0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan48 halaman

Pengertian dan Alat Evaluasi Pembelajaran

Diunggah oleh

Alisya Aila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan48 halaman

Pengertian dan Alat Evaluasi Pembelajaran

Diunggah oleh

Alisya Aila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

1. Pengertian Evaluasi

Evaluasi adalah suatu tindakan atau proses yang terstruktur,

berkelanjutan, dan menyeluruh yang bertujuan untuk mengontrol,

menjamin, dan menentukan mutu (signifikansi dan makna) berbagai

elemen pembelajaran dengan mempertimbangkan kriteria tertentu.1

Evaluasi memiliki tujuan untuk menilai sejauh mana tujuan pengajaran

telah tercapai.

Praktik evaluasi mencakup identifikasi untuk menentukan program

yang telah direncanakan berhasil atau belum, serta menilai program

tersebut memiliki nilai yang signifikan. Evaluasi juga digunakan untuk

menganalisis sejauh mana efisiensi program pembelajaran telah tercapai.

Oleh karena itu, evaluasi berhubungan dengan penilaian nilai yang terkait

dengan seluruh program pembelajaran.

Ajat Rukajat memandang evaluasi adalah suatu proses penentuan

keputusan tentang kualitas suatu objek atau aktivitas dengan melibatkan

pertimbangan nilai berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan,

dianalisis, dan ditafsirkan secara sistematis.2 Hasil evaluasi peserta didik

1
Ida Farida, Evaluasi Pembelajaran Berdasarkan Kurikulum Nasinal, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2017), hal. 2.
2
Ajat Rukajat, Teknik Evaluasi Pembelajaran, (Yogyakarta: Deepublish, 2018), hal. 1.
diambil dari ulangan harian, ujian tengah semester atau ujian akhir

semester.

Yahya Hairun berpendapat bahwa evaluasi merupakan suatu

pengumpulan data yang dinyatakan bahwa evaluasi merupakan suatu

pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan mengukur, menilai,

dan membuat keputusan.3 Hasil evaluasi dapat diperoleh dari skor

keseluruhan peserta didik dapatkan selama mengikuti ujian sehingga dapat

menentukan langkah kedepannya untuk mengambil suatu keputusan

dengan tepat.

Kesimpulan dari pengertian evaluasi merupakan suatu

pengambilan keputusan suatu objek yang dilakukan dengan

mempertimbangkan dari segi ukuran, nilai, kemudian dianalisis, serta

ditafsirkan dengan pendekatan yang terstruktur berdasarkan perolehan

data dan informasi yang telah dikumpulkan.

2. Alat Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi dapat diartikan sebagai langkah untuk menilai suatu objek

atau fenomena dengan membandingkannya terhadap kriteria-kriteria

kualitatif tertentu, seperti tingkat kebaikan atau keburukan, kekuatan atau

kelemahan, kecukupan atau ketidak cukupan, tinggi atau rendah, dan

sebagainya.4 Hasil evaluasi dapat menyimpulkan akan hal yang baik dan

3
Yahya Hairun, Evaluasi dan Penilaian dalam Pembelajaran, (Yogyakarta: Deepublish, 2020),
hal. 27.
4
Ajat Rukajat, Teknik Evaluasi Pembelajaran, (Yogyakarta: Deepublish, 2018), hal. 1.
buruk bagi peserta didik. Adapun beberapa pengembangan yang dapat

menentukan hasil evaluasi sebagai berikut:

a. Pengembangan Tes Uraian

1) Pengembangan Alat Evaluasi Jenis Tes

Tes merupakan suatu metode atau strategi yang digunakan

untuk melakukan pengukuran, dimana terdapat berbagai pertanyaan,

pernyataan, atau serangkaian tugas yang harus diselesaikan oleh

peserta didik dengan tujuan mengukur aspek perilaku mereka.5

Dalam konteks ini, ada beberapa elemen kunci yang pertama, tes

adalah metode yang terstruktur dan digunakan dalam proses

pengukuran. Kedua, tes melibatkan pertanyaan, pernyataan atau

tugas yang harus dijawab dan dikerjakan oleh peserta didik. Ketiga,

tujuan utama tes adalah mengukur aspek perilaku peserta didik.

Keempat, hasil tes peserta didik perlu dinilai dan diberi skor.

Jumlah peserta didik yang terlibat tes hasil belajar dapat

diklasifikasikan menjadi dua tipe, yakni tes kelompok dan tes

perorangan. Tes kelompok adalah tes yang diadakan untuk

sekelompok peserta didik, di mana guru berinteraksi dengan peserta

didik dalam kelompok tersebut. Sementara tes perorangan adalah tes

yang dilakukan secara individu, dimana guru berhadapan dengan

5
Muhammad Ropii dan Muh. Fahrurozzi, Evaluasi Hasil Pembelajaran, (Lombok Timur:
Universitas Hamzanwadi Press, 2017), hal. 69.
satu peserta didik secara langsung. Dari segi cara penyusunannya,

tes dapat dikelompokkan menjadi dua jenis:

a) Tes Buatan Guru

Tes yang dibuat oleh guru adalah tes yang disiapkan oleh

guru itu sendiri untuk digunakan dalam penilaian, seperti ulangan

harian, penilaian formatif, dan penilaian akhir (sumatif).6 Tujuan

dari tes yang dibuat guru adalah untuk mengukur sejauh mana

peserta didik memahami materi pelajaran yang telah diajarkan itu

sendiri. Dalam hal ini, guru dapat merancang soal-soal yang logis

dan rasional dengan pertimbangkan apa saja yang seharusnya

perlu diketahui dan dimengerti peserta didik.

b) Tes Yang Dibakukan

Tes baku adalah tes yang dijadikan sebagai tolak ukur

yang valid dan tetap.7 Tes baku ini merupakan tes yang dapat

dijadikan tolak ukur untuk mengukur kemampuan peserta didik

pada suatu hal dengan hasil yang terpercaya. Tes ini dapat

digunakan pada sampel yang kecil maupun besar.

Guru dapat memberikan ulangan harian atau ulangan

umum setelah selesai mengajar pada suatu materi tertentu.

Terkadang tes ini diberikan beberapa kali untuk melihat

perkembangan atau kemunduran peserta didik. Tes ini umumnya

6
Ramdan Afrian dkk, Pembinaan Pembuatan Tes Buatan Guru (Soal) Mata Pelajaran Geografi
SMA/MA Kota Langsa, Jurnal Vokasi, Vol. 1, No. 2, 2017, hal. 110.
7
M. Darul Ilmi dan M. Yahya Ashari, Metode, Model, dan Pendekatan Evaluasi Dalam
Pendidikan Islam, Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, Vol. 2, No. 1, 2024, hal. 36.
dilakukan oleh guru untuk melaporkan perkembangan peserta

didik dan seleksi. Pelaksanaannya bisa tertulis, lisan, atau

tindakan, tergantung pada tujuan dan materi yang diuji. Tes baku

juga digunakan untuk mengidentifikasi kelebihan dan

kekurangan peserta didik dalam pemahaman materi pelajaran

tertentu secara menyeluruh. Tes ini mencakup materi dari yang

paling mudah hingga yang paling sulit dan mencakup berbagai

topik.

Tes diagnostik sering digunakan oleh semua tingkat di

sekolah saat ini. Biasanya, tes diagnostik dilakukan secara

bersamaan di beberapa sekolah dengan materi yang sama. Hasil

tes diagnostik akan mengungkapkan kelebihan dan kekurangan

sekolah tertentu.8 Ada beberapa faktor yang harus

dipertimbangkan dalam pengembangan tes baku,antara lain:

(1) Aspek yang hendak diukur

Aspek yang dapat diukur, antara lain kemampuan

membaca, pengetahuan umum, sikap, minat, dan kepribadian

peserta didik. Hasil penilaian dari keseluruhan aspek dapat

dijadikan tambahan acuan penilaian agar nilai yang didapat

peserta didik dapat maksimal.

