0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan33 halaman

Konsep dan Pengembangan Sistem Informasi

Diunggah oleh

Rizki Gani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan33 halaman

Konsep dan Pengembangan Sistem Informasi

Diunggah oleh

Rizki Gani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem adalah suatu teknik dalam membuat penyusunan

suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan

atau memperbaiki sistem yang telah ada. Pendekatan sistem memberikan banyak

manfaat dalam memahami lingkungan kita. Pendekatan sistem berusaha

menjelaskan sesuatu dipandang dari sudut pandang sistem, yang berusaha

menemukan struktur unsur yang membentuk sistem tersebut. Menurut Mulyadi

dalam buku “Sistem Akuntansi” (2023: 6), “Sistem adalah suatu jaringan prosedur

yang dibuat menurut suatu model yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan

pokok suatu perusahaan”.

2.1.1 Pengertian Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem informasi sering hanya disebut dengan istilah

Pengembangan Sistem (system development). Terdapat beberapa definisi

mengenai pengembangan sistem, di antaranya adalah:

1. Aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi berbasis komputer untuk

menyelesaikan permasalahan (problem) organisasi atau memanfaatkan

kesempatan (opportunities) yang timbul;

5
6

2. Kumpulan kegiatan para analis sistem, perancang, dan pengguna yang

mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi;

3. Tahapan kegiatan yang dilakukan selama masa pembangunan sistem

informasi;

4. Proses merencanakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem

informasi dengan menggunakan metode, teknik, dan alat bantu

pengembangan tertentu.

Pengembangan sistem dapat dipahami sebagai suatu kegiatan yang

bertujuan untuk mengembangkan sistem baru untuk menggantikan seluruh sistem

lama atau menyempurnakan sistem yang sudah ada (Jogiyanto, 2022).

Sistem lama dapat berupa sistem-sistem informasi yang masih manual,

berupa sistem pencatatan transaksi pada lembaran-lembaran arsip. Sistem lama

juga dapat berarti sistem-sistem informasi yang telah menggunakan teknologi

komputer (aplikasi sistem database terkomputerisasi), baik yang berupa sistem

berbasis desktop maupun sistem basis data terdistribusi.

2.2 Konsep Dasar Sistem

Konsep dasar sistem adalah sekelompok komponen komputer yang dibuat

oleh manusia untuk mengelola data, menyimpannya, menyusun frame, dan

mengoordinasikan sumber daya manusia dan komputer untuk mengubah sistem

masukan menjadi sistem keluaran yang bertujuan untuk mencapai tujuan dan

sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.


7

2.2.1 Pengertian Sistem

Jogiyanto menjelaskan bahwa sistem adalah sekumpulan unsur-unsur

yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu (Hartono M, 2020).

Abdul Kadir menjelaskan bahwa sistem adalah sekumpulan elemen yang

saling terkait atau terpadu untuk mencapai suatu tujuan (Abdul, 2019).

Mustakini menjelaskan bahwa “sistem adalah sekumpulan proses yang

mempunyai tujuan tertentu (Mustakini, 2022).

Agus Mulyono mengartikan sistem secara umum sebagai sekumpulan

unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu sebagai

satu kesatuan (Mulyono, 2021).

Anastasia Diana & Lilis Setiawati mendefinisikan sistem sebagai

serangkaian bagian yang saling bergantung yang bekerja sama untuk mencapai

tujuan tertentu (Diana & Setiawati, 2023).

Mulyadi Mengartikan sistem sebagai jaringan proses yang dibuat dalam

suatu model yang terintegrasi, untuk menjalankan kegiatan utama perusahaan

(Mulyadi, 2020).

2.2.2 Karakteristik Sistem

Sebuah sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berkaitan yang

berkaitan untuk mencapai beberapa saran atau maksud.


8

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat tertentu, termasuk

komponen, data sistem, lingkungan eksternal sistem, input, output, prosedur

pemrosesan, dan tujuan atau sasaran (Yulieu & Noer, 2022).

Suatu sistem mempunyai ciri-ciri yang terkandung dalam sekumpulan

elemen yang harus dipahami untuk menentukan terciptanya sistem tersebut.

Di bawah ini ciri-ciri suatu sistem antara lain (Hutahaean, 2021):

a. Komponen

Sistem meliputi kumpulan komponen yang saling berinteraksi dan bekerja

sama untuk membentuk satu kesatuan. Komponen sistem dapat berupa

subsistem atau bagian dari sistem.

b. Batas sistem (boundary)

Batas sistem adalah wilayah yang membatasi sistem dari sistem lain dan

juga dapat menunjukkan luasnya sistem. Batas-batas sistem ini

memungkinkan sistem dianggap sebagai satu kesatuan dan juga

menunjukkan ruang lingkup dari sistem.

c. Lingkungan luar sistem (environment)

Segala sesuatu yang berada di luar batas sistem dan mempengaruhi sistem

disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar yang menguntungkan

harus dipertahankan dan lingkungan luar yang merugikan harus

dikendalikan agar tidak mengganggu kelangsungan sistem.


