0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan16 halaman

Keberagaman Daya Tarik Wisata Indonesia

Esay Geografi Pembangunan

Diunggah oleh

MHD ZAINUDDIN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan16 halaman

Keberagaman Daya Tarik Wisata Indonesia

Esay Geografi Pembangunan

Diunggah oleh

MHD ZAINUDDIN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

METODOLOGI PENELITIAN GEOGRAFI

“Keberagaman Objek dan Daya Tarik Wisata”

DOSEN PENGAMPU:

YULIA NOVITA, [Link].I, [Link]

OLEH:

MUHAMMAD ZAINUDDIN 12111311099

ROSINTA AYANI PUTRI 12111322425

SILVI RATIKA SARI 12111321623

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU

TAHUN 2024/1445
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

Segala puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang
telah memberikan kami karunia nikmat dan kesehatan, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini, dan terus dapat menimba ilmu di UIN SUSKA RIAU.
Penulisan makalah ini merupakan sebuah tugas dari dosen mata kuliah
GEOGRAFI PARIWISATA. Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk
menambah. wawasan dan pengetahuan pada mata kuliah yang sedang dipelajari,
agar kami semua menjadi mahasiswa yang berguna bagi agama, bangsa dan negara.

Dengan tersusunnya makalah ini penyusun menyadari masih banyak terdapat


kekurangan dan kelemahan, demi kesempurnaan makalah ini penyusun sangat
berharap perbaikan, kritik dan saran yang sifatnya membangun apabila terdapat
kesalahan.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya
bagi penyusun sendiri umumnya para pembaca makalah ini.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

Penulis

Kelompok 6

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………..……………………………………………..……….i

DAFTAR ISI……………….……………………………………………………..………ii

BAB I PENDAHULUAN……………………….…………………………………….…1

BAB II PEMBAHASAN………….……………………………………………………....2

A. Pengertian Daya Tarik Wisata……….…………………………………………..2


B. Pengertian Objek Wisata…………………….…………………………………...3
C. Komponen Pengembangan Wisata……………..……………………………..…4
D. Jenis Objek Daya Tarik Wisata…………………………………………………..5
E. Faktor Yang Mempengaruhi Daya Tarik Wisata….……………………………6

BAB III PENUTUP……………………………………………………………………….8

A. KESIMPULAN ……………………..…………………………………….……….9
B. SARAN……………………………………………………………………………..9
C. DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….10

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pariwisata mencakup berbagai aspek, termasuk kunjungan wisata,


lokasi wisata, perjalanan, aspek bisnis, dan komponen lainnya. Saat ini,
pariwisata telah menjadi kebutuhan yang merambah ke berbagai lapisan
masyarakat, bukan hanya terbatas pada kelompok tertentu. Di era
globalisasi yang kita alami saat ini, pariwisata dianggap sebagai salah satu
pendorong utama ekonomi global, terbukti mampu meningkatkan
kemakmuran suatu negara. Hal ini terjadi karena Indonesia memiliki
beragam jenis pariwisata, mulai dari alam, sosial, hingga budaya, yang
tersebar di seluruh wilayahnya, dari Sabang hingga Merauke.
Keanekaragaman ini menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata yang
menarik bagi baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Untuk menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama dalam


perekonomian, pengembangan objek wisata dan daya tarik wisata
membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah,
masyarakat, dan perusahaan swasta. Pemerintah memiliki tanggung jawab
untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan yang mendukung
pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata. Daya tarik dari objek wisata
merupakan faktor kunci dalam meningkatkan minat wisatawan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan daya tarik wisata?
2. Apa yang dimaksud dengan objek wisata?
3. Apa saja komponen dalam suatu wisata?
4. Apa saja objek dan daya Tarik pariwisata?
5. Apa saja faktor yang mempengaruhi daya tarik wisata?
C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui pengertian daya tarik wisata

1
2. Mengetahui pengertian objek wisata
3. Mengetahui komponen dalam suatu wisata
4. Mengetahui objek dan daya Tarik wisata
5. Mengetahui faktor yang mempengaruhi daya tarik wisata

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Daya Tarik Wisata

Menurut Suwantoro (2004), daya tarik wisata, yang juga dikenal


sebagai objek wisata, adalah potensi yang mendorong kedatangan
wisatawan ke suatu tujuan wisata tertentu, terdiri dari tiga jenis utama:
Pengusahaan Daya Tarik Wisata Alam, Daya Tarik Wisata Budaya, dan
Pengusahaan Daya Tarik Wisata Minat Khusus. Zaenuri (2012) menyatakan
bahwa daya tarik wisata adalah sesuatu yang menarik untuk dilihat dan
dinikmati, sehingga dapat dipromosikan kepada konsumen wisata.