8
Dedah Siti Jubaedah dkk, Pengembangan Tes Diagnostik Berformat Four-Tier Untuk
Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa Pada Topik Usaha Dan Energi, Prosiding Seminar Nasional Fisika
(E-Jurnal), Vol. VI, 2017, hal. 36.
(2) Pihak penyusun

Identitas pembuat tes sangat penting dicantumkan,

seperti halnya individu, kelompok, atau organisasi, sebagai

contoh tes soal Penilaian Akhir Semester (PAS). Informasi

tentang pembuat tes ini memberikan keyakinan akan kualitas

dan validitas tes tersebut.

(3) Tujuan penggunaan tes

Tujuan pengujian tes dapat bervariasi, seperti untuk

tujuan mengukur pencapaian peserta didik. Hal ini harus

dijelaskan dengan terperinci dalam informasi mengenai tes

yang telah dibuat. Jika mengabaikan tujuan penggunaan tes,

maka tes akan kehilangan fungsi dan tidak akan mencapai

hasil yang diharapkan.

(4) Sampel

Tes memuat contoh-contoh yang akan diujikan dan

beragamnya variasi tes di dalamnya. Selain itu, dijelaskan

berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengolah tes agar

dapat diujikan pada individu yang sama atau berbeda dengan

jangka waktu tertentu sesuai dengan keadaan pada saat itu.

Jika persyaratan mengenai sampel, waktu, dan tingkatan

level tes ini tidak tercantum, maka fungsi tes tersebut akan

dianggap tidak valid.


(5) Kevalidan

Kevalidan suatu tes di pengaruhi dengan selalu

mematuhi aturan dan langkah-langkah yang sudah ditetapkan,

baik oleh yang menguji atau yang diuji. Dengan begitu,

pelaksanaan tes dapat berjalan dengan baik tanpa adanya

permasalahan yang serius, guna mempertahankan tingkat

validitas dan reliabilitas tes tersebut.

(6) Pengadministrasian

Aturan terkait administrasi tes disusun dengan baik dan

terstruktur, mencakup seluruh tahap dari perencanaan hingga

penilaian. Dalam perencanaan, mencakup informasi

mengenai waktu, materi, tujuan, dan metode pelaksanaan.

Sementara tahap pelaksanaan, informasi mengenai lokasi,

pengawas tes, dan jumlah peserta didik yang harus

tercantumkan.

Pada tahap penilaian, mencakup teknik atau prosedur

pengolahan data dengan pembuatan laporan yang dapat

dibagikan kepada orang tua, pemerintah, kepala madrasah,

dan peserta didik.

(7) Cara menskor

Pengolahan data disesuaikan dengan jenis

pendekatan penilaian yang digunakan oleh pendidik. Selain

itu, perlu menentukan batas kelulusan (passing grade) dan


merangking peserta didik untuk membandingkan prestasi

mereka dengan yang lain, tetapi mengenai rangking tidak

diperlihatkan oleh keseluruhan peserta didik agar yang

mendapat rangking paling akhir tidak merasa malu atau

minder. Semua informasi dan data mengenai skor tes tersebut

dapat didokumentasikan dan bersifat rahasia yang digunakan

sebagai pedoman untuk tes berikutnya.

(8) Kunci jawaban

Lembar soal terdapat kunci jawaban yang pada

umumnya dipakai sebagai acuan dalam proses penilaian.

Kunci jawaban tersebut disertai dengan petunjuk

pelaksanaan, prosedur skoring, dan aturan tes.

(9) Tabel skor

Skor pada tes terdapat beberapa tabel yang diperlukan

untuk mengubah skor asli menjadi skor yang lebih ideal.

Dengan cara mengakumulasikan semua nilai yang didapat

peserta didik dari hasil ia belajar dalam satu semester

tersebut.

(10) Penafsiran

Menafsirkan hasil tes ini sama halnya dengan sebuah

gambar pola-pola yang naik atau turun untuk mengambil

keputusan dan memberikan kesimpulan berdasarkan

analisis data yang ada.


2) Pengembangan Alat Evaluasi Jenis Non Tes

Penilaian non tes adalah metode evaluasi yang dilakukan

dalam kelas dengan melibatkan pengamatan, penggunaan angket,

penilaian sikap melalui skala, penilaian proyek, unjuk kerja, produk,

serta portofolio dan lain sebagainya.9

a) Pengamatan

Pengamatan atau observasi bisa dilakukan dengan sebuah

evaluasi dalam kelas yang melibatkan guru atau siswa dalam

mengamati tindakan peserta didik untuk sebuah penilaian.

Contoh penilaian dari mata pelajaran llmu Pengetahuan Alam dan

Sosial (IPAS) yang diambil adalah nilai keterampilan, tanggung

jawab, kerja sama, kedisiplinan dan lain sebagainya.

b) Angket

Angket atau kuesioner adalah instrumen evaluasi dengan

bentuk pertanyaan tertulis yang digunakan untuk menggali

informasi tentang data pribadi peserta didik yang mana tidak

didapat dari observasi oleh guru.10 Pengisian angket dapat

melibatkan orang tua atau peserta didik sendiri, untuk

mendapatkan data tentang latar belakang peserta didik, kondisi

kesehatan, perilaku di rumah, dan lain sebagainya.

9
Komarun dan Sarkadi, Evaluasi Pembelajaran, (Yogyakarta: Rizqita Publishing & Printing,
2017), hal. 104.
10
Susilo Rahardjo dan Gudnanto, Pemahaman Individu Teknik Nontes, (Jakarta: Prenada Media,
2022), hal. 94.
c) Skala Sikap

Skala sikap adalah alat evaluasi dalam kelas yang terdiri

dari sejumlah pernyataan untuk mengukur sikap terhadap suatu

hal, pendapat, atau nilai dengan mengakumulasikan seluruh

respon yang telah diberikan dalam bentuk skala numerik.11

d) Penilaian Proyek

Proyek adalah suatu tugas yang harus diselesaikan oleh

peserta didik dalam jangka waktu tertentu.12 Tujuan proyek ini

sendiri adalah untuk memberikan ruang terhadap pengembangan

serta keterampilan peserta didik dalam perencanaan, pelaksanaan,

dan pelaporan hasil aktivitas yang telah peserta didik kerjakan.

Sebagai contoh, proyek yang melibatkan sebuah tindakan seperti

menguji dampak sinar matahari terhadap pertumbuhan tanaman,

mempelajari reproduksi tanaman melalui reproduksi generatif

maupun vegetatif.

e) Penilaian produk (hasil kerja)

Penilaian produk atau hasil kerja didasari dengan

kemampuan peserta didik itu sendiri dalam menciptakan suatu

produk tertentu dan tingkat kualitas produk yang dihasilkan.13

Jenis hasil kerja peserta didik dapat menghasilkan produk yang

11
Yusrizal dan Rahmawati, Pengembangan Instrumen Afektif & Kuesioner, (Yogyakarta: Pale
Media Prima, 2022), hal. 115.
12
I Putu Suardipa dan Kadek Hengki Primayana, Peran Desain Evaluasi Pembelajaran Untuk
Meningkatkan Kualitas Pembeljaran, Jurnal Widyacarya Vol. 4, No. 2, 2020, hal. 95.
13
Ajabar, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Yogyakarta: Deepublish Publisher, 2020), hal. 28.
dibuat dari berbagai macam bahan seperti kain, kertas, logam,

kayu, plastik, keramik. Yang mana dapat menghasilkan produk

berupa lukisan, gambar, atau bahkan patung.

f) Penilaian portofolio

Portofolio adalah sebuah kumpulan data yang

memberikan informasi bagi proses penilaian.14 Hasil kerja dalam

portofolio digunakan sebagai akumulasi dari seluruh nilai peserta

didik yang didapat dari tugas-tugas dari pendidik yang telah

diselesaikan. Dengan ketentuan sudah sesuai dengan tujuan

pembelajaran yang ada dalam kurikulum.

b. Pengembangan Tes Obyektif

Tes objektif dapat disebut objektif karena pemeriksaannya

dilakukan secara seksama pada semua peserta ujian.15 Jenis tes ini

terdiri dari pertanyaan yang dapat dijawab dengan memilih salah satu

atau lebih jawaban dari beberapa opsi yang tersedia, atau dengan

menuliskan kata-kata atau sebuah simbol ditempat yang telah

disediakan. Terdapat berbagai macam jenis tes objektif, seperti pilihan

ganda, melengkapi, menjodohkan, dan memberikan tanda centang pada

jawaban benar-salah dan masih banyak lagi.

