0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan7 halaman

Sensitivitas Tarif Penumpang Laut

Diunggah oleh

Wihdat Djafar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan7 halaman

Sensitivitas Tarif Penumpang Laut

Diunggah oleh

Wihdat Djafar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi

Vol. 10, No. 2, Tahun 2023, p. 591-597

ANALISIS SENSITIVITAS TARIF PENUMPANG


ANGKUTAN LAUT TRAYEK KOTA MAKASSAR
PULAU BARRANG LOMPO
Abd Haris Djalante Andi Sitti Chairunnisa Wihdat Djafar1
Tek. Perkapalan/[Link] Tek. Perkapalan/[Link] Tek. Perkapalan/[Link]
Universitas Hasanudin Universitas Hasanudin Universitas Hasanudin
Jl. Poros Malino KM 6, Kab. Jl. Poros Malino KM 6, Kab. Jl. Poros Malino KM 6, Kab.
Gowa, Sul-Sel Gowa, Sul-Sel Gowa, Sul-Sel
ah_djalante@[Link] [Link]@[Link] [Link]@[Link]

Misliah Idrus Welsy Kristianto


Tek. Perkapalan/[Link] Tek. Perkapalan/[Link]
Universitas Hasanudin Universitas Hasanudin
Jl. Poros Malino KM 6, Kab. Jl. Poros Malino KM 6, Kab.
Gowa, Sul-Sel Gowa, Sul-Sel
misliahidrus8@[Link] welsykristianto@[Link]

Abstract
Currently, 6 are ships operating on two routes connecting Makassar City with Barrang Lompo Island. Sea
transportation that operates is wooden ships with a carrying capacity of 40 - 200 passengers. With varied
service characteristics, the sea transportation business between Makassar welsykristianto@[Link] City
and Barrang Lompo will also vary greatly in its business feasibility. Tariff changes on both routes have
undergone several changes to adjust to changes in the number of loads since the Covid-19 pandemic, then
returned to normal in the post-pandemic period. Furthermore, there was another change in tariffs after the
increase in fuel prices. Therefore, this study aims to analyze the sensitivity of passenger fares to changes in
influencing factors, passenger load and fuel costs. This study uses the Required Freight Rate (RFR) method
for tariff analysis. Meanwhile, sensitivity analysis was carried out for six scenarios of the number of ships
and five scenarios of fuel costs. The results show that the RFR value is sensitive to changes in the number of
passenger loads, where the RFR values of 3 ships are higher than the applicable tariff when there is a
decrease in the load factor of up to 50%. While the RFR value is not sensitive to changes in fuel prices, this is
indicated by changes in the RFR value which is still below the applicable tariff when there is an increase in
fuel prices of up to 50%.

Keywords: Tariff, Required Freight Rate (RFR), sensitivity

Abstrak
Saat ini terdapat 6 kapal yang beroperasi melayani dua trayek yang menghubungkan Kota Makassar dengan
Pulau Barrang Lompo. Angkutan laut yang beroperasi adalah kapal kayu dengan kapasitas angkut 40 - 200
penumpang. Dengan karakteristik pelayanan yang bervariasi, maka usaha angkutan laut antar Kota Makassar
dan Barrang Lompo akan sangat bervariasi pula dalam kelayakan usahanya. Perubahan tarif pada kedua
trayek telah mengalami beberapa kali perubahan untuk menyesuaikan dengan perubahan jumlah muatan
sejak masa pandemi Covid-19, kemudian kembali normal pada masa pasca pandemi. Selanjutnya terjadi lagi
perubahan tarif setelah terjadi kenaikan harga BBM. Untuk itu, penelitian ini bertujuan menganalisis
sensitivitas tarif penumpang terhadap perubahan faktor-faktor yang berpengaruh, yakni jumlah muatan
penumpang dan biaya bahan bakar. Penelitian menggunakan metode Required Freight Rate (RFR) untuk
analisis tarif. Sedangkan analisis sensitivitas dilakukan untuk enam skenario jumlah muatan kapal dan biaya
bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai RFR sensitif terhadap perubahan jumlah muatan,

1
Corresponding Author: [Link]@[Link]

591
Simposium Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi ke-25
Politeknik Transportasi Darat (POLTRADA), Bali, 25 – 26 November 2022

dimana nilai RFR dari 3 kapal lebih tinggi dari tarif yang berlaku ketika terjadi penurunan load factor muatan
hingga 50%. Sedangkan nilai RFR tidak sensitive terhadap perubahan harga bahan bakar, hal ini ditunjukkan
dengan perubahan nilai RFR yang masih dibawah tarif berlaku ketika terjadi kenaikan harga bahan bakar
hingga 50%.

