0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan57 halaman

Rehabilitasi Ruang Guru SMAN 11 Berau

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan57 halaman

Rehabilitasi Ruang Guru SMAN 11 Berau

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SMA NEGERI 11 BERAU
Alamat : Jalan Poros Eka Sapta Kec. Talisayan Kab. BerauKaltim77372
Email : sman11berau@[Link] Website : -
NPSN : 69728697 NSS : 301160304011

RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS


Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang Beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

KEGIATAN: REHABILITASI DAN PEMBANGUNAN


LAB SMAN 11 BERAU TAHUN ANGGARAN 2024
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................................................. i


PASAL 1 LINGKUP PEKERJAAN ......................................................................................................... 1
PASAL 2 PLANK NAMA KEGIATAN ................................................................................................... 2
PASAL 3 KETENTUAN UMUM ............................................................................................................. 3
PASAL 4 KANTOR LAPANGAN DAN FASILITASNYA ....................................................................... 5
PASAL 5 PERATURAN TEKNIS YANG DIPERGUNAKAN ................................................................. 7
PASAL 6 PERSIAPAN DILAPANGAN ................................................................................................. 8
PASAL 7 PEKERJAAN PEMBERSIHAN LAPANGAN ........................................................................ 9
PASAL 8 UKURAN/PEIL .................................................................................................................... 10
PASAL 9 PEKERJAAN TANAH .......................................................................................................... 10
PASAL 10 PEKERJAAN TIANG PANCANG ULIN ............................................................................. 13
PASAL 11 PEKERJAAN PASANGAN PONDASI BATU GUNUNG.................................................... 14
PASAL 12 PEKERJAAN BETON BERTULANG ................................................................................. 15
PASAL 13 PEKERJAAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN ................................................................ 33
PASAL 14 PEKERJAAN PENUTUP ATAP ......................................................................................... 37
PASAL 15 PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA ........................................................................... 39
PASAL 16 PEKERJAAN PLESTERAN & ACIAN ............................................................................... 41
PASAL 17 PEKERJAAN PENGECATAN ............................................................................................ 43
PASAL 18 PEKERJAAN LANGIT LANGIT / PLAFON ....................................................................... 44
PASAL 19 PEKERJAAN LANTAI KERAMIK ...................................................................................... 46
PASAL 20 PEKERJAAN PELAPISAN KERAMIK DINDING ............................................................ 48
PASAL 21 PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA KAYU KELAS I ..................................................... 50
PASAL 22 PEKERJAAN SANITAIR ................................................................................................... 52
PASAL 23 PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK .................................................................................. 54

i
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

PASAL 1
LINGKUP PEKERJAAN

1.1. Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal Sedang
beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024.
1.1.1. Lokasi Pekerjaan
Berau, Kalimantan Timur
1.1.2. Untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut Pelaksana hendaknya
menyediakan:
a. Tenaga kerja dan tenaga ahli yang memadai sepadan dengan jenis
dan lingkup pekerjaan.
b. Bahan, peralatan kerja dan segala keperluan yang berhubungan
dengan pelaksanaan pekerjaan bangunan.
1.1.3. Pekerjaan harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang tertera dalam
Spesifikasi Teknis, gambar DED dan keputusan Pemilik Pekerjaan.

1.2. Konstruksi bangunan bersifat permanen, yaitu pekerjaan : Rehabilitasi Ruang


Guru Beserta Perabotnya.

1.3. Gambar – Gambar Yang Terinci.


Gambar kerja yang terinci termasuk rencana kerja, rencana penyediaan
material, peralatan, papan nama proyek dan rambu-rambu batas kerja di
lokasi kegiatan harus disediakan demi untuk kelancaran pekerjaan dan untuk
memenuhi pelaksanaan program tepat pada waktunya sesuai dengan
persyaratan.

1.4. Gambar-Gambar Yang Harus Diperhatikan oleh Pelaksana


Pelaksana harus menyerahkan gambar-gambar pekerjaan sementara atau
penunjang kepada Pemilik Pekerjaan untuk disetujui termasuk pekerjaan
untuk perlindungan, tatakala waktu kerja, gambar rincian dan gambar-gambar

1
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

pekerjaan yang diberikan oleh Pemilik Pekerjaan. Pemilik Pekerjaan berhak


merubah gambar-gambar tersebut dan Pelaksana harus melaksanakan
pekerjaan- pekerjaan tersebut begitu pula dengan semua perubahan-
perubahan tersebut tanpa tambahan pembayaran. Jika Pelaksana
memperkirakan bahwa perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap
keselamatan dari pekerjaan atau menambah tanggung jawab Pelaksana maka
Pelaksana harus segera menyampaikan pernyataan tertulis kepada Pemilik
Pekerjaan dalam waktu 7 hari setelah menerima perubahan-perubahan
tersebut dan harus merincikan hal-hal khusus yang dirasa keberatan, maka
Pemilik Pekerjaan akan mempertimbangkan hal tersebut.

1.5. Persetujuan Atas Gambar.


Pemeriksaan atau pertimbangan oleh Pemilik Pekerjaan tentang usulan-
usulan, gambar-gambar atau dokumen yang diserahkan oleh Pelaksana untuk
memperoleh persetujuan Pemilik Pekerjaan, baik dengan atau tanpa
perubahan-perubahan, tidak boleh membebaskan Pembororng dari suatau
tanggung jawab atau kerugian yang dibebankan kepadanya oleh suatu
ketentuan kontrak. Sekiranya terdapat gambar-gambar yang tidak sesuai
dengan pesyaratan- persyaratan kontrak setelah persetujuan diberikan oleh
Pemilik Pekerjaan terhadap gambar-gambar tersebut yang telah diserahkan
oleh Pelaksana atau rincian gambar-gambar tidak sesuai dengan gambar
gambar yang diserahkan terdahulu, maka berbagai perubahan dan tambahan
yamg dianggap perlu oleh Pemilik Pekerjaan harus dilakukan oleh Pelaksana
dan pekerjaan tersebut harus dilaksanakan oleh Pelaksana tanpa
memerlukan tambahan pembayaran.

PASAL 2
PLANK NAMA KEGIATAN

2.1. Pelaksana diwajibkan membuat Plank Nama Kegiatan di lokasi Kegiatan, dan
dipasang ditempat yang mudah dilihat umum.

2
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

2.2. Bentuk, isi dan ukuran papan nama ditentukan Pemilik Pekerjaan dan disetujui
Pemberi Tugas Pemasangan dimulai sejak Kegiatan akan dilaksanakan dan
dilepas kembali setelah disetujui Pemberi Tugas.

PASAL 3
KETENTUAN UMUM

3.1. Air yang digunakan untuk adukan dan pekerjaan beton haruslah air yang
bersih, bebas dari bahan yang merusak material atau campuran yang
mempengaruhi daya lekat semen. Apabila mutu air yang digunakan diragukan,
maka Pemilik Pekerjaan dapat meminta pemeriksaan laboratorium atas beban
biaya Pelaksana.

3.2. Pasir yang dipakai harus bersih dan bebas dari segala macam kotoran baik
organis maupun lumpur, tanah, karang, garam dan lain-lainnya sesuai dengan
ketentuan Peraturan Beton Bertulang Indonesia Tahun 1971. Pasir laut sama
sekali tidak boleh dipergunakan, kecuali bila dicuci dengan air tawar sampai
bersih dari garam. Bahan pengisi harus disimpan ditempat yang bersih, yang
permukaannya keras agar tidak terjadi percampuran satu sama lain. Untuk
pekerjaan beton, hanya pasir beton yang dapat digunakan yaitu pasir sungai
yang bersih dari Lumpur ( max. 6 % ) dan kotoran lainnya, ukuran pasir 0,35-
1,50 mm.

3.3. Semen yang digunakan harus disetujui dan disyahkan oleh yang berwenang
dan memenuhi ketentuan Peraturan Beton Bertulang Indonesia Tahun 1971.
Pengangkutan harus terhindar dari air/hujan bebas dari kelembaban. Semen
harus diletakan pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah/lantai,
penumpukan tidak boleh lebih dari 2 meter. Dalam pengirimannya yang baru

3
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

harus dipisahkan dengan yang lama, sehingga pemakaian semen sesuai


dengan urutan pengiriman.

3.4. Semua kayu yang digunakan harus dari kualitas yang baik atau tidak bergetah,
kering udara, tidak cacat/celah, mata kayu besar yang lepas sudut pinggirnya
bebas dimakan bubuk, dan cacat lain yang parah. Kayu dikeringkan minimal
tiga bulan. Andaikata dalam ketentuan yang dicantumkan masih ada
kekurangan, maka syarat dalam Peraturan Kontruksi Kayu Indonesia
([Link]-5/1971) yang dipakai/berlaku.

3.5. Peraturan Menteri Pekerjaan umum No. 08/PRT/M/2011 Tentang pembagian


Sub Kualifikasi Usaha Jasa Kontruksi.

3.6. Peraturan Pemerintah RI No.16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa


Pemerintah Beserta Turunannya.

3.7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/PRT/M/2018, tentang Pedoman


Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

3.8. Peraturan Kepada LKPP yang berhubungan dengan pelaksanan pekerjaan.

3.9. Peraturan dan Ketentuan lain yang dikeluarkan oleh jawatan / instansi
Pemerintah setempat,yang bersangkutan dengan permasalahan bangunan

3.10. Peraturan Menteri No. 28/PRT/M/2016

4
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

PASAL 4
KANTOR LAPANGAN DAN FASILITASNYA

4.1. UMUM
1. Uraian Pekerjaan
Menurut Seksi ini, Pelaksana harus membangun, menyediakan,
memasang, memelihara, membersihkan, menjaga dan pada saat
selesainya Kontrak harus memindahkan atau membuang semua bangunan
kantor darurat, gudang-gudang penyimpanan, barak-barak pekerja dan
bengkel - bengkel yang dibutuhkan untuk pengelolaan dan pengawasan
kegiatan.

2. Pekerjaan Seksi Lain yang Berkaitan dengan Seksi Ini


a. Mobilisasi
b. Bahan dan Penyimpanan
c. Pekerjaan Pembersihan
d. Pengamanan Lingkungan Hidup
e. Keselamatan dan Kesehatan Kerja

3. Ketentuan Umum
a. Pelaksana harus mentaati semua peraturan-peraturan Nasional
maupun Daerah.
b. Kantor dan fasilitasnya harus ditempatkan sesuai dengan Lokasi Umum
dan Denah Lapangan yang telah disetujui dimana penempatannya harus
diusahakan sedekat mungkin dengan daerah kerja (site) dan telah
mendapat persetujuan dari Pemilik Pekerjaan.
c. Bangunan untuk kantor dan fasilitasnya harus ditempatkan sedemikian
rupa sehingga terbebas dari polusi yang dihasilkan oleh kegiatan
pelaksanaan.
d. Bangunan yang dibuat harus mempunyai kekuatan struktural yang baik,
tahan cuaca, dan elevasi lantai yang lebih tinggi dari tanah di sekitarnya.