Definisi daya tarik wisata mencakup segala hal yang dapat memikat
wisatawan untuk mengunjungi dan menikmati keunikan suatu tujuan
wisata. Menurut Pasal 1 Ayat 5 Undang-undang Republik Indonesia No 10
tahun 2009 tentang kepariwisataan, daya tarik wisata adalah segala sesuatu
yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berasal dari kekayaan
alam, budaya, dan warisan manusia, yang menjadi tujuan kunjungan
wisatawan.

Bagyono (2014:23) mengemukakan bahwa daya tarik wisata harus


memenuhi tiga kriteria:

a. Something to see: Tempat harus memiliki daya tarik dan atraksi budaya
yang unik dibandingkan dengan lokasi lain.
b. Something to do: Selain memiliki objek menarik, tempat tersebut harus
menyediakan fasilitas rekreasi yang membuat pengunjung betah tinggal
lama.
c. Something to buy: Daya tarik wisata harus menyediakan tempat belanja,
khususnya untuk souvenir dan kerajinan tangan sebagai oleh-oleh.

Secara umum, ada empat kelompok daya tarik wisata yang menarik
wisatawan untuk mengunjungi suatu destinasi wisata (Yoeti, 2008):

3
a) Natural Attraction: Termasuk pemandangan alam seperti laut, pantai,
danau, air terjun, kebun raya, agro wisata, gunung, serta flora dan fauna.
b) Built Attractions: Meliputi bangunan yang dirancang dengan arsitektur
menarik, seperti rumah adat yang memadukan unsur modern dan
tradisional.
c) Cultural Attractions: Menyertakan peninggalan sejarah, cerita rakyat,
seni tradisional, museum, upacara keagamaan, festival seni, dan
sebagainya.
d) Social Affection: Termasuk kegiatan sosial dan budaya seperti bahasa
daerah, upacara pernikahan, tradisi potong gigi, upacara khitan, ritual
turun mandi, dan kegiatan sosial lainnya.
B. Pengertian Objek Wisata

Objek wisata merujuk pada tempat, lokasi, atau situs yang memiliki
daya tarik tertentu yang menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya.
Objek wisata ini bisa berupa berbagai hal, seperti keindahan alam, kekayaan
budaya, situs sejarah, atraksi rekreasi, dan lain sebagainya. Pengertian objek
wisata mencakup segala hal yang bisa menjadi tujuan atau destinasi
wisatawan saat melakukan perjalanan.

Objek wisata sering kali memiliki ciri atau karakteristik yang khas
dan unik, yang membuatnya menonjol di antara destinasi wisata lainnya.
Hal ini bisa berupa keindahan alam yang menakjubkan, nilai sejarah yang
penting, kebudayaan yang unik, atraksi yang menarik, atau aktivitas rekreasi
yang menantang.

Perlu diingat bahwa objek wisata tidak hanya berfokus pada


keindahan visual semata, tetapi juga mencakup pengalaman yang diperoleh
oleh wisatawan saat mengunjungi tempat tersebut. Dengan demikian, objek
wisata tidak hanya menjadi titik kunjungan, tetapi juga menjadi pusat
pengalaman dan kegiatan bagi wisatawan.

4
Dalam pengembangan pariwisata, identifikasi, pemeliharaan, dan
pengembangan objek wisata merupakan hal yang sangat penting. Hal ini
dilakukan untuk menjaga daya tarik wisata suatu destinasi dan
meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan, sehingga dapat
berkontribusi pada pertumbuhan industri pariwisata dan pembangunan
ekonomi di suatu wilayah atau negara.

