Surah Al-Fatihah dalam Tradisi Momalaeka
Surah Al-Fatihah dalam Tradisi Momalaeka
PROPOSAL
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti seminar proposal pada
Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin Adab dan
Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu
Oleh:
KHAERUL ANBIYA
NIM 19.2.11.0031
Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu,
skripsi tersebut telah memenuhi syarat ilmiah dan dapat diajukan untuk di
seminarkan.
Pembimbing I Pembimbing II
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL
………………………………………………………..i
PERSETUJUAN PEMBIMBING........................................................................ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................1
A. Latar Belakang......................................................................................1
D. Penegasan Istilah...................................................................................5
A. Penelitian terdahulu..............................................................................8
B. Kajian Teori........................................................................................10
C. Kerangka pemikiran............................................................................16
B. Lokasi Penelitian.................................................................................19
C. Kehadiran Peneliti...............................................................................20
iii
F. Teknik Analisis Data...........................................................................22
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................26
iv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
tidak hanya menafsirkan teks, tetapi juga Al- Qur’an diperlakukan sebagai entitas
yang berrnilai atau disebut kajian Living Qur’an (Al- Qur’an dalam kehidupan
disebutkan Fazlur Rahma dalam sebuah jurnal dengan judul “Some Recent Books
tiga kelompok besar pengkaji Al- Qur’an yaitu citizents (penduduk asli, umat
pengembangan kajian Al-Qur’an bukan hanya dari masyarakat muslim, akan tetapi
juga bisa menarik minat dari kalangan non-muslim. Dalam kehidupan interaksi
hanya diperlakukan sebagai kitab suci, tapi sudah memiliki banyak fungsi sesuai
faktor lingkungan kemasyarakatan dan juga cara berfikir mereka. Hal inilah yang
mendasari adanya interaksi yang variatif dan dinamis dalam ruang sosial.
1
Hamam Faizin, Mencium dan Nyunggi Al-Qur’an Upaya Pengembangan Kajian Al-
Qur’an Melalui Living Qur’an, Suhuf Vol.4, no.1, 2011, 23.
2
Fazlur Rahman, Some Recent Books on the Qur’an by Western Authors, The Journal of
Religion, Vol. 16, No. 1, Januari 1984.
3
Didi Junaedi, “Living Qur’an, Sebuah Pendekatan Baru dalam Kajian Alquran (Studi
Kasus di Pondok Pesantren as-Siroj Al-Hasan Desa Kalimukti Kec. Pabedilan Kab. Cirebon)”,
Journal of Quranic Studies, Vol. 4, No. 2, 2015,170.
1
Berbagai bentuk pemahaman dan pengamalan itulah yang kemudian disebut
Living Qur’an merupakan salah satu bentuk dan pengembangan kajian Al-
dalam rangka ibadah ritual atau untuk memperoleh ketenangan jiwa, maupun
terdapat dalam sebuah hadits dari Imam Bukhari yang meriwayatkan sebuah
peristiwa yang diceritakan dan dialami oleh sahabat nabi, Abu Said Al-Khudri
perkampungan dan menemukan pemuka kampung itu sedang luka parah. Salah
merasakan kesembuhan dan sekelompok sahabat Nabi itu pun diberi “upah berupa
tiga puluh ekor kambing dan disuguhi susu. Hal ini kemudian disampaikan kepada
Rasulullah saw. dan beliau bersabda “Dari mana dia mengetahui bahwa (surah Al-
4
Abdul Mustaqim, Metode Penelitian Al-Qur’an dan Tafsir (Yogyakarta: Idea Press
Yogyakarta, 2015), 104.
5
Idem, “Metode Penelitian living Quran Model Kualitatif” dalam Sahiron Samsuddin,
ed., Metodoligi Penelitian Living Quran, (Yogyakarta: TH. Press, 2007), 6.
6
Ahmad Farhan, “Living Al-Qur’an Sebagai Metode Alternatif dalam Studi Al-Qur’an”
El-Afkar 6, No. 11, (2017), 87.
