Pembentukan Portofolio Optimal Saham LQ-45 dengan Model Indeks
Tunggal: Analisis Risiko dan Return untuk Pengambilan Keputusan Investasi
MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Manajemen Investasi
Dosen Pengampu : Prof. Dr Widia Astuty, S.E.,[Link].,Ak.,CA.,QIA.,CPA
OLEH :
• Rangga Putra Muda (2105170246)
• Syelvi Rahmasari (2105170067)
• Talitha Zada (2105170068)
• Adhelia Safitri (2105170115)
• Debby Albela (2105170156)
• Jenni Astria (2105170059)
• Nabila Natasya Nasutin (2105170012)
• Alodya Rahma Febrianti (2105170204)
• R. Adisti Putri Febrianti (2105170142)
• Rustam Dedi Syahputra Gultom (2105170132)
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
MEDAN
2023/2024
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum [Link].
Kami dengan hormat menyampaikan kata pengantar ini dalam rangka menyusun summary dari
artikel yang berjudul "Pembentukan Portofolio Optimal Saham LQ-45 dengan Model Indeks
Tunggal: Analisis Risiko dan Return untuk Pengambilan Keputusan Investasi". Artikel ini
merupakan bagian dari tugas mata kuliah Manajemen Investasi.
Dalam era yang penuh tantangan ini, pengetahuan tentang pengelolaan investasi menjadi semakin
penting. Artikel ini memberikan kontribusi yang berharga dalam memahami bagaimana
membentuk portofolio saham optimal, khususnya dengan menggunakan model indeks tunggal,
untuk meningkatkan keputusan investasi.
Kami berharap bahwa summary ini akan memberikan manfaat bagi pembaca dalam memahami
konsep pembentukan portofolio optimal dan meningkatkan kemampuan dalam pengambilan
keputusan investasi. Semoga artikel ini juga dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi
perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang ekonomi.
Apabila terdapat ketidaknyamanan atau kesalahan dalam penyampaian, kami memohon maaf yang
sebesar-besarnya. Terima kasih atas perhatian dan waktu yang telah diberikan.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Medan, Mei 2024
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................................................................ ii
BAB I ............................................................................................................................................................ 1
PENDAHULUAN ....................................................................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ................................................................................................................................. 1
BAB II .......................................................................................................................................................... 2
PEMBAHASAN .......................................................................................................................................... 2
2.1. Landasan Teori ................................................................................................................................. 2
2.2. Hasil Pembahasan ............................................................................................................................ 2
BAB III......................................................................................................................................................... 4
KESIMPULAN ........................................................................................................................................... 4
3.1. KESIMPULAN ................................................................................................................................ 4
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................................. 5
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Investasi saham melibatkan perhitungan return dan risiko. Teori keuangan menyatakan
bahwa peningkatan risiko memerlukan peningkatan return yang diharapkan. Untuk mengurangi
risiko, investor dapat membentuk portofolio yang terdiri dari berbagai jenis saham. Model indeks
tunggal adalah teknik yang digunakan untuk mengukur return dan risiko portofolio dengan
mengasumsikan pergerakan return saham terkait dengan return pasar.
Indeks LQ-45 merupakan salah satu indeks saham yang digunakan oleh Bursa Efek
Indonesia (BEI) untuk merepresentasikan performa dari 45 saham perusahaan yang
diperdagangkan di bursa saham Indonesia. Indeks LQ-45 dibentuk oleh BEI sebagai salah satu
indeks yang mewakili kondisi pasar modal Indonesia dengan memilih saham-saham dari
perusahaan-perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi, stabilitas harga yang relatif tidak
fluktuatif, kapitalisasi pasar besar, serta kondisi keuangan dan fundamental perusahaan yang baik.
Dengan demikian, saham-saham yang termasuk dalam indeks LQ-45 merupakan saham-
saham unggulan yang dianggap memiliki kinerja yang baik dan diharapkan dapat memberikan
gambaran yang akurat tentang kondisi pasar modal Indonesia. Indeks LQ-45 digunakan sebagai
acuan oleh para investor, analis, dan pelaku pasar untuk mengukur performa investasi di pasar
modal Indonesia serta untuk memantau perkembangan ekonomi secara umum.
