BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem adalah suatu teknik dalam membuat penyusunan
suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan
atau memperbaiki sistem yang telah ada. Pendekatan sistem memberikan banyak
manfaat dalam memahami lingkungan kita. Pendekatan sistem berusaha
menjelaskan sesuatu dipandang dari sudut pandang sistem, yang berusaha
menemukan struktur unsur yang membentuk sistem tersebut. Menurut Mulyadi
dalam buku “Sistem Akuntansi” (2023: 6), “Sistem adalah suatu jaringan prosedur
yang dibuat menurut suatu model yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan
pokok suatu perusahaan”.
2.1.1 Pengertian Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem informasi sering hanya disebut dengan istilah
Pengembangan Sistem (system development). Terdapat beberapa definisi
mengenai pengembangan sistem, di antaranya adalah:
1. Aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi berbasis komputer untuk
menyelesaikan permasalahan (problem) organisasi atau memanfaatkan
kesempatan (opportunities) yang timbul;
5
6
2. Kumpulan kegiatan para analis sistem, perancang, dan pengguna yang
mengembangkan dan mengimplementasikan sistem informasi;
3. Tahapan kegiatan yang dilakukan selama masa pembangunan sistem
informasi;
4. Proses merencanakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem
informasi dengan menggunakan metode, teknik, dan alat bantu
pengembangan tertentu.
Pengembangan sistem dapat dipahami sebagai suatu kegiatan yang
bertujuan untuk mengembangkan sistem baru untuk menggantikan seluruh sistem
lama atau menyempurnakan sistem yang sudah ada (Jogiyanto, 2022).
Sistem lama dapat berupa sistem-sistem informasi yang masih manual,
berupa sistem pencatatan transaksi pada lembaran-lembaran arsip. Sistem lama
juga dapat berarti sistem-sistem informasi yang telah menggunakan teknologi
komputer (aplikasi sistem database terkomputerisasi), baik yang berupa sistem
berbasis desktop maupun sistem basis data terdistribusi.
2.2 Konsep Dasar Sistem
Konsep dasar sistem adalah sekelompok komponen komputer yang dibuat
oleh manusia untuk mengelola data, menyimpannya, menyusun frame, dan
mengoordinasikan sumber daya manusia dan komputer untuk mengubah sistem
masukan menjadi sistem keluaran yang bertujuan untuk mencapai tujuan dan
sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.
7
2.2.1 Pengertian Sistem
Jogiyanto menjelaskan bahwa sistem adalah sekumpulan unsur-unsur
yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu (Hartono M, 2020).
Abdul Kadir menjelaskan bahwa sistem adalah sekumpulan elemen yang
saling terkait atau terpadu untuk mencapai suatu tujuan (Abdul, 2019).
Mustakini menjelaskan bahwa “sistem adalah sekumpulan proses yang
mempunyai tujuan tertentu (Mustakini, 2022).
Agus Mulyono mengartikan sistem secara umum sebagai sekumpulan
unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu sebagai
satu kesatuan (Mulyono, 2021).
Anastasia Diana & Lilis Setiawati mendefinisikan sistem sebagai
serangkaian bagian yang saling bergantung yang bekerja sama untuk mencapai
tujuan tertentu (Diana & Setiawati, 2023).
Mulyadi Mengartikan sistem sebagai jaringan proses yang dibuat dalam
suatu model yang terintegrasi, untuk menjalankan kegiatan utama perusahaan
(Mulyadi, 2020).
2.2.2 Karakteristik Sistem
Sebuah sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berkaitan yang
berkaitan untuk mencapai beberapa saran atau maksud.
8
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat tertentu, termasuk
komponen, data sistem, lingkungan eksternal sistem, input, output, prosedur
pemrosesan, dan tujuan atau sasaran (Yulieu & Noer, 2022).
Suatu sistem mempunyai ciri-ciri yang terkandung dalam sekumpulan
elemen yang harus dipahami untuk menentukan terciptanya sistem tersebut.
Di bawah ini ciri-ciri suatu sistem antara lain (Hutahaean, 2021):
a. Komponen
Sistem meliputi kumpulan komponen yang saling berinteraksi dan bekerja
sama untuk membentuk satu kesatuan. Komponen sistem dapat berupa
subsistem atau bagian dari sistem.
b. Batas sistem (boundary)
Batas sistem adalah wilayah yang membatasi sistem dari sistem lain dan
juga dapat menunjukkan luasnya sistem. Batas-batas sistem ini
memungkinkan sistem dianggap sebagai satu kesatuan dan juga
menunjukkan ruang lingkup dari sistem.
c. Lingkungan luar sistem (environment)
Segala sesuatu yang berada di luar batas sistem dan mempengaruhi sistem
disebut lingkungan luar sistem. Lingkungan luar yang menguntungkan
harus dipertahankan dan lingkungan luar yang merugikan harus
dikendalikan agar tidak mengganggu kelangsungan sistem.