2
Fatihah) itu merupakan doa penyembuhan? (Ia memang demikian). Bagilah
penghadiahan pahala bacaan Al-Fatihah dari orang yang masih hidup kepada
mayit. Penghadiahan Al-Fatihah ini dianggap sebagai sebuah ibadah yang dapat
mendatangkan pahala untuk mayit meskipun amalan tersebut dilakukan oleh orang
lain.7
Masyarakat desa Silanga dominan bersuku Kaili Rai, seperti yang diketahui
bahwa suku kaili mempunyai beragam tradisi yang telah terakulturasi dengan
budaya keagamaan hingga menjadi topik yang menarik bagi para peneliti
khususnya untuk Living Qur’an. Salah satu jurnal yang meneliti tentang Living
Qur’an pada masyarakat kaili adalah Darlis Dawing dengan judul “ Living Qur'an
di Tanah Kaili (Analisis Interaksi Suku Kaili Terhadap Alquran dalam Tradisi
Balia di Kota Palu, Sulawesi Tengah)”, penelitian ini berfokus pada salah satu
tradisi di sulawesi tengah yang menjadi salah satu keunikan masyarakat kaili.
8
Penelitian ini menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan salah satu bentuk usaha
Tradisi ini adalah salah satu bukti bahwa masyarakat kaili masih memegang teguh
dalam Tradisi Momalaeka di Desa Silanga. Seperti yang diketahui bahwa masa
kini tradisi dengan menyertakan sesajian hampir dianggap tabu terutama bagi
generasi milenial. Tradisi ini hampir dilaksanakan oleh seluruh masyarakat desa
7
Ahmad Yani Nasution, “Hukum Hadiah Al-Fatihah Kepada Mayit dalam Perspektif
Fiqh Muqaran”, JURNAL MADANI: Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Humaniora Vol. 1, No. 2
(September 2018) 431.
8
3
Silanga, pasalnya tradisi ini sudah menjadi kebiasaan ketika masyarakat teringat
atau bermimpi bertemu dengan keluarga yang sudah meninggal. Hal ini dilakukan
juga sebagai upaya tolak bala dan mendapat perlindungan dari Allah Swt.
Salah satu yang menarik bagi peneliti adalah praktik tradisi momalaeka
yakini sebagai surah yang dapat menjauhkan bala, dan dapat menjadi hadiah bagi
mereka yang sudah meninggal. Dalam penelitian ini, penulis berupaya untuk
sebagai berikut:
Desa Silanga?
1. Tujuan Penelitian
4
2. Kegunaan Penelitian
D. Penegasan Istilah
istilah agar tidak terjadi penyimpangan dalam pembahasan. Adapun judul skripsi
memahami judul proposal ini, penulis akan menguraikan beberapa istilah yang
1. Living Qur’an
Living qur’an adalah gabungan dua kata yang berbeda, yaitu living yang
berarti ‘hidup’ dan Qur’an, yaitu kitab suci umat Islam. Gabungan kedua kata
masyarakat”.9
interaksi atau resepsi. Kata resepsi bisa digunakan untuk mewakili perilaku
2. Tradisi
Tradisi adalah kesamaan benda material dan gagasan yang berasal dari
masa lalu namun masih ada hingga kini dan belum dihancurkan atau dirusak.
9
Muhammad Ali “Kajian Naskah dan Kajian Living Qur’an dan Living Hadits”, Journal
Of Qur’an and Hadist Studies 4, No. 2, (2015). 45
10
Ahmad Farhan “Living Al-Qur’an Sebagai Metode Alternatif dalam Studi Al-Qur’an”,
El-Afkar 6, No.11, (2017), 89.
5
Tradisi dapat di artikan sebagai warisan yang benar atau warisan masa lalu.
Kata “tradisi” berasal dari bahasa Latin traditio, sebuah nomina yang
dibentuk dari kata kerja traderere atau trader ‘mentransmisi, menyampaikan, dan
dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam waktu yang cukup lama sehingga
3. Momalaeka
Dalam hal ini penulis mengambil arti Momalaeka dari segi pemahaman
masyarakat suku kaili rai, khususnya di Desa Silanga, Kec. Siniu, Kab. Parigi
Moutong.
Agar penulisan proposal ini lebih mengarah pada tujuan, maka penulis
menyusun proposal ini menjadi beberapa bab, dan pada masing-masing bab di bagi
Bab I : Pendahuluan : Pada bab ini akan diuraikan secara singkat mengenai
11
Piotr Sztompka, Sosiologi Perubahan Sosial, (Jakarta: Prenada Media Grup, 2007), 69.
