0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan26 halaman

Panduan Instalasi WordPress Offline

Diunggah oleh

RINA FAUJIAH
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan26 halaman

Panduan Instalasi WordPress Offline

Diunggah oleh

RINA FAUJIAH
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Tutorial Cara Menginstall WordPress Secara


Offline
Dalam beberapa tutorial ini, kita akan mempelajari cara menginstall aplikasi wordpress secara
offline (di komputer sendiri) menggunakan XAMPP. Langkah demi langkah akan kita bahas
secara mendetail.

Tutorial Belajar WordPress Part 1: Pengertian WordPress dan CMS


WordPress adalah salah satu media paling populer untuk membuat website, apakah itu berupa
blog pribadi, situs perusahaan (company profile), situs edukasi, bahkan situs penjualan (e-
commerce/online shop). Tetapi, apa sebenarnya wordpress itu? kita akan membahas
tentangpengertian wordpress dan keunggulan wordpress dibandingkan CMS lainnya pada
tutorial belajar wordpress kali ini.

WordPress sebagai CMS


WordPress adalah salah satu media paling populer untuk membuat website, apakah itu berupa
blog pribadi, situs perusahaan (company profile), situs edukasi, bahkan situs penjualan (e-
commerce/online shop). Tetapi, apa sebenarnya wordpress itu? kita akan membahas
tentangpengertian wordpress dan keunggulan wordpress dibandingkan CMS lainnya pada
tutorial belajar wordpress kali ini.
WordPress pertama kali hadir di tahun 2003 sebagai pengembangan dari aplikasi
blog b2/cafelogoleh Matt Mullenweg dan Mike Little. Pada awalnya wordpress berfokus pada
media blog pribadi, dimana konten web diurutkan berdasarkan kronologis. Namun dalam
perkembangannya, wordpress berubah dari sekedar blogging platform (hanya untuk membuat
blog), menjadi aplikasi CMS yang bisa digunakan untuk membuat website duluar blog, seperti
online shop, corporate website, situs edukasi, dll. Saat ini WordPress termasuk kedalam
kelompok aplikasi yang disebut dengan Content Management System (CMS). CMS adalah
suatu sistem untuk men-publish, mengedit, memodifikasi, menghapus, dan mengorganisasi
konten secara terpusat (wikipedia). Dalam hal ini, konten yang dimaksud adalah artikel yang
akan menjadi isi dari website. Sebenarnya kita bisa membuat website tanpa harus menggunakan
CMS. Tutorial HTML dan CSS dasar yang ada di duniailkom ini sudah mencukupi untuk
membuat website sederhana. Namun kebanyakan orang tidak memiliki waktu untuk mempelajari
kode pemrograman web tersebut. Belum lagi dengan kompleksitas yang diperlukan untuk
mengorganisasi ratusan artikel yang nantinya ada di dalam website. Dikarenakan hal ini, beberapa
programmer web mulai membuat aplikasi siap pakai yang ditujukan agar siapapun bisa membuat website
tanpa harus mengerti kode-kode program. Kita hanya tinggal men-klik menu-menu tertentu, dan sebuah
website dengan tampilan modern siap di publish ke [Link] wordpress, masih banyak CMS-CMS
lain yang bisa digunakan untuk membuat website. Ada yang berbayar, namun banyak juga yang gratis
seperti joomla dan drupal. CMS juga dikategorikan menurut keperluannya. Jika anda ingin membuat
forum, bisa menggunakan vBulletin. Untuk membuat online shop bisa menggunakan Magento,
Prestashop, atau Opencart. List lengkapnya bisa anda lihat
di [Link]
Tutorial Belajar WordPress Part 2: Cara Mendownload Aplikasi
WordPress
Setelah membahas tentang pengertian wordpress dan CMS dalam tutorial sebelumnya, pada
tutorial belajar wordpress kali ini kita akan membahas tentang cara mendownload aplikasi
wordpress.