5
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

e. Bangunan untuk penyimpanan bahan harus diberi bahan pelindung


yang cocok sehingga bahan-bahan yang disimpan tidak akan
mengalami kerusakan.
f. Sesuai pilihan Pelaksana, bangunan dapat dibuat di tempat atau dirakit
dari komponen-komponen pra-fabrikasi.
g. Kantor lapangan dan gudang sementara harus didirikan diatas pondasi
yang mantap dan dilengkapi dengan penghubung dengan untuk
pelayanan utilitas.
h. Bahan, peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk bangunan
dapat baru atau bekas pakai, tetapi dengan syarat harus dapat
berfungsi, cocok dengan maksud pemakaiannya dan tidak bertentangan
dengan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku.
i. Lahan untuk kantor lapangan dan semacamnya harus ditimbun dan
diratakan sehingga layak untuk ditempati bangunan, bebas dari
genangan air, diberi pagar keliling, dan dilengkapi minimum dengan
jalan masuk dari kerikil serta tempat parkir.
j. Pelaksana harus menyediakan sarana dan prasarana untuk kesehatan
dan keselamatan kerja.

4.2. KANTOR PELAKSANA DAN FASILITASNYA


1. Umum
Pelaksana harus menyediakan akomodasi dan fasilitas kantor yang cocok
dan memenuhi kebutuhan kegiatan sesuai Seksi dari Spesifikasi ini.

2. Ukuran
Ukuran kantor dan fasilitasnya sesuai untuk kebutuhan umum Pelaksana
dan harus menyediakan sebuah ruangan yang digunakan untuk rapat
kemajuan pekerjaan.

3. Alat Komunikasi
a. Pelaksana harus memiliki Alat Komunikasi selama periode kontrak.

6
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

4. Perlengkapan dalam Ruang Rapat dan Ruang Penyimpanan Dokumentasi


Kegiatan.
a. Meja rapat dengan kursi untuk paling sedikit 8 orang
b. Rak atau laci untuk penyimpanan gambar dan arsip untuk Dokumentasi
Kegiatan secara vertikal atau horisontal, yang ditempatkan di dalam
atau dekat dengan ruang rapat.

5. Kantor Pendukung
Bilamana Pelaksana menganggap perlu untuk mendirikan satu kantor
pendukung atau lebih, yang akan digunakan untuk keperluan sendiri pada
jarak 50 km atau lebih dari kantor utama di lapangan, maka Pelaksana
harus menyediakan, memelihara dan melengkapi satu ruangan pada setiap
kantor pendukung dengan ukuran sekitar 12 meter persegi yang akan
digunakan oleh Staf Pemilik Pekerjaan Pekerjaan untuk setiap kantor
pendukung.

PASAL 5
PERATURAN TEKNIS YANG DIPERGUNAKAN

Berlaku dan mengikat dalam Rencana Kerja dan Syarat-Syarat ini adalah :
5.1. Perpres RI No. 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara.

5.2. Algemene Voorwarden ( AV ) yang disyahkan dengan Keputusan Pemerintah


Hindia Belanda tanggal 28 Mei 1941 dan Tambahan Lembaga Negara No. 1457.

5.3. Undang-undang Perburuhan No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

5.4. Peraturan Pembangunan Daerah setempat

7
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

5.5. Petunjuk-petunjuk dan peringatan tertulis yang diberikan Pemilik Pekerjaan


pekerjaan termasuk dalam pasal 3 perjanjian ini untuk mencapai tujuan
perjanjian.

5.6. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 281/KPTS/1970 tanggal 11 Sep. 1970.

5.7. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 3081/KPTS/1989 tentang Pengesahan


32 Standart Konsep dan Bidang Pekerjaan Umum.

5.8. Surat Edaran bersama Bappenas dan Departemen Keuangan RI tanggal 1 April
1993 Nomor : 1342/[Link]/3/1993 dan SE 40/A/31/0493 dan Keputusan Dirjen Cipta
Karya Nomor : 2246/[Link]/5/1994 tanggal 13 Mei [Link] - 69/A/31/0594.

PASAL 6
PERSIAPAN DILAPANGAN

6.1. Pelaksana diwajibkan menyediakan ruang/tempat kerja untuk para staf


Pemilik Pekerjaan yang bertugas sehubungan dengan pekerjaan di lapangan
dan biaya pembangunan menjadi tanggungan Pelaksana.

6.2. Pelaksana diwajibkan menyediakan gedung/kantor Pelaksana untuk


menyimpan bahan/barang, dan kantor sebagai ruang kerja untuk para petugas
yang ditunjuk oleh Pelaksana. Ukuran ditentukan sendiri sesuai kebutuhan,
tetapi letaknya harus mendapat persetujuan Pemilik Pekerjaan/Pemberi
Tugas.

6.3. Pelaksana diwajibkan menyiapkan peralatan kerja yang diperlukan untuk


melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna dan efisien.

8
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

Demikian pula pembangkit tenaga listrik sementara, sumber air, perlindungan


tertentu terhadap fasilitas umum dan jalan sementara bila diperlukan.

6.4. Pelaksana berkewajiban menyiapkan segala sesuatu apabila terjadi


kecelakaan, kebakaran, menjaga kesehatan karyawan dan menjaga
kebersihan lingkungan. Pengamanan Kegiatan dengan cara penjagaan,
penerangan malam, pemagaran sementara dan lain-lain.

PASAL 7
PEKERJAAN PEMBERSIHAN LAPANGAN

7.1. Sebelum pekerjaan kontruksi dilaksanakan, terlebih dahulu Pelaksana


membersihkan segala macam benda, tumbuhan, sisa-sisa akar lain pada
tempat yang sesuai rencana akan dibangun jalan, saluran, bangunan/fasilitas
dan lainnya yang bebas dari pengaruh kerusakan terhadap kontruksi,
termasuk dalam pekerjaan sesuai petunjuk Pemilik Pekerjaan. Jalan logistik
tersebut harus disiapkan sebagai jalan penghubung, sebagaimana rencana.

7.2. Pelaksana tidak diperkenankan menebang pohon atau pagar hidup di lokasi
pekerjaan kecuali dalam batas-batas sesuai rencana dalam gambar, yang
diberi tanda jelas harus ditebang. Bila ada sesuatu hal yang mengharuskan
Pelaksana menebang pohon, harus secara tertulis disetujui Pemilik
Pekerjaan/Pemberi Tugas.

7.3. Bila dalam pelaksanaan pekerjaan dalam batas rencana, rencana kontruksi
jalan atau lainnya terdapat bangunan instalasi lainnya, Pelaksana tidak
diperkenankan membongkar / memindahkan tanpa persetujuan tertulis dari
Pemilik Pekerjaan.

9
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

PASAL 8
UKURAN/PEIL

8.1. Pelaksana diwajibkan mempelajari seluruh gambar dan uraian syarat teknis.
Bila dalam rencana tersebut ada sesuatu perbedaan ukuran diantara gambar,
maka Pelaksana wajib melaporkan kepada Pemilik Pekerjaan untuk mendapat
keputusan. Pelaksana tidak dibenarkan memperbaiki sendiri perbedaan
ukuran yang terdapat dalam perencanaan tersebut. Akibat kelalaian
Pelaksana, seluruhnya akan menjadi tanggung jawab Pelaksana.

8.2. Pelaksana bertanggung jawab atas tepatnya pelaksanaan pekerjaaan menurut


ketentuan peilpeil dan ukuran yang ditetapkan dalam gambar kerja, rencana
kerja dan syarat-syarat teknis.

8.3. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Pelaksana terlebih dahulu mengukur


kembali ketepatan peil-peil yang tercantum dalam gambar dan syarat-syarat
teknis. Ketepatan dalam ukuran peil mutlak diperhatikan dan jika terjadi
kesalahan yang dilakukan oleh Pelaksana dan tidak dapat ditolelir maka
Pemilik Pekerjaan berhak memerintahkan untuk membongkar dan akibat
tersebut menjadi tanggungan Pelaksana.

PASAL 9
PEKERJAAN TANAH

9.1. UMUM
1. Seluruh lapangan pekerjaan harus diratakan dan semua sisa-sisa
tanaman seperti akar-akar, rumput-rumput dan sebagainya, harus
dihilangkan.

2. Pekerjaan penggalian tanah, perataan tanah, harus dikerjakan lebih dahulu


sebelum Pelaksana memulai pekerjaan. Pekerjaan galian tersebut

10
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

disesuaikan dengan kebutuhannya sesuai dengan peil-peil (level), pada


lokasi yang telah ditentukan di dalam gambar, dan mendapatkan
persetujuan Supervisi.

3. Daerah yang akan digali harus dibersihkan dari semua benda penghambat
seperti, sampah-sampah, tonggak bekas-bekas lubang dan sumur,
lumpur, pohon dan semak-semak.

4. Bekas-bekas lubang dan sumur, harus dikuras airnya dan diambil


lumpur/tanahnya yang lembek di dalamnya. Pohon yang ada, hanya boleh
disingkirkan setelah mendapat persetujuan Supervisi.

5. Tunggak - tunggak pepohonan dan jalinan - jalinan akar harus dibersihkan


dan disingkirkan sampai pada kedalaman + 1,5 m di bawah permukanan
tanah.

6. Segala sisa dan kotoran yang disebabkan oleh pekerjaan tersebut, harus
disingkirkan dari daerah pembangunan oleh Pelaksana, sesuai dengan
petunjuk Supervisi.

9.2. PEKERJAAN GALIAN PONDASI


1. Galian harus dilakukan menurut ukuran dalam dan lebar sesuai dengan
peil peil yang tercantum dalam gambar Rencana. Semua bekas-bekas
pondasi bangunan lama, jaringan jalan/aspal, akar dan pohon-pohon
dibongkar dan dibuang.

2. Apabila ternyata terdapat pipa-pipa pembuangan, kabel listrik, telepon dan


lain-lain yang masih digunakan, maka secepatnya memberitahukan
kepada Supervisi atau kepada instansi yang berwenang untuk
mendapatkan petunjuk seperlunya. Pelaksana bertanggung jawab atas
segala kerusakankerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut.

11
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

3. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan,


maka Pelaksana harus mengisi/mengurug kembali daerah galian tersebut
dengan bahan-bahan pengisi yang sesuai dengan spesifikasi (R.K.S).

4. Pelaksana harus menjaga agar lubang-lubang galian tersebut bebas dari


longsoran-longsoran tanah di kiri dan kanannya (bila perlu dilindungi oleh
alat-alat penahan tanah dan bebas dari genangan air), sehingga pekerjaan
dapat dilakukan dengan baik sesuai dengan spesifikasi (R.K.S).
Pemompaan, bila dianggap perlu, harus dilakukan dengan hati-hati agar
tidak mengganggu struktur bangunan yang sudah jadi.

5. Pengisian kembali dengan tanah (batuan) bekas galian, dilakukan selapis


demi selapis dan ditumbuk sampai padat. Pekerjaan pengisian kembali ini
hanya boleh dilakukan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat
persetujuan Supervisi dan bagian yang akan diurug kembali harus diurug
dengan tanah dan memenuhi syarat material tanah urug.

9.3. PEKERJAAN URUGAN


1. Lokasi yang akan diurug harus bebas dari lumpur, kotoran, sampah dan
sebagainya.

2. Pelaksanaan pengurugan harus dilakukan lapis demi lapis dengan


ketebalan 20 cm material lepas, dipadatkan sampai mencapai kepadatan
maksimum dengan alat pemadat dan mencapai peil permukaan yang
direncanakan.

3. Material-material bahan urugan yang terletak pada daerah yang tidak


memungkinkan untuk dipadatkan dengan alat-alat berat, urugan dilakukan
dengan ketebalan maksimum 10 cm material lepas dan dipadatkan dengan
mesin stamper.

12
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

4. Toleransi pelaksanaan yang dapat diterima untuk penggalian maupun


pengurugan adalah +/- 10 mm terhadap kerataan yang ditentukan.