12
Robert Sibarani, “Pendekataan Antropolinguistik Terhadap Kajian Tradisi Lisan”,
Retorika : Jurnal Ilmu Bahasa 1, No. 1, (2015), 4.
6
Bab II : Kajian Pustaka membahas kajian-kajian teoritis yang akan
menjadi acuan dalam penelitian ini. Bab ini terdiri dari uraian tentang penelitian
seluruh data yang dibutuhkan dalam penelitian, adapun data tersebut meliputi,
instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik
pengabsahan data.
dan analisis pada bab sebelumnya. Sedangkan saran-saran berupa gagasan penulis
dan kontribusi pemikiran agar pascapenelitian ini dapat membuahkan nilai positif
F.
7
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Penelitian Terdahulu
ada tentang pembahasan Kajian Living Qur’an , ditemukan beberapa skripsi yang
deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berupa hasil wawancara. Hasil dari
telah melekat dalam diri masyarakat, dan terbentuk karena adanya rasa dan
budaya yang terfokus pada interprtatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian
13
Mardliyatun Nahdliyah Putri “Al-Qur’an Dalam Ruang Sosial Budaya: Tradisi
Pembacaan Surah Al-Fatihah Pada Aktivitas Sandingan di Dusun Gampingan Desa Wonokerto”
(Skripsi, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Syariah, UIN Maulana Malik
Ibrahim, Malang, 2021), 79.
8
tersebut ialah tradisi kepungan tersebut telah ada sekitar tahun 1400-1500 an
masehi. Tradisi ini awalnya terrcipta dari kebiasaan masyarakat yang suka
berkumpul dan makan bersama ketika Raden Urang Jaya/ Adipati Hurang/ Adipati
Wirasaba III masih hidup. Beliau juga diketahui adalah pencetus tradisi ini
pertama kali. Tradisi ini juga telah berubah dari mulanya bernuansa kejawen
sekarang sudah mengarah ke arah islam adanya fenomena Living Q ur’an dan
tentang kondisi sosial masyarakat, prosesi pelaksanaan tradisi golong dan makna
penafsiran masyarakat dusun jati terhadap surah Al-Fatihah dalam tradisi golong
sebagai tolak bala. Skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang
masyarakat sebagai tolak bala didasari oleh kondisi sosial masyarakat yang masih
berpegang teguh kepada adat dan tradisi yang ada. Kondisi perekonomian
masyarakat yang rendah dan tidak menentu juga menjadi salah satu pendorong
dilaksanakannya tradisi tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt agar
9
tentang proses tradisi Semaan yang merupakan tradisi yang sudah ada sejak zaman
Nabi SAW, dan masih terjaga sampai sekarang. Penelitian ini adalah penelitian
wawancara dan observasi parrtisipatif. Kesimpulan yang bisa ditarik dari skripsi
ini adalah, pelaksanaan tradisi semaan ini di dasari oleh dua hal, pertama,
mengikuti jejak nabi Muhammad SAW. Kedua, yaitu memperkuat tali silaturahmi,
Pemaknaan tradisi ini bagi masyarkat, mencakup dua sisi yaitu secara subjektif
dan secara objektif. Makna subyektif adalah spiritual yang mencakup untuk
edukasi untuk belajar Al-Qur’an, dan ekonomi sebagai pemasaran produk milik
Campurdarat dan telah menjadi kewajiban sosial bagi masyarakat seperti halnya
ini menunjukan bahwa sejarah awal pelaksanaan tradisi tahlilan tidak diketahui
karena tidak ada catatan tentang hal itu. Pemaknaan tradisi ini bagi masyarakat
silaturahmi.17
16
Mohammad Najib Fatkhulloh “Living Qur’an; Studi Kasus Tradisi Semaan Al-Qur’an di
Desa Ngrukem Milarak Ponorogo” (Skripsi, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas
Ushuluddin Adab dan Dakwah, IAIN Ponorogo, 2021) 65.