Mengenal 2 Situs WordPress: [Link] dan [Link]


Situs resmi wordpress ada 2 jenis, yakni [Link] dan [Link]. Keduanya sama-
sama bagian dari wordpress.
Situs wordpress pertama: [Link] adalah situs CMS wordpress. Disinilah kita akan
mendownload aplikasi wordpress. Situs ini adalah portal untuk wordpress. Di dalamnya
terdapat dokumentasi, theme, plugin, dan forum tentang wordpress. Ini adalah situs wajib jika
anda ingin mempelajari secara mendalam tentang wordpress. Kita akan membahas cara
menggunakan situs ini beberapa saat lagi.
Situs wordpress kedua: [Link] adalah situs untuk membuat web online gratis
dengan wordpress. Jika anda pernah menggunakan [Link], hal yang sama juga tersedia
untuk wordpress. Dalam situs ini anda bisa membuat website wordpress dengan
alamat: nama_anda.[Link]. Situs ini dikelola oleh automattic, perusahaan yang juga
berada dibelakang CMS wordpress. Anda bisa mendaftar, dan langsung menggunakan
wordpress. Akan tetapi situs yang dibuat dengan [Link] memiliki banyak batasan sehingga kita
tidak bisa menggunakan wordpress secara optimal (kecuali jika anda memilih opsi berbayar).Jadi, situs
mana yang kita gunakan? Dalam tutorial belajar wordpress di duniailkom ini saya akan menjalankan
wordpress secara lokal (offline) di komputer kita sendiri, bukan melalui [Link]. Akan tetapi saya
juga menyarankan anda untuk mendaftar di [Link] untuk melihat perbedaan fitur yang ada.

Cara Mendownload WordPress


Karena saya akan mengakses wordpress di komputer lokal, maka kita perlu menggunakan 2 buah
aplikasi, yakni file wordpress, dan aplikasi web server+PHP+MySQL seperti XAMPP. Untuk
cara menggunakan XAMPP, akan saya bahas pada tutorial selanjutnya.
Untuk mendapatkan file wordpress, silahkan kunjungi situs [Link]. Pada halaman
awal ini terdapat 2 buah tombol download, yakni di bagian kanan atas, dan bagian tengah
website. Silahkan klik salah satunya. Dalam contoh ini saya akan menggunakan
tombol: Download WordPress 4.1. Silahkan klik tombol ini, dan anda akan dibawa ke
halaman: [Link]
Selanjutnya, pada halaman download, silahkan klik tombol Download WordPress 4.1 pada
bagian kanan halaman. Web browser kemudian akan mendownload file [Link]. Save
lah file ini dikomputer anda. Ukuran wordpress 4.1 sekitar 6,4 MB.

File [Link] ini adalah kumpulan dari ratusan halaman PHP dalam bentuk zip. Untuk dapat
menggunakannya, kita harus menempatkan file ini ke dalam web server yang mendukung PHP dan
MySQL. Jika anda menggunakan web hosting, aplikasi ini sudah langsung tersedia. Akan tetapi karena
kita ingin menjalankannya di komputer lokal secara offline kita memerlukan aplikasi khusus
seperti XAMPP atau WAMP.

Tutorial Belajar WordPress Part 3: Cara Menginstall XAMPP di


Windows

Untuk dapat menjalankan wordpress di komputer lokal, kita harus menginstall aplikasi web
server yang mendukung PHP serta aplikasi database MySQL. Untungnya terdapat banyak
aplikasi yang membundle ketiga program ini, salah satunya adalah XAMPP.
Dalam tutorial kali ini kita akan membahas cara menginstall XAMPP di Windows. Versi
XAMPP yang akan kita gunakan adalah XAMPP 5.6.3.
Mengenal Aplikasi XAMPP
Aplikasi XAMPP adalah aplikasi yang membundle banyak aplikasi lain yang dibutuhkan dalam
pengembangan web. Nama XAMPP merupakan singkatan dari aplikasi utama yang ada
didalamnya: X (huruf X berarti cross-platform, dimana aplikasi XAMPP tersedia untuk banyak
Sistem Operasi), A (Apache web server), M (MySQL), P (PHP), dan P (Perl). Selain aplikasi
tersebut, XAMPP juga menyertakan modul lain seperti OpenSSL dan phpMyAdmin.
Selain XAMPP, terdapat juga beberapa aplikasi lain yang juga membundle paket
webserver+PHP+MySQL ini (dikenal sebagai aplikasi AMP packages), seperti WAMPserver, AMPPS,
dan lain-lain. List lengkapnya bisa anda baca di [Link] of Apache-MySQL-PHP
packages.

Cara Mendownload Aplikasi XAMPP


Untuk dapat menggunakan XAMPP, kita harus mendownloadnya di situs resmi
XAMPP: [Link] Silahkan buka situs tersebut, kemudian klik pada
tombol XAMPP for Windows v5.6.3 (PHP 5.6.3). Penamaan baru XAMPP ini mengikuti versi
PHP yang ada di dalam paket tersebut.