Namun, menurut Ridwan (2012:5), objek wisata dapat diartikan


sebagai segala sesuatu yang memiliki nilai, keunikan, serta keindahan yang
bersumber dari kekayaan alam, budaya, dan karya manusia yang menjadi
tujuan bagi wisatawan. Sementara Menurut Marpaung (2002: 78), objek dan
daya tarik wisata mengacu pada pembentukan aktivitas dan fasilitas terkait
yang mampu menarik minat pengunjung atau wisatawan untuk
mengunjungi suatu lokasi atau daerah tertentu.

Secara singkat, objek wisata adalah tempat yang menarik untuk


dikunjungi karena keindahannya tempat tersebut bisa menjadi tujuan untuk
berbagai aktivitas pariwisata, tempat untuk bersenang-senang selama
beberapa waktu, mendapatkan pelayanan yang baik, dan meninggalkan
kenangan yang berkesan.

C. Komponen Pengembangan Wisata

Buhalis (2000:98) mengemukakan sebuah teori yang


mengidentifikasi enam komponen utama dalam pengembangan pariwisata,
yang dikenal sebagai 6A, yaitu atraksi (attraction), fasilitas (amenities),
terkait (accessibilities), kegiatan (activities), aksesibilitas (accessibilities),
dan paket yang tersedia (ancillary services). Dalam penelitian ini, penulis
mengadopsi konsep tersebut dan menyusun 6 Komponen Pengembangan
Pariwisata, yang terdiri dari atraksi, penginapan, fasilitas pendukung,
aksesibilitas, aktivitas, dan layanan pendukung.

1) Atraksi (Attraction)

5
Atraksi mencakup segala hal yang menarik minat pengunjung untuk
mengunjungi sebuah tempat wisata. Ini bisa berupa keindahan alam,
seperti panorama alam dan ciri fisik yang unik, atau warisan budaya
seperti sejarah, agama, dan tradisi masyarakat.
2) Aksesibilitas (Accessibilities)
Aksesibilitas mencakup sarana dan prasarana yang memungkinkan
pengunjung untuk mencapai tempat wisata, termasuk jasa
transportasi lokal, rute perjalanan, dan sarana transportasi umum.
3) Fasilitas Pendukung (Amenities)
Fasilitas pendukung mencakup berbagai layanan dan fasilitas di
destinasi wisata, seperti restoran, toko kerajinan, pusat informasi
wisata, dan fasilitas kesehatan.
4) Penginapan (Accommodation)
Penginapan merujuk pada berbagai jenis akomodasi yang tersedia di
tempat wisata, seperti hotel, homestay, villa, atau pondok wisata,
yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan pengunjung.
5) Aktivitas (Activities)
Aktivitas wisata mencakup berbagai kegiatan yang dapat dilakukan
oleh pengunjung di destinasi, yang bisa bervariasi tergantung pada
karakteristik tempat wisata tersebut.
6) Layanan Pendukung (Ancillary Services)
Layanan pendukung meliputi berbagai organisasi dan kegiatan yang
mendukung pengelolaan dan penyelenggaraan destinasi wisata,
seperti pemerintah, asosiasi pariwisata, tour operator, dan organisasi
lainnya yang bertanggung jawab atas kebijakan dan dukungan dalam
pengembangan pariwisata lokal.

D. Jenis Objek Dan Daya Tarik Pariwisata

Dalam Undang-undang No. 9 tahun 1990 tentang kepariwisataan


disebutkan bahwa objek dan daya tarik wisata adalah suatu yang menjadi
sasaran wisata terdiri atas :

6
1. Objek dan daya tarik wisata ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang
berwujud keadaan alam, flora, dan fauna.
2. Objek dan daya tarik wisata hasil karya manusia yang berwujud
museum, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, seni dan
budaya, wisata agro, wisata buru, wista petualangan alam, taman
rekreasi, dan komplek hiburan

Objek dan daya tarik wisata menurut Direktoral Jenderal Pemerintah


di bagi menjadi 3 macam, yaitu :

1. Objek Wisata Alam

Objek wisata alam adalah sumber daya alam yang berpotensi


serta memiliki daya tarik bagi pengunjung baik dalam keadaan alami
maupun setelah ada usaha budi daya. Potensi objek wisata alam dapat
dibagi menjadi empat kawasan, yaitu:

a. Flora dan fauna


b. Keunikan dan kekhasan ekosistem, misalnya ekosistem pantai dan
ekosistem hutan bakau.
c. Gejala alam, misalnya kawah, sumber air panas, air terjun dan danau
d. Budidaya sumber daya alam, misalnya sawah, perkebunan,
peternakan, usaha perikanan.

