100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
741 tayangan30 halaman

Pemahaman HPI dan HPO dalam Keselamatan

Diunggah oleh

Agung Babo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
741 tayangan30 halaman

Pemahaman HPI dan HPO dalam Keselamatan

Diunggah oleh

Agung Babo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Introduction

High Potential Incidents/ Observations – HPI/O


TUJUAN
Memberikan informasi berkaitan dengan elemen-
elemen dalam Safety Essential Requirements,
pelaksanaan, laporan dan investigasi serta tindakan
perbaikan dari High Potential Incident dan High
Potential Observation

SASARAN
Memberikan informasi mengenai elemen-elemen dalam Safety Essential Requirements
Menjelaskan pengertian dari Hazard, HPI/O, Incident, Near miss
Menyebutkan obyek-obyek yang diamati dalam pelaksanaan identifikasi bahaya di area kerja
Mampu memahami kondisi, tindakan, keadaan, kejadian yang termasuk dalam HPI atau HPO
Mengendalikan potensi beresiko berat dan tinggi dari insiden dan hasil observasi di tempat kerja
dengan menggunakan prinsip manajemen risiko (Hirarki Kontrol Pengendalian Bahaya dan Risiko)
HPI/O-DEFINITION
➢ Hazard: An intrinsic property or capacity of a substance, equipment, work method, etc., that may cause harm to human, property, or environment
❑ Bahaya: Sifat atau kapasitas intrinsik dari segala sesuatu zat-benda, peralatan, metode kerja, dll, yang dapat membahayakan
manusia, harta benda-peralatan dan lingkungan
➢ High Potential Incident (HPI): An event, an action or lack of action that could have, under slightly different conditions, caused a serious accident to people or
property.
➢ To clarify the concept, the level of "potential severity" must be used: an HPI is an event classified as potentially "High" or "Major".
❑ High Potential Incident (HPI) adalah suatu kejadian, tindakan atau kegagalan tindakan yang bisa menyebabkan, (apabila
sedikit terjadi perubahan), maka akan terjadi kecelakaan serius pada manusia, peralatan, lingkungan.
❑ Untuk memperjelas konsep, tingkat "potensi keparahan" harus digunakan: HPI adalah peristiwa yang diklasifikasikan sebagai
kejadian berpotensi "Tinggi" atau "Mayor".

➢ High Potential Observation is the process of identifying unsafe attitudes or unsafe behavior and conditions in the workplace and then implementing control or corrective
action to prevent an incident from occuring
❑ High Potential Observation adalah proses mengidentifikasi tindakan tidak aman atau perilaku tindakan dan kondisi tidak aman
di tempat kerja untuk kemudian dilaksanakan pengendalian atau tindakan perbaikan untuk mencegah terjadinya insiden.

➢ Incident (or near miss): Unwanted event that could have, under slightly different conditions, caused an injury to people or property damage.
❑ Insiden (atau nyaris terjadi): Peristiwa yang tidak diinginkan yang dapat, dalam kondisi yang sedikit berbeda, menyebabkan
cedera pada orang atau kerusakan properti.
➢ Near miss: An unwanted event that does not result in any bodily injury but could, under slightly different conditions, have resulted in an accident.

❑ Nyaris celaka: Suatu peristiwa yang tidak diinginkan yang tidak mengakibatkan cedera tubuh, tetapi dalam kondisi yang sedikit
berbeda, dapat mengakibatkan kecelakaan.
Safety Essential Requirements
Fatality Preventive Elements
1. Confined Spaces (Ruang Terbatas)
2. Electrical Hazard (Bahaya Kelistrikan)
3. Heavy Vehicles (Kendaraan Berat)
4. Ligh Vehicles (Kendaraan Ringan)
5. Liquid Metals Key criteria of a successful fatality pre-vention
program are the following (Berikut ini adalah
6. Lock Out Tag Out/LOTO (Isolasi & Informasi Sumber Energi) Kriteria Kunci Sukses Pencegahan Fataliti):

7. Machine Guarding (Pengaman Permesinan) 1. Risk identification (Identifikasi Risiko)


2. Research and data analysis (Penelitian dan
Analisa data)
8. Maintenance Work (Pekerjaan Perawatan) 3. Incident reporting standards (Standar
Pelaporan Insiden)
9. Mechanical Handling-Lifting-Rigging (Sistem Pengangkatan) 4. Employee engagement and training
(Keterlibatan Karyawan dan Pelatihan)
10. Contractor Safety Management Systems /CSMS (Sistem Pengelolaan Mitra
kerja)
11. Traffic Management and Pedestrian Safety in the workplace (Sistem
Pengaturan Lalu-lintas)
12. Train Movements: backwards movement
13. Working at Height (Bekerja di Ketinggian)
Unsur-Unsur Kejadian Berbahaya
Elements of a Hazardous Event