Cara Menginstall XAMPP 5.6.3


Setelah file aplikasi XAMPP tersedia, kita akan mulai menginstall aplikasi ini. Silahkan double
klikfile XAMPP anda. Pada contoh ini, file XAMPP saya adalah xampp-win32-5.6.3-0-VC11-
[Link].
Jika anda menggunakan anti-virus, akan tampil jendela berikut:
Jendela diatas hanya
peringatan bahwa jika program anti virus sedang berjalan, proses instalasi mungkin akan berjalan
lambat atau mengganggu proses instalasi XAMPP. Jika perlu, anda bisa mematikan anti virus
untuk sementara, atau klik saja tombol Yes.

Jendela peringatan berikutnya adalah tentang UAC (User Account Control):

Peringatan ini berkaitan


dengan proteksi pada Windows Vista keatas dimana jika XAMPP diinstall pada folder C:\
Program Files (x86) mungkin akan terjadi pembatasan hak akses yang menyebabkan XAMPP
tidak berjalan dengan normal. Karena alasan ini, saya akan memindahkan file instalasi XAMPP
ke folder lain. Silahkan klik tombol OK untuk melanjutkan.
Jendela awal instalasi akan muncul, Klik Next.

Jendela berikutnya adalah “Select Component”. Pada bagian ini kita bisa memilih aplikasi apa
saja yang akan diinstall. Dalam tahap ini saya akan membiarkan semua pilihan. Klik Next untuk
melanjutkan.
Jendela selanjutnya adalah “Installation Folder”. Dalam bagian ini, kita bisa mengubah lokasi
dimana file-file XAMPP akan disimpan. Anda bebas menentukan lokasi ini. Sebagai contoh,
saya akan meletakkan file XAMPP di D:\xampp_5.6.3. Saya menambahkan angka versi
XAMPP karena memiliki beberapa versi XAMPP terinstall di drive D. Penamaan ini hanya
untuk mempermudah saya membedakan instalasi XAMPP. Lanjutkan dengan men-klik
tombol Next.

Tampilan berikutnya adalah “Bitnami for XAMPP”. XAMPP menawarkan Bitnami sebagai
cara cepat menginstall CMS seperti wordpress, joomla dan drupal. Tetapi kita akan menginstall
wordpress secara manual, sehingga hapus pilihan “learn more about Bitnami for XAMPP”,
kemudian klik Next.
Jendela berikutnya adalah konfirmasi untuk mulai menginstall XAMPP, klik Next, dan XAMPP
akan memulai proses instalasi beberapa saat.

Jika jendela “Completing the XAMPP Setup Wizard” telah tampil, maka proses instalasi
XAMPP telah selesai. Pada bagian ini kita akan langsung mencoba aplikasi XAMPP, sehingga
biarkan pilihan check list “Do you want to start the Control Panel now?”, kemudian
klik Finish.

Menguji Instalasi XAMPP


Jika anda membiarkan pilihan “Do you want to start the Control Panel now?” pada jendela
terakhir proses instalasi XAMPP, maka akan tampil jendela XAMPP Control Panel.
Sesuai dengan namanya, Jendela XAMPP Control Panel ini adalah jendela yang digunakan
untuk mengontrol apa saja modul XAMPP yang akan atau sedang dijalankan. Jika jendela ini
tidak tampil, anda bisa mengaksesnya dari menu START->All Programs->XAMPP->XAMPP
Control Panel.
Untuk menguji instalasi XAMPP, silahkan klik tombol START pada
modul Apache dan MySQL. Jika tidak ada masalah, akan tampil warna hijau pada bagian modul
ini, seperti tampilan dibawah:

Selanjutnya, buka web browser dan ketikkan alamat localhost pada address bar, kemudian
tekan enter. Jika tampil jendela pembuka XAMPP, maka semuanya telah terinstall dengan baik.
Selanjutnya pilih menu bahasa. Karena bahasa indonesia belum tersedia, silahkan pilih English,
dan tampilan home XAMPP siap diakses.

Sampai disini kita telah berhasil menginstall XAMPP 5.6.3 pada Windows. Dalam tutorial
belajar wordpress selanjutnya, kita akan membahas cara membuat database untuk wordpress
menggunakan Phpmyadmin.

Tutorial Belajar WordPress Part 4: Cara Membuat Database


MySQL dengan Phpmyadmin
Setelah aplikasi XAMPP terinstall dan file wordpress telah didownload, langkah selanjutnya
adalah membuat database MySQL yang akan digunakan pada saat instalasi worpdress. Dalam
tutorial belajar wordpress kali ini, kita akan membahas langkah-langkahnya.

