas sebab akibat antara
kesalahan yang dilangsungkan oleh Tergugat I dengan kerugian yang
dialami Penggugat. Dalam hal ini apabila Tergugat I tidak melakukan
perbuatan-perbuatan melanggar hukum sebagaimana diuraikan di atas,
maka Penggugat tidak akan kehilangan hak atas tanahnya. Hal tersebut
mengakibatkan segala apa yang bertautan dengan penerapan lelang objek
hak tanggungan, sebagaimana dimaksud dalam Risalah Lelang Nomor
56/49/2023 tanggal 8 maret 2023 tidak memiliki kekuatan hukum yang
mengikat;

11) Bahwa Tergugat II dalam kedudukan dan jabatannya telah bertindak di


luar prosedur hukum atau secara melawan hukum menyetujui
permohonan penjualan agunan dari Tergugat I dan telah melakukan
penjualan pada tanggal 8 maret 2023 padahal sepantasnya terlebih dahulu
tergugat II wajib meneliti keabsahan data Tergugat I sebelum diproses
untuk penjualan secara terbuka, sehingga kepadanya juga bertanggung
jawab atas kerugian yang dialami Penggugat sebagaimana maksud Pasal
1366 KUH Perdata, sesuai Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 799
K/Sip/1971, wajar bila Penggugat dalam hal ini menuntut tanggung jawab
dan/atau ganti rugi dari Tergugat I dan Tergugat II secara tanggung
renteng atas tindakan pelelangan yang merupakan perbuatan yang tidak
dapat dibenarkan dan melawan hukum karena telah merampas dan
mengabaikan hak-hak Penggugat;

12) Bahwa oleh karena perbuatan Tergugat I dan Tergugat II sebagaimana


maksud dalil posita di atas dapat dikategorikan sebagai perbuatan
melawan hukum (onrecht matige daad), maka segala surat-surat/akta-akta
atau surat apapun yang terbit untuk dan/atau atas nama Tergugat I dan
Tergugat II sejauh menyangkut Agunan (Tanah dan Bangunan yang
terletak di Jl. Teuku Umar Desa Kebonagung Kecamatan Kota SUmenep
Kabupaten Sumenep dengan Bukti Kepemilikan Agunan adalah Sertipikat
Hak Milik No. SHM : 413 luas 129m2 atas nama bapak MASTUR serta
surat-surat lain yang terbit akibat dari hubungan hukum apapun antara
Tergugat I, Tergugat I, dengan pihak ketiga patut dinyatakan tidak sah dan
tidak berkekuatan hukum yang mengikat;

13) Bahwa oleh karena keputusan Tergugat I yang secara melawan hukum
yang menyatakan Penggugat sebagai Debitur Kredit Macet wanprestasi dan
tindakan Tergugat I yang dengan sengaja melakukan lelang Agunan
melalui Tergugat II, dapat dianggap sebagai suatu perbuatan melawan
hukum (onrecht matige daad) dan sangat Bertentangan dengan Pasal 26
Undang-undang Hak Tanggungan (UUHT) Nomor 4 tahun 1996 yang
mengharuskan Eksekusi Hak Tanggungan menggunakan Pasal 224
HIR/258 RBG yang mengharuskan ikut campur Ketua Pengadilan Negeri,

8 MSP. ADVOCATES | Lembaga bantuan Hukum H. Mohammad Siddik & Partner’s


(Bukan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor:
93/PMK.06/2010 jo Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
Nomor: 106/PMK.06/2013 dan sebagaimana telah dirubah dengan
Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 27/PMK.06/2016;

14) Bertentangan dengan Angka 9 Tentang Penjelasan Umum Undang-undang


Hak Tanggungan (UUHT) Nomor : 4 tahun 1996 jo Pasal 1211 KUHPerdata
yang mengharuskan Lelang melalui Pegawai Umum (Pengadilan Negeri);

15) Bahwa poin poin dalam jawaban Tergugat I dan Tergugat II lainnya tidak
perlu kami tanggapi, hal itu hanyalah asumsi asumsi Tergugat I dan
Tergugat II yang tidak berdasar.