14
Evan Stiawan, Manajemen Investasi, Portofolio, dan Pasar Modal, (Bengkulu: CV. Sinar Jaya
Berseri, 2022), hal. 20.
15
Asrul dkk, Evaluasi Pembelajaran, (Bandung: Citapustaka, 2014), hal. 45.
c. Pengembangan Tes Lisan

Tes lisan merupakan sebuah pertanyaan yang dilakukan melalui

komunikasi langsung atau secara tatap muka antara peserta didik

dengan guru.16 Dengan adanya pengembangan tes lisan ini dapat

menilai langsung cara peserta didik menyampaikan pendapat dengan

spontan, serta hemat waktu dalam pembuatan soal, dan menghindari

perkiraan-perkiraan jawaban. Tetapi juga dapat memakan waktu lebih

lama jika peserta didik banyak.

d. Pengembangan Tes Tindakan (Performance Test)

Tes tindakan bisa disebut sebagai tes perbuatan atau tes praktik

merupakan jenis penilaian yang mengharuskan peserta didik

menunjukkan jawaban melalui tindakan, perilaku, atau perbuatan yang

mereka lakukan sesuai dengan tujuan pembelajaran.17 Adanya

pengembangan tes tindakan ini dapat mengukur kemampuan dengan

cara menyesuaikan pengetahuan teori dengan keterampilan praktik,

serta memberikan pengetahuan lebih dalam mengenai peserta didik.

Tetapi tes tindakan ini memerlukan waktu lama dan monoton jika

digunakan terlalu sering.

16
Abdul Hamid, Penyusunan Tes Tertulis (Paper And Pencil Test), (Ponorogo: Uwais Inspirasi
Indonesia, 2019), hal. 19.
17
Abdul Hamid, Penyusunan Tes Tertulis (Paper And Pencil Test), (Ponorogo: Uwais Inspirasi
Indonesia, 2019), hal. 21.
3. Aplikasi Quizizz

a. Pengertian Aplikasi Quizizz

Aplikasi Quizizz merupakan platform teknologi yang

digunakan dalam penelitian dengan tujuan membuat dan

meningkatkan alat evaluasi dalam konteks pembelajaran.18 Quizizz

adalah media alat evaluasi pembelajaran yang bersifat naratif dan

fleksibel, dikarenakan dapat sebagai bahan sarana menyampaikan

materi dan juga dapat dimanfaatkan untuk media evaluasi yang

menyenangkan dan menarik peserta didik.19 Quizizz ini merupakan

webtool yang dapat membuat game soal yang interaktif yang dapat

digunakan dalam kelas pada saat pembelajaran.20

Kesimpulan dari pengertian aplikasi Quizizz adalah sebuah

ruang yang didalamnya dilengkapi dengan fitur-fitur yang menarik

sehingga dapat membantu para pendidik untuk membuat soal yang

lebih variatif dalam dunia pendidikan.

b. Tujuan Aplikasi Quizizz

Quizizz merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk

membuat kuis interaktif yang menarik dalam pendidikan.21 Aplikasi ini

18
Etika Dyah Puspitasari dkk, Pembelajaran Untuk Menjaga Siswa Di Masa Pandemi (Antalogi
Esai Mahasiswa Pendidikan Biologi), (Yogyakarta: UAD Press, 2021), hal. 209.
19
Unik Hanifah Salsabila dkk, Pemanfaatan Aplikasi Quizizz Sebagai Media Pembelajaran
Ditengah Pandemi Pada Siswa SMA, Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi, Vol. 4, No. 2, 2020,
hal. 165.
20
Prima Mutia Sari dan Husnin Nahry Yarza, Pelatihan Penggunaaan Aplikasi Quizizz Dan
Wordwall Pada Pembelajaran IPA Bagi Guru-guru SDIT Al-Kahfi, Jurnal Pengabdian Masyarakat
Berkemajuan, Vol. 4, No. 2, 2021, hal. 196.
21
Rusdianti Wuryaningrum dkk, Menggagas Pembelajaran Sastra Indonesia Pada Era
Kelimpahan, (Malang: UNISMA PRESS, 2021), hal. 15.
juga dapat membantu memotivasi belajar peserta didik, meningkatkan

hasil belajar, dan merangsang suatu komponen visual dan verbal

peserta didik.22 Kesimpulan dari tujuan aplikasi Quizizz ialah aplikasi

Quizizz ini dapat membantu dalam dunia pendidikan dalam pembuatan

soal agar peserta didik agar tidak merasa bosan dan dapat

meningkatkan daya pikir peserta didik itu sendiri.

c. Langkah-langkah Aplikasi Quizizz

Langkah awal pembuatan akun Quizizz sebelum digunakan

untuk alat evaluasi pembelajaran. Proses pembuatan akun Quizizz ini

sangat sederhana. Untuk sesama pendidik yang belum memiliki akun

Quizizz, berikut adalah langkah-langkah yang dapat diikuti:

Buka situs Website Quizizz di [Link] melalui

browser. Pilih bagian yang bagian paling atas.

Gambar 2.1 Tampilan Website Quizizz

Halaman web Quizizz terbuka, Tampilan yang muncul sesuai

pada gambar 2.2 dibawah ini. Kalian bisa setting bahasa sesuai yang

22
Hotniati Silitonga, Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran, Vol. 2, No. 2, 2021,
hal.148.
kalian inginkan di kiri bawah (lingkaran hijau). Setelah itu kalian bisa

klik “Daftar Gratis” untuk mendaftarkan akun kalian secara gratis

(lingkaran merah) pada akun guru bagi kalian para pendidik.

Gambar 2.2 Halaman Awal Web Quizizz

Tahap selanjutnya bagi pengguna pertama dapat mendaftar

terlebih dahulu dengan memilih beberapa opsi yang tersedia pada

gambar 2.3. Cara yang pertama adalah mendaftarkan dengan akun

Google/Gmail. Cara yang kedua yakni masuk dengan nomor telepon.

Cara yang ketiga ini jika akun Gmail kalian belum masuk ke akun

Google. Jika menggunakan cara ketiga ini kita diminta untuk

memasukkan alamat e-mail dan password untuk e-mail selain yang

dibuat untuk akun Google. Cara yang lain yakni dengan akun facebook,

Microsoft, Apple, atau Others (lingkaran merah).


Cara 1

Cara 2
Cara 3

Gambar 2.3 Tampilan memilih akun e-mail

Pilih akun Gmail atau Klik bagian “Lanjut dengan Gmail/Akun

[Link]”. Tampilan akan muncul seperti pada gambar 2.4. Tampilan

E-mail yang muncul adalah akun google yang kalian gunakan pada saat

itu dan jika banyak akun yang muncul maka pilih salah satu akun.

Gambar 2.4 Tampilan masuk akun e-mail

Tampilan yang muncul seperti pada gambar 2.5. Klik salah satu

dari opsi antara Sekolah, Perusahaan dan Keperluan Pribadi. Karna

Aplikasi Quizizz ini untuk menunjang pendidikan pada Sekolah maka

klik bagian “Sekolah”.


Gambar 2.5 Tampilan pengguna tahap 1

Gambar 2.6 Tampilan pengguna tahap 2

Pilih salah satu dari tampilan di layar antara Tidak ada akses

handphone/computer, Kadang-kadang dapat mengakses

handphone/computer, dan Boleh memakai handphone/komputer.

Penulis memilih kadang-kadang karena di sekolah peserta didik

diperbolehkan untuk menggunakan lab komputer tetapi tidak

diperkenankan membawa handphone


Gambar 2.7 Tampilan pengguna tahap 3

Pertama kali kalian masuk penampilan halaman awal

diperlihatkan dengan banyak pilihan mata pelajaran. Kalian tinggal

pilih pelajaran apa yang kalian inginkan atau yang kalian butuhkan. Jika

telah memilih salah satu dari opsi yang terdapat pada gambar 2.8 maka

klik Simpan.

Gambar 2.8 Tampilan pengguna tahap 4

Tampilan awal beranda Quizizz terdapat banyak pilihan soal

dari hasil pengguna Quizizz lain dan beraneka macam jenis soal dari

berbagai mata pelajaran. Sehingga sangat mempermudah sebagai bahan

referensi membuat soal pelajaran tertentu.