Jalankan Web Server dan MySQL


Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menjalankan Web Server Apache dan aplikasi
database MySQL. Kedua aplikasi ini dijalankan dari jendela XAMPP Control Panel.
Jika jendela XAMPP Control Panel belum terbuka, Silahkan pilih menu tersebut dari START-
>All Programs->XAMPP->XAMPP Control Panel.
Pada tampilan XAMPP Control Panel ini, klik tombol Start pada bagian Apache dan MySQL,
seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini:
Setelah indikator menjadi warna hijau pada background kedua modul tersebut, buka web
browser dan ketik alamat: localhost pada address bar dan tekan Enter.

Jika tidak ada masalah, di dalam web browser akan tampil jendela home dari XAMPP.
Selanjutnya, kita akan membuat database yang akan digunakan oleh wordpress.

Cara Membuat Database MySQL dengan Phpmyadmin


Setelah XAMPP di localhost berhasil dijalankan, langkah berikutnya adalah membuat database
MySQL. WordPress menggunakan database MySQL untuk menyimpan seluruh settingan,artikel,
dan komentar yang ada di dalam situs web. Karena hal itulah kali ini kita akan membuat 1 buah
database MySQL.
Untuk membuat database MySQL, saya menggunakan aplikasi bawaan XAMPP,
yakni Phpmyadmin. Phpmyadmin adalah aplikasi GUI (Graphical User Interface) untuk
MySQL yang berbasis web, sehingga kita bisa membuat, menghapus, dan melakukan (hampir)
semua perintah MySQL melalui tampilan web.
Untuk membuka Phpmyadmin, silahkan klik menu Phpmyadmin pada bagian Tools di halaman
awal localhost, seperti gambar dibawah ini:

Selanjutnya akan tampil halaman awal Phpmyadmin. Untuk membuat database baru, klik
menu Databases pada bagian kiri atas halaman, seperti gambar dibawah ini:

Di bagian database ini, silahkan masukkan nama database yang ingin dibuat di kolom “Create
database”. Anda bebas menggunakan nama database apa saja, dalam contoh ini saya
menggunakan nama database: wordpress_db. Saya menambahkan “_db” yang merupakan
singkatan dari database. Hal ini hanya sekedar kebiasaan untuk membedakannya dengan
variabel lain, dengan membuat wordpress_db, saya bisa langsung mengetahui bahwa ini adalah
“database”.
Setelah memberi nama database, kolom isian selanjutnya adalah “Collation”. Collation adalah
tatacara atau aturan penyusunan huruf, angka dan karakter dalam tabel database. Anda bisa
membiarkan pilihan ‘default’ yang ada: Collation, atau memilih utf8_general_ci.
Dari dokumentasi wordpress di [Link] wordpress
menyarankan menggunakan collation utf8_general_ci. Silahkan pilih jenis collation ini,
kemudian klik tombol “Create” untuk membuat database baru.
Beberapa saat kemudian, akan muncul konfirmasi bahwa database “wordpress_db” telah
berhasil dibuat. Anda bisa memeriksanya dari daftar tabel database yang tersedia di dalam
MySQL.

Setelah database untuk wordpress berhasil kita buat, langkah berikutnya adalah memindahkan
file wordpress ke dalam folder htdocs XAMPP. Kita akan membahas hal ini dalam tutorial
berikutnya.

Tutorial Belajar WordPress Part 5: Memindahkan File Instalasi


WordPress ke htdocs XAMPP
Agar dapat diakses secara lokal, file wordpress yang telah kita download sebelumnya harus
dipindahkan kedalam folder khusus XAMPP: htdocs. Dalam tutorial belajar wordpress kali ini,
kita akan membahasnya langkah-langkahnya.
WordPress adalah kumpulan file PHP
WordPress sebenarnya hanyalah kumpulan halaman-halaman PHP yang disatukan kedalam
sebuah folder. Jika anda mengikuti tutorial belajar wordpress di duniaikom ini dari awal, pada
tutorial Cara Mendownload Aplikasi WordPress kita telah mendownload file wordpress dalam
bentuk zip. Dalam contoh ini, file yang saya gunakan adalah [Link].
Silahkan buka file zip ini menggunakan aplikasi kompresi file seperti Winzip, Winrar,
maupun Windows Explorer.

Di dalam file ini, kita akan mendapati sebuah folder dengan nama wordpress. Folder inilah yang
berisi seluruh file-file PHP yang membentuk wordpress. Di dalam folder wordpress terdapat
lebih dari 1100-an file PHP dan berbagai folder internal yang membentuk wordpress. Mengenai
fungsi-fungsi folder ini akan kita bahas dalam tutorial lainnya.