Sebagaimana telah kami urai diatas, maka dengan ini kami memohon kepada
majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo ini untuk benar
benar memeriksa serta mengadil perkara ini sebagaimana ketentuan pasal 5
Undang – undang No. 48 tahun 2009 tentang kekuasaan kehakiman yang
berbunyi “Hakim dan hakim konstitusi wajib menggali, mengikuti, dan
memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam
masyarakat.” Dan berkenan menjatuhkan putusan, dengan amar putusan
sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI

1. Menolak Eksepsi Tergugat I dan Tergugat II atau setidak - tidaknya


menyatakan tidak dapat diterima untuk seluruhnya;
2. Menerima Replik Penggugat untuk seluruhnya;
3. Menyatakan Pengadilan Negeri Sumenep berwenang untuk memeriksa,
mengadili dan memutuskan perkara ini;
4. Menyatakan pemeriksaan dalam perkara ini dilanjutkan dalam proses
pemeriksaan pokok perkara.

DALAM POKOK PERKARA

1. Menerima dan mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya;


2. Menyatakan Tergugat I Tergugat II telah melakukan perbuatan melawan
hukum ( Onrecht Matigedaad );
3. Menyatakan secara hukum pelaksanaan lelang tanggal 8 Maret 2023
sebagaimana kutipan grosse risalah lelang nomor : 56/49/2023 cacat hukum
dan batal demi hukum;
4. Menghukum tergugat II untuk membatalkan dan mencabut grosse risalah
lelang nomor : 56/49/2023 tertanggal 8 Maret 2023;
5. Memerintahkan Tergugat I untuk mengabulkan permohonan Restrukturisasi
terhadap kredit pinjaman rekening Koran dengan Payoff Inquiry Cif Number :
MSA1007 Short Name : Merry Fariastutik Account No : 0095-01-501364-15-4
Branch No :00095 KC Sumenep Product : DL KMK RC RITEL Effective;
6. Menghukum PARA TERGUGAT secara tanggung renteng untuk membayar
biaya kerugian materiil sebesar Rp.2000.000.000,00 (Dua Miliyar Rupiah)
kepada PENGGUGAT secara tunai dan seketika;

9 MSP. ADVOCATES | Lembaga bantuan Hukum H. Mohammad Siddik & Partner’s


7. Menghukum TERGUGAT membayar secara tunai dan seketika biaya kerugian
immateriil kepada PARA TERGUGAT secara tanggung renteng sebesar
Rp.100.000.000,00 (Seratus Juta rupiah);
8. Membebankan biaya perkara ini kepada Tergugat I Tergugat II secara
tanggung renteng;

Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (Ex
Aequo et Bono).

Demikian Replik ini kami ajukan, semoga dapat membantu Majelis Hakim dalam
memutus perkara ini dengan berwawasan pada hakekat kebenaran dan keadilan

Sumenep, 16 Agustus 2023


Hormat Kami
Kuasa Hukum Penggugat

H. MOHAMMAD SIDDIK., [Link]

MOHAMMAD TAUFIK.,SH MIFTAHOL ARIFIN., SH

10 MSP. ADVOCATES | Lembaga bantuan Hukum H. Mohammad Siddik & Partner’s

Common questions

Didukung oleh AI

Penggugat membantah klaim wanprestasi dengan menyatakan bahwa keterlambatan tersebut disebabkan keadaan memaksa (force majeure) dan eksistensi niat baik untuk menyelesaikan kewajiban kredit. Karena masih ada kesanggupan untuk bernegosiasi dan menyusun ulang kondisi kredit, klaim wanprestasi oleh Tergugat I dianggap sepihak .