(KEPDIRJEN MINERBA NO. 185.K/37.04/DJB/2019)


HALAMAN 35-36

1. Benar-benar terjadi, yaitu tidak diinginkan, tidak direncanakan, dan tidak ada unsur
kesengajaan;
2. Berpotensi mengakibatkan kematian atau terhentinya kegiatan lebih dari dua puluh
empat jam (It has the potential to result in death or cessation of activities for more than 24 (twenty
four) hours;

3. Akibat kegiatan usaha Pertambangan, kegiatan penunjang lainnya, kegagalan teknis


sarana, prasarana, instalasi dan peralatan Pertambangan, atau kegagalan dalam
mengantisipasi faktor alam yang berada di wilayah kegiatan usaha Pertambangan,
atau wilayah proyek;
4. Terjadi di wilayah kegiatan usaha Pertambangan atau pengolahan dan/ atau
Pertambangan, atau wilayah proyek.
Contoh Kejadian Berbahaya
Dangerous Incident Examples

 Mesin pengangkat roboh, terbalik atau rusak sewaktu mengangkat beban (Lifting machines overturned, overturned or damaged
while lifting loads);

 Tabung bertekanan meledak, rusak atau pecah dimana tekanan didalamnya lebih besar atau lebih kecil dari tekanan udara
luar (Pressure cylinders explode, break or break where the pressure inside is greater or less than the outside air pressure);
 Terjadi hubungan pendek atau tegangan berlebihan dari aliran listrik disebabkan oleh kebakaran atau peledakan yang
mengakibatkan berhentinya kegiatan lebih dari 24 jam (There is a short circuit or excessive voltage from the electricity caused by fire
or explosion which results in the cessation of activities for more than 24 hours);

 Peledakan atau kebakaran yang terjadi di pabrik pengolahan atau bengkel atau tempat yang mengakibatkan terhentinya
pabrik pengolahan / bengkel atau tertundanya kegiatan normal di tempat tersebut lebih dari 24 jam (Explosion or fire that
occurs in a processing factory or workshop or a place that results in the cessation of a processing factory/workshop or delays normal activities
in that place for more than 24 hours);

 Kebocoran bahan berbahaya yang tiba-tiba atau tidak terkendali dari satu ton atau lebih bahan yang sangat mudah menyala
atau beracun, gas atau zat cair suatu sistem pengolahan atau pipa-pipa saluran (Sudden or uncontrolled release of a hazardous
substance from one or more tonnes of highly flammable or toxic materials, gases or liquids in a treatment system or pipelines);

 Runtuhnya panggung gantung, seluruhnya roboh atau sebagian dari panggung gantung yang tingginya lebih dari 5 meter dari
lantai (Collapse of the scaffold, the collapse of the whole or part of the scaffold which is more than 5 meters high from the floor);

 Gedung atau bangunan yang roboh (Collapsed buildings or structures).


HPI/O-CONCEPT

Mengapa perlu memperhatikan HPI/Os?


 Perusahaan-Perusahaan di sektor berisiko tinggi (seperti Eramet) telah
mengalami banyak kejadian dengan jumlah frekuensi yang lebih besar dari yang
mungkin disadari
 Studi kecelakaan besar telah membuktikan bahwa kecelakaan seringkali
didahului dengan kejadian HPI/HPO
 Seluruh Insiden berdampak dan berpotensi nyata
 Insiden-insiden yang berpotensi serius, fatal adalah kondisi-kondisi yang dapat
berdampak lebih buruk dari sebenarnya terjadi, seperti: Kendaraan yang melaju
di area kerja sehingga merusak sejumlah peralatan kerja
 Nyaris Celaka (Near Miss) yang tanpa konsekuensi / tidak berdampak adalah
sebenarnya yang menjadi poin utamanya
 Berfokus pada insiden-insiden yang berpotensi risiko serius, fatal akan sangat
membantu dalam memahami lebih banyak tentang risiko dan tindakan-tindakan
perbaikan secara menyeluruh
High Potential Observation / HPO

5 (LIMA) OBJECT YANG WAJIB DIAMATI DALAM


PROSES IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RISIKO

1. Posisi Pekerja
2. Reaksi Pekerja
3. Peralatan Kerja Yang Digunakan
4. Metode atau prosedur kerja
5. Alat Pelindung Diri