9

d. Konektor sistem (interface)

Sistem adalah sumber daya yang mengalir antar subsistem. Sarana koneksi

yang diperlukan untuk mentransfer sumber daya dari suatu sub sistem ke

sub sistem lain disebut konektor sistem.

e. Masukan sistem (input)

Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem (input),

yang dapat berupa sinyal penahan dan masukan. Pemrosesan ini bekerja

sedemikian rupa sehingga sistem Sistem dapat dioperasikan dan sinyal

masukan merupakan energi yang diproses sehingga menghasilkan

keluaran.

f. Keluaran sistem (output)

Hasil energi yang telah diolah dan diklasifikasi menjadi keluaran yang

berguna disebut keluaran sistem (output). Informasi adalah contoh

keluaran suatu sistem.

g. Prosesor Sistem

Untuk memproses input menjadi output, diperlukan prosesor yang disebut

prosesor sistem.

h. Tujuan Sistem

Sistem harus mempunyai tujuan atau target aktual yang menentukan

masukan yang dibutuhkan oleh sistem dan keluaran yang dihasilkan.


10

2.2.3 Klasifikasi Sistem

Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan

komponen lainnya karena sistem mempunyai tujuan yang berbeda-beda untuk

setiap keadaan yang terjadi pada sistem. Sistem dapat diklasifikasikan dari banyak

sudut pandang, antara lain (Jakub, 2020):

a. Sistem Abstrak (abstract system)

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau gagasan yang

tidak dapat dilihat secara fisik. Contoh sistem abstrak adalah sistem

teologis yang memuat gagasan tentang hubungan manusia dengan Tuhan.

b. Sistem Fisik

Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik. Sistem komputer, sistem

akuntansi, sistem manufaktur, sistem sekolah, dan sistem transportasi

merupakan contoh sistem fisik.

c. Sistem Tertentu (sistem deterministik)

Beberapa sistem merupakan sistem operasional dengan perilaku yang

dapat diprediksi, interaksi antar bagian dapat dideteksi dengan andal

sehingga dapat diprediksi hasilnya. Sistem komputer telah terprogram, ini

merupakan contoh sistem deterministik karena program komputer dapat

diprediksi dengan pasti.

d. Sistem tidak pasti (sistem probabilistik)

Sistem tidak pasti adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat

diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. Sistem agregasi sosial


11

merupakan contoh sistem probabilistik karena sistem agregasi sosial tidak

dapat diprediksi secara pasti.

e. Sistem Tertutup

Sistem tertutup adalah sistem yang tidak melakukan pertukaran materi,

informasi, atau energi dengan lingkungan. Sistem ini non-interaktif dan

tidak terpengaruh oleh lingkungan, misalnya reaksi kimia pada pipa

isolasi.

f. Sistem terbuka

Sistem ini adalah sistem yang terhubung dengan lingkungan dan

dipengaruhi oleh lingkungan. Sistem bisnis merupakan contoh sistem

terbuka karena dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

2.3 Konsep Dasar Informasi

2.3.1 Pengertian Informasi

Azhar Susanto: “Informasi merupakan hasil pengolahan data, namun tidak

semua hasil pengolahan data dapat menjadi informasi” (Susanto, 2022).

Edhy Susanta : “Informasi adalah hasil pengolahan data sedemikian rupa

sehingga menjadi suatu bentuk yang penting bagi penerimanya dan berguna

sebagai dasar pengambilan keputusan yang akibatnya dapat dirasakan langsung

pada saat itu juga – disana atau secara tidak langsung di masa depan” (Sutanta,

2021).
12

Jogiyanto: “Menurut Jogiyanto, informasi dapat diartikan sebagai suatu

entitas yang muncul setelah data mengalami pengolahan untuk menghasilkan

bentuk yang lebih bermanfaat dan berguna. Intinya, wawasan muncul ketika data

diolah dengan menggunakan konteks atau kerangka acuan tertentu, sehingga

hasilnya menjadi lebih relevan dan dapat memberikan wawasan lebih kepada

penerima informasi” (Hartono M, 2020).

Yakub: Hasil dari proses tersebut mengolah data yang telah mengalami

transformasi menjadi bentuk yang lebih bermakna dan berguna bagi penerimanya.

Dalam konteks ini, data menjadi isi awal yang mengalami tahapan pengolahan

untuk memberikan kedalaman interpretasi dan nilai tambah yang signifikan”

(Yakub, 2023).

Tata Sutabri: “Konsep informasi mencakup data yang telah melalui

serangkaian proses, termasuk klasifikasi, pemrosesan, dan interpretasi, dengan

tujuan utama memberikan kontribusi yang berarti dalam konteks pengambilan

keputusan.

Dalam kerangka ini, data dianggap bukan sekedar kumpulan fakta mentah

tetapi juga bahan yang menjadi dasar pengambilan keputusan yang efektif dan

efisien” (Subtabri, 2019).

Dari beberapa pengertian tadi dapat disimpulkan bahwa informasi adalah

data yang telah diolah, dibentuk atau dimanipulasi sesuai dengan kebutuhan

tertentu penggunanya agar tercipta nilai yang lebih berarti dan berguna bagi

penerimanya.
13

2.3.2 Fungsi dan Siklus Informasi

Menurut Edhy Susanta, informasi mempunyai beberapa fungsi utama,

antara lain meningkatkan pengetahuan, mengurangi ketidakpastian, mengurangi

risiko kegagalan, mengurangi variasi/variasi yang tidak perlu, dan menyediakan

standar, aturan, ukuran dan keputusan yang menentukan tercapainya tujuan dan

sasaran (Sutanta, 2022). Agar data menjadi lebih bermakna dan bermanfaat

sebagai informasi, maka harus diolah melalui model tertentu. Data yang telah

diproses kemudian diterima oleh penerima, yang kemudian mengambil keputusan

dan mengambil tindakan, yaitu membuat tindakan lain yang akan membuat ulang

data tersebut. Data ini akan dicatat sebagai masukan dan diolah kembali melalui

model, dll, sehingga membentuk suatu siklus. Berikut ilustrasi siklus informasi :

Gambar 2.1 Siklus Informasi


14

2.3.3 Nilai dan Kualitas Informasi

Nilai suatu informasi ditentukan oleh dua faktor, yaitu manfaat dan biaya.