2. Objek Wisata Sosial Budaya

Objek wisata social budaya dapat di manfaatkan dan dikembangkan


sebagai objek dan daya tarik wisata meliputi museum, peninggalan sejarah,
upacara adat, seni pertunjukkan, dan kerajinan.

3. Objek Wisata Minat Khusus

7
Objek wissata minat khusus merupakan jenis wisata yang baru di
kembangkan di Indonesia. Wisata ini lebih diutamakan pada wisatawan
yang mempunyai motivasi khusus. Dengan demikian, biasanya para
wisatawan harus memiliki keahlian. Contohnya: berburu, mendaki gunung,
arung jeram, tujuan pengobatan, agrowisata, dan lain-lain

E. Faktor yang mempengaruhi Daya Tarik Wisata

Heath dan Wall dalam Syahrul (2015) menyatakan bahwa faktor-


faktor yang memengaruhi kesuksesan dalam pengembangan sebuah daerah
tujuan wisata dapat dikategorikan menjadi tiga faktor utama:

1. Tersedianya Daya Tarik


Ini mencakup keberadaan atraksi alam, seperti pantai atau keindahan
alam lainnya, serta atraksi buatan manusia, seperti objek-objek wisata
atau ciri khas lainnya yang unik dalam daerah tujuan wisata tersebut.
2. Aksesibilitas
Faktor ini meliputi kemudahan akses menuju dan selama berwisata di
daerah tujuan wisata, termasuk sarana transportasi dan infrastruktur
yang mendukung perjalanan wisatawan.
3. Kenyamanan bagi Wisatawan
Ini mencakup tersedianya akomodasi, restoran, bar, serta fasilitas
lainnya yang memastikan kenyamanan dan kemudahan bagi wisatawan
selama kunjungan mereka di daerah tujuan wisata.

Kesuksesan dalam pengembangan pariwisata suatu daerah sangat


bergantung pada kemampuan perencana untuk mengintegrasikan semua
faktor tersebut dengan seimbang dalam rencana pengembangan pariwisata.
Aktivitas pariwisata dipandang dari sudut pandang penawaran dan
permintaan, yang merupakan elemen dasar dalam industri pariwisata
(Murphy, dalam Mukiroh dan Setiyorini, 2012). Ketersediaan merujuk pada
segala hal yang dikonsumsi atau dinikmati oleh wisatawan dan dibentuk
oleh berbagai faktor, yang akhirnya membentuk produk wisata. Permintaan,

8
di sisi lain, merujuk pada wisatawan dan segala hal yang terkait dengan
wisatawan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor dan membentuk citra
wisata.

Adapun faktor-faktor ini yang dapat membentuk daya tarik wisata


suatu destinasi dan berkontribusi pada kesuksesan pariwisata di wilayah
tersebut. Yang memainkan peran penting dalam menarik wisatawan dari
berbagai latar belakang dan minat untuk mengunjungi suatu tempat,
diantaranya:

a. Keindahan Alam
Lanskap alam yang menakjubkan seperti pegunungan, pantai, danau,
sungai, hutan, dan taman nasional merupakan daya tarik utama bagi
banyak wisatawan. Keindahan alam yang spektakuler sering kali
menjadi daya tarik utama bagi mereka yang mencari ketenangan dan
petualangan di alam terbuka.
b. Warisan Budaya
Situs sejarah, bangunan bersejarah, monumen, museum, dan tradisi
budaya lokal merupakan daya tarik bagi wisatawan yang tertarik untuk
belajar dan mengalami budaya dan sejarah suatu tempat.
c. Atraksi Buatan Manusia
Taman hiburan, wahana permainan, tempat bersejarah, dan arsitektur
modern yang menakjubkan adalah contoh dari atraksi buatan manusia
yang menarik bagi banyak wisatawan, terutama mereka yang mencari
hiburan dan pengalaman yang unik.
d. Acara dan Festival
Acara budaya, festival musik, pameran seni, dan pertunjukan lokal
sering kali menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan yang ingin
merasakan kehidupan lokal dan budaya.
e. Kegiatan Rekreasi