Memindahkan wordpress kedalam XAMPP


File-file wordpress tersebut harus dipindahkan ke dalam folder XAMPP agar bisa diakses. Folder
XAMPP yang dimaksud adalah folder khusus yang bernama: htdocs. Folder ini berada di dalam
folder induk XAMPP. Jika anda mengikuti tutorial cara menginstall XAMPP sebelumnya, folder
htdocs akan berada di D:\xampp_5.6.3\htdocs.
Folder htdocs adalah folder khusus di dalam XAMPP untuk menampung seluruh file HTML,
CSS, JavaScript, dan juga PHP agar bisa diakses melalui web browser.

Pidahkan folder wordpress kita sebelumnya ke dalam folder htdocs ini. Pastikan yang dipindah
adalah folder wordpress, bukan file [Link].

Setelah seluruh isi folder wordpress dipindah ke htdocs, kita bisa memulai proses instalasi
wordpress pada tutorial belajar wordpress selanjutnya: Cara Menginstall WordPress Offline
dengan XAMPP.
Tutorial Belajar WordPress Part 6: Cara Menginstall WordPress
Offline dengan XAMPP
Dalam 5 tutorial belajar wordpress sebelumnya, kita telah mempersiapkan seluruh file dan
aplikasi yang dibutuhkan untuk menginstall wordpress secara offline. Dalam tutorial kali ini kita
akan membahas menu wizard atau panduan setingan wordpress agar dapat digunakan.

Mengakses localhost/wordpress
Setelah file wordpress dipindahkan ke folder htdocs, inilah saatnya kita mulai proses instalasi
wordpress. Silahkan jalankan XAMPP seperti dalam tutorial-tutorial sebelumnya, lalu buka
alamat localhost/wordpress. Halaman awal proses instalasi wordpress akan tampil di web
browser.

Menginput Settingan Database WordPress


Saat mengakses localhost/wordpress, akan tampil halaman awal proses instalasi wordpress:

Pada halaman pertama ini, kita bisa memilih bahasa instalasi yang digunakan. Walaupun di
dalam list terdapat Bahasa Indonesia, saya akan memilih English (United States). Karena
dengan menggunakan menu bahasa inggris, semua pilihan dan pengaturan menjadi universal dan
akan terasa familiar jika anda sering menggunakan aplikasi komputer lainnya (Saya tidak
bermaksud mengabaikan bahasa indonesia, tetapi karena tutorial dan manual
asli wordpress masih menggunakan bahasa inggris, kita ‘terpaksa’ harus familiar dengan menu
bahasa inggris).
Silahkan klik Continue untuk melanjutkan.
Dalam halaman ini, wordpress memberitahu kita untuk menyiapkan 5 daftar informasi terkait
database, yakni: nama database, username database, password database, database
host, dantable prefix. Kita telah membuat database dalam tutorial sebelumnya, sedangkan untuk
nama user, kita bisa menggunakan user root yang telah tersedia di dalam MySQL. Klik Let’s
go untuk melanjutkan.

Pada halaman ini, kita diminta untuk mengisi 5 informasi mengenai database. Berikut adalah
isian yang harus dibuat:

Database Name: wordpress_db. Isian ini harus disesuaikan dengan nama database. Dalam
tutorial Cara Membuat Database MySQL dengan Phpmyadmin kita telah membuat 1 buah
database MySQL. Jika anda menggunakan nama lain, silahkan menginputnya disini.
User Name:root. Username disini adalah username dari server MySQL. Ketika menginstall
XAMPP, secara otomatis akan dibuatkan 1 user MySQL: root. User root sebenarnya adalah
‘user sakti’ di dalam MySQL. User ini bisa melakukan hak akses apa saja. Menggunakan user
root sebagai user wordpress biasanya dianggap ‘tidak aman’ karena jika seseorang mengetahui
password root, ia bisa menghapus seluruh database yang ada (termasuk database lain
diluar wordpress_db). Akan tetapi karena kita hanya menginstallnya di komputer sendiri, hal ini
tidak menjadi masalah.
Password: ’’ (kosongkan). Password yang diminta disini adalah password dari user MySQL
yang akan digunakan untuk mengakses database. Pada saat instalasi XAMPP, user
‘root’ otomatis dibuat tanpa password, sehingga kita tinggal mengosongkan kolom ini.
Database Host: localhost. Database host adalah lokasi dimana MySQL Server berada. Karena
kita menjalankan web server apache dan MySQL di dalam komputer yang sama, maka isiannya
adalah localhost.
Table Prefix: wp_. Table prefix adalah beberapa karakter unik yang akan ditambahkan pada
setiap tabel dalam database MySQL. Table prefix akan berguna jika kita ingin menginstall 2 atau
lebih wordpress tetapi tetap ingin menggunakan 1 database saja. Hal ini biasanya diperlukan jika
web hosting membatasi hanya boleh membuat 1 database. Untuk situasi ini kita bisa membuat
table prefix: wp1_ untuk instalan wordpress pertama, wp2_ untuk instalan wordpress kedua, dst.
Karena kita hanya menginstall wordpress di komputer sendiri, silahkan gunakan setingan default,
dan jika anda ingin menginstall wordpress lain, kita tinggal membuat database baru.
Setelah form selesai diisi, klik tombol Submit.