Menu Perpustakaan berisi tentang soal yang pernah dibuat.

Sehingga dapat menjadikana arsip soal dan juga mengubah soal sesuai

keinginan dan kebutuhan kalian. Menu Hasil berisi tentang hasil nilai

seluruh peserta didik yang telah menyelesaikan semua soal-soal dari

seorang pendidik. Menu Pengaturan berisi tentang akun yang kalian

gunakan yang bisa kalian ubah sesuai keinginan kalian, dan terdapat

opsi bahasa yang dapat kalian pilih sesuai keinginan dan kebutuhan

kalian, serta terdapat pengubahan sandi jika kalian ingin membuat akun

terseubt lebih aman, dan jika kalian ingin menghapus akun juga bisa di

pengaturan ini bagian paling bawah.

Menu Detail berisi tentang pilihan Meme, Koleksi, Profil,

Keluar, Sedikit. Menu Meme berisi tentang pembuatan meme yang

bisa diambil dari perangkat kalian, search google, atau bisa kalian buat

melalui Canva (aplikasi Quizizz dapat terhubung keaplikasi Canva).

Menu Koleksi berisi tentang kumpulan soal-soal atau kumpulan meme

jika kalian masukkan kedalam koleksi maka akan terlihat di menu ini.

Menu Profil berisi tentang Judul (Tn, Ms, Nyonya, dr, Mx), Nama

Depan, Nama Belakang, Kelas yang akan digunakan, dan subjek (mata

pelajaran), dan Sekolah/Organisasi (tempat sekolahan). Menu Keluar

ini untuk kalian yang ingin keluar dari akun tersebut. Menu Buat berisi

pilihan soal dan presentasi interaktif maka klik sesuai yang kalian

butuhkan seperti pada gambar 2.10. Bagian Quiz digunakan untuk


membuat soal-soal dan presentasi interaktif digunakan untuk peserta

didik.

Buat

Perpustakaan
Hasil
Pengaturan

Gambar 2.9 Tampilan Beranda Aplikasi Quizizz

Gambar 2.10 Tampilan Menu Buat

Bagian Ubah link jadi Quiz digunakan untuk mengubah video

atau teks menjadi kuis, dan Unggah dokumen digunakan untuk

mengubah dokumen PDF, DOC, dan PPT menjadi sebuah kuis.

Berhubung penulis membuat soal maka klik bagian Quiz. Setelah klik

Quiz maka tampilannya seperti pada gambar 2.11. Jika ingin membuat

soal maka klik Buat dari awal.


Gambar 2.11 Tampilan Setelah klik Quiz

Tampilan Menu yang terdapat pada gambar 2.12. setelah klik

Buat dari awal. Kalian dapat menentukan bentuk soal sesuai dengan

keinginan dan kebutuhan. Banyak pilihan menu digunakan untuk

membuat berbagai model soal dari pilihan ganda, susun ulang, seret dan

lepas, respon matematika, atau penanda, mengkategorikan, isi bagian

yang kosong, menjodohkan, jatuhkan ke bawah, label gambar, grafik

MTK, atau pemahaman dan masih banyak lagi menu yang lainnya.

Gambar 2.12 Tampilan Pilihan Bentuk Kuis


dalam Quizizz
Tampilan pilihan ganda untuk membuat kuis berupa jawaban

yang terdapat opsi pilihan ganda (a, b, c, d) dan bisa lebih. Soal dan

pilihan jawaban ditulis pada kolom yang sudah tersedia. Pada

pembuatan kolom soal dapat ditambahkan dengan gambar, suara, dan

video. Pada kolom jawaban dapat menambahkan gambar.

Icon seperti pada gambar 2.13 digunakan untuk menambahkan

gambar dari perangkat atau dapat mengambil dari google dan pencarian

yang tersedia. Menambah opsi pilihan jawaban maka klik samping

kanan kolom jawaban. Maksimal sampai 5 kolom jawaban.

Gambar 2.13 Tampilan Soal Pilihan Ganda

Icon seperti pada gambar 2.14 digunakan untuk menambahkan

sebuah suara dengan mudah. Dengan begitu soal ini dapat

mengeluarkan suara sehingga dapat memotivasi peserta didik untuk

lebih aktif pada saat evaluasi pembelajaran berlangsung.


Gambar 2.14 Tampilan tambahan Suara

Icon seperti pada gambar 2.15 digunakan untuk menambahkan

sebuah video dengan mudah. Dengan begitu soal ini dapat

menampilkan sebuah video yang bergerak dan juga bersuara. Adanya

fitur-fitur tersebut bisa kalian manfaatkan untuk lebih berinovasi

membuat sebuah evaluasi belajar lebih menarik.

Setelah semua soal selesai dibuat. Selanjutnya simpan soal atau

“Save Question” disisi kanan atas (lingkaran merah).

Gambar 2.15 Tampilan tambahan Video

Tampilan setelah simpan soal atau “Save Question” pada

gambar 2.15. Selanjutnya klik simpan pada sisi kanan atas (lingkaran

merah). Sehingga muncul tampilan pada gambar 2.17.


Gambar 2.16 Tampilan Setelah Simpan
Soal atau “Save Question”

Tampilan setelah pada gambar 2.16 setelah simpan soal, akan

muncul tampilan seperti pada gambar 2.17 yakni melengkapi judul

soal, materi pelajarannya, kelas berapa dan bahasa yang digunakan.

Setelah selesai diisi klik simpan bagian bawah (lingkaran merah)

sehingga soal akan tersimpan sehingga tampilan soal akan seperti pada

gambar 2.18.

Gambar 2.17 Tampilan Identitas Soal

Tampilan laman pada gambar 2.18 sudah dapat kalian gunakan

untuk memulai kuis dengan cara yang berbeda-beda yakni Main Quiz
Langsung, Jadikan PR, dan Mode Kertas. Penulis menggunakan

mode kertas seperti pada gambar 2.19.

Gambar 2.18 Tampilan Menu Setelah Simpan Identitas

Klik Mode Kertas, pertama, diminta untuk menceklis bagian

“Print Kartu QR untuk siswa Anda” disana kalian download pdfnya

yang isinya terdapat petunjuk penggunaan QR dan juga sekaligus

terdapat QR gratis sebanyak 60 QR sehingga dapat kalian gunakan

untuk 60 peserta didik. Kedua, “Unduh Aplikasi Seluler Quizizz” pada

handphone kalian. Jika semua sudah terceklis dapat mulai

mengkoneksikan pada handphone kalian dengan klik “Mulai”. Jika

sudah klik mulai tampilan akan berubah seperti yang terlihat pada

gambar 2.20.

Gambar 2.19 Tampilan Mode Kertas


Gambar 2.20 Tampilan setelah klik Mulai

Buka aplikasi Quizizz di handphone dengan tampilan beberapa

tahap seperti yang ada pada gambar 2.21. Klik sesuai dengan kriteria

yang kalian butuhkan.

Gambar 2.21 Tampilan Awal Penggunaan Aplikasi Quizizz di

Handphone
Aplikasi Quizizz di Handphone, setelah melalui beberapa

tahapan akan masuk ke Halaman awal dan otomatis jika QR tadi

disambungkan maka akan terkoneksi dengan sendirinya. Seperti

gambar pada 2.22.

Klik mulai sekarang maka soal sudah bisa di tampilkan pada

layar laptop atau layar proyektor dan di handphone. Dengan begitu

peserta didik dapat mengerjakan soal dengan jangka waktu yang sudah

ditentukan.

Gambar 2.22 Tampilan Handphone setelah Terhubung

dengan Laptop

Pada saat peserta didik menjawab soal maka akan terlihat antara

menjawab dengan benar atau salah. Tampilan benar salah dapat dilihat

pada gambar 2.23. Warna merah menandakan jawaban salah dan warna

hijau menandakan jawaban benar.


Gambar 2.23 Tampilan Scan di Handphone

Setelah semua peserta didik sudah menyelesaikan pada satu soal

maka akan muncul nilai hasil dari jawaban pada masing-masing peserta

didik. Gambar sebelah kiri merupakan hasil tampilan di layar

Handphone. Jika gambar sebelah kanan merupakan hasil tampilan

dilayar Laptop.