9
d. Konektor sistem (interface)
Sistem adalah sumber daya yang mengalir antar subsistem. Sarana koneksi
yang diperlukan untuk mentransfer sumber daya dari suatu sub sistem ke
sub sistem lain disebut konektor sistem.
e. Masukan sistem (input)
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem (input),
yang dapat berupa sinyal penahan dan masukan. Pemrosesan ini bekerja
sedemikian rupa sehingga sistem Sistem dapat dioperasikan dan sinyal
masukan merupakan energi yang diproses sehingga menghasilkan
keluaran.
f. Keluaran sistem (output)
Hasil energi yang telah diolah dan diklasifikasi menjadi keluaran yang
berguna disebut keluaran sistem (output). Informasi adalah contoh
keluaran suatu sistem.
g. Prosesor Sistem
Untuk memproses input menjadi output, diperlukan prosesor yang disebut
prosesor sistem.
h. Tujuan Sistem
Sistem harus mempunyai tujuan atau target aktual yang menentukan
masukan yang dibutuhkan oleh sistem dan keluaran yang dihasilkan.
10
2.2.3 Klasifikasi Sistem
Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan
komponen lainnya karena sistem mempunyai tujuan yang berbeda-beda untuk
setiap keadaan yang terjadi pada sistem. Sistem dapat diklasifikasikan dari banyak
sudut pandang, antara lain (Jakub, 2020):
a. Sistem Abstrak (abstract system)
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau gagasan yang
tidak dapat dilihat secara fisik. Contoh sistem abstrak adalah sistem
teologis yang memuat gagasan tentang hubungan manusia dengan Tuhan.
b. Sistem Fisik
Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik. Sistem komputer, sistem
akuntansi, sistem manufaktur, sistem sekolah, dan sistem transportasi
merupakan contoh sistem fisik.
c. Sistem Tertentu (sistem deterministik)
Beberapa sistem merupakan sistem operasional dengan perilaku yang
dapat diprediksi, interaksi antar bagian dapat dideteksi dengan andal
sehingga dapat diprediksi hasilnya. Sistem komputer telah terprogram, ini
merupakan contoh sistem deterministik karena program komputer dapat
diprediksi dengan pasti.
d. Sistem tidak pasti (sistem probabilistik)
Sistem tidak pasti adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. Sistem agregasi sosial
11
merupakan contoh sistem probabilistik karena sistem agregasi sosial tidak
dapat diprediksi secara pasti.
e. Sistem Tertutup
Sistem tertutup adalah sistem yang tidak melakukan pertukaran materi,
informasi, atau energi dengan lingkungan. Sistem ini non-interaktif dan
tidak terpengaruh oleh lingkungan, misalnya reaksi kimia pada pipa
isolasi.
f. Sistem terbuka
Sistem ini adalah sistem yang terhubung dengan lingkungan dan
dipengaruhi oleh lingkungan. Sistem bisnis merupakan contoh sistem
terbuka karena dapat dipengaruhi oleh lingkungan.
2.3 Konsep Dasar Informasi
2.3.1 Pengertian Informasi
Azhar Susanto: “Informasi merupakan hasil pengolahan data, namun tidak
semua hasil pengolahan data dapat menjadi informasi” (Susanto, 2022).
Edhy Susanta : “Informasi adalah hasil pengolahan data sedemikian rupa
sehingga menjadi suatu bentuk yang penting bagi penerimanya dan berguna
sebagai dasar pengambilan keputusan yang akibatnya dapat dirasakan langsung
pada saat itu juga – disana atau secara tidak langsung di masa depan” (Sutanta,
2021).
12
Jogiyanto: “Menurut Jogiyanto, informasi dapat diartikan sebagai suatu
entitas yang muncul setelah data mengalami pengolahan untuk menghasilkan
bentuk yang lebih bermanfaat dan berguna. Intinya, wawasan muncul ketika data
diolah dengan menggunakan konteks atau kerangka acuan tertentu, sehingga
hasilnya menjadi lebih relevan dan dapat memberikan wawasan lebih kepada
penerima informasi” (Hartono M, 2020).
Yakub: Hasil dari proses tersebut mengolah data yang telah mengalami
transformasi menjadi bentuk yang lebih bermakna dan berguna bagi penerimanya.
Dalam konteks ini, data menjadi isi awal yang mengalami tahapan pengolahan
untuk memberikan kedalaman interpretasi dan nilai tambah yang signifikan”
(Yakub, 2023).
Tata Sutabri: “Konsep informasi mencakup data yang telah melalui
serangkaian proses, termasuk klasifikasi, pemrosesan, dan interpretasi, dengan
tujuan utama memberikan kontribusi yang berarti dalam konteks pengambilan
keputusan.
Dalam kerangka ini, data dianggap bukan sekedar kumpulan fakta mentah
tetapi juga bahan yang menjadi dasar pengambilan keputusan yang efektif dan
efisien” (Subtabri, 2019).
Dari beberapa pengertian tadi dapat disimpulkan bahwa informasi adalah
data yang telah diolah, dibentuk atau dimanipulasi sesuai dengan kebutuhan
tertentu penggunanya agar tercipta nilai yang lebih berarti dan berguna bagi
penerimanya.