9.4. PEKERJAAN PENGURUGAN PASIR DASAR PONDASI, DAN PLAT


1. Pengurugan pasir untuk dasar pondasi, dan plat dengan ketebalan
pengurugan sesuai dengan gambar.

2. Pasir urug yang digunakan harus bersih dan tidak mengandung


potonganpotongan bahan keras yang berukuran lebih besar dari 1,5 cm.

PASAL 10
PEKERJAAN TIANG PANCANG ULIN

10.1. UMUM
1. Pelaksanaan pemasangan cerucuk menggunakan sistem alat bantu
manual , semua bahan dan pekerjaan harus memenuhi syarat-syarat yang
terdapat dalam syarat-syarat dalam bagian ini . Penggunaan cerucuk siap
pakai harus dikonsultasikan kepada Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas
untuk mendapatkan persetujuan [Link] cerucuk yang digunakan
adalah balok kayu ulin 10 x 10 Cm dengan kedalaman 1 – 2 m.

10.2. PEMANCANGAN CERUCUK ULIN


1. Setiap saat pada saat pemancangan, cerucuk ulin harus disanggah dengan
baik sehingga tidak berubah dari posisi yang telah ditentukan serta tidak
terjadi kemungkinan tekuk. Penyanggahan ini harus diatur sedemikian
rupa sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada tiang tekan.

2. Urut-urutan pemancangan harus diatur sedemikian rupa sehingga


pengaruh yang jelek dari "heave" dan desakan tanah kesamping dapat
dibatasi sekecil mungkin. Urut-urutan penekanan ini harus
dikonsultasikan dan disetujui oleh Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas

13
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

PASAL 11
PEKERJAAN PASANGAN PONDASI BATU GUNUNG

11.1. UMUM
1. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Pelaksana harus memberikan contoh-
contoh material : batu kali, pasir untuk mendapat persetujuan dari Pemilik
Pekerjaan/ Tim [Link]-contoh yang telah disetujui oleh Pemilik
Pekerjaan/ Tim Pengawas akan dipakai sebagai standar/pedoman untuk
memeriksa/menerima material yang dikirim oleh Pelaksana ke
[Link] diwajibkan membuat tempat penyimpanan contoh-contoh
yang telah disetujui di Bangsal Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas.

2. Bahan harus disimpan ditempat yang terlindung dan tertutup, kering, tidak
lembab dan bersih. Tempat penyimpanan bahan harus cukup untuk proyek
ini, bahan ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan [Link]
bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan
penyimpanan.

11.2. PERSYARATAN BAHAN


1. Semen Portland Yang digunakan harus dari mutu yang terbaik, terdiri dari
satu jenis merk dagang atau atas persetujuan Pemilik Pekerjaan/ Tim
Pengawas. Semen yang telah mengeras sebagian/seluruhnya tidak
dibenarkan untuk digunakan.

2. Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih, tajam dan bebas dari
bahan-bahan organis, lumpur, tanah lempung dan sebagainya

3. Batu Gunung yang digunakan adalah batu pecah, tidak berpori serta
mempunyai kekerasan sesuai dengan syarat-syarat dalam SK. SNI 1991.
Ukuran batu kali max. 20 cm.

14
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

4. Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung
minyak, asam, alkali dan bahanbahan lain yang dapat menurunkan mutu
pekerjaan. Apabila dipandang perlu, Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas
dapat minta kepada Pelaksana supaya air yang dipakai diperiksa di
laboratorium Pemeriksaan bahan yang resmi dan sah atas biaya
Pelaksana.

11.3. ADUKAN PEREKAT


Adukan perekat untuk pasangan batu gunung terdiri dari adukan 1 semen : 4
pasir diukur dalam takaran volume. Semen yang dipergunakan adalah
Portland Cement dalam negeri sesuai persyaratan teknis dan pasir yang
dipakai adalah pasir pasang yang harus bersih dari lumpur dan tanah serta
sisa-sisa [Link] serta elevasi dari pasangan batu gunung harus sesuai
dengan gambar rencana.

PASAL 12
PEKERJAAN BETON BERTULANG

12.1. LINGKUP PEKERJAAN


1. Penyediaan dan pendayagunaan semua tenaga kerja, bahan-bahan,
instalasi konstruksi dan perlengkapanperlengkapan untuk semua
pembuatan dan mendirikan semua baja tulangan, bersama dengan semua
pekerjaan pertukangan/keahlian lain yang ada hubungannya dengan itu,
lengkap sebagaimana diperlihatkan, dispesifikasikan atau sebagaimana
diperlukannya.
2. Tanggung jawab "Pelaksana" atas instalasi semua alat-alat yang
terpasang, selubung-selubung dan sebagainya yang tertanam di dalam
beton. Syarat-syarat umum pada pekerjaan ini berlaku penuh Peraturan
Beton Indonesia 1971 (PBI 1971), ASTM dan ACI.

15
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

3. Ukuran-ukuran (dimensi) dari bagian-bagian beton bertulang yang tidak


termasuk pada gambar-gambar rencana pelaksanaan arsitektur adalah
ukuran-ukuran dalam garis besar. Ukuran-ukuran yang tepat, begitu pula
besi penulangannya ditetapkan dalam gambar-gambar struktur konstruksi
beton bertulang. Jika terdapat selisih dalam ukuran antara kedua macam
gambar itu, maka ukuran yang harus berlaku harus dikonsultasikan
terlebih dahulu dengan perencana atau Pemilik Pekerjaan Lapangan guna
mendapatkan ukuran yang sesungguhnya disetujui oleh perencana.

4. Jika karena keadaan pasaran, besi penulangan perlu diganti guna


kelangsungan pelaksanaan maka jumlahluas penampang tidak boleh
berkurang dengan memperhatikan syarat-syarat lainnya yang termuat
dalam PBI 1971. Dalam hal ini Pemilik Pekerjaan Lapangan harus segera
diberitahukan untuk persetujuannya, sebelum fabrikasi dilakukan.
Penyediaan dan penempatan tulangan baja untuk semua pekerjaan beton
yang berlangsung dicor di tempat, termasuk penyediaan dan penempatan
batang-batang dowel ditanamkan di dalam beton seperti terlihat dan
terperinci di dalam gambar atau seperti petunjuk Pemilik Pekerjaan
Lapangan dan, bila disyaratkan, penyediaan penulangan untuk dinding blok
beton.

5. Pelaksana" harus bertanggungjawab untuk membuat dan membiayai


semua desain campuran beton dan test-test untuk menentukan kecocokan
dari bahan dan proporsi dari bahan-bahan terperinci untuk setiap jenis dan
kekuatan beton, dari perincian slump, yang akan bekerja/berfungsi penuh
untuk semua teknik dan kondisi penempatan, dan akan menghasilkan yang
diijinkan oleh Pemilik Pekerjaan Lapangan. Pelaksana berkewajiban
mengadakan dan membiayai Test Laboratorium.

16
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

12.2. REFERENSI DAN STANDART RUJUKAN


Semua pekerjaan yang tercantum dalam bab ini, kecuali tercantum dalam
gambar atau diperinci, harus
memenuhi edisi terakhir dari peraturan, standard dan spesifikasi berikut ini :
a. SKSNI - 1991 : Tatacara Penghitungan Struktur Beton untuk Bangunan
Gedung
b. PUBIM - 1982 : Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia
c. ASTM - C94 : Standard Specification for Ready-Mixed Concrete
d. ACI-301 : Specification for Structural Concrete of Building
e. ASTM - C33 : Standard Specification for Concrete Aggregates

12.3. BAHAN BAHAN PRODUK


1. Mutu Semen
a. Semen portland harus memenuhi persyaratan standard Internasional
atau Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A SK SNI 3-04-1989-F atau
sesuai SII-0013-82, Type-1 atau NI-8 untuk butir pengikat awal
kekekalan bentuk, kekuatan tekan aduk dan susunan kimia. Semen
yang cepat mengeras hanya boleh dipergunakan dimana jika hal
tersebut dikuasakan tertulis secara tegas oleh Pemilik Pekerjaan
Lapangan.
b. Jika mempergunakan semen portland pozolan (campuran semen
portland dan bahan pozolan) maka semen tersebut harus memenuhi
ketentuan SII 0132 Mutu dan Cara Uji Semen Portland Pozoland atau
spesifikasi untuk semen hidraulis campuran.
c. Di dalam syarat pelaksanaan pekerjaan beton harus dicantumkan
dengan jelas jenis semen yang bolehdipakai dan jenis semen ini harus
sesuai dengan jenis semen yang digunakan dalam ketentuan
persyaratan mutu (semen tipe 1).
d. Penyimpanan semen harus dilaksanakan dalam tempat penyimpanan
dan dijaga agar semen tidak lembab, dengan lantai terangkat bebas dari
tanah dan ditumpuk sesuai dengan syarat penumpukan semen dan

17
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

menurut urutan pengiriman. Semen yang telah rusak karena terlalu


lama disimpan sehingga mengeras ataupun tercampur bahan lain, tidak
boleh dipergunakan dan harus disingkirkan dari tempat pekerjaan.
Semen harus dalam zak-zak yang utuh dan terlindung baik terhadap
pengaruh cuaca, dengan ventilasi secukupnya dan dipergunakan sesuai
dengan urutan pengiriman. Semen yang telah disimpan lebih 60 hari
tidak boleh digunakan untuk pekerjaan.
e. Semua semen yang akan dipakai harus dari satu merk yang sama (tidak
diperkenankan menggunakan bermacammacam jenis/merk semen
untuk suatu konstruksi/struktur yang sama), dalam keadaan baru dan
asli, dikirim dalam kantong-kantong semen yang masih disegel dan
tidak pecah.
f. Dalam pengangkutan semen harus terlindungi dari hujan. Harus
diterimakan dalam kantong (zak) asli dari pabriknya dalam keadaan
terutup rapat, dan harus disimpan dalam gudang yang cukup
ventilasinya serta diletakkan tidak kena air. Tempat penyimpanan
ditinggikan paling sedikit 30 cm dari lantai.
g. Zak-zak semen tersebut tidak boleh ditumpuk sampai tingginya
melampaui 2 m atau maksimum 10 zak, setiap pengiriman baru harus
ditandai dan dipisahkan dengan maksud agar pemakaian semen
dilakukan menurut urutan pengirimannya.
h. Untuk semen yang diragukan mutu dan kerusakan-kerusakan akibat
salah penyimpanan dianggap rusak dan membatu dapat ditolak
penggunaannya tanpa melalui test lagi. Bahan yang telah ditolak harus
segera dikeluarkan dari lapangan paling lambat dalam waktu 2 x 24
jam.
i. Curah semen harus disimpan di dalam konstruksi silo secara tepat
untuk melindungi terhadap penggumpalan semen dalam penyimpanan.

18
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

2. Agregat Halus (Pasir Beton)


a. Agregat untuk beton harus memenuhi ketentuan dan persyaratan dari
SII 0052-80 "Mutu dan Cara Uji Agregat Beton" dan bila tidak tercakup
dalam SII 0052-80, maka harus memenuhi spesifikasi agregat untuk
beton.
b. Mutu pasir untuk pekerjaan beton harus terdiri dari : butir-butir tajam,
keras, bersih, dan tidak mengandung
c. lumpur dan bahan-bahan organis.
d. Agregat halus harus terdiri dari distribusi ukuran partikel-partikel
seperti yang ditentukan di pasal 3.5. dari NI-2. PBI '71.
e. Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5 %
(ditentukan terhadap berat kering). Yang diartikan dengan lumpur
adalah bagian-bagian yang dapat melalui ayakan 0.063 mm. Apabila
kadar lumpur melampaui 5 %, maka agregat halus harus dicuci. Sesuai
PBI'71 bab 3.3. atau SII 0051-82.
f. Ukuran butir-butir agregat halus, sisa di atas ayakan 4 mm harus
minimum 2 % berat; sisa di atas ayakan 2 mm harus minimum 10 %
berat; sisa di atas ayakan 0,25 mm harus berkisar antara 80 % dan 90
% berat.
g. Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai agregat halus untuk semua mutu
beton.
h. Penyimpanan pasir harus sedemikian rupa sehingga terlindung dari
pengotoran oleh bahan-bahan lain.

