0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan2 halaman

Stres Akademik dan Prokrastinasi Siswa SMP

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan2 halaman

Stres Akademik dan Prokrastinasi Siswa SMP

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HUBUNGAN STRES AKADEMIK DAN KECANDUAN SOSIAL MEDIA DENGAN

PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA SMP NEGERI 1 KERINCI


A. STRES
B. SOSIAL MEDIA
(Abdul Latif Syafwan, 2023)
Individu dapat dinyatakan ketergantungan media sosial, jika penggunaannya yang semula wajar
kemudian berkembang menjadi masalah sosial sehingga aktivitas individu terganggu (Kwon &
Paek, 2016).
Salah satu faktor situasional yang dapat berdampak pada adiksi media sosial adalah faktor
psikologis (Agusta, 2016). Seorang individu yang berada di bawah tekanan lebih mungkin untuk
mengembangkan kecanduan. Remaja yang banyak tekanan akademik menggunakan smartphone
khususnya media sosial sebagai cara coping dengan mengalihkan perhatiannya. Kecanduan media
sosial secara signifikan dipengaruhi secara positif oleh stres akademik; semakin banyak stres
akademik yang dialami seseorang, semakin besar kemungkinan seseorang kecanduan media
sosial. (Karuniawan & Cahyanti, 2013; Samaha & Hawi, 2016)
C. PROKRASTINASI
Schraw dkk. (2007) dalam (Dahlia Novarianing Asri, 2018: 16), prokrastinasi akademik adalah
perilaku yang sengaja menunda atau menunda pekerjaan yang harus diselesaikan. Siswa yang
prokrastinasi tidak memiliki sejumlah stimulus untuk melakukan aktivitas yang harus dilakukan
dalam suatu waktu.
Tuckman (1991) dalam (Dahlia Novarianing Asri, 2018: 17), mendefinisikan prokrastinasi
akademik sebagai kecenderungan untuk menunda atau benar-benar menghindari kegiatan di
bawah kontrol seseorang.
Menurut Forauq (2010) dalam (Siti Hayani. 2022), prokrastinasi akademik adalah
ketidakmampuan seseorang dalam memanfaatkan waktu secara efektif yang mengakibatkan
seseorang suka menunda melakukan pekerjaan, suka bermalas-malasan dan membuang-buang
waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat atau tidak penting.
Tuckman (1991) dalam (Siti Hayani. 2022), mengemukakan prokrastinasi akademik merupakan
suatu kecenderungan perilaku dalam diri individu untuk menghabiskan waktu, menunda dan
secara sengaja tidak segera mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan yang seharusnya
diselesaikan. Prokrastinasi akademik terdiri dari tiga aspek, yaitu: a. Kecenderungan membuang
waktu yaitu kecenderungan membuang waktu secara sia-sia dalam menyelesaikan tugas yang
perlu diprioritaskan demi melakukan hal lain yang kurang penting; dengan kata lain individu selalu
menunda untuk melakukan atau menyelesaikan suatu tugas. b. Kecenderungan untuk
menghindari tugas yang tidak menyenangkan yaitu kecenderungan untuk merasa berkeberatan
mengerjakan hal-hal yang tidak disukai dalam tugas yang harus dikerjakannya tersebut. Individu
akan menghindari hal-hal yang dianggap mendatangkan perasaan tidak menyenangkan jika
memungkinkan. Selain itu, individu cenderung mudah menyerah ketika menghadapi tugas yang
sulit dan memilih melakukan sesuatu yang menyenangkan dan mudah diperoleh serta
mendatangkan hiburan seperti menonton, berbincang, jalan-jalan, mendengarkan musik, dan
sebagainya. c. Kecenderungan menyalahkan orang lain yaitu kecenderungan untuk menghindari
tanggung jawab sendiri dan cenderung menyalahkan pihak lain atas penderitaan yang dialami diri
sendiri dalam mengerjakan sesuatu yang ditundanya. Misalnya, individu akan menyalahkan orang
lain karena telah memberikan batas waktu dalam mengerjakan tugas.
A’yunina dan Abdurrohim (2019) dalam (Rommy Purwanto Bakri, 2021), menyatakan semakin
tinggi stres akademik yang dialami mahasiswa maka akan semakin tinggi terjadinya prokrastinasi
akademik, demikian pula juga sebaliknya bahwa semakin rendah stres akademik maka akan
semakin rendah pula prokrastinasi akademik.
Bruno (1998: 23), dalam (Andhika Mustika Dharma, 2020), menjelaskan bahwa ada empat jenis
prokrastinasi, yaitu: 1. Penundaan fungsional, adalah penundaan yang dilakukan pada saat yang
tepat dan bertujuan, atau adanya kegiatan lain yang lebih tinggi prioritasnya, misalnya individu
yang menunda tugasnya karena sakit. 2. Penundaan disfungsional, adalah penundaan yang tidak
bertujuan dan tidak berguna, akibatnya tugas-tugas tidak terselesaikan, kesempatan hilang dan
tujuan tidak tercapai. Misalnya, menunda kerena takut gagal. 3. Penundaan jangka pendek,
adalah penundaan pada target waktu yang pendek. Misalnya, jam atau harian. 4. Penundaan
kronis, adalah penundaan yang telah menjadi kebiasaan, sulit dihentikan, menjadi masalah dan
sangat merugikan.
Munculnya prokrastinasi akademik dalam diri mahasiswa diprediksi tidak terjadi begitu saja,
namun terdapat penyebab yang melatarbelakangi. Menurut Ferrari, Johnson, & Mc Cown (1995:
81) dalam (Andhika Mustika Dharma, 2020), menyebutkan bahwa penyebab perilaku
prokrastinasi adalah: 1) Adanya pikiran irrasional dari prokrastinator, yaitu anggapan bahwa suatu
tugas harus diselesaikan dengan sempurna. 2) Adanya kecemasan karena kemampuannya
dievaluasi, ketakutan akan kegagalan dan susah mengambil keputusan, atau karena
membutuhkan bantuan orang lain untuk mengerjakan tugasnya. 3) Malas dan kesulitan mengatur
waktu dan tidak menyukai tugasnya. 4) Adanya punishment dan reward juga dapat menyebabkan
prokrastinasi sehingga merasa lebih aman jika tidak melakukan dengan segera karena dapat
menghasilkan sesuatu yang tidak maksimal. 5) Adanya faktor lingkungan, yaitu kurangnya
pengamatan dari lingkungan seperti keluarga atau di lingkungan sekolah juga menyebabkan
seseorang melakukan prokrastinasi. 6) Selain itu prokrastinasi disebabkan karena tugas yang
menumpuk, terlalu banyak dan harus segera dikerjakan, sehingga penundaan tugas yang satu
dapat menyebabkan tugas lain tertunda.

Anda mungkin juga menyukai