Informasi dikatakan berharga jika manfaat yang diperoleh lebih besar dari biaya

yang dikeluarkan untuk memperolehnya. Jogiyanto berpendapat bahwa informasi

Informasi dianggap berharga jika lebih efektif daripada informasi. biaya untuk

memperolehnya (Hartono M, 2021). Informasi berguna dalam mengurangi

ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan mengenai suatu keadaan.

Nilai suatu informasi juga ditentukan berdasarkan dua faktor, yaitu biaya dan

manfaat memperoleh informasi tersebut. Namun, penting juga untuk diingat

bahwa informasi yang digunakan dalam suatu sistem sering kali digunakan untuk

berbagai tujuan. Berikut delapan kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan

nilai suatu informasi. Penjelasan tentang kualitas informasi adalah sebagai

berikut” (Hartono, 2020):

a. Relevansi

Informasi disediakan atau disajikan untuk digunakan. Oleh karena itu,

informasi bernilai tinggi relevan dengan kebutuhan, khususnya informasi

apa yang akan digunakan

b. Kelengkapan dan Keleluasaan

Informasi akan mempunyai nilai lebih jika disajikan secara lengkap dalam

kerangka yang luas. Informasi yang terfragmentasi, terutama jika tidak

disusun secara sistematis, kemungkinan besar tidak mempunyai banyak


15

arti. Begitu pula jika informasinya hanya mencakup area terbatas dari

suatu permasalahan.

c. Kebenaran

Kebenaran suatu informasi ditentukan oleh keabsahan atau

keterverifikasiannya. Informasi berasal dari data dan data berasal dari

fakta. Informasi yang sangat berharga adalah informasi yang benar-benar

bersumber dari fakta, bukan opini atau khayalan.

d. Terukur

Informasi terukur berasal dari data atau hasil pengukuran dan catatan

peristiwa. Oleh karena itu, informasi dengan nilai yang tinggi adalah

informasi yang jika ditelusuri kembali ke datanya, dapat diukur dengan

kenyataan.

e. Akurasi

Informasi berasal dari data atau hasil pengukuran dan pencatatan peristiwa.

Oleh karena itu, keakuratan pengukuran dan pencatatan kejadian akan

menentukan keakuratan data dan nilai informasi yang dihasilkan.

f. Eksplisit

Informasi dapat disajikan dalam berbagai bentuk teks, tabel, grafik,

diagram, dll. Namun, apa pun bentuk yang Anda pilih, penting untuk

memudahkan pengguna memahami maknanya. Oleh karena itu, selain

penyajian yang benar, kemampuan pemahaman pengguna juga harus

diperhatikan.
16

g. Fleksibilitas

Informasi yang baik adalah informasi yang dapat dengan mudah diubah

ketika menyajikan Formulir tergantung kebutuhan dan situasi.

h. Akurasi Waktu

Informasi yang baik adalah informasi yang disajikan secara akurat pada

saat dibutuhkan. Informasi yang datang terlambat menjadi informasi lama

yang tidak berharga lagi (misal untuk pengambilan keputusan).

2.3.4 Transformasi Informasi

Konversi informasi merupakan suatu komponen proses dalam manajemen

sistem informasi yang berfungsi untuk mengolah data menjadi informasi sehingga

diperoleh produk informasi yang diperlukan.

Konversi informasi bertujuan untuk mengubah data menjadi informasi,

dari proses tersebut akan dihasilkan keluaran dibuat dalam bentuk produk

informasi yang memenuhi kebutuhan pengguna.

Konsep Konversi Informasi pada dasarnya konversi informasi adalah

suatu proses mengubah bentuk, sifat, karakteristik data menjadi informasi yang

kemudian disajikan secara statistik atau visual untuk disebarluaskan dan dicatat

kembali.

Proses pengubahan informasi menjadi pengetahuan melalui empat

tahapan, yaitu:
17

1) Perbandingan yang melibatkan perbandingan informasi suatu situasi

tertentu dengan situasi lain yang diketahui.

2) Konsekuensi adalah menemukan makna dalam informasi yang berguna

untuk pengambilan keputusan dan tindakan.

3) Connecting adalah menemukan hubungan antara potongan kecil informasi

dan hal lainnya.

4) Percakapan membahas pandangan, pendapat, dan tindakan orang lain

tentang informasi (Munir, 2021).

Transformasi informasi pada hakekatnya adalah suatu proses perubahan

bentuk, sifat dan karakteristik data sehingga menjadi informasi, yang kemudian

disajikan secara statistik atau visual untuk disebarluaskan dan/atau disajikan

dokumen tampilan.

