Panduan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
Panduan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
MANAJEMEN
KESELAMATAN
KONSTRUKSI
(SMKK)
Disusun Oleh :
Chairil Anam, ST.
Sistem
Manajemen
Keselamatan KATA PENGANTAR
Konstruksi
(SMKK)
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami selaku Peserta
Pelatihan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dapat
menyelesaikan tugas pelatihan ini dengan baik. Pelatihan Sistem Manajemen
Keselamatan Konstruksi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan,
keahlian, keterampilan, dan sikap di bidang Sistem Manajemen Keselamatan
Konstruksi, agar memiliki kompetensi dasar dalam proses yang terjadi dalam
pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Modul ini berisi tentang rangkuman dari 10 modul Sistem Manajemen
Keselamatan Konstruksi (SMKK). Modul ini dibuat sebagai syarat mengikuti uji
sertifikasi Tenaga Ahli K3 Konstruksi, kami menyadari bahwa modul ini masih
banyak kekurangan, baik pada isi, bahasa, maupun penyajiannya.
Semoga modul ini dapat memberikan manfaat bagi kelancaran proses
sertifikasi tenaga ahli k3 konstruksi. Sehingga keinginan untuk mewujudkan
tenaga ahli yang profesional dan memiliki kompetensi yang handal dapat
tercapai dengan baik.
Oleh :
Chairil Anam, ST. ii
Sistem
Manajemen
Keselamatan DAFTAR ISI
Konstruksi
(SMKK)
Halaman Judul .............................................................................................. i
Kata Pengantar ............................................................................................. ii
Daftar Isi .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................... 1
Oleh :
Chairil Anam, ST. iii
Sistem
Manajemen
Keselamatan BAB I
Konstruksi
PENDAHULUAN
(SMKK)
Oleh :
Chairil Anam, ST. 1
Sistem
Manajemen
Keselamatan BAB II
Konstruksi
URAIAN MATERI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
(SMKK)
(SMKK)
Oleh :
Chairil Anam, ST. 4
Sistem
Manajemen
Keselamatan 2) Undang-undang No.03 Tahun 1951 tentang Pernyataan berlakunya
Konstruksi
undang-undang pengawasan perburuan tahun 1948 No.23 dari
(SMKK)
Republik Indonesia untuk seluruh Indonesia (lembar negara No.4
tahun 1951)
3) Undang-undang RI No.3 Tahun 1969 tentang persetujuan konvensi
Organisasi perburuan Internasional Nomor 120 mengenai Hygiene
dalam perniagaan dan kantor-kantor (lembaga negara No.14 tahun
1969)
4) Undang-undang RI No.13 2003 tentang ketenagakerjaan
5) Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja
6) Undang-undang RI No. 21 Tahun 2003 tentang pengesahan ILO
convention (konvensi ILO No.81 mengenai pengawasan
ketenagakerjaan dalam industri dan perdagangan)
- Peraturan Pemerintah
1) Peraturan uap tahun 1930 (stoom verordening)
2) Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1973 tentang pengawasan atas
peredaran, penyimpanan dan penggunaan pestisida
3) Peraturan Pemerintah No.19 tahun 1973 tentang pengaturan
danpengawasan keselmatan kerja di bidang pertambangan
4) Peraturan Pemerintah No.11 tahun 1979 tentang keselamatan kerja
pada pemurnian dan pengolahan minyak dan gas bumi
5) Peraturan Pemerintah RI No.50 tahun 2012 tentang penerapan sistem
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
Peraturan Presiden
1) Peraturan Presiden RI No. 21 tahun 2010 tentang pengawasan
ketenagakerjaan
2) Peraturan Presiden RI No. 34 tahun 2014 tentang pengesahan konvensi
mengenai kerangka kerja peningkatan keselamatan dan kesehatan
kerja/konvensi 187, 2006)
B. Penerapan SMKK dalam IKN
Regulasi terkait sistem mamajemen keselamatan konstruksi :
a. UU No. 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung
b. UU No. 2 tahun 2017 tentang jasa konstruksi
c. UU No. 11 tahun 2020 tentang cipta karya
d. UU No. 2 tahun 2022 tentang jalan
e. UU No.3 tahun 2022 tentang ibu kota negara
Oleh :
Chairil Anam, ST. 5
Sistem
Manajemen
Keselamatan f. PP No. 22 tahun 2020 tentang peraturan pelaksnaan UU No.2 tahun
Konstruksi
2017 tentang jasa konstruksi
(SMKK)
g. PP No.14 tahun 2021 tentang perubahan atas PP No.22 tahun 2020
t tentang peraturan pelaksanaa UU No.2 tahun 2017 tentang jasa
konstruksi
h. Permen PUPR No.10 tahun 2021 tentang pedoman SMKK
i. Peraturan LKPP No.12 tahun 2021 tentang standar dan pedoman
pengadaan jasa konstruksi melalui penyedia
j. Permen PUPR No.1 tahun 2022 tentang pedoman penyusunan
perkiraan biaya pekerjaan konstruksi bidang PUPR
k. SE Menteri PUPR No.10 tahun 2022 tentang panduan operasional
tertib penyelenggaraan keselamatan konstruksi di kementerian
PUPR
Oleh :
Chairil Anam, ST. 6
Sistem
Manajemen
Keselamatan persyaratan hukum yang ditetapkan, termasuk apakah sudah memenuhi
Konstruksi
standar minimum keselamatan konstruksi yang diwajibkan.