Gambar 2.24 Hasil Nilai di Handphone (Kiri) dan di Laptop

(Kanan)
Hasil Peserta Didik secara otomatis terlihat pada layar laptop

atau proyektor dan di handphone sehingga terlihat siapa saja yang

menjawab benar dan salah dari keseluruhan soal yang ada sehingga

dapat dipastikan siapa yang mendapatkan juara atau rangking. Seperti

pada gambar 2.25.

Hasil penilaian dari keseluruhan soal yang telah dijawab oleh

peserta didik. Hasil nilai tersebut dapat download dan tersimpan

sebagai file berupa Excel. Sehingga memudahkan pendidik untuk arsip

nilai atau membuat nilai pada akhir pembelajaran.

Gambar 2.25 Tampilan Nilai Akhir Peserta Didik

d. Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Quizizz

1) Kelebihan dari Aplikasi Quizizz

a) Memudahkan para pendidik untuk membuat soal, karena dalam

aplikasi Quizizz terdapat banyak soal tersedia yang terdiri dari

berbagai macam mata pelajaran.23

23
Unik Hanifah Salsabila dkk, Pemanfaatan Aplikasi Quizizz Sebagai Media Pembelajaran
Ditengah Pandemi Pada Siswa SMA, Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi, Vol. 4, No. 2, 2020,
hal. 170.
b) Jawaban peserta didik salah atau benar terlihat, sehingga jika

jawaban peserta didik benar, poin yang didapat bertambah dan

jika jawaban peserta didik salah maka poin yang didapat tidak

bertambah atau tetap. Hasil tersebut dapat memotivasi peserta

didik untuk lebih rajin untuk belajar.

c) Hasil nilai peserta didik muncul di akhir kuis dengan

ditampilkannya soal yang sudah terjawab oleh peserta didik

sehingga peserta didik dapat mencermati kembali jawaban yang

telah dipilih.

d) Hasil peserta didik disertai dengan poin yang didapat beserta

peringkat atau rangking yang didapat. Sehingga peserta didik

dapat mengevaluasi agar kedepannya nilai yang kurang

memenuhi kriteria lebih maksimal.

2) Kekurangan dari Aplikasi Quizizz

a) Jaringan atau internet yang sewaktu-waktu bermasalah. Membuka

aplikasi Quizizz membutuhkan internet jika internet bermasalah

maka tidak bisa digunakan.24

b) Permasalahan manajemen waktu, peserta didik yang awalnya bisa

mendapatkan peringkat atas tetapi pada saat mengerjakan soal

dengan aplikasi ini malah turun peringkatnya, karena tidak

memanajemen waktu dengan baik. Peserta didik tertinggal untuk

24
Shita Krisnasari dkk. Pemanfaatan Aplikasi Quizizz Dalam Pembelajaran Literasi Dan
Numerasi Di PAUD, Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Vol. 5, No. 6, 2022, hal. 1733.
menjawab, karena setiap soal pengerjaannya terdapat durasi

waktu yang sudah ditentukan.

4. Hasil Belajar

a. Pengertian Hasil Belajar

Hasil belajar terdiri dua kata yang terdiri dari kata “hasil” dan

“belajar”. Pengertian hasil merupakan perolehan atau pendapatan yang

didapatkan dari suatu kegiatan yang dilakukan oleh suatu orang

tersebut. Sedangkan belajar menunjukkan perubahan pengetahuan serta

tingkah laku dengan berbagai macam kegiatan seperti membaca,

mendengarkan, menganalisis, menirukan dan lain sebagainya.25

Hasil belajar adalah kemampuan serta penguasaan peserta didik

yang diambil dari materi mata pelajaran tertentu dari ranah penilaian

pengetahuan, sikap, dan keterampilan.26 Hasil belajar menunjukkan

setelah mengikuti proses pembelajaran terdapat perubahan dalam

pengetahuan, pemahaman, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang

terjadi pada peserta didik.27 Hasil belajar merupakan hasil maksimum

yang diperoleh oleh peserta didik setelah proses belajar mengajar pada

materi pelajaran tertentu.28

25
Julhadi, Hasil Belajar Peserta didik (Ditinjau Dari Media Komputer Dan Motivasi),
(Tasikmalaya: Edu Publisher, 2020), hal. 4.
26
I Putu Ade Andre Payadnya dkk, Panduan Lengkap Penelitian Tindakan Kelas (PTK),
(Yogyakarta: Deepublish Publisher, 2022), hal.84.
27
Hilda dkk, Media Pembelajaran SD, (Semarang: Cahya Ghani Recovery, 2023), hal.2.
28
Aprilia Nurul Chasanah, 27 Cara Asyik Belajar Matematika, (Mungkid: Pustaka Rumah Cinta,
2020), hal.300.
Kesimpulan dari pengertian hasil belajar, bahwasannya

pencapaian dari proses belajar mengajar peserta didik terhadap nilai

yang diperoleh. Mencakup kompetensi, pengetahuan, atau

keterampilan tertentu yang berhasil dicapai oleh peserta didik setelah

mengikuti kegiatan belajar mengajar. Karena hasil belajar mencakup

segala prestasi yang dicapai oleh peserta didik, yang dinilai sesuai

dengan kriteria yang digunakan pada lembaga pendidikan.

b. Jenis Penilaian Hasil Belajar

Penilaian hasil belajar adalah mengumpulkan informasi

mengenai kemajuan peserta didik dalam pembelajaran dengan tujuan

membuat keputusan berdasarkan kriteria tertentu.29 Kriteria yang

digunakan dalam penilaian hasil belajar peserta didik, merupakan

gabungan dari jenis penilaian yakni ranah pengetahuan (kognitif), sikap

(afektif), dan keterampilan (psikomotorik).

1) Ranah Pengetahuan (Kognitif)

Ranah pengetahuan (kognitif) ialah proses berpikir berupa

kemampuan untuk mengaitkan, menilai dan menentukan sesuatu.30

Pemahaman peserta didik dari hasil proses belajar sehingga ia dapat

mengaitkan, menilai, dan menentukan informasi yang telah

didapatkan dari proses pembelajaran. Untuk mengukur hasil belajar

29
Muhammad Ropii dan Muh. Fahrurozzi, Evaluasi Hasil Pembelajaran, (Lombok Timur:
Universitas Hamzanwadi Press, 2017), hal.3.
30
Galih Widyatmojo dan Ali Muhtadi, Pengembangan Multimedia Pembelajaran Interaktif
Berbentuk Game Untuk Menstimulasi Aspek Kognitif Dan Bahasa Anak TK, Jurnal Inovasi Teknologi
Pendidikan, Vol. 4, No. 1, 2017, hal.39.
peserta didik, pendidik dapat melakukan evaluasi berupa tes lisan

maupun tes tertulis.

2) Ranah Sikap (Afektif)

Ranah sikap (afektif) ialah proses yang didasari pada

pengembangan aspek perasaan dan emosi, moral, nilai-nilai, budaya

dan keagamaan.31 Pemahaman peserta didik dapat diambil terhadap

perasaan yang ia miliki dapat mengontrol emosi, keberadaan moral

peserta didik dapat mencerminkan setiap tingkah lakunya, dan

budaya serta agama yang saling beriringan dengan baik dapat

mempengaruhi terhadap nilai peserta didik itu sendiri.