13
2.3.2 Fungsi dan Siklus Informasi
Menurut Edhy Susanta, informasi mempunyai beberapa fungsi utama,
antara lain meningkatkan pengetahuan, mengurangi ketidakpastian, mengurangi
risiko kegagalan, mengurangi variasi/variasi yang tidak perlu, dan menyediakan
standar, aturan, ukuran dan keputusan yang menentukan tercapainya tujuan dan
sasaran (Sutanta, 2022). Agar data menjadi lebih bermakna dan bermanfaat
sebagai informasi, maka harus diolah melalui model tertentu. Data yang telah
diproses kemudian diterima oleh penerima, yang kemudian mengambil keputusan
dan mengambil tindakan, yaitu membuat tindakan lain yang akan membuat ulang
data tersebut. Data ini akan dicatat sebagai masukan dan diolah kembali melalui
model, dll, sehingga membentuk suatu siklus. Berikut ilustrasi siklus informasi :
Gambar 2.1 Siklus Informasi
14
2.3.3 Nilai dan Kualitas Informasi
Nilai suatu informasi ditentukan oleh dua faktor, yaitu manfaat dan biaya.
Informasi dikatakan berharga jika manfaat yang diperoleh lebih besar dari biaya
yang dikeluarkan untuk memperolehnya. Jogiyanto berpendapat bahwa informasi
Informasi dianggap berharga jika lebih efektif daripada informasi. biaya untuk
memperolehnya (Hartono M, 2021). Informasi berguna dalam mengurangi
ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan mengenai suatu keadaan.
Nilai suatu informasi juga ditentukan berdasarkan dua faktor, yaitu biaya dan
manfaat memperoleh informasi tersebut. Namun, penting juga untuk diingat
bahwa informasi yang digunakan dalam suatu sistem sering kali digunakan untuk
berbagai tujuan. Berikut delapan kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan
nilai suatu informasi. Penjelasan tentang kualitas informasi adalah sebagai
berikut” (Hartono, 2020):
a. Relevansi
Informasi disediakan atau disajikan untuk digunakan. Oleh karena itu,
informasi bernilai tinggi relevan dengan kebutuhan, khususnya informasi
apa yang akan digunakan
b. Kelengkapan dan Keleluasaan
Informasi akan mempunyai nilai lebih jika disajikan secara lengkap dalam
kerangka yang luas. Informasi yang terfragmentasi, terutama jika tidak
disusun secara sistematis, kemungkinan besar tidak mempunyai banyak
15
arti. Begitu pula jika informasinya hanya mencakup area terbatas dari
suatu permasalahan.
c. Kebenaran
Kebenaran suatu informasi ditentukan oleh keabsahan atau
keterverifikasiannya. Informasi berasal dari data dan data berasal dari
fakta. Informasi yang sangat berharga adalah informasi yang benar-benar
bersumber dari fakta, bukan opini atau khayalan.
d. Terukur
Informasi terukur berasal dari data atau hasil pengukuran dan catatan
peristiwa. Oleh karena itu, informasi dengan nilai yang tinggi adalah
informasi yang jika ditelusuri kembali ke datanya, dapat diukur dengan
kenyataan.
e. Akurasi
Informasi berasal dari data atau hasil pengukuran dan pencatatan peristiwa.
Oleh karena itu, keakuratan pengukuran dan pencatatan kejadian akan
menentukan keakuratan data dan nilai informasi yang dihasilkan.
f. Eksplisit
Informasi dapat disajikan dalam berbagai bentuk teks, tabel, grafik,
diagram, dll. Namun, apa pun bentuk yang Anda pilih, penting untuk
memudahkan pengguna memahami maknanya. Oleh karena itu, selain
penyajian yang benar, kemampuan pemahaman pengguna juga harus
diperhatikan.
16
g. Fleksibilitas
Informasi yang baik adalah informasi yang dapat dengan mudah diubah
ketika menyajikan Formulir tergantung kebutuhan dan situasi.
h. Akurasi Waktu
Informasi yang baik adalah informasi yang disajikan secara akurat pada
saat dibutuhkan. Informasi yang datang terlambat menjadi informasi lama
yang tidak berharga lagi (misal untuk pengambilan keputusan).
2.3.4 Transformasi Informasi
Konversi informasi merupakan suatu komponen proses dalam manajemen
sistem informasi yang berfungsi untuk mengolah data menjadi informasi sehingga
diperoleh produk informasi yang diperlukan.
Konversi informasi bertujuan untuk mengubah data menjadi informasi,
dari proses tersebut akan dihasilkan keluaran dibuat dalam bentuk produk
informasi yang memenuhi kebutuhan pengguna.
Konsep Konversi Informasi pada dasarnya konversi informasi adalah
suatu proses mengubah bentuk, sifat, karakteristik data menjadi informasi yang
kemudian disajikan secara statistik atau visual untuk disebarluaskan dan dicatat
kembali.
Proses pengubahan informasi menjadi pengetahuan melalui empat
tahapan, yaitu:
17
1) Perbandingan yang melibatkan perbandingan informasi suatu situasi
tertentu dengan situasi lain yang diketahui.
2) Konsekuensi adalah menemukan makna dalam informasi yang berguna
untuk pengambilan keputusan dan tindakan.
3) Connecting adalah menemukan hubungan antara potongan kecil informasi
dan hal lainnya.
4) Percakapan membahas pandangan, pendapat, dan tindakan orang lain
tentang informasi (Munir, 2021).
Transformasi informasi pada hakekatnya adalah suatu proses perubahan
bentuk, sifat dan karakteristik data sehingga menjadi informasi, yang kemudian
disajikan secara statistik atau visual untuk disebarluaskan dan/atau disajikan
dokumen tampilan.