(SMKK)
Oleh :
Chairil Anam, ST. 7
Sistem
Manajemen
Keselamatan 2.4 Risiko Keselamatan Konstruksi Kecil dalam Dokumen SMKK
Konstruksi
2.4.1 Format-format Dokumen SMKK Sesuai Dengan Peraturan
(SMKK)
- Pengetahuan dasar Keselamatan Konstruksi
- Identifikasi bahaya dan risiko dalam Standar Operasional Prosedur
(SOP)
- Identifikasi bahaya dan risiko dalam Detail Engineering Design (DED),
gambar kerja, rencana jadwal kerja dan spesifikasi teknis
- Manajemen risiko keselamatan konstruksi
- Dokumen SMKK
- Format-format baku terkait dengan dokumen SMKK sesuai peraturan
Oleh :
Chairil Anam, ST. 8
Sistem
Manajemen
Keselamatan 2.5 Kepemimpinan Jabatan dan Partisipasi Pekerja Konstruksi Pada Tingkat
Konstruksi
Risiko Keselamatan Konstruksi Kecil
(SMKK)
2.5.1 Kepedulian Pimpinan Terhadap Isu Eksternal dan Isu Internal Sesuai
Dokumen SMKK
A. Isu Internal
Isu internal dikendalikan berdasarkan risiko keselamatan konstruksi.
Berikut adalah beberapa isu internal :
- Kurangnya pemahaman terhadap penerapan SMKK yang
berdampak menimbulkan kecelakaan konstruksi dan penyakit
akibat kerja/teguran dari PPK. untuk mengatasi isu tersebut
dilakukan sosialisasi dan kepedulian keselamatan konstruksi
serta pengendalian bahaya, risiko dan inspeksi keselamatan
konstruksi
- Suplai material terlambat yang berdampak progres pekerjaan
terlambat. Untuk mengatasi isu tersebut dilakukan
pengecekan informasi pengadaan peralatan material serta
menyusun jadwal pengadaan alat material
B. Isu Eksternal
Berikut adalah beberapa isu eksternal :
- Arus lalu lintas yang padat sehingga berdampak kemacetan
lalu lintas pada pelaksanaan pekerjaan, untuk mengatasi isu
tersebut dilakukan penempatan petugas pengatur lalu lintas
pada pekerjaan jalan dan pemasangan rambu dan
perlengkapan jalan
- Pengangkutan tanah dari lokasi proyek mengakibatkan
lingkungan kotor/tercemar ceceran tanah/debu/ kebisingan,
untuk mengatasi isu tersebut dilakukan pemasangan penutup
bak pada setiap truk pengangkutan tanah.
Oleh :
Chairil Anam, ST. 9
Sistem
Manajemen
Keselamatan
Konstruksi
(SMKK)
Oleh :
Chairil Anam, ST. 12
Sistem
Manajemen
Keselamatan 10. Pemeriksaan Kesehatan pada saat awal bekerja dan secara
Konstruksi
periodik diperlukan bagi pekerja;
(SMKK)
11. Untuk menjaga Kesehatan Pekerja, dilakukan olahraga setiap
minggu sekali, seperti senam, futsal, volley dll;
12. Karena masih adanya pandemi Covid, program Pemberantasan
Penyakit Menular juga diperlukan
13. Proyek menjaga Lingkungan dengan membuat UKL & UPL,
pelaksanaan 5R, pengelolaan sampah & limbah;
14. Untuk keamanan diperlukan Petugas Keamanan, setiap Pekerja
diberi kartu Identitas;
15. Program yang sudah direncanakan dalam sasaran & Program Umum
dimonitor implementasinya & di evaluasi;
16. Hasil Evaluasi didokumentasikan;
Oleh :
Chairil Anam, ST. 13
Sistem
Manajemen
Keselamatan 3. Kontraktor yang sudah mempunyai Daftar Pemenuhan PERPU dapat
Konstruksi
meninjau Kembali daftar yang ada untuk disesuaikan dengan Jenis
(SMKK)
Proyek, Lokasi Pekerjaan;
4. Yang belum pernah membuat, segera membuat Daftar Pemenuhan
Peraturan Perundangan ini;