9
Aktivitas seperti hiking, menyelam, bersepeda, berkemah, atau bermain
olahraga air menarik bagi wisatawan yang mencari petualangan dan
kesenangan di alam terbuka.

10
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam pembahasan ini, telah diuraikan pengertian daya tarik wisata dan objek
wisata serta faktor-faktor yang mempengaruhi daya tarik wisata. Daya tarik wisata
merupakan potensi yang mendorong kedatangan wisatawan ke suatu tujuan wisata,
meliputi atraksi alam, budaya, dan minat khusus. Objek wisata merujuk pada tempat atau
lokasi yang memiliki daya tarik tertentu bagi wisatawan, seperti keindahan alam, warisan
budaya, dan atraksi buatan manusia.

Faktor-faktor yang mempengaruhi daya tarik wisata mencakup keindahan alam,


warisan budaya, atraksi buatan manusia, acara dan festival, serta kegiatan rekreasi.
Keberhasilan pengembangan pariwisata suatu daerah juga dipengaruhi oleh kemudahan
aksesibilitas bagi wisatawan serta kenyamanan yang tersedia selama kunjungan, seperti
akomodasi, restoran, dan fasilitas pendukung lainnya.

Dalam mengembangkan pariwisata, penting untuk memperhatikan integrasi antara


faktor-faktor tersebut dalam rencana pengembangan pariwisata. Identifikasi, pemeliharaan,
dan pengembangan objek wisata menjadi kunci dalam menjaga daya tarik wisata suatu
destinasi dan meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan. Sementara itu, faktor daya
tarik wisata yang beragam menjadi magnet utama dalam menarik minat wisatawan dari
berbagai latar belakang dan minat untuk mengunjungi suatu tempat.

B. Saran

Dalam penyusunan makalah ini, masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu
diperbaiki. Kami mengharapkan masukan dan kritik dari pembaca agar dapat
meningkatkan kualitas makalah ini di masa yang akan datang.

11
DAFTAR PUSTAKA

Hadiwijoyo, Surya [Link] Pariwisata Perdesaan Berbasis. Masyarakat (Sebuah


Pendekatan Konsep). Yogyakarta : Graha Ilmu.

Buhalis, [Link] The Competitive Destination of The Future. Tourism. Journal


of Management. Volume 21, Issue 1.

A, Yoeti, Oka. Edisi [Link] Ilmu Pariwisata, Penerbit Angkasa, Bandung.

Adisasmita, [Link] Pendapatan Dan Anggran Daerah. Graha Ilmu:


Yogjakarta.

Bagyono. [Link] dan Perhotelan. Bandung : Alfabeta

Marpaung, H. (2000). Pengetahuan Kepariwisataan. Bandung : Alfabeta.

Mukiroh HP danSetiyorini, [Link] Faktor-Faktor Penarik Kepariwisataan


Wisatawan Asal Malaysia Terhadap Keputusan Berkunjung Ke Kota Pekanbaru (Survei
Pada Wisatawan Asal Malaysia yang Berkunjung ke Kota Peanbaru). Tourism and
Hospitality Essentials (THE) Journal, [Link], No.1, 2012 – 269

Ridwan,Mohamad.2012. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. PT SOFMEDIA: Medan.

Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan.

Zaenuri, [Link] Perubahan Paradigma Dari New Public Management ke New Public
Governance di Indonesia. Unisia, (77), 207-218.

Syahrul, Alfattory [Link] Daya Tarik, Fasilitas dan Aksesibilitas terhadap


Keputusan Wisatawan Asing Berkunjung kembali ke Aloita Resort di Kep. Mentawai.
Jurnal STKIP PGRI Sumatera Barat Vol 7 No 1.

12
13

Anda mungkin juga menyukai