Transformasi ini dimulai dari data yang dikumpulkan dari sumber dengan
menggunakan alat atau alat pengumpul data, kemudian data tersebut diolah,
dianalisis dan diinterpretasikan dengan menggunakan teknik tertentu. data yang
diolah menghasilkan suatu hasil yang disebut informasi.
2.4 Konsep Dasar Sistem Informasi
2.4.1 Pengertian Sistem Informasi
Secara umum Sistem informasi bisa di artikan suatu sistem yang saling
terintegrasi yang dapat menyediakan informasi yang bermanfaat bagi
penggunanya. Sistem Informasi memiliki komponen–komponen dasar : Perangkat
keras komputer, perangkat lunak komputer, basis data, jaringan, prosedur,
18
pengguna untuk pengelolaan operasi. Pengelola sistem Informasi memiliki
tingkatakan manajemen yang telah Terstruktur. Berikut ini definisi sistem
informasi menurut para ahli :
Menurut Mulyono, sistem informasi diartikan sebagai suatu komponen
yang mencakup manusia, teknologi informasi dan proses kerja yang mengolah,
menyimpan dan menyimpan, menganalisis dan menyebarkan informasi untuk
mencapai tujuan (Mulyono, 2019).
Menurut Satzinger, Jackson dan Burd mendefinisikan sistem informasi
sebagai sekumpulan komponen yang mengumpulkan, memproses, menyimpan
dan memberikan hasil dari semua informasi yang diperlukan untuk proses bisnis
dan aplikasi untuk digunakan melalui perangkat lunak, data database dan bahkan
masalah dengan manual proses (John W. et al., 2022).
Jogiyanto mendefinisikan sistem informasi sebagai sistem sistem dalam
suatu organisasi yang memenuhi kebutuhan pemrosesan transaksi sehari-hari,
mendukung manajemen dan operasi strategis organisasi, dan menyediakan
sejumlah pihak eksternal dengan laporan yang diperlukan (Hartono M, 2023).
Menurut Hutahaean, sistem informasi diartikan sebagai suatu sistem dalam
suatu organisasi yang menyatukan kebutuhan manajemen transaksi sehari-hari,
dukungan operasional, manajemen dan kegiatan strategis suatu organisasi dan
menyediakan laporan-laporan yang diperlukan kepada pihak eksternal tertentu
(Hutahaean, 2020).
19
Berdasarkan pendapat para ahli terssebut dapat disimpulkan bahwa sistem
informasi adalah suatu kombinasi modul yang terorganisir yang berasal dari
komponen-komponen yang terkait dengan hardware, software, people dan
network berdasarkan seperangkat komputer yang saling berhubungan atau
berinteraksi untuk melakukan pengolahan data menjadi informasi untuk mencapai
tujuan.
2.4.2 Komponen Sistem Informasi
Komponen-komponen yang membentuk suatu sistem informasi disebut
building block. Building block ini mirip dengan karakteristik sistem yang telah
dijelaskan sebelumnya. Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang
disebut building block, antara lain blok masukan, blok model, blok keluaran,
teknologi blok, blok database dan blok kontrol, sebagai suatu sistem, keenam blok
tersebut saling berinteraksi untuk membentuk suatu kesatuan yang mencapai
tujuannya (Sutabri, 2021).
a. Blok masukan (masukan block)
Masukan mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Masukan
dapat berupa data seperti dokumen-dokumen dasar.
b. Blok model (model block)
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik
yang akan memanipulasi data masukan dan data yang tersimpan di basis
data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran
yang diinginkan.
20
c. Blok keluaran (keluaran block)
Blok ini menghasilkan keluaran yang merupakan informasi yang
berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan
manajemen serta semua pemakai sistem.
d. Blok teknologi (technology block)
Blok ini digunakan untuk menerima masukan, menjalankan model,
menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan
keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan
e. Blok basis data (database block)
Basis data merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan
berhubungan satu sama lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan
menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu
disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih
lanjut.
f. Blok kendali (control block)
Blok kendali dirancang untuk meyakinkan bahwa bila terlanjur terjadi
kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
Sedangkan Kusrini dan andri koniyo menyebutkan bahwa komponen/
elemen sistem informasi sebagai berikut (Kusrini & Koniyo, 2007):
a. Perangkat Keras, mencakup berbagai piranti fisik seperti komputer dan
printer.
21
b. Perangkat Lunak, yaitu sekumpulan intruksi yang memungkinkan
perangkat keras memproses data.
c. Prosedur, yaitu sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan
pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
d. Orang, yaitu semua pihak yang bertangungjawab dalam pengembangan
sistem informasi, pemprosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi.
e. Basis Data, yaitu sekumpulan tabel, hubungan dan lain-lain yang berkaitan
dengan penyimpanan data.
f. Jaringan Komputer dan Komunikasi Data, yaitu system penghubung yang
memungkinkan sumber (resource) pakai bersama atau diakses sejumlah
pemakai.
2.4.3 Tipe-tipe Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu kombinasi modul yang terorganisir dari
perangkat keras, perangkat lunak, manusia dan komponen jaringan dan didasarkan
pada sekumpulan komputer yang saling berhubungan atau berinteraksi untuk
mentransfer, mengubah data menjadi informasi untuk mencapai tujuan (Yakub,
2021).
Sistem informasi dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan
tujuan yang ingin dicapai suatu organisasi, baik terdiri dari beberapa sistem yang
saling bergantung atau sistem informasi tunggal yang fokus hanya pada
penyelesaian satu tugas saja (Hartono, 2022).