3. Agregat Kasar (Kerikil)


a. Yang dimaksud dengan agregat kasar yaitu kerikil hasil desintegrasi
alami dari batu-batuan atau batu pecah yang diperoleh dari pemecahan
batu, dengan besar butir lebih dari 5 mm sesuai PBI 71 bab 3.4.
b. Mutu koral : butir-butir keras, bersih dan tidak berpori, batu pecah
jumlah butir-butir pipih maksimum 20% bersih, tidak mengandug zat-
zat alkali, bersifat kekal, tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca.

19
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

c. Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1 % (terhadap berat kering)


yang diartikan lumpur adalah bagian-bagian yang melalui ayakan 0.063
mm apabila kadar lumpur melalui 1 % maka agregat kasar harus dicuci.
d. Tidak boleh mengandung zat-zat yang reaktif alkali yang dapat merusak
beton,Ukuran butir : sisa diatas ayakan 31,5 mm, harus 0 % berat; sisa
diatas ayakan 4 mm, harus berkisar antara 90 % dan 98 %, selisih antara
sisa-sisa kumulatif di atas dua ayakan yang berurutan, adalah
maksimum 60% dan minimum 10 % berat.
e. Koral (kerikil) dan batu pecah (aggregate kasar) yang mempunyai
ukuran lebih besar dari 30 mm, untuk penggunaannya harus mendapat
persetujuan Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas,
f. Gradasi dari aggregate-aggregat tersebut secara keseluruhaan harus
dapat menghasilkan mutu beton yang baik, padat dan mempunyai daya
kerja yang baik dengan semen dan air, dalam proporsi campuran yang
akan dipakai.
g. Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas dapat meminta kepada Pelaksana
pelaksana untuk mengadakan test kualitas dari aggregate-aggregat
tersebut dari tempat penimbunan yang ditunjuk oleh pengawas setiap
saat dalam laboratorium yang diakui atas biaya Pelaksana.
h. Dalam hal adanya perubahan sumber dari mana aggregate tersebut
disupply, maka Pelaksana pelaksana diwajibkan untuk
memberitahukan kepada Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas.
i. Aggregate harus disimpan di tempat yang bersih, yang keras
permukaannya dan dicegah agar tidak terjadi pencampuran satu sama
lain dan terkotori.

4. Air
a. Air yang akan dipergunakan untuk semua pekerjan-pekerjaan di
lapangan adalah air bersih, tidak berwarna, tidak mengandung bahan-
bahan kimia (asam alkali), tidak mengandung orgasme yang dapat
memberikan efek merusak beton, miinyak atau lemak. Memenuhi

20
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

syarat-syarat Peraturan Beton Indonesia (NI. 2-1971) dan diuji oleh


laboratorium yang diakui sah oleh yang berwenang dengan biaya yang
ditanggung oleh Pelaksana pelaksana .
b. Air yang menggandung garam (air laut) tidak diperkenankan untuk
dipergunakan.

12.4. MUTU BETON


1. Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat-syarat PBI 1971 NI.2. beton
harus mempunyai kekuatan karakteristik sesuai dengan yang ditentukan
dalam sesifikasi teknis ini dan dan gambar rencana.

2. Adukan beton dibuat dengan menggunakan alat pengaduk mekanik/mesin


(concrete mixer),Jumlah adukan beton tidak boleh melebihi kapasitas
mesin pengaduk,

3. Lama pengadukan tidak kurang dari dua menit sesudah semua bahan
berada dalam mesin pengaduk,

4. Mesin pengaduk yang tidak dipakai dalam waktu lebih dari 30 menit harus
dibersihkan lebih dahulu,sebelum adukan beton yang baru dimulai.

5. Adukan beton harus memenuhi syarat-syarat dalam PBI 1971 NI,2. Beton
harus mempunyai kekuatan tekan karakteristik sesuai yang disyaratkan
dalam spesifikasi teknis mengenai mutu beton yang [Link]
untuk beton yang dipergunakan pada perbaikan elemen struktur yang
mengalami keropos/honeycomb, aggregate terbesar/batu pecah tidak
boleh lebih dari 1 cm atau menggunakan cement grouting dari merk yang
disetujui oleh Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas.

6. Dalam hal apapun tidak diperkenankan membuat adukan beton dengan


tangan (hand mixing), kecuali untuk beton lantai kerja.

21
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

12.5. PEMASANGAN BEKISTING


1. Tentukan jarak, level dan atau pusat lingkaran sebelum memulai
pekerjaan, pastikan ukuran-kuran cetakan/bekisting ini sudah sesuai
dengan gambar rencana,

2. Pasang bekisting dengan tepat dan sudah diperkuat (bracing) sesuai


dengan design dan standard yang telah ditentukan, sehingga dapat
dipastikan akan menghasilkan struktur beton yang sesuai dengan
kebutuhankebutuhan akan bentuk, kesesuaian dan dimensi,

3. Hubungan-hubungan antar papan bekisting harus lurus/tegak, kokoh dan


dibuat kedap air untuk mencegah kebocoran adukan/kemungkinan
deformasi bentuk beton,

4. Perkuatan pada bukaan dibagian-bagian yang struktural dan tidak


diperlihatkan pada gambar rencana harus mendapatkan pemeriksaan dan
persetujuan dari Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas,

5. Aplikasi bahan pelepas acuan (form relese agent) harus sesuai dengan
rekomendasi pabrik. Aplikasi harusdilaksanakan sebelum pemasangan
besi beton, angkur-angkur dan bahan-bahan tempelan (embedded
item)lainnya. Bahan yang dipakai dan aplikasinya tidak boleh menimbulkan
karat atau mempengaruhi warna permukaan beton,

6. Sediakan bukaan pada bekisting dimana diperlukan untuk pipa, conduits,


sleeves dan pekerjaan lain yang akan merekat pada atau melalui beton,

7. Pasang langsung pada bekisting alat-alat atau pekerjaan lain yang akan
dicor langsung pada beton,

22
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

8. Koordinasikan bagian dari pekerjaan lain yang terlibat ketika


membentuk/menyediakan bukaan, slots, recessed, sleees, bolts, angkur
dan sisipan-sisipan lainnya. Jangan dilaksanakan pekerjaan diatas jika
tidak secara jelas/khusus ditujukan pada gambar yang berhubungan,

12.6. KONTROL KUALITAS


1. Periksa dan kontrol bekisting yang dilaksanakan telah sesuai dengan
bentuk beton yang diinginkan dan perkuatan-perkuatannya guna
memastikan bahwa pekerjaan telah selesai dengan rancangan bekisting,
wedgeeties dan bagian-bagian lainnya,
2. Konfirmasikan kepada Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas jika bekisting
telah selesai dilaksanakan dan telah dibersihkan. Mintakan persetujuan
Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas terhadap bekisting yang telah
dilaksanakan sebelum dimulainya pengerjaan beton,
3. Bekisting yang akan dipakai ulang harus mendapat persetujuan
sebelumnya dari Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas

12.7. CURING DAN PERLINDUNGAN ATAS BETON


1. Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan
terhadap pengaruh cuaca matahari, pengeringan oleh angin, hujan atau
aliran air dan pengerasan secara mekanis atau pengeringan sebelum
waktu alaminya,
2. Untuk bahan curing dapat dipakai Concure 75 produksi Fosroc atau setara
sebanyak 1 (satu) liter tiap 6 (enam) m2 Pemakaian bahan curing harus
mendapat persetujuan dari Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas,
3. Curing beton harus dilakukan terus-menerus, minimal selama 7 (tujuh)
hari sejak beton berumur 1 (satu) hari.
4. Pembongkaran dilakukan sesuai dengan PBI 1971 (NI.2-1971), dimana
bagian konstruksi yang akan dibongkar cetakannya harus dapat memikul
berat sendiri dan beban-beban pelaksanaan konstruksi selanjutnya,

23
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

5. Pekerjaan pembongkaran cetakan harus dilaporkan dan disetujui


sebelumnya oleh Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas,
6. Apabila setelah cetakan beton dibongkar ternyata terdapat bagian-bagian
beton yang keropos atau cacat lainnya yang akan mempengaruhi kekuatan
konstruksi tersebut, maka Pelaksana pelaksana harus segera
memberitahukan kepada Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas untuk
meminta persetujuan mengenai tata cara perbaikannya. Semua resiko
yang terjadi sebagai akibat pekerjaan tersebut dan biaya-biaya perbaikan
pekerjan ini menjadi tanggung jawab Pelaksana,

12.8. PENGECORAN BETON


1. Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran beton pada bagian-bagian
utama dari struktur, maka Pelaksana pelaksana harus memberitahukan
kepada Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas dan mendapatkan persetujuan.
Jika belum ada persetujuan, maka Pelaksana dapat diperintahkan
membongkar bagian beton yang sudah dicor tanpa persetujuan tersebut
atas biaya Pelaksana sendiri.

2. Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan


besi beton diperiksa dan mendapat persetujuan dari Pemilik Pekerjaan/
Tim Pengawas.

3. Adukan beton harus secepatnya dibawa ke tempat pengecoran dengan


menggunakan cara (metode) yang seringkas/praktis mungkin, sehingga
tidak memungkinkan adanya pengendapan aggregate dan tercampurnya
kotoran-kotoran atau bahan lain dari luar.

4. Penggunaan alat-alat pengangkut mekanik haruslah mendapat


persetujuan Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas, sebelum peralatan
tersebut didatangkan ke lokasi pekerjaan. Semua peralatan pengangkut
yang digunakan pada setiap waktu harus dibersihkan dari sisa-sisa adukan

24
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

yang mengeras, Pengecoran tidak dibenarkan dengan


menuangkan/menjatuhkan adukan dari suatu ketinggian tertentu yang
akan menyebabkan pengendapan aggregat,

5. Untuk menghindari keropos pada beton, maka pada saat pengecoran harus
menggunakan mesin pemadat beton meknis (concrete vibrator),

6. Pengecoran dilakukan secara terus-menerus/tanpa berhenti. Adukan yang


tidak dituangkan / ditinggalkan dalam waktu lebih dari 15 (lima belas) menit
setelah keluar dari mesin adukan beton dan yang juga mungkin tumpah
selama pengangkutan tidak diperkenankan untuk dipakai lagi.

7. Pada penyambungan pengecoran beton lama dan baru, maka permukaan


beton lama terlebih dahulu harus dibersihkan dan dkasarkan. Apabila
perbedaan waktu penyambungan cor beton kurang atau sama dengan 1
(satu) hari, maka beton lama disiram dengan air semen dan selanjutnya
dilaksanakan pengecoran dengan tahapan prosedur biasa.

8. Apabila penyambungan cor beton lebih dari 1 (satu) hari, maka harus
digunakan bahan additive untuk penyambungan beton lama dan beton baru.

9. Tempat/bagian konstruksi mana akan dihentikan (stop cor), harus


mendapat persetujuan dari Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas.