Kata Kunci: Tarif, Required Freight Rate (RFR), sensitivitas

PENDAHULUAN
Kepulauan Sangkarrang merupakan salah satu kecamatan di wilayah administratif Kota
Makassar (Gambar 1). Terdapat 12 pulau di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Pulau
Barrang Lompo merupakan pulau terpadat di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.
Mobilitas penduduk dari Pulau ini ke Kota Makassar atau sebaliknya cukup tinggi.
Terdapat dua lintasan yang menghubungkan Kota Makassar dengan Pulau Barrang Lompo,
yakni: Trayek Kayu Bangkoa-Pulau Barrang Lompo dan Trayek Paotere-Pulau Barrang
Lompo (Gambar 2). Trayek Kayu Bangkoa-Pulau Barrang Lompo dilayani oleh empat
kapal dengan jumlah trip masing-masing kapal satu trip perhari. Sementara Trayek
Paotere-Pulau Barrang Lompo dilayani oleh dua kapal dimana masing-masing kapal secara
bergantian melayani satu trip per hari.

Gambar 1. Peta Kecamatan Kepulauan Sangkarrang

592
Djalante, et al.

Tarif penumpang angkutan laut yang berlaku saat ini setelah terjadi kenaikan harga BBM
per tanggal 1 September 2022, adalah sebesar RP. 15.000 (naik 50% dari tarif semula Rp.
10.000) untuk Trayek Kayu Bangkoa-Pulau Barrang Lompo dan Rp. 20.000 untuk trayek
Paotere-Pulau Barrang Lompo (naik 100% dari tarif sebelumnya sebesar Rp. 10.000).
Angkutan laut yang beroperasi saat ini adalah kapal kayu dengan kapasitas angkut 40 - 200
penumpang. Karakteristik pelayanan kapal-kapal yang beroperasi sangat bervariasi (lihat
Tabel 1). Dengan karakteristik pelayanan tersebut, maka usaha angkutan laut antar Kota
Makassar dan Barrang Lompo akan sangat bervariasi pula dalam kelayakan usahanya.
Perubahan tarif pada kedua trayek telah mengalami beberapa kali perubahan untuk
menyesuaikan dengan perubahan jumlah muatan sejak masa pandemi Covid-19, kemudian
kembali normal pada masa pasca pandemi. Selanjutnya terjadi lagi perubahan tarif setelah
terjadi kenaikan harga BBM.

Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas perubahan tarif
penumpang terhadap perubahan faktor yang berpengaruh yakni biaya bahan bakar dan
muatan.

Gambar 2. Peta Trayek Kota Makassar – Barrang Lompo

593
Simposium Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi ke-25
Politeknik Transportasi Darat (POLTRADA), Bali, 25 – 26 November 2022

HASIL DAN PEMBAHASAN


Karakteristik angkutan laut yang melayani pergerakan penumpang dan barang dapat dilihat
pada Tabel 1.

Tabel 1. Karakteristik Kapasitas Pelayanan Kapal


Kapasitas Tarif
Tahun Jumlah
Kapal Trayek Roda Penumpang
Pembuatan Penumpang SUP Trip/Tahun
Dua (Rupiah)
Kayu Bangkoa -
1 2020 200 12 248 15.000 350
Barrang Lompo
Kayu Bangkoa -
2 2008 150 10 190 15.000 350
Barrang Lompo
Kayu Bangkoa -
3 2008 120 10 160 15.000 350
Barrang Lompo
Kayu Bangkoa -
4 2020 100 8 132 15.000 350
Barrang Lompo
Paotere -
5 2008 40 7 68 20.000 175
Barrang Lompo
Paotere -
6 2009 45 7 73 20.000 175
Barrang Lompo

Biaya Operasional Kapal


Biaya operasional kapal dihitung berdasarkan formula yang ditetapkan dalam PM 66
Tahun 2019 Tentang Mekanisme Penetapan Dan Formulasi Perhitungan Tarif Angkutan
Penyeberangan, selain itu biaya operasional kapal ditentukan berdasarkan hasil wawancara
operator kapal. Adapun komponen Biaya Operasional Kendaraan (BOK) sebagai berikut:

BOK = Biaya penyusutan + Biaya Asuransi + Biaya ABK + Biaya BBM


+ Biaya Pelumas + Biaya Air Tawar + Biaya Repair Maintenance and Supply
+ Biaya Pelabuhan (1)

Adapun hasil perhitungan komponen biaya operasi kapal dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Biaya Operasional Angkutan Laut