Transformasi ini dimulai dari data yang dikumpulkan dari sumber dengan

menggunakan alat atau alat pengumpul data, kemudian data tersebut diolah,

dianalisis dan diinterpretasikan dengan menggunakan teknik tertentu. data yang

diolah menghasilkan suatu hasil yang disebut informasi.

2.4 Konsep Dasar Sistem Informasi

2.4.1 Pengertian Sistem Informasi

Secara umum Sistem informasi bisa di artikan suatu sistem yang saling

terintegrasi yang dapat menyediakan informasi yang bermanfaat bagi

penggunanya. Sistem Informasi memiliki komponen–komponen dasar : Perangkat

keras komputer, perangkat lunak komputer, basis data, jaringan, prosedur,


18

pengguna untuk pengelolaan operasi. Pengelola sistem Informasi memiliki

tingkatakan manajemen yang telah Terstruktur. Berikut ini definisi sistem

informasi menurut para ahli :

Menurut Mulyono, sistem informasi diartikan sebagai suatu komponen

yang mencakup manusia, teknologi informasi dan proses kerja yang mengolah,

menyimpan dan menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi untuk

mencapai tujuan (Mulyono, 2019).

Menurut Satzinger, Jackson dan Burd mendefinisikan sistem informasi

sebagai sekumpulan komponen yang mengumpulkan, memproses, menyimpan

dan memberikan hasil dari semua informasi yang diperlukan untuk proses bisnis

dan aplikasi untuk digunakan melalui perangkat lunak, data database dan bahkan

masalah dengan manual proses (John W. et al., 2022).

Jogiyanto mendefinisikan sistem informasi sebagai sistem sistem dalam

suatu organisasi yang memenuhi kebutuhan pemrosesan transaksi sehari-hari,

mendukung manajemen dan operasi strategis organisasi, dan menyediakan

sejumlah pihak eksternal dengan laporan yang diperlukan (Hartono M, 2023).

Menurut Hutahaean, sistem informasi diartikan sebagai suatu sistem dalam

suatu organisasi yang menyatukan kebutuhan manajemen transaksi sehari-hari,

dukungan operasional, manajemen dan kegiatan strategis suatu organisasi dan

menyediakan laporan-laporan yang diperlukan kepada pihak eksternal tertentu

(Hutahaean, 2020).
19

Berdasarkan pendapat para ahli terssebut dapat disimpulkan bahwa sistem

informasi adalah suatu kombinasi modul yang terorganisir yang berasal dari

komponen-komponen yang terkait dengan hardware, software, people dan

network berdasarkan seperangkat komputer yang saling berhubungan atau

berinteraksi untuk melakukan pengolahan data menjadi informasi untuk mencapai

tujuan.

2.4.2 Komponen Sistem Informasi

Komponen-komponen yang membentuk suatu sistem informasi disebut

building block. Building block ini mirip dengan karakteristik sistem yang telah

dijelaskan sebelumnya. Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang

disebut building block, antara lain blok masukan, blok model, blok keluaran,

teknologi blok, blok database dan blok kontrol, sebagai suatu sistem, keenam blok

tersebut saling berinteraksi untuk membentuk suatu kesatuan yang mencapai

tujuannya (Sutabri, 2021).

a. Blok masukan (masukan block)

Masukan mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Masukan

dapat berupa data seperti dokumen-dokumen dasar.

b. Blok model (model block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik

yang akan memanipulasi data masukan dan data yang tersimpan di basis

data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran

yang diinginkan.
20

c. Blok keluaran (keluaran block)

Blok ini menghasilkan keluaran yang merupakan informasi yang

berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan

manajemen serta semua pemakai sistem.

d. Blok teknologi (technology block)

Blok ini digunakan untuk menerima masukan, menjalankan model,

menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan

keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan

e. Blok basis data (database block)

Basis data merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan

berhubungan satu sama lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan

menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu

disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih

lanjut.

f. Blok kendali (control block)

Blok kendali dirancang untuk meyakinkan bahwa bila terlanjur terjadi

kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Sedangkan Kusrini dan andri koniyo menyebutkan bahwa komponen/

elemen sistem informasi sebagai berikut (Kusrini & Koniyo, 2007):

a. Perangkat Keras, mencakup berbagai piranti fisik seperti komputer dan

printer.
21

b. Perangkat Lunak, yaitu sekumpulan intruksi yang memungkinkan

perangkat keras memproses data.

c. Prosedur, yaitu sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan

pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.

d. Orang, yaitu semua pihak yang bertangungjawab dalam pengembangan

sistem informasi, pemprosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi.

e. Basis Data, yaitu sekumpulan tabel, hubungan dan lain-lain yang berkaitan

dengan penyimpanan data.

f. Jaringan Komputer dan Komunikasi Data, yaitu system penghubung yang

memungkinkan sumber (resource) pakai bersama atau diakses sejumlah

pemakai.

2.4.3 Tipe-tipe Sistem Informasi

Sistem informasi adalah suatu kombinasi modul yang terorganisir dari

perangkat keras, perangkat lunak, manusia dan komponen jaringan dan didasarkan

pada sekumpulan komputer yang saling berhubungan atau berinteraksi untuk

mentransfer, mengubah data menjadi informasi untuk mencapai tujuan (Yakub,

2021).

Sistem informasi dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan

tujuan yang ingin dicapai suatu organisasi, baik terdiri dari beberapa sistem yang

saling bergantung atau sistem informasi tunggal yang fokus hanya pada

penyelesaian satu tugas saja (Hartono, 2022).