3) Ranah Keterampilan (Psikomotorik)

Ranah keterampilan (psikomotrik) ialah berkaitan dengan

keterampilan atau skill atau kemampuan untuk mencapai suatu hal

tertentu setelah proses belajar.32 Pemahaman peserta didik dapat

diambil dari suatu tindakan untuk melatih keterampilan atau

kemampuan peserta didik miliki seperti menggambar, melukis,

lompat jauh, bermain sepak bola, bola voli dan lain sebagainya.

c. Faktor Yang Memengaruhi Hasil Belajar

Faktor yang memengaruhi hasil belajar peserta didik terdiri dari

faktor internal dan faktor eskternal.33 Kedua faktor tersebut dapat

31
Ina Magdalena, Evaluasi Pembelajaran SD (Teori Dan Praktik), (Sukabumi: CV Jejak, 2020),
hal.41.
32
Hendro Widodo, Evaluasi Pendidikan, (Yogyakarta: UAD Press, 2021), hal. 140.
33
Arsyi Mirdanda, Motivasi Berprestasi & Disiplin Peserta Didik Serta Hubungannya Dengan
Hasil Belajar, (Pontianak: Yudha English Gallery, 2018), hal.37.
memengaruhi dalam proses belajar peserta didik karena manusia untuk

mencapai hasil belajar tidak hanya dengan fisik tetapi juga menyangkut

otak yang artinya juga berfikir.34

1) Faktor Internal

Faktor Internal merupakan faktor yang muncul dalam diri

peserta didik itu sendiri sehingga dapat mempengaruhi hasil

belajarnya. Dalam faktor fisik misalnya kesehatan, cacat tubuh, buta,

tuli, lumpuh dan lain sebagainya. Keadaan tersebut dapat

mempengaruhi proses belajar peserta didik. Peserta didik akan

merasakan kesulitan atau aktivitasnya akan terbatas selama

pembelajaran.

Peserta didik dalam keadaan fisik yang segar jasmani dan

rohaninya akan berbeda proses belajarnya dibandingkan dengan

peserta didik yang dalam keadaan cacat. Proses belajar akan

terganggu jika fisiknya terganggu, selain itu juga kurang

bersemangat dan sering mengantuk. Dengan demikian dapat

mempengaruhi hasil belajar.

Peserta didik juga didorong oleh otak atau pikirannya seperti

peserta didik yang memang dari lahir atau dilahirkan sebagai orang

yang cerdas, motivasi- motivasi yang diperoleh dan kemauan peserta

didik itu sendiri, serta sikap dan bakat yang dimilikinya. Keadaan

34
Endang Sri Wahyuningsih, Model Pembelajaran Mastery Learning Upaya Peningkatan
Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa, (Yogyakarta: Deepublish Publisher, 2020), hal.69.
tersebut dapat menunjang proses belajar peserta didik sehingga

berpengaruh dalam hasil belajar.

2) Faktor Eksternal

Faktor Eksternal merupakan faktor yang muncul dari luar

peserta didik yang mana juga dapat mempengaruhi hasil belajarnya

seperti faktor lingkungan sosial dan faktor non sosial. Seperti sikap

masyarakat atau orang tua kepada peserta didiknya mengenai

pendidikan agamanya, lingkungan sekolahnya, serta pengaruh

perkembangan teknologi di zaman modern ini seperti adanya

internet, games online, dan berbagai platform media sosial yang

lain.35

5. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial

a. Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial

Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu pengetahuan yang ada

kaitannya dengan alam secara sistematis, sehingga IPA tidak hanya

menguasai dalam hal pengetahuan secara fakta, konsep, prinsip, serta

proses yang disandingkan dengan sebuah peristiwa yang berkaitan

dengan alam.36 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ini membahas tentang

alam dam ilmu yang ada pada peristiwa yang terjadi pada lingkungan

sekitar sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan.

35
Siti Maesaroh, Peranan Metode Pembelajaran Terhadap Minat Dan Prestasi Belajar Pendidikan
Agama Islam, Jurnal Kependidikan, Vol. 1, No. 1, 2013, hal 166.
36
Atep Sujana, Dasar-Dasar IPA Konsep dan Aplikasinya, (Bandung: UPI PRESS, 2014), hal. 4.
Sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan ilmu pengetahuan

yang didalamnya membahas tentang peristiwa, fakta, konsep, dan

generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial di lingkungan

sekitarnya.37 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ini membahas tentang

keadaan lingkungan sekitar yang menyangkut dengan sikap manusia

terhadap yang lain.

Pembelajaran IPA dan IPS menjadi IPAS ini muncul ketika

perubahan kurikulum sebelumnya ke kurikulum merdeka. Adanya

perubahan ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan para

peserta didik agar dapat berpikir lebih kritis untuk menghadapi

permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari pada saat ini dan pada

saat yang akan datang.38

b. Karakteristik Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial

Ilmu Pengetahuan Alam adalah pengetahuan yang diangkat dari

fenomena alam sesuai fakta, konsep, prinsip, dan hukum yang sudah

valid kebenarannya sesuai dengan metode ilmiah.39 Karakteristik yang

membedakan dengan bidang ilmu yang lain maka terdapat ciri-ciri

khusus sebagai berikut:

37
Safitri Yosita Ratri, Digital Storytelling Pada Pembelajaran IPS DI Sekolah Dasar, Jurnal Pena
Karakter, Vol. 01, No. 01, 2018, hal. 5.
38
Inggit Dyaning Wijayanti dan Anita Ekantini, Implementasi Kurikulum Merdeka Pada
Pembelajaran IPAS MI/SD, Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Vol. 08, No. 02, 2023, hal. 2107.
39
Hisbullah dan Nurhayati Selvi, Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Di Sekolah Dasar,
(Makassar: Penerbit Aksara Timur, 2018), hal. 1.
1) IPA memiliki validitas ilmiah yang memungkinkan siapapun

memverifikasi kebenarannya menggunakan metode dan prosedur

ilmiah yang sama yang telah digunakan oleh peneliti sebelumnya.

2) IPA merupakan kumpulan pengetahuan yang tersusun secara

sistematis dan khususnya terfokus pada fenomena alam.

3) IPA ialah pengetahuan teoritis yang dikembangkan atau

dikumpulkan melalui langkah-langkah tertentu, termasuk

observasi, eksperimen, penarikan kesimpulan, pembentukan teori,

serta pengulangan observasi dan eksperimen yang saling berkaitan.

4) IPA ialah serangkaian konsep yang saling berkaitan, yang diperoleh

dari hasil eksperimen dan observasi, yang digunakan sebagai dasar

untuk melakukan eksperimen dan observasi lebih lanjut.

5) IPA mencakup empat aspek, yakni produk, proses, penerapan, dan

sikap yang diperlukan dalam pengembangan pengetahuan dan

pemahaman tentang alam.

Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan dari ilmu-ilmu sosial yang

mencakup fakta konsep dan generalisasi.40 Adapun karakteristik Ilmu

Pengetahuan Sosial yang membedakan dengan bidang ilmu yang lain

terdapat ciri-ciri khusus sebagai berikut:

1) IPS tersusun secara sistematis dan mengikuti metodologi ilmiah

untuk membentuk disiplin ilmu.

40
Muhammad Aunur Rofiq, Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial Berorientasi Hots (Higher
Order Thingking Skills), (Semarang: CV. Pilar Nusantara, 2020), hal.31.
2) IPS melibatkan berbagai teori dan generalisasi yang dapat dipercaya,

kokoh, dan dapat diuji validitasnya.

3) IPS juga dikenal sebagai kerangka disiplin ilmu atau ide dasar.

4) IPS ini sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui pendekatan

konseptual melalui proses tanya jawab, pembuatan hipotesis, serta

pengumpulan data melalui observasi dan eksperimen.

Karakteristik Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial dapat

disimpulkan bahwa ilmu pembelajaran dari keduanya terdapat teori dan

generalisasi sehingga dapat diuji tingkat kevalidannya.

c. Tujuan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial

Pendidikan di Indonesia masih terbilang cukup rendah di mana

semua sudah terbilang serba canggih di zaman modern seperti

sekarang.41 Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial ini

merupakan cabang ilmu yang memiliki konteks saling berkaitan antara

aspek alam dan aspek sosial. Misalnya, hubungan alam dengan aspek

sosial, seperti bagaimana komponen alam dapat memengaruhi

kehidupan manusia, mencakup bidang seperti biologi dan kimia yang

berdampak pada ekonomi.

Masyarakat juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan alam,

termasuk bagaimana lingkungan tersebut membentuk budaya dan

interaksi antar individu dalam bermasyarakat. Selain itu, geografi

41
Yenin Nadhifah dkk, Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), (Padang: Global
Eksekutif Teknologi, 2023), hal. 1.
memerlukan pendekatan yang lebih kompleks dalam memahami

keterkaitan antara alam dan sosial, dengan fokus pada aspek lingkungan

dan wilayah, serta mempertimbangkan isu-isu terkait bencana yang

sangat memengaruhi baik aspek alam maupun sosial.