Uraian Kapal 1 Kapal 2 Kapal 3 Kapal 4 Kapal 5 Kapal 6
Biaya
Penyusutan Rp 31.666.667 Rp 31.666.667 Rp 25.333.333 Rp 25.333.333 Rp 12.666.667 Rp 12.666.667
Kapal
Biaya
Rp 7.500.000 Rp 7.500.000 Rp 6.000.000 Rp 6.000.000 Rp 3.000.000 Rp 3.000.000
Asuransi
Biaya ABK Rp 168.000.000 Rp 60.000.000 Rp 72.000.000 Rp 60.000.000 Rp 21.600.000 Rp 21.600.000
Biaya
Bahan Rp 106.704.000 Rp 106.704.000 Rp 106.704.000 Rp 44.928.000 Rp 8.424.000 Rp 8.424.000
Bakar
Biaya
Minyak Rp 13.543.200 Rp 13.543.200 Rp 13.543.200 Rp 5.702.400 Rp 1.069.200 Rp 1.069.200
Pelumas
Biaya RMS Rp 10.000.000 Rp 20.000.000 Rp 12.000.000 Rp 15.000.000 Rp 7.000.000 Rp 8.000.000
Biaya
Kapal Di Rp 3.600.000 Rp 3.600.000 Rp 3.600.000 Rp 3.600.000 Rp 2.700.000 Rp 2.700.000
Pelabuhan
Total Rp 341.013.867 Rp 243.013.867 Rp 239.180.533 Rp 160.563.733 Rp 56.459.867 Rp 57.459.867

594
Djalante, et al.

Analisis Tarif Penumpang


Setelah mengetahui total biaya dan kapasitas kapal selanjutnya adalah menentukan tarif
angkutan penyeberangan lintas Makassar-Barrang Lompo dengan metode Required Freight
Rate (RFR). RFR merupakan tarif minimum yang disyaratkan untuk dapat menutupi biaya
operasional kapal

RFR = AAC/C (2)

Dimana:
AAC = Biaya rata-rata kapal per tahun
= Y+(CRFxI) (3)
Y = Biaya Operasional kapal
I = Investasi kapal
C = Kapasitas kapal per tahun
C = ƩP x S (4)
ƩP = Jumlah penumpang kapal per tahun
S = Frekuensi dalam satu tahun
CRF = Capital Recovery Factor
= i x (1+i)n / [(1+i)n -1] (5)
i = Tingkat suku bunga
n = Umur ekonomis kapal (15 tahun)

Analisis sensitivitas tarif penumpang


Analisis sensitivitas tarif minimum penumpang RFR berdasarkan biaya operasional kapal
dilakukan dengan meninjau perubahan nilai RFR terhadap perubahan jumlah muatan dan
biaya bahan bakar. Nilai RFR disini merupakan tarif dasar dimana nilai tarif
mempertimbangkan profit margin 10% (Kurdin dkk, 2015).

1. Sensitivitas Tarif Penumpang Terhadap Perubahan Jumlah Muatan


Perubahan jumlah muatan dilakukan dengan mempertimbangkan nilai load factor
angkutan laut 50% hingga 90%. Jumlah muatan tersebut diperoleh dari perhitungan
kapasitas angkut kapal dalam Satuan Unit Produksi (SUP) dimana SUP penumpang
dewasa sebagai SUP dasar dan jumlah trip dalam satu tahun. SUP Dasar
mempertimbangkan tubuh penumpang, tempat duduk, area bebas dan barang bawaan
(Yulianta, 2014).

Tabel 3. Sensitivitas Tarif Penumpang Terhadap Perubahan Jumlah Muatan


No Uraian Kapal 1 Kapal 2 Kapal 3 Kapal 4 Kapal 5 Kapal 6
Muatan
1 77.560 58.800 48.300 40.040 9.205 10.080
kapal/tahun
Lf 90% 69.804 52.920 43.470 36.036 8.285 9.072
Lf 80% 62.048 47.040 38.640 32.032 7.364 8.064
Lf 70% 54.292 41.160 33.810 28.028 6.444 7.056
Lf 60% 46.536 35.280 28.980 24.024 5.523 6.048
Lf 50% 38.780 29.400 24.150 20.020 4.603 5.040

595
Simposium Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi ke-25
Politeknik Transportasi Darat (POLTRADA), Bali, 25 – 26 November 2022

No Uraian Kapal 1 Kapal 2 Kapal 3 Kapal 4 Kapal 5 Kapal 6


Biaya
2 341.013.867 243.013.867 239.180.533 160.563.733 56.459.867 57.459.867
Operasional
Investasi
3 500.000.000 500.000.000 400.000.000 400.000.000 200.000.000 200.000.000
Kapal
Capital
4 Recovery 0,131 0,131 0,131 0,131 0,131 0,131
Factor (CRF)
5 Tarif 5.765 5.772 6.641 5.851 9.878 9.130
RFR1 6.406 6.413 7.378 6.501 10.975 10.144
RFR2 7.207 7.125 8.198 7.223 12.195 11.271
RFR3 8.236 8.245 9.487 8.358 14.111 13.042
RFR4 10.677 10.688 12.297 10.835 18.292 16.907
RFR5 14.414 14.251 16.396 14.446 24.390 22.542

Dari hasil perhitungan pada Tabel 3 diketahui bahwa nilai RFR sensitive terhadap
perubahan jumlah muatan hal ini ditunjukkan dengan perubahan nilai RFR lebih tinggi dari
tarif yang berlaku saat ini ketika terjadi penurunan load factor muatan hingga 50%.