17
Nur Fatku Rohman “Pembacaan Surat Yasin dalam Tradisi Tahlilan: Kajian Living
Qur‟an di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat” (Skripsi, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir,
Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, IAIN Tulungagung, 2018) 84.s
10
Dari beberapa karya ilmiah di atas, penulis menemukan persamaan yaitu
Kajian Living Qur’an sebagai salah satu fokus utama dalam penelitian. Adapun
perbedaannya yang penulis temukan adalah, pertama, adalah perbedaan nama dan
bentuk tradisi. Kedua, perbedaan lokasi yang mempengaruhi kesimpulan dan hasil
dari penelitian. Ketiga, bentuk pelaksanaan, ketentuan, dan tujuan tradisi yang
B. Kajian Teori
Living Qur’an secara bahasa merupakan gabungan dari kata Livimg yang
berarti “hidup”, dan Qur’an, yaitu kitab suci umat muslim yang diturunkan
Quran in Everyday Life yang merupakan makna dan fungsi Quran yang dipahami
dan dialami secara nyata oleh masyarakat muslim. Secara lengkapnya, yaitu
kajian atau penelitian yang memuat berbagai peristiwa sosial tentang kehadiran
Living Qur’an sebagai Al-Qur’an yang hidup dalam masyarakat muslim. 19 Abdul
dari Al-Qur’an.20
18
M. Mansyur, Metode Penelitian Living Quran dan Hadits, (Yogyakarta: Teras, 2007),8.
19
Muhammad Chirzin., “Mengungkap Pengalaman Muslim Berinteraksi Dengan Al-
Quran” dalam Sahiron Samsuddin, ed., Metodoligi Penelitian Living Quran, (Yogyakarta: TH.
Press, 2007), 12.
20
Abdul Mustaqim, “Metode Penelitian living Quran Model Kualitatif” dalam Sahiron
Samsuddin, ed., Metodoligi Penelitian Living Quran, (Yogyakarta: TH. Press, 2007), 68.
11
Hal yang menjadi latar belakang munculnya pemikiran ilmiah murni
dalam studi Al-Qur’an, berawal dari para pemerhati non-Muslim terhadap hal-hal
yang menarik dari Al-Qur’an yang tertuang dalam kehidupan sosial masyarakat
keperluan pengobatan, do’a dan sebagainya yang ada dalam masyarakat Muslim.
Model studi penelitian yang berfokus kepada fenomena dalam masyarakat muslim
yang berkaitan dengan Al-Qur’an sebagai objeknya. Pada dasarnya ini adalah
studi sosial dengan berbagai keragamannya. Karena fenomena sosial ini ada
kaitannya dengan Al-Qur’an, maka kemudian dimasukan dalam lingkup studi Al-
asumsi, justifikasi, dan perilaku masyarakat yang berasal dari ayat-ayat Al-
Qur’an.23
21
Syahiron Samsuddin, Metodologi Penelitian Living Quran dan Hadis, (Yogyakarta:
TERAS, 2007), 7.
22
Moh. Nasikhul Umam, “Tradisi Pembacaan Surah Yasin Fadhilah (Studi Living Qur’an
di Dukuh Modal Desa Pamotan Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang)”, (Tesis tidak
diterbitkan, Fakultas Ushuluddin, Iain Kudus, Kudus, 2019), 10.
23
Moh. Muhtador, “Pemaknaan Ayat al-Quran dalam Mujahadah: Studi Living Qur’an di
PP Al-Munawwir Krapyak Komplek Al- Kandiyas”, Jurnal Penelitian 8, no. 1 (Februari 2014),
97.
12
Berbeda dengan studi Al-Qur’an yang kajiannya berfokus pada tekstualitas
Qur’an termasuk kedalam wilayah kajian keislaman yang tidak hanya aspek-
aspeknya yang normatif dan gogmatik, tetapi juga pengkajian yang menyangkut
aspek sosiologis dan antropologis. Ilmu-ilmu Islam tidak selalu berada pada aspek
empirik.25
seseorang”. Respons masyarakat adalah resepsi terhadap teks dan hasil penafsiran
tertentu. Resepsi sosial kepada Al-Qur’an dapat kita temui dalam kehidupan
sehari-hari, seperti tradisi bacaan surah atau ayat tertentu pada acara atau perayaan
adalah suatu kajian ilmiah dalam ranah studi Al-Qur’an yang meneliti dialektika
24
Afriadi Putra dan Muhammad Yasir “’Kajian Living Qur’an di Indonesia (Dari Studi
Teks ke Living Qur’an)”, Majalah Ilmu Pengetauan dan Pemikiran Keagamaan TAJDID 21, no.2
(2018), 17.