1. Man, masalah yang disebabkan oleh manusia, misalnya akibat faktor


kompetensi dan pengalaman kerja
2. Machine, masalah yang berkaitan dengan fungsi mesin, peralatan,
proses instalasi dan komputerisasi
3. Material, masalah yang berhubungan dengan bahan, termasuk di
dalamnya bahan baku, produk setengah jadi, dan bahan yang habis dipakai
4. Method, masalah yang berhubungan dengan cara kerja, misalnya
apakah proses kerja dan proses komunikasi yang dilakukan sudah
memadai
5. Environment, masalah ini berkaitan dengan tempat dan lingkungan
kerja, misalnya kebersihan dan kualitas pencahayaan
Bagaimana cara menentukan HPI/O?

How do we find the High Potential Incidents?

Bagaimana cara memahami HPI/O

 Sebagian besar HPI tidak mengakibatkan cidera /


kerusakan

 Mulailah dengan melaporkan dan melihat kejadian nyaris


celaka, tindakan dan kondisi tidak aman /KTA & TTA

 Identifikasilah insiden-insiden yang dalam kondisi tertentu


dapat berdampak serius, fatal

 Lakukanlah investigasi untuk setiap insiden berdasarkan


risiko

1. Laporakan terus semua insiden dan nyaris celaka


2. Tetapkan Potensi Keparahan dan Tingkat Kemungkinan dengan menggunakan Kategori Peringkat Risiko (1-4)
3. Lakukan penilaian sederhana terhadap potensi keparahan:
a. Apa konsekuensi terburuk yang paling mungkin / masuk akal terjadi?
b. Kunci utamanya adalah harus masuk akal, karena tidak semua situasi /kondisi dapat berakibat fatal
4. Menilai kemungkinan dampak potensi yang lebih tinggi berdasarkan tindakan pencegahan yang dilakukan atau tidak dilakukan atau tidak ada (bukan pada frekuensi
terjadinya bahaya)
a. Berdasarkan pengendalian bahaya yang ada pada saat kejadian, seberapa besar kemungkinan/probabilitas bahwa hasilnya akan lebih buruk?

5. Ingatlah bahwa: kejadian-kejadian yang “Berpotensi Rendah” juga perlu ditangani demi untuk menjaga keselamatan
The importance of understanding the whole risk picture
Pentingnya memahami gambaran risiko secara keseluruhan

THIS REQUIRES:
Hal ini mempersyaratkan

• Good reporting in SAFEE (Laporan yang baik dalam


aplikasi SAFEE)

• Comprehensive root cause analysis in SAFEE – to


understand root causes and implement effective
actions (Analisis akar penyebab yang komprehensif di
SAFEE – untuk memahami akar penyebab dan
menerapkan tindakan yang efektif)

• REMEMBER: Most incidents are "below the water surface"


- incidents without actual consequences (INGAT: Sebagian
besar insiden terjadi “tidak kelihatan secara langsung /
iceberg theory" - insiden tanpa konsekuensi langsung)

• Involvement of those who are «to live with» the actions


to develop the actions (Perlunya melibatkan siapa saja
guna melakukan tindakan
10 perbaikan secara Bersama-
The majority
of incidents
sama)
HPI – a source to drive safety improvements
HPI – sumber untuk mendorong peningkatan keselamatan

Precursors / Aktivitas Awal


• Organizations that focus on HPI/Os often find that most serious incidents involve
a small number of high-risk activities (Perusahaan-Perusahaan yang menjalankan
program HPI/O seringkali mendapati bahwa sebagian besar insiden yang serius
terjadi oleh karena adanya sejumlah kecil aktivitas yang berisiko tinggi)
• In-depth studies reveal that 4-5 precursors appear in many HPI/Os (Studi
mendalam menyatakan bahwa 4-5 aktivitas awal terjadi pada banyak kejadian
HPI/O)
• Definition of precursor: A high-risk situation in which controls are either absent,
ineffective or not complied with, and would result in a serious or fatal injury if
allowed to continue (Definisi prekursor: Situasi berisiko tinggi di mana kontrol
tidak ada, tidak efektif atau tidak dipatuhi, dan akan mengakibatkan cidera serius
atau fatal jika dibiarkan berlanjut)
• What we identify, we know, we can manage, we can prevent incidents (Apa yang
kita identifikasi, kita ketahui, kita dapat kelola, dan kita dapat mencegah insiden)
HPI/O Sources Analysis
Analisa sumber HPI/O