Penggugat menolak eksepsi tentang Kompetensi Absolut dari Tergugat I karena menganggap eksepsi tersebut menyesatkan dan mengaburkan hukum, serta menghindari tanggung jawab. Gugatan ini dianggap berlaku di Pengadilan Negeri berdasarkan tindakan melawan hukum oleh Tergugat I dan II, bukan sebagai Keputusan Tata Usaha Negara yang memiliki syarat-syarat tertentu .

Penggugat menolak tuduhan eror in persona dari Tergugat II dan menyatakan bahwa Tergugat II bertindak di luar prosedur hukum. Tergugat II yang setuju dengan lelang tersebut justru bertanggung jawab atas kerugian yang diakibatkan, dan eksepsi tersebut harus ditolak .

Penggugat menegaskan bahwa tidak terpenuhinya syarat plurium litis consortium sesuai dengan pemahaman Tergugat I adalah klaim yang keliru. Secara yuridis, hal ini menegaskan bahwa gugatan tidak cacat formil dan dapat diproses lebih lanjut tanpa penambahan pihak lain yang tidak diperlukan. Hal ini didukung oleh yurisprudensi yang menunjukkan bahwa penunjukan pihak dalam gugatan adalah hak penggugat sepenuhnya .

Penggugat menolak tindakan lelang oleh Tergugat I karena dianggap melanggar hukum. Penggugat berargumen bahwa Tergugat I telah melakukan lelang tanpa melakukan proses restrukturisasi kredit yang diusulkan oleh Penggugat serta tidak mempertimbangkan harga pasar wajar dari objek yang dilelang .

Penggugat menolak dalil Tergugat I mengenai gugatan plurium litis consortium yang tidak melibatkan notaris/PPAT dan kantor Pertanahan Kabupaten Sumenep, dengan menyatakan bahwa itu adalah hak sepenuhnya dari Penggugat untuk menentukan pihak-pihak yang terlibat dalam perkara, sebagaimana ditetapkan dalam beberapa yurisprudensi Mahkamah Agung RI yang mengukuhkan hak tersebut .

Penggugat beralasan bahwa eksepsi Tergugat II untuk mengeluarkannya dari perkara tidak memiliki dasar yuridis yang kuat, karena Tergugat II sebagai perantara lelang telah bertindak di luar prosedur hukum dengan menyetujui lelang hak tanggungan tanpa memverifikasi keabsahan dari data yang disediakan oleh Tergugat I. Hal ini menjerumuskan Tergugat II sebagai pihak bertanggung jawab dalam perkara tersebut, menjadikan eksepsinya patut ditolak .

Penggugat mendefinisikan tindakan melawan hukum Tergugat I sebagai pelelangan objek jaminan hak tanggungan secara sepihak tanpa mempertimbangkan hak-hak dan upaya restrukturisasi yang telah diajukan Penggugat. Penggugat berargumen bahwa Tergugat I mengabaikan niat baik Penggugat dalam memenuhi kewajiban kreditnya .

Penggugat menolak keras jawaban Tergugat I mengenai penentuan nilai limit lelang yang didasarkan pada laporan Penilaian Jaminan dengan nilai pasar wajar sebesar Rp. 679.000.000 dan nilai likuidasi sebesar Rp. 339.750.000. Penggugat menganggap bahwa ini tidak relevan dengan nilai pasar sebenarnya dari objek lelang dan menyatakan adanya standar penilaian independen yang akan dibuktikan nanti .

Penggugat menyatakan bahwa Risalah Lelang tidak termasuk dalam Keputusan Tata Usaha Negara karena tidak memenuhi unsur 'beslissing' dan 'wilsvorming' yang seharusnya dikeluarkan oleh pejabat berwenang, melainkan berdasarkan kehendak dari pihak penjual dan pembeli. Hal ini dikonfirmasi oleh beberapa putusan dan yurisprudensi yang menyatakan keputusan lelang bukanlah keputusan administrasi .

Anda mungkin juga menyukai