25
Ibid, 18.
26
Heddy Shri Ahimsa-Putra, “THE LIVING AL-QUR’AN: Beberapa Perspektif
Antropologi”, Walisongo 20, no. 1 (Mei 2012), 237.
(Junaedi) (Hadi)
13
antara praktek dan muatan teksutual dari ayat-ayat Al-Qur’an yang dilakukan oleh
masyarakat.27
pemahaman bahwa Living Quran adalah Alquran yang hidup dalam kehidupan
paradigma yang diperlukan di sini tidak lagi sama dengan paradigma yang
digunakan untuk mengkaji al-Qur’an sebagai sebuah kitab. Memang kita masih
gejala-gejala tersebut sebagai “teks”. Akan tetapi karena “teks” di sini merupakan
sebuah model atau metafor, dan “teks” yang sebenarnya adalah “pemaknaan al-
tidak lagi sama dengan hermeneutik dalam kajian teks yang sebenarnya.28
Qur’an, namun tidak semua paradigma ini dapat diterapkan dengan mudah di
paradigma tersebut, paradigma yang dapat dipakai dan dapat memberikan hasil
berikut.29
27
Didi Junaedi, “Living Qur’an: Sebuah Pendekatan Baru dalam Kajian Al-Qur’an (Studi
Kasus di Pondok Pesantren as-Siraj al-Hasan Desa Kalimukti Kec. Pabedilan Kab. Cirebon”,
Jurnal of Qur’an and Hadith Studies 4, no. 2 (2015), 173.
28
Heddy Shri Ahimsa-Putra, “THE LIVING AL-QUR’AN: Beberapa Perspektif
Antropologi”, Walisongo 20, no. 1 (Mei 2012), 253.
29
Ibid, 254.
14
1) Paradigma Akulturasi
masuk dalam lingkup studi Living Qur’an. Sehingga peneliti mencoba untuk
mengetahui proses dan hasil interaksi antara ajaran yang ada dalam Al-Qur’an
firman-firman dari Allah SWT, yang artinya tidak dimengerti sepenuhnya oleh
2) Paradigma Fungsional
dari suatu gejala sosial budaya. Fungsi ini merupakan fungsi sosial atau fungsi
kultural gejala tersebut, misalnya pola perilaku yang muncul dari pemaknaan
satu surah yang mempunyai banyak manfaat dan salah satunya adalah bentuk
hadiah kepada orang yang sudah meninggal. Sehingga tradisi momalaeka diyakini
30
Ibid, 254.
31
Moh. Nasikhul Umam, “Tradisi Pembacaan Surah Yasin Fadhilah (Studi Living Qur’an
di Dukuh Modal Desa Pamotan Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang)”, (Tesis tidak
diterbitkan, Fakultas Ushuluddin, Iain Kudus, Kudus, 2019), 15.
15
masyarakat adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan juga bentuk
3) Paradigma Fenomenologi
ini sangat penting karena pemahaman atau pengetahuan mengenai dunia inilah
yang dianggap sebagai dasar bagi perwujudan pola-pola perilaku masyarakat desa
tertentu diwujudkan.32
dari sudut pandang subjektif atau orang pertama, bersama dengan “intensionalitas”
keterampilan dan kebiasaan motorik , praktik sosial latar belakang dan, seringkali,
bahasa.33
C. Kerangka pemikiran
melatar belakangi penelitian ini. Dalam kerangka pemikiran ini peneliti akan
32
Ibid, 258.
33
Feelsafat, “Fenomenologi : Pengertian, Paradigma, dan Filsafat”, Situs Resmi Feelsafat.
[Link] (29 Agustus
2023).
16
mencoba menjelaskan masalah pokok penelitian. Penjelasan yang disusun akan
menggabungkan antara teori dengan masalah yang di angkat dalam penelitian ini.
dan teori yang ada hubungannya untuk membantu menjawab masalah penelitian.
teori sosial yang menyangkut sistem religi, melakukan proses pemahaman dan
penelitian ini, penulis akan menjelaskan keterkaitan antar poin pemikiran yang
yang memuat tentang dua poin utama yaitu Penggunaan surah Al-Fatihah dalam
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara dan
34
M. Mansy (Bakker dan Zubair) (Arikunto dan Suharni) (Suwartono) (S. Hadi)
(Narbuko dan Achmadi) (Sugiyono) (Moleong) (Herdiansyah) (Afifuddin dan Saebeni)ur, Metode
Penelitian Living Quran dan Hadist, (Yogyakarta:TH-Press, 2007), 37.