Lack of Basic Causes / Immediate Causes Losses


Management Penyebab dasar / Penyebab langsung (Accident/Inciden
Control / Kurangnya atau tidak langsung t) / Kerusakan,
Kendali Manajemen kesakitan
(kerugian)
Kelemahan fungsi- Faktor-faktor Unsafe act atau Kerusakan,kesakita
fungsi manajemen personal tindakan pekerjaan n (kerugian) yang
(pengetahuan, yang tidak aman tidak diharapkan

Injury/Damage
keahlian, motivasi, ns
tio

Costs
i
kondisi fisik,

nt
nd

ide
co
kemampuan kerja) ors d

Inc
fact an
yang tidak memadai trol nd
job
ac
ts

of con nal a af
e
Sistem , standard Design kerja yang Unsafe condition Kejadian yang Lac
k rso ns
Pe U
dan pemenuhan tidak sesuai/tidak atau kondisi berbahaya
yang tidak memadai standard lingkungan
pekerjaan yang
tidak aman
Pengawasan yang Perlakuan abnormal _ _
tidak memadai pada sistem kerja

Correction yang _ _ _
tidak sesuai/error
HPI Precursors
Prekursor HPI

Setiap kejadian kecelakaan, ada hubungan mata rantai sebab-akibat (Domino Sequence)
Precursors

KURANG PENYEBAB
DASAR KECELAKAAN
KONTROL PENYEBAB KERUGIAN
LANGSUNG
Sumber-sumber prekursor dalam HPI/O
HPI – Precursors Sources
TTA KTA

Penyebab Langsung/Immediate Cause

Penyebab Tidak Langsung, Penyebab Dasar /Basic Cause

Pengendalian Manajemen /Management Control


HPI/O – Risk Matrix
Risiko: Dari perspektif keselamatan, risiko adalah ancaman bahwa suatu peristiwa, tindakan, atau tidak adanya tindakan dapat menyebabkan kecelakaan pada orang atau properti.
Untuk memperjelas konsep, matriks “Potensi Keparahan" x “Tingkat Kemungkinan" berikut dibawah ini 3 tingkat risiko‐ Risiko tinggi tidak dapat diterima dan harus segera ditangani:

Probability Level (Frequency)


Tingkat Kemungkinan Kejadian
Potential 1 2 3 4
Severity Unlikely to rare Possible Likely Almost Certain
Onc e every 10 years or less Once every 2 to 10 years Once every 2 to 12 months Once a month or more

Potensi Keparahan Tidak mungkin-Jarang Mungkin Kemungkinan Kecil Hampir Pasti


Sekali dalam waktu 10 tahun / lebih Sekali dalam waktu 2-10 tahun Sekali dalam waktu 2-12 bulan Sekali dalam sebulan atau lebih
dari Kejadian
Minor 1 2 3 4
Ringan Low Low Low Medium
Moderate 2 4 6 8
Sedang Low Low Medium High
High 3 6 9 12
Tinggi Low Medium High High
Major 4 8 12 16
Berat Medium High High High
Precursor
Pre Start Check LV Pre Start Check LV Pre Start Check LV Pre Start Check
e.g. (Everyday) (Once / week) (Once / month) (Once / year)
HPI/O – Risk Matrix
Risk Rating Categories

SAFETY ENVIRONMENT MATERIAL ENERGY AND CLIMATE QUALITY


KESELAMATAN LINGKUNGAN MATERI / HARTA BENDA ENERGI DAN IKLIM KUALITAS

Punctual excess of a discharge Incidents and anomalies, fire starts, Incident or anomaly that does not cause a direct impact Defect detectable during production before
First Aid (i.e. injury treated by standards or significant accidental potentially major near-miss without loss. on energy performance or GHG emissions or 7 sucessive assignment on the order
infirmary) pollution event with no off-site Major event: - with impact outside the points of the KPI followed on the same side of the
Example: Bruising caused by a knee consequences workshop-or operating losses > 200 k€ -or average Defect detectable during production before
impact (following a fall) Ketidaktepatan waktu perihal standar intervention costs > 200 k€ Insiden atau anomali yang tidak berdampak langsung assignment on the order
pembuangan atau peristiwa polusi yang Insiden dan anomali, kebakaran dimulai, potensi pada kinerja energi atau emisi GRK atau 7 poin berturut-
Pertolongan Pertama (yaitu cedera tidak disengaja yang signifikan tanpa nyaris terjadi tanpa kerugian. Peristiwa besar: - turut dari KPI yang diikuti pada sisi rata-rata yang sama
yang dirawat oleh rumah sakit) konsekuensi di luar lokasi dengan dampak di luar bengkel-atau kerugian
Contoh: Memar yang disebabkan oleh operasi > 200 ribu Euro -atau biaya intervensi >
benturan lutut (setelah terjatuh) 200 ribu Euro