22

Ada 6 (enam) jenis utama sistem informasi, yaitu: .

a. Transaction processing systems (TPS)

Sistem terkomputerisasi yang menjalankan dan menyimpan transaksi rutin

sehari-hari untuk menjalankan bisnis. Sistem ini bekerja pada level

operasional. Input pada level ini adalah transaksi dan kejadian. Proses

dalam sistem ini meliputi pengurutan data, melihat data, memperbaharui

data. Sedangkan outputnya adalah laporan yang detail, daftar lengkap dan

ringkasan.

b. Knowledge Work Systems (KWS)

Sistem informasi yang membuat dan mengintegrasikan pengetahuan baru

ke organisasi.

c. Office Automation Systems (OAS)

Sistem komputer seperti pengolah kata, e-mail, dan sistem penjadwalan,

yang didesain untuk meningkatkan produktifitas dari data workers di

organisasi. Nomor 2 dan 3 melayani knowledge level.

d. Management Information Systems

Sistem informasi pada management-level sebuah organisasi yang melayani

fungsi-fungsi perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan yang

dibuat dengan menyediakan ringkasan rutin dan laporan periodik.


23

e. Decision-Support Systems (DSS)

Sistem informasi di management-level sebuah organisasi yang

mengkombinasikan data dan model analitis yang rumit untuk mendukung

pengambilan keputusan yang Terstruktur dan semi Terstruktur.

f. Executive Support Systems (ESS)

Sistem informasi pada strategic-level sebuah organisasi yang dirancang

untuk tujuan pengambilan keputusan yang tidak terstruktur.

2.5 Konsep Basis Data

2.5.1 Pengertian Basis Data

Database (basis data) adalah kumpulan data yang secara kolektif

menggambarkan aktivitas satu atau lebih organisasi terkait (Ramakrishnan, 2022).

Basis data merupakan kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu

dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau

struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dengan software untuk

melakukan manipulasi untuk kegiatan tertentu.

2.5.2 Komponen Basis Data

Komponen-komponen dari basis data terdiri dari:

1. Perangkat Keras : Merupakan komponen fisik yang terdiri dari

komputer, server, penyimpanan data, dan perangkat keras lainnya yang

digunakan untuk menyimpan dan mengakses basis data.


24

2. Sistem Operasi : Merupakan perangkat lunak yang mengelola sumber

daya perangkat keras dan menyediakan lingkungan yang diperlukan

untuk menjalankan basis data.

3. Basis Data : Merupakan kumpulan data yang tersimpan di dalam

komputer dan terorganisir dalam suatu struktur tertentu, seperti tabel,

relasi, atau objek, untuk memudahkan pengaksesan dan pengelolaan

data.

4. Sistem Manajemen Basis Data (DBMS) : Merupakan perangkat lunak

yang digunakan untuk mengelola, mengatur, dan mengontrol basis

data. DBMS menyediakan antarmuka yang memungkinkan pengguna

untuk berinteraksi dengan basis data, melakukan operasi seperti

penyimpanan, pengambilan, pembaruan, dan penghapusan data.

5. Pengguna : Merupakan individu atau entitas yang menggunakan basis

data. Pengguna dapat memiliki peran yang berbeda, seperti pengguna

akhir yang menggunakan aplikasi untuk mengakses dan memanipulasi

data, atau administrator basis data yang bertanggung jawab untuk

mengatur dan mengelola basis data.

6. Aplikasi : Merupakan perangkat lunak lain yang digunakan bersama

dengan basis data untuk menyediakan fungsionalitas tambahan.

Aplikasi ini dapat berupa program khusus yang dibangun untuk

keperluan tertentu atau aplikasi umum yang menggunakan basis data

sebagai sumber data mereka.


25

2.5.3 Fungsi dan Tujuan Basis Data

Dalam dunia teknologi informasi, Basis Data memiliki peran yang sangat

penting dalam mengorganisasi dan menyimpan data secara efisien. Fungsi dan

Tujuan Basis Data yaitu :

1. Ketersediaan (Availability): Basis data digunakan untuk memastikan

ketersediaan data penting kapan pun dan di mana pun. Hal ini dapat

dicapai karena penyimpanan data dilakukan secara sistematis.

2. Kecepatan (Speed): Basis data memungkinkan penggunaan data secara

cepat tanpa perlu menunggu waktu yang lama.

3. Kelengkapan (Completeness): Basis data menyimpan data secara lengkap

sesuai dengan kebutuhannya.

4. Akurasi (Accuracy): Dengan menghindari redundansi data, pengguna

dapat mengambil data yang ada di dalam basis data untuk mendapatkan

informasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

5. Keamanan (Security): Administrator dapat mengelola basis data untuk

memastikan tidak semua pengguna dapat mengubah, mengakses, atau

menghapus data yang ada. Hal ini memberikan tingkat keamanan yang

lebih baik.

6. Efisiensi Penyimpanan (Storage Efficiency): Basis data menghilangkan

kebutuhan untuk menyimpan data secara sembarang, yang dapat

menyebabkan duplikasi data atau penggunaan ruang penyimpanan yang

tidak efisien.
26

2.5.4 Bahasa Basis Data

Bahasa basis data memberikan kemampuan untuk membuat, mengubah,

menghapus, dan mengambil data dari basis data. Bahasa yang digunakan dalam

basis data terdiri dari:

1. Data Definition Language (DDL)

Merupakan kumpulan perintah dalam Structured Query Language (SQL)

yang digunakan untuk menggambarkan desain database dan berfungsi untuk

membuat, mengubah, atau menghapus struktur atau definisi tipe data objek di

dalam database.