2. Sensitivitas Tarif Penumpang Terhadap Perubahan Biaya Bahan Bakar


Perubahan biaya bahan bakar dilakukan dengan mempertimbangkan kenaikan harga bahan
bakar 10 – 50%. Dari hasil perhitungan pada Tabel 4 diketahui bahwa nilai RFR tidak
sensitif terhadap perubahan harga bahan bakar hal ini ditunjukkan dengan perubahan nilai
RFR yang masih dibawah tarif berlaku saat ini ketika terjadi kenaikan harga bahan bakar
hingga 50%.

Tabel 4. Sensitivitas Tarif Penumpang Terhadap Perubahan Biaya Bahan Bakar


No Uraian Kapal 1 Kapal 2 Kapal 3 Kapal 4 Kapal 5 Kapal 6
Muatan kapal
1 per tahun 77.560 58.800 48.300 40.040 9.205 10.080
(SUP)
Biaya
2 Operasional 316.389.867 218.389.867 214.556.533 150.195.733 54.515.867 55.515.867
(Rp)
BBM +10% 351.684.267 253.684.267 249.850.933 165.056.533 57.302.267 58.302.267
BBM +20% 362.354.667 264.354.667 260.521.333 169.549.333 58.144.667 59.144.667
BBM +30% 373.025.067 275.025.067 271.191.733 174.042.133 58.987.067 59.987.067
BBM +40% 383.695.467 285.695.467 281.862.133 178.534.933 59.829.467 60.829.467
BBM +50% 394.365.867 296.365.867 292.532.533 183.027.733 60.671.867 61.671.867
Investasi
3 500.000.000 500.000.000 400.000.000 400.000.000 200.000.000 200.000.000
Kapal (Rp)
Capital
4 Recovery 0,131 0,131 0,131 0,131 0,131 0,131
Factor (CRF)
6 Tarif (Rp) 5.416 5.311 6.080 5.566 9.646 8.917
RFR1 5.917 5.971 6.884 5.974 9.979 9.221
RFR2 6.068 6.171 7.127 6.098 10.079 9.313
RFR3 6.219 6.370 7.370 6.221 10.180 9.405
RFR4 6.371 6.570 7.613 6.344 10.281 9.497
RFR5 6.522 6.770 7.856 6.468 10.381 9.589

596
Djalante, et al.

KESIMPULAN
Dari analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai RFR sensitive terhadap perubahan
jumlah muatan dimana nilai RFR untuk Kapal 3, Kapal 5 dan Kapal 6lebih tinggi dari tarif
yang berlaku ketika terjadi penurunan load factor muatan hingga 50%. Sedangkan nilai
RFR tidak sensitive terhadap perubahan harga bahan bakar hal ini ditunjukkan dengan
perubahan nilai RFR yang masih dibawah tarif berlaku ketika terjadi kenaikan harga bahan
bakar hingga 50%.

DAFTAR PUSTAKA
Jinca, M. Y. 2011. Transportasi Laut Indonesia. Brilian International. Surabaya.
Kurdin, M. A, Nuhun, R. S., Welendo, L., dan Nasrul. 2015, Operational Management
Marine Transportaion on Shipping Lanes Wangiwangi – Kaledupa, Wakatobi –
Indonesia, Procedia - Social and Behavioral Sciences 211 (2015) 184 – 191
Nababan, Vatresia Oktaviani 2017. Analisa Kelayakan Tarif Penyebrangan Kapal Ferry
Trayek Garongkong – Batu Licin. Skripsi Universitas Hasanuddin. Makassar
Nasution, H.M.N., 2008. Manajemen Transportasi. Ghalia indonesia. Jakarta
Nasution, H.M.N., 2004. Metode research: Penelitian Ilmiah. PT Bumi Aksara. Jakarta
Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 66 Tahun 2019 Tentang
Mekanisme Penetapan Dan Formulasi Perhitungan Tarif Angkutan Penyeberangan.
Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 84 Tahun 2018 Tentang
Jenis, Struktur, Dan Golongan Tarif Jasa Kepelabuhanan, Serta Mekanisme
Penetapan Tarif Dan Jasa Kepelabuhanan Pada Pelabuhan Yang Digunakan Untuk
Melayani Angkutan Penyeberangan.
Yulianta. 2014, Metode perhitungan Satuan Unit Produksi (SUP) dan Indeks Konversi,
M.P.I. Vol. 8, No. 2, Agustus 2014, 55 – 64.

597

Anda mungkin juga menyukai