12.9. PEMBERSIHAN DAN PEMBUKAAN


1. Bersihkan bekisting selama pemasangan, buang semua benda=benda yang
tidak diperlukan, bekas-bekas potongan, kupasan dan puing dari bagian
dalam bekisting. Siram dengan air bersih yang bertekanan tinggi agar
benda-benda lain yang masih tersisa dapat keluar dari lubang pembersih
yang disediakan.

25
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

2. Buka bekisting secara kontinue dan sesuai dengan standard yang berlaku
sehingga tidak terjadi beban kejut (shock load) atau ketidak seimbangan
beban yang terjadi pada struktur. Pembukaan bekisting sesuai dengan
umur beton yang tercantum dalam PBI 1971.

3. Pembukan bekisting harus dilakukan dengan hati-hati sehingga peralatan–


peralatan yang dipergunakan membuka bekisting tidak merusak
permukaan beton.

4. Untuk cetakan yang akan dipakai kembali, cetakan-cetakan yang telah


dibuka harus disimpan dengan cara yang memungkinkan perlindungan
terhadap bagian permukaan cetakan tidak mengalami kerusakan.

5. Diperlukan perkuatan-perkuatan pada komponen-komponen struktur


yang telah dilaksanakan guna memenuhi syarat-syarat pembebanan
konstruksi, sehingga pekerjaan-pekerjaan konstruksi lantai diatasnya
dapat dilanjutkan,Pembukaan penunjang cetakan/bekisting seluruhnya
hanya dapat dilakukan setelah beton berumur 21 (dua puluh satu) hari atau
beton mempunyai kuat tekan 95 (sembilan puluh lima) posen dari kuat
tekan rencana, Bekisting-bekisting yang dipergukanan untuk curing beton
tidak boleh dibongkar sebelum mendapatkan persetetujuan Pemilik
Pekerjaan/ Tim Pengawas.

12.10. PERAWATAN BETON


1. Secara umum harus memenuhi persyaratan didalam PBI 1971 NI-2 Bab 6.6.
dan ACI 301-89.

2. Beton setelah dicor harus dilindungi terhadap proses pengeringan yang


belum saatnya dengan cara mempertahankan kondisi dimana kehilangan
kelembaban adalah minimal dan suhu yang konstan dalam jangka waktu

26
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

yang diperlukan untuk proses hydrasi semen serta pengerasan beton.


Perawatan beton dimulai segera setelah pengecoran selesai dilaksanakan
dan harus berlangsung terus menerus selama paling sedikit 2 minggu jika
tidak ditentukan lain. Suhu beton pada awal pengecoran harus
dipertahankan tidak melebihi 38 oC.

3. Dalam jangka waktu tersebut cetakan dan acuan betonpun harus tetap
dalam keadaan basah. Apabila cetakan dan acuan beton tersebut
pelaksanaan perawatan beton tetap dilakukan dengan membasahi
permukaan beton terus menerus dengan menutupinya dengan karung-
karung basah atau dengan cara lain yang disetujui oleh Pemilik Pekerjaan
Lapangan.

4. Perawatan dengan uap bertekanan tinggi, uap bertekanan udara luar,


pemanasan atau proses-proses lain untuk mempersingkat waktu
pengerasan dapat di pakai tetapi harus disetujui terlebih dahulu oleh
Pemilik Pekerjaan Lapangan.

5. Bahan Campuran Perawatan harus sesuai dengan ASTM C309-80 type I


dan ASTM C 171-75.

12.11. PENULANGAN
1. PEMERIKSAAN
a. Segala macam kotoran, karat, cat, minyak atau bahan-bahan lain yang
merugikan terhadap kekuatan rekatan harus dibersihkan.
b. Sebelum pengecoran beton, lakukan pemeriksaan dan persetujuan dari
pembesian, termasuk jumlah,
c. ukuran, jarak, selimut, lokasi dari sambungan dan panjang
penjangkaran dari penulangan baja oleh Pemilik Pekerjaan Lapangan.

27
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

2. BAHAN BAHAN PRODUK


a. Sediakan tulangan berulir mutu BJTD-40, sesuai dengan SII 0136-84
dan tulangan polos mutu BJTP-24, sesuai dengan SII 0136-84 seperti
dinyatakan pada gambar-gambar struktur.
b. Tulangan polos dengan diameter lebih kecil 13 mm harus baja lunak
dengan tegangan leleh 2400 kg/cm2.
c. Tulangan ulir dengan diameter lebih besar atau sama dengan 13 mm
harus baja tegangan tarik tinggi, batang berulir dengan tegangan leleh
4000 kg/cm2.
d. Penunjang/Dudukan Tulangan (Bar Support)
e. Dudukan tulangan haruslah tahu beton yang dilengkapi dengan kawat
pengikat yang ditanam, atau batang kursi tinggi sendiri (Individual High
Chairs).
f. Bolstern, kursi, spacers, dan perlengkapan-perlengkapan lain untuk
mengatur jarak.
g. Pakai besi dudukan tulangan menurut rekomendasi CRSI, kecuali
diperlihatkan lain pada gambar.
h. Jangan memakai kayu, bata atau bahan-bahan lain yang tidak
direkomendasi.
i. Untuk pelat di atas tanah, pakai penunjang dengan lapisan pasir atau
horizontal runners dimana bahan dasar tidak akan langsung
menunjang batang kursi (chairs legs). Atau pakai lantai kerja yang rata.
j. Untuk beton ekspose, dimana batang-batang penunjang langsung
berhubungan/ mengenai cetakan, sediakan penunjang dengan jenis
hot-dip-galvanized atau penunjang yang dilindungi plastik.

3. JAMINAN MUTU
a. Bahan-bahan harus dari produk yang sama seperti yang telah disetujui
oleh Pemilik Pekerjaan Lapangan.
b. Sertifikat dari percobaan (percobaan giling atau lainnya) harus
diperlihatkan untuk semua tulangan yang dipakai. Percobaan-

28
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

percobaan ini harus memperlihatkan hasil-hasil dari semua kom-


posisi kimia dan sifatsifat fisik.

4. PERAKITAN TULANGAN
a. Pemasangan tulangan dan pembengkokan harus sedemikian rupa
sehingga posisi dari tulangan sesuai dengan rencana dan tidak
mengalami perubahan bentuk maupun tempat selama pengecoran
berlangsung
b. Pembuatan dan pemasangan tulangan sesuai dengan PBI 1971.
c. Toleransi pembuatan dan pemasangan tulangan disesuaikan dengan
persyaratan PBI 1971 atau A.C.I. 315

5. PENGIRIMAN DAN PENYIMPANAN


a. Pengiriman tulangan ke lapangan dalam kelompok ikatan ditandai
dengan etiket/label yang mencantumkan ukuran batang, panjang dan
tanda pengenal.
b. Pemindahan tulangan harus hati-hati untuk mengindari kerusakan.
Gudang di atas tanah harus kering, daerah yang bagus saluran-
salurannya, dan terlindung dari lumpur, kotoran, karat dsb.
c. Besi beton harus disupply dari satu sumber (manufacture) atau dengan
persetujuan Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas bagi pekerjaan struktur
konstruksi. Produksi yang digunakan setara Krakaau Steel.
d. Pelaksana bilamana diminta, harus mengadakan pengujian mutu besi
beton yang akan dipakai, sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari
pengawas. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian pengawas,
jumlah test besi beton dengan interval setiap 1 truck = 1 buah benda uji
atau setiap 10 ton = 1 kali test besi. Percobaan mutu besi beton juga akan
dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Pemilik
Pekerjaan/ Tim Pengawas. Semua biaya-biaya percobaan test tersebut
sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pelaksana pelaksana.

29
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

e. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar


detail rencana atau mendapat persetujuan
f. Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas.
g. Hubungan antara besi beton satu dengan lainnya harus menggunakan
kawat beton, diikat dengan kuat, tidak bergeser selama proses
pengecoran beton dan bebas/bersih dari lantai kerja atau papan acuan.
Sebelum cetakan beton dicor, besi beton harus bebas dari minyak,
kotoran, cat, karet lepas, kulit giling atau bahan-bahan lain yang dapat
merusak struktur beton. Semua besi beton harus dipasang pada posisi
yang tepat. Tebal selimut beton sesuai dengan PBI 1971 pasal 7.2.
Penggunaan besi beton yang sudah jadi (pabrikasi) seperti wiremesh
atau yang semacamnya harus mendapat persetujuan dari Pemilik
Pekerjaan/ Tim Pengawas. Besi beton yang tidak memenuhi syarat-
syarat karena kualitasnya yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis
ini, harus segera dikeluarkan dari lokasi/site setelah menerima
instruksi tertulis dari Pemilik Pekerjaan/ Tim Pengawas dalam waktu 2
x 24 jam.

6. PEMASANGAN
a. Tulangan harus dipasang sedemikian rupa diikat dengan kawat baja,
hingga sebelum dan selama pengecoran tidak berubah tempatnya.
b. Tulangan pada dinding dan kolom-kolom beton harus dipasang pada
posisi yang benar dan untuk menjaga jarak bersih digunakan
spacers/penahan jarak.
c. Tulangan pada balok-balok footing dan pelat harus ditunjang untuk
memperoleh lokasi yang tepat selama pengecoran beton dengan
penjaga jarak, kursi penunjang dan penunjang lain yang diperlukan.
d. Tulangan-tulangan yang langsung di atas tanah dan di atas agregat
(seperti pasir, kerikil) dan pada lapisan kedap air harus
dipasang/ditunjang hanya dengan tahu beton yang mutunya paling
sedikit sama dengan beton yang akan dicor.

30
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

e. Perhatian khusus perlu dicurahkan terhadap ketepatan tebal penutup


beton. Untuk itu tulangan harus dipasang dengan penahan jarak yang
terbuat dari beton dengan mutu paling sedikit sama dengan mutu beton
yang akan dicor. Penahan-penahan jarak dapat berbentuk blok-blok
persegi atau gelang-gelang yang harus dipasang sebanyak minimum 4
buah setiap m^2 cetakan atau lantai kerja. Penahan-penahan jarak ini
harus tersebar merata.
f. Pada pelat-pelat dengan tulangan rangkap, tulangan atas harus
ditunjang pada tulangan bawah oleh batangbatang penunjang atau
ditunjang langsung pada cetakan bawah atau lantai kerja oleh blok-blok
beton yang tinggi. Perhatian khusus perlu dicurahkan terhadap
ketepatan letak dari tulangan-tulangan pelat yang dibengkok yang
harus melintasi tulangan balok yang berbatasan.

7. TOLERANSI PADA PEMASANGAN


a. Batang tulangan tidak boleh dibengkok atau diluruskan dengan cara-
cara yang merusak tulangan itu.
b. Batang tulangan yang diprofilkan, setelah dibengkok dan diluruskan
kembali tidak boleh dibengkok lagi dalam jarak 60 cm dari bengkokan
sebelumnya.
c. Batang tulangan yang tertanam sebagian di dalam beton tidak boleh
dibengkokkan atau diluruskan di lapangan, kecuali apabila ditentukan
di dalam gambar-gambar rencana atau disetujui oleh perencana.
d. Membengkok dan meluruskan batang tulangan harus dilakukan dalam
keadaan dingin, kecuali apabila pemanasan diijinkan oleh perencana.
e. Apabila pemanasan diijinkan, batang tulangan dari baja lunak (polos
atau diprofilkan) dapat dipanaskan sampai kelihatan merah padam
tetapi tidak boleh mencapai suhu lebih dari 850 oC.
f. Apabila batang tulangan dari baja lunak yang mengalami pengerjaan
dingin dalam pelaksanaan ternyata mengalami pemanasan di atas 100
oC yang bukan pada waktu las, maka dalam perhitungan-perhitungan

31
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

sebagai kekuatan baja harus diambil kekuatan baja tersebut yang tidak
mengalami pengerjaan dingin.
g. Batang tulangan dari baja keras tidak boleh dipanaskan, kecuali
diijinkan oleh perencana.
h. Batang tulangan yang dibengkok dengan pemanasan tidak boleh
didinginkan dengan jalan disiram dengan air.
i. Menyepuh batang tulangan dengan seng tidak boleh dilakukan dalam
jarak 8 kali diameter (diameter pengenal) batang dari setiap bagian dari
bengkokan.