Accidental pollution event resulting in an Significant event at the workshop level: Event causing a moderate deviation of energy Incident that can be detected before shipment
Injury (with or without lost time) off-site environmental impact / or - One-off-failures, not systematically subject performance or GHG emissions or loss of energy (spill) but after assignment on the order
resulting in medical treatment damage to third parties / or requiring to a detailed analysis and an action plan or 3 points of the KPI tracked outside of +/-2 Sigma
Example: Following a fall, the victim immediate - or operating losses < 50k € Impact on production: no downtime and additional cost < Insiden yang dapat dideteksi sebelum
suffered a fracture. The victim was reporting to the authorities - or Intervention cost < 50k€ 50 k€ (including the cost of CO2 taken according to the pengiriman tetapi setelah penugasan pada
transferred to the hospital for medical Peristiwa pencemaran yang tidak Peristiwa penting di area W orkshopl: procedure on the force) pesanan
intervention disengaja yang mengakibatkan dampak - Kegagalan satu kali, tidak secara sistematis Peristiwa yang menyebabkan penyimpangan moderat
Cedera (dengan atau tanpa lingkungan di luar lokasi/atau kerusakan tunduk pada analisis terperinci dan rencana kinerja energi atau emisi GRK atau kehilangan energi
kehilangan waktu) yang pada pihak ketiga/atau memerlukan tindakan (tumpahan) atau 3 titik KPI yang dilacak di luar +/-2
mengakibatkan perawatan medis segera pelaporan kepada pihak - atau kerugian operasi < 50rb€ Sigma
Contoh: Setelah terjatuh, korban berwenang - atau Biaya intervensi <50k€ Dampak terhadap produksi: tidak ada downtime dan
mengalami patah tulang. Korban biaya tambahan < 50 k€ (termasuk biaya CO2 yang
dilarikan ke rumah sakit untuk diambil sesuai prosedur di angkatan)
mendapatkan pertolongan medis

Significant environmental impact that can Serious event: Event causing a serious deviation of energy performance Failure to comply with customer requirement
be remidied in the medium or long term / - With possible impact to third parties outside or GHG emissions or loss of energy (spill) or 1 point of or specifications
Severe accident, i.e. death,
evacuation of the public / proven health the workshop the KPI tracked outside of +/-3 Sigma
permanent disability, or temporary
impacts on local residents - or Operating losses between 50 k€ and 200 Impact on production: no downtime and additional cost Kegagalan untuk memenuhi persyaratan atau
incapacity for work with major
Dampak lingkungan yang signifikan yang k€ between 50 and 200 k€ (including the cost of CO2 taken spesifikasi pelanggan
complications.
dapat dipulihkan dalam jangka - or Intervention costs between 50 k€ and 200 according to the procedure on the force)
Example: Any form of amputation
menengah atau panjang / evakuasi k€ Peristiwa yang menyebabkan penyimpangan kinerja
(including phalanges)
masyarakat / dampak kesehatan yang - or any moderate recurring event energi yang serius atau emisi GRK atau kehilangan
Kecelakaan berat, yaitu kematian,
terbukti pada penduduk setempat Acara serius: energi (tumpahan) atau 1 titik KPI yang dilacak di luar +/-
cacat tetap, atau ketidakmampuan
- Dengan kemungkinan dampak terhadap 3 Sigma
sementara untuk bekerja dengan
pihak ketiga di luar bengkel Dampak terhadap produksi: tidak ada downtime dan
komplikasi berat.
- atau Kerugian operasi antara 50 k€ dan 200 biaya tambahan antara 50 dan 200 k€ (termasuk biaya
Contoh: Segala bentuk amputasi
k€ CO2 yang diambil sesuai prosedur di angkatan)
(termasuk falang)
- atau Biaya intervensi antara 50 k€ dan 200
k€
Irreversible environmental impact / very Major event: Event causing a significant deviation of energy Scrapping or production stop at the customer
significant pollution / permanent - with impact outside the workshop performance or GHG emissions or Plant shutdown premises
disability, one death - or Operating losses > 200 k€ Impact on production: shutdown or additional cost in
Dampak lingkungan yang tidak dapat Acara besar: excess of 200 k€ (including the cost of Scrapping atau penghentian produksi di
diubah / polusi yang sangat signifikan / - dengan benturan di luar bengkel CO2 at 30 € /tCO2 taken according to the procedure in force) tempat pelanggan
Fatal Accident involving more than
one victim.
cacat permanen, satu kematian - atau Kerugian operasional > 200 k€ Peristiwa yang menyebabkan penyimpangan yang
signifikan dari kinerja energi atau emisi GRK atau
Example: Railway accident.
penghentian Pembangkit Listrik
Kecelakaan Fatal yang melibatkan
Dampak pada produksi: penghentian atau biaya
lebih dari satu korban.
tambahan lebih dari 200 k€ (termasuk biaya
Contoh: Kecelakaan kereta api.
CO2 pada 30€ /tCO2 diambil sesuai dengan prosedur
yang berlaku)