5. Setiap ada Peraturan Baru, daftar ini perlu ditinjau kembali; dan
6. Hasil Evaluasi Peraturan Perundangan didokumentasikan.
Petugas KK /
Anggota UKK Anggota UKK
Satgas Covid 19
Oleh :
Chairil Anam, ST. 15
Sistem
Manajemen
Keselamatan Berikut Tugas dan Tanggung Jawab dalam penerapan SMKK :
Konstruksi
a. Pimpinan UKK
(SMKK)
- Mengkoordinir penerapan SMKK di tempat kegiatan konstruksi
- Menyiapkan dokumen-dokumen yang dipersyaratkan dalam
penerapan SMKK
- Memastikan kegiatan Keselamatan Konstruksi di tempat kerja
terlaksana dengan baik
- Melakukan inspeksi Keselamatan Konstruksi di tempat kerja
- Melakukan Koordinasi dengan pihak-pihak terkait
b. Anggota Petugas Keselamatan Konstruksi
- Melaksanakan induksi Keselamatan Konstruksi
- Melaksanakan konsultasi dan komunikasi Keselamatan Konstruksi di
tempat kerja
- Melakukan inspeksi Keselamatan Konstruksi di tempat kerja
- Melaporkan kejadian baik berupa insiden maupun aksiden
kepada Pimpinan Proyek
- Mengikuti Inmen PUPR No. 02/2020 tentang Protokol Pencegahan
Penyebaran Covid-19 dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
c. Petugas Tanggap Darurat
- Melaporkan kejadian tanggap darurat ke Kepala Proyek
- Mengumumkan kondisi darurat di tempat kerja, kepada seluruh
pekerja
- Mengevakuasi pekerja di titik kumpul
Oleh :
Chairil Anam, ST. 17
Sistem
Manajemen
Keselamatan 2.9.2 Audit Dokumen
Konstruksi
Mengidentifikasi kesesuaian kriteria audit dalam dokumen SMKK
(SMKK)
berdasarkan peraturan; Membuat Format tidak-sesuaian audit dokumen
SMKK sesuai dengan peraturan; Melakukan Audit SMKK di proyek sesuai
dengan kriteria peraturan; Mendokumentasikan Temuan ketidaksesuaian
hasil audit dokumen SMKK sesuai dengan peraturan; Melaporkan Temuan
ketidaksesuaian dalam hasil audit dokumen SMKK sesuai dengan peraturan.
Menyusun Laporan Lengkap Hasil Audit Internal Penerapan SMKK termasuk
temuan tidak-sesuaian; Menyimpulkan tingkat penerapan SMKK dan
rekomendasi tindak lanjutnya.
Oleh :
Chairil Anam, ST. 18
Sistem
Manajemen
Keselamatan 2.9.4 Kinerja Keselamatan Konstruksi
Konstruksi
Mengidentifikasi aspek peningkatan kinerja keselamatan konstruksi,
(SMKK)
Mengidentifikasi item item ketidak-sesuaian hasil evaluasi dan risalah tinjauan
manajemen, Menyusun format / daftar simak tindakan perbaikan untuk setiap
item ketidak-sesuaian, Menetapkan program tindakan perbaikan untuk
setiap item ketidak-sesuaian, Menerapkan program tindakan perbaikan
untuk setiap item ketidak-sesuaian. Melaksanakan upaya peningkatan kinerja
keselamatan konstruksi sesuai dengan program perbaikan, Memonitor dan
melakukan evaluasi efektifitas peningkatan kinerja tiap item atau aspek
keselamatan konstruksi, serta Mendokumentasikan hasil peningkatan kinerja
keselamatan konstruksi sesuai sasaran SMKK.
Oleh :
Chairil Anam, ST. 19
Sistem
Manajemen
Keselamatan • Laporan mingguan disusun dan disampaikan di setiap minggu pada
Konstruksi
hari Senin di minggu berikutnya kepada Unit kerja Pelaksana
(SMKK)
Kegiatan/ Penanggung Jawab Kegiatan setelah mendapat verifikasi
Direksi Teknis/Konsultan Pengawas.
• Laporan mingguan paling sedikit memuat capaian pelaksanaan
pekerjaan selama 1 (satu) minggu dan rencana capaian minggu
berikutnya yang disampaikan setiap minggu
3. Pengumpulan data dan Informasi Untuk Laporan Bulanan :
• Laporan Bulanan disusun dengan mengumpulkan rekapitulasi data
dan informasi dari laporan Mingguan
• Laporan bulanan disusun dan disampaikan di setiap bulan, pada
tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya kepada pimpinan Unit kerja
Pelaksana Kegiatan/Penanggung Jawab Kegiatan setelah
mendapat verifikasi Direksi Teknis/Konsultan Pengawas;
• Periode pelaporan adalah tanggal 26 sampai dengan tanggal 25
bulan berikutnya;
Oleh :
Chairil Anam, ST. 20
Sistem
Manajemen
Keselamatan BAB III
Konstruksi
PENUTUP
(SMKK)
3.1 Kesimpulan
Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi yang selanjutnya disingkat
SMKK adalah bagian dari sistem manajemen pelaksanaan Pekerjaan
Konstruksi dalam rangka menjamin terwujudnya Keselamatan Konstruksi.
Segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan
kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja pada pekerjaan konstruksi.
Ada lima elemen Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) :
1. Kepemimpinan dan partisipasi tenaga kerja dalam keselamatan
konstruksi;
2. Perencanaan keselamatan konstruksi;
3. Dukungan keselamatan konstruksi;
4. Operasi keselamatan konstruksi; dan
5. Evaluasi kinerja penerapan SMKK.
Oleh :
Chairil Anam, ST. 21