Mata pelajaran IPA dan mata pelajaran IPS, terlihat bahwa

keduanya memiliki saling melengkapi ketika digabungkan menjadi

mata pelajaran IPAS.42 Tujuan Pelajaran IPAS pada kurikulum

merdeka adalah untuk mengembangkan pengetahuan IPAS, minat serta

rasa ingin tahu, aktif dan terampil, peserta didik dapat mengenali

dirinya sendiri serta lingkungan sekitarnya.43

Interaksi manusia dengan lingkungan, termasuk alam, dapat

diintegrasikan melalui pendekatan ilmiah, sehingga pembelajaran IPA

dan IPS dapat berjalan beriringan dalam bentuk mata pelajaran IPAS.

Kedua mata pelajaran ini memiliki akar tujuan yang sama dalam

pemahaman alam dan interaksi antar manusia. Dalam konteks ini,

pengembangan literasi dan keterampilan numerasi peserta didik dalam

kurikulum meredeka dapat ditingkatkan melalui mata pelajaran IPAS

yang bersifat kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

42
Siti Muvidah dkk, Inovasi Media Pembelajaran Untuk Mata Pelajaran IPAS, (Semarang: Cahya
Ghani Recovery, 2023), hal. 62.
43
Nurul Saadah Agustina dkk, Analisis Pedagogical Content Knowledge terhadap Buku Guru
IPAS pada Muatan IPA Sekolah Dasar Kurikulum Merdeka, Jurnal Basicedu, Vol. 6, No. 5, 2022, hal.
9181.
B. Kerangka Berpikir

Masalah dalam mengevaluasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

dan Sosial (IPAS) di MI Hidayatul Mubtadiin Sukorame salah satunya adalah

bahwa guru memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan teknologi

pembelajaran. Saat melakukan penilaian harian, guru masih mengandalkan

media konvensional berupa kertas, yang membuat pembelajaran terasa

membosankan dan berdampak negatif pada motivasi belajar siswa yang

menurun. Selain itu, metode evaluasi yang menggunakan media konvensional

kurang praktis dan efektif, sehingga siswa memiliki peluang lebih besar untuk

menyontek saat penilaian harian dilakukan. Akibatnya, hasil evaluasi tidak

mencerminkan sepenuhnya kemampuan siswa pada materi tertentu yang

belum mereka pahami dengan baik.

Peneliti mengusulkan solusi dari permasalahan di atas dengan

mengembangkan alat evaluasi berupa kuis interaktif menggunakan aplikasi

Quizizz. Dengan mengimplementasikan alat evaluasi pembelajaran ini,

diharapkan dapat meningkatkan efektivitas evaluasi pembelajaran IPAS,

membuatnya lebih praktis, serta memberikan pengalaman pembelajaran yang

lebih menarik dan tidak monoton.

Keunggulan dari penggunaan aplikasi Quizizz dalam evaluasi

pembelajaran IPAS adalah siswa tidak memiliki kesempatan untuk

menyontek karena adanya peraturan terkait waktu dan tempat duduk siswa.

Selain itu, hasil evaluasi siswa akan secara otomatis ditampilkan di layar

monitor saat mereka menjawab pertanyaan, sehingga diharapkan dapat


meningkatkan motivasi belajar siswa setelah melihat hasil dari evaluasi yang

mereka kerjakan. Berikut dapat dilihat kerangka berpikir penelitian pada

halaman berikutnya:

Analisis kebutuhan Terkait Materi IPAS :


1. Peserta didik banyak
yang menyontek
2. Rendahnya motivasi
Desain produk dengan belajar
menggunakan storyboard 3. Alat evaluasi yang
kurang fleksibel

Pengembangan alat
evaluasi pembelajaran
berupa aplikasi quizizz

Validasi alat evaluasi


berupa aplikasi quizizz

Revisi produk
berdasarkan dengan
saran dan komentar Layak
validator

Tidak layak

Uji coba produk

Gambar 2.26 Kerangka Berpikir Penelitian


C. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pengembangan alat

evaluasi pembelajaran menggunakan aplikasi Quizziz untuk meningkatkan

hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS kelas IV MI. Peneliti

terdahulu ini dapat digunakan sebagai acuan bagi peneliti untuk pelaksanaan

penelitian agar lebih baik dari penelitian sebelumnya. Berikut beberapa hasil

penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan

peneliti:

1. Penelitian ini telah diteliti oleh Anis Safitri, Lilan Dama, dan Jusna Ahmad

(2023) dengan judul “Pengembangan Instrumen Evaluasi Melalui

Aplikasi Quizziz Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada

Materi Perubahan Lingkungan Di SMA Negeri 02 Gorontalo”.44

Berdasarkan penelitian ini peneliti menggunakan metode yang sama yakni

pengembangan atau Research and Development. Jenis penelitian yang

digunakan berbeda yakni menggunakan pengembangan model four-D.

Instrumen pengumpulan data yang sedikit berbeda yaitu menggunakan

metode wawancara pada guru biologi. Produk yang digunakan untuk alat

evaluasi peserta didik sama yakni Aplikasi Quizizz. Materi yang

disampaikan berbeda dengan peneliti ini yakni kelas X SMA, subjeknya

berbeda dengan peneliti ini yang targetnya adalah kelas X SMA

sedangakan peneliti targetnya adalah kelas IV MI.

44
Anis Safitri dkk, Pengembangan Instrumen Evaluasi Melalui Aplikasi Quizziz Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Perubahan Lingkungan Di SMA Negeri 2
Gorontalo, Jurnal Pendidikan, Vol. 11, No. 1, 2023, hal. 78.
2. Penelitian ini telah diteliti oleh Jahring, Herlina, Nasruddin, dan

Astrinasari (2022) dengan judul “Pengembangan Instrumen Evaluasi

Pembelajaran Matematika Berbasis Online Menggunakan Aplikasi

Quizziz”.45 Berdasarkan penelitian ini peneliti menggunakan metode yang

sama yakni pengembangan atau Research and Development. Jenis

penelitian yang digunakan berbeda yakni menggunakan pengembangan

model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan

Evaluation). Instrumen pengumpulan data yang digunakan sama yaitu

menggunakan validasi materi, lembar validasi media, soal tes dan angket

respon peserta didik. Produk yang digunakan untuk alat evaluasi peserta

didik sama yakni Aplikasi Quizizz. Materi yang disampaikan berbeda

dengan peneliti yakni materi matriks, subjeknya berbeda dengan peneliti

gunakan yakni 12 orang kelas XI MIA SMA Negeri 2 Kolaka.

3. Penelitian ini telah diteliti oleh Ririn Indah Kusumadewi, Candra Aeni

(2022) dengan judul “Pengembangan Alat Evaluasi Pembelajaran Online

Menggunakan Aplikasi Quizizz Pada Mata Pelajaran Ekonomi”.46

Berdasarkan penelitian ini peneliti menggunakan metode yang sama yakni

pengembangan atau Research and Development. Jenis penelitian yang

digunakan berbeda yakni menggunakan model Borg & Gall. Instrumen

pengumpulan data yang digunakan berbeda yaitu menggunakan lembar

45
Jahring dkk, Pengembangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Matematika Berbasis Online
Menggunakan Aplikasi Quizizz, Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, Vol. 11, No. 2, 2022, hal.
879.
46
Ririn Indah Kusumadewi dan Candra Aeni, Pengembangan Alat Evaluasi Pembelajaran Online
Menggunakan Aplikasi Quizizz Pada Mata Pelajaran Ekonomi, Jurnal Oportunitas Unirow Tubah, Vol.
03, No. 01, 2022, hal. 24.
validasi. Produk yang digunakan untuk alat evaluasi peserta didik sama

yakni Aplikasi Quizizz. Materi yang disampaikan berbeda dengan peneliti

yakni mata pelajaran ekonomi, subjeknya berbeda dengan peneliti

gunakan yakni siswa kelas X MA Hisyimiyah.

4. Penelitian ini telah diteliti oleh Lani Dwi Kurnia, Sri Haryanti, dan Roza

Linda (2022) dengan judul “Pengembangan Instrumen Evaluasi Higher

Order Thinking Skills Menggunakan Quizizz Pada Materi Termokimia

untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta

Didik”.47 Berdasarkan penelitian ini peneliti menggunakan metode yang

sama yakni pengembangan atau Research and Development. Jenis

penelitian yang digunakan berbeda yakni menggunakan model Plomp.