8. TOLERANSI PADA PEMOTONGAN DAN PEMBENGKOKAN


a. Batang tulangan harus dipotong dan dibengkok sesuai dengan yang
ditunjukkan dalam gambar-gambar rencana dengan toleransi-
toleransi yang disyaratkan oleh perencana. Apabila tidak ditetapkan
oleh perencana, pada pemotongan dan pembengkokan tulangan
ditetapkan toleransi-toleransi seperti tercantum dalam ayat-ayat
berikut.
b. Terhadap panjang total batang lurus yang dipotong menurun ukuran
dan terhadap panjang total dan ukuran intern dari batang yang
dibengkok ditetapkan toleransi sebesar ± 25 mm, kecuali mengenai
yang ditetapkan dalam ayat (3) dan (4).
c. Terhadap panjang total batang yang diserahkan menurut sesuatu
ukuran ditetapkan toleransi sebesar + 50 mm dan - 25 mm.
d. Terhadap jarak turun total dari batang yang dibengkok ditetapkan
toleransi sebesar ± 6 mm untuk jarak 60 cm atau kurang dan sebesar
± 12 mm untuk jarak lebih dari 60 cm.
e. Terhadap ukuran luar dari sengkang, lilitan dan ikatan-ikatan
ditetapkan toleransi sebesar ± 6 mm.
f. Penyambungan tidak boleh diadakan pada titik dimana terjadi tegangan
terbesar. Sambungan untuk tulangan atas pada balok dan pelat beton

32
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

harus diadakan di tengah bentang, dan tulangan bawah pada tumpuan.


Sambungan harus ditunjang dimana memungkinkan.
g. Semua standar pembengkokan harus sesuai dengan SKSNI-91 ( Tata
Cara Penghitungan StrukturBeton untuk Bangunan Gedung), kecuali
ditentukan lain.

PASAL 13
PEKERJAAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN

13.1. LINGKUP PEKERJAAN


1. Pengukuran bentang bangunan sebelum dilakukan fabrikasi

2. Pengukuran bentang bangunan sebelum dilakukan fabrikasi

3. Penyediaan tenaga kerja beserta alat/bahan lain yang diperlukan untuk


pelaksanaan pekerjaan

4. Pekerjaan pemasangan seluruh rangka atap kuda-kuda meliputi struktur


rangka kuda-kuda (truss), baloktembok (top plate/murplat), reng, sekur
overhang, ikatan angin dan bracing (ikatan pengaku)

5. Pemasangan jurai dalam (valley gutter)

13.2. UMUM
1. Semua peralatan dan perlengkapannya dalam keadaan lengkap, rapi, utuh
dan tanpa cacat / kerusakan daripabrik maupun pada waktu pengiriman,
apabila terdapat kerusakan Pelaksana segera menggantidengan merk dari
jenis yang sama.

2. Pengadaan bahan dilengkapi brosur dari pabrik untuk mengetahui


spesifikasi teknisnya.

33
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

3. Semua peralatan dan perlengkapannya harus sesuai menurut nomor


ukuran yang dipergunakan.

4. Untuk benda-benda/bahan-bahan dengan komponen, tapi dari bahan yang


sama, harus mempunyai warnayang sama.

5. Semua peralatan dan perlengkapannya harus terpasang kokoh, rapi dan


kuat.

6. Semua peralatan/bahan-bahan tersebut harus sepengetahuan dan


mendapat persetujuan dari Tim Pengawas Lapangan dan Pemilik
Pekerjaan.

7. Pengiriman bahan di lapangan diterima dengan Berita Acara Serah terima


antara Pelaksana danPetugas Lapangan ( TimPengawas Lapangan/Pemilik
Pekerjaan ).
8. Pemasangan harus kokoh, kuat, rapi dan dikerjakan oleh tenaga ahli yang
sudah berpengalaman.

9. Semua bahan, peralatan dan perlengkapan harus terpasang sesuai dengan


tata letak/tempatnya, ketinggian atau sesuai dengan lay out gambar
rencana.

10. Bahan yang dipergunakan kualitas baik, yang tahan terhadap bahan-bahan
kimia dan tekanan, pemasangandilengkapi dengan angkur besi. Rencana
pemasangan harus sepengetahuan Pengawas Lapangan.

11. Semua kerusakan yang terjadi akibat pemasangan harus dikembalikan


seperti semula

34
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

13.3. BAHAN / MATERIAL


1. Material merupakan produksi pabrik dengan standar SNI dengan
spesifikasi sebagai berikut:
a. Komposisi material
- Aluminium (AL) = 55 %
- Zinc (Zn) = 43.5 %
- Silicon (Si) = 1.5 %
b. Baja mutu tinggi G 550
c. Kekuatan leleh minimum 550 Mpa
d. Tegangan maksimum > 550 Mpa
e. Modulus Elastisitas 200.000 Mpa
f. Modulus Geser 80.000 Mp

2. Profil Material
a. Profil Truss baja ringan
- C.75.75 (tinggi profil 75 mm dan ketebalan berikut lapisan
pelindung / coating TCT 0,75 mm)
- C.75.1.00 (tinggi profil 75 mm dan ketebalan berikut lapisan
pelindung / coating TCT 1,00 mm)

b. Profil reng baja ringan


- Profil material reng baja ringan yang digunakan adalah profil
U terbalik (Top –hat)
- Tinggi profil37 mm dan ketebalan berikut lapisan pelindung /
coating TCT 0,45 mm
- Jarak reng disesuaikan dengan jarak genteng yang digunakan

35
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

3. Cara Sambung Baja Ringan dan Ring Balok


a. Baut Kuda-Kuda 12 mm x 20 mm
b. Baut Reng 10 mm x 16 mm
c. Dynabolt 10 mm x 77 mm
d. L-Bracket : Baja Ringan C75.75

4. Brace System ( Bracing )


a. Bottom Chord Bracing : Pengaku / Ikatan pada Tarik Bawah (
Bottom Chord ) Pada Kuda-Kuda Baja Ringan
b. Top Chord Bracing : Pengaku / Ikatan pada Tarik Atas ( Top Chord
) Pada KudaKuda Baja Ringan
c. Lateral Tie Bracing : Pengaku / Bracing antara Web Pada Kuda-
Kuda Baja Ringan Sekaligus Berfungsi untuk Mengurangi Tekuk
Lokal Pada Batang Tekan Diagonal Web Bracing : Pengaju /
Bracing Diagonal Antara Web Pada Kuda-Kuda Baja Ringan
Dengan Bentuk Yang Sama dan Letak Berdampingan
d. Strap Brace

13.4. PERSYARATAN PELAKSANAAN


a. Pelaksana wajib memberikan pemaparan produk sebelum
pelaksanaan pemasangan rangka atap bajaringan, sesuai dengan
RKS (Rencana Kerja dan Syarat) seperti pada pasal diatas. Produk
yangdipaparkan sesuai dengan surat dukungan dan brosur yang
dilampirkan pada dokumen tender
b. Pelaksana wajib menyerahkan gambar kerja yang lengkap berserta
detail dan bertanggung jawab terhadap semua ukuran-ukuran yang
tercantum dalam gambar kerja. Dalam hal ini meliputi dimensi profil,
panjang profil dan jumlah alat sambung pada setiap titik buhul.

36
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

c. Perubahan bahan/detail karena alasan apapun harus diajukan ke Tim


Pengawas, Konsultan Perencana dan Pemilik Pekerjaan(PPTK) untuk
mendapatkan persetujuan secaratertulis.
d. Pelaksana wajib menyediakan surat keterangan keahlian tenaga dari
Fabrikan Pelaksana RangkaAtap Baja Ringan.
e. Pelaksana wajib menyertakan hasil uji lab dari bahan baja ringan dari
badan akreditasi nasional(instansi yang berwenang sesuai dengan
kompetensinya).
f. Produk yang digunakan sudah berpengalaman minimal 10 (sepuluh)
tahun.
g. Perhitungan alat Struktur atau software harus digunakan untuk 1
(satu) produk, itu menunjukkanbahwa software yang digunakan
khusus (ter-registrasi) untuk rangka atap baja ringan tersebut
danharus bisa mengeluarkan perhitungan struktur secara detail

PASAL 14
PEKERJAAN PENUTUP ATAP

14.1. LINGKUP PEKERJAAN MELIPUTI


1. Pemasangan penutup atap menggunakan genteng spandek dan
bubungan Sejenis ( sesuai dengan BQ ).

2. Pemasangan genteng harus benar – benar lurus dan rapi, tidak


bergelombang.

3. Pemasangan dilakukan oleh tenaga terlatih

37
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

4. Pelaksana dalam melaksanakan Kegiatan harus sepengetahuan


Pemilik Pekerjaan /Pengawas Lapangan.

14.2. PEMASANGAN
1. Kemiringan kuda-kuda mengikuti gambar rencana.

2. Pastikan jarak antar reng adalah 27 cm untuk reng pertama (paling


bawah setelah listplang), selanjutnya 32 cm.

3. Selama pemasangan atap agar tidak menginjak atap yang telah


terpasang kecuali menggunakan tangga konstruksi, papan bidang
kerja atau menginjak pada bagian lembaran atap yang bersentuhan
dengan reng. Dilarang menginjak pada bidang lembaran diantara
reng.

4. Pemasangan lembaran dimulai dari sisi paling bawah dari bidang


atap, dengan jarak overhang maksimal adalah 5 cm dari listplang.

5. Penyekrupan menggunakan sekrup Onduline dengan warna yang


sesuai dengan lembar atap. Penyekrupan dilakukan pada setiap
gelombang diantara dua gelombang interlock pada lembaran atap.

6. Urutan penyekrupan dimulai dari gelombang sisi bawah pertama dan


kelima, dilanjutkan dengan gelombang kedua sampai dengan
keempat. Gelombang keenam digunakan untuk overlap dengan
lembaran atap selanjutnya. Gelombang sisi atas digunakan untuk
overlap dengan lembaran atap diatasnya.

7. Pemasangan lembaran atap dengan pola pasangan bata. Baris


pertama pemasangan menggunakan lembaran atap utuh. Baris

38
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

kedua dari bawah dimulai dengan menggunakan lembaran atap yang


dipotong menjadi dua. Baris ketiga, kelima dan seterusnya seperti
pemasangan pada baris pertama. Baris keempat, keenam dan
seterusnya seperti pemasangan pada baris kedua.

PASAL 15
PEKERJAAN PASANGAN BATU BATA

15.1. SYARAT -SYARAT BAHAN


1. Semen portland
Semen yang digunakan untuk pekerjaan pasangan batu bata harus
memenuhi persyaratan yang sama digunakan untuk pembuatan
beton.