Risk Rating (Probability X Severity) Risk Acceptance Authority


1-3 Low Risk Risk Tolerable, manage at local level
4-6 Moderate Risk requires approval by Operations Lead / Superintendent & Safety Manager
8-16 Critical Risk requires the approval of the Operation Manager & Safety Director
HPI – a source to drive safety improvements
HPI – sumber untuk mendorong peningkatan keselamatan
REMEMBER:
Handling in SAFEE – HPI or not?
An incident that - if
Pengelolaan dalam aplikasi SAFEE – HPI atau bukan? ONE factor had been
1. Assess the likelihood of the incident re-occuring if no actions are taken altered – easily
(Menilai kemungkinan kejadian berulang apabila tidak terdapat tindakan perbaikan)
could have resulted
in a fatality or life-
2. Asses the potential severity of the incident (Menilai potensi keparahan insiden)
changing injuries
• What is the worst thing that could reasonably have happened? (Apa hal terburuk yang bisa terjadi?)
• The key is to reasonable, not every situation could have been catastrophic INGAT:
(Kunci utamanya adalah apakah dapat diterima, karena tidak setiap situasi bisa menjadi bencana) Suatu insiden yang –
apabila terdapat
3. The assessment of potential severity needs to be based on the barriers that worked, failed or were absent SATU faktor
(Penilaian atas potensi tingkat keparahan perlu didasarkan pada sejumlah kontrol -apakah ada, tidak berubah– maka akan
dilakukan-gagal, dan atau tidak ada) mudah
• Considering the barriers in place at the time of the incident, could the outcome have been worse? How mengakibatkan
severe? (Mempertimbangkan penghalang yang ada pada saat kejadian, dapatkah hasilnya lebih kematian atau
buruk? Seberapa parah?)
cidera yang
mengubah hidup
Final thoughts
It is impossible to entirely remove all risk from the workplace. However, it is the responsibility of managers and employers to minimize
these risks where possible. As well as the solutions above, there are many other ways to ensure workplace safety as best you can:
•Always conduct a safety audit for your entire/all operation, not just machinery and equipment. Periodic assessments will not only expose potential
risk factors but also encourage a culture that puts safety first and foremost, where it belongs.
•Invest in the proper equipment. Low-quality equipment may be cheap in the short run but can be very expensive in the long term, both financially
and in terms of human cost.
•Employ safety campaigns to address specific weak spots that you have identified. These can properly address safety issues in a way that involves
the entire team, promoting a positive safety culture.
•Look inward as the safety manager. Remember the dos and don’ts that can make or break a safety campaign. Keep in mind that you are
responsible for the safety of your entire team and you should be doing everything to guarantee it.
•Finally, you should choose a dependable safety equipment provider that is as passionate about keeping workers and leading safer and healthier
lives.