17
Kajian Penggunaan Surah
Tradisi Momalaeka
Living Qur’an Al-Fatihah
Pandangan
Sosiologi
Silanga
18
BAB III
METODE PENELITIAN
ini. Penulis berpendapat bahwa teori tersebut dapat digunakan dan diterapkan
dalam praktik manaqib Tradisi Momalaeka di Desa Silanga. Teori ini mencari
Karl Mannheim menunjukkan bahwa ada dua dimensi yang membentuk tindakan
manusia, yaitu perilaku (behaviour) dan makna (meaning). 36Oleh karena itu, untuk
memahami tindakan sosial, kita harus mempelajari perilaku dan makna individu
masing-masing. Dalam hal ini, Karl Mannheim membagi tindakan sosial menjadi
tiga makna: 1) Makna obyektif, yang merupakan makna yang berlaku secara
Makna ekspresif adalah makna yang ditunjukkan oleh perilaku pelaku secara
35
Sahiron Syamsuddin, Metode Penelitian Living Quran dan Hadis (Yogyakarta: TH
Press dan Penerbit Teras), 71-72.
36
Muhyar Fanani, Metodologi Studi Islam : Aplikasi Sosiologi Pengetahuan Sebagai
Cara Pandang (Jakarta: Pustaka Pelajar, 2010), 37.
19
B. Lokasi Penelitian
diteliti yaitu, sebatas wilayah Desa Silanga Kecamatan Siniu Kabupaten Parigi
Moutong yang merupakan wilayah yang akan penulis teliti. Pada penelitian ini
penulis akan meneliti langsung di lokasi terkait dengan Penggunaan Surah Al-
C. Kehadiran Peneliti
penelitian desa Silanga mutlak ada sebagai instrumen. Peran penelitian di lapangan
sebagai partisipan penuh dan aktif karena penelitian yang langsung mengamati dan
subyek dari mana data dapat diperoleh.37 Berdasarkan sumbernya, data dibedakan
Data primer adalah data yang dibuat oleh peneliti dengan maksud khusus
informan yang dipilih. Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian
ini adalah tokoh agama, tokoh adat, dan para masyarakat di Desa Silanga.
37
Arikunto dan Suharni, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Prkatik (Jakarta:PT.
Rineka Cipta,2014), 172.
20
Data sekunder adalah data yang didapat dari sumber bacaan dan berbagai
macam sumber lainnya yang terdiri dari buku – buku terkait, artikel, jurnal,
skripsi, tesis, atau disertasi yang berhubungan dengan fokus pembahasan dalam
penelitian ini.
1. Observasi
berlangsung. Dalam hal ini target observasi peneliti adalah proses pelaksanaan
pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan, pengamat hanya berperan mengamati
2. Wawancara
berlangsung secara lisan dan bertatap muka.41 Metode wawancara adalah suatu
38
Suwartono, Dasar-dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta:Andi, 2014), 41.
39
Sutrisno Hadi, Metodologi Reseach, (Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas
Psikologi UGM Yogyakarta,2002), 136.
40
Sudaryono, Metodologi penelitian (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada) 216.
41
Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian (Jakarta: PT. Bumi Aksara,
2007) 83.
21
teknik untuk memperoleh keterangan dan data dengan cara mengajukan
pertanyaan secara lisan dan bertatap muka antara peneliti dengan informan yang
wawancara dilakukan dengan obrolan santai dan tidak terstruktur (terbuka dan
bicara apa saja) dalam garis besar yang terstruktur (mengarah kepada hal untuk
terkait dengan penelitian yaitu, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat yang
3. Dokumentasi
beberapa tahapan teknik analisis data dimulai dari pengumpulan data yang di gali
melalui wawancara dengan tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat yang terlibat
42
Afriadi Putra dan Muhammad Yasir “’Kajian Living Qur’an di Indonesia (Dari Studi
Teks ke Living Qur’an)”, Majalah Ilmu Pengetauan dan Pemikiran Keagamaan TAJDID 21, no.2
(2018), 18.