22
Ada 6 (enam) jenis utama sistem informasi, yaitu: .
a. Transaction processing systems (TPS)
Sistem terkomputerisasi yang menjalankan dan menyimpan transaksi rutin
sehari-hari untuk menjalankan bisnis. Sistem ini bekerja pada level
operasional. Input pada level ini adalah transaksi dan kejadian. Proses
dalam sistem ini meliputi pengurutan data, melihat data, memperbaharui
data. Sedangkan outputnya adalah laporan yang detail, daftar lengkap dan
ringkasan.
b. Knowledge Work Systems (KWS)
Sistem informasi yang membuat dan mengintegrasikan pengetahuan baru
ke organisasi.
c. Office Automation Systems (OAS)
Sistem komputer seperti pengolah kata, e-mail, dan sistem penjadwalan,
yang didesain untuk meningkatkan produktifitas dari data workers di
organisasi. Nomor 2 dan 3 melayani knowledge level.
d. Management Information Systems
Sistem informasi pada management-level sebuah organisasi yang melayani
fungsi-fungsi perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan yang
dibuat dengan menyediakan ringkasan rutin dan laporan periodik.
23
e. Decision-Support Systems (DSS)
Sistem informasi di management-level sebuah organisasi yang
mengkombinasikan data dan model analitis yang rumit untuk mendukung
pengambilan keputusan yang Terstruktur dan semi Terstruktur.
f. Executive Support Systems (ESS)
Sistem informasi pada strategic-level sebuah organisasi yang dirancang
untuk tujuan pengambilan keputusan yang tidak terstruktur.
2.5 Konsep Basis Data
2.5.1 Pengertian Basis Data
Database (basis data) adalah kumpulan data yang secara kolektif
menggambarkan aktivitas satu atau lebih organisasi terkait (Ramakrishnan, 2022).
Basis data merupakan kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu
dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau
struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dengan software untuk
melakukan manipulasi untuk kegiatan tertentu.
2.5.2 Komponen Basis Data
Komponen-komponen dari basis data terdiri dari:
1. Perangkat Keras : Merupakan komponen fisik yang terdiri dari
komputer, server, penyimpanan data, dan perangkat keras lainnya yang
digunakan untuk menyimpan dan mengakses basis data.
24
2. Sistem Operasi : Merupakan perangkat lunak yang mengelola sumber
daya perangkat keras dan menyediakan lingkungan yang diperlukan
untuk menjalankan basis data.
3. Basis Data : Merupakan kumpulan data yang tersimpan di dalam
komputer dan terorganisir dalam suatu struktur tertentu, seperti tabel,
relasi, atau objek, untuk memudahkan pengaksesan dan pengelolaan
data.
4. Sistem Manajemen Basis Data (DBMS) : Merupakan perangkat lunak
yang digunakan untuk mengelola, mengatur, dan mengontrol basis
data. DBMS menyediakan antarmuka yang memungkinkan pengguna
untuk berinteraksi dengan basis data, melakukan operasi seperti
penyimpanan, pengambilan, pembaruan, dan penghapusan data.
5. Pengguna : Merupakan individu atau entitas yang menggunakan basis
data. Pengguna dapat memiliki peran yang berbeda, seperti pengguna
akhir yang menggunakan aplikasi untuk mengakses dan memanipulasi
data, atau administrator basis data yang bertanggung jawab untuk
mengatur dan mengelola basis data.
6. Aplikasi : Merupakan perangkat lunak lain yang digunakan bersama
dengan basis data untuk menyediakan fungsionalitas tambahan.
Aplikasi ini dapat berupa program khusus yang dibangun untuk
keperluan tertentu atau aplikasi umum yang menggunakan basis data
sebagai sumber data mereka.
25
2.5.3 Fungsi dan Tujuan Basis Data
Dalam dunia teknologi informasi, Basis Data memiliki peran yang sangat
penting dalam mengorganisasi dan menyimpan data secara efisien. Fungsi dan
Tujuan Basis Data yaitu :
1. Ketersediaan (Availability): Basis data digunakan untuk memastikan
ketersediaan data penting kapan pun dan di mana pun. Hal ini dapat
dicapai karena penyimpanan data dilakukan secara sistematis.
2. Kecepatan (Speed): Basis data memungkinkan penggunaan data secara
cepat tanpa perlu menunggu waktu yang lama.
3. Kelengkapan (Completeness): Basis data menyimpan data secara lengkap
sesuai dengan kebutuhannya.
4. Akurasi (Accuracy): Dengan menghindari redundansi data, pengguna
dapat mengambil data yang ada di dalam basis data untuk mendapatkan
informasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan.
5. Keamanan (Security): Administrator dapat mengelola basis data untuk
memastikan tidak semua pengguna dapat mengubah, mengakses, atau
menghapus data yang ada. Hal ini memberikan tingkat keamanan yang
lebih baik.
6. Efisiensi Penyimpanan (Storage Efficiency): Basis data menghilangkan
kebutuhan untuk menyimpan data secara sembarang, yang dapat
menyebabkan duplikasi data atau penggunaan ruang penyimpanan yang
tidak efisien.