Jika tidak ada masalah terkait database, akan tampil jendela baru untuk konfirmasi bahwa
wordpress berhasil mengakses database berdasarkan inputan kita sebelumnya. Klik tombol Run
the install untuk memulai proses pembuatan tabel wordpress.

Menginput Settingan Situs WordPress


Setelah wordpress selesai membuat tabel di dalam database MySQL, Langkah selanjutnya adalah
menginput setingan terkait situs wordpress.
Form ini berisi setingan awal untuk situs wordpress. Berikut adalah penjelasannya:

Site Title: Situsku. Site Title ini akan menjadi judul dari situs wordpress yang akan kita buat.
Sebagai contoh, untuk situs duniailkom saya membuat Site Title: Duniailkom. Anda bebas ingin
membuat nama apapun dan nanti kita juga bisa mengubahnya lagi. Untuk tutorial kali ini saya
menggunakan Situsku sebagai Site Title.
Username: admin_situsku. Username disini adalah username dari administrator website
wordpress. Administrator memiliki hak akses paling tinggi di dalam wordpress. Untuk situs
‘live’usahakan menggunakan username yang susah ditebak, termasuk menggunakan kombinasi
angka, karakter, dll. Karena kita hanya menggunakannya di dalam situs offline, saya akan
membuat Username: admin_situsku.
Password, twice: qwerty. Kolom isian password disini adalah untuk username administrator
diatasnya. Sekali lagi, jika wordpress anda gunakan dalam situs ‘live’, buatlah password yang
susah ditebak. Kali ini untuk mempermudah penulisan tutorial, saya menggunakan password
sederhana: qwerty.
Your E-mail: situsku@[Link]. Kolom email ini berisi isian alamat email yang akan
digunakan untuk hal-hal darurat, seperti lupa password admin, pemberitahuan penting, dll. Untuk
situs ‘live’, silahkan masukkan alamat email aktif anda. Namun karena kita hanya menginstall
wordpress bukan di internet, silahkan masukkan alamat email apapun.
Privacy: Allow search engines to index this site. Pilihan privacy ini sepenuhnya hanya
digunakan untuk situs ‘live’. Menghapus pilihan ini akan membuat situs kita tidak tampil di
dalam pencarian mesin pencari seperti google. Walaupun umumnya setiap pemilik web ingin
situsnya tampil di google, untuk beberapa website khusus yang bersifat pribadi/rahasia, anda
boleh menghapus pilihan ini. Dalam tutorial ini saya akan membiarkannya dengan setingan
default (di-checklist).
Setelah semua isian form selesai, akhiri dengan men-klik tombol Install WordPress.

Apabila seluruh proses tidak ada masalah, akan tampil jendela akhir: Success!

Menguji WordPress Offline


Setelah proses instalasi wordpress secara offline selesai, kita bisa mencobanya dengan
melanjutkan jendela sebelumnya. Silahkan klik tombol Log in.

Jendela Log in yang tampil adalah jendela log in yang akan kita gunakan secara reguler
nantinya. Saya akan membahasnya dalam tutorial selanjutnya. Untuk saat ini silahkan masukkan
username dan password administrator yang telah kita input sebelumnya, kemudian klik Log In.
Dalam contoh kita username adalah: admin_situsku dan password: qwerty.
Jika username dan password admin sesuai, akan tampil halaman administrasi
wordpress. Selamat! Kita telah berhasil menginstall wordpress secara offline menggunakan
XAMPP.

Anda juga bisa mengunjungi alamat: [Link] untuk melihat tampilan website
wordpress.
Dalam tutorial belajar wordpress selanjutnya, kita akan membahas tentang cara pengoperasian
wordpress dengan lebih detail.

