MSDS Oksigen Samator Indonesia
MSDS Oksigen Samator Indonesia
Halaman : 1
Revisi No : 0
KESELAMATAN Tanggal diterbitkan :
6 Jan 2014
OKSIGEN
1. IDENTIFIKASI SENYAWA
2. IDENTIFIKASI BAHAYA
Label elemen :
Page 1 of 8
Pencegahan : Jauhkan dari benda yang mudah terbakar, valve harus bersih
dari grease atau Oli.
Penggunaan atau penyimpanannya diarea terbuka atau tempat
yang berventilasi cukup
Terkena kulit : Bilas kulit yang terkontaminasi dengan air dan sabun selama 15
menit dan lepas baju dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci baju
dan bersihkan sepatu sebelum digunakan kembali. Berikan
pertolongan medis dengan segera
Terkena mata : Cek dan lepaskan jika ada lensa kontak yang digunakan. Segera
bilas mata dengan air selama 15 menit dengan mengedipkan
kelopak mata secara berkala. Berikan pertolongan medis dengan
segera.
Kumpulan gejala / efek terpenting, baik akut maupun Iritasi, perubahan suhu tubuh, mual, susah nafas, detak jantung
tertunda tidak teratur, pusing, disorientasi, halusinasi, tremor, kongesti
paru dan kerusakan paru.
Page 2 of 8
Indikasi yang memerlukan bantuan medis dan tindakan : Tidak diketahui
khusus, jika diperlukan
Media pemadam yang sesuai : APAR Jenis Karbondioksida dan Serbuk Kimia Kering. Untuk api
besar gunakan foam atau banjiri dengan air.
Bahaya spesifik yang diakibatkan bahan kimia tersebut : Berisi gas bertekanan, mengandung bahan kimia pengoksidasi.
Bahan kimia ini meningkatkan risiko kebaaran dari bahan yang
mudah terbakar. Pada saat terjadi kebakaran atau pemanasan
tekanan akan meningkat sehingga memungkinkan container
untuk meledak.
Prosedur pemadaman kebakaran yang spesifik / khusus : Segera evakuasi orang yang tidak berkepentingan. Pindahkan
kontainer dari daerah kebakaran jika tidak menimbulkan risiko.
Dinginkan kontainer dengan air hingga panas pada kontainer
hilang. Apabila terjadi kebakaran dalam area penyimpanan :
dinginkan kontainer dengan nozzle monitor hingga panas pada
kontainer hilang. Apabila memungkinkan lakukan tindakan
pencegahan dengan menjaga jarak orang yang tidak
berkepentingan, isolasi hazard dan pasang rambu dilarang
masuk. Gunakan APAR yang sesuai untuk memadamkan api
serta dinginkan kontainer dengan air yang dioperasikan dari
tempat yang aman.
Alat pelindung khusus dan pernyataan kehati-hatian : Alat bantu pernafasan atau SCBA dengan pelindung muka penuh
bagi petugas pemadam kebakaran dengan tekanan postif.
Langkah-langkah pencegahan diri, alat pelindung dan : Evakuasi area yang terkontaminasi. Hilangkan semua bahan yang
prosedur tanggap darurat mudah terbakar. Sediakan sarana pertukaran udara yang baik.
Cegah masuknya akumulasi bahan kimia yang membahayakan
baik melalui saluran air atau ruang bawah tanah. Amati
konsentrasi dari bahan yang terlepas.
Langkah – langkah pencegahan bagi lingkungan : Segera lakukan pencegahan kebocoran atau tumpahan lebih
lanjut apabila aman untuk dilakukan
Metode dan bahan penangkalan dan pembersihan : Sediakan pertukaran udara yang baik.
Langkah – langkah pencegahan untuk penanganan yang : Hanya orang yang berpengalaman dan memiliki kompetensi
aman yang diperbolehkan untuk menangani gas bertekanan. Gunakan
peralatan spesifik sesuai dengan produk yang menyediakan
tekanan dan panas. Pastikan peralatan tidak terkena minyak.
Buka katub perlahan untuk menghindari tekanan berlebih.
Gunakan penyegel dan pelumas yang sesuai dengan oksigen.
Gunakan peralatan yang dibersihkan untuk servis oksigen dan
menilai tekanan. Lakukan sesuai dengan petunjuk penanganan
dari supplier. Bahan kimia harus ditangani dengan prosedur
Page 3 of 8
hygiene industry dan prosedur keselamatan yang baik dan
tersandar.
Kehati – hatian dalam menangani secara aman : Lindungi kontainer dari kerusakan fisik, jangan ditarik,
digelindingkan, didorong atau dijatuhkan. Jangan membuang
atau merusak label yang disediakan oleh supplier untuk
mengetahui identifikasi bahan. Saat memindahkan kontainer
walaupun dalam jarak yang dekat gunakan peralatan bantu yang
sesuai seperti troli. Pastikan silinder dalam posisi berdiri setiap
saat, tutup semua katub saat tidak digunakan. Saat
menggunakan kontainer jangan makan, minum atau merokok.