26
2.5.4 Bahasa Basis Data
Bahasa basis data memberikan kemampuan untuk membuat, mengubah,
menghapus, dan mengambil data dari basis data. Bahasa yang digunakan dalam
basis data terdiri dari:
1. Data Definition Language (DDL)
Merupakan kumpulan perintah dalam Structured Query Language (SQL)
yang digunakan untuk menggambarkan desain database dan berfungsi untuk
membuat, mengubah, atau menghapus struktur atau definisi tipe data objek di
dalam database.
2. Data Manipulation Language (DML)
Merupakan elemen sintaksis yang menyerupai bahasa pemrograman dan
berfungsi untuk memanipulasi data dalam database. Contoh operasi DML
meliputi pemilihan (SELECT), penyisipan (INSERT), penghapusan (DELETE),
dan pembaruan (UPDATE) data dalam basis data.
3. Data Control Language (DCL)
DCL atau Data Control Language digunakan untuk mengubah hak akses,
memberikan peran (roles), dan menangani masalah keamanan lainnya yang terkait
dengan database.
2.6 Alat Bantu Pengembangan Sistem
Alat bantu pengembanga sistem terbagi atas 3 bagian, yaitu :
Flowchart
27
Context Diagram
DFD (Data Flow Diagram)
2.6.1 Flowchart
Diagram alir atau flowchart adalah diagram yang mewakili langkah-
langkah dan keputusan untuk menjalankan suatu proses dalam suatu program.
Setiap langkah direpresentasikan dalam bentuk diagram dan dihubungkan dengan
garis atau panah. Flowchart berperan penting dalam menentukan langkah dan
fungsi proyek pemrograman yang melibatkan banyak orang dalam waktu
bersamaan. Selain itu, penggunaan diagram alur proses dalam program Anda
membuatnya lebih jelas, ringkas, dan mengurangi kemungkinan kesalahpahaman.
Menggunakan diagram alur dalam dunia pemrograman juga merupakan cara yang
bagus untuk menghubungkan kebutuhan teknis dan non-teknis.
Berikut simbol-simbol dari Flowchart :
Tabel 2.1. Flowchart
No Simbol Keterangan
Flow. Simbol yang digunakan untuk menggabungkan
1 antara simbol yang satu dengan simbol yang lain.
Simbol ini disebut juga dengan Connecting Line.
On-Page Reference. Simbol unutk keluar - masuk atau
2
penyambung proses dalam lembar kerja yang sama.
3
Off-Page Refernce. Simbol untuk keluar – masuk atau
28
penyambungan proses dalam lembar kerja yang
berbeda.
Terminator. Simbol yang menyatakan awal atau akhir
4
suatu program.
Process. Simbol yang menyatakan suatu proses yang
dilakukan komputer.
Decision. Simbol yang menunjukan kondisi tertentu
5 yang akan menghasilkan dua kemungkinan jawaban,
yaitu ya dan tidak.
Input/output. Simbol yang menyatakan proses input
6
atau output tanpa tergantung peralatan.
Manual Operation. Simbol yang menyatakan proses
7
yang tidak dilakukan oleh komputer.
Document. Simbol yang menyatakan bahwa input
8 berasal dari dokumen dalam bentuk fisik, atau output
uang perlu dicetak.
Predefine Process. Simbol untuk pelaksanaan suatu
9
bagian (sub-program) atau prosedur.
10 Display. Simbol yang menyatakan peralatan output
29
yang digunakan.
Preparation. Simbol yang menyatakan penyediaan
11 tempat penyimpanan suatu pengolahan untuk
memberikan nilai awal.
2.6.2 Context Diagram
Context Diagram adalah gambaran umum tentang suatu sistem yang
terdapat didalam suatu organisasi yang memperlihatkan batasan (boundary)
sistem, adanya interaksi antara eksternal entity dengan suatu sistem dan informasi
secara umum mengalir diantara entity dan sistem. Context Diagram merupakan
alat bantu yang digunakan dalam menganalisa sistem yang akan dikembangkan.
Simbol-simbol yang digunakan di dalam Context Diagram hampir sama
dengan simbol-simbol yang ada pada DFD, hanya saja pada Context Diagram
tidak terdapat simbol file.
Berikut simbol-simbol Context Diagram
Tabel 2.2. Context Diagram
No Simbol Keterangan
Kesatuan Luar (External Entity) Merupakan kesatuan
luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau
1 sistem lainya yang berada diluar lingkungan luarnya
yang akan memberikan input atau menerima output
sistem.
30
Proses (Process) Kegiatan atau kerja yang dilakukan
oleh, mesin atau komputer dari suatu arus data yang
2
masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang
akan keluar dari proses.
3 Arus Data (Data Flow) Arus data mengalir diantara
proses, simpanan data dan kesatuan. Arus data ini
menunjukan arus data dari yang masuk ke dalam proses
sistem.
2.6.3 DFD (Data Flow Diagram)
DFD merupakan ganbaran sistem secara logika yang tidak tergantung pada
perangkat keras, lunak, struktur data dan organisasi file. Keuntungan dari DFD
adalah untuk memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer
untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan atau dikembangkan.
Berikut simbol-simbol dari Data Flow Diagram (DFD) :
Tabel 2.3. DFD (Data Flow Diagram)
No Simbol Keterangan
1 Kesatuan Luar/External Entity merupakan sumber atau
tujuan data, dapat berupa bagian atau orang yang berada
diluar sistem tapi berhubungan dengan sistem tersebut.