1
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Landasan Teori
Investasi adalah tindakan penundaan konsumsi untuk memasukkan dana ke dalam aset
produktif dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan (Jogiyanto, 2013:5; Halim
dalam Irham dan Yovi, 2011:4). Return merupakan hasil dari kebijakan investasi yang dilakukan,
yang dapat berupa laba investasi melalui bunga atau deviden (R.J. Shook dalam Irham dan Yovi,
2011:151; Samsul, 2006:291). Risiko diartikan sebagai perbedaan antara return yang diharapkan
dan realisasinya (Zubir, 2011:19; Joel G. Siegel dan Jae K. Shim dalam Irham dan Yovi, 2011:150).
Dalam konteks investasi, risiko dibagi menjadi risiko sistematis, yang tidak dapat
dihilangkan dengan diversifikasi, dan risiko tidak sistematis, yang dapat dihilangkan dengan
membentuk portofolio yang terdiversifikasi dengan baik (Irham dan Yovi, 2011:158; Jogiyanto,
2013:308). Portofolio adalah bidang ilmu yang mempelajari cara menurunkan risiko investasi
dengan cara diversifikasi (Irham dan Yovi, 2011:2).
Portofolio efisien adalah portofolio yang menawarkan ekspektasi return maksimum pada
berbagai tingkat risiko, atau risiko minimum pada berbagai tingkat ekspektasi return (Jogiyanto,
2013:337). Dalam pemilihan investasi, investor selalu mempertimbangkan return dan risiko, yang
dapat dijelaskan melalui model indeks tunggal (Samsul, 2006:56; Jogiyanto, 2013:369).
Model indeks tunggal memprediksi return saham berdasarkan hubungan dengan return
pasar (Jogiyanto, 2013:369). Investor yang rasional akan melakukan keputusan investasi
berdasarkan analisis situasi, merancang portofolio optimal, menetapkan kebijakan investasi,
menerapkan strategi investasi, dan mengawasi kinerja ([Link], 2009:48; Trone dan Allbright
dalam Sulistyowati, 2012).
2.2. Hasil Pembahasan
Dalam analisis penelitian didalam artikel ini, saham-saham yang menjadi kandidat
portofolio optimal dipilih berdasarkan nilai excess return to beta (ERB) yang lebih besar atau sama
dengan nilai cut-off point (C*). Hasilnya menunjukkan bahwa ada empat saham dari saham LQ 45
yang memenuhi kriteria untuk masuk ke dalam portofolio optimal, yaitu BBCA, SMGR, LPKR,
2
dan INDF (Sumber: Data diolah). Proporsi dana yang layak diinvestasikan pada masing-masing
saham kemudian dihitung, dengan saham BBCA memiliki proporsi dana tertinggi sebesar 47,96%
(Sumber: Data diolah).
Dari perhitungan return portofolio, diperoleh return portofolio sebesar 2,50594% per bulan,
yang di atas tingkat pengembalian pasar dan masih di atas tingkat pengembalian bebas risiko
(Sumber: Data diolah). Risiko portofolio kemudian dihitung dengan menghasilkan nilai risiko
portofolio sebesar 0,340%, yang lebih rendah daripada risiko pasar (Sumber: Data diolah).
Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji independensi t-test pada rata-rata volume
perdagangan saham kandidat portofolio dan bukan kandidat portofolio. Hasilnya menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata volume perdagangan kedua kelompok
saham, menunjukkan adanya rasionalitas investor dalam membeli saham-saham kandidat
portofolio optimal (Sumber: Data diolah).
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Hari
Winarto (2009), yang juga menemukan perbedaan yang signifikan antara saham-saham yang
terpilih sebagai portofolio optimal dan saham-saham yang tidak terpilih, menunjukkan adanya
rasionalitas investor dalam memilih saham di pasar saham (Sumber: Data diolah).