Instrumen pengumpulan data yang digunakan berbeda yaitu menggunakan

data dalam bentuk angka hasil validasi dan hasil uji coba terbatas. Produk

yang digunakan untuk alat evaluasi peserta didik sama yakni Aplikasi

Quizizz. Materi yang disampaikan berbeda dengan peneliti yakni materi

pokok bahasan termokimia, subjeknya berbeda dengan peneliti gunakan

yakni peserta didik SMAN 2 Pekanbaru dan MAN 1 Pekanbaru.

5. Penelitian ini telah diteliti oleh Ninda Ayu Narasati, Rosmawati Saleh, dan

Riyan Arthur, (2022) dengan judul “Pengembangan Alat Evaluasi

Berbasis HOTS Menggunakan Aplikasi Quizizz Pada Mata Pelajaran

47
Lani Dwi Kurnia dkk, Pengembangan Instrumen Evaluasi Higher Order Thinking Skills
Menggunakan Quizizz Pada Materi Termokimia untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat
Tinggi Peserta Didik, Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, JPSI 10 (1):176-190, 2022, hal. 187-188.
Mekanika Teknik Dalam Pembelajaran Jarak Jauh”.48 Berdasarkan

penelitian ini peneliti menggunakan metode yang sama yakni

pengembangan atau Research and Development. Jenis penelitian yang

digunakan berbeda yakni menggunakan model pengembangan ADDIE

(Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation).

Instrumen pengumpulan data yang digunakan sedikit berbeda yaitu

menggunakan tes dan angket. Produk yang digunakan untuk alat evaluasi

peserta didik sama yakni Aplikasi Quizizz. Materi yang disampaikan

berbeda dengan peneliti yakni mata pelajaran mekanika teknik, subjeknya

berbeda dengan peneliti gunakan yakni siswa kelas X DPIB SMK Negeri

52 Jakarta dan kelas X DPIB SMK Negeri 1 Jakarta, dan kelas X KGSP di

SMK Negeri 4 Jakarta dan kelas X DPIB SMK Negeri 35 Jakarta.

Persamaan antara peneliti terdahulu dengan sekarang adalah sama

menggunakan metode Research and Development, sama-sama menggunakan

software aplikasi Quizizz dan perbedaan terletak pada model yang digunakan,

materi yang diterapkan, sasaran subjek penelitian, jenjang kelas, serta lokasi

atau tempat penelitian. Penelitian terdahulu diatas dapat disajikan dalam

bentuk tabel sebagai berikut:

48
Ninda Ayu Narassati dkk, Pengembangan Alat Evaluasi Berbasis HOTS Menggunakan Aplikasi
Quizizz Pada Mata Pelajaran Mekanika Teknik Dalam Pembelajaran Jarak Jauh, Jurnal Pendidikan Teknik
Sipil, Vol. III, No. 2, Novmber 2021, hal. 169.
Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu
Nama Penelitian Perbandingan
dan Judul Hasil Penelitian
Persamaan Perbedaan
Penelitian
Pengembangan 1. Sama 1. Model Hasil uji coba N-Gain
instrumen evaluasi menggunakan penelitian pada uji keefektifan
melalui aplikasi metode berbeda yakni dengan menggunakan
Quizziz untuk pengembangan model four-D instrument dan angket
meningkatkan hasil (Research and 2. Teknik peserta didik pada 10
belajar peserta Development) pengumpulan peserta didik di kelas
didik pada materi 2. Sama-sama data yang X menunjukkan skor
perubahan pengembangan berbeda rata-rata 0,60 (sedang)
lingkungan di SMA pada alat 3. Materi yang sehinga layak untuk
Negeri 02 evaluasi diajarkan digunakan dalam
Gorontalo pembelajaran berbeda pembelajaran biologi
3. Sama-sama 4. Subjek pada materi perubahan
menggunakan penelitian yang lingkungan
Software berbeda
aplikasi Quizizz
Pengembangan 1. Sama 1. Model Hasil penelitian yang
instrumen evaluasi menggunakan penelitian yang digunakan dinyatakan
pembelajaran metode berbeda yakni layak setelah validasi
matematika pengembangan model ADDIE oleh validator dengan
berbasis online (Research and (Analysis, ke empat instrumen
menggunakan Development) Design, dengan hasil semua
aplikasi Quizziz 2. Teknik Developmen, dalam kriteria positif
pengumpulan Implementatio sehingga memenuhi
data yang ,dan Evaluation) kriteria valid, praktis,
digunakan 2. Materi yang dan efektif
sama digunakan
3. Sama-sama berbeda
menggunakan 3. Lokasi
Software penelitian yang
aplikasi Quizizz digunakan
peneliti berbeda
4. Kelas yang
digunakan
peneliti berbeda
Pengembangan alat 1. Sama 1. Model penelitian Hasil penelitian yang
evaluasi menggunakan yang berbeda digunakan dinyatakan
pembelajaran metode yakni model layak digunakan untuk
online pengembangan Borg & Gall pembelajaran atau
menggunakan (Research and 2. Teknik penelitian selanjutnya
aplikasi quizizz Development) pengumpulan karena pada ketiga ahli
pada mata 2. Sama-sama data yang menyatakan bahwa
pelajaran ekonomi menggunakan berbeda hasilnya sangat valid
Software 3. Materi yang dengan perolehan 0,52
aplikasi Quizizz digunakan yakni cukup reliabel
berbeda
4. Lokasi
penelitian yang
digunakan
peneliti berbeda
Nama Penelitian Perbandingan
Hasil Penelitian
dan Judul
Persamaan Perbedaan
Penelitian
5. Kelas yang
digunakan
peneliti
berbeda
Pengembangan 1. Sama 1. Model penelitian Hasil penelitian yang
instrumen evaluasi menggunakan yang berbeda digunakan dinyatakan
higher order metode yakni model valid berdasarkan
thinking skills pengembangan plomp validator materi dan
menggunakan (Research and 2. Teknik media. Dan
quizizz pada materi Development) pengumpulan mendapatkan respon
termokimia untuk 2. Sama-sama data yang sangat baik dari
meningkatkan menggunakan berbeda pengguna, guru dan
kemampuan Software 3. Materi yang pada peserta didik
berpikir tingkat aplikasi Quizizz digunakan
tinggi peserta didik berbeda
4. Lokasi penelitian
yang digunakan
peneliti berbeda
5. Kelas yang
digunakan
peneliti berbeda
Pengembangan alat 1. Sama 1. Teknik Hasil penelitian yang
evaluasi berbasis menggunakan pengumpulan digunakan dinyatakan
HOTS metode data yang pada penggunaan
menggunakan pengembangan berbeda aplikasi Quizizz
aplikasi Quizizz (Research and 2. Materi yang memperoleh kategori
pada mata Development) digunakan tinggi sehingga efisien
pelajaran mekanika 2. Model berbeda dan efektif jika
teknik dalam penelitian yang 3. Lokasi penelitian digunakan oleh peserta
pembelajaran jarak digunakan sama yang digunakan didik dalam proses
jauh yakni model peneliti berbeda evaluasi pembelajaran
ADDIE 4. Kelas yang jarak jauh
(Analysis, digunakan
Design, peneliti berbeda
Developmen,
Implementation,
dan Evaluation)
3. Sama-sama
menggunakan
Software
aplikasi Quizizz

Tabel 2.1 dapat diambil kesimpulan bahwa penelitian terdahulu dengan

penelitian ini dalam pelaksanaannya sama-sama menggunakan metode

Research and Development dan sama-sama menggunakan software aplikasi

Quizizz. Sedangkan perbedaan antara peneliti terdahulu dan penelitian yang


sekarang dapat dilihat dari model yang digunakan, mata pelajaran yang

diterapkan, sasaran subjek penelitian, jenjang kelas yang digunakan, lokasi

atau tempat penelitian serta uji analisis yang dilakukan peneliti. Dengan

demikian peneliti akan melakukan penelitian mengenai “Pengembangan Alat

Evaluasi Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Quizziz Untuk Meningkatkan

Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran IPAS Kelas IV Mi Hidayatul

Mubtadiin Sukorame”

Anda mungkin juga menyukai