43
Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: CV. Alfabeta, 2015), 114.
22
langsung dalam Tradisi Momalaeka di Desa Silanga. Dalam hal ini penulis
1. Reduksi Data
memfokuskan pada hal – hal yang penting, mencari tema dan polanya serta
membuang yang tidak perlu.44 Gagasan reduksi data yang diterapkan pada hasil
dianggap penulis tidak signifikasi bagi penelitian tentang penggunaan surah Al-
2. Penyajian Data
yang sudah diseleksi tadi, lalu data disajikan secara sederhana supaya lebih mudah
dipahami. Data yang disajikan tersebut berupa rangkuman yang penting terkait
data penelitian.
3. Verifikasi Data
Desa Silanga. Teknik verifikasi dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara
yaitu:
a. Deduktif, yaitu suatu cara yang ditempuh dalam menganalisi data dengan
berkat dari pengetahuan yang bersifat umum pada tradisi momalaeka di desa
44
Haris Herdiansyah, Metodologi Penelitian Kualitatif (Jakarta: Salemba Humanika,
2010), 9.
23
b. Induktif, yaitu suatu cara yang ditempuh dalam menganalisa data dengan
menjadi yang bersifat umum yang terjadi pada tradisi momaleka di desa
Silanga.
dan perbedaannya.
triangulasi yaitu cara pengujian keabsahan data yang menggunakan materi lain di
luar data dari tradisi momaleka di desa Silanga sebagai keperluan verifikasi serta
1. Triangulasi Data
wawancara, hasil observasi pada tradisi momaleka atau dengan melakukan tanya
jawab sejumlah subjek yang dipandang mempunyai sudut pandang yang berlainan
di desa Silanga.
2. Triangulasi Pengamat
penghimpunan data.
3. Triangulasi Teori
24
Pemakaian beragam teori yang berberda untuk menetapkan jika data dari
tradisi momalaeka di desa Silanga yang dihimpun telah memenuhi syarat. Pada
4. Triangulasi Metode
secara langsung.
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Idrus. Tafsir Surat Al-Fatihah. Abdul Manaf dan Dhia [Link].,
Jakarta: Amzah, 2015.
Ali, Muhammad. “Kajian Naskah dan Kajian Living Qur'an dan Living Hadits.”
Journal Of Qur'an and Hadist Studies 4.2 (2015):
45
Afifuddin dan Beni Ahmad Saebeni, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: CV.
Pustaka Setia, 2012), 143.
25
Arikunto dan Suharni. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
PT. Rineka Cipta, 2014.
Dawing, Darlis. “Living Qur'an di Tanah Kaili (Analisis Interaksi Suku Kaili
Terhadap Al-Qur'an dalam Tradisi Balia di Kota Palu, Sulawesi Tengah).”
Nun: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir Nusantara 3, no.1 (2017)
Junaedi, Didi. “Living Qur'an: Sebuah Pendekatan Baru dalam Kajian Al-Qur'an
(Studi Kasus di Pondok Pesantren as-Siraj al-Hasan Desa Kalimukti Kec.
Pabedilan Kab. Cirebon.” Jurnal Of Qur'an and Hadith Studies 4. no.2
(2015).
26
Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Bumi
Aksara, 2007.
Putra, Afriandi dan Muhammad Yasir. “Kajian Living Qur'an di Indonesia (Dari
Studi Teks ke Living Qur'an).” Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran
Keagamaan TAJDID 21.2 (2018).
Sari, Febri Nur Intan. Pemaknaan Surah Al-Fatihah Sebagai Tanda Syukur dalam
Tradisi Ngalungi di Dusun Sendang Kabupaten Rembang (Study Living
Qur'an). Fakultas Ushuluddin, Iain Kudus, [Link].
Sztompka, Piotr. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada Media Grup, 2007.
Umam, Moh. Nasikhul. “Tradisi Pembacaan Surah Yasin Fadhilah (Studi Liivng
Qur'an di Dukuh Modal Desa Pamotan Kecamatan Pamotan Kabupaten
Rembang) Tesis tidak diterbitkan.” (2019).
27