2. Data Manipulation Language (DML)

Merupakan elemen sintaksis yang menyerupai bahasa pemrograman dan

berfungsi untuk memanipulasi data dalam database. Contoh operasi DML

meliputi pemilihan (SELECT), penyisipan (INSERT), penghapusan (DELETE),

dan pembaruan (UPDATE) data dalam basis data.

3. Data Control Language (DCL)

DCL atau Data Control Language digunakan untuk mengubah hak akses,

memberikan peran (roles), dan menangani masalah keamanan lainnya yang terkait

dengan database.

2.6 Alat Bantu Pengembangan Sistem

Alat bantu pengembanga sistem terbagi atas 3 bagian, yaitu :

 Flowchart
27

 Context Diagram

 DFD (Data Flow Diagram)

2.6.1 Flowchart

Diagram alir atau flowchart adalah diagram yang mewakili langkah-

langkah dan keputusan untuk menjalankan suatu proses dalam suatu program.

Setiap langkah direpresentasikan dalam bentuk diagram dan dihubungkan dengan

garis atau panah. Flowchart berperan penting dalam menentukan langkah dan

fungsi proyek pemrograman yang melibatkan banyak orang dalam waktu

bersamaan. Selain itu, penggunaan diagram alur proses dalam program Anda

membuatnya lebih jelas, ringkas, dan mengurangi kemungkinan kesalahpahaman.

Menggunakan diagram alur dalam dunia pemrograman juga merupakan cara yang

bagus untuk menghubungkan kebutuhan teknis dan non-teknis.

Berikut simbol-simbol dari Flowchart :

Tabel 2.1. Flowchart


No Simbol Keterangan

Flow. Simbol yang digunakan untuk menggabungkan

1 antara simbol yang satu dengan simbol yang lain.

Simbol ini disebut juga dengan Connecting Line.

On-Page Reference. Simbol unutk keluar - masuk atau


2
penyambung proses dalam lembar kerja yang sama.

3
Off-Page Refernce. Simbol untuk keluar – masuk atau
28

penyambungan proses dalam lembar kerja yang

berbeda.

Terminator. Simbol yang menyatakan awal atau akhir


4
suatu program.

Process. Simbol yang menyatakan suatu proses yang

dilakukan komputer.

Decision. Simbol yang menunjukan kondisi tertentu

5 yang akan menghasilkan dua kemungkinan jawaban,

yaitu ya dan tidak.

Input/output. Simbol yang menyatakan proses input


6
atau output tanpa tergantung peralatan.

Manual Operation. Simbol yang menyatakan proses


7
yang tidak dilakukan oleh komputer.

Document. Simbol yang menyatakan bahwa input

8 berasal dari dokumen dalam bentuk fisik, atau output

uang perlu dicetak.

Predefine Process. Simbol untuk pelaksanaan suatu


9
bagian (sub-program) atau prosedur.

10 Display. Simbol yang menyatakan peralatan output


29

yang digunakan.

Preparation. Simbol yang menyatakan penyediaan

11 tempat penyimpanan suatu pengolahan untuk

memberikan nilai awal.

2.6.2 Context Diagram

Context Diagram adalah gambaran umum tentang suatu sistem yang

terdapat didalam suatu organisasi yang memperlihatkan batasan (boundary)

sistem, adanya interaksi antara eksternal entity dengan suatu sistem dan informasi

secara umum mengalir diantara entity dan sistem. Context Diagram merupakan

alat bantu yang digunakan dalam menganalisa sistem yang akan dikembangkan.

Simbol-simbol yang digunakan di dalam Context Diagram hampir sama

dengan simbol-simbol yang ada pada DFD, hanya saja pada Context Diagram

tidak terdapat simbol file.

Berikut simbol-simbol Context Diagram

Tabel 2.2. Context Diagram


No Simbol Keterangan

Kesatuan Luar (External Entity) Merupakan kesatuan

luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau

1 sistem lainya yang berada diluar lingkungan luarnya

yang akan memberikan input atau menerima output

sistem.
30

Proses (Process) Kegiatan atau kerja yang dilakukan

oleh, mesin atau komputer dari suatu arus data yang


2
masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang

akan keluar dari proses.

3 Arus Data (Data Flow) Arus data mengalir diantara

proses, simpanan data dan kesatuan. Arus data ini

menunjukan arus data dari yang masuk ke dalam proses

sistem.

2.6.3 DFD (Data Flow Diagram)

DFD merupakan ganbaran sistem secara logika yang tidak tergantung pada

perangkat keras, lunak, struktur data dan organisasi file. Keuntungan dari DFD

adalah untuk memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer

untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan atau dikembangkan.

Berikut simbol-simbol dari Data Flow Diagram (DFD) :

Tabel 2.3. DFD (Data Flow Diagram)


No Simbol Keterangan

1 Kesatuan Luar/External Entity merupakan sumber atau

tujuan data, dapat berupa bagian atau orang yang berada

diluar sistem tapi berhubungan dengan sistem tersebut.