BAB III
KESIMPULAN
3.1. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah disampaikan, terdapat beberapa kesimpulan yang
dapat diambil. Pertama, menggunakan model indeks tunggal dengan membandingkan excess
return to beta (ERB) dengan cut-off point (C*), empat saham terpilih menjadi unggulan dalam
pembentukan portofolio, yaitu BBCA, SMGR, LPKR, dan INDF. Proporsi dana untuk masing-
masing saham dalam portofolio optimal adalah: BBCA (47,96%), SMGR (44,29%), LPKR
(5,13%), dan INDF (2,62%).
Kedua, return portofolio yang dihasilkan adalah sebesar 2,506%, sementara risiko
portofolio adalah sebesar 0,340%. Kedua nilai tersebut lebih tinggi daripada return dan risiko
pasar. Hal ini menunjukkan bahwa portofolio yang terbentuk adalah portofolio optimal yang
memaksimalkan return dengan risiko tertentu.
Ketiga, pengujian menggunakan uji beda t-test menunjukkan adanya perbedaan yang
signifikan antara rata-rata volume perdagangan saham kandidat portofolio optimal dan bukan
kandidat portofolio optimal. Hal ini menunjukkan bahwa investor cenderung lebih rasional dalam
memilih saham-saham yang termasuk dalam portofolio optimal.
Dari kesimpulan tersebut, dapat disarankan kepada para investor untuk
mempertimbangkan hasil penelitian ini dalam pengambilan keputusan investasi di masa depan.
Pembentukan portofolio optimal dapat membantu menghasilkan return yang optimal sambil
meminimalkan risiko yang ditanggung. Namun demikian, perlu diingat bahwa pasar saham
senantiasa berubah, sehingga penelitian dan evaluasi terhadap kinerja portofolio perlu dilakukan
secara berkala. Bagi peneliti dan praktisi investasi, penelitian ini memberikan landasan untuk
pengembangan analisis portofolio dengan menggunakan metode lain dan memperpanjang periode
pengamatan untuk hasil yang lebih akurat.
4
DAFTAR PUSTAKA
Eko, Umanto. (2008). Analisis dan Penilaian Kinerja Portofolio Optimal Saham-saham LQ-45.
Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi, Vol.15, No.3, Hal 178-187.
[1]. Irham, Fahmi dan Yovi. (2011). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Cetakan Kedua.
Bandung: Alfabeta.
[1]. Husnan, Suad. (2009). Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Edisi Keempat.
Yogyakarta : UPP AMP YKPN.
[1]. Jogiyanto, Hartono.(2013). Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Edisi Kedelapan.
Yogyakarta : BPFE.
[1]. Sanusi, Anwar. (2011). Metode Penelitian Bisnis. Malang: Salemba Empat.
[1]. Samsul, Mohammad. (2006). Pasar Modal dan Manajemen Portofolio. Jakarta: Erlangga.
[2]. Sulistyowati, Nurul. (2012). Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Menggunakan Model
Indeks Tunggal Untuk Pengambilan Keputusan Investasi Pada Saham LQ-45 periode Agustus
2008 – Januari 2011. Jurnal Manajemen, Vol.1 No.1, 2012.
[2]. Susanti. (2012). Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Saham Dengan Menggunakan
Model Indeks Tunggal (Studi Pada Saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia Periode Agustus
2009-Juli 2012). Artikel Ilmiah di Publishing oleh Univesritas Sumatera Utara.
[2]. Winarto, Hari. (2009). Penentuan Portofolio Optimal Dengan Model Indeks Tunggal dan
Rasionalitas Investor Terhadap Pemilihan Saham di Bursa Efek Jakarta. Majalah Ilmiah
Ekonomika Volume 12 Nomor 1, Februari 2009:1-60.
[1]. Zubir, Zalmi. (2011). Manajemen Portofolio: Penerapannya dalam Investasi Saham, Edisi
Pertama. Jakarta : Salemba Empat.