3. INT.
RUMAH KAKEK – KAMAR – DAY
Dani masuk kedalam kamar lalu menutup pintu.
SFX : SUARA MENUTUP PINTU
DANI
(Memejamkan mata, menghela nafas panjang)
SFX : Helaan nafas Dani
Danikini duduk di kursi memandangi dinding kamar pikirannya
kosong.
Dani temukan Box besar, Dani meraih Box itu, box yang amat
berdebu.
DANI
(Menggapai Box, sambil menyingkirkan debu)
DANI
(Membuka Box, mengeluarkan buku)
Dani membersihkan Box, lalu membuka tutupnya, disitu ia menemukan
tumpukan buku – buku tua milik sang kakek.
-
Dani duduk di kursi, ia memilih buku paling dasar, waktu paling
awal. 1970.
Dani membuka lembaran Buku itu. (Shot Dani duduk di kursi sedang
membaca dari belakang)
SFX : Balikkan lembar buku
DANI
“January, 1970…”
-
4. EXT. RUMAH – HALAMAN DEPAN – DAY
Langkah kaki Pras dan Haris dari halaman depan menuju teras rumah
SFX :STRING MUSIK VINTAGE
Teks : Jepara, Central Java, January 1970.
(Jepara, Jawa tengah, Januari tahun 1970)
SFX : SUARA DECIT ENGSEL PINTU.
Pras membuka pintu.
Prasetyo (23 th) dan sahabatnya Haris (25 th), baru tiba di Rumah
sewaan mereka di suatu desa di Pedalaman Jawa. Setelah perjalanan
panjang dari DJakarta.
VO :
PRAS
“Namaku Prasetyo, aku seorang Penyair”
SFX : Suara langkah sepatu pantoufel.
Pras dan Harismasuk menenteng barang bawaan mereka, setelahnya
melihat – lihat seisi rumah.
12 .EXT. RUMAH - KAMAR – DAY
Pras menulis di kamarnya.
Kumpulan tulisan Pras, adegan Pras menulis
VO :
PRAS
“ Jika ada satu hal yang bisa kunyatakan sebagai Penyair, Seorang
Penyair haruslah berpikiran luas, bait demi bait Puisi dan Syair
yang kutulis merupakan hasil buah pikiran hidupku sehari – hari.
Oleh sebab itu Kuputuskan meninggalkan kehidupan Ibu Kota yang
runyam untuk sementara, demi mendapat suasana baru, menulis bait
– bait baru.”
-
11. INT. RUMAH – KAMAR – NIGHT
Pras duduk di kursi, mengambil segelas air yang sudah ada di atas
mejanya, Pras membuka laci meja lalu mengambil botol Pil dengan
deskripsi “Tuan Prasetyo (23 th), Penyakit jantung Koroner,
Antiplatelet. 1Pil 2x sehari” Pras membuka tutup botol pil lalu
mengambil satu dan meneguknya bersama air.
PRAS
(Menghela Nafas) Hah…
Pras mengambil buku dan Penanya, lalu mulai menulis.
7. [Link] – TERAS DEPAN – DAY
Esok harinya, Pagi itu seperti biasa Prasetyo duduk di kursi
teras rumahnya, sambil menggengam pena di tangan kanannya, dan
buku di tangan kirinya. Ia kini sedang menulis, Puisi.
Sesekali ia memandangi sekitar rumahnya.
PRAS
(Duduk di kursi sambil menulis, bersenandung kecil)
-
6. [Link] – JALANAN DEPAN RUMAH – DAY
Pras berjalan di jalan setapak.
Pras Melihat ke kanan kirinya, Saat itu sepasang matanya
menangkap pemandangan yang amat indah. Kuntum Bunga besar yang
bermekaran serta seorang gadis yang sama indahnya dengan Bunga –
bunga itu, Gadis muda dengan Kebaya sederhana wajah yang Cantik,
Rambut yang terkepang Indah.