[Link] Konfigurasi Pengaturan WordPress


Setelah WordPress berhasil diinstall, selanjutnya kita akan mempelajari cara penggunaan
wordpress. Dalam sesi ini akan dibahas tentang pengaturan apa saja yang disediakan oleh
WordPress, dan apa fungsinya.

Tutorial Belajar WordPress Part 7: Mengenal Theme Default


WordPress (Twenty Fifteen)
Setelah berhasil menginstall wordpress pada komputer lokal secara offline, dalam lanjutan
tutorial belajar wordpress kali ini kita akan berkenalan dengan theme default wordpress: Twenty
Fifteen

Cara Mengakses Situs WordPress (offline)


Untuk mengakses situs wordpress yang baru saja kita install secara offline, silahkan ketik alamat
berikut pada web browser: [Link] Pastikan aplikasi XAMPP telah
berjalan, dan anda akan mendapati halaman seperti ini:
Pengertian WordPress Theme
Theme (atau tema) di dalam wordpress adalah tampilan luar dari website kita. Ini dapat
diibaratkan sebagai ‘skin’ atau ‘kulit’ website. Dalam aplikasi CMS lain, theme ini dikenal juga
dengan sebutan template.
Di dalam wordpress (dan juga aplikasi CMS seperti Joomla, Drupal, dll), theme atau template ini
sepenuhnya terpisah dengan ‘isi’ website seperti artikel dan komentar. Kita bisa dengan mudah
menukar sebuah theme dengan theme lain, dan tetap mempertahankan isi website. Inilah
kelebihan menggunakan aplikasi CMS.
Untuk menukar theme wordpress, caranya sangat mudah, biasanya hanya perlu 2 atau 3 kali klik.
Theme wordpress banyak yang gratis, namun ada pula yang berbayar. Salah satu tempat
mendownload theme gratis bisa ke situs resmi wordpress di [Link] Saya
akan membahas cara mengganti wordpress theme dalam tutorial terpisah.

Berkenalan dengan Theme Twenty Fifteen


Tampilan awal WordPress ini merupakan theme default bawaan wordpress versi 4.1 keatas.
Theme ini bernama: Twenty Fifteen, atau dalam bahasa indonesia bisa berarti Duaribu
Limabelas.
Penamaan theme default wordpress merujuk kepada nama tahun. Karena kita menggunakan versi
wordpress yang dirilis pada tahun 2015, maka theme bawaannya bernama twenty fifteen. Jika
anda membaca tutorial ini pada tahun 2016, hampir dapat dipastikan, theme bawaan wordpress
akan bernama Twenty Sixteen, dan akan memiliki tampilan yang berbeda juga.
Dalam wordpress, tampilan setiap theme sangat berfariasi, mempelajari struktur tampilan sebuah
theme adalah hal kedua yang perlu dipelajari setelah wordpress itu sendiri. Tidak jarang sebuah
theme datang dengan puluhan bahkan ratusan setingan khusus yang kadang cukup rumit
(terutama untuk theme premium yang menawarkan berbagai fitur).

Untungnya, theme twenty fifteen bawaan wordpress ini cukup sederhana. Theme ini lebih
ditujukan untuk website bertipe blog. Konten utama hanya terdiri dari 2 bagian, yakni sebuah
sidebar di sisi kiri, dan isi website di sebelah kanan.
Untuk mengubah tampilan theme ini, misalnya ingin mengganti warna background dari putih
menjadi biru, kita harus mengaksesnya dari halaman administrasi wordpress.
Bagian website di sebelah kiri disebut sebagai sidebar. Sidebar berisi konten tambahan
seperti menu, link ke artikel, iklan, dll. Di dalam wordpress konten tambahan ini dikenal
dengan widget. Setiap theme memiliki jumlah sidebar yang berbeda-beda. Ada yang 1 saja
(seperti theme twenty fifteen ini), 2 sidebar (di kiri dan kanan), atau tanpa sidebar sama sekali.
Di bagian tengah ke kanan, terdapat konten utama website. Secara default, ini berisi tampilan
artikel (di dalam wordpress di kenal sebagai post) yang disusun berdasarkan kronologis, dimana
post terbaru akan muncul di bagian atas.
Theme twenty fifteen ini juga sudah mengikuti perkembangan web design terbaru, seperti design
responsive (Responsive Web Design), sehingga tampil sempurna di layar tablet atau smartphone.

Semua settingan terkait theme bisa diatur dari halaman admin. Dalam tutorial berikutnya, kita
akan membahas cara mengakses halaman admin wordpress.

