Model Pembelajaran
Prablem Based
Learning
(PBL)
Kelompok 1
Anggotanya :
Aniza Nurzanah 2122381
Rasyidatan Nissa 2122387
Nadhia Meirianti
2122394
Shinta Gita Zahara 2122399
Sallyna Bilofa Sitompul 2122400
Azizah Ar-rahmah 2122401
Salsa Nabila 2122407
Deya Amelia Fitri 2122410
Zeni Nur Impiyani 2122413
Pengertian Prablem
Based Learning (PBL)
Problem based learning adalah model pembelajaran
yang mengutamakan seberapa aktif peserta didik dalam selalu
berpikir kritis dan selalu terampil ketika dihadapkan pada
penyelesaian suatu permasalahan. Metode ini mengarahkan
peserta didik dalam mendapatkan ilmu baru, menggunakan
analisis dari berbagai pengetahuan serta pengalaman belajar
yang dimiliki. Proses belajar yang mengutamakan kemampuan
analisis terhadap materi pembelajaran dari para siswa secara
mandiri. Menggunakan permasalahan yang nyata untuk
dihadapinya, para peserta didik bisa belajar berpikir secara
kritis.
Langkah-Langkahnya
1. Penyajian Masalah
Para pengajar atau pemandu kelompok menyajikan masalah atau kasus yang akan diselesaikan
oleh siswa. Masalah tersebut harus memiliki relevansi dengan materi yang sedang dipelajari, dan
harus menantang siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka.
2. Pengorganisasian Kelompok
Siswa dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 3-5 orang. Kelompok ini
akan bertugas untuk bekerja sama dalam menyelesaikan masalah yang diberikan.
3. Pencarian Informasi
Setelah masalah diberikan, siswa diarahkan untuk mencari informasi terkait masalah yang
diberikan. Informasi ini dapat diperoleh melalui berbagai sumber, seperti buku teks, internet,
atau sumber lain yang tersedia.
4. Diskusi Kelompok
Setelah mengumpulkan informasi, siswa diarahkan untuk
melakukan diskusi kelompok tentang masalah yang diberikan.
Diskusi ini harus dilakukan dengan cara yang kolaboratif, di mana
siswa saling membantu dan memperkaya pengetahuan masing-
masing.
5. Penyusunan Solusi
Setelah melakukan diskusi kelompok, siswa diarahkan untuk
menyusun solusi atas masalah yang diberikan. Solusi ini harus
didukung oleh informasi yang telah diperoleh selama proses
belajar.
6. Presentasi Solusi
Setelah menyusun solusi, siswa diarahkan untuk
mempresentasikan solusi yang telah disusun kepada kelompok
lain. Presentasi ini harus disertai dengan penjelasan yang jelas dan
detail tentang solusi yang telah disusun.
7. Refleksi
Setelah proses belajar selesai, siswa diarahkan untuk melakukan
refleksi tentang apa yang telah dipelajari selama proses PBL.
Refleksi ini bertujuan untuk membantu siswa memahami
pengetahuan yang telah dipelajari, dan membantu mereka
mengaplikasikannya ke dalam kehidupan nyata.
Langkah-langkah model pembelajaran Problem Based
Learning (PBL) diatas diharapkan agar para siswa di Sampoerna
Academy dapat berperan aktif, berpikir kritis dan kreatif serta
memiliki sifat kolaboratif yang dapat membantu siswa dalam
memahami dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut ke dalam
kehidupan nyata.
Kelebihan dan Kekurangannya
Kelebihannya:
o siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar
diserap dengan baik.
o Siswa dilatih untuk dapat bekerja sama dengan siswa lain.
o Siswa dapat memperoleh pemecahan masalah dari berbagai sumber.
o Siswa didorong untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam
situasi nyata.
o Siswa memiliki kemampuan membangun pengetahuannya sendiri melalui
aktivitas belajar.
o Pembelajaran berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada
hubungannya tidak perlu saat itu dipelajari oleh siswa. Hal ini mengurangi
beban siswa untuk menghapal atau menyimpan informasi.
o Terjadi aktivitas ilmiah pada siswa melalui kerja kelompok.
o Siswa terbiasa menggunakan sumber-sumber pengetahuan baik dari
perpustakaan, internet, wawancara dan observasi.
Kekuranganya:
o Untuk siswa yang malas, tujuan dari metode tersebut tidak dapat
tercapai.
o Membutuhkan banyak waktu dan dana.
o Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini.
o Dalam suatu kelas yang memiliki tingkat keragaman siswa yang tinggi
akan terjadi kesulitan dalam pembagian tugas
o PBL kurang cocok untuk diterapkan di sekolah dasar karena masalah
kemampuan bekerja dalam kelompok.
o PBL biasanya mebutuhkan waktu yang tidak sedikit
o Membutuhkan kemampuan guru yang mampu mendorong kerja
siswa dalam kelompok secara efektif.
THANKS