Kondisi untuk penyimpanan yang aman : Sediakan ventilasi yang baik. Pertahankan suhu kontainer
dibawah 50oC pada aera dengan ventilasi yang baik. Amati
semua regulasi dan persyaratan penyimpanan kontainer.
Penyimpanan harus sesuai dengan standar local. Nasional
maupun internasional. Jangan menggunakan alat dengan api
menyala serta pemanasan elektrik untuk mencapai tekanan yang
sesuai pada kontainer. Katub yang rusak harus segera dilaporkan
kepada supplier. Tutup katb kontainer setiap selesai digunakan
dan saat kosong, walaupun masih terhubug dengan peralatan.
Jangan pernah mencoba memperbaiki atau memodifikasi katub
pengaman kontainer. Ganti tutup katub yang keluar atau masuk
dan tutub kontainer pada waktu pengisian segera setelah
kontainer tidak terhubung dengan peralatan. Pastikan katub
kontainer tetap bersih dan bebas dari kontaminan terutama
minyak dan air. Apabila pengguna mengalami kesulitan dalam
mengoperasikan katub kontainer segera hentikan penggunaan
dan hubungi supplier. Jangan pernah memindahkan gas dari satu
kontainer ke kontainer yang lain. Pelindung dan tutup katub
kontainer harus berada di tempatnya.
Parameter pengendalian, jika tersedia agar dibuat : Tidak ada komponen yang memiliki batas paaparan.
daftar batas paparan ditempat kerja termasuk
notasinya, daftar angka biologis termasuk notasinya
Pengendalian teknik yang sesuai : Menerapkan sistem ijin kerja misalnya untuk perawatan.
Memastikan ventilasi yang memadai menghindari oksigen
berlebih (> 23,5%) atm. Gas detector hrus digunakan saat
kuantitas dari gas pengoksidasi mungkin terlepas. Meneydiakan
ventilasi yang memadai untuk memastikan bahwa NAB tidak
terlampaui. Pengecekan secara berkala harus dilakukan untuk
kebocoran system bertekanan. Jangan makan, minum atau
merokok saat menggunakan produk.
Page 4 of 8
Tindakan perlindungan diri seperti alat pelindung diri :
• Perlindungan pernafasan Tidak dibutuhkan
Ambang bau, Ph : Ambang bau tidak dapat ditentukan karena bersifat subjektif
dan tidak ada informasi yang mencukup untuk peringatan
paparan yang berebih
Laju penguapan Tidak dapat diterapkan untuk gas dan gas campuran
Nilai batas flamabilitas terendah /.tertinggi dan batas Tidak dapat diterapkan
ledakan
Kelarutan :
• Kelarutan dalam air 39 mg/l
Page 5 of 8
Suhu penguraian Tidak diketahui
Reaksi berbahaya yang mungkin dibawah kondisi : Mengoksidasi bahan organic dengan kuat. Dapat bereaksi hebat
spesifik / khusus dengan material bahan mudah terbakar. Dapat berekasi hebat
dengan reduktor.
Bahan yang harus dihindari Bahan mudah terbakar. Reduktor. Pastikan peralatan bebas dari
minyak. Pertimbangkan potensial hazard toksik karena klorinasi
atau fluorinasi polimer bertekanan tinggi (> 30 bar) oksigen dan
peralatan yang mudah terbakar.
Produk berbahaya hasil penguraian : Pada kondisi penyimpanan dan penggunaan dibawah normal,
produk berbahaya hasi penguraian tidak terbentuk.
Page 6 of 8
Kumpulan gejala yang berkaitan dengan sifat fisik, kimia Tidak ada data spesifik
dan toksikologi
Efek akut, tertunda dan kronik dari paparan jangka Kontak dengan gas yang menyebar secarac epat dapat
pendek dan jangka panjang menyebabkan rasa terbakar atau frostbite.
Jika data bahan kimia secara spesifik tidak tersedia Tidak ada data
Persistensi dan penguraian oleh lingkungan Tidak diterapkan untuk gas dan gas campuran
Mobilitas dalam tanah Karena penguapan yang tinggi maaka produk imi menyebabkan
polusi tanah dan air
Metode pembuangan Hasil buangan produk ini harus memenuhi persuaratan undang-
undang perlindungan lingkungan dan pembuangan limbah serta
peraturan daerah yang lain.
Page 7 of 8
15. INFORMASI YANG BERKAITAN DENGAN REGULASI
SANGKALAN ( DISCLAIMER )
Sebelum menggunakan produk ini dalam setiap proses baru atau percobaan, terlebih dulu harus
dilakukan studi kompatibilitas dan keamanan bahan secara menyeluruh.
Detail yang diberikan dalam dokumen ini diyakini benar pada saat dokumen ini dibuat. sementara
perhatian yang tepat telah diambil dalam penyusunan dokumen ini, tidak ada kewajiban untuk dapat
menerima suatu cedera atau kerusakan akibat penggunaannya.
Page 8 of 8