31

2 Proses. Simbol ini digunakan untuk melakukan proses

pengolahan data, yang menunjukkan suatu kegiatan

yang mengubah aliran data yang masuk menjadi

keluaran.

3 Penyimpanan Data/Data Store merupakan tempat

penyimpanan dokumen-dokumen atau file-file yang

dibutuhkan.

4
Aliran Data. Menunjukkan arus data dalam proses.

2.7 Purna Paskibraka Indonesia

Pada tahun 1975, sejumlah alumni (purna) Paskibraka tingkat nasional

berkeinginan untuk mendirikan organisasi alumni. Kemudian mereka

menyampaikan keinginan tersebut kepada para pembina di Jakarta. Pembina

menawarkan sebuah nama, Rekan Purna Paskibraka (RPP), yang berarti

persahabatan pada alumni Paskibraka. Kemudian digodok lagi menjadi Purna Eka

Paskibraka (PEP), yang berarti wadah berhimpun dan pengabdian para alumni

Paskibraka. PEP DIY resmi dikukuhkan pada tanggal 28 Oktober 1976. Para

alumni di Jakarta meneruskan gagasan pendirian RPP, dan di Bandung berdiri

pula Eka Purna Paskibraka (EPP). Ketiga organisasi hanya terkoordinasi dibawah

bidang binmud kanwil depdikbud dan belum membentuk forum komunikasi di

tingkat pusat. Tahun 1980, Direkorat Pembinaan Generasi Muda (PGM)

berinisiatif mendayagunakan potensi alumni berbagai program termasuk program


32

pertukaran pemuda Indonesia Kanada dan SSEAYP (Kapal Pemuda Asean

Jepang). Organisasi itu bernama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI). Selain

Jakarta, Bandung, dan Jogya, seluruh Purna Paskibraka digabungkan ke dalam

PCMI sampai dengan tahun 1985. Sesuai dengan SK Dirjen Diklusepora

[Link].091/E/O/1985 tanggal 10 Juli 1985, alumni Paskibraka dan pertukaran

pemuda dipisahkan. Kemudian ditetapkan bahwa PPI adalah organisasi binaan

yang bersifat regional dan provinsial, yang berarti organisasi PPI ada di tiap

provinsi. Purna Paskibraka Indonesia didirikan tanggal 21 Desember 1989 di

Cipayung Bogor melalui Musyawarah Nasional I Purna Paskibraka Indonesia

adalah Organisasi Sosial Kemasyarakatan (PPI Kab. Polewali Mandar).

2.8. Website

Ilmuwan komputer Inggris Tim Berners-Lee (2021), yang dianggap

sebagai pendiri World Wide Web, mendefinisikan situs web sebagai kumpulan

informasi tentang topik atau topik tertentu. Menurutnya, website berperan sebagai

forum yang mempertemukan berbagai halaman web yang saling berhubungan dan

dapat diakses melalui internet. Menurut Berners-Lee, inti dari sebuah situs web

terletak pada kemampuannya untuk menyediakan informasi terstruktur dan

berkualitas tinggi mengenai suatu topik, sehingga memfasilitasi pertukaran

pengetahuan dan pengalaman online (Berners-Lee Lee, 2021).

Pakar desain pengalaman dan interaksi pengguna, Jakob Nielsen (2020)

memberikan definisi yang berfokus pada aspek publik dari sebuah situs web.

Baginya, website adalah ruang publik di World Wide Web yang terdiri dari satu

atau lebih halaman web dengan tema yang menyatu. Pendekatan Nielsen
33

menekankan peran website sebagai forum publik di ruang virtual, menyajikan

informasi dan layanan spesifik secara koheren dan cara pengoperasiannya

(Nielsen, 2020).

Programmer dan pengusaha Philip J. Greenspan (2023) memandang situs

web sebagai kumpulan halaman web yang saling berhubungan. Greenspan

menegaskan, website biasanya terdiri dari beberapa halaman, dengan halaman

beranda sebagai portal utama. Menurutnya, website adalah kumpulan informasi

yang terstruktur dan dikelola oleh sejumlah individu, kelompok, atau organisasi

tertentu.

Greenspun menyoroti sifat saling berhubungan dari situs web ini dan peran

penting server yang menyimpan dan menampilkan informasi yang diakses

pengguna melalui Internet (Greenspun, 2023).

Penulis dan konsultan desain web David Siegel (2022) memandang situs

web sebagai representasi digital dari identitas entitas seperti bisnis, individu, dan

organisasi. Siegel menekankan peran desain dalam menciptakan pengalaman yang

berdampak dan menyampaikan pesan yang jelas kepada pengguna Bagi Siegel,

situs web yang efektif tidak hanya memberikan informasi tetapi juga

menginspirasi dan melibatkan audiens melalui elemen desain yang menarik dan

intuitif (Siegel, 2022).

2.9 PHP

PHP merupakan bahasa pemrograman berbentuk script yang ditempatkan

dalam server dan diproses di server yang pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf
34

pada tahun 1995. Hasil dari pengolahan akan dikirimkan ke klien, tempat pemakai

menggunakan browser. Secara khusus PHP dirancang untuk membuat website

dinamis. Artinya, ia dapat membuat layar berdasarkan kebutuhan saat ini.