Pokok Pikiran:
Tidak mungkin untuk sepenuhnya menghilangkan semua risiko dari tempat kerja. Namun, merupakan tanggung jawab manajer dan pemberi kerja
untuk meminimalkan risiko ini jika memungkinkan. Selain solusi di atas, ada banyak cara lain untuk memastikan keselamatan di tempat kerja sebaik
mungkin:
Selalu lakukan audit keselamatan untuk seluruh/semua operasi Anda, bukan hanya pada mesin dan peralatan. Penilaian berkala tidak hanya akan
mengungkap faktor risiko potensial tetapi juga mendorong budaya yang mengutamakan keselamatan, pada tempatnya.
1. Berinvestasi dalam peralatan yang tepat. Peralatan berkualitas rendah mungkin murah dalam jangka pendek tetapi bisa sangat mahal dalam
jangka panjang, baik secara finansial maupun dalam hal biaya manusia.
2. Terapkan kampanye keselamatan untuk mengatasi titik lemah tertentu yang telah Anda identifikasi. Ini dapat mengatasi masalah keselamatan
dengan benar dengan cara yang melibatkan seluruh tim, mempromosikan budaya keselamatan yang positif.
3. Lihatlah ke dalam sebagai manajer keselamatan. Ingat anjuran dan larangan yang dapat membuat atau menghancurkan kampanye keselamatan.
Ingatlah bahwa Anda bertanggung jawab atas keselamatan seluruh tim Anda dan Anda harus melakukan segalanya untuk menjaminnya.
4. Terakhir, Anda harus memilih penyedia peralatan keselamatan yang andal, yang memiliki visi misi yang sama yaitu mempertahankan pekerja demi
menjalani kehidupan yang lebih aman dan sehat.
HPI Report
HPI Report
❖ Hari Kamis, 28 Mei 2020 pukul 14.15 WITA [Link] melakukan perbaikan komponen
gas Buldozer 07 bersama dengan Sdr. Noname dan Sdr. Nocard. Saat selesai perbaikan,
Sdr. Nuno memberikan aba-aba akan menyalakan engine Buldozer 07. Kedua rekan
mekanik masih berada di atas track. Saat engine dinyalakan, Buldozer 07 tiba-tiba
bergerak maju dan kedua mekanik yang berada di atas track ditarik oleh Sdr. Fortun –
operator dozer.
HPO
Date : 26 January 2023
Area/Location : Workshop Km 17 PP Presisi
Time : 14.15 am

Facts/events :
On January 26th, 2023 at 02.15 p.m., it was observed
that a person working at heights for Presisi workshop
construction used improper scaffolding. The structure
of the scaffolding was supported with wires and no
clamps, there were no handrails, no toe boards. The
scaffolding support pipes were tied together with
wire. There was spillage of cement that hardened on
the scaffolding frame. There was a bucket with
cement mix on the access stairs and the area below
the scaffolding was not barricaded as required in their
SOP.

Hazard : Improperly constructed scaffolding


Essential Requirement Category: Woking at height

Immediate action :
1. Stop activity
2. The area at the construction site was barricaded off
3. Conduct investigation
HPO
Date : 31 January 2023
Area/Location : PPP Workshop
Time : 12.05 pm

Facts/events :
On the 31st of January 2022 at 12h05 we found Presisi
workshop employees working on Dumper Truck 56
with the following issues:
• The Dumper Truck was jacked up at the front
section to work on but no trestle (support system)
was used. The employees worked on the DT whilst it
was only held there in place by a hydraulic jack.
This could easily result in a serious injury or worse
if the hydraulics had to fail in the jack.

Hazard : Unproper support


ER Category: Maintenance Work

Immediate action :
Install stand jack before continue the activity
HPO
Date : 01 February 2023
Area/Location : Kaorahai PT. STM
Time : 02.00 am

Facts/events :
On the 1st of February 2022 at 02h00 we noticed that
STM ADT at Kr had an issue with its steps:
• The bottom step was broken which caused the
operator to have to jump when climbing on and off
the machine. This could easily result in a fractured
injury.

Hazard : Improper foot step access


ER Category: Heavy Vehicle

Immediate action :
Do not opperate the unit before the foot step is
repaired
Challenge 3 – HPI/O or not?
Work at Height GROUP DISCUSSION
• What are possible altered conditions?
Kondisi-kondisi seperti apa yang memungkinkan dapat berubah?
• What could happen under these conditions?
Apa yang akan terjadi dengan kondisi-kondisi demikian?

SAFETY

Minor
First Aid
Ringan

Moderate Physical Injury without permanent


1. Description
Sedang damage: MTI
Serious accident – Physical injury
 A supervisor was observed standing on the excavator High
that results in permanent disability /
engine compartment whilst it was operating Tinggi
injury with permanent damage
 This was at an elevated position Major
Fatal Accident
Berat
2. Consequences

Fall/ struck by
Challenge 4 – HPI/O or not?
Overtaking on a curve GROUP DISCUSSION
• What are possible altered conditions?
Kondisi-kondisi seperti apa yang memungkinkan dapat berubah?
• What could happen under these conditions?
Apa yang akan terjadi dengan kondisi-kondisi demikian?