31
2 Proses. Simbol ini digunakan untuk melakukan proses
pengolahan data, yang menunjukkan suatu kegiatan
yang mengubah aliran data yang masuk menjadi
keluaran.
3 Penyimpanan Data/Data Store merupakan tempat
penyimpanan dokumen-dokumen atau file-file yang
dibutuhkan.
4
Aliran Data. Menunjukkan arus data dalam proses.
2.7 Purna Paskibraka Indonesia
Pada tahun 1975, sejumlah alumni (purna) Paskibraka tingkat nasional
berkeinginan untuk mendirikan organisasi alumni. Kemudian mereka
menyampaikan keinginan tersebut kepada para pembina di Jakarta. Pembina
menawarkan sebuah nama, Rekan Purna Paskibraka (RPP), yang berarti
persahabatan pada alumni Paskibraka. Kemudian digodok lagi menjadi Purna Eka
Paskibraka (PEP), yang berarti wadah berhimpun dan pengabdian para alumni
Paskibraka. PEP DIY resmi dikukuhkan pada tanggal 28 Oktober 1976. Para
alumni di Jakarta meneruskan gagasan pendirian RPP, dan di Bandung berdiri
pula Eka Purna Paskibraka (EPP). Ketiga organisasi hanya terkoordinasi dibawah
bidang binmud kanwil depdikbud dan belum membentuk forum komunikasi di
tingkat pusat. Tahun 1980, Direkorat Pembinaan Generasi Muda (PGM)
berinisiatif mendayagunakan potensi alumni berbagai program termasuk program
32
pertukaran pemuda Indonesia Kanada dan SSEAYP (Kapal Pemuda Asean
Jepang). Organisasi itu bernama Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI). Selain
Jakarta, Bandung, dan Jogya, seluruh Purna Paskibraka digabungkan ke dalam
PCMI sampai dengan tahun 1985. Sesuai dengan SK Dirjen Diklusepora
[Link].091/E/O/1985 tanggal 10 Juli 1985, alumni Paskibraka dan pertukaran
pemuda dipisahkan. Kemudian ditetapkan bahwa PPI adalah organisasi binaan
yang bersifat regional dan provinsial, yang berarti organisasi PPI ada di tiap
provinsi. Purna Paskibraka Indonesia didirikan tanggal 21 Desember 1989 di
Cipayung Bogor melalui Musyawarah Nasional I Purna Paskibraka Indonesia
adalah Organisasi Sosial Kemasyarakatan (PPI Kab. Polewali Mandar).
2.8. Website
Ilmuwan komputer Inggris Tim Berners-Lee (2021), yang dianggap
sebagai pendiri World Wide Web, mendefinisikan situs web sebagai kumpulan
informasi tentang topik atau topik tertentu. Menurutnya, website berperan sebagai
forum yang mempertemukan berbagai halaman web yang saling berhubungan dan
dapat diakses melalui internet. Menurut Berners-Lee, inti dari sebuah situs web
terletak pada kemampuannya untuk menyediakan informasi terstruktur dan
berkualitas tinggi mengenai suatu topik, sehingga memfasilitasi pertukaran
pengetahuan dan pengalaman online (Berners-Lee Lee, 2021).
Pakar desain pengalaman dan interaksi pengguna, Jakob Nielsen (2020)
memberikan definisi yang berfokus pada aspek publik dari sebuah situs web.
Baginya, website adalah ruang publik di World Wide Web yang terdiri dari satu
atau lebih halaman web dengan tema yang menyatu. Pendekatan Nielsen
33
menekankan peran website sebagai forum publik di ruang virtual, menyajikan
informasi dan layanan spesifik secara koheren dan cara pengoperasiannya
(Nielsen, 2020).
Programmer dan pengusaha Philip J. Greenspan (2023) memandang situs
web sebagai kumpulan halaman web yang saling berhubungan. Greenspan
menegaskan, website biasanya terdiri dari beberapa halaman, dengan halaman
beranda sebagai portal utama. Menurutnya, website adalah kumpulan informasi
yang terstruktur dan dikelola oleh sejumlah individu, kelompok, atau organisasi
tertentu.
Greenspun menyoroti sifat saling berhubungan dari situs web ini dan peran
penting server yang menyimpan dan menampilkan informasi yang diakses
pengguna melalui Internet (Greenspun, 2023).
Penulis dan konsultan desain web David Siegel (2022) memandang situs
web sebagai representasi digital dari identitas entitas seperti bisnis, individu, dan
organisasi. Siegel menekankan peran desain dalam menciptakan pengalaman yang
berdampak dan menyampaikan pesan yang jelas kepada pengguna Bagi Siegel,
situs web yang efektif tidak hanya memberikan informasi tetapi juga
menginspirasi dan melibatkan audiens melalui elemen desain yang menarik dan
intuitif (Siegel, 2022).
2.9 PHP
PHP merupakan bahasa pemrograman berbentuk script yang ditempatkan
dalam server dan diproses di server yang pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf
34
pada tahun 1995. Hasil dari pengolahan akan dikirimkan ke klien, tempat pemakai
menggunakan browser. Secara khusus PHP dirancang untuk membuat website
dinamis. Artinya, ia dapat membuat layar berdasarkan kebutuhan saat ini.