Misalnya bisa menampilkan isi database pada website (Lee, 2021). Selain dapat

digunakan untuk berbagai sistem operasi dan bersifat opensource. PHP ternyata

memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh bahasa script sejenis, yaitu:

1. PHP dapat digunakan pada semua jenis sistem operasi seperti Windows,

Linux, dan lain-lain

2. PHP memiliki kemampuan untuk mengolah keluaran gambar, file

berformat pdf, dan movies Flash

3. PHP didukung oleh banyak Database Management System (DBMS)

seperti MySQL, Oracle, dan lain-lain.

2.10 MySQL

MySQL adalah perangkat lunak sistem manajemen basis data (DBMS)

yang sangat populer di kalangan pemrogram web. MySQL merupakan database

paling populer yang digunakan untuk membuat aplikasi web yang menggunakan

database sebagai sumber data dan pengelolanya (Ariasari, 2020).


35

2.11 Kearangka Berfikir

Adapun kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

Masalah (Problem)
Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Adhiyana Satya Novanto (2020)
dengan judul “Pengembangan Sistem Informasi Data Anggota Berbasis Web Pada
Organisasi Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Tidore Kepulauan”, dengan
menambahkan fitur untuk upload foto anggota, asal sekolah anggota dan
pencarian anggota berdasarkan nama dan kode anggota. Namun penulis masih
merasa kurang dan masih bisa ditambahkan dalam sistem ini.

Analisis Masalah (Problem Analysis)


Disini penulis menilai bahwa sistem ini perlu adanya penambahan fitur pengisian
form agar anggota Purna Paskibraka Kota Tidore Kepulauan dapat melakukan
pendaftaran anggota secara mandiri dan membuat website Purna Paskibraka
Indonesia (PPI) agar bisa dilihat dan diakses secara public oleh masyakarat luas.

Metode (Method)
Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah dengan
menggunakan metode Waterfall dengan menggunakan bahasa pemograman PHP,
dan pengujian sistem menggunakan Blackbox testing.

Hasil (Result)
Pengembangan Sistem Informasi Anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI)
berbasis Kota Tidore Kepulauan berbasis web.

Tujuan (Goals)
Mengembangkan Sistem Informasi Anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI)
berbasis web Kota Tidore Kepulauan.
Gambar 2.2. Kerangka Berpikir
59

DAFTAR PUSTAKA

Anggrawan, A., & Satria, C. (2021). Tinjauan Kritis Jurnal Ilmiah:


Pengembangan Dan Evaluasi Formatif Studi Kasus Multimedia Untuk
Siswa Desain Dan Teknologi Pembelajaran. Matrik: Jurnal Manajemen,
Teknik Informatika Dan Rekayasa Komputer.

Anonymous. (2022). Multi Stakeholder Partnership Dalam Pengembangan Sistem


Cerdas Ai-Mining Untuk Sensor Akuisisi Data Sebagai Upaya Mencegah
Perubahan Iklim.

Anonymous. (2023). Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbentuk


Video Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Pada Siswa
Kelas X Tav Smk Negeri 5 Padang.

Berners-Lee, T. (2021). Weaving the Web: The Original Design and Ultimate
Destiny of the World Wide Web by Its Inventor. HarperBusiness.

Greenspun, P. J. (2023). Philip and Alex's Guide to Web Publishing. Morgan


Kaufmann.

Hartono, B. (2020). Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer. Rineka


Cipta.

Hartono M, J. (2019). Analisa Dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan


Terstruktur Teori Dan Praktik Aplikasi Bisnis (Andi (Ed.)). Yogyakarta:
Andi Offset.

Hutahaean, J. (2021). Konsep Sistem Informasi. Deepublish.

John W., S., Robert B., J., & Stephen D., B. (2023). Systems Analysis And
Design In A Changing World. Joe Sabation.

Kusrini, & Koniyo, A. (2019). Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi


Akuntansi Dengan Visual Basic Dan Microsoft Sql Server. Andi.

Muhammad, F. (2022). Pengembangan Media Pembelajaran Sistem Efi Pada


Mata Pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan (Pkkr) Kelas
Xii Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (Tkr) Di Smk Negeri 1 Seyegan
Sleman. Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin, 1(1).

Mulyadi. (2020). Sistem Akuntansi (5 (Ed.)). Andi.


60

Mulyani, S. (2023). Metode Analisis Dan Perancangan Sistem. Abdi Sistematika.

Mulyono, A. (2021). Sistem Informasi Konsep Dan Aplikasi. Pustaka Pelajar.

Munir. (2019). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi.


Alfabeta.

Nielsen, J. (2020). Designing Web Usability: The Practice of Simplicity. New


Riders.

Shneiderman, B., & Plaisant, C. (2022). Designing the User Interface: Strategies
for Effective Human-Computer Interaction. Pearson.

Siegel, D. (2022). Creating Killer Web Sites: The Art of Third-Generation Site
Design. Hayden Books.

Supriyadi, E., & Sofiana, M. (2020). Strategi Pengembangan Sistem Informasi


Berbasis E-Ktp Di Kantor Kelurahan Galur (Studi Kasus Kelurahan Galur
Kota Jakarta Pusat). Jurnal Sistem Informasi.

Tapscott, D., & Williams, A. D. (2023). Wikinomics: How Mass Collaboration


Changes Everything. Portfolio.

Yakub. (2019). Pengantar Sistem Informasi. Graha Ilmu.

Anda mungkin juga menyukai