SAFETY

Minor
First Aid
Ringan

Moderate Physical Injury without permanent


1. Description
Sedang damage: MTI
Serious accident – Physical injury
 A DT was observed overtaking a slow moving DT on a curve High
that results in permanent disability /
Tinggi
injury with permanent damage

Major
2. Consequences Fatal Accident
Berat
Head on collision
Challenge 5 – HPI/O or not?
Work at Height GROUP DISCUSSION
• What are possible altered conditions?
Kondisi-kondisi seperti apa yang memungkinkan dapat berubah?
• What could happen under these conditions?
Apa yang akan terjadi dengan kondisi-kondisi demikian?

SAFETY

Minor
First Aid
Ringan

Moderate Physical Injury without permanent


Sedang damage: MTI
1. Description Serious accident – Physical injury
High
 A driller was observed at the top of the mast of that results in permanent disability /
Tinggi
the drill rig injury with permanent damage

 There was no fall arrest in place Major


Fatal Accident
Berat

2. Consequences
Fall from Height
HPI/O-REPORTING AND INVESTIGATION

1. Melaporkan kejadian
kecelakaan
2. Mengamankan area terjadinya
kecelakaan
3. Membentuk tim investigasi
4. Mengumpulkan data kecelakaan
/ insiden
5. Menemukan penyebab
terjadinya kecelakaan / insiden
6. Menyusun kronologis
terjadinya kecelakaan / insiden
7. Menyusun rekomendasi
tindakan perbaikan yang tepat
untuk mencegah terulangnya
kejadian kecelakaan / insiden
yang sama
D
a

Common questions

Didukung oleh AI

A significant environmental incident can result in off-site environmental impacts, possible harm to third parties, and could necessitate immediate reporting to authorities . These events should be managed by implementing detailed analysis and action plans, and addressing the repercussions such as potential operating losses and intervention costs . Immediate containment and mitigation efforts are critical to control the extent of damage.

Regular safety audits identify potential risk factors and encourage a culture of safety by consistently monitoring and improving workplace conditions. They provide management with insights to preemptively address hazards, minimizing risks and reinforcing a safety-first culture . Effective audits help in preventing accidents and ensuring compliance with safety standards.

The risk matrix categorizes incidents based on potential severity and likelihood, resulting in three main risk levels: high, medium, and low. High-risk events require immediate attention and are deemed unacceptable, indicating that measures must be taken to mitigate them . This system encourages consistent evaluation and prioritization of workplace risks, guiding management to focus on the most critical issues first to prevent severe incidents.

High Potential Incidents (HPI) are crucial for safety improvements as they identify situations that could have resulted in severe consequences, such as fatalities or life-changing injuries if circumstances differed slightly . Addressing HPI involves assessing their potential severity, examining failed safety barriers, and implementing corrective measures to strengthen these barriers, ultimately enhancing overall workplace safety.

Workplace incidents like equipment failure or unsafe practices can lead to injuries or fatalities, disrupt operations, and result in financial losses. For example, improper scaffolding can cause falls, leading to serious injuries, while unprotected machinery maintenance poses risks of severe accidents . Such incidents demand immediate corrective actions and can strain organizational resources and affect workforce morale.

Maintaining safety in high-risk activities involves managing significant hazards such as falls, equipment malfunctions, and inadequate safety measures. Issues like insufficient scaffolding or lack of proper fall arrest systems can lead to severe injuries or fatalities . Ensuring rigorous safety protocols, proper equipment usage, and employee training are essential to mitigate risks in these activities.

Upon a serious workplace incident, immediate actions should include halting the activity, securing the area, conducting a thorough investigation, and implementing measures to prevent recurrence. Securing the scene ensures no further risks occur, while investigations determine the root cause, guiding appropriate mitigation strategies . Effective management of incidents reduces their impact and prevents future occurrences.

A deviation in energy performance can lead to increased CO2 emissions, higher operational costs, and potential regulatory penalties. This affects resource management by necessitating adjustments in energy procurement and usage strategies, leading to possible plant shutdowns or additional costs . Effective energy management is essential to mitigate these deviations, reducing overall costs and environmental impacts.

Non-compliance with customer specifications can lead to operational disruptions, higher costs due to rework or penalties, and damage to organizational reputation. This failure poses significant risks to quality management by undermining customer trust and creating inefficiencies . Ensuring stringent adherence to specifications enhances operational reliability and customer satisfaction.

Improper handling of risk and safety equipment can lead to immediate dangers such as accidents and injuries, affecting short-term safety. Long-term outcomes include potential increased operational costs and organizational liability due to repeated incidents and inadequate safety culture . Investing in quality equipment and proper training can mitigate these risks, promoting sustained safety.

Anda mungkin juga menyukai