Prasdengan gugup berjalan mendekati gadis itu, yang Nampak sibuk
dengan kesenangannya sendiri, memandangi Bunga – bunga di
pekarangan Rumah Pras, gadis itu tengah memetik beberapa kuntum
bunga.
PRAS
Indah
(Berdiri mematung di sisi gadis itu)
(Note: focus Pras, Shot Puspita menghadap bunga membelakangi Pras, muka puspita tdk
Nampak)
7. [Link] – TERAS DEPAN – DAY
(Shot Pras menoleh sambil tersenyum, melihat kedatangan Puspita)
Saat itu Puspita datang, dengan seikat Bunga di genggamannya.
PUSPITA
Permisi…
(Melangkah mendekat)
PRAS
(Memandang puspita, meletakkan buku ke atas meja. Berdiri sambil
menyelipkan pena di atas telinganya).
Mereka berdua saling memandang dan tersenyum. Pras mendekati
Puspita, meraih tangannya lalu mengajaknya duduk.
-
9. [Link] – JENDELA – DAY
Sementara Pras dan Puspita bercengkrama di luar, Haris
memperhatikan dari balik jendela rumah, ia lalu memalingkan
wajahnya.
-
11. INT. RUMAH – KAMAR – NIGHT
SFX: STRING MUSIC VIOLIN
Pras meletakkan Vas bunga kaca di atas meja, lalu menata bunga
dari Puspita di dalamnya.
Pras menatap bunga itu sambil tersenyum.
Pras duduk di kursi, mengambil segelas air yang sudah ada di atas
mejanya, Pras membuka laci meja lalu mengambil botol Pil dengan
deskripsi “Tuan Prasetyo (23 th), Penyakit jantung Koroner,
Antiplatelet. 1Pil 2x sehari” Pras membuka tutup botol pil lalu
mengambil satu dan meneguknya bersama air.
PRAS
(Menghela Nafas) Hah…
Pras mengambil buku dan Penanya, lalu mulai menulis.
VO:
PRAS
“untuk apa menggemari Bunga padahal bunga - bunga itu tak lebih
indah dari padamu?”
Montage Pras dan Puspita
(Note : tidakmenampakkan wajah Puspita)
Beauty shot
[Link] RUMAH – JALAN SETAPAK – NIGHT
Pras menggowes sepedanya
Beauty shot
[Link]. LINGKUNGAN DESA – JALAN SETAPAK- DAY
Pras menuntun sepeda lalu masuk kedalam rumah
[Link]. RUMAH – KAMAR HARIS – DAY
Haris tengah berkemas, dengan gerakan yang cepat tanpa henti dia
menjejalkan pakaian – pakaian nya kedalam tas. Dahinya
berkeringat wajahnya Pucat.
SFX : SUARA DECIT PINTU TERBUKA
SFX : SUARA GEBRAKAN PINTU TERTUTUP
Haris melihat keluar melalui pintu kamarnya, wajah nya pucat
pasi. Ia Nampak ketakutan.
Perkelahian Pras dan Haris
(Note: Pras menghamburkan pakaian Haris, Pras mencengkram
kerah pakaian Haris, Pras memukul Haris, Haris memukul Pras
dan mengancamnya lalu pergi dengan tas)
14. [Link] – KAMAR PRAS – NIGHT
Telah larut malam, Pras tengah duduk di kursi, menulis di buku
dengan penerangan seadanya, badan sedikit condong kedepan.
Pras menulis dengan wajah gusar.
Back to Present time
Dani dengan Wajah gusar membaca dengan serius
VO:
DANI
Apa yang sebetulnya kakek hendak tuliskan?
-
Dani membalik halaman buku, menyalin alamat Haris.
[Link] HARIS – RUANG DEPAN – DAY
Haris membuka Pintu, dani berdiri di depan Pintu.
FADE OUT