Tutorial Belajar WordPress Part 8: Cara Login ke Halaman Admin


WordPress
Melanjutkan tutorial belajar wordpress, kali ini saya akan membahas cara mengakses (login) ke
menu administrasi wordpress. Di dalam halaman admin inilah nantinya kita membuat posting,
artikel, mengubah theme, dll. Selain itu akan dibahas cara login, logout dan cara mengupdate
wordpress dari aplikasi wordpress itu sendiri.

Halaman awal admin WordPress dikenal juga dengan sebutan Dashboard.

Cara Log-in ke Halaman Administrasi WordPress


Cara untuk log in ke halaman administrasi wordpress adalah dengan mengunjungi
alamat [Link] atau ke [Link]
admin. Namun pastikan Web server Apache dan Database Server MySQL telah berjalan.

Pada halaman ini kita akan berhadapan dengan form login. Disini kita harus
menginput usernamedan password yang dibuat sewaktu proses instalasi. Dalam tutorial cara
menginstall wordpress offline, saya membuat username: admin_situsku, dan password: qwerty.
Kotak checkbox remember me bisa di pilih agar wordpress menyimpan cookie di web browser,
sehingga kita tidak perlu menginput password lagi di lain waktu. Namun pastikan fitur ini dipilih
hanya ketika digunakan di komputer pribadi.

Mengenal Halaman Administrasi WordPress: Dashboard


Halaman awal yang tampil setelah log-in adalah halaman Dashboard. Halaman dashboard berisi
rangkuman ‘apa yang sedang terjadi’ di dalam wordpress.
Bagian (1) merupakan jendela utama. Disini berisi ringkasan informasi seperti post apa saja yang
belum selesai, siapa saja yang memberikan komentar, atau berbagai informasi lain. Beberapa
plugin juga akan menampakkan diri di bagian ini.
Dibagian kiri (2) terdapat menu untuk mengakses halaman lain dari admin, seperti untuk
membuat post, page, konfigurasi, mengubah theme, dll. Saya akan membahas fungsi menu-menu
ini sepanjang tutorial wordpress di duniailkom ini.
Di bagian atas (3) Adalah admin menu-bar. Disini terdapat beberapa tombol shortcut, dan di sisi
kanan atas terdapat tombol logout.
Halaman dashboard dan semua menu administrasi ini dikenal juga sebagai Back End Page, atau
‘halaman belakang’. Maksudnya, semua yang kita lihat di bagian ini hanya bisa diakses oleh
administrator atau user tertentu saja. Bagian situs yang akan dilihat oleh pengunjung
(menggunakan theme twenty fifteen) di sebut dengan Front End Page, atau halaman depan.
Tampilan dashboard saat ini masih sepi karena saya memang belum membuat posting apapun.
Tapi seiiring kita membuat artikel, dan menginstall berbagai plugin, tampilan Dashboard akan
terlihat ‘ramai’. Sebagai contoh, berikut adalah tampilan admin dari situs duniailkom:
Cara Update WordPress
Secara berkala, wordpress melakukan update kode program. Entah itu untuk menambah fitur
baru atau menutup celah keamanan. Setiap kali kita login ke menu admin, secara otomatis
wordpress akan mengecek apakah terdapat update atau tidak. Jika belum update, kita akan
melihat link informasi untuk segera melakukan update.

Cara update wordpress dari menu admin ini cukup sederhana: klik link “Please update now”,
lalu kita akan dibawa ke halaman WordPress Update. Kali ini klik tombol “Update Now” dan
kita tinggal menunggu sebentar.

Apabila telah selesai, halaman welcome akan tampil dan wordpress berhasil diupdate ke versi
terbaru.

Jika koneksi internet yang anda gunakan agak lambat, mungkin akan muncul pesan: Fatal error:
Maximum execution time of 30 seconds exceeded in D:\xampp_5.6.3\htdocs\wordpress\wp-
includes\[Link] on line [Link] mengatasi masalah ini silahkan ke: Tutorial PHP:
Mengatasi Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded di XAMPP
Cara Log-out dari Dashboard Wordpress
Untuk keluar dari halaman administrasi wordpress. Arahkan kursor mouse pada kanan atas
halaman, ke bagian nama user: situs_admin. Sesaat akan muncul menu baru, lalu klik Log Out.
TUTORIAL WORDPRESS

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah TIK


Dosen
Subaryo [Link], [Link]

Oleh:

Dini Agustini (155060089)


Sri Mutiara (155060082)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PASUNDAN
TAHUN 2016

Anda mungkin juga menyukai