2. Pasir pasang
a. Berupa pasir alam sebagai hasil disintegrasi dari batu-batuan.
b. Pasir yang digunakan harus berbutir tajam dan keras, bersih dari
campuran kotoran dengan kadar lumpur maksimum 5%.
c. Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai pasir pasang.
d. Pasir yang digunakan memenuhi ketentuan sebagaimana
tersebut diatas. c. Batu bata
e. Bermutu, matang, keras, ukuran-ukuran sama rata dan saling
tegak lurus, tidak retak-retak, tidak mengandung batu dan tidak
berlubanglubang. - Berwarna merah setelah dibakar.
f. Ukuran :
- Panjang : 22 cm
- Lebar : 11 cm atau disesuaikan
- Tebal : 5 cm

39
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

g. Batu bata rnerah yang digunakan mempunyai toleransi ukuran


maksimal 0.5 cm sedang bagian yang pecah tidak boleh lebih dari
10%.

15.2. SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN


1. Pasang batu bata digunakan untuk pasangan dinding biasa
menggunakan pasangan 1/2 bata dengan campuran 1Pc:8Ps

2. Adukan 1 pc : 3 ps digunakan untuk:


a. Pasangan trasram
b. Bagian-bagian lain yang ditunjukkan pada gambar.

3. Batu bata yang akan dipasang harus direndam dalam air sehingga
benarbenar jenuh air dan sebelum dipasang harus dibersihkan dari
kotoran yang melekat. Cara dan perlengkapan untuk pengangkutan
batu bata atau adukan harus sedemikian rupa sehingga tidak
merusak bata atau menunda pemakaian beton.

4. Setelah permukaan pondasi dan sloof disiapkan dengan baik, batu


bata dipasang diatas adukan setebal 1,5 - 2,5 cm.

5. Bata harus dipasang dengan baik, rata, horisontal, dikerjakan dengan


alat-alat pengukur data ataupun tegak, sambungan sama rata, sudut
persegi, naad tegak tidak segaris permukaan baik dan rata, "bergigi"
(tiap sambungan saling menutup).

6. Pada hubungan-hubungan dengan tiang-tiang beton harus dipasang


stek besi dan pada ujung pasangan harus bergerigi.

40
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

7. Jika setelah pekerjaan pemasangan ternyata ada bata yang menonjol


atau tidak rata, maka bagian-bagian ini harus dibongkar dan
diperbaiki kembali atas biaya Pelaksana kecuali bila pengawas
mengijinkan penambalan.

8. Pemasangan bata harus dirawat/disiram dengan air sesuai dengan


persetujuan pengawas lapangan.

9. Bata yang pecah dengan ukuran kurang dari setengah tidak


dibenarkan untuk dipakai. Untuk yang patah dua tidak boleh melebibi
dari 5%.

10. Semua pasangan harus terikat kuat dengan kolom, dinding-dinding


beton,balok atau plat beton dan bagian-bagian struktur lainnya.

111

PASAL 16
PEKERJAAN PLESTERAN & ACIAN

16.1. SYARAT – SYARAT BAHAN


1. Semen Portland
Semen yang digunakan untuk pekerjaan plesteran harus memenuhi
persyaratan yang sama digunakan untuk pembuatan beton.
2. Pasir pasang
a. Berupa pasir alam sebagai hasil disintegrasi dari batu-batuan.
b. Pasir yang digunakan harus berbutir tajam dan keras, bersih dari
c. campuran kotoran dengan kadar lumpur maksimum 5%.
d. Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai pasir pasang.
e. Pasir yang digunakan memenuhi ketentuan sebagaimana tersebut
diatas.

41
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

16.2. SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN


1. Plesteran untuk dinding terdiri dari 2 campuran, campuran pertama
1Pc:3Ps termasuk acian digunakan untuk dinding trasram, pasangan
dinding biasa menggunakan campuran 1Pc:8Ps.

2. Adukan 1 pc : 3 ps digunakan untuk plesteran : Bagian-bagian lain yang


ditunjukkan pada gambar.

3. Begitu selesai memasang bata, siar-siar harus dikeruk sedalam 1 cm


dengan tujuan supaya plesteran dapat lebih kokoh menempel pada
pasangan.

4. Semua pasangan yang akan dimulai diplester harus disiram air sampai
basah dan bersih dari kotoran – kotoran.

5. Tebal plesteran tidak boleh kurang dari 1 cm dan tidak lebih 2 cm (ratarata
1,5 cm).

6. Pekerjaan plesteran akhir harus betul - betul lurus, rata, dan tegak lurus
pada bagian sudut.

7. Untuk plesteran acian baru boleh dilaksanakan setelah plesteran


benarbenar kering,sehingga retak-retak yang ada, dengan diplester maka
dapat tertutup dengan acian.

8. Acian menggunakan bahan semen atau plat beton dan bagian-bagian


struktur lainnya.

42
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

PASAL 17
PEKERJAAN PENGECATAN

17.1. SYARAT – SYARAT BAHAN


1. Cat kayu dan besi menggunakan cat standart SNI.

2. Cat tembok interior menggunakan cat standart SNI.

3. Cat tembok eksterior menggunakan cat standart SNI

4. Cat yang akan dipergunakan berada dalam kaleng kaleng yang masih
disegel, tidak pecah / bocor.

5. Cat-cat yang sudah siap untuk segera dipakai tidak diperkenankan


mengandung endapan yang sudah membatu, dan sesudah diaduk dengan
baik harus kelihatan homogen dan dapat disapukan dengan mudah.
- Daya tutup minimum : 8 m2/kg
- Waktu pengeringan maks : lapis pertama 30 menit
: pengecatan ulang 1 jam
- Kepadatan : 40-50 %
- Ketahanan cuaca min : 4 bln

17.2. SYARAT SYARAT PELAKSANAAN


1. Semua cat - catan pada kayu dan besi menggunakan cat kilap tiga kali
usap.

2. Bagian bagian dinding yang retak/pecah diperbaiki dan bagian yang kotor
dibersihkan harus diaci halus dan licin.

3. Dinding yang akan dicat tidak basah/lembab atau berdebu.

43
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

4. Dinding yang akan dicat diplamir terlebih dahulu dan diamplas sampai
halus dan rata.

5. Sebelum digunakan, cat harus diaduk terlebili dahulu sampai semua


mengendap larut dan apabila perlu dikarenakan dengan bahan pengencer,
proporsi dan bahan sesuai dengan rekomondasi dari pabrik yang
bersangkutan.

6. Pengecatan dilakukan dengan roller dan kuas halus pada bidang yang
sulit- sulit dan tidak mudah lepas serabut-serabutnya.

7. Untuk lapisan pertama dicarnpur dengan air sebanyak 15 %.

8. Setelah bidang - bidang tersebut rata dan halus, pengecatan dimulai lapis
demi lapis secara merata, minimum 3 kali sampai mencapai warna yang
dikehendaki pengecatan lapisan berikutnya baru boleh dilaksanakan
apabila lapisan sebelumnya telah cukup kering.

PASAL 18
PEKERJAAN LANGIT LANGIT / PLAFON

18.1. LINGKUP PEKERJAAN


Meliputi penyediaan bahan langit-langit (rangka, konstruksi penggantung dan
penutupnya), tenaga, alat bantu dan penyiapan tempat untuk pemasangan
plafond dan konstruksi penggantungnya pada tempat-tempat yang tercantum
pada gambar.

18.2. PERSYARATAN BAHAN


1. Plafon Kalsiboard :
- Rangka : Hollow galvanis 40x40x0,4 &
20x40x0,4mm [Link] / Setara
- Penggantung rangka : Adjustable rod M4 dan accessories
- Penutup plafond : tebal 9 mm, [Link]/Knauf/Aplus /

44
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

Setara
- List : List gypsum 10cm

2. Plafon PVC :
- Rangka : Hollow galvanis 40x40x0,4 &
20x40x0,4mm [Link] / Setara
- Penggantung rangka : Adjustable rod M4 dan accessories
- Penutup plafond : tebal 8 mm, [Link] Plafond /
Setara
- List : List PVC

18.3. SYARAT SYARAT PELAKSANAAN


1. Plafond harus dipasang oleh tenaga yang ahli dibidang itu, dan seluruh
pemasangan harus mengikuti prosedur dari pabrik pembuat.

2. Rangka perimeter dipasang didinding dengan ketinggian seperti yang


ditentukan digambar. Pemasangan rangka perimeter ini harus rata air.

3. Rangka utama dan rangka pembagi dipasang dengan jarak 600 mm


digantungkan pada adjustable rod dan diatur ketinggiannya.

4. Kalsiboard dipasangkan pada grid rangka dengan menggunakan skrew


dengan jarak maximum 23 cm.

5. Sambungan pada papan Kalsiboard diberi cotton tape sebelum


dicompound.

6. Setelah kering sambungan Kalsiboard tersebut diamplas sampai halus dan


rata, sebelum dilakukan pengecatan.

7. Pertemuan antara plafond Kalsiboard dan dinding dipasang list gypsum


10cm.

8. Untuk plafon Kalsiboard dipasang di “ ruang basah” atau seperti yang


ditunjukkan didalam gambar.

9. Plafond PVC yang dipasang adalah plafond yang telah dipilih dengan baik,
bentuk dan ukuran masing – masing unit sama, tidak ada bagian yang
retak, gompal atau cacat lainnya dan telah mendapat persetujuan dari Tim
Pengawas.

45
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

10. Untuk menghindari kemungkinan rusaknya produk dan resiko kecelakaan


bagi

11. pekerja, disarankan membawa papan PVC plafond dengan cara memegang
tepi bawah lembaran.

12. Papan plafond PVC dipasang dengan cara pemasangan dan diselesaikan
sesuai standar spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya.

13. Pertemuan antara plafond PVC dan dinding dipasang list PVC.

14. Untuk plafon PVC dipasang seperti yang ditunjukkan didalam gambar.

PASAL 19
PEKERJAAN LANTAI KERAMIK

19.1. LINGKUP PEKERJAAN


Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan
alat-alat bantu lainnya untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan yang bermutu
baik. Pasangan lantai keramik tile ini dipasang pada seluruh pekerjaan yang
disebutkan / ditunjukkan dalam gambar, dan Rencana Kerja dan Syarat-Syarat
Teknis ini, serta dalam dokumen kontrak lainnya.

19.2. PERSYARATAN BAHAN


1. Keramik yang digunakan :
a. Keramik : - Uk 40 x 40 Glossy
- Uk 40 x 40 Texture
- Uk 60 x 60 Glossy
- Uk 30 x 30 Texture
- Uk 30 x 60 Glossy
- Plint Uk 60 x 60 Glossy

b. Bahan Pengisi Nat : Grout semen berwarna


c. Bahan Perekat : 1 Semen : 3 Pasir Pasang

46
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

2. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan


keramik Indonesia (NI-19)
a. Semen Portland harus memenuhi NI-8, pasir dan air harus
memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam (NI-3) dan (NI-2)
b. Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang terlebih dahulu
harus diserahkan contoh-contohnya kepada pengawas/MK untuk
mendapatkan persetujuan.

19.3. SYARAT PELAKSANAAN


1. Sebelum dimulai pekerjaan Pelaksana diwajibkan membuat shop drawing
mengenai pola keramik.

2. Keramik yang terpasang harus dalam keadaan baik, tidak retak, cacat dan
bernoda.

3. Bahan keramik sebelum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak
mengandung asam alkali) sampai jenuh.

4. Hasil pemasangan lantai keramik harus merupakan bidang permukaan


yang benar-benar rata, tidak bergelombang, dan tidak kosong dengan
memperhatikan kemiringan di daerah basah dan teras.

5. Pola, arah dan awal pemasangan lantai keramik harus sesuai gambar
detail atau sesuai petunjuk pengawas/MK. Perhatikan lubang instalasi
sebelum pekerjaan dimulai.

6. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik satu sama lain (siar-siar),


harus sama lebarnya, maksimum 3 mm, khusus untuk keramik
rectificado/cutting nat maksimal 1mm, yang membentuk garis-garis

47
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar
yang berpotongan harus membentuk sudut siku yang saling berpotongan
tegak lurus sesamanya.

7. Siar-siar diisi dengan bahan pengisi siar yang bermutu baik, dari bahan
seperti yang telah disyaratkan diatas. Dengan warna seperti warna
keramik yang dipasang.

8. Pemotongan keramik harus menggunakan pisau yang tajam sehingga


menghasilkan sisi yang rapi, tajam dan lurus.

9. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam


noda pada permukaan keramik, hingga betul-betul bersih.

10. Keramik yang terpasang harus dihindarkan dari sentuhan / beban selama
3 x 24 jam dan dari kemungkinan cacat akibat dari pekerjaan lain.

PASAL 20
PEKERJAAN PELAPISAN KERAMIK DINDING

20.1. LINGKUP PEKERJAAN


Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan
alat-alat Bantu yang dibutuhkan dalam terlaksananya pekerjaan ini untuk
mendapatkan hasil yang [Link] pelapisan dinding ini meliputi seluruh
detail yang disebutkan / ditunjukkan dalam gambar dan sesuai petunjuk
pengawas/MK.

20.2. PERSYARATAN BAHAN


a. Bahan
b. Ukuran : 30cm x 60cm
c. Tekstur : Glossy
d. Kwalitas : KW.1

48
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

e. Motif / Warna : ditentukan kemudian


f. Bahan-bahan yang digunakan sebelum dipasang terlebih dahulu harus
diserahkan contoh-contohnya kepada pengawas/MK untuk
mendapatkan persetujuan.

20.3. SYARAT PELAKSANAAN


1. Keramik yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik, warna,
motif tiap keramik tile harus sama tidak boleh retak, gompal atau cacat
lainnya.

2. Pemotongan keramik tile harus menggunakan alat potong khusus untuk


itu, sesuai petunjuk pabrik.

3. Sebelum keramik dipasang, keramik terlebih dahulu harus direndam air


sampai jenuh

4. Pola keramik harus memperhatikan ukuran / letak dan semua peralatan


yang akan terpasang didinding : exhaust fan, panel, stop kontak, dan lain-
lain yang tertera didalam gambar.

5. Ketinggian peil tepi atas pola keramik disesuaikan gambar.

6. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus
ditentukan, harus dibicarakan terlebih dahulu dengan pengawas/MK
sebelum pekerjaan pemasangan dimulai, dan harus dibuat shop drawing.

7. Bidang dinding keramik harus benar-benar rata, garis-garis siar harus


benar-benar lurus. Siar arah horizontal pada dinding yang berbeda
ketinggian peil lantainya harus merupakan satu garis lurus. Keramik harus
disusun menurut garis-garis lurus dengan siar sebesar 1 mm setiap

49
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

perpotongan siar harus membentuk dua garis tegak lurus. Siar-siar granit
tile diisi dengan bahan pengisi siar sesuai warna keramik.

8. Pembersihan permukaan keramik dari sisa-sisa adukan harus segera


dilakukan sebelum mengering.

PASAL 21
PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA KAYU KELAS I

21.1. LINGKUP PEKERJAAN


Pekerjaan ini mencakup seluruh pekerjaan pembuatan dan pemasangan
kusen, daun pintu dan jendela dengan bahan-bahan dari kayu termasuk
menyediakan bahan, tenaga dan peralatan untuk pekerjaan ini Pekerjaan ini
meliputi :
1. Pemasangan kusen pintu/ jendela kayu kelas I ukuran 5/10

2. Pemasangan Boven light

3. Pemasangan daun pintu kayu kelas I tebal 4 cm

4. Pemasangan daun jendela panil kaca kayu kelas I tebal 4 cm

21.2. PERSYARATAN PELAKSANAAN


1. Pekerjaan pembuatan kusen, baik kusen pintu, kusen jendela, kusen
penerangan atas, daun pintu maupun daun jendela dan lain sebagainya
harus memenuhi semua persyaratan teknik konstruksi kayu atau (PKKI)
yaitu peraturan konstruksi kayu Indonesia

2. Untuk semua pekerjaan kusen, rangka daun jendela atau daun pintu,
rangka dinding dan lain sebagainya, menggunakan bahan kayu kamper
kecuali ditetapkan menggunakan bahan kayu lain seperti yang disebutkan

50
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

dalam RAB atau yang akan ditetap kan kemudian pada waktu pemberian
penjelasan pekerjaan

3. Kayu yang dipergunakan untuk pembuatan kusen, rangka daun jendela


atau daun pintu dan lain sebagainya harus jenis kayu pilihan yang
berkualitas baik, kering udara, tidak cacat baik berlubang atau pecah atau
bermata. Bahan kayu tidak boleh melengk ung atau melentur dan harus
berukuran seragam

4. Kusen, rangka daun pintu dan jendela dan pek erjaan-pekerjaan kayu
lainnya, tidak boleh dimeni sebelum diperiksa dan mendapat izin dari Tim
Pengawas berhak untuk menolak dan memerintahkan penggantian
pekerjaan kayu di atas, bilamana pekerjaan atau mutu kayu yang dipakai
tidak sesuai dengan ketentuan. Uraian kayu yang dipakai tidak sesuai
dengan ketentuan, uraian dan syarat-syarat teknik serta gambar rencana
yang ada

5. Setiap kusen yang berhubungan dengan dinding bangunan atau kolom,


harus diberi angkur besi. Untuk kusen pintu minimal dipasang sebanyak 3
buah, sedang untuk kusen jendela minimal dipasang sebanyak 2 buah

6. Ukuran kusen adalah 5/10 atau ditentukan lain sesuai dengan ukuran yang
tercantum pada gambar rencana atau yang disebutkan dalam RAB. Sedang
untuk ukuran pekerjaan kayu lainnya, bisa dilihat pada gambar penjelas
pada gambar rencana

7. Semua kusen, baik kusen pintu maupun kusen jendela, juga


komponenkomponen pekerjaan kayu lainnya yang sudah dipasang, supaya
dilindungi terhadap benturan dengan barang lain atau benda lain, supaya
sudut-sudutnya tidak rusak, baik selama penyetelanmaupun sesudahnya

51
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

8. Semua kusen baik kusen pintu, kusen jendela maupun kusen lainnya
seperti kusen jendela penerangan atas, harus dipasang tegak lurus dan
dalam keadaan atau kedudukan rata air

9. Bagian-bagian kusen yang bakal tertanam atau yang akan berhubungan


langsung dengan pasangan tembok dan juga pada bagian sambungan kayu
sebelum diterapkan atau dipasang harus dimeni dulu sampai minimal 2
kali.

10. Semua material kunci dan penggantung menggunakan merk DEKSON atau
setara (kecuali disebutkan lain ), untuk type/jenis seperti tertera dalam
gambar type kusen

PASAL 22
PEKERJAAN SANITAIR

22.1. LINGKUP PEKERJAAN


Termasuk dalam pekerjaan sanitair ini adalah penyediaan tenaga kerja,
bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam
pekerjaan ini hingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu dan sempurna
dalam pemakaiannya / fungsinya. Pekerjaan pemasangan sanitair ini sesuai
yang dinyatakan / ditunjukkan dalam gambar, uraian dan syarat-syarat dalam
buku ini.

22.2. PERSYARATAN BAHAN


1. Semua material harus memenuhi ukuran, standard dan mudah didapatkan
di pasaran, kecuali bila ditentukan lain.

52
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

2. Semua peralatan dalam keadaan lengkap dengan segala perlengkapannya,


sesuai dengan yang telah disediakan oleh pabrik untuk masing-masing
type yang dipilih.

3. Barang yang dipakai adalah produk yang telah disediakan oleh pabrik untuk
masing-masing type yang dipilih.

4. Barang yang dipakai adalah dari produk yang telah disyaratkan dalam
uraian dan syarat-syarat dalam buku.

5. Semua bahan sebelum dipasang harus ditunjukkan kepada pengawas/MK,


beserta persyaratan / ketentuan pabrik untuk mendapatkan persetujuan.
Bahan yang tidak disetujui harus diganti tanpa biaya tambahan.

6. Jika dipandang perlu diadakan penukaran / penggantian bahan, pengganti


harus disetujui pengawas/MK berdasarkan contoh yang dilakukan
Pelaksana.

22.3. SYARAT PELAKSANAAN


1. Sebelum pemasangan dimulai, Pelaksana harus meneliti gambar-gambar
yang ada dan kondisi dilapangan, termasuk mempelajari bentuk, pola,
penempatan, pemasangan, sparing-sparing, cara pemasangan dan detail-
detail sesuai gambar.

2. Bila ada kelainan dalam hal ini apapun antara gambar dengan gambar,
gambar dengan spesifikasi dan sebagainya, maka Pelaksana harus segera
melaporkan kepada pengawas/MK.

3. Pelaksana tidak dibenarkan memulai pekerjaan disuatu tempat bila ada


kelainan / perbedaan ditempat itu sebelum kelainan tersebut diselesaikan.

53
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

4. Selama pelaksanaan harus selalu diadakan pengujian / pemeriksaan untuk


kesempurnaan hasil pekerjaan dan fungsinya.

5. Pelaksana wajib memperbaiki / mengulangi / mengganti bila ada


kerusakan yang terjadi selama masa pelaksanaan dan masa garansi, atas
biaya Pelaksana, selama kerusakan bukan disebabkan oleh tindakan
Pemilik.

PASAL 23
PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK

23.1. INSTALASI LISTRIK


1. Yang dimaksud dengan pekerjaan instalasi listrik adalah pengadaan dan
pemasangan instalasi untuk titik lampu dan stop kontak lengkap dengan
asesoriesnya.

2. Pemasangan harus sesuai dengan Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL)


tahun 2000 dan pemasangan harus dilaksanakan oleh instalatir yang telah
mendapat pengesahan dari PLN.

3. Pada waktu penyerahan pertama pekerjaan Pelaksana harus sudah


menyerahkan gambar instalasi tersebut yang dibuat oleh instalatir dan
telah mendapatkan pengesahan dari PLN.

4. Kabel-kabel yang digunakan adalah jenis kabel NYM/ NYY merek Eterna
yang sesuai dengan Standard Industri Indonesia (SII) dan Stardard PLN
(SPLN)

5. Pemasangan harus rapi dan aman untuk menerima tegangan 220 volt.
Perbaikan titik lampu menggunakan kabel yang sudah ada dipertahankan
dan bila ada kabel yang lecet atau putus diperbaiki dengan sempurna

54
RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS :
Kegiatan : Rehabilitasi Ruang Guru Dengan Tingkat Kerusakan Minimal
Sedang beserta Perabotnya Tahun Anggaran 2024

6. Pelaksana harus menyertakan surat dukungan BTL untuk menanggani


pekerjaan listrik yang diterbitkan dari Konsuil

23.2. BAHAN
1. Pemasangan lampu menggunakan jenis lampu SL 18 watt dan downlight
18 watt, Stop Kontak dan Saklar
2. Pemasangan harus rapi dan sesuai dengan gambar rencana

BERAU,…………………………… 2024
Disusun Oleh
Pelaksana Swakelola
Ketua Komite
SMA Negeri 11 Berau

Rofinus Tiba Kaona


NIK. 6403022905770001

55

Anda mungkin juga menyukai