Misalnya bisa menampilkan isi database pada website (Lee, 2021). Selain dapat
digunakan untuk berbagai sistem operasi dan bersifat opensource. PHP ternyata
memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh bahasa script sejenis, yaitu:
1. PHP dapat digunakan pada semua jenis sistem operasi seperti Windows,
Linux, dan lain-lain
2. PHP memiliki kemampuan untuk mengolah keluaran gambar, file
berformat pdf, dan movies Flash
3. PHP didukung oleh banyak Database Management System (DBMS)
seperti MySQL, Oracle, dan lain-lain.
2.10 MySQL
MySQL adalah perangkat lunak sistem manajemen basis data (DBMS)
yang sangat populer di kalangan pemrogram web. MySQL merupakan database
paling populer yang digunakan untuk membuat aplikasi web yang menggunakan
database sebagai sumber data dan pengelolanya (Ariasari, 2020).
35
2.11 Kearangka Berfikir
Adapun kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
Masalah (Problem)
Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Adhiyana Satya Novanto (2020)
dengan judul “Pengembangan Sistem Informasi Data Anggota Berbasis Web Pada
Organisasi Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Tidore Kepulauan”, dengan
menambahkan fitur untuk upload foto anggota, asal sekolah anggota dan
pencarian anggota berdasarkan nama dan kode anggota. Namun penulis masih
merasa kurang dan masih bisa ditambahkan dalam sistem ini.
Analisis Masalah (Problem Analysis)
Disini penulis menilai bahwa sistem ini perlu adanya penambahan fitur pengisian
form agar anggota Purna Paskibraka Kota Tidore Kepulauan dapat melakukan
pendaftaran anggota secara mandiri dan membuat website Purna Paskibraka
Indonesia (PPI) agar bisa dilihat dan diakses secara public oleh masyakarat luas.
Metode (Method)
Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah dengan
menggunakan metode Waterfall dengan menggunakan bahasa pemograman PHP,
dan pengujian sistem menggunakan Blackbox testing.
Hasil (Result)
Pengembangan Sistem Informasi Anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI)
berbasis Kota Tidore Kepulauan berbasis web.
Tujuan (Goals)
Mengembangkan Sistem Informasi Anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI)
berbasis web Kota Tidore Kepulauan.
Gambar 2.2. Kerangka Berpikir
59
DAFTAR PUSTAKA
Anggrawan, A., & Satria, C. (2021). Tinjauan Kritis Jurnal Ilmiah:
Pengembangan Dan Evaluasi Formatif Studi Kasus Multimedia Untuk
Siswa Desain Dan Teknologi Pembelajaran. Matrik: Jurnal Manajemen,
Teknik Informatika Dan Rekayasa Komputer.
Anonymous. (2022). Multi Stakeholder Partnership Dalam Pengembangan Sistem
Cerdas Ai-Mining Untuk Sensor Akuisisi Data Sebagai Upaya Mencegah
Perubahan Iklim.
Anonymous. (2023). Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbentuk
Video Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Pada Siswa
Kelas X Tav Smk Negeri 5 Padang.
Berners-Lee, T. (2021). Weaving the Web: The Original Design and Ultimate
Destiny of the World Wide Web by Its Inventor. HarperBusiness.
Greenspun, P. J. (2023). Philip and Alex's Guide to Web Publishing. Morgan
Kaufmann.
Hartono, B. (2020). Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer. Rineka
Cipta.
Hartono M, J. (2019). Analisa Dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan
Terstruktur Teori Dan Praktik Aplikasi Bisnis (Andi (Ed.)). Yogyakarta:
Andi Offset.
Hutahaean, J. (2021). Konsep Sistem Informasi. Deepublish.
John W., S., Robert B., J., & Stephen D., B. (2023). Systems Analysis And
Design In A Changing World. Joe Sabation.
Kusrini, & Koniyo, A. (2019). Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi
Akuntansi Dengan Visual Basic Dan Microsoft Sql Server. Andi.
Muhammad, F. (2022). Pengembangan Media Pembelajaran Sistem Efi Pada
Mata Pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan (Pkkr) Kelas
Xii Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (Tkr) Di Smk Negeri 1 Seyegan
Sleman. Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin, 1(1).
Mulyadi. (2020). Sistem Akuntansi (5 (Ed.)). Andi.
60
Mulyani, S. (2023). Metode Analisis Dan Perancangan Sistem. Abdi Sistematika.
Mulyono, A. (2021). Sistem Informasi Konsep Dan Aplikasi. Pustaka Pelajar.
Munir. (2019). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi.
Alfabeta.
Nielsen, J. (2020). Designing Web Usability: The Practice of Simplicity. New
Riders.
Shneiderman, B., & Plaisant, C. (2022). Designing the User Interface: Strategies
for Effective Human-Computer Interaction. Pearson.
Siegel, D. (2022). Creating Killer Web Sites: The Art of Third-Generation Site
Design. Hayden Books.
Supriyadi, E., & Sofiana, M. (2020). Strategi Pengembangan Sistem Informasi
Berbasis E-Ktp Di Kantor Kelurahan Galur (Studi Kasus Kelurahan Galur
Kota Jakarta Pusat). Jurnal Sistem Informasi.
Tapscott, D., & Williams, A. D. (2023). Wikinomics: How Mass Collaboration
Changes Everything. Portfolio.
Yakub. (2019). Pengantar Sistem